Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
Not a member yet
    2607 research outputs found

    PERANCANGAN SISTEM PENJADWALAN PRAKTIKUM MENGGUNAKAN ALGORITMA FIFO (FIRST IN FIRST OUT) BERBASIS WEBSITE

    Get PDF
    Effective and efficient practicum scheduling is one of the main challenges in managing the computer laboratory at Alma Ata University. Scheduling processes that are carried out manually often cause problems such as schedule conflicts, lack of transparency, and untimeliness. This research aims to design a website-based practicum scheduling system that uses the FIFO (First In First Out) algorithm to overcome this problem.The method used in this research is the Waterfall Method, which includes the stages of needs analysis, design, implementation, testing, deployment and maintenance. The FIFO algorithm is applied to process scheduling requests on a first-come, first-served basis, reducing schedule conflicts and increasing transparency.The implementation results show that this system is designed to process scheduling requests based on the order of arrival, so that each request is processed sequentially without missing any queues. With this feature, schedule conflicts can be minimized and transparency in scheduling increased. Lecturers can see schedules that have been made by other lecturers in real-time, making coordination easier and reducing the possibility of schedule conflicts and making it easier for lecturers to organize their practicum schedules. Apart from that, this system is able to help laboratory admins capture scheduling data more efficiently than manual methods. Penjadwalan praktikum yang efektif dan efisien merupakan salah satu tantangan utama dalam pengelolaan laboratorium komputer di Universitas Alma Ata. Proses penjadwalan yang dilakukan secara manual seringkali menimbulkan masalah seperti bentrok jadwal, kurangnya transparansi, dan ketidaktepatan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah sistem penjadwalan praktikum berbasis website yang menggunakan algoritma FIFO (First In First Out) untuk mengatasi masalah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Waterfall, yang mencakup tahapan analisis kebutuhan, desain, implementasi, pengujian, deployment, dan pemeliharaan. Algoritma FIFO diterapkan untuk memproses permintaan penjadwalan berdasarkan urutan kedatangan, mengurangi konflik jadwal, dan meningkatkan transparansi. Hasil implementasi menunjukkan bahwa Sistem ini dirancang untuk memproses permintaan penjadwalan berdasarkan urutan kedatangan, sehingga setiap permintaan diproses secara berurutan tanpa ada antrian yang terlewat. Dengan fitur ini, konflik jadwal dapat diminimalisir dan transparansi dalam penjadwalan meningkat. Dosen dapat melihat jadwal yang telah dibuat oleh dosen lain secara real-time, memudahkan koordinasi dan mengurangi kemungkinan bentrok jadwal dan memberikan kemudahan bagi dosen dalam mengatur jadwal praktikum mereka. Selain itu sistem ini mampu membantu admin laboratorium merekap data penjadwalan lebih efisien dibandingkan metode manual. Dengan adanya sistem ini, proses penjadwalan praktikum di laboratorium komputer Universitas Alma Ata menjadi lebih terstruktur, transparan, dan efisien

    REKOMENDASI KOMPREHENSIF PENERIMA BANTUAN PKH MENGGUNAKAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DENGAN METODE SAW BERBASIS WEB

    Get PDF
    Pemerintah melakukan upaya untuk mengatasi kemiskinan dengan mengadakan program keluarga harapan (PKH). PKH adalah program bantuan tunai dengan syarat yang diberikan kepada calon penerima bantuan untuk meningkatkan kualitas hidupnya dalam kesejahteraan sosial, pendidikan, dan kesehatan. Saat ini, Kelurahan Dara dalam memutuskan penerima PKH menggunakan 8(delapan) kriteria yang telah ditetapkan pemerintah sudah berjalan. Namun dalam pelaksanaanya sering terjadi kelemahan karena kriteria yang digunakan masih kriteria umum sehingga menyebabkan potensi ketidaktepatan sasaran penerima bantuan PKH. Makalah ini bertujuan mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) berbasis web dalam menentukan penerimaan PKH dengan menambahkan menjadi 21 (dua puluh satu) kriteria.  Metode yang digunakan ini adalah metode simple additive weighting (SAW), yaitu metode dengan mekanisme penjumlahan terbobot, yang memungkinkan analisis penjumlahan terbobot dari nilai kinerja pada alternatif untuk semua kriteria. Tahapan penelitian mencakup identifikasi masalah, pemilihan metode, analisis kebutuhan, desain, implementasi, dan pengujian. Hasil penelitian berupa sistem yang dapat membantu merekomendasikan penerima PKH yang lebih komprehensif dan tepat sasaranPemerintah melakukan upaya untuk mengatasi kemiskinan dengan mengadakan program keluarga harapan (PKH). PKH adalah program bantuan tunai dengan syarat yang diberikan kepada calon penerima bantuan untuk meningkatkan kualitas hidupnya dalam kesejahteraan sosial, pendidikan, dan kesehatan. Saat ini, Kelurahan Dara dalam memutuskan penerima PKH menggunakan 8(delapan) kriteria yang telah ditetapkan pemerintah sudah berjalan. Namun dalam pelaksanaanya sering terjadi kelemahan karena kriteria yang digunakan masih kriteria umum sehingga menyebabkan potensi ketidaktepatan sasaran penerima bantuan PKH. Makalah ini bertujuan mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) berbasis web dalam menentukan penerimaan PKH dengan menambahkan menjadi 21 (dua puluh satu) kriteria.  Metode yang digunakan ini adalah metode simple additive weighting (SAW), yaitu metode dengan mekanisme penjumlahan terbobot, yang memungkinkan analisis penjumlahan terbobot dari nilai kinerja pada alternatif untuk semua kriteria. Tahapan penelitian mencakup identifikasi masalah, pemilihan metode, analisis kebutuhan, desain, implementasi, dan pengujian. Hasil penelitian berupa sistem yang dapat membantu merekomendasikan penerima PKH yang lebih komprehensif dan tepat sasara

    EFEKTIVITAS MESIN STAMPING DENGAN MENGGUNAKAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DI PT. ALLIANCE CONSUMER PRODUCT INDONESIA

    Get PDF
    Quality is a priority for almost all companies in the world. One factor in whether the quality of a product is good or not is the machines/equipment used effectively and efficiently. PT. Alliance Consumer Product Indonesia Medan is one of the industries engaged in manufacturing the Oleochemical (Bath Soap) Industry. The current problem is that Stamping machines are machines that often experience machine breakdowns compared to other production machines with a breakdown rate of 70 times/year with a time of 137.5 hours/year. This research aims to analyze various causes of the decline in the effectiveness of stamping machines using the concept of Overall Equipment Effectiveness (OEE), knowing the critical components of stamping machines with high Risk Priority Numbers that can be repaired to minimize failures that occur. The results showed that the overall equipment effectiveness (OEE) value ranged from 82.01% - 90.23%. The FMEA value obtained was that the component that had the main priority that had to be maintained was the molding with the largest risk value, namely 80, followed by the motor with a risk value of 45, blades. with a risk value of 24, sensors with a risk value of 16 and Endless Belt with a risk value of 12. Proposed improvements to labor factors and work methodsKualitas sangat menjadi prioritas bagi hampir seluruh perusahaan didunia. Salah satu faktor bagus tidaknya kualitas suatu produk adalh mesin/peralatan yang digunakan secara efektif dan efisien. PT. Alliance Consumer Product Indonesia Medan merupakan salah satu industri yang bergerak dibidang manufacturing Industri Oleokimia (Sabun Mandi). Permasalahan saat ini adalah mesin Stamping merupakan mesin yang sering mengalami kerusakan mesin dibandingkan mesin produksi lainnya dengan tingkat kerusakan 70 kali/tahun dengan waktu 137,5 jam/tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai penyebab menurunnya efektivitas mesin stamping dengan menggunakan konsep Overall Equipment Effectiveness (OEE), mengetahui komponen kritis mesin stamping dengan ditemukan Risk Priority Number yang tinggi dapat dilakukan perbaikan untuk untuk meminimasi kegagalan yang terjadi. Hasilnya didapat nilai overall equipment effectiveness (OEE) berkisar antara 82,01 % - 90,23 %, nilai FMEA didapat komponen yang memiliki prioritas utama yang harus dilakukan perawatan adalah moulding dengan nilai risk terbesar yaitu 80 diikuti dengan motor dengan nilai risk 45, pisau dengan nilai risk 24, sensor dengan nilai risk 16 dan Endless Belt dengan nilai risk 12. Usulan perbaikan terhadap faktor tenaga kerja dan metode kerja. &nbsp

    PERANCANGAN ULANG ALAT PEMBAKARAN IKAN DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT

    Get PDF
    The abundant seafood in South Sulawesi, especially Makassar, provides a great opportunity for people to start a food stall business. Traditional cuisine is one of the attractions in the city of Makassar. One of the traditional cuisines that is in great demand is grilled fish, both for immigrants and people who live in Makassar. The purpose of this study is to design a fish grilling tool with the Quality Function Deployment (QFD) approach. The QFD method is a method in designing products/services based on consumer needs. The results of identifying consumer needs are used to compile a quality house or House of Quality (HOQ). Based on HOQ, the highest weights are the size of the fish grilling tool (17.7%), the charcoal container (17.6%), and the rectangular design (15%). So the design carried out by the researcher is a fish grilling tool that has automatic charcoal disposal and a fan measuring 100x40x90cm and a fish grilling tool that can be folded so that it is easy to carry and move.Hasil laut yang melimpah di Sulawesi Selatan khususnya Makassar memberikan peluang yang besar bagi masyarakat untuk membuat usaha warung makan. Kuliner tradisonal menjadi salah satu daya tarik di kota Makassar (Rijal S., 2017). Salah satu kuliner tradisional yang banyak diminati adalah ikan bakar, baik untuk pendatang maupun masyarakat yang berdomisili di Makassar. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang alat pembakaran ikan  dengan pendekatan Quality Function Deployment (QFD). Metode QFD merupakan metode dalam perancangan produk/jasa berdasarkan kebutuhan konsumen. Hasil identifikasi kebutuh konsumen  tersebut digunakan untuk menyusun rumah kualitas atau House of Quality (HOQ). Berdasarkan HOQ didapatkan bobot tertinggi yaitu ukuran alat pembakaran ikan (17,7%), Wadah tempat arang (17,6%), dan Desain persegi panjang (15%). Sehingga rancangan yang dilakukan peneliti adalah alat pembakaran ikan yang memiliki pembuangan arang dan kipas otomatis dengan ukuran 100x40x90cm serta alat pembakaran ikan yang dapat dilipat sehingga mudah untuk dibawa dan dipindahkan

    Analisa Keselamatan dan Kesehatan Kerja Proyek Gedung WWTP Dengan Metode Hirarc Di PT. Huathai Construction Indonesia

    Get PDF
    The WWTP Building Construction Project is one of the projects engaged in the construction sector, where in the process there are various potential hazards that have an impact on work accidents and even occupational diseases (PAK). Therefore, with the Hazard Identification, Risk Assessment And Risk Control (HIRARC) method is a worksheet that is appropriate or can be applied to the construction of the WWTP Building. The purpose of this study is to determine the potential hazards and assess the K3 risk in the construction of the WWTP Building. This type of research uses a quantitative method with a descriptive-observational approach and a survey study design because it provides an overview of the potential hazards and risks in the construction of the WWTP Building using the HIRARC method. The results of the study showed that in the lightweight brick installation process, 20 potential hazards were identified, while the highest risk category was high risk 52% and the highest risk category was extreme risk 14%. In the plaster and cement wall work, 4 potential hazards were identified, while the highest risk category was moderate risk 60% and the highest risk category was high risk 40%. In ceramic work, 10 potential hazards were identified, while the highest and most risk categories were high risk 67%. In the gypsum partition wall work, 11 potential hazards were identified, while the highest risk category was moderate risk 56% and the highest risk category was extreme risk 22%. In the ladder work, 28 potential hazards were identified, while the highest risk category was moderate risk 47% and the highest risk category was extreme risk 24%.Proyek Pembangunan Gedung WWTP merupakan salah satu proyek yang bergerak dibidang konstruksi, dimana pada proses pengerjaannya terdapat berbagai potensial hazard yang berdampak pada kecelakaan kerja bahkan penyakit  akibat  kerja (PAK). Oleh karena itu, dengan metode Hazard Identification, Risk Assessment And Risk Control (HIRARC)  merupakan  worksheet  yang sesuai atau dapat diterapkan pada pembangunan Gedung WWTP. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi bahaya dan menilai risiko K3 pada pembangunan Gedung WWTP. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif-observasional dan desain studi secara survei karena memberikan gambaran potensi bahaya dan risiko pada pembangunan Gedung WWTP dengan menggunakan metode HIRARC. Hasil  penelitian menunjukkan  bahwa  pada proses pekerjaan pasang bata ringan, teridentifikasi 20 potensial hazard, sedangkan  kategori risiko terbanyak yaitu high risk 52% dan kategori risiko tertinggi yaitu ekstrim risk 14%. Pada pekerjaan dinding lapis plester dan aci,  teridentifikasi  4  potensial hazard, sedangkan  kategori risiko  terbanyak  yaitu  moderate risk 60% dan kategori risiko tertinggi  yaitu  high risk 40%. Pada pekerjaan keramik, teridentifikasi 10 potensial hazard, sedangkan  kategori  risiko  terbanyak dan tertinggi yaitu  high risk  67%. Pada pekerjaan dinding partisi gypsum, teridentifikasi  11 potensial hazard, sedangkan kategori  risiko  terbanyak  yaitu  moderate risk 56% dan kategori risiko tertinggi  yaitu  ekstrim risk  22%. Pada pekerjaan tangga, teridentifikasi 28 potensial hazard, sedangkan  kategori  risiko  terbanyak  yaitu  moderate risk 47% dan kategori risiko tertinggi  yaitu  ekstrim risk  24%.   &nbsp

    THE NEW PRIESTHOOD: BALINESE WOMEN BETWEEN TRADITION, EMANCIPATION AND INNOVATION

    Get PDF
    The existence of women-priests in Balinese Hinduism is a fascinating anomaly. Having that role, the highest religious position within Agama Bali, means combining traditional gendered tasks, religious powers and since recently, having the opportunity to participate in spiritual tourism. Spiritual tourism in Bali has attracted many foreigners towards experiencing the religious uniqueness of the island by visiting temples and paying for the services offered by these women-priests. One of the most successful services offered is participating in the Balinese Hindu purification ritual called the melukat. By being able to offer services like this to foreigners, the priestesses are gaining more freedom and financial independence, making them escape the social hierarchy of the patriarchal local order

    IMPLEMENTATION OF HEARING AID TO MOTIVATE INDONESIAN LEARNING IN DEAF STUDENTS AT ADDAWAH MBAWI SPECIAL SCHOOL

    Get PDF
    The implementation of hearing aids for Indonesian language learning shows great potential in increasing the participation and academic achievement of deaf students. To achieve successful implementation, strategic steps need to be taken. The aim of this research is to determine the implementation of hearing aids in motivating Indonesian language learning among deaf students at Addawah SLB and to determine the factors inhibiting the implementation of hearing aids in motivating Indonesian language learning among deaf students at Addawah SLB. This research design uses qualitative with a descriptive qualitative approach. The research results show that the implementation of hearing aids in an educational context shows great potential to increase accessibility and effectiveness of learning for deaf students and the factors inhibiting the implementation of hearing aids show that limited budget availability is the main obstacle in obtaining quality and adequate hearing aids. at school. Implementation of hearing aids for Indonesian language learning promises significant increases in the participation and academic achievement of deaf students. However, to reach its full potential, it is necessary to overcome several identified inhibiting factors. Budget constraints that limit the procurement of quality hearing aids are a major challenge, which also affects technical support when the equipment experiences damage or technical problems, as well as the availability of adequate training for teachers in the use of these devices. In addition, the importance of increasing deaf students' understanding and awareness of the benefits of hearing aids is also key to optimizing implementation and ensuring their effectiveness in the Indonesian language learning context

    EFFECTIVENESS OF THE KAMPUNG KB PROGRAM ON FAMILIES AT RISK OF STUNTING IN BERANG REA VILLAGE MOYO HULU DISTRICT

    Get PDF
    KB Village is an activity to empower the community in an effort to provide balanced nutrition for families at risk of stunting. In KB Village, it is hoped that we can provide a nutrition center that can provide balanced nutrition services for at-risk families, because stunting must be overcome before the first 1000 days of life (HPK). Because after 1000 HPK, the structure of the human skull is closed and the brain can no longer develop rapidly, so they have limited intelligence, limited height and in old age they are easily affected by disease so they are not productive." The stunting prevention and control policy in Sumbawa Regency has been implemented since 2019, included in the RPJMD which is part of the regent's program, through indicators. This research uses mix-method research with qualitative and quantitative approaches, data collection techniques through interviews, observation, documentation and questionnaires with key informants such as family planning instructors, informants, families at risk of stunting. The research results show that the effectiveness of the Family Planning Village program is in the "Effective" category. This can be seen from people's understanding, right on target, on time, achievement of goals and real change. Almost all the people in Berang Belo Hamlet, Berang Rea Village, are aware of the Family Planning Village Program. The targets of the KB Village, namely couples of childbearing age/PUS, teenagers, the elderly and families with toddlers, have largely been achieved. The Berang Belo Village KB Work Program, Berang Rea Village, has largely achieved the set target time. The objectives of the Family Planning Village Program that have been achieved by Berang Belo Family Planning Village, Berang Rea Village include increasing modem family planning users, increasing family resilience through Tribina. Some of the objectives being improved are improving community welfare through UPPKS. The real change felt by the local community is that health and population services are easily accessible, inexpensive, and there is room to convey criticism and suggestions. Thus, it can be concluded that the effectiveness of the Family Planning Village program in Berang Belo Hamlet, Berang Rea Village reached 62,728 and is in the "effective" category. This effectiveness can be seen from various indicators, namely understanding the program, being on target, being on time, achieving goals and real changes

    IMPLEMENTASI ALAT PENETAS TELUR OTOMATIS DI USAHA PEMBIBITAN AYAM DESA KERATO SUMBAWA

    Get PDF
    BMT Insan Samawa menaungi lebih dari 100 kelompok Usaha Mikro Kecil Menengah, salah satunya usaha pembibitan ayam yang dikelola pondok pesantren Al – Ikhlas di Desa Kerato Kecamatan Unter Iwes, Sumbawa. Kegiatan pembibitan ayam masih dijalankan secara konvensional yang mengakibatkan kapasitas produksi bibit ayam menjadi sangat kecil yang secara langsung berimbas pada kecilnya keuntungan yang diperoleh. Telah dirancang alat penetas telur berkapasitas 530 butir yang dapat mengatur suhu, kelembaban, dan kemiringan telur secara otomatis. Hasil perancangan juga telah diuji daya tetasnya terhadap 10 butir telur ayam kampung. Dari 10 butir, hanya 4 butir yang berkembang menjadi embrio disebabkan masih terdapat beberapa kendala eksternal yang terjadi. Untuk meningkatkan efektifitas dan menekan kendala eksternal maka disepakati dilakukan penyerahan alat penetas telur ke mitra pengguna. Dengan menerapkan alat penetas telur otomatis ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengoptimalkan hasil pembibitan ayam mereka

    TINJAUAN YURIDIS UNDANG-UNDANG NO.3 5 TAHUN 2009 TENTANG PENYALANGUNAAN NARKOTIKA

    Get PDF
    ABSTRAKSeiring dengan perkembangan masyarakat dan pergaulan global, penyalagunaan narkotika menjadi trending terutama dikalangan remaja sebagaimana data dari BNN Kab Sumbawa. Peredaran dan penyalagunaan narkotika di Kabupaten Sumbawa sudah sangat menghawatirkan. Bukan hanya masyarakat umum yang terjerat, narkotika sudah jauh merambah dikalangan penjara. Penelitian ini bertujuan, untuk mengetahui Tinjuan Yuridis temtamg Penyalagunaan narkotika Undang-undang Nomor 35 TAHUN 2009 dan mengetahuibentuk penyalahgunaan narkotika dikalangan remaja. Jenis penelitian ini adalah penelitian secara empiris dengan pendekaan sosiologis. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat beberapa sanksi terhadap pengguna atau penyalagunaan narkotika dikalangan remaja serta tindakan upaya pemberantasan dan penanggulangan penyalagunaan narkotika oleh BNN Kabupaten Sumbawa, Kepolisian da penyidik. Kata kunci : Narkotika, Undang-Undang penanggulangan, BNN

    1,282

    full texts

    2,607

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇