Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
Not a member yet
    2607 research outputs found

    STRUKTURALISME STANTON DALAM KAJIAN BANDINGAN CERITA RAKYAT INDONESIA DAN JEPANG: STUDI KASUS TIMUN MAS DAN MOMOTAR?

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan struktur naratif dan nilai budaya dalam dua cerita rakyat, yaitu Timun Mas dan Momotar? dari Jepang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menerapkan teori struktural Stanton sebagai dasar analisis unsur instrinsik, seperti tokoh, alur, latar, dan amanat. Sumber data utama berupa teks cerita Timun Mas dan Momotar? yang kemudian dianalisis untuk menemukan kesamaan pola naratif serta perbedaan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sementara validitas data diperkuat dengan triangulasi teori dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua cerita memiliki pola struktur yang serupa, namun menonjolkan pesan budaya yang berbeda. Timun Mas lebih menekankan kecerdikan dan perjuangan pribadi tokoh perempuan dalam menghadapi bahaya, sedangkan Momotar? menekankan keberanian kolektif dan kesetiaan terhadap masyarakat. Nilai-nilai moral yang diangkat dalam kedua cerita mencerminkan karakteristik budaya masing-masing dan dapat digunakan sebagai bahan ajar dalam penguatan pendidikan karakter serta pemahaman lintas budaya di bidang sastra

    The Effect of Internet Service Quality on Customer Satisfaction at PT. Telkom Indonesia Surabaya

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas layanan internet terhadap kepuasan pelanggan PT Telkom Indonesia Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, dengan melibatkan 100 responden yang merupakan pelanggan aktif layanan internet PT Telkom Indonesia surabaya. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan mengukur dimensi kualitas layanan, seperti kecepatan akses, keandalan jaringan, dan responsivitas layanan. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda untuk mengevaluasi hubungan antara kualitas layanan dengan tingkat kepuasan pelanggan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas layanan memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Faktor yang paling dominan adalah kecepatan akses, diikuti oleh keandalan jaringan dan responsivitas layanan pelanggan. Ketiga faktor ini memberikan kontribusi yang besar dalam menciptakan pengalaman pelanggan yang positif. Penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa peningkatan kualitas layanan internet dapat secara langsung meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan. Kata Kunci: kualitas layanan, kepuasan pelanggan, internet, Telkom Indonesia SurabayaThis study aims to determine the effect of internet service quality on customer satisfaction of PT Telkom Indonesia Surabaya. This study uses a quantitative approach with a survey method, involving 100 respondents who are active customers of PT Telkom Indonesia Surabaya internet services. Data were collected through questionnaires by measuring dimensions of service quality, such as access speed, network reliability, and service responsiveness. The data analysis technique uses multiple linear regression to evaluate the relationship between service quality and customer satisfaction levels. The results of this study indicate that service quality has a significant effect on customer satisfaction. The most dominant factor is access speed, followed by network reliability and customer service responsiveness. These three factors contribute greatly to creating a positive customer experience. This study provides empirical evidence that improving the quality of internet services can directly increase customer satisfaction levels. Keywords : service quality, customer satisfaction, internet, Telkom Indonesia Surabay

    Integration of Fintech Services in E-Commerce Platforms: Case Study of Paylater Usage in Generation Z

    Get PDF
    The rapid development of Financial Technology (Fintech) services within e-commerce platforms has given rise to various alternative payment methods, notably Paylater, which is increasingly popular among Indonesia's Generation Z. This study aims to analyze the integration of Paylater services in e-commerce, evaluating the driving factors for adoption, risk awareness, and security perceptions from the perspective of Generation Z users in Indonesia. Employing an exploratory qualitative approach through a comprehensive literature review and an online survey of 12 Generation Z respondents, data were descriptively analyzed to delineate usage patterns and service perceptions. Findings indicate that 0% installment promotions, payment flexibility, and easy access are primary drivers of Paylater adoption. While most respondents are aware of additional fees, only a minority fully comprehend the detailed calculations, highlighting a digital financial literacy gap. Service satisfaction levels are notably high, yet security perceptions remain neutral, and personal financial management capabilities are rated as "sufficient". This study underscores the urgent need for deeper digital financial literacy education, enhanced cost transparency, credit limit adjustments, and strengthened security features in Paylater services in Indonesia to foster responsible and sustainable financial behavior among Generation Z.Perkembangan pesat layanan Financial Technology (Fintech) dalam platform e-commerce telah melahirkan berbagai metode pembayaran alternatif, salah satunya Paylater, yang kian populer di kalangan Generasi Z Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi layanan Paylater dalam e-commerce, mengevaluasi faktor pendorong adopsi, pemahaman risiko, dan persepsi keamanan dari sudut pandang pengguna Generasi Z di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif melalui studi literatur komprehensif dan survei daring terhadap 12 responden Generasi Z, data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan pola penggunaan dan persepsi layanan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa promo cicilan 0%, fleksibilitas pembayaran, dan kemudahan akses menjadi faktor utama pendorong penggunaan Paylater. Meskipun mayoritas responden menyadari adanya biaya tambahan, hanya sebagian kecil yang memahami rincian perhitungannya, menunjukkan kesenjangan literasi keuangan digital. Tingkat kepuasan layanan tergolong sangat baik, namun persepsi keamanan masih netral, dan kemampuan pengelolaan keuangan personal berada pada kategori "cukup". Studi ini menekankan urgensi edukasi literasi keuangan digital yang lebih mendalam, peningkatan transparansi biaya, penyesuaian limit kredit, serta penguatan fitur keamanan dalam layanan Paylater di Indonesia untuk mendorong perilaku keuangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di kalangan Generasi Z

    PELATIHAN OPERATOR DESA UNTUK OPTIMALISASI SISTEM INFORMASI DESA (SID) UNTUK MENUJU TERTIB ADMINISTRASI

    Get PDF
    Sistem Informasi Desa (SID) merupakan salah satu inovasi digital yang bertujuan untuk mendukung tata kelola pemerintahan desa yang tertib, efisien, dan berbasis data. Namun, pemanfaatan SID di banyak desa, termasuk Desa Marga Karya, Kecamatn Moyo Hulu Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, masih belum optimal. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan sumber daya manusia, terutama operator desa yang belum memiliki keterampilan teknis memadai dalam pengoperasian sistem tersebut. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas operator desa melalui pelatihan teknis pengelolaan SID guna mendukung terciptanya administrasi pemerintahan desa yang lebih tertib dan akuntabel. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, penyusunan modul pelatihan, pelaksanaan pelatihan secara tatap muka, praktik langsung, simulasi studi kasus, serta pendampingan teknis pascapelatihan. Pelatihan ini mencakup pengenalan fitur SID, input data kependudukan, pengelolaan administrasi pelayanan, serta pengolahan laporan berbasis sistem. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan operator desa dalam mengoperasikan SID, yang ditunjukkan melalui hasil evaluasi dan keaktifan peserta dalam praktik lapangan. Kegiatan ini berkontribusi secara nyata dalam memperkuat tata kelola administrasi desa berbasis teknologi informasi serta membangun kemandirian perangkat desa dalam memanfaatkan SID secara berkelanjutan. Ke depan, pelatihan semacam ini perlu diperluas ke desa-desa lain sebagai bentuk penguatan digitalisasi pemerintahan desa

    PENERAPAN ORANGE DATA MINING UNTUK PEMBELAJARAN SISTEM MANUFAKTUR DISKRIT PADA KASUS KLASIFIKASI DAN KLASTERISASI GAMBAR HEWAN BERBASIS MACHINE LEARNING

    Get PDF
    Politeknik ATI Makassar has introduced technologies such as Artificial Intelligence, Internet of Things, and Big Data Analytics in the Discrete Manufacturing Systems course. This research focuses on the application of Data Science using the Orange Data Mining application for the classification and clustering of animals. The adopted experimental method involves controlling variables by following the CRISP-DM methodology. Evaluation results indicate that the logistic regression model is the best, with an AUC accuracy of 1 and a precision of 0.962. Clustering resulted in two clusters: C1 for cats and C2 for cows, with a silhouette score of 0.145. This research demonstrates the effectiveness of the Orange Data Mining application in teaching discrete manufacturing systems based on machine learning.Politeknik ATI Makassar, melalui pengenalan teknologi seperti Artificial Intelligence, Internet of Things, dan Big Data Analytics dalam mata kuliah Sistem Manufaktur Diskrit. Penelitian ini fokus pada penerapan Data Science dengan menggunakan aplikasi Orange Data Mining untuk klasifikasi dan klasterisasi hewan. Metode eksperimen yang diadopsi melibatkan pengendalian variabel dengan mengikuti metodologi CRISP-DM. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model regresi logistik merupakan yang terbaik dengan akurasi AUC 1 dan presisi 0,962. Klasterisasi menghasilkan dua klaster: C1 untuk kucing dan C2 untuk sapi, dengan nilai silhouette score 0,145. Penelitian ini membuktikan efektivitas aplikasi Orange Data Mining dalam pembelajaran sistem manufaktur diskrit berbasis machine learning

    MEMBENTUK KECERDASAN SPIRITUAL PADA ANAK USIA DINI MELALUI LINGKUNGAN KELUARGA DENGAN PENDEKATAN DEEP LEARNING

    No full text
    This study aims to examine how the formation of spiritual intelligence (SQ) in early childhood can be optimized through the family environment using the deep learning approach as an adaptive and in-depth learning model. The deep learning approach in this context is interpreted as an intensive and layered learning process, involving emotional interactions, spiritual experiences, and repetition in the family that supports the internalization of spiritual values ??in depth in children. The research method used is qualitative with data collection through observation, interviews, and literature studies. The results of the study indicate that a family environment rich in spiritual interactions and emotional guidance can form the foundation of children's spiritual intelligence effectively. The active role of parents in creating meaningful spiritual experiences, providing examples of religious behavior, and building an empathetic learning atmosphere is key to supporting the deep learning process in children. In addition, nutritional factors and stimulation since the womb also contribute to children's readiness to receive and process spiritual learning. This study recommends the application of a deep learning approach in the development of spiritual intelligence in early childhood by strengthening the role of the family as the main environment for spiritual learning. In conclusion, the integration of the deep learning approach with the family environment can improve the quality of spiritual intelligence formation systematically and sustainably.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pembentukan kecerdasan spiritual (SQ) pada anak usia dini dapat dioptimalkan melalui lingkungan keluarga dengan menggunakan pendekatan deep learning sebagai model pembelajaran yang adaptif dan mendalam. Pendekatan deep learning dalam konteks ini diartikan sebagai proses pembelajaran yang intensif dan berlapis, melibatkan interaksi emosional, pengalaman spiritual, dan pengulangan dalam keluarga yang mendukung internalisasi nilai-nilai spiritual secara mendalam pada anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan keluarga yang kaya akan interaksi spiritual dan bimbingan emosional mampu membentuk fondasi kecerdasan spiritual anak secara efektif. Peran aktif orang tua dalam menciptakan pengalaman spiritual yang bermakna, memberikan contoh perilaku religius, serta membangun suasana pembelajaran yang empatik, menjadi kunci dalam mendukung proses deep learning pada anak. Selain itu, faktor nutrisi dan stimulasi sejak masa kandungan juga berkontribusi pada kesiapan anak dalam menerima dan memproses pembelajaran spiritual. Penelitian ini merekomendasikan penerapan pendekatan deep learning dalam pengembangan kecerdasan spiritual anak usia dini melalui penguatan peran keluarga sebagai lingkungan utama pembelajaran spiritual. Kesimpulannya, integrasi pendekatan deep learning dengan lingkungan keluarga dapat meningkatkan kualitas pembentukan kecerdasan spiritual secara sistematis dan berkelanjutan

    PERAN KEPEMIMPINAN SPIRITUAL DAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR DALAM MENINGKATKAN KOMITMEN ORGANISASI: STUDI PSIKOLOGI ORGANISASI PADA GURU SEKOLAH

    No full text
    This study aims to examine how the formation of spiritual intelligence (SQ) in early childhood can be optimized through the family environment using the deep learning approach as an adaptive and in-depth learning model. The deep learning approach in this context is interpreted as an intensive and layered learning process, involving emotional interactions, spiritual experiences, and repetition in the family that supports the internalization of spiritual values ??in depth in children. The research method used is qualitative with data collection through observation, interviews, and literature studies. The results of the study indicate that a family environment rich in spiritual interactions and emotional guidance can form the foundation of children's spiritual intelligence effectively. The active role of parents in creating meaningful spiritual experiences, providing examples of religious behavior, and building an empathetic learning atmosphere is key to supporting the deep learning process in children. In addition, nutritional factors and stimulation since the womb also contribute to children's readiness to receive and process spiritual learning. This study recommends the application of a deep learning approach in the development of spiritual intelligence in early childhood by strengthening the role of the family as the main environment for spiritual learning. In conclusion, the integration of the deep learning approach with the family environment can improve the quality of spiritual intelligence formation systematically and sustainably.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pembentukan kecerdasan spiritual (SQ) pada anak usia dini dapat dioptimalkan melalui lingkungan keluarga dengan menggunakan pendekatan deep learning sebagai model pembelajaran yang adaptif dan mendalam. Pendekatan deep learning dalam konteks ini diartikan sebagai proses pembelajaran yang intensif dan berlapis, melibatkan interaksi emosional, pengalaman spiritual, dan pengulangan dalam keluarga yang mendukung internalisasi nilai-nilai spiritual secara mendalam pada anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan keluarga yang kaya akan interaksi spiritual dan bimbingan emosional mampu membentuk fondasi kecerdasan spiritual anak secara efektif. Peran aktif orang tua dalam menciptakan pengalaman spiritual yang bermakna, memberikan contoh perilaku religius, serta membangun suasana pembelajaran yang empatik, menjadi kunci dalam mendukung proses deep learning pada anak. Selain itu, faktor nutrisi dan stimulasi sejak masa kandungan juga berkontribusi pada kesiapan anak dalam menerima dan memproses pembelajaran spiritual. Penelitian ini merekomendasikan penerapan pendekatan deep learning dalam pengembangan kecerdasan spiritual anak usia dini melalui penguatan peran keluarga sebagai lingkungan utama pembelajaran spiritual. Kesimpulannya, integrasi pendekatan deep learning dengan lingkungan keluarga dapat meningkatkan kualitas pembentukan kecerdasan spiritual secara sistematis dan berkelanjutan

    PERAN IMPOSTOR SYNDROME TERHADAP KESEJAHTERAAN KARYAWAN GENERASI Z

    No full text
    Dalam era modern saat ini, karyawan Generasi Z dihadapkan dengan berbagai tantangan psikologis dalam dunia kerja, salah satunya Impostor Syndrome. Kondisi ini membuat individu merasa ragu terhadap kemampuan diri serta merasa tidak layak meskipun terdapat bukti objektif terkait kemampuannya. Perasaan ragu dan ketidaklayakan ini dapat menghambat karyawan dalam mengekspresikan potensi terbaiknya serta menyebabkan kecemasan dan stres yang berkepanjangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Impostor Syndrome terhadap Kesejahteraan Kerja pada karyawan Generasi Z. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui metode survei, dengan 200 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori kesejahteraan kerja sedang (57,0%) dan mengalami Impostor Syndrome dengan tingkat yang sama (55,0%). Berdasarkan analisis regresi linier sederhana, Impostor Syndrome tidak berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan kerja, dengan p sebesar 0,357 (p > 0,05). Meskipun tidak signifikan secara statistik, Impostor Syndrome tetap dapat berdampak negatif secara psikologis, seperti menurunkan rasa percaya diri, meningkatkan stres, dan mengganggu kepuasan kerja. Temuan ini mengindikasikan bahwa Impostor Syndrome bukanlah faktor yang mempengaruhi kesejahteraan kerja, melainkan faktor lain seperti lingkungan kerja berupa dukungan sosial, dan resiliensi

    MAKNA PESAN MOTIVASI DALAM LIRIK LAGU “PROLOGUE” KARYA AESPA

    No full text
    AESPA is a girl group from South Korea known for their unique concept of a parallel and virtual world. Through their song “Prologue”, AESPA invites listeners to appreciate the uniqueness and potential within themselves. This article aims to analyze the motivational messages contained in the song “Prologue” using Ferdinand de Saussure’s semiotic approach. The song was chosen because it establishes an emotional connection with listeners, particularly regarding self-acceptance and personal growth during the transitional phase into adulthood. Through the analysis of the signifier, signified and signification connections formed in each verse of the song, this article seeks to reveal how individuals confront social pressures, experience confusion about their identity, and strive to understand and accept themselves. A descriptive qualitative method is employed in this study, with data collection techniques including non-participant observation and literature review. The lyrics are analyzed in depth to uncover hidden meanings that may not be immediately apparent. The result of the analysis indicate that “Prologue” conveys several motivational messages, such as the importance of accepting oneself as they are, avoiding comparisons with others, and having the courage to live according to one’s own values and pace. The song also communicates that feeling lost and confused is a natural part of life, and that such experiences contribute to the formation character and mental strength. Ultimately, “Prologue” encourages listeners to embrace imperfection, view life as a valuable journey, and see self-acceptance as the foundation for personal development. The song offers mental reinforcement and emotional encouragement, positioning music not merely as entertaiment, but as an inspirational medium capable of fostering self-awareness and motivation.   Keywords: Song Lyrics, AESPA, Motivation, Semiotics, Self-cceptance and Self-developmentAESPA merupakan girl group dari Korea Selatan yang dikenal dengan konsep dunia pararel dan virtual. Melalui lagu “Prologue”, AESPA mengajak pendengarnya untuk menghargai keistimewaan dan potensi unik yang dimiliki setiap orang. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis makna pesan motivasi yang terkandung dalam lagu “Prologue” menggunakan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure. Lagu ini dipilih karena memiliki komunikasi emosional dengan pendengar terkait proses penerimaan diri dan pengembangan diri pada masa peralihan menuju kedewasaan. Melalui analisis terhadap hubungan penanda (signifier), petanda (signified) dan signifikasi (signification) dibentuk dalam setiap bait lagu, artikel ini mengungkapkan bagaimana seseorang menghadapi tekanan sosial, merasa bingung akan jati diri serta usahanya untuk memahami dan menerima dirinya sendiri. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data terdiri dari observasi nonpartisipan dan studi pustaka. Data analisis secara mendalam untuk menemukan makna tersembunyi dalam lirik lagu. Hasil analisis menunjukkan bahwa lagu “Prologue” memuat pesan motivasi, seperti untuk menerima diri sendiri apa adanya, tidak membandingkan hidup dengan orang lain, dan berani menjalani hidup dengan cara serta langkah yang sesuai dengan diri sendiri. Lagu ini juga menyampaikan bahwa merasa tersesat dan bingung adalah hal yang wajar dalam hidup, karena hal itu membantu membentuk karakter dan kekuatan mental seseorang. Melalui lagu “Prologue” mengajak pendengarnya untuk merangkul tidak sempurnaan dengan melihat proses kehidupan sebagai perjalanan yang berharga dan menjadikan penerimaan diri sebagai landasan menuju pengembangan diri. Lagu ini memberikan penguatan mental serta dorongan semangat untuk tetap berkembang, dan menjadikan musik bukan hanya sebagai hiburan, tetapi sarana inspiratif yang mampu membentuk kesadaran diri dan motivasi.   Kata Kunci: Lirik Lagu, AESPA, Motivasi, Semiotika, Penerimaan Diri dan Pengembangan Dir

    Pengaruh Tingkah Laku Seksual Terhadap Kualitas Spermatozoa Sapi Bali di Balai Inseminasi Buatan Daerah Provinsi NTB

    No full text
    This study aims to determine the effect of sexual behavior on the quality of Balinese cattle spermatozoa at the Regional Artificial Insemination Center of West Nusa Tenggara Province. Evaluation of semen quality was done macroscopically including the total volume of spermatozoa and microscopically including motility and concentration of spermatozoa. The analytical method used was descriptive method and analyzed using multiple linear regression analysis. The results showed that the highest value of sexual behavior (reaction time) was found in Baros males 0.67 ± 0.36 minutes, while the highest sexual behavior (ejaculation time) was found in Baros males with a length of 0.58 ± 0.33 minutes. The average value of the highest spermatozoa volume was found in Summarose stud 5.12 ± 0.79 ml, the average value of spermatozoa motility was highest in Baros stud 65.83 ± 4.92% and the average value of spermatozoa concentration was highest in Baros stud 1.236 ± 111.63 x 106 / ml. The results of the analysis showed an effect with a sig value (0.02) of sexual behavior on the volume of spermatozoa of Balinese cows, while the results of the analysis of sexual behavior on motility and concentration of spermatozoa had no effect with a sig value (0.259) and (0.214) on Balinese cows in the Regional Artificial Insemination Center of West Nusa Tenggara Province.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkah laku seksual terhadap kualitas spermatozoa sapi bali di Balai Inseminasi Buatan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Evaluasi kualitas semen dilakukan secara makroskopis meliputi jumlah volume spermatozoa dan secara mikroskopis meliputi motilitas dan konsentrasi spermatozoa. Metode analisis yang digunakan yaitu metode deksriptif dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan nilai tingkah laku seksual (waktu reaksi) tertinggiterdapat pada pejantan Baros 0,67±0,36 menit sedangkan tingkah laku seksual (waktu ejakulasi) tertinggi terdapat pada pejantan Baros dengan lama 0,58±0,33 menit. Nilai rata-rata volume spermatozoa tertinggi terdapat pada pejantan Summarose 5,12±0,79 ml, nilai rata-rata motilitas spermatozoa tertinggi terdapat pada pejantan Baros 65,83±4,92% dan nilai rata-rata konsentrasi spermatozoa tertinggi terdapat pada pejantan Baros 1,236±111,63 x 106/ml. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh dengan nilai sig (0,02) tingkah laku seksual terhadap volume spermatozoa sapibali, sedangkan hasil analisis tingkah laku seksual terhadap motilitas dan konsentrasi spermatozoa tidak terdapat pengaruh dengan nilai sig (0,259) dan (0,214) pada sapibali di Balai Inseminasi Buatan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat

    1,282

    full texts

    2,607

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇