Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
Not a member yet
2607 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI HYBRID INTELLIGENT SYSTEM UNTUK KLASIFIKASI JENIS BOLA BERBASIS COMPUTER VISION
Salah satu domain utama dalam bidang kecerdasan buatan adalah visi komputer, yang memfasilitasi kapasitas komputer untuk menganalisis dan menafsirkan data visual yang berasal dari lingkungan fisik. Aplikasi yang signifikan dari visi komputer adalah klasifikasi objek, yang dapat digunakan di beragam objek, termasuk bentuk bola. Penelitian ini berusaha untuk menerapkan sintesis berbagai metodologi dalam kecerdasan buatan untuk mengkategorikan berbagai jenis bola, khususnya bola basket, bola voli, dan bola tenis. Dataset visual terdiri dari 16 gambar yang digunakan untuk pelatihan dan 10 gambar yang disediakan untuk pengujian. Kerangka prosedural mencakup pra-pemrosesan gambar, ekstraksi fitur yang berfokus pada warna dan ukuran, normalisasi data melalui Z-Score, pengurangan dimensi melalui Analisis Komponen Utama (PCA), pembelajaran mesin menggunakan algoritma K-Nearest Neighbors (KNN), yang berpuncak pada fase pengujian. Temuan penelitian ini menunjukkan tingkat akurasi 90%, menunjukkan bahwa klasifikasi jenis bola dapat secara efektif memanfaatkan Sistem Intelijen Hibrida
IMPLEMENTASI METODE K-MEANS CLUSTERING DENGAN TEKNIK PENGOLAHAN CITRA UNTUK MENGIDENTIFIKASI JENIS SEPATU
Penelitian ini membahas implementasi metode K-Means Clustering dengan teknik pengolahan citra untuk mengidentifikasi jenis sepatu berdasarkan karakteristik visualnya. Proses identifikasi dilakukan dengan memanfaatkan pengolahan citra digital, seperti segmentasi, ekstraksi fitur, dan klasifikasi, yang kemudian digabungkan dengan algoritma K-Means untuk mengelompokkan data gambar ke dalam kategori jenis sepatu. Tujuan utama dari penelitian ini adalah meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam mengidentifikasi jenis sepatu, terutama dalam aplikasi e-commerce atau inventarisasi produk. Hasil penelitian dengan menggunakan Metode K-Means Clustering yang dikombinasikan dengan teknik pengolahan citra sangat efektif untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasi jenis sepatu yaitu sepatu formal dan sepatu santai berdasarkan karakteristik visualnya. Penelitian menggunakan 8 citra yang mana terdiri dari 4 citra untuk sepatu formal dan 4 citra untuk sepatu santai. Menghasilkan akurasi sebesar 97 % dimana 7 dari 8 citra berhasil diidentifikasi dengan benar. Proses klasifikasi dilakukan dengan tahapan konversi ruang warna ke LAB, segmentasi citra menggunakan K-Means Clustering, dan ekstraksi fitur bentuk serta tekstur. Parameter-parameter ekstraksi citra seperti metric, eccentricity, contrast, correlation, energy, dan homogeneity menjadi kunci utama dalam proses identifikasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode ini mampu mengelompokkan jenis sepatu dengan tingkat akurasi yang tinggi. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam mengembangkan solusi berbasis teknologi untuk otomasi pengelompokan produk visual
IMPLEMENTASI ALGORITMA K-MEANS CLUSTERING PADA SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS FASILITAS KESEHATAN BPJS KESEHATAN KOTA SEMARANG
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jarak antara fasilitas kesehatan dengan peserta BPJS Kesehatan di Kota Semarang dengan menggunakan metode K-Means Clustering yang diintegrasikan dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Data yang digunakan meliputi letak geografis 150 fasilitas kesehatan dan sebaran 1,2 juta peserta BPJS Kesehatan di 16 kecamatan. Metode K-Means Clustering diterapkan untuk mengelompokkan fasilitas kesehatan berdasarkan jarak terdekat dengan konsentrasi peserta, sehingga dapat diidentifikasi wilayah dengan aksesibilitas rendah. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketimpangan distribusi jarak, dimana wilayah seperti Semarang Tengah memiliki aksesibilitas yang tinggi, sedangkan Candisari dan Tugu memiliki aksesibilitas yang rendah. Berdasarkan analisis klaster, fasilitas kesehatan dikelompokkan menjadi 3 klaster: aksesibilitas tinggi, sedang, dan rendah. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi pemerintah dan BPJS Kesehatan untuk meningkatkan distribusi fasilitas kesehatan, sehingga layanan kesehatan menjadi lebih terjangkau bagi semua peserta
PERAN GURU DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN PERILAKU BULLYING PADA SISWA DI SEKOLAH DASAR (STUDI KASUS: SD 3 TERBAN)
Bullying behavior remains widespread today, even among children. Therefore, teachers play an important role in preventing and handling bullying. This study aims to describe the role of teachers in preventing and managing bullying at elementary school level. A qualitative approach was used through interviews, observations, and documentation involving the principal, classroom teachers, and parents at SD 3 Terban. The results show that teachers have performed their roles well despite the absence of a school counselor. The protocol requires students to report incidents to the classroom teacher, who then informs the principal, acting as a counselor. The school also collaborates with police, prosecutors, and other institutions to prevent bullying and uses advanced camera technology to monitor student honesty. The study suggests that teachers should continuously evaluate and improve their role to maximize bullying prevention and intervention at school.Perilaku Bullying hingga saat ini masih sangatlah marak, bahkan perilaku tersebut banyak dilakukan anak-anak. Sehingga perlu peran guru dalam melakukan pencegahan dan penanganan bullying. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran peran guru dalam mencegah dan menangani tindakan bullying di Sekolah Dasar. Metode penelitian ialah pendekatan kualitatif berupa wawancara, observasi dan dokumentasi dengan Kepala Sekolah, Guru Kelas dan Wali Murid SD 3 Terban. Hasil penelitian yaitu guru telah menjalankan peran dengan baik meskipun tidak ada guru BK dalam mencegah dan menangani kasus bullying, sehingga alurnya anak wajib lapor guru kelas, guru kelas melapor ke kepala sekolah yang merangkap sebagi guru BK. Selain itu, SD 3 Terban bekerja sama dengan kepolisian, kejaksaan dan sebagainya untuk mencegah bullying serta adanya alat berupa kamera canggih untuk mendeteksi kejujuran anak. Implikasi penelitian ini menyarankan agar para guru dapat mengevaluasi terhadap perannya selama ini sehingga menjadi maksimal terutama dalam pencegahan dan penanganan bullying di sekolah
A DESCRIPTIVE STUDY ON JOB SATISFACTION DRIVERS AMONG GENERATION Z EMPLOYEES
In this modern era, the workforce is increasingly dominated by Generation Z (Gen Z), who tend to be flexible and open to technology. This study aims to analyze in greater depth the job satisfaction level of Gen Z as well as the factors that influence it. The research method used is descriptive quantitative, intended to describe the general job satisfaction of Gen Z through an online questionnaire distributed to Gen Z aged 20–28 years, who have worked for at least one year, and are either contract or permanent employees. The sampling technique used was convenience sampling, resulting in 106 respondents meeting the criteria. The results of the study show that the dimensions with the highest average scores (means) include supervision, coworkers, and the nature of work. This study concludes that the job satisfaction level of Generation Z employees generally falls within the moderate to high category.Di era modern ini, dunia kerja mulai didominasi oleh Generasi Z (Gen Z) yang cenderung fleksibel dan terbuka terhadap teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lebih dalam mengenai tingkat kepuasan kerja Gen Z serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan tingkat kepuasan kerja (job satisfaction) pada Gen Z secara umum dengan teknik penyebaran kuesioner daring kepada Gen Z berusia 20–28 tahun, telah bekerja minimal selama satu tahun, dan merupakan pekerja kontrak atau tetap. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling dan mendapatkan 106 responden yang sesuai dengan kriteria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi dengan hasil skor rata-rata (mean) paling tinggi antara lain, supervision, coworkers, dan nature of work. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat kepuasan kerja karyawan Generasi Z secara umum berada pada kategori sedang hingga tinggi
DAMPAK TERPAAN KONTEN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM TERHADAP KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA SMK UNITOMO SURABAYA
This research investigates the link between exposure to social media content and the interpersonal communication skills of adolescents, focusing on students at SMK Unitomo Surabaya. Employing a quantitative correlational method, data were gathered via questionnaires administered to 139 purposively selected students. The instrument underwent validity and reliability testing, confirming that all items met the necessary standards. Findings from a simple linear regression analysis demonstrated a significant and positive association between social media exposure and interpersonal communication (r = 0.672, p < 0.01). The coefficient of determination (R² = 0.452) indicates that 45.2% of the variation in interpersonal communication skills can be attributed to social media exposure. These results imply that when adolescents engage with social media in a mindful and active manner—particularly on platforms like Instagram—it can positively influence their interpersonal communication development.
Keywords: Social Media Exposure, Interpersonal Communication, Adolescents, InstagramPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara paparan konten media sosial dan keterampilan komunikasi interpersonal di kalangan remaja, khususnya di kalangan siswa SMK Unitomo Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 139 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian telah melalui pengujian validitas dan reliabilitas, dengan hasil yang menunjukkan bahwa semua item dalam kuesioner tersebut valid dan dapat diandalkan. Hasil dari analisis regresi linier sederhana menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara paparan konten media sosial dan keterampilan komunikasi interpersonal (r = 0.672, p < 0.01). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0.452 menunjukkan bahwa 45,2% variasi dalam keterampilan komunikasi interpersonal dapat dijelaskan oleh paparan media sosial. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan media sosial yang aktif dan reflektif dapat berkontribusi terhadap peningkatan keterampilan komunikasi interpersonal di kalangan remaja.
Kata Kunci: Terpaan Media Sosial, Komunikasi Interpersonal, Remaja, Instagra
PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL DALAM MENINGKATKAN CITRA PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA
The rapid advancement of digital media has created strategic oppurtunities for governments to build and enhance their image in the publik eye. This study explores the utilization of digital mediaby the Public Information and Communication Management Division (PIKP) of the North Lombok Regency Communications and Informatics Office in an effort to improve the government’s public image. Employing a qualitative case-study approach, data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis. Data were analyzed using Miles and Huberman’s interactive model-comprising data reduction, data display, and conclusion drawing-and the realiability of findings was verified through data triangulation. The results indicate that PIKP leverages digital media as 1. A tool for branding and image enhancement, 2. A channel for disseminating information, 3 an instrument for essesing public needs, 4.a means of media relations. And, 5.a platform for delivering public services in the digital realm. While these efforts have led to a significant improvement in the vovernment’s image, full potential has not yet been realized duo to limitations in skilled human resources and inadequate supporting insfratructure. The study recommends strengthening human-resource capacity and upgrading digital insfratructure to optimize the benefits of digital media in supporting government image.
Key Words: Digital media, Governement Image, Digital Media Utilization.Perkembangan media digital yang pesat membuka peluang strategis bagi pemerintah untuk membangun dan meningkatkan citra di mata publik. Penelitian ini mengeksplorasi pemanfaatan media digital oleh Pengelola Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP) Diskominfo Lombok Utara dalam upaya peningkatan citra Pemerintah Lombok Utara. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada unit PIKP, data di kumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Analisis data mengikuti model interaktif dari Miles dan Huberman meliputi: reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan kemudian keabsahannya di uji melalui teknik triangulasi data. hasil penelitian menunjukkan bahwa PIKP memanfaatkan media digital sebagai 1. Sarana untuk membranding dan meningkatkan citra pemerintah, 2.media penyebaran informasi, 3. Alat analisis kebutuhan masyarakat, 4. Hubungan media, dan 5. Platform untuk layanan publik di ruang digital. Meskipun upaya-upaya ini telah menciptakan peningkatan yang signifikan dalam citra pemerintah, potensi penuhnya belum terwujud karena keterbatasan sumber daya manusia serta insfratruktur pendukung yang tidak memadai. Penelitian ini merekomendasikanpenguatan kapasitas sumber daya manusia dan peningkatan insfratruktur digital yang memadai untuk mengoptimalkan pemanfaatan media digital dalam mendukung citra pemerintah.
Kata Kunci: Media digital, Citra Pemerintah, Pemanfaatan Media digital.
 
STRATEGI TIM KONTESTAN DALAM MEMILIH KONTESTAN PADA PROGRAM FAMILY 100 PRODUKSI FREMANTLEMEDIA INDONESIA
This study examines the strategies used by the contestant team in the participant selection process for the Family 100 television program produced by Fremantlemedia Indonesia. This program not only emphasizes the ability to answer quiz questions, but also considers aspects of entertainment, expression of vitality, and team cohesion to create interesting interactions for the audience. The selection process is carried out through online and offline approaches, which include introduction stages, talent shows, dances, and quiz simulations. The production team considers emotional attachment, social relationships (family, coworkers, community), and the ability to appear in front of the camera as the main factors in selecting contestants. This study uses a qualitative approach with interview methods with key informants and also active participation, and applies Social Identity Theory (Tajfel & Turner, 1979) and Social Penetration Theory (Altman & Taylor, 1973) to analyze the dynamics of relationships between team members and the potential for emotional appeal of participants to the audience. The results show that the contestant selection strategy plays an important role in creating an entertaining viewing experience while building social closeness between the audience and participants. This strategy is a key element in the success of the event because it can maintain the program's appeal while increasing audience participation.
Keywords: Selection Strategy, Contestant Team, Family 100, Television ProgramPenelitian ini mengkaji strategi yang digunakan oleh tim kontestan dalam proses seleksi peserta untuk program televisi Family 100 produksi Fremantlemedia Indonesia. Program ini tidak hanya menekankan kemampuan menjawab pertanyaan kuis, tetapi juga mempertimbangkan aspek hiburan, ekspresi vitas, dan kekompakan tim untuk menciptakan interaksi yang menarik bagi penonton. Proses seleksi dilakukan melalui pendekatan daring dan luring, yang mencakup tahap perkenalan, unjuk bakat, joget heboh, dan simulasi kuis. Tim produksi mempertimbangkan keterikatan emosional, hubungan sosial (keluarga, teman kerja, komunitas), dan kemampuan tampil di depan kamera sebagai faktor utama dalam memilih kontestan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara kepada key informan dan juga partisipasi aktif, serta menerapkan Teori Identitas Sosial (Tajfel & Turner, 1979) dan Teori Penetrasi Sosial (Altman & Taylor, 1973) untuk menganalisis dinamika hubungan antar anggota tim serta potensi daya tarik emosional peserta terhadap audiens. Hasilnya menunjukkan bahwa strategi pemilihan kontestan berperan penting dalam membentuk pengalaman menonton yang menghibur sekaligus membangun kedekatan sosial antara penonton dan peserta. Strategi ini menjadi elemen kunci keberhasilan acara karena dapat menjaga daya tarik program sekaligus meningkatkan partisipasi pemirsa.
Kata Kunci: Strategi Seleksi, Tim Kontestan, Family 100, Program Televis
EFEKTIVITAS SURAT NOTA DINAS DAN SURAT DISPOSISI SEBAGAI SALURAN KOMUNIKASI ORGANISASI DI LINGKUNGAN KANTOR KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN SAMOSIR
This research analyses the effectiveness of organisational communication channels of Office Memorandum and Disposition Letter, within the General Election Commission (KPU) of Samosir Regency. Through a qualitative approach, this research explores the challenges of implementing formal communication regulated in National Archives Regulation No. 7/2018 and KPU Decree No. 42/2023, as well as its impact on the coordination and transparency of organising elections. Data were collected through in-depth interviews with commissioners, secretaries, and heads of subsections and staff as well as analysis of official documents. The results show that these two communication channels play a crucial role in facilitating vertical (superior-subordinate) and horizontal (same-level) information exchange, coordinating operational tasks, and building collaboration among members. However, inconsistencies in the use of Letter of Office Memorandum and Letter of Disposition such as improper substitution between the two lead to procedural confusion, overlapping authority, and decreased work efficiency. This study recommends training on communication procedures, integration of digital channels with face-to-face, as well as periodic evaluation to improve adaptation to the changing context. The findings provide practical implications for the Samosir Regency KPU in strengthening accountability and consistency of election administration, as well as a reference for other government organisations facing similar challenges.
Keywords: Organisational Communication Channels, Office Memorandum and Disposition Letter, General Election CommissionPenelitian ini menganalisis efektivitas saluran komunikasi organisasi Surat Nota Dinas dan Surat Disposisi, di lingkungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Samosir. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menggali tantangan implementasi komunikasi formal yang diatur dalam Peraturan Arsip Nasional No. 7/2018 dan Keputusan KPU No. 42/2023, serta dampaknya terhadap koordinasi dan transparansi penyelenggaraan pemilu. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan komisioner, sekretaris, dan kepala subbagian dan staff serta analisis dokumen resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua saluran komunikasi ini berperan krusial dalam memfasilitasi pertukaran informasi vertikal (atasan-bawahan) dan horizontal (sesama tingkat), mengkoordinasikan tugas operasional, serta membangun kolaborasi antaranggota. Namun, inkonsistensi penggunaan Surat Nota Dinas dan Surat Disposisi seperti substitusi tidak tepat antara keduanya menyebabkan kebingungan prosedural, tumpang tindih wewenang, dan penurunan efisiensi kerja. Studi ini merekomendasikan pelatihan prosedur komunikasi, integrasi saluran digital dengan tatap muka, serta evaluasi berkala untuk meningkatkan adaptasi terhadap konteks perubahan. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi KPU Kabupaten Samosir dalam memperkuat akuntabilitas dan konsistensi penyelenggaraan pemilu, sekaligus menjadi referensi bagi organisasi pemerintah lain yang menghadapi tantangan serupa.
Kata Kunci: Komunikasi Organisasi, Saluran Komunikasi Organisasi, Surat Nota Dinas dan Surat Disposisi, Komisi Pemilihan Umu
PENGARUH PENGANGGURAN DAN PENDIDIKAN TERHADAP TINGKAT KRIMINALITAS DENGAN KEMISKINAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING DI INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengangguran, pendidikan, dan kemiskinan terhadap tingkat kriminalitas menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Variabel yang dianalisis meliputi pengangguran (X1), pendidikan (X2), kemiskinan (Z), dan tingkat kriminalitas (Y). Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik periode 2011 hingga 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengangguran berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kriminalitas, serta berpengaruh positif terhadap kemiskinan. Pendidikan memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap kemiskinan, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kriminalitas. Kemiskinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kriminalitas. Efek tidak langsung menunjukkan bahwa pendidikan berpengaruh negatif terhadap kriminalitas melalui kemiskinan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengangguran, pendidikan, dan kemiskinan terhadap tingkat kriminalitas menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Variabel yang dianalisis meliputi pengangguran (X1), pendidikan (X2), kemiskinan (Z), dan tingkat kriminalitas (Y). Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik periode 2011 hingga 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengangguran berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kriminalitas, serta berpengaruh positif terhadap kemiskinan. Pendidikan memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap kemiskinan, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kriminalitas. Kemiskinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kriminalitas. Efek tidak langsung menunjukkan bahwa pendidikan berpengaruh negatif terhadap kriminalitas melalui kemiskinan