Warta Dharmawansa : Journal of Dharmawangsa University
Not a member yet
3034 research outputs found
Sort by
EFEKTIVITAS PESAN KAMPANYE #HIJABBISA DI INSTAGRAM TERHADAP CITRA MEREK HIJUP
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh efektivitas pesan kampanye #Hijabbisa di Instagram terhadap citra merek hijup. Metode penelitian menggunakan kuantitatif dengan metode survei dengan sampel 100 responden dari 1.1 juta populasi followers akun Instagram @hijup. Penelitian ini menggunakan teori Uses and Gratification untuk menjelaskan bagaimana kelompok sasaran menggunakan dan berinteraksi dengan Instagram serta motivasi di balik kampanye #hijabbisa dan keterlibatannya. Pengambilan sampel ini menggunakan rumus Lameshow dengan teknik penarikan sampel Non-probability sampling dengan menggunakan purposive sampling. Teknik anilisis data digunakan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian diketahui: 1) Pesan Kampanye #hijabbisa di instagram memiliki hasil sangat efektif (2) Citra merek Hijup di Instagram terhadap pengguna #hijabisa dinilai positif oleh pengguna Instagram yang mengikuti kampanye #Hijabisa. (3) Terdapat Pengaruh Efektivitas Pesan Kampanye #Hijjabbisa Di Instagram Tergadap Citra Merek Hijup yang signifikan. Dari perhitungan telah diperoleh Nilai R square (koefesien determinasi) R2 menunjuk angka 0,552 atau 55,2%. Hasil uji T menunjukkan bahwa variabel X memiliki pengaruh signifikan terhadap Y, dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05 temuan ini menjelaskan bahwa Efektivitas pesan kampanye #hijabbisa di Instagram terhadap citra merek Hijup terdapat perngaruh yang positif.
PERAN AKUN INSTAGRAM @GROWATPARAGON DALAM MEMBENTUK MINAT MELAMAR KERJA PADA PENGIKUT
Salah satu perusahaan yang memanfaatkan era digital saat ini adalah Paragon, yang menggunakan Instagram untuk membagikan informasi atau pesan melalui kanal akun @growatparagon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji bagaimana peran media sosial akun Instagram @growatparagon memengaruhi keinginan pengikut dalam melamar pekerjaan. Penelitian ini memanfaatkan survei digital dengan Google Form sebagai alat utama pengumpulan data, dengan olah data selanjutnya menggunakan metode kuantitatif. Pengujian hubungan antar variabel dianalisis dengan menggunakan metode statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan data dari uji regresi linear sederhana dengan Nilai signifikan sebesar 0,001 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa peran media sosial akun Instagram @growatparagon membentuk minat melamar kerja pengikut. Diharapkan bahwa hasil penelitian ini akan memberikan wawasan kepada para perusahaan tentang cara berkomunikasi secara efektif dengan calon karyawan guna menarik mereka, serta wawasan kepada calon karyawan tentang bagaimana peran media sosial Instagram dapat membantu mereka mempelajari lebih lanjut tentang perusahaan
Implementasi Digital Forensics Dalam Pembuktian Tindak Pidana Cyber Crime Di Pengadilan Negeri Medan
Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah melahirkan fenomena kejahatan siber (cyber crime) yang memerlukan pendekatan khusus dalam sistem pembuktian hukum pidana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi digital forensics dalam pembuktian tindak pidana cyber crime di Pengadilan Negeri Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan analisis putusan pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital forensics memainkan peran krusial dalam pembuktian cyber crime melalui tahapan identifikasi, preservasi, analisis, dan pelaporan bukti elektronik. Pengadilan Negeri Medan telah mengakui keabsahan alat bukti elektronik sebagaimana diatur dalam UU ITE, namun masih menghadapi tantangan dalam hal kompetensi aparat penegak hukum, standarisasi prosedur, dan integritas chain of custody. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi digital forensics di Pengadilan Negeri Medan telah sejalan dengan ketentuan hukum positif Indonesia, meskipun masih diperlukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan infrastruktur laboratorium forensik digital
Pelatihan Sistem Sensor Dalam Pengenalan Mikrokontroler bagi Siswa Siswi SMK PAB 5 Klambir
Perkembangan teknologi sistem sensor berbasis mikrokontroler semakin berperan penting dalam mendukung otomatisasi dan pengendalian sistem yang terintegrasi, terutama di era industri 4.0 yang membutuhkan sumber daya manusia dengan keterampilan teknis yang relevan. Namun, pemahaman siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terhadap penerapan sistem sensor secara praktis masih relatif terbatas. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi teknis siswa SMK PAB 5 Klambir dalam memahami serta mengimplementasikan sistem sensor berbasis mikrokontroler secara aplikatif. Metode pelaksanaan kegiatan dimulai dengan pemberian pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal peserta, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi pengenalan mikrokontroler yang mencakup arsitektur dasar, pemrograman, dan teknik interfacing, serta pengenalan beberapa jenis sensor seperti sensor suhu, cahaya, dan jarak. Selanjutnya, peserta mengikuti kegiatan praktik secara langsung melalui perancangan rangkaian, integrasi sensor dengan mikrokontroler, dan pengujian fungsional sistem menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis praktik dan kerja kelompok. Evaluasi akhir dilakukan melalui post-test dan kuesioner kepuasan pembelajaran untuk menilai efektivitas kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta sebesar 45% berdasarkan perbandingan nilai pre-test dan post-test. Selain peningkatan aspek kognitif, kegiatan ini juga berdampak positif terhadap kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kerja sama tim, serta kepercayaan diri siswa dalam menyelesaikan proyek sederhana. Dengan demikian, kegiatan PKM ini dinilai efektif dalam memperkuat pemahaman sistem sensor dan menjadi bekal awal bagi siswa untuk menghadapi dunia kerja serta pengembangan teknologi lanjutan seperti Internet of Things (IoT) dan automasi industri
Pemberdayaan Taruna Tani Sukamandiri Melalui Penerapan Teknologi PV dan Pemasaran Digital
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk memberdayakan kelompok Taruna Tani Sukamandiri di Desa Setiamulya melalui penerapan teknologi energi terbarukan dan digitalisasi pemasaran hasil pertanian. Mitra menghadapi permasalahan berupa tingginya biaya listrik akibat ketergantungan pada PLN serta pemasaran produk hidroponik yang masih bersifat konvensional. Program ini bertujuan meningkatkan kemandirian energi, efisiensi produksi, dan daya saing produk melalui instalasi sistem Photovoltaic (PV) 1 kWp, penerapan sistem monitoring berbasis Internet of Things (IoT), serta pelatihan strategi pemasaran digital. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, pelatihan partisipatif, pendampingan teknis, dan instalasi teknologi tepat guna. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem PV mampu menurunkan biaya listrik hingga 38 persen per siklus panen serta menjaga kontinuitas operasional rumah tanam. Penerapan IoT meningkatkan keseragaman hasil panen sebesar 75 persen, terutama pada konsistensi ukuran dan kualitas tanaman, yang kemudian berkontribusi pada peningkatan produktivitas total sekitar 50 persen. Selain itu, pelatihan pemasaran digital dan pengembangan merek Selada Sukamandiri Fresh berhasil meningkatkan penjualan hingga 20 persen dalam dua bulan. Program ini juga memberikan dampak sosial berupa peningkatan literasi teknologi, kemampuan manajerial, dan keterampilan kewirausahaan bagi petani muda. Secara keseluruhan, integrasi PV, IoT, dan pemasaran digital terbukti efektif dalam memperkuat kapasitas mitra menuju Desa Mandiri Energi dan Ekonom
Edukasi Literasi Digital Bagi Peserta Didik PKBM Kencana Nusantara
Tingginya penetrasi internet di Indonesia (210 juta pengguna pada 2022) belum diimbangi dengan literasi digital yang memadai, terutama di kalangan remaja yang mendominasi penggunaan internet dengan tingkat penetrasi mencapai 99,16%. Kesenjangan ini dapat menyebabkan munculnya permasalahan digital seperti ujaran kebencian, radikalisme, cyberbullying, hoax, serta maraknya konten pornografi secara global. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai literasi digital khususnya di kalangan remaja yang memiliki tingkat penetrasi internet terbesar yaitu 99,16%. Menyikapi hal tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat (PKM) STMIK Palangkaraya bekerjasama dengan UIN Palangka Raya menyelenggarakan edukasi literasi digital bagi remaja di Kota Palangka Raya, khususnya peserta didik Program Paket B di PKBM Kencana Nusantara. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan penguatan kesadaran dan sikap positif peserta dalam menggunakan internet. Edukasi dilakukan melalui metode ceramah, demonstrasi, dan diskusi, yang meliputi empat pilar literasi digital: keterampilan, etika, budaya, dan keamanan digital. Kegiatan ini berhasil mencapai tujuannya dengan menunjukkan dampak positif yang terukur. Meskipun tanpa pre-test dan post-test formal, ditemukan perubahan sikap nyata oleh peserta yaitu inisiatif peserta untuk mengganti kata sandi menjadi lenih kuat, serta tekad untuk membatasi waktu layar dan menggunakan teknologi secara lebih produktif. Secara kuantitatif, keberhasilan ini didukung oleh temuan awal bahwa 81% pesera telah memiliki kecenderungan positif untuk tidak menyebarkan hoax, serta tingginya apresiasi: 83,82% menyatakan materi sangat bermanfaat dan 82,35% menyatakan puas terhadap pelaksanaan kegiatan. Hasil ini mengindikasikan bahwa PKM mampu menguatkan kesadaran dan mendorong pembentukan sikap digital yang aman, etis, dan produktif
PENGHAPUSAN JUSTICE COLLABORATOR SEBAGAI SYARAT REMISI BAGI KORUPTOR (ANALISIS PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 28 P/HUM/2021)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis urgensi penghapusan Justice Collaborator sebagai syarat untuk memberikan remisi bagi koruptor serta menganalisis pertimbangan hukum hakim. Dalam pertimbangannya, penerapan Justice Collaborator atau biasa disebut saksi pelaku dianggap bertentangan filosofi permasyarakatan karena pemberian remisi merupakan hak yang dapat didapatkan oleh semua narapidana. Studi ini merupakan penelitian normatif yang menerapkan pendekatan perUndang-Undangan yang berkaitan dengan status Justice Collaborator, yang dinilai bertentangan dengan prinsip pemasyarakatan serta rentan terhadap penyalahgunaan oleh pihak tertentu.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pada urgensi penghapusan Justice Collaborator dikarenakan status Justice Collaborator dapat berpotensi disalahgunakan, dapat mengakibatkan tumpang tindih antar lembaga, serta tidak adanya tolak ukur atau penilaian yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam menentukan status Justice Collaborator. Pertimbangan hakim dalam penghapusan Justice Collaborator dijelaskan bahwa syarat pemberian remisi tidak boleh membeda-bedakan karena semua narapidana memiliki hak yang sama dalam mendapatkan remisi. Lalu hal yang perlu diperhatikan bukanlah narapidananya, melainkan adalah faktor yang dapat menyebabkan terjadinya korupsi
REPRESENTASI HUBUNGAN ROMANSA MANUSIA-ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM FILM HER (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES)
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) mempererat hubungan antara manusia dan teknologi. Salah satu inovasinya adalah kemampuan AI memahami bahasa lisan dan tulisan seperti manusia, seperti pada chatbot. Hal ini memunculkan fenomena Human-Chatbot Relationship, yaitu relasi sosial hingga romansa antara manusia dan AI. Fenomena ini divisualisasikan dalam film HERkarya Spike Jonze, yang menceritakan hubungan emosional antara Theodore dan sistem operasi bernama Samantha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan romansa manusia dan AI direpresentasikan dalam film tersebut melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan analisis semiotika—meliputi denotasi, konotasi, dan mitos—pada tujuh adegan yang dipilih. Data diperoleh melalui observasi, studi pustaka, dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film HER menampilkan hubungan manusia-AI sebagai sesuatu yang emosional, kompleks, dan menyerupai hubungan nyata, namun tetap menekankan batas antara kenyataan dan ilusi
Strategi Humas Dalam Komunikasi Krisis Terhadap Fenomena LAY OFFS Perusahaan Start Up
Fenomena lay off pada perusahaan rintisan (startup) menjadi isu krusial dalam dinamika industri digital modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi humas dalam isu komunikasi krisis pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui wawancara dengan manajer sumber daya manusia dan karyawan yang terdampak dari tiga startup teknologi di Indonesia yang melakukan PHK selama periode 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lay off pada perusahaan startup umumnya disebabkan oleh ketidakseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan pendanaan (funding) serta penyesuaian strategi bisnis pasca-penurunan investasi global. Dampak langsung yang muncul meliputi penurunan motivasi kerja, ketidakpastian karier, dan hilangnya kepercayaan terhadap manajemen. Namun, di sisi lain, lay off juga menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi operasional dan menjaga keberlangsungan perusahaan dalam jangka panjang. Peran Humas memiliki peran penting dalam memberikan informasi dalam isu komunikasi krisis pada perusahaan. Penelitian ini merekomendasikan agar perusahaan startup menerapkan manajemen krisis dan perencanaan tenaga kerja yang lebih adaptif untuk menghadapi ketidakpastian pasar
Analisis Framing Wacana Islam dalam Pemberitaan Boikot Produk Israel (Studi CNN Indonesia dan TV One)
Di era globalisasi, media massa memainkan peran sentral dalam membentuk opini publik terhadap isu-isu kemanusiaan dan keagamaan, termasuk gerakan boikot produk Israel. Media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membingkai realitas sosial melalui sudut pandang tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana media arus utama, CNN Indonesia dan TV One, memframing wacana Islam dalam isu boikot produk Israel. Permasalahan yang dikaji mencakup strategi framing serta representasi nilai keislaman dalam pemberitaan kedua media. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-kritis, dan teori framing Robert Entman dijadikan sebagai kerangka analisis utama. Data diperoleh melalui dokumentasi berita daring dari Oktober 2023 hingga pertengahan 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua media menggunakan wacana Islam sebagai dasar legitimasi gerakan boikot, namun dengan pendekatan yang berbeda. CNN Indonesia cenderung menyajikan pemberitaan secara faktual dan netral, sedangkan TV One lebih menonjolkan narasi religius dan preskriptif. Keduanya tidak memberikan ruang bagi narasi tandingan serta memperkuat posisi Islam sebagai aktor moral dalam konflik global Palestina–Israel. Hasil ini penting karena menunjukkan bagaimana konstruksi wacana keagamaan di media dapat memengaruhi persepsi dan sikap publik terhadap isu global