Warta Dharmawansa : Journal of Dharmawangsa University
Not a member yet
    3034 research outputs found

    Integrasi Pembelajaran STEM dan STEAM: Membangun Kreativitas dan Keterampilan Abad ke-21 Dalam Pendidikan Masa Kini

    No full text
    Perkembangan pesat ilmu pengetahuan dan teknologi di abad ke-21 menuntut kualitas sumber daya manusia dengan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif, yang seringkali tidak terakomodasi oleh pendidikan konvensional. Menanggapi kebutuhan ini, pembelajaran STEM (Sains, Teknologi, Rekayasa, Matematika) muncul sebagai kerangka integratif, kemudian berkembang menjadi STEAM dengan penambahan unsur Seni (Art) untuk memperkaya dimensi kreativitas, estetika, dan inovasi desain. Studi ini menggunakan metode kajian pustaka sistematis, dengan mengumpulkan dan mensintesis literatur akademik dari berbagai database bereputasi, fokus pada konsep, implementasi, urgensi, karakteristik, prinsip, dan manfaat pembelajaran STEM/STEAM dalam pendidikan formal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa STEM dan STEAM berlandaskan pada teori konstruktivisme serta erat kaitannya dengan Project-Based Learning (PjBL) dan Problem-Based Learning (PBL), yang mendorong pengembangan Higher Order Thinking Skills (HOTS) dan keterampilan abad ke-21 (4C). Setiap komponen (Sains, Teknologi, Rekayasa, Seni, Matematika) berkontribusi sinergis dalam proses pembelajaran untuk menciptakan solusi inovatif. Meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan waktu, sarana, dan kompetensi guru, terdapat peluang besar yang dapat dimanfaatkan, termasuk antusiasme siswa dan fleksibilitas Kurikulum Merdeka, serta dukungan teknologi. Oleh karena itu, disarankan agar kolaborasi antar pemangku kepentingan diperkuat, serta solusi inovatif diterapkan untuk mengatasi tantangan dan memaksimalkan potensi STEM/STEAM, guna mewujudkan pendidikan yang relevan dan efektif bagi siswa. Bahasa Indonesia

    Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Sibolga

    No full text
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kualitas sumber daya manusia terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sibolga. Hipotesis yang diajukan yaitu hubungan kualitas sumber daya manusia terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sibolga. Yang menjadi reponden 71 pegawai pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sibolga. Sementara koefisien determinasi diketahui bahwa kualitas sumber daya manusia hanya berperan sebesar 75,0% terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sibolga, dan sisanya 25,0% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang positif antara kualitas sumber daya manusia terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sibolga 0,866, sehingga apabila diinterprestasikan dalam skala nilai dapat dikategorikan hubungan kuat. Persamaan regresi yang diperoleh Y = 6,528 + 0,883X yang menunjukkan pengaruh kualitas sumber daya manusia terhadap kinerja pegawai. Uji t menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan diterima kebenarannya, dimana t hitung 14,388 > 1,99495 yang berarti kinerja pegawai akan bertambah sebesar koefisien regresi / slop (0,883) apabila variabel kualitas sumber daya manusia ditambah dengan satu-satuan. Berdasarkan uji hipotesis yang dilakukan dengan membandingkan antara nilai t hitung dengan t tabel didapat bahwa nilai t hitung lebih besar dari t tabel yaitu 14,388 > 1,99495 dan nilai signifikansi 0,000 dibawah α 5 %. Karena t hitung lebih besar dari t tabel maka ada pengaruh kualitas sumber daya manusia terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sibolga, dan hipotesis yang diajukan, diterima

    Tanggung Jawab Negara Terhadap Implementasi Prinsip Parens Patriae Dalam Sistem Hukum Lingkungan Indonesia

    No full text
    Degradasi lingkungan hidup yang semakin masif menuntut peran aktif negara sebagai pemegang kedaulatan tertinggi dalam menjamin keberlanjutan ekosistem dan pemenuhan hak konstitusional warga negara atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. Penelitian ini bertujuan menganalisis tanggung jawab negara dalam perlindungan lingkungan hidup berdasarkan prinsip parens patriae dan implementasinya dalam sistem hukum Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach), menggunakan bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan, bahan hukum sekunder berupa literatur hukum dan jurnal ilmiah, serta bahan hukum tersier berupa kamus hukum dan ensiklopedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab negara dalam perlindungan lingkungan hidup bersifat konstitusional, meliputi kewajiban preventif, represif, dan restoratif. Implementasi prinsip parens patriae memberikan legitimasi yuridis bagi negara untuk bertindak sebagai pengampu kepentingan publik dalam pengelolaan sumber daya alam dan penegakan hukum lingkungan. Namun, efektivitas perlindungan lingkungan masih terkendala oleh lemahnya koordinasi kelembagaan, keterbatasan kapasitas penegakan hukum, dan dominasi kepentingan ekonomi dalam kebijakan pembangunan

    Pelatihan Teknis Pendekatan Pembelajaran Deep Learning bagi Guru-Guru di Kecamatan Entikong, Kawasan Perbatasan Indonesia-Malaysia

    No full text
    Kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia seperti Kecamatan Entikong menghadapi tantangan dalam peningkatan mutu pendidikan akibat keterbatasan infrastruktur, fasilitas sarana dan prasarana serta pelatihan bagi guru. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemahaman guru terhadap pendekatan Deep Learning untuk meningkatkan kompetensi pedadogik mereka sebagai guru perbatasan. Mitra kegiatan adalah guru-guru yang tergabung dalam PGRI Kecamatan Entikong sebanyak 32 orang. Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode pelatihan klasikal. Secara spesifik, pelatihan ini menggunakan metode ceramah dan diskusi interaktif. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta. Sementara teknik observasi, wawancara, dan penyebaran angket digunakan sebagai umpan balik. Hasil tes menunjukkan peningkatan signifikan: skor rata-rata pre-test sebesar 64,1 meningkat menjadi 86,9 pada post-test, dengan tingkat kelulusan meningkat dari 50% menjadi 100%. Selain itu, umpan balik peserta menunjukkan skor kepuasan rata-rata 3,8 dari skala 5 atau sebesar 76%, menunjukkan respon positif terhadap materi dan pelaksanaan pengabdian. Peserta juga menunjukkan keterlibatan aktif selama pelaksanaan pengabdian berlangsung. Tantangan utama berupa keterbatasan waktu dan sarana pelatihan, namun dapat diatasi melalui strategi penyampaian materi yang aplikatif dan relevan. Dampak jangka panjang diharapkan mendorong perubahan praktik pembelajaran yang lebih bermakna dan adaptif terhadap tantangan lokal. Kegiatan ini memperkuat kontribusi akademik dosen terhadap dunia pendidikan di wilayah 3T dan mendukung implementasi pendekatan Deep Learning. 

    Penyuluhan Agroforestri dan Edukasi Lingkungan: Membangun Kesadaran Hijau di SMA Negeri 1 Kupang Timur

    No full text
    Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Penyuluhan Agroforestri dan Edukasi Lingkungan: Membangun Kesadaran Hijau di Sekolah” dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kupang Timur dengan tujuan meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep kehutanan berkelanjutan dan perilaku ramah lingkungan. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan lingkungan dalam membentuk karakter generasi muda yang sadar terhadap kelestarian alam. Metode pelaksanaan dilakukan melalui lima tahapan, yaitu pre-test untuk 36 siswa, penyuluhan materi agroforestri, penyuluhan edukasi lingkungan, post-test untuk evaluasi hasil belajar, serta pemberian bibit tanaman kehutanan berupa Merbau (Intsia bijuga) dan Pinang (Areca catechu) sebagai simbol aksi penghijauan sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai siswa dari 84,4 menjadi 94,4 poin dengan kenaikan 11,8%, yang menandakan efektivitas pendekatan partisipatif dalam meningkatkan literasi lingkungan. Peningkatan pengetahuan, kegiatan ini juga mendorong perubahan sikap dan perilaku siswa terhadap lingkungan melalui aksi nyata konservasi di lingkungan sekolah berupa ilmu pengetahuan baru. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini berhasil memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terutama pada bidang kehutanan dan pelestarian lingkungan. Kegiatan direkomendasikan untuk diimplementasikan secara berkelanjutan dan direplikasi di sekolah lain guna memperkuat budaya sekolah hijau dan literasi lingkungan sisw

    KEKUASAAN ORANG TUA ATAS HARTA ANAK DI BAWAH UMUR DAN ASPEK PIDANA ATAS PENYELEWENGANNYA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengkaji kekuasaan orang tua atas harta anak yang masih di bawah umur di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata/Burgelijk Wetboek/BW) dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (UU Perkawinan) serta aspek pidana atas penyelewengannya berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak (UU Perlindungan Anak). Masa kini menjadi hal yang lumrah ketika anak yang masih di bawah umur memiliki harta sendiri. Namun, di sisi lain secara yuridis anak dianggap belum mampu bertanggung jawab atas harta miliknya. Oleh sebab itu, hukum perdata memberikan kekuasaan kepada orang tua untuk mengurus harta anak yang masih di bawah umur. Namun kekuasaan ini berpotensi diselewengkan sehingga merugikan anak. Jenis penilitian ini adalah yuridis normatif yang dianalisis secara kualitatif melalui pendekatan kasus dan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengakuan asas kepentingan terbaik bagi anak di dalam pasal 48 UU Perkawinan selaras dengan UU Perlindungan Anak sebagai lex specialist, sehingga menjadi dasar pertanggung jawaban pidana bagi orang tua yang melakukan penyelewengan kekuasaan atas harta anak yang masih di bawah umur. Hal ini merupakan bentuk perkembangan hukum perdata, meskipun tidak diikuti dengan perumusan sanksi hukum. Oleh karena itu, penulis menyarankan kepada pemerintah dan badan legislatif untuk menambahkan satu pasal baru di dalam UU Perlindungan Anak yang mengatur tentang sanksi pidana bagi orang tua yang melakukan penyelewengan kekuasaan orang tua atas harta anak yang masih di bawah umur

    PENERAPAN KOMUNIKASI PEMASARAN TERPADU “SHINE FLORIST” DALAM MENARIK MINAT BELI KONSUMEN

    No full text
    Usaha florist merupakan salah satu bidang usaha kreatif yang berkembang pesat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan rangkaian bunga untuk berbagai momen penting. Di tengah persaingan yang semakin kompetitif, setiap pelaku usaha florist dituntut untuk memiliki strategi pemasaran yang tepat agar mampu menarik minat beli konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan komunikasi pemasaran terpadu yang diterapkan oleh Shine Florist Karawang dalam meningkatkan minat beli konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Shine Florist menerapkan lima elemen komunikasi pemasaran terpadu atau Integrated Marketing Communication (IMC) seperti periklanan digital melalui media sosial, promosi penjualan, penjualan personal, serta mengadakan workshop sebagai bentuk public relations. Penerapan strategi ini terbukti efektif dalam menarik perhatian konsumen dan meningkatkan keputusan pembelian, khususnya melalui pendekatan yang bersifat interaktif dan personal. Dengan kombinasi antara elemen bauran pemasaran dan komunikasi yang terpadu, Shine Florist mampu menciptakan hubungan yang lebih dekat dengan konsumennya serta mampu menarik minat beli konsumen

    Pemaknaan Simbol Pada Ritual Pertalekan Di Komunitas Kebudayaan Seni Silat Dan Tari Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir Padepokan Abah Ali Rozak Banten

    No full text
    This study focuses on analyzing the use of symbols in the Pertalekan Ritual of the Cultural Community of Martial Arts and Dance Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (Kesti TTKKDH) at the Abah Ali Rozak Padepokan in Banten, drawing upon F.W. Dillistone’s theory of symbols. The Pertalekan ritual is a mandatory initiation tradition rich in symbolic elements, reflecting a strong sociocultural identity intertwined with Islamic values and local spirituality. Using a qualitative approach and ethnographic communication method, the study reveals that every object and action in the ritual serves not merely as a complement to the procession, but as an integral medium of communication. These symbols—both verbal and non-verbal—fundamentally affirm group identity and strengthen social cohesion within the community, ensuring the continuity of the Tjimande tradition and Islamic teachings. This is achieved by utilizing key symbolic characteristics such as figurative nature, comprehensibility, inherent power, and deep roots in society

    DINAMIKA WORD OF MOUTH SEBAGAI PREFERENSI KONSUMEN MEMILIH LAYANAN IBADAH UMRAH

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika Word of Mouth (WOM) sebagai faktor pertimbangan utama konsumen dalam memilih layanan ibadah umrah. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus yang dilakukan pada PT Fatimah Zahra di Kota Semarang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan staf internal perusahaan, konsumen yang telah menggunakan layanan, serta calon konsumen yang sedang mempertimbangkan perjalanan umrah, dilengkapi dengan observasi dan dokumentasi media promosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WOM memiliki peran dominan dalam memengaruhi keputusan konsumen, karena informasi yang diperoleh berasal dari pengalaman nyata dan sumber yang dipercaya seperti keluarga, teman, serta jaringan sosial terdekat. Dimensi WOM yang meliputi volume, kualitas, kredibilitas, relevansi, dan penyebaran terbukti memainkan peran penting dalam membentuk persepsi positif konsumen. Selain itu, kepuasan jamaah terhadap kualitas pelayanan dan fasilitas yang diberikan menjadi pemicu utama terbentuknya WOM positif yang kemudian menyebar secara organik. Temuan ini menegaskan bahwa dalam konteks layanan ibadah yang berbasis kepercayaan, WOM tidak hanya berfungsi sebagai media promosi informal, tetapi juga sebagai acuan utama dalam pengambilan keputusan konsumen

    Cover Jurnal

    No full text
    Cover Jurna

    2,407

    full texts

    3,034

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Warta Dharmawansa : Journal of Dharmawangsa University
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇