Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
Not a member yet
2607 research outputs found
Sort by
SISTEM PAKAR PENENTUAN POSISI PEMAIN SEPAK BOLA MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING
Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem pakar untuk menentukan posisi ideal pemain sepak bola berdasarkan analisis keterampilan teknik, kondisi fisik, serta aspek mental pemain menggunakan metode forward chaining. Permasalahan yang diangkat adalah ketidaktepatan penempatan posisi pemain akibat penilaian subjektif pelatih tanpa dasar objektif. Sistem ini menggunakan data spesifik berupa 33 parameter keterampilan yang terbagi menjadi tiga kategori utama yaitu technical skill, physical skill, dan mental skill. Aturan (rule base) yang disusun mencocokkan kombinasi kemampuan dengan posisi ideal pemain dari kiper hingga penyerang. Sistem dikembangkan menggunakan pendekatan SDLC model Waterfall dan diimplementasikan berbasis web menggunakan framework Laravel. Hasil validasi menunjukkan tingkat akurasi sistem sebesar 81,8%, presisi 100%, dan F1-score 83,3%. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem mampu memberikan rekomendasi posisi pemain secara objektif, logis, dan terstruktur. Namun demikian, sistem masih bergantung pada kelengkapan data input dan aturan yang disusun dalam basis pengetahuan. Pengembangan lebih lanjut dapat dilakukan dengan menambahkan metode fuzzy logic untuk menangani ketidakpastian dalam penilaian, serta memperluas cakupan sistem ke berbagai kelompok umur dan level kompetisi
PERBANDINGAN ALGORITMA MACHINE LEARNING DALAM PREDIKSI TINGKAT BURNOUT PADA DATASET KESEHATAN PEKERJA REMOTE
Burnout merupakan kondisi kelelahan fisik dan emosional yang disebabkan oleh stres kerja berkepanjangan dan berulang, terutama dialami oleh pekerja dengan sistem kerja remote. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan performa dua algoritma machine learning, yaitu Naive Bayes dan Neural Network, dalam memprediksi tingkat burnout berdasarkan data kesehatan pekerja remote. Data yang digunakan bersumber dari situs Kaggle dan terdiri dari 1.114 entri dengan 10 atribut yang mencakup usia, jenis kelamin, pengaturan kerja, jam kerja per minggu, status kesehatan mental, hingga tingkat burnout. Data diuji menggunakan proses klasifikasi setelah melalui tahapan preprocessing, seperti pembersihan data, penanganan nilai hilang, transformasi kategori ke numerik, dan pembagian data menjadi training dan testing dengan rasio 70:30. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa algoritma Neural Network unggul secara signifikan dengan akurasi mencapai 98,34%, precision dan recall di atas 98% untuk semua kelas, serta F1-score yang sangat tinggi dan seimbang. Sementara itu, Naive Bayes hanya menghasilkan akurasi sebesar 45,84% dan menunjukkan kinerja yang tidak stabil antar kelas. Temuan ini menunjukkan bahwa Neural Network lebih tepat digunakan dalam pemodelan prediksi burnout yang melibatkan data dengan hubungan non-linear dan kompleks. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan sistem deteksi dini burnout berbasis kecerdasan buatan untuk mendukung kesehatan mental pekerja remote
SISTEM DETEKSI SKIN CONDITIONS BERDASARKAN CITRA GAMBAR MENGGUNAKAN METODE CNN DAN DETEKSI TEPI
Masalah kulit wajah seperti jerawat, flek hitam, dan keriput merupakan kondisi umum yang sering memengaruhi kepercayaan diri seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem deteksi otomatis berbasis citra gambar yang mampu mengidentifikasi jenis kondisi kulit wajah dan menilai tingkat keparahannya. Metode Convolutional Neural Network (CNN) digunakan untuk mengklasifikasikan gambar wajah ke dalam tiga kategori utama, yaitu jerawat, flek, dan keriput. Sementara itu, metode deteksi tepi digunakan untuk menghitung persentase area kulit yang terdampak, yang menjadi dasar dalam menentukan tingkat keparahan (normal, ringan, sedang, dan parah). Dataset terdiri dari 100 gambar wajah yang dibagi menjadi data pelatihan dan pengujian. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan akurasi signifikan, dari 27,78% pada awal epoch hingga mencapai 100% pada epoch ke-15. Evaluasi sistem terhadap 40 gambar uji menunjukkan performa klasifikasi yang sangat baik, dengan akurasi tinggi dan hasil estimasi keparahan yang konsisten. Sistem ini juga dilengkapi dengan antarmuka pengguna grafis (GUI) yang memudahkan pengguna dalam mengunggah gambar dan memperoleh hasil analisis secara langsung. Kombinasi metode CNN dan deteksi tepi terbukti efektif dalam menciptakan sistem yang cepat, akurat, dan informatif untuk mendukung diagnosis awal kondisi kulit wajah secara otomatis
PENERAPAN K-MEANS CLUSTERING UNTUK MENGELOMPOKKAN HERO META BERDASARKAN STATISTIK PERMAINAN MOBILE LEGENDS
Mobile Legends: Bang Bang adalah game MOBA yang berkembang pesat, yang memperkenalkan banyak hero baru setiap tahun dan secara dinamis mengubah performanya, sehingga menyulitkan pemain untuk memahami meta. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan hero berdasarkan tiga ukuran statistik, yaitu pick rate, win rate, dan ban rate, menggunakan algoritma K-Means Clustering. Data dikumpulkan melalui web scraping dari halaman web resmi Mobile Legends, diproses dan dianalisis berdasarkan pendekatan unsupervised clustering. Hasil penelitian menghasilkan tiga klaster hero dengan karakteristik yang berbeda: Hero META, Hero Situasional, dan Hero Non-META. Evaluasi pendekatan klaster menggunakan Silhouette Score sebesar 0,53 untuk K-Means, yang menunjukkan kualitas klaster yang relatif baik dalam hal pemisahan. Selain itu, algoritma Gaussian Mixture Model alternatif telah digunakan sebagai perbandingan, yang menunjukkan Silhouette Score sebesar 0,41. Telah diidentifikasi bahwa K-Means berkinerja lebih baik dalam menyediakan klaster klasifikasi eksplisit, sementara GMM telah menunjukkan kinerja yang lebih baik jika datanya tidak terlalu jelas. Pengetahuan ini diharapkan dapat membantu pemain, pelatih, dan analis strategi untuk membuat keputusan taktis berdasarkan data dan menjadi dasar untuk pengembangan sistem rekomendasi hero yang adaptif
Efektivitas Lean Logistik Pada Pengelolaan Stok Barang Pada Studi Kasus UMKM “Hoslindshop’’
UMKM Hoslindshop yang bergerak di bidang penjualan pakaian muslim menghadapi permasalahan overstock dan produk rusak akibat pengelolaan stok yang kurang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemborosan (waste) yang terjadi serta menganalisis strategi lean logistik yang tepat untuk meningkatkan efisiensi operasional. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan data dokumentasi, serta penerapan metode PDCA, 5S, dan Lean Six Sigma (DMAIC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis waste utama yaitu waste of waiting, inventory, dan defect. Strategi lean seperti kaizen, pengelolaan stok berbasis Just-In-Time, dan digitalisasi inventaris berhasil meningkatkan efisiensi, mengurangi pemborosan, dan menjaga kualitas produk. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan lean logistik memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya, dan meningkatkan kepuasan pelanggan di UMKM Hoslindshop.
Hoslindshop, a micro, small, and medium enterprise engaged in selling Muslim clothing, faces issues of overstock and product defects due to ineffective inventory management. This study aims to identify existing waste and analyze suitable lean logistics strategies to improve operational efficiency. A qualitative approach was used, involving literature review and documentation analysis, supported by the application of PDCA, 5S, and Lean Six Sigma (DMAIC) methods. The results revealed three main types of waste: waiting, inventory, and defects. Lean strategies such as kaizen, Just-In-Time inventory management, and digital inventory systems effectively increased efficiency, reduced waste, and maintained product quality. The study concludes that lean logistics implementation provides significant benefits in enhancing operational efficiency, lowering costs, and improving customer satisfaction in Hoslindshop’s operation
Analisis Mitigasi Risiko K3 Pada Produksi Batu Bata Menggunakan Metode JSA Dan HOR (Studi Kasus: UD. Sejati)
Sejati merupakan bidang usaha industri kecil yang bergerak di pembuatan batu bata merah yang terletak di Dusun Nijang, RT 1/ RW 4, Kecamatan. Uter Iwes, Kabupaten. Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat. UD. Sejati dapat memproduksi batu bata merah mencapai 500-1000 biji/hari. Dilakukannya penelitian ini bertujuan menganalisis mitigasi risiko kesehatan dan keselamatan kerja (K3) agar dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja pada proses produksi batu bata merah. Metode yang digunakan yairu metode Job safety analysis (JSA) merupakan untuk mengidentifikasi bahaya pada suatu Iingkungan kerja serta penanggulangan untuk mencegah penyakit atau kecelakaan yang ditimbulkan dari suatu pekerjaan. Dan metode House Of Risk (HOR) merupakan salah satu metode yang memiliki fokus pada tindakan pencegahan yaitu mengurangi kemungkinan terjadinya agen risiko, dimana HOR terbagi menjadi 2 tahapan. HOR tahap 1 yang mencakup penilaian dari potensi bahaya yang sudah diperoleh menggunakan perhitungan aggregate risk potential (ARP) untuk mengetahui agen prioritas, kemudian HOR 2 yaitu untuk pemberian mitigasi terhadap risiko prioritas yang telah ditemukan. Hasil penelitian dengan menggunakan metode JSA menunjukkan terdapat 16 potensi bahaya dari 15 aktivitas pekerjaan kecil yang dihadapi pekerja seperti mata iritasi terkena debu sekam, gangguan pernafasan, tergelincir, terkena percikan api dan lain-lain. Pada HOR 1 terdapat 7 risiko prioritas yang perlu dilakukan penanganan lebih lanjut diantaranya pada A15, A13, A5, A14, A8, A12, A7. Dan pada HOR 2 terdapat 13 strategi mitigasi dari 7 risk agent prioritas. Dengan mempertimbangkan keefektifan dari aksi mitigasi dalam penerapannya menggunakan nilai ETDk dari yang tertinggi yaitu pada PA2 dengan nilai sebesar 1283,25.UD. Sejati is a small business in Nijang Hamlet, Uter Iwes District, Sumbawa Besar, West Nusa Tenggara, which produces 500-1000 red bricks per day. This study aims to analyze the mitigation of occupational health and safety (K3) risks so that work accidents in the production process can be minimized. The study uses two main methods: Job Safety Analysis (JSA) to identify hazards in the work environment and their preventive measures. House of Risk (HOR) focuses on prevention with two stages. HOR 1 assesses potential hazards using (ARP) to determine priority risk agents. HOR 2 designs mitigation for these priority risks. The results of the study with JSA found 16 potential hazards from 15 work activities, such as eye irritation due to rice husk dust, respiratory problems, slipping, and exposure to sparks. Meanwhile, HOR 1 identified 7 priority risks (A15, A13, A5, A14, A8, A12, A7) that require further handling. In HOR 2, 13 mitigation strategies were obtained from 7 main risk agents, with the strategy priority based on the highest ETDk value, namely PA2 at 1283.25. This approach ensures effective and efficient mitigation in reducing OHS risks at UD. Sejati
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN COMPUTER BASED TEST (CBT) TERHADAP ASESMEN HASIL BELAJAR SISWA DI SMPN 2 BUER
ABSTRACT
To facilitate teachers in the evaluation and assessment process, innovation is needed in evaluation and assessment. One of them is by utilizing technology in the form of Computer Based Test (CBT) assessment so that it can provide convenience for teachers to conduct assessments in schools objectively, accountably, informatively, and quickly. The purpose of this study is to determine the implementation of Computer Based Test (CBT)-based learning assessments at SMP Negeri 2 Buer which is reviewed from the infrastructure, students, and implementation mechanisms and how effective it is on student learning outcomes. This study uses a quantitative approach. Quantitative research methods are one type of research whose specifications are systematic, planned, and clearly structured from the beginning to the creation of the research design. The implementation of assessments using Computer Based Tests (CBT) at SMP Negeri 2 Buer has been running very well and provides convenience for teachers, students and schools in obtaining student learning outcomes effectively and efficiently.
Keywords; Effectiveness; Use; Assessment; Learning outcomes; Computer Based Test
ANALISIS IMPLEMENTASI INOVASI KEBIJAKAN PERENCANAAN DI PEMERINTAHAN DAERAH
ABSTRACT
The aim of this research is to analyze the implementation of planning policy innovation in the local government of Sumbawa Regency, specifically related to the implementation of the Regional Government Information System (SIPD) in the Bappeda of Sumbawa Regency. This study focuses on the execution of SIPD using the implementation framework of George Edward III, which includes four key indicators: resources, communication, disposition, and bureaucratic structure.The research method used is descriptive quantitative. The research population consists of all Subdivision Heads of Planning (Kasubag Perencanaan) and one staff member from each Regional Work Unit (SKPD) in Sumbawa Regency. The sampling technique used is a census, involving 50 the population as respondents. Data collection was conducted through questionnaires and literature studies. The results of the study show that the implementation of SIPD at Bappeda Sumbawa Regency has not
met the target set by the researcher of 70%, with a success rate of 61.7%, based on hypothesis testing using a one-sample t-test.
Keywords: Regulations, System, Information, Development, Region
DEVELOPMENT STRATEGIES FOR MSMES FOSTERED BY PT PLN (PERSERO) THROUGH RUMAH BUMN SUMBAWA IN SUMBAWA REGENCY
This study aims to analyze the management strategy of Rumah BUMN Sumbawa in the development of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) fostered by PT PLN (Persero) in Sumbawa Regency. MSMEs play a crucial role in the national economy but continue to face various challenges, particularly in managerial aspects, market access, business legality, and the adoption of digital technologies. As part of the Corporate Social and Environmental Responsibility (TJSL) program, Rumah BUMN serves as a platform for capacitybuilding and mentoring to enhance the competitiveness of local MSMEs. This research adopts a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The primary informant was the Head of Rumah BUMN Sumbawa, selected purposively. To ensure data validity, the researcher employed source and technique triangulation. The findings reveal that the management strategy of Rumah BUMN Sumbawa is implemented through four core management functions: (1) Planning, conducted systematically and participatively based on Key Performance Indicators (KPIs) and the actual needs of MSMEs through digital surveys; (2) Organizing, involving a clear organizational structure, specific task delegation, and structured implementation of Standard Operating Procedures (SOPs); (3) Leading, characterized by a participative leadership style and open team communication; and (4) Controlling, carried out through both formal (quarterly) and informal (daily) evaluations, based on MSME program performance indicators such as Go Digital, Go Modern, and Go Global. The integrated application of these four management functions has proven effective in improving the capacity, legality, and competitiveness of the supported MSMEs
IMPLEMENTATION OF KOLO GAME TO IMPROVE ARITHMETIC SKILLS OF THE STUDENTS OF NATIONAL ELEMENTARYSCHOOL 9 TALIWANG
Preliminary observations indicated that students at Sekolah Dasar Negeri (SDN) 9 Taliwang faced difficulties in performing basic arithmetic operations. Previous studies have shown that the use of games in learning can enhance students’ motivation and interest in academic subjects. Based on this premise, the traditional game kolo, which is popular among children, was utilized as a learning tool in the school.This study aims to analyze the implementation of the kolo game and to assess its impact on improving students’ arithmetic skills at SDN 9 Taliwang. A case study method with qualitative analysis was employed.The findings reveal that the kolo game has a positive impact on enhancing students’ arithmetic skills. However, its effectiveness in fostering a deeper understanding of mathematical concepts such as addition and subtraction still requires further reinforcement. Therefore, elementary school teachers may consider incorporating the kolo game as an alternative creative and meaningful instructional method. To optimize its use in improving arithmetic skills, systematic instructional design and teacher training in managing and evaluating the learning process are necessary. Keywords: Kolo Game, Contextual Learning, Numeracy Skills, Student Characte