Warta Dharmawansa : Journal of Dharmawangsa University
Not a member yet
3034 research outputs found
Sort by
Sosialisasi Internet of Things dan Multimedia Sebagai Peluang Karir di Bidang Teknologi
Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah membuka berbagai peluang karier baru, khususnya di bidang Internet of Things (IoT) dan multimedia. Namun, kurangnya pemahaman generasi muda terhadap potensi karier di bidang tersebut menjadi kendala dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap era digital. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai konsep dasar, penerapan, serta peluang karier dalam bidang IoT dan multimedia kepada siswa di salah satu SMK Swasta di kota Batam sehingga mereka berminat untuk melanjutkan studi dengan mengambil jurusan komputer. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah interaktif, demonstrasi teknologi, dan diskusi kelompok untuk meningkatkan partisipasi dan pemahaman peserta. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh aspek yang diukur. Berdasarkan angket (kuesioner) dengan menggunakan penilaian skala Likert 5, di mana rata-rata skor pemahaman tentang IoT dari angket yang diberikan meningkat dari 2,1 menjadi 4,2, pemahaman multimedia dari 2,5 menjadi 4,4, minat terhadap karier teknologi dari 3,0 menjadi 4,5, dan keyakinan melanjutkan studi di bidang teknologi dari 2,8 menjadi 4,3. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi dan pelatihan yang dirancang secara kontekstual dan interaktif mampu memberikan dampak positif dalam membentuk persepsi serta motivasi pelajar terhadap karier di bidang teknologi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pembinaan karier berbasis teknologi di tingkat pendidikan menengah yang mendukung pengembangan ekosistem digital nasional secara berkelanjutan
Pelatihan Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Menggunakan Aplikasi Live Worksheet bagi Guru di Kecamatan Menyuke
Adanya keterbatasan keterampilan dan juga kurangnya informasi terkait aplikasi yang dapat digunakan dalam pengembangan bahan ajar, ditambah dengan keterbatasan waktu serta begitu banyaknya tugas guru di sekolah. Pelatihan dan pendampingan menjadi salah satu cara yang dibutuhkan dalam meningkatkan kompetensi guru dalam merancang Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) menggunakan live worksheets. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun dan membahas pengembangan LKPD berbasis live worksheet. Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Menyuke yang dihadiri oleh 22 guru sekolah menengah yang ada di Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak. Kegiatan ini menggunakan metode Service Learning (SL) yang melibatkan empat proses, yaitu Focus Group Discussion, pelatihan, workshop, dan pembimbingan atau pendampingan. Pengukuran peningkatan kompetensi dan pengetahuan dilakukan sebanyak dua kali, yaitu di awal untuk mengetahui kompetensi dan pengetahuan awal peserta serta dilakukan di akhir untuk mengetahui respons guru menggunakan angket evaluasi. Hasil kegiatan ini berupa peningkatan kemampuan guru dalam menyusun modul ajar berbasis live worksheet yang ditunjukkan dengan peningkatan pengukuran awal dan akhir sebanyak 50%. Seluruh peserta (100%) mengalami peningkatan skor pengukuran dan memiliki masing-masing minimal satu LKPD yang telah siap diimplementasikan dalam pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil dalam meningkatkan kompetensi dan pengetahuan guru dalam merancang LKPD berbasis live worksheet.
PERAN KEPEMIMPINAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI DI DINAS PERINDUSTRIAN PERDAGANGGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL PROVINSI SUMATERA UTARA PADA BIDANG PENGEMBANGAN PERDAGANGGAN LUAR NEGERI
Kinerja pegawai Pada Kantor Dinas Perindustrian perdanganggan Energi Sumber Daya Mineral (DPPESDM ) Sumatera utara, masih tergolong rendah. Keadaan tersebut dapat dilihat dari belum maksimalnya pemberian pelayanan dikarenakan dianggap tidak dapat memberikan sesuai dengan apa yang didapatkan oleh masyarakat, tidak adanya program pendidikan dan pelatihan, kurangnya sumber daya manusia dan masih kurangnya sarana dan prasarana untuk pegawai. Berdasarkan hal tersebut rumusan masalah dalam penelitian ini “Peran Kepemimpinan Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai Di Dinas Perindustrian Perdaganggan Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Sumatera Utara Pada Bidang Pengembangan Perdaganggan Luar Negeri?” dengan tujuan penelitian untuk mengetahui Peran Kepemimpinan Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai Di Dinas Perindustrian Perdaganggan Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Sumatera Utara Pada Bidang Pengembangan Perdaganggan Luar Negeri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, sedangkan teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran kepemimipinan. Dalam meningkatkan kinerja sudah trgolong baik dalam hal sebagai informasional, pengwasan, dalam mengambil keputusan, serta dalam interpersonal pemimpin. Kinerja pegawai sudah tergolong baik dari aspek kuantitas kerja, kualitas kerja, tingkat kehadiran kerjasama dan pemanfaatan waktu. Kepemimpinan kepala bidang sudah berperan dalam meningkatkan kinerja pegawai dari aspek pengetahuan tentang kuantitas kerja, kualitas kerja, tingkat kehadiran kerjasama dan pemanfaatan waktu serta dalam hal produktivitas pegawai
PIDATO PRABOWO TERKAIT HASIL QUICK COUNT PILPRES 2024 (AWK NORMAN FAIRCLOUGH)
Prabowo dalam pembawaan pidato terkait hasil quick count, ketika Prabowo menceritakan bagaimana kedekatannya dengan para presiden di Indonesia, Prabowo tidak menceritakan bagaimana kedekatannya dengan Presiden Megawati. Bahkan Prabowo langsung menjelaskan kedekatannya dengan Presiden SBY setelah menceritakan dirinya bersama presiden keempat. Karena hal tersebut ramai diperbicangkan dalam kolom komentar kanal Youtube Kompas.com. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wacana yang terdapat pada pidato Prabowo terkait hasil quick count pilpres 2024. Dengan menggunakan pendekatan analisis wacana kritis (awk) Norman Fairclough yang membagi dalam 3 dimensi yaitu teks, praktik wacana, praktik sosial. Hasil dari penelitian menunjukan dalam analisis teks, Prabowo melihat kemenangannya sebagai momen bersejarah dan menyoroti pentingnya pilpres sebagai kewajiban warga negara. Prabowo menghindari penyebutan Megawati yang mengindikasikan hubungan renggang antara keduanya, serta memuji peran Jokowi yang dianggap berjasa bagi Indonesia. Dalam analisis praktik wacana terlihat bahwa ideologi dan hubungan pribadi Prabowo tercermin dalam teks, yang kemudian disebarkan oleh media Kompas.com tanpa perubahan isi. Tanggapan masyarakat pun beragam, mulai dari mempertanyakan ketiadaan nama Megawati hingga keraguan atas hasil akhir pilpres. Dalam analisis praktik sosiokultural, pidato ini menimbulkan kecurigaan karena didasarkan hanya pada quick count, dan perubahan citra Prabowo menjadi lebih lembut dipandang sebagai strategi untuk menarik dukungan generasi muda
Analisis fungsi Produksi cobb-Douglas: pengaruh biaya produksi Terhadap omzet UMKM mie ayam & bakso
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, termasuk dalam sektor kuliner seperti usaha mie ayam dan bakso yang terus berkembang di Kota Medan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh biaya produksi terhadap omzet UMKM dengan menggunakan pendekatan fungsi produksi Cobb-Douglas. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data keuangan bulan Mei 2025 yang dianalisis menggunakan regresi linier log-linier. Komponen biaya yang diteliti meliputi bahan baku, gaji pegawai, peralatan dan lainnya, listrik dan air, serta biaya sewa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya bahan baku memiliki elastisitas tertinggi terhadap omzet, diikuti oleh gaji pegawai, sementara biaya tetap seperti listrik dan sewa memiliki pengaruh yang lebih kecil. Total elastisitas sebesar 1,05 mengindikasikan bahwa usaha berada dalam kondisi increasing returns to scale. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,88 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 88% variasi omzet berdasarkan biaya produksi. Temuan ini menekankan pentingnya efisiensi biaya, khususnya dalam pengelolaan bahan baku dan tenaga kerja, untuk meningkatkan kinerja usaha dan mendukung keberlanjutan UMKM kuliner di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
INTRUKSI PRESIDEN DALAM NEGARA HUKUM: KEWENANGAN EKSEKUTIF ATAU PELEBARAN KEKUASAAN?
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan, dasar hukum, serta kecenderungan penggunaan Instruksi Presiden (Inpres) yang berimplikasi pada perluasan kekuasaan eksekutif di luar batas kewenangan konstitusional. Inpres selama ini digunakan sebagai alat kebijakan presiden, namun dalam praktiknya seringkali menimbulkan efek normatif ke luar, meskipun tidak termasuk dalam hierarki peraturan perundang-undangan. Fenomena ini menimbulkan ketidakpastian hukum dan membuka peluang penyalahgunaan wewenang, terutama ketika Inpres dipakai sebagai dasar tindakan publik tanpa pengawasan legislatif maupun yudisial. Penelitian ini bersifat yuridis normatif dengan pendekatan terhadap peraturan perundang-undangan dan teori hukum, didukung dengan analisis dua studi kasus Inpres, yaitu Inpres No. 6 Tahun 2020 dan Inpres No. 3 Tahun 2023. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada penilaian kritis terhadap efek normatif Inpres dalam kerangka teori Hans Kelsen serta identifikasi kekosongan mekanisme kontrol terhadap tindakan eksekutif berbasis Inpres. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Inpres cenderung digunakan melebihi fungsi administratifnya, berpotensi menimbulkan regulasi semu (quasi-regulation), dan memerlukan pembatasan yang tegas melalui reformulasi norma dalam sistem hukum nasional
KEDUDUKAN HUKUM TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG DALAM MEMBERIKAN PERLINDUNGAN TERHADAP KORBAN DI INDONESIA
Penelitian ini menganalisis kedudukan hukum tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dalam memberikan perlindungan terhadap korban di Indonesia, dengan fokus pada studi Putusan Nomor 1656/Pid.Sus/2023/PN MDN. Perdagangan orang merupakan kejahatan serius yang melanggar hak asasi manusia dan seringkali melibatkan pekerja migran sebagai target rentan. Meskipun telah ada berbagai regulasi dan upaya penegakan hukum, implementasi perlindungan korban masih menghadapi tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kerangka hukum di Indonesia, khususnya dalam putusan pengadilan yang spesifik, berkontribusi pada perlindungan korban TPPO. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan studi kasus terhadap putusan pengadilan. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif tentang efektivitas hukum dalam melindungi korban TPPO serta mengidentifikasi celah dan rekomendasi untuk peningkatan kebijakan dan praktik penegakan hukum di masa mendatang
DAMPAK PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 111/PUU-XIII/2015 TERHADAP IMPLEMENTASI KEBIJAKAN POWER WHEELING DI INDONESIA
Sektor ketenagalistrikan dianggap sebagai salah satu cabang produksi yang sangat penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak. Oleh karena itu, negara memiliki kewajiban untuk menguasai dan mengelola sektor ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 111/PUU-XIII/2015 terhadap implementasi kebijakan power wheeling di Indonesia. Putusan ini membatalkan beberapa ketentuan terkait prinsip penguasaan negara atas listrik dan konsep unbundling dalam sektor ketenagalistrikan, khususnya Pasal 10 ayat (2) dan Pasal 11 ayat (1). Melalui pendekatan normatif-yuridis, dengan menggunakan sumber data sekunder seperti undang-undang, dokumen hukum, dan literatur akademik penelitian ini mengkaji secara mendalam implikasi putusan tersebut terhadap konstitusionalitas kebijakan power wheeling serta pengaruhnya terhadap kebijakan ketenagalistrikan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Putusan Mahkamah Konstitusi No. 111/PUU-XIII/2015 memperkuat prinsip penguasaan negara sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33 UUD 1945. Konsep power wheeling yang terlalu terbuka dapat memicu liberalisasi sektor ketenagalistrikan yang berlebihan, sehingga mengurangi kendali negara atas sektor yang sangat vital ini. Hal ini dinilai bertentangan dengan prinsip penguasaan negara sebagaimana tercantum dalam Pasal 33 UUD 1945
Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Pacarejo Melalui Pengembangan Produk Olahan Singkong
Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada pengembangan produk olahan singkong dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kemandirian ekonomi kelompok Ibu-Ibu PKK Dusun Kepuh, Desa Pacarejo, Kabupaten Gunungkidul. Meskipun singkong memiliki potensi besar sebagai komoditas lokal, pemanfaatannya oleh mitra masih belum optimal. Beberapa tantangan utama yang dihadapi antara lain produksi yang masih dilakukan secara manual, mutu produk keripik singkong yang belum konsisten, dan kesulitan dalam memasarkan produk ke pasar yang lebih luas. Program ini mencakup serangkaian pelatihan yang meliputi pengoperasian mesin perajang singkong untuk meningkatkan efisiensi produksi, teknik pengolahan keripik dengan berbagai varian rasa guna meningkatkan kualitas produk, serta teknik pengemasan yang menarik dan fungsional. Selain itu, peserta juga dibekali dengan keterampilan pemasaran digital, mencakup pembuatan akun di platform e-commerce dan pembuatan iklan yang efektif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kapasaitas produksi sebesar 60% dan transaksi pemasaran sebesar 25%. Diharapkan program ini dapat memberdayakan komunitas lokal dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Keberhasilan dan keberlanjutan program memerlukan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, institusi pendidikan, dan sektor swast
Penguatan Kelembagaan Pekebun Kelapa Sawit dalam Upaya Sertifikasi ISPO di Desa Koto Tibun Kabupaten Kampar
Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mencapai dan mendukung perkebunan dan pengelolaan kelapa sawit yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pembinaan tentang penerapan ISPO khususnya penguatan kelembagaan pekebun kepada mitra pengabdian yaitu pekebun kelapa sawit swadaya di Desa Koto Tibun. Kegiatan pengabdian dilaksanakan menggunakan metode ceramah dan diskusi tim pengabdian Unri dan juga dari Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar. Pendampingan secara berkala terus dilakukan dalam upaya kelanjutan dari materi yang diperoleh dari pelatihan yang dilakukan. Hasil dari kegiatan pengabdian dilakukan pengukuran peningkatan pemahaman pekebun. Dari hasil posttest 62.5% pekebun meningkat pengetahuannya tentang kelembagaan pendukung, pekebun memahami bahwa dengan adanya kelembagaan, khususnya kelompok tani maka pekebun akan bisa mendapatkan informasi tentang budidaya yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan, meskipun masih ada pekebun menganggap bahwa tujuan kelembagaan adalah untuk mendapatkan bantuan finansial dari pemerintah. Kesimpulan dari kegiatan ini, berhasil meningkatkan pemahaman peserta tentang kelembagaan petani kelapa sawit, tujuan pembentukan kelompok tani, pengaruh kelompok tani terhadap hasil panen kelapa sawit, dan pentingnya partisipasi dalam kelompok taniDari kegiatan pengabdian ini selanjutnya diinisiasi pembentukan kelompok tani dalam persiapan sertifikasi ISP