Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
Not a member yet
2607 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI KEUANGAN BERBASIS WEB MOBILE DENGAN METODE WATERFALL PADA USAHA KENZY TOYS
Kenzy Toys merupakan usaha ritel yang bergerak dalam penjualan mainan anak-anak. Proses pencatatan transaksi dan pengelolaan keuangan sebelumnya masih dilakukan secara manual, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahan dalam pencatatan laba, perhitungan gaji, dan pengelolaan data karyawan. Untuk meningkatkan efektivitas dan akurasi pengelolaan data, dikembangkan sistem informasi keuangan berbasis web dan mobile yang terintegrasi dengan basis data cloud menggunakan Supabase sebagai media penyimpanan. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan sistem model Waterfall, yang terdiri dari tahap analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, dan pengujian. Aplikasi mobile dikembangkan dengan Flutter, sedangkan aplikasi web menggunakan Next.js dan TypeScript. Sistem yang dihasilkan dilengkapi dengan fitur pencatatan pembelian, penjualan, pengeluaran, dan pemasukan, serta penggajian otomatis yang terintegrasi dengan payment gateway Xendit. Hasil pengujian dengan metode black box menunjukkan seluruh fitur berjalan sesuai fungsi yang diharapkan. Berdasarkan hasil tersebut, sistem ini dinilai mampu membantu pemilik usaha dalam mengelola keuangan, memantau aktivitas karyawan, dan menyusun laporan keuangan secara lebih efisien dan terstruktur
Grow-Out Technique of Vannamei Shrimp (Litopenaeus vannamei) at PT. Kebayoran Prima Bahari, Sumbawa
Budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) mengalami perkembangan pesat seiring meningkatnya permintaan pasar dan keterbatasan lahan, sehingga mendorong penerapan sistem budidaya intensif berbasis teknologi, manajemen pakan, serta pengelolaan kualitas lingkungan yang terkontrol. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengevaluasi teknik pembesaran udang vaname yang diterapkan di PT. Kebayoran Prima Bahari, Desa Empan, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, serta menilai kinerja budidaya berdasarkan parameter biologis dan kualitas air. Penelitian dilaksanakan pada Juli-Agustus 2024 menggunakan metode observasi lapangan dengan analisis deskriptif terhadap parameter pertumbuhan berat mutlak, laju pertumbuhan spesifik (SGR), tingkat kelangsungan hidup (SR), Feed Conversion Ratio (FCR), efisiensi pakan (EP), serta kualitas air (suhu, pH, salinitas, oksigen terlarut, kecerahan, dan amonia). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan menerapkan rangkaian manajemen budidaya yang terstruktur, meliputi persiapan kolam, penggunaan benih bersertifikasi SPF stadia PL12, aklimatisasi sebelum penebaran, kepadatan tebar 125–200 ekor/m², manajemen pakan berbasis blind feeding dan automatic feeder, aplikasi probiotik, serta pengelolaan kualitas air dan limbah tambak secara berkelanjutan. Parameter kualitas air selama pemeliharaan berada dalam kisaran optimal sesuai standar nasional dan rekomendasi FAO. Kinerja biologis menunjukkan hasil yang baik dengan nilai SGR 4,08%/hari, FCR 0,75, efisiensi pakan 132%, dan SR mencapai 90% selama 30 hari pemeliharaan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa integrasi penggunaan benih berkualitas, teknologi pakan presisi, biosekuriti, probiotik, serta manajemen kualitas air yang stabil efektif mendukung keberhasilan pembesaran udang vaname dan selaras dengan prinsip budidaya berkelanjutan.This study aims to identify the technique of vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei) grow-out at PT. Kebayoran Prima Bahari, Sumbawa. This activity was conducted through a two-month internship. The method used was participatory observation and documentation. The results showed that the grow-out process includes pond preparation, seed stocking, maintenance, water quality management, feeding, and harvesting. Feeding was carried out using blind feeding and automatic feeders by calculating the Feed Conversion Ratio (FCR) and Survival Rate (SR). The grow-out result showed a survival rate of 85% and an FCR of 1.4. Thus, the applied technique is proven effective and efficient
WORKSHOP PEMASARAN ONLINE MELALUI LIVE STREAMING UNTUK KOMUNITAS MUSLIMAH ENTERPRENEUR KABUPATEN PURBALINGGA
Live streaming merupakan sebuah strategi bisnis yang memungkinkan penjual dan pembeli bertemu di ruang digital untuk berinteraksi. Kemampuan berkomunikasi dan keterampilan menggunakan peralatan menjadi faktor kunci dalam menarik audiens. Komunitas Muslimah Enterpreneur Kabupaten Purbalingga merupakan sebuah wadah yang memfasilitasi pelaku bisnis dan UMKM untuk bertumbuh dan berkembang bersama melalui dialog yang dilakukan secara berkala. Kebutuhan komunitas tersebut salah satunya adalah peningkatan kemampuan dalam melakukan live streaming saat berkomunikasi dan berjualan. Tim pengabdian merangkum kegiatan tersebut melalui metode workshop bersama para anggota komunitas untuk praktik bersama-sama. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kepercayaan diri para anggota komunitas dan lebih matang dalam mempersiapkan kebutuhan ketika akan melakukan live streaming. Hasilnya selain memberikan buku panduan yang dirumuskan oleh tim pengabdian, kegiatan ini meningkatkan animo anggota untuk terus mengembangkan diri untuk makin mampu dan mahir dalam berinteraksi dengan audiens atau pembeli di ruang digital.Live streaming merupakan sebuah strategi bisnis yang memungkinkan penjual dan pembeli bertemu di ruang digital untuk berinteraksi. Kemampuan berkomunikasi dan keterampilan menggunakan peralatan menjadi faktor kunci dalam menarik audiens. Komunitas Muslimah Enterpreneur Kabupaten Purbalingga merupakan sebuah wadah yang memfasilitasi pelaku bisnis dan UMKM untuk bertumbuh dan berkembang bersama melalui dialog yang dilakukan secara berkala. Kebutuhan komunitas tersebut salah satunya adalah peningkatan kemampuan dalam melakukan live streaming saat berkomunikasi dan berjualan. Tim pengabdian merangkum kegiatan tersebut melalui metode workshop bersama para anggota komunitas untuk praktik bersama-sama. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kepercayaan diri para anggota komunitas dan lebih matang dalam mempersiapkan kebutuhan ketika akan melakukan live streaming. Hasilnya selain memberikan buku panduan yang dirumuskan oleh tim pengabdian, kegiatan ini meningkatkan animo anggota untuk terus mengembangkan diri untuk makin mampu dan mahir dalam berinteraksi dengan audiens atau pembeli di ruang digital
PENINGKATAN ETOS KERJA GURU DAN STAF MELALUI BIMBINGAN TEKNIS DI SMAN 4 SUMBAWA DALAM ERA 4.0 DAN SOCIETY 5.0
Salah satu pilar utama dalam pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas adalah pendidikan. Dalam konteks ini, khususnya mengingat tantangan era 4.0 dan Society 5.0, maka peningkatan etos kerja guru dan staff di SMA Negeri 4 Sumbawa menjadi penting. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas melalui pelatihan bimbingan teknis yang dilaksanakan dalam meningkatkan etos kerja guru dan staf. Metode yang digunakan adalah pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap peserta sebelum dan sesudah kegiatan bimbingan teknis. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman terkait etos kerja yang dibuktikan dengan grafik perbandingan hasil pre-test dan post-test. Dengan mempertimbangkan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang ada, analisis SWOT diterapkan untuk merencanakan dan melaksanakan kegiatan. Temuan kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan yang dilaksanakan berhasil meningkatkan pemahaman etos kerja guru dan staf sehingga berdampak pada kualitas pendidikan di SMUN 4 Sumbawa. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain untuk meningkatkan etos kerja di era digital.Salah satu pilar utama dalam pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas adalah pendidikan. Dalam konteks ini, khususnya mengingat tantangan era 4.0 dan Society 5.0, maka peningkatan etos kerja guru dan staff di SMUN 4 Sumbawa menjadi penting. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas melalui bimbingan teknis yang dilaksanakan dalam meningkatkan etos kerja guru dan staf. Metode yang digunakan adalah pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap peserta sebelum dan sesudah kegiatan bimbingan teknis. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman terkait etos kerja yang dibuktikan dengan grafik perbandingan hasil pre-test dan post-test. Dengan mempertimbangkan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang ada, analisis SWOT diterapkan untuk merencanakan dan melaksanakan kegiatan. Temuan kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan yang dilaksanakan berhasil meningkatkan pemahaman etos kerja guru dan staf sehingga berdampak pada kualitas pendidikan di SMUN 4 Sumbawa. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain untuk meningkatkan etos kerja di era digital
PERUBAHAN PERILAKU SOSIAL ANAK USIA DINI SEBAGAI DAMPAK PEMBATASAN GADGET OLEH ORANGTUA DI LOMBOK TIMUR
Children's dependence on gadgets is a crucial issue that affects their social and emotional development. This study aims to examine changes in the social behavior of two children in East Lombok initials R (6 years old) and F (8 years old) following a six-month intervention involving the restriction of gadget use. This research employed a descriptive qualitative approach, using direct observation and semi-structured interviews with parents. The researcher also acted as an active observer, providing suggestions to parents regarding the regulation of their children's gadget use. The findings revealed that during the first month, the children exhibited resistance symptoms such as tantrums and social conflicts with peers. However, from the second to the sixth month, significant changes occurred: a decrease in tantrum intensity, improvement in sleep and eating patterns, increased socialization skills, and enhanced focus and academic performance. These findings affirm that consistent gadget restriction has a positive impact on children's social and emotional development, particularly in fostering self-regulation and more adaptive social interaction skills.Ketergantungan anak terhadap Gadget merupakan salah satu isu krusial yang berdampak pada perkembangan sosial-emosional mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan perilaku sosial dua orang anak di Lombok Timur, berinisial R (6 tahun) dan F (8 tahun), setelah dilakukan intervensi berupa pembatasan penggunaan Gadget selama enam bulan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi langsung dan wawancara semi-terstruktur kepada orang tua. Peneliti juga berperan sebagai pengamat aktif yang memberikan saran kepada orang tua dalam mengatur penggunaan Gadget anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada bulan pertama anak menunjukkan gejala penolakan seperti tantrum dan konflik sosial dengan teman sebaya. Namun, sejak bulan kedua hingga bulan keenam, terjadi perubahan signifikan: penurunan intensitas tantrum, perbaikan pola tidur dan makan, peningkatan kemampuan bersosialisasi, serta fokus dan prestasi belajar anak menunjukkan perkembangan positif. Temuan ini menegaskan bahwa pembatasan penggunaan Gadget secara konsisten berdampak positif terhadap perkembangan sosial dan emosional anak, khususnya dalam membentuk regulasi diri dan kemampuan interaksi sosial yang lebih adaptif
PRODUKSI KOMPETISI “XSEED” SEBAGAI OPTIMALISASI BUDAYA KOMUNIKASI PERUSAHAAN DI PT XL AXIATA TBK
The design of the XSEED competition at PT XL Axiata Tbk aims to optimize corporate culture, especially in the aspects of innovation and collaboration between employees. Therefore, the XSEED competition is designed to provide a space for employees from various divisions to collaborate and develop innovative solutions together. Implemented since 2017, the evaluation results of the program implementation in 2024 show that XSEED is more successful in inviting employees to actively participate by carrying a diversity of themes that are more inclusive and utilizing digitally integrated communication media. The purpose of this research is to describe XSEED 2024 event management from the research, design, planning, coordination, and evaluation stages. This research shows that the application of organizational communication theory, organizational culture, and systematic event management can improve employee engagement and competition effectiveness. The methodology in this study uses descriptive qualitative research methods with data collection techniques through interviews, evaluation questionnaires, group discussion forums, observation, and documentation. The result showed that although the main objectives were achieved (culture of innovation, risk-taking, attention to detail, team orientation, and aggressiveness), there were still indicators of organizational culture that were not optimal, including orientation towards results, orientation towards people, and stability of conditions during the event. Researchers suggest the need for studies on the relationship between personal demand fulfillment and work motivation, as well as further studies on effective leadership communication patterns to overcome suboptimal organizational culture.
Keywords: Organizational Communication, Organizational Culture, Event Management, Innovation CompetitionPerancangan kompetisi XSEED di PT. XL Axiata Tbk bertujuan untuk mengoptimalkan budaya perusahaan, khususnya dalam aspek inovasi dan kolaborasi antar karyawan. Oleh karena itu kompetisi XSEED dirancang dengan memberikan ruang bagi karyawan dari berbagai divisi untuk berkolaborasi dan mengembangkan solusi inovatif bersama. Dilaksanakan sejak 2017, hasil evaluasi terhadap implementasi program pada 2024 menunjukkan bahwa XSEED lebih berhasil mengajak karyawan untuk berpartisipasi secara aktif dengan mengusung keberagaman tema yang lebih inklusif dan memanfaatkan media komunikasi yang terintegrasi secara digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan manajemen acara XSEED 2024 dari tahap penelitian, desain, perencanaan, koordinasi, dan evaluasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan teori komunikasi organisasi, budaya organisasi, dan manajemen acara yang sistematis dapat meningkatkan keterlibatan karyawan dan efektivitas kompetisi. Metodologi dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, kuesioner evaluasi, forum diskusi kelompok, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun tujuan utama tercapai (budaya inovasi, pengambilan risiko, perhatian terhadap rinci, orientasi tim, dan agresivitas), masih terdapat indikator budaya organisasi yang tidak optimal, antara lain orientasi terhadap hasil, orientasi terhadap orang, dan stabilitas kondisi selama pelaksanaan acara. Peneliti menyarankan perlunya studi mengenai hubungan antara pemenuhan permintaan pribadi dan motivasi kerja, serta kajian lebih lanjut terhadap pola komunikasi kepemimpinan yang efektif untuk mengatasi budaya organisasi yang belum optimal.
Kata Kunci: Komunikasi Organisasi, Budaya Organisasi, Manajemen Acara, Kompetisi Inovas
Analisis Pendapatan Akibat Penyakit Mulut dan Kuku pada Sapi Bali di Kecamatan Moyo Hilir Sumbawa
This study aims to analyze the income of Balinese cattle farmers in Moyo Hilir District before and after FMD. the methods used in this study are observation, questionnaires and interviews with data analysis using the T test. income before FMD was 1.13% and increased by 8.40% post FMD. The cost of purchasing seeds before the FMD amounted to 6.80% increased by 40.00% after the FMD. equipment depreciation costs before the FMD amounted to 4.77% increased by 5.17% after the FMD, tax costs tended to be relatively the same before and after the FMD of 3.62%, as well as electricity bills, and water bills showed the same results of 2.90% before and after the FMD. Medicine costs were 3.89% before FMD and increased by 51.90% after FMD. Feed costs were 10.46% before FMD and 10.31% after FMD, labor costs before FMD were 89.40% and 77.20 after FMD. Based on the fixed cost test, there was a large difference in farmers' income. However, the cost of cage depreciation, equipment depreciation, taxes, electricity and water showed an insignificant difference between pre-outbreak and post-outbreak. The non-fixed cost test showed significant results in the variable of seed purchase, while the feed cost, medicine cost and labor cost showed insignificant results between pre-outbreak and post-outbreak.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pendapatan peternak sapi bali di Kecamatan Moyo Hilir sebelum dan Pasca PMK. metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Observasi, Kuesioner dan wawancara dengan analisis data menggunakan Uji T. Pendapatan sebelum PMK sebesar 1.13% dan meningkat sebesar 8.40% pasca PMK. Biaya pembelian bibit sebelum PMK sebesar 6.80% meningkat sebesar 40.00% pasca PMK. biaya penyusutan peralatan sebelum PMK sebesar 4.77% meningkat sebesar 5.17% pasca PMK, biaya pajak cenderung relatif sama sebelum dan pasca PMK sebesar 3.62%, begitu juga dengan tagihan listrik, dan tagihan air menunjukkan hasil yang sama sebesar 2.90% sebelum dan sesudah PMK. Biaya obat- obatan sebesar 3.89% sebelum PMK dan meningkat sebesar 51.90% pasca PMK. Biaya pakan 10.46% sebelum PMK dan 10.31% pasca PMK, biaya tenaga kerja sebelum PMK 89.40% dan 77.20 setelah PMK. Berdasarkan uji biaya tetap, terdapat perbedaan pendapatan peternak yang besar. Namun, biaya penyusutan kandang, penyusutan peralatan, pajak, listrik dan air menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan antara sebelum wabah dan pasca wabah. Pada uji biaya tidak tetap menunjukkan hasil yang signifikan pada variabel pembelain bibit, sedangkan pada biaya pakan, biaya obat-obatan dan biaya tenaga kerja menunjukkan hasil yang tidak signifikan antara sebelum wabah dan pasca wabah
Pengaruh Penggunaan Probiotik Promix Terhadap Kualitas dan Kuantitas Telur Puyuh
This study aims to determine the effect of using Promix Probiotic on the quality and quantity of quail
eggs at Wahyubi's quail farm in Ngali hamlet, Lape village, Sumbawa Data were collected
through observation, covering the quality and quantity of quail The analytical method used was
descriptive method and analyzed by one-way The results showed that the addition of Promix
Probiotic in quail feed showed significantly different results on the quality of quail eggs including egg
weight with the highest value (11.17±0.55), egg diameter (24.50±0.24), shell thickness (0.336±0.35) and
quantity of quail eggs with P3 treatment dominating the highest results (26.08±0.50). Meanwhile, the
addition of Promix probiotic had no effect on quailfeed consumption with a P- Value of (0.482)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Penggunaan Probiotik Promix Terhadap Kualitas dan Kuantitas Telur Puyuh di peternakan puyuh pak Wahyubi Dusun Ngali Desa Lape Kabupaten Sumbawa. Data di ambil secara observasi meliputi kualitas dan kuantitas telur puyuh. Metode analisis yang di gunakan adalah metode deskriptif dan di analisis dengan one way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan Penambahan Probiotik promix dalam pakan puyuh menunjukkan hasil yang berbeda nyata pada kualitas telur puyuh meliputi bobot telur dengan nilai tertinggi 11,17±0,55 gr, diameter telur 24,50±0,24 cm , ketebalan cangkang 0,336±0,35 cm dan kuantitas telur puyuh dengan perlakuan P3mendominasi hasil tertinggi 26,08±0,50 Sedangkan penambahan probiotik promix tidak berpengaruh terhadap konsumsi pakan puyuh dengan nilai p-value 0,48
PENERAPAN METODE MULTI-ATTRIBUTE UTILITY THEORY UNTUK REKOMENDASI DESTINASI DESA WISATA TERFAVORIT DIGUNUNG KIDUL
Kabupaten Gunung Kidul merupakan salah satu destinasi wisata utama di Daerah Istimewa Yogyakarta yang menawarkan beragam pilihan wisata, mulai dari wisata alam, kuliner, sejarah, budaya, religi, hingga wisata desa. Namun, banyak wisatawan kesulitan dalam menentukan desa wisata yang sesuai dengan preferensi mereka, terutama dalam mempertimbangkan faktor biaya tiket, fasilitas, kebersihan, keamanan, akses jalan, dan jarak tempuh. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan penelitian dengan menerapkan metode Multi-Attribute Utility Theory (MAUT) dengan 6 kriteria dan 4 alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan desa wisata terfavorit di Gunung Kidul berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Metode MAUT merupakan salah satu metode dalam pengambilan keputusan yang melibatkan beberapa kriteria yang digunakan untuk mengevaluasi dan menentukan pilihan terbaik berdasarkan berbagai atribut dengan tingkat kepentingan yang berbeda. Dengan metode tersebut, dipilihlah empat alternatif desa wisata, di mana Desa Ngelanggeran terpilih menjadi desa wisata terfavorit dengan nilai 23, kemudian disusul oleh Desa Tepus dengan nilai 14,5. Hasil Penelitian ini diharapkan dapat membantu wisatawan dalam memilih desa wisata yang sesuai dengan preferensi mereka serta memberikan rekomendasi bagi pengelola desa wisata dalam meningkatkan daya tarik wisata mereka
PENERAPAN FIREWALL BERBASIS MIKROTIK DALAM OPTIMALISASI JARINGAN DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN: Pengoptimalan Dalam Jaringan
Internet memiliki peran yang sangat penting dalam berbagai bidang kehidupan, khususnya dalam dunia pendidikan sebagai sarana pendukung proses belajar mengajar yang lebih efektif dan efisien. Sebagai upaya untuk mewujudkan peran tersebut, penelitian ini bertujuan mengoptimalkan kinerja jaringan internet di SMK Negeri 1 Kota Bengkulu dengan menerapkan konfigurasi firewall berbasis Layer 7 Protocols pada perangkat MikroTik. Permasalahan yang dihadapi meliputi akses bebas ke konten non-edukatif, kestabilan jaringan yang kurang optimal, dan kurangnya kontrol trafik pengguna. Tahap penelitian yang dilakukan pada penelitian ini dari analisis kondisi jaringan, perancangan topologi baru, implementasi firewall Layer 7, serta pengujian performa jaringan. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan signifikan pada kecepatan akses internet, dari 1,6 Kbps menjadi 5 Mbps per pengguna. Selain itu, firewall berhasil memblokir 25 situs yang tidak mendukung proses pembelajaran. Fitur Layer 7 Protocol memungkinkan penyaringan trafik berdasarkan pola konten dan aplikasi sehingga akses internet menjadi lebih selektif dan aman. Pengujian dilakukan dengan pengamatan langsung serta pengukuran kecepatan menggunakan Speedtest. Temuan ini membuktikan bahwa penerapan firewall Layer 7 efektif dalam memfilter konten negatif sekaligus meningkatkan efisiensi dan keamanan jaringan. Dengan demikian, sistem ini mendukung terciptanya lingkungan belajar digital yang optimal, aman, dan kondusif di sekolah