Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
Not a member yet
2607 research outputs found
Sort by
ANALISIS MARGIN PERDAGANGAN DAN JALUR DISTRIBUSI KOMODITAS PERTANIAN DI KOTA MATARAM
Komoditas pangan memiliki peran yang sangat penting karena fluktuasi yang ditimbulkan dapat memengaruhi kondisi makroekonomi, bahkan situasi sosial-politik. Komoditas pangan yang cenderung tidak stabil menjadi perhatian khusus karena mereka berkontribusi signifikan pada tingkat inflasi. Keberhasilan dalam mengontrol harga komoditas pangan, dengan bekerjasama dengan instansi terkait, akan menjadi faktor penentu keberhasilan dalam mengendalikan laju inflasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai marjin, efisiensi, serta pola distribusi perdagangan komoditas hasil pertanian di Kota Mataram. Metode penelitian yang diterapkan adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan survei. Temuan penelitian menunjukkan bahwa distribusi komoditas pertanian seperti beras, kedelai, bawang putih, dan cabe dilakukan melalui dua jalur, yaitu melalui impor dari daerah lain, sementara jagung dan bawang merah hanya melalui satu jalur.. Komoditas pangan mempunyai peran yang sangat strategis karena gejolak yang ditimbulkan dapat mempengaruhi kondisi makroekonomi, bahkan kondisi sosial politik. Komoditas pangan (volatile foods) menjadi perhatian karena kelompok ini menjadi penyumbang inflasi yang cukup signifikan. Keberhasilan dalam mengendalikan harga komoditas pangan (dengan bekerja sama dengan instansi terkait) akan menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan dalam pengendalian laju inflasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa marjin dan efisiensi serta pola distribusi perdagangan komoditas hasil pertanian di Kota Mataram. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam distribusi komoditas pertanian berupa beras, kedelai, bawang putih, dan cabe menggunakan 2 jalur yaitu mengimpor dari daerah lain sementara itu untuk jagung, bawang merah menggunakan 1 jalu
OPTIMALISASI KUALITAS DENGAN METODE QUALITY CONTROL CIRCLE (QCC) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK DI PT KMIL
Perusahaan manufaktur PT. KMIL, yang mengkhususkan diri dalam pengolahan metal, konsisten dalam menjaga kepercayaan konsumen dengan menghasilkan produk berkualitas dan kompetitif. Meskipun telah melakukan pengendalian kualitas, masih terdapat defect pada Produk Collect. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kualitas produk dengan mengurangi jumlah defect yang terjadi menggunakan metode Quality Control Circle (QCC) dengan konsep PDCA (Plan, Do, Check, Action). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis defect tertinggi pada proses produksi collet, yaitu center, ukuran tidak standar, dan deformasi, yang disebabkan oleh faktor-faktor seperti mesin, manusia, material, metode, dan lingkungan. Dengan penerapan metode Quality Control Circle (QCC), hasil penelitian menunjukkan penurunan defect pada Defect Center sebesar 72%, Defect UTS (Ukuran Tidak Standar) sebesar 81%, dan defect deformasi sebesar 76%. Implikasi dari temuan ini adalah peningkatan signifikan dalam kualitas produk Collect, yang diharapkan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan reputasi produk. Komunikasi aktif antara pemimpin dan bawahan serta pendekatan personal yang dilakukan dengan menerapkan Quality Control juga dianggap penting untuk meningkatkan produktivitas karyawan.Perusahaan manufaktur PT. KMIL, yang mengkhususkan diri dalam pengolahan metal, konsisten dalam menjaga kepercayaan konsumen dengan menghasilkan produk berkualitas dan kompetitif. Meskipun telah melakukan pengendalian kualitas, masih terdapat defect pada Produk Collect. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kualitas produk dengan mengurangi jumlah defect yang terjadi menggunakan metode Quality Control Circle (QCC) dengan konsep PDCA (Plan, Do, Check, Action). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis defect tertinggi pada proses produksi collet, yaitu center, ukuran tidak standar, dan deformasi, yang disebabkan oleh faktor-faktor seperti mesin, manusia, material, metode, dan lingkungan. Dengan penerapan metode Quality Control Circle (QCC), hasil penelitian menunjukkan penurunan defect pada Defect Center sebesar 72%, Defect UTS (Ukuran Tidak Standar) sebesar 81%, dan defect deformasi sebesar 76%. Implikasi dari temuan ini adalah peningkatan signifikan dalam kualitas produk Collect, yang diharapkan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan reputasi produk. Komunikasi aktif antara pemimpin dan bawahan serta pendekatan personal yang dilakukan dengan menerapkan Quality Control juga dianggap penting untuk meningkatkan produktivitas karyawan
Bagaimanakah Performa Bank BUMN di Indonesia Selama Pandemi Covid 19?
Perbankan memiliki peranan penting dalam mewujudkan stabilitas ekonomi baik secara nasional maupun global. Pandemic covid 19 berimbas secara negative pada sektor perbankan terutama pada aspek likuiditas dan volatilitas nilai pasar keuangan. Hal ini berdampak pada kondisi perbankan baik berasal dari dalam maupun luar perusahaan, terlihat bahwa dari aspek tingkat profitabilitas dan nilai perusahaan mengalami fluktuasi. Data diperoleh menggunakan metode nonprobability sampling yaitu metode purposive sampling dan menggabungkan metode sampling jenuh. Structural Equation Modelling (SEM) berfungsi untuk mendeskripsikan secara kuantitatif data pada empat perusahaan BUMN di Indonesia yang menunjukkan hasil bahwa faktor internal (NPL dan LDR) dan faktor eksternal (inflasi dan tingkat suku bunga) memberikan dampak signifikan terhadap profitabilitas (ROA) perbankan. Faktor NPL dan LDR dan ROA memberikan dampak signifikan pada nilai perusahaan. Sementara faktor eksternal tidak berdampak signifikan pada nilai perusahaan.Perbankan memiliki peranan penting dalam mewujudkan stabilitas ekonomi baik secara nasional maupun global. Pandemic covid 19 berimbas secara negative pada sektor perbankan terutama pada aspek likuiditas dan volatilitas nilai pasar keuangan. Hal ini berdampak pada kondisi perbankan baik berasal dari dalam maupun luar perusahaan, terlihat bahwa dari aspek tingkat profitabilitas dan nilai perusahaan mengalami fluktuasi. Data diperoleh menggunakan metode nonprobability sampling yaitu metode purposive sampling dan menggabungkan metode sampling jenuh. Structural Equation Modelling (SEM) digunakan untuk menganalisis data pada empat perusahaan BUMN di Indonesia yang menunjukkan hasil bahwa faktor internal (NPL dan LDR) dan faktor eksternal (inflasi dan tingkat suku bunga) memberikan dampak signifikan terhadap profitabilitas (ROA) perbankan. Faktor NPL dan LDR dan ROA memberikan dampak signifikan pada nilai perusahaan. Sementara faktor eksternal tidak berdampak signifikan pada nilai perusahaan
PENGEMBANGAN KONSEP AGROCEAN PARK INTEGRITY SEBAGAI REVOLUSI KETAHANAN PANGAN DAN EKOSISTEM PARIWISATA FUTURISTIK BERKELANJUTAN
Indonesia merupakan salah satu negara dengan lonjakan jumlah penduduk yang sangat pesat sehingga berdampak pada meningkatnya kebutuhan pangan terutama di perkotaan padat penduduk. Terdapat beberapa masalah yang dihadapi dalam mewujudkan ketahanan pangan di masa yang akan datang seperti lonjakan pertumbuhan penduduk, alih fungsi lahan, krisis air, serta krisis sumber daya manusia. Sebenarnya terdapat beberapa tawaran solusi seperti salah satunya urban farming, namun dalam penerapannya belum sepenuhnya optimal. Tujuan dari penulisan ini yaitu membuat pengembangan konsep inovatif terkait revolusi pertanian masa depan bawah air dengan mengoptimalisasi potensi sumber daya yang ada di Indonesia. Desain penelitian ini yaitu studi literatur atau kepustakaan sebagai metode utama untuk menciptakan konsep baru yang sistematis. Agrocean Park Integrity (API) menjadi konsep pengembangan revolusi ketahanan pangan, lingkungan, dan pariwisata berkelanjutan masa depan berkelanjutan dengan mengintegrasikan agrosektor sebagai tempat budidaya pangan, pendidikan, penyimpanan pangan, penelitian, dan pariwisata untuk mendukung ketahanan pangan, air, dan sumber daya. Dalam operasionalnya, konsep ini memanfaatkan potensi energi surya, energi angin, energi gelombang air laut sebagai sumber energi dan teknologi desalinasi air laut untuk menyuplai kebutuhan irigasi tanamanIndonesia merupakan salah satu negara dengan lonjakan jumlah penduduk yang sangat pesat sehingga berdampak pada meningkatnya kebutuhan pangan terutama di perkotaan padat penduduk. Terdapat beberapa masalah yang dihadapi dalam mewujudkan ketahanan pangan di masa yang akan datang seperti lonjakan pertumbuhan penduduk, alih fungsi lahan, krisis air, serta krisis sumber daya manusia. Sebenarnya terdapat beberapa tawaran solusi seperti salah satunya urban farming, namun dalam penerapannya belum sepenuhnya optimal. Tujuan dari penulisan ini yaitu membuat pengembangan konsep inovatif terkait revolusi pertanian masa depan bawah air dengan mengoptimalisasi potensi sumber daya yang ada di Indonesia. Desain penelitian ini yaitu studi literatur atau kepustakaan sebagai metode utama untuk menciptakan konsep baru yang sistematis. Agrocean Park Integrity (API) menjadi konsep pengembangan revolusi ketahanan pangan, lingkungan, dan pariwisata berkelanjutan masa depan berkelanjutan dengan mengintegrasikan agrosektor sebagai tempat budidaya pangan, pendidikan, penyimpanan pangan, penelitian, dan pariwisata untuk mendukung ketahanan pangan, air, dan sumber daya. Dalam operasionalnya, konsep ini memanfaatkan potensi energi surya, energi angin, energi gelombang air laut sebagai sumber energi dan teknologi desalinasi air laut untuk menyuplai kebutuhan irigasi tanaman
IMPLEMENTASI MODEL PERANCANGAN WATERFALL PADA SIMDIMASI “SISTEM DIGITALISASI DATA DAN INFORMASI” PADA YAYASAN YATIM DAN DHUAFA BERBASI WEB
The foundation is a legal entity that has legality related to assets that are isolated and directed to achieve certain goals in the social, religious and humanitarian realms. The foundation is represented by the management who is given the authority and responsibility for it. Financially, the foundation only hopes for donors or depends on financial assistance from other institutions . One of the sources of foundation funds is from benefactors or donors from local residents, so it is necessary to have a system that can be used as a medium of openness and promotional media and information that can be used by foundations in the development of information systems that are used as a form of digitalization of systems from manual to digital or computerized. To design a digital information system the author uses the waterfal development model so that the process of designing the information system needed, becomes structured and sequential, the waterfal model is also a system design model that is easily implemented by program analysts because the steps or sequence of design are relatively easier to followYayasan merupakan entitas hukum yang memiliki legalitas terkait aset yang diisolasi dan diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu dalam ranah sosial, agama, dan kemanusiaan. Yayasan diwakili pengurus yang diberikan kewenangan dan tanggungjawab untuk itu. Secara finasial yayasan hanya berharap pada donatur atau bergantung kepada bantuan dana dari lembaga lain. Salah satu sumber dana yayasan adalah berasal dari para dermawan atau donatur dari warga setempat maka perluadanya sebuah sistema yang dapat digunakan sebagai media keterbukaan dan media promosi dan informasi yang bisa digunakan oleh yayasan dalam pengembangan sistema informasi yang digunakan sebagai bentuk digitalisasi sistem dari yang sifatnya manual menjadi digital atau terkomputerisasi. Untuk merancang sebuah sistem informasi digital penulis menggunakan model pengembangan waterfal sehingga proses perancangan sistem informasi yang dibutuhkan, menjadi terstruktur dan berurutan, model waterfal jugua merupakan model perancangan sistem yang mudah di implelemtasikan oleh para analis program dikarenakan langkah atau urutan perancangan yang relatif lebih mudah di ikuti
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI PROTOTIPE WIRELESS POWER TRANSFER PADA SEPEDA MOTOR LISTRIK
Advances in Wireless Power Transfer (WPT) system technology are increasingly being applied to the process of recharging battery packages for electric motorbikes. The battery package for an electric motorbike, 48 Volt 15 Ah, is used as a reference for the achievement target in this research. The WPT system is designed to be able to transfer or produce power equal to 10% of the battery package capacity. Utilization of Faraday's law which states that the number of turns in the transmitter and receiver coils used in the WPT system affects changes in flux and the amount of energy that can be transferred by the coil. In this paper, we will explain the WPT system experiments to compare system efficiency by changing the variables of coil diameter, number of coil turns, and distance between coils. Experiments show that the larger the coil diameter, the greater the output power on the receiver coil. The more turns the coil has, the greater the output power on the receiver coil, but the greater the distance between the coils, the smaller the output power on the receiver coil.Advances in Wireless Power Transfer (WPT) system technology are increasingly being applied to the process of recharging battery packages for electric motorbikes. The battery package for an electric motorbike, 48 Volt 15 Ah, is used as a reference for the achievement target in this research. The WPT system is designed to be able to transfer or produce power equal to 10% of the battery package capacity. Utilization of Faraday's law which states that the number of turns in the transmitter and receiver coils used in the WPT system affects changes in flux and the amount of energy that can be transferred by the coil. In this paper, we will explain the WPT system experiments to compare system efficiency by changing the variables of coil diameter, number of coil turns, and distance between coils. Experiments show that the larger the coil diameter, the greater the output power on the receiver coil. The more turns the coil has, the greater the output power on the receiver coil, but the greater the distance between the coils, the smaller the output power on the receiver coil
KONSEP PERUSAHAAN PROJECT MANAGEMENT CONSULTANT DALAM BIDANG ENERGI BARU DAN TERBARUKAN BERBASIS BUSINESS MODEL CANVAS
Pemerintah menargetkan 700 GW pembangkit listrik EBT terpasang pada 2060. Kebutuhan energi listrik Indonesia pada tahun itu mencapai 1942 TWh. Dengan rencana pemerintah ini, nampak bahwa proyek pembangunan pembangkit listrik bersumber EBT akan marak sekali dilakukan di Indonesia. Hal ini membuat peluang usaha dan lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat. Kesempatan yang baik ini hendaknya mampu dimanfaatkan secara optimal. Salah satunya melalui pendirian perusahaan penyedia jasa PMC. Fokus penelitian ini adalah merancang konsep perusahaan PMC menggunakan BMC sebagai alat bantu. Dipaparkan pula contoh estimasi biaya sehingga diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas kapan BEP dan keuntungan akan diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan dengan penerapan beberapa elemen BMC secara baik, BEP mampu dicapai pada awal tahun kedua beroperasi atau bahkan lebih cepat. Maka peluang bisnis PMC menjadi cukup prospektif untuk diterapkan agar semakin banyak tenaga lokal Indonesia yang terlibat dalam bidang EBT. Upaya penelitian lanjutan yang lebih rinci patut dilakukan dengan memasukkan biaya overhead, inflasi, dan training/sertifikasi untuk personil. Pemerintah menargetkan 700 GW pembangkit listrik EBT terpasang pada 2060. Kebutuhan energi listrik Indonesia pada tahun itu mencapai 1942 TWh. Dengan rencana pemerintah ini, nampak bahwa proyek pembangunan pembangkit listrik bersumber EBT akan marak sekali dilakukan di Indonesia. Hal ini membuat peluang usaha dan lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat. Kesempatan yang baik ini hendaknya mampu dimanfaatkan secara optimal. Salah satunya melalui pendirian perusahaan penyedia jasa PMC. Fokus penelitian ini adalah merancang konsep perusahaan PMC menggunakan BMC sebagai alat bantu. Dipaparkan pula contoh estimasi biaya sehingga diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas kapan BEP dan keuntungan akan diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan dengan penerapan beberapa elemen BMC secara baik, BEP mampu dicapai pada awal tahun kedua beroperasi atau bahkan lebih cepat. Maka peluang bisnis PMC menjadi cukup prospektif untuk diterapkan agar semakin banyak tenaga lokal Indonesia yang terlibat dalam bidang EBT. Upaya penelitian lanjutan yang lebih rinci patut dilakukan dengan memasukkan biaya overhead, inflasi, dan training/sertifikasi untuk personil.
AUDIT APLIKASI ONLINE DATA SISTEM (ODS) MENGGUNAKAN COBIT 4.1
Online Data System (ODS) is a web-based system used to manage and monitor data on Cooperatives and Small and Medium Enterprises (SMEs) in Central Lombok Regency. The audit uses the COBIT 4.1 framework. The ODS audit process includes defining business goals based on the vision and mission of the Department of Cooperatives and SMEs of Central Lombok Regency, determining IT goals based on these business goals, identifying IT processes, and calculating the maturity level as a basis for providing recommendations. Based on the vision, mission, and issues identified from interviews with the Head of the Department of Cooperatives and SMEs, the selected domains are PO7 (Manage IT Human Resources), AI2 (Acquire and Maintain Application Software), and DS5 (Ensure Systems Security). The maturity level calculations resulted in the following scores: PO7 scored 2.54, AI2 scored 2.80, and DS5 scored 2.52. Based on these maturity level scores, the processes are at the Defined Process maturity stage. Overall, the processes or activities in the Department of Cooperatives and SMEs are at the Defined Process maturity levelOnline Data Sistem (ODS) merupakan sebuah sistem berbasis web yang digunakan untuk mengelola dan memantau data Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di Kabupaten Lombok Tengah, untuk mempermudah proses administrasi dan pelaporan yang dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, akurasi, serta mendukung pengambilan keputusan lebih baik oleh Dinas Koperasi dan UKM. Untuk mengetahui bahwa ODS dapat berjalan dengan standard dan regulasi yang berlaku perlu diadakan audit sistem untuk memastikan kepatuhan, keamanan, efisiensi operasional, integritas data, pengendalian risiko, dan kelangsungan bisnis. Audit menggunakan framework COBIT 4.1. Tahapan proses audit ODS yaitu menentukan business goals dari visi misi dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lombok Tengah, menentukan IT goals berdasarkan business goals, menetakan IT proses dan perhitungan maturity level sebagai acuan dalam memberikan rekomendasi. Berdasarkan visi misi dan permasalahan yang didapatkan dari hasil wawancara dengan Kepala Dinas Koperasi dan UKM dipilih domain PO7 (Mengelola SDM IT), AI2 (Memperoleh dan memelihara aplikasi perangkat lunak) dan DS5 (Memastikan keamanan sistem). Hasil perhitungan maturity level, IT Process pada PO7 mendapatkan nilai 2,54, AI2 mendapatkan nilai 2,80, DS5 mendapatkan nilai 2,52. Berdasarkan nilai perhitungan maturity level didapatkan skala tingkat kematangan Defined Proses. Secara keseluruhan proses atau aktivitas di Dinas Koperasi dan UKM pada tingkat kematangan Defined Proses
EVALUASI USABILITY SISENSI MOBILE MENGGUNAKAN METODE ISO/IEC 9126 DAN NIELSEN MODEL
The Mobile Attendance and Presence Information System (SISENSI) is an online attendance application that has problems or shortcomings, such as requiring a long time to be absent and lacking a leave permit feature so that users have difficulty applying for leave permission. Therefore, the aim of this research is to test the SISENSI mobile application to determine the quality and shortcomings of the application. The usability evaluation methods that will be used are ISO/IEC 9126 and Nielsen Model. The results of combining ISO/IEC 9126 and the Nielsen Model obtained eight SISENSI Mobile testing factors in the usability field, namely understandability, learnability, operability, attractiveness, memorability, efficiency, errors, and user satisfactions. Respondents in this study were 164 people. The results of this research obtained values for each sub-characteristic namely: understandability 84%, learnability 80%, operability 80%, attractiveness 69%, efficiency 82%, memorability 67%, errors 75% and user satisfactions 65%. Meanwhile, the average value is 75%, so overall SISENSI Mobile is in good condition.Sistem Informasi Absensi dan Presensi (SISENSI) Mobile merupakan aplikasi absensi online yang memiliki masalah atau kekurangan seperti, membutuhkan waktu yang lama saat absen dan kurangnya fitur izin cuti sehingga para pengguna kesulitan saat pengajuan izin cuti. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan pengujian terhadap aplikasi SISENSI mobile untuk menentukan kualitas serta kekurangan yang ada pada aplikasi tersebut. Metode evaluasi usability yang akan digunakan yaitu ISO/IEC 9126 dan Nielsen Model. Hasil dari penggabungan metode ISO/IEC 9126 dan Nielsen Model memperoleh delapan faktor pengujian SISENSI mobile pada bidang usability yaitu understandability, learnability, operability, attractiveness, memorability, efficiency, errors, dan user satisfactions. Responden pada penelitian ini sejumlah 164 orang. Hasil penelitian ini didapatkan nilai pada setiap sub karakteristik yaitu: understandability 84%, learnability 80%, operability 80%, attractiveness 69%, efficiency 82%, memorability 67%, errors 75% dan user satisfactions 65%. Sedangkan nilai rata-ratanya yaitu 75% sehingga secara keseluruhan SISENSI Mobile dalam kondisi yang baik
PENGAMANAN FILE DOKUMEN DENGAN KOMBINASI ALGORITMA ELGAMAL DAN TEKNIK KOMPRESI ALGORITMA STOUT CODES
The rapid advancement of technology brings both positive and negative impacts, one of the negative impacts is the risk of hacking important data and documents. Document security becomes very important to protect sensitive information from unauthorized access and unwanted modification. This research aims to secure document files by combining ElGamal cryptographic algorithm and Stout Codes compression technique. The ElGamal algorithm used for encryption, converting the original information into unintelligible codes, while Stout Codes is applied to reduce the size of the data to make it more efficient in storage and transmission. The results show that the combination of these two algorithms is able to scramble the contents of the document into ciphertext that is difficult to understand by unauthorized parties. Tests were conducted on 10 document files in .docx and .pdf formats, resulting in an average compression ratio of 382% and space saving of -282% for the encryption-compression process, and an average compression ratio of 659% and space saving of -559% for the compression-encryption process. In terms of entropy, the encryption-compression process shows a higher value of 6.59828, compared to the entropy value in the compression-encryption process of 3.214782. This indicates a better level of security in the encryption-compression process.Kemajuan teknologi yang pesat membawa dampak positif dan negatif, salah satu dampak negatifnya adalah risiko peretasan data dan dokumen penting. Keamanan dokumen menjadi sangat penting untuk melindungi informasi sensitif dari akses yang tidak sah dan modifikasi yang tidak diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengamankan file dokumen dengan mengombinasikan algoritma kriptografi ElGamal dan teknik kompresi Stout Codes. Algoritma ElGamal digunakan untuk enkripsi, mengubah informasi asli menjadi kode-kode yang tidak dapat dipahami, sedangkan Stout Codes diterapkan untuk mengurangi ukuran data agar lebih efisien dalam penyimpanan dan pengiriman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi kedua algoritma ini mampu mengacak isi dokumen menjadi ciphertext yang sulit dipahami oleh pihak yang tidak berwenang. Pengujian dilakukan terhadap 10 file dokumen berformat .docx dan .pdf, menghasilkan nilai rata-rata compression ratio sebesar 382% dan space saving sebesar -282% untuk proses enkripsi-kompresi, serta nilai rata-rata compression ratio sebesar 659% dan space saving sebesar -559% untuk proses kompresi-enkripsi. Dari aspek entropi, proses enkripsi-kompresi menunjukkan nilai yang lebih tinggi yaitu sebesar 6.59828, dibandingkan dengan nilai entropi dalam proses kompresi-enkripsi yaitu sebesar 3.214782. Hal ini menunjukkan tingkat keamanan yang lebih baik pada proses enkripsi-kompresi