Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
Not a member yet
2607 research outputs found
Sort by
PELATIHAN TEKNIK JOURNALING DALAM KONSELING SEBAGAI MEDIA UNTUK MENGELOLA EMOSI SISWA KELAS VI SD YPK NAMATOTA PAPUA BARAT
Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk "Literasi Emosi Melalui Teknik Journaling" dilaksanakan pada 12 November 2025 dengan tujuan utama melatih keterampilan regulasi emosi dan literasi emosional pada 20 peserta didik kelas VI SD YPK Namatota, Kabupaten Kaimana. Identifikasi masalah awal menunjukkan bahwa siswa cenderung kesulitan mengidentifikasi dan mengekspresikan emosi secara konstruktif, seringkali merespons emosi dengan penarikan diri atau manifestasi fisik yang tidak terarah. Metode yang digunakan adalah pelatihan (intervensi) yang dilakukan secara sistematis, diawali dengan penyampaian materi lima emosi dasar dan dilanjutkan dengan praktik inti journaling menggunakan format tabel emosi sebagai alat refleksi. Hasil akhir program menunjukkan bahwa teknik journaling diterima dengan antusias, berhasil memberikan saluran ekspresi yang aman, melatih kemampuan public speaking melalui sesi presentasi, dan mendorong pembentukan kebiasaan reflektif alami (automatic self-reflection) melalui komitmen praktik harian, sehingga program ini dinilai berhasil memperkaya kemampuan siswa dalam mengelola emosi secara matang dan proporsional.Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk "Literasi Emosi Melalui Teknik Journaling" dilaksanakan pada 12 November 2025 dengan tujuan utama melatih keterampilan regulasi emosi dan literasi emosional pada 20 peserta didik kelas VI SD YPK Namatota, Kabupaten Kaimana. Identifikasi masalah awal menunjukkan bahwa siswa cenderung kesulitan mengidentifikasi dan mengekspresikan emosi secara konstruktif, seringkali merespons emosi dengan penarikan diri atau manifestasi fisik yang tidak terarah. Metode yang digunakan adalah pelatihan (intervensi) yang dilakukan secara sistematis, diawali dengan penyampaian materi lima emosi dasar dan dilanjutkan dengan praktik inti journaling menggunakan format tabel emosi sebagai alat refleksi. Hasil akhir program menunjukkan bahwa teknik journaling diterima dengan antusias, berhasil memberikan saluran ekspresi yang aman, melatih kemampuan public speaking melalui sesi presentasi, dan mendorong pembentukan kebiasaan reflektif alami (automatic self-reflection) melalui komitmen praktik harian, sehingga program ini dinilai berhasil memperkaya kemampuan siswa dalam mengelola emosi secara matang dan proporsional
EVALUASI PENERAPAN E-PUSKESMAS MENGGUNAKAN METODE HOT-FIT
e-Puskesmas merupakan sistem informasi kesehatan yang merupakan hasil kerjasama antara Puskesmas dan PT. Infokes Indonesia, dan telah diterapkan di 29 puskesmas di kabupaten Lombok Tengah. e-Puskesmas memiliki fitur yang beragam dan sangat membantu dalam melakukan pelayanan dan mencatat hasil pemeriksaan pasien. Namun pada Puskesmas Sengkol sering terjadi beberapa kendala diantaranya seperti masalah jaringan, kurangnya perangkat serta pengguna yang masih kurang dalam memahami penggunaan sistem. Maka dari itu perlu dilakukan sebuah evaluasi terhadap penerapan sistem e-Puskesmas menggunakan model HOT-Fit, yang terdiri dari 4 variabel yaitu Human, Organization, Technology dan Net Benefit, untuk mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh secara signifikan terhadap penggunaan e-Puskesmas di puskesmas sengkol. Pada penelitian ini ditemukan 15 hipotesis, 4 hipotesis ditolak dan 11 hipotesis diterima, kemudian terdapat 2 indikator yang berpengaruh secara negatif terhadap variabel lingkungan, organisasi, dan manfaat. Namun di luar itu variabel System Quality, Information Quality, Service Quality, berpengaruh positif dan secara bersama-sama berpengaruh terhadap Variabel System Use, User Statisfaction, Structure. dan Variabel System Use, User Statisfaction, dan Structure secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel Net Benefit
MEMBANGUN BUDAYA K3 SEJAK DINI MENUJU DUNIA INDUSTRI
Keselamatan merupakan faktor utama dalam beraktivitas sehari-hari seperti saat bekerja, berkendara di jalan atau beraktivitas di dalam serta di luar ruangan. Keselamatan memiliki kaitan erat dengan kesehatan tubuh seseorang, karena dengan memperhatikan keselamatan kesehatan seseorang dapat terjaga. Kurangnya kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan ini menjadi permasalahan pada dunia kerja di Indonesia saat ini. Dalam upaya untuk mencegah kecelakaan fatal yang diakibatkan oleh kurangnya kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan kerja maka diperlukan peran masyarakat. Melalui penanaman materi keselamatan dan kesehatan kerja sejak dini dapat memberikan pemahaman secara mendasar, membiasakan budaya baik serta mengurangi risiko fatal dalam kecelakaan yang dapat terjadi di dunia kerja nantinya. Program ini dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi untuk membangun budaya K3 sejak dini menuju dunia industri, dengan melibatkan siswa-siswi SMK Siang, Kota Surabaya. Hasil yang didapatkan dari sosialisasi ini, menunjukkan bahwa sosialisasi berhasil dilaksanakan dengan peserta sosialisasi yang antusias dan menunjukkan adanya pemahaman yang mendalam terkait materi yang disampaikan.Keselamatan merupakan faktor utama dalam beraktivitas sehari-hari seperti saat bekerja, berkendara di jalan atau beraktivitas di dalam serta di luar ruangan. Keselamatan memiliki kaitan erat dengan kesehatan tubuh seseorang, karena dengan memperhatikan keselamatan kesehatan seseorang dapat terjaga. Kurangnya kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan ini menjadi permasalahan pada dunia kerja di Indonesia saat ini. Dalam upaya untuk mencegah kecelakaan fatal yang diakibatkan oleh kurangnya kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan kerja maka diperlukan peran masyarakat. Melalui penanaman materi keselamatan dan kesehatan kerja sejak dini dapat memberikan pemahaman secara mendasar, membiasakan budaya baik serta mengurangi risiko fatal dalam kecelakaan yang dapat terjadi di dunia kerja nantinya. Program ini dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi untuk membangun budaya K3 sejak dini menuju dunia industri, dengan melibatkan siswa-siswi SMK Siang Kota Surabaya. Hasil yang didapatkan dari sosialisasi ini, menunjukkan bahwa sosialisasi berhasil dilaksanakan dengan peserta sosialisasi yang antusias dan menunjukkan adanya pemahaman yang mendalam terkait materi yang disampaikan
QUESTIONING STRATEGIES IN EFL CLASSROOMS: A DISCOURSE ANALYSIS PERSPECTIVE
Teacher questioning strategies play a crucial role in shaping classroom interaction and influencing students’ opportunities for language use in English as a Foreign Language (EFL) classroom. This study aims to investigate questioning strategies employed by an EFL teacher from a discourse analysis perspective, focusing on the types of questions used, their interactional functions, and their roles within classroom discourse. Adopting a qualitative research design, the study analyzed naturally occurring classroom interaction through audio-recorded lessons and verbatim transcriptions. The data were examined using discourse analysis frameworks, particularly Sinclair and Coulthard’s Initiation–Response–Feedback (IRF) model and established classifications of teacher questions. The findings reveal that display questions dominated classroom interaction, especially during form-focused instruction and comprehension checking. While these questions supported instructional control, they often resulted in limited student responses. Referential questions, though less frequent, generated longer and more meaningful student contributions and promoted dialogic interaction. The analysis also highlights the significance of interactional features such as follow-up questions and wait-time in enhancing student participation. Overall, the study suggests that effective questioning strategies require interactional awareness to balance pedagogical control and learner engagement. The findings offer pedagogical implications for EFL teachers in creating more dialogic and interaction-rich classroom discourse
PENGARUH VARIASI ALOE PADA HAND SANITIZER DAUN SIRIH TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN KELEMBABAN KULIT : PENGARUH VARIASI ALOE PADA HAND SANITIZER DAUN SIRIH TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN KELEMBABAN KULIT
Kebersihan tangan merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah penyebaran penyakit menular, terutama pada anak-anak yang memiliki tingkat aktivitas tinggi dan rentan terhadap paparan mikroorganisme. Hand sanitizer berbasis alkohol umum digunakan karena praktis dan efektif, namun penggunaan berulang dapat menimbulkan efek samping berupa kulit kering, iritasi, dan ketidaknyamanan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif hand sanitizer berbahan alami yang aman, efektif, dan ramah bagi kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi Aloe vera (0%, 25%, dan 50%) dalam formulasi hand sanitizer berbahan dasar ekstrak daun sirih (Piper betle L.) terhadap aktivitas antibakteri dan kelembaban kulit. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas tiga perlakuan, yaitu P0 tanpa penambahan Aloe vera, P1 dengan penambahan Aloe vera 25%, dan P2 dengan penambahan Aloe vera 50%. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode bread-contact test dengan mengamati pertumbuhan jamur pada media roti, sedangkan kelembaban kulit diamati secara deskriptif setelah penggunaan hand sanitizer pada tangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi P0 dan P1 memiliki efektivitas antibakteri terbaik dengan kategori efektif, ditandai oleh pertumbuhan jamur yang sangat minimal. Sebaliknya, formulasi P2 menunjukkan penurunan efektivitas antibakteri akibat tingginya konsentrasi Aloe vera. Pada uji kelembaban kulit, P2 memberikan tingkat kelembaban paling tinggi dan mampu mempertahankan hidrasi kulit lebih lama dibandingkan perlakuan lainnya. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa variasi konsentrasi Aloe vera berpengaruh terhadap aktivitas antibakteri dan kelembaban kulit, dengan formulasi paling seimbang diperoleh pada penambahan Aloe vera sebesar 25% sehingga berpotensi dikembangkan sebagai hand sanitizer alami yang aman dan efektif berkelanjutan.Hand hygiene is an important preventive measure to reduce the spread of infectious diseases, especially in children who have high activity levels and are more vulnerable to microbial exposure. Alcohol-based hand sanitizers are widely used due to their practicality and effectiveness; however, repeated use may cause skin dryness, irritation, and discomfort. Therefore, safer and more skin-friendly natural alternatives are needed. This study aimed to determine the effect of Aloe vera concentration variations (0%, 25%, and 50%) in hand sanitizer formulations based on betel leaf (Piper betle L.) extract on antibacterial activity and skin moisture. This research employed an experimental method using a Completely Randomized Design (CRD) with three treatments: P0 without Aloe vera addition, P1 with 25% Aloe vera, and P2 with 50% Aloe vera. Antibacterial activity was evaluated using the bread-contact test by observing fungal growth on bread media, while skin moisture was assessed descriptively after hand sanitizer application. The results showed that formulations P0 and P1 exhibited the best antibacterial effectiveness, classified as effective, indicated by minimal fungal growth. In contrast, formulation P2 demonstrated reduced antibacterial effectiveness due to the higher concentration of Aloe vera. In terms of skin moisture, P2 provided the highest hydration level and was able to maintain skin moisture for a longer duration compared to the other treatments. These findings indicate that Aloe vera concentration variations significantly affect both antibacterial activity and skin moisture. Overall, the most balanced formulation was achieved with the addition of 25% Aloe vera, as it maintained effective antibacterial properties while providing adequate skin hydration
KINERJA PERUSAHAAN DITINJAU DARI STRUKTUR MODAL, UKURAN PERUSAHAAN DAN AGENCY COST SEBAGAI INTERVENING VARIABEL
The purpose of this study is to determine the effect of capital structure and firm size on company performance, with agency cost as an intervening variable, in the food and beverage sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the period 2014 to 2018. This research is quantitative in nature, using a population of food and beverage sector companies listed on the IDX from 2014 to 2018, with a sample of 14 companies. Data analysis was conducted using descriptive statistics and multiple regression analysis, with data testing assisted by IBM SPSS 21 software. The results of this study indicate that capital structure, firm size, and agency cost together affect company performance. Capital structure and firm size jointly have a significant effect on agency cost. Capital structure has a negative and significant effect on agency cost, while firm size does not have a significant effect on agency cost. Capital structure has a positive and significant effect on company performance. Firm size does not have a significant effect on company performance, and agency cost has a negative and significant effect on company performance.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari struktur modal ukuran perusahaan dan agency cost sebai intervening variabel terhadap kinerja perusahaan sektor food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014 sampai 2018. Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat kuantitatif dengan populasi perusahaan sektor food and baverage yang terdaftar di BEI tahun 2014 sampai 2018 dengan sampel sebanyak 14 perusahaan sektor food and baverage. Analisis data dilakukan dengan metode descriptive statistic dan analisis regresi berganda, pengujian data dilakukan dengan dibantu oleh Program SPSS IBM 21. Penelitian ini menunjukan bahwa bersama-sama struktur modal, ukuran perusahaan dan agency cost berpengaruh terhadap kinerja perusahaan, struktur modal dan ukuran perusahaan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap agency cost, struktur modal berpengaruh negatif dan sifnifikan terhadap agency cost,ukuran perusahaan tidak berpengaruh sifnifikan terhadap agency cost, struktur modal berpengaruh positif dan sifnifikan terhadap kinerja perusahaan, ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan, agency cost berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan
GRATITUDE AS A PREDICTOR OF SENSE OF SCHOOL BELONGING IN SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS
Pentingnya Sense of School Belonging di sekolah dalam kehidupan siswa memiliki pengaruh positif, memacu perkembangan empati, optimisme, harga diri, dan perasaan bahagia secara subjektif. Namun, kenyataannya, ketika siswa merasa kurang memiliki SoSB, hal ini dapat menyebabkan munculnya perilaku bermasalah di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, pentingnya peran kebersyukuran dalam diri setiap individu untuk meningkatkan SoSB siswa tidak dapat diabaikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana sense of school belonging pada siswa SMA dipengaruhi oleh kebersyukuran. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa SMA yang berusia antara 15 hingga 18 tahun, dengan populasi mencapai 225 siswa. Sebanyak 144 siswa SMA dipilih sebagai sampel penelitian, terdiri dari 45 (31,3%) laki-laki dan 99 (68,8%), perempuan, dengan penggunaan teknik simpel random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kebersyukuran yang terdiri dari 11 item (? = 0,78) dan skala sense of school belonging yang terdiri dari 18 item (? = 0,91), yang disebarkan melalui platform Google Form.Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi Linear sederhana, dan hipotesis penelitian mendukung adanya pengaruh positif dan signifikan secara statistik antara kebersyukuran terhadap sense of school belonging, nilai thitung = 7.857 ? 1.976 = Ttabel dan (p ? 0.01) dengan koefisien determinasi R2 sebesar 30,3%. Disimpulkan bahwa kebersyukuran berpengaruh secara positif sebesar 30,3% terhadap sense of school belonging pada siswa SMA, sementara sisanya dipengaruhi oleh variable lain yang tidak termasuk dalam penelitian.The value of a school sense Students' sense of belonging at school positively impacts their lives, encouraging the growth of empathy, optimism, self-worth, and subjective happiness. However, in reality, when students feel a lack of SoSB, this can lead to the emergence of problematic behaviour in the school environment. Therefore, the importance of gratitude in each individual to improve students' SoSB must be addressed. This research aims to determine how thankfulness influences high school students' feelings of belonging. With a population of 225 individuals, the study's participants were high school students between 15 and 18. With a straightforward random sampling approach, 144 high school students 45 (31.3%) boys and 99 (68.8%) females were chosen to make up the research sample. The gratitude scale, with 11 items (? = 0.78), and the sense of school belonging scale, with 18 items (? = 0.91), were the instruments utilized in this study. They were distributed via the Google Form platform. Data analysis was conducted using simple Linear regression, and the research hypothesis supports the existence of a positive and statistically significant influence between gratitude on the sense of school belonging, the value of count = 7.857 ? 1.976 = Ttable and (p ? 0.01) with a coefficient of determination R2 of 30.3%. The study concludes that thankfulness influences high school students' sense of school belonging positively by 30.3%; other factors that were not included in the study are responsible for the remaining variation
HUBUNGAN ANTARA SELF-CONCEPT CLARITY DENGAN CELEBRITY WORSHIP PADA USIA REMAJA PENGGEMAR BTS (BANGTAN SONYEONDAN)
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara Self-concept clarity dengan Celebrity worship pada usia remaja penggemar BTS (Bangtan Sonyeondan). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan teknik purposive
sampling, melibatkan 361 orang remaja penggemar BTS berusia 12-18 tahun. Penelitian ini menggunakan skala Self-concept clarity berdasarkan teori oleh Campbell et al., (1996) dan untuk skala Celebrity worship berdasarkan teori Maltby et al., (2006). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dirancang mengukur kedua variabel, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik uji korelasi non-parametrik dengan metode Spearman’s rho. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif yang kuat antara Self-concept clarity dengan Celebrity worship dengan nilai korelasi (r = -0.727) berarti semakin tinggi Self-concept clarity pada remaja penggemar BTS, maka semakin rendah Celebrity worship yang dirasakan begitupun sebaliknya
KONSUMSI MEDIA INSTAGRAM SEBAGAI SUMBER INFORMASI KESEHATAN DALAM PENYEBARAN INFROMASI KESEHATAN STROKE
Social media plays a crucial role in raising public awareness of various health issues. Instagram is a popular social media platform and functions well in disseminating health-related information, including information about stroke. This study aims to determine how Instagram consumption as a source of health information influences the dissemination of stroke information. This study used a qualitative content analysis method on various posts containing information about stroke symptoms, prevention, and initial treatment. The results indicate that Instagram has great potential as a health education medium due to its visual, interactive, and easily accessible nature, which can increase public awareness about stroke. Various features such as feeds, stories, reels, hashtags, direct messages (DM), taplinks, and stickers enable faster and more engaging information delivery. However, the main challenge with information disseminated to a large audience is ensuring its accuracy and credibility. Therefore, it is crucial for users to further improve their digital literacy skills. It is crucial for users to be able to easily and wisely filter the health information they receive.
Keywords: Instagram, Stroke Information, Media Consumption, Social Media, Stroke EducationMedia sosial memainkan peran penting dalam meningkatkan kesadaran publik mengenai berbagai masalah kesehatan, Instagram sebagai salah satu platform media sosial populer dan berfungsi dengan baik dalam menyebarkan informasi terkait kesehatan termasuk mengenai penyakit stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konsumsi Instagram sebagai sumber informasi kesehatan yang berpengaruh terhadap penyebaran informasi penyakit stroke. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif analisis konten terhadap berbagai postingan yang memuat informasi menganai gejala, pencegahan penyakit stroke serta penanganan awal stroke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram memiliki potensi besar sebagai media edukasi kesehatankarena sifatnya yang visual, interaktif, dan mudah diakses serta dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang stroke. Beragam fitur seperti feed, stories, reels, hastag, dm, taplink, dan stikers memungkinkan penyampaian informasi lebih cepat dan menarik. Namun demikian, informasi yang tersebar ke banyak orang tantangan utama adalah memastikan bahwa informasi tersebut akurat dan kredibilitas. Oleh karena itu, penting bagi pengguna untuk lebih meningkatkan kemampuan literasi digital bagi pengguna sangat penting dapat dengan mudah dan bijak dalam menyaring informasi kesehatan yang mereka terima .
Kata Kunci: Instagram, Informasi Stroke, Konsumsi Media, Media Sosial, Edukasi Strok
THE ROLE OF SOCIAL MEDIA OF THE CENTRAL LOMBOK REGENCY TOURISM OFFICE THROUGH INSTAGRAM @GOMANDALIKA IN TOURISM PROMOTION
Pertumbuhan sektor pariwisata di Kabupaten Lombok Tengah memerlukan strategi promosi yang efektif untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah melalui akun Instagram @gomandalika dalam mempromosikan potensi pariwisata daerah. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi konten, serta dokumentasi, dan divalidasi menggunakan teknik triangulasi sumber. Analisis dilakukan berdasarkan model komunikasi pemasaran AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram @gomandalika efektif dalam menarik perhatian dan minat wisatawan melalui konten visual berkualitas yang menampilkan keindahan alam, budaya, serta kegiatan masyarakat lokal. Fitur caption, geotag, highlight, dan interaksi melalui komentar maupun pesan langsung berkontribusi pada tahap pencarian informasi dan pengambilan keputusan wisatawan untuk berkunjung. Selain itu, tingginya aktivitas berbagi konten menunjukkan bahwa akun ini memiliki daya jangkau yang luas dalam membangun promosi partisipatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Instagram @gomandalika tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga sebagai media literasi terpercaya dan sarana interaksi dua arah antara pemerintah dan wisatawan. Dengan demikian, media sosial menjadi instrumen strategis yang efektif dan efisien dalam mendukung pengembangan pariwisata Lombok Tengah di era digital.
Kata Kunci: Media Sosial, Pariwisata, Instagram, Komunikasi Pemasaran, AISAS, Lombok Tengah.This study aims to analyze the role of the Instagram social media account @gomandalika, managed by the Tourism Office of Central Lombok Regency, in promoting tourism. The method used is qualitative with a descriptive approach. Data were collected through in-depth interviews, as well as observation and documentation analysis. The theoretical framework used is the Marketing Communication Theory, specifically the AISAS model (Attention, Interest, Search, Action, Share). The results indicate that the @gomandalika Instagram account plays a significant role as an effective strategic tool for tourism promotion in Central Lombok. The result indicate found that the account successfully attracts attention and interest through engaging visual content, drives users to seek more information and take action by visiting tourist destinations, and encourages sharing of experiences, thereby expanding the reach of promotion. The findings highlight the importance of high-quality visual content, relevant information, and interactive features in influencing tourist decisions and building a positive image for Central Lombok tourism. This study recommends enhancing content quality and interaction to further optimize the account's role in tourism promotion.
Keywords: Social Media Role, Instagram, Tourism Promotion, Central Lombok, AISAS Model