Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
Not a member yet
    2607 research outputs found

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PADA PERUSAHAAN KECAP WIE SIEN DI KECAMATAN AMPENAN KOTA MATARAM TAHUN 2024

    Get PDF
    This study aims to see the effect of work experience, working hours, wages, and number of dependents on labor productivity at the Wie Sien soy sauce company in Ampenan District, Mataram City in 2024. Sampling was carried out by probability sampling with a sample size of 32 workers. The analysis tool used in this study to answer the research objectives is multiple linear regression analysis. The results of this study are that the factors that have a partial influence are working hours (X2) and wages (X3). This is because the calculated t value is greater than the t table value, namely working hours (X2) has a calculated t value of (-2.932) and a t table value of (0.007) while wages (X3) has a calculated t value of (4.928) and a t table value of (0.000). while other factors such as work experience and the number of family dependents do not have a partial effect. Because work experience (X1) has a calculated t value of (1.862) and a table t value of (0.073), while the number of dependents has a calculated t value of (1.343) and a table t value of (0.191). Meanwhile, simultaneously, work experience, working hours, wages, and number of dependents have a significant influence on the labor productivity variable.Penelitian ini bertujuan unyuk melihat pengaruh dari pengalaman kerja, jam kerja,  upah, dan jumlah tanggungan terhadap produktivitas tenaga kerja pada perusahaan kecap Wie Sien di Kecamatan Ampenan Kota Mataram tahun 2024. pengambilan sampel  dilakukan dengan cara probability sampling dengan jumlah sampel 32 pekerja. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini untuk menjawab tujuan penelitian adalah analisi regresi linear berganda. Hasil dari penelitian ini adalah faktor faktor yang memiliki pengaruh parsial adalah jam kerja(X2) dan upah(X3). Hal ini dikarenakan nilai t hitungnya lebih besar dari nilai t tabel yaitu jam kerja(X2) memiliki nilai t hitung sebesar (-2,932)  dan nilai t tabelnya sebesar (0,007) sedangkan upah(X3) memiliki nilai t hitung sebesar (4,928) dan nilai t tabelnya sebesar (0,000) . sedangkan faktor-faktor lainnya seperti pengalaman kerja dan jumlah tanggungan keluarga tidak berpengaruh secara parsial. Karna pengalaman kerja (X1) memiliki nilai t hitungnya sebesar (1,862) dan nilai t tabelnya (0,073), sedangkan jumlah tanggungan memiliki t hitung sebesar (1,343) dan nilai t tabelnya sebesar (0,191). Sementara secara simultan pengalaman kerja, jam kerja, upah, dan jumlah tanggungan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel produktivitas tenaga kerj

    Prophetic Leadership, Organizational Support, and Workplace Spirituality in Building Organizational Change Readiness among Islamic Boarding School Leaders: A Study of Leaders of Modern Islamic Boarding Schools with Workplace Spirituality as a Mediator

    No full text
    Di tengah arus perubahan sosial, budaya, dan kelembagaan yang semakin kompleks, kesiapan pimpinan dalam menghadapi transformasi organisasi menjadi faktor kunci keberhasilan adaptasi, terutama di lembaga pendidikan berbasis nilai seperti pondok pesantren modern. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kepemimpinan nabawi dan persepsi dukungan organisasi terhadap kesiapan perubahan pimpinan pondok pesantren, dengan spiritual workplace sebagai variabel mediasi, serta mempertimbangkan peran usia sebagai variabel kontrol. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan metode survei terhadap 357 pimpinan pondok pesantren modern di wilayah Jabodetabek. Pengujian model dilakukan dengan teknik Structural Equation Modeling (SEM) menggunakan perangkat lunak Mplus versi 7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik kepemimpinan nabawi maupun persepsi dukungan organisasi memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap kesiapan perubahan pimpinan. Kepemimpinan nabawi yang merefleksikan sifat-sifat kenabian—seperti ?idq, am?nah, tabl?gh, dan fat?nah—terbukti mampu membangun kesiapan psikologis dan moral dalam menghadapi perubahan.Spiritual workplace terbukti berperan sebagai mediator yang signifikan dalam hubungan antara kepemimpinan nabawi dan kesiapan perubahan, namun tidak ditemukan efek mediasi pada hubungan antara persepsi dukungan organisasi dan kesiapan perubahan. Selain itu, usia juga ditemukan memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap pembentukan spiritual workplace. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan transformatif berbasis nilai, spiritualitas kerja, dan pengalaman kepemimpinan dalam membangun kesiapan perubahan di lingkungan pesantren modern yang sarat makna.Amid increasingly complex social and institutional changes, leadership readiness for organizational transformation has become a critical success factor, particularly in value-based educational institutions such as modern Islamic boarding schools (pondok pesantren). This study aims to examine the influence of prophetic leadership and perceived organizational support on leaders’ readiness for change, with spiritual workplace as a mediating variable and age as a control variable. This quantitative research involved 357 leaders of modern pesantren in the Greater Jakarta (Jabodetabek) area using a survey method. Data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) through Mplus version 7. The findings revealed that both prophetic leadership and perceived organizational support had significant direct effects on readiness for change. Prophetic leadership, characterized by the four core traits of the Prophet Muhammad—?idq (truthfulness), am?nah (trustworthiness), tabl?gh (visionary communication), and fat?nah (wisdom)—demonstrated a strong influence in fostering psychological and moral readiness for organizational transformation. Furthermore, spiritual workplace significantly mediated the relationship between prophetic leadership and readiness for change, but not the relationship between perceived organizational support and readiness. Age was also found to have a direct effect on the formation of a spiritual workplace, suggesting that life experience contributes to leaders’ depth of meaning in work. These findings highlight the importance of integrating values-based leadership, perceived support, and workplace spirituality to enhance organizational readiness for change in modern pesantren settings

    PERAN DAN KETERLIBATAN GENDER DALAM SKEMA HUTAN KEMASYARAKATAN: STUDI KASUS DI DESA KAHAYYA, SULAWESI SELATAN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran dan keterlibatan gender dalam pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Desa Kahayya, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba. Fokus utama penelitian adalah pembagian kerja, akses dan kontrol terhadap sumber daya, serta partisipasi perempuan dalam struktur kelembagaan kelompok tani hutan (KTH). Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap empat KTH aktif. Data dianalisis secara tematik menggunakan matriks Gender Role Analysis Matrix (GRAM) untuk memetakan peran, akses, dan hambatan partisipasi perempuan. Hasi penelitian menunjukkan bahwa pembagian kerja masih bersifat tradisional, dengan dominasi laki-laki dalam kegiatan teknis dan pengambilan keputusan, sedangkan perempuan lebih banyak terlibat dalam kegiatan pascapanen dan domestik. Akses dan kontrol terhadap informasi, pelatihan, dana, dan hasil panen di dominasi oleh laki-laki. Partisipasi perempuan dalam kelembagaan juga sangat rendah, dengan rata-rata hanya 7,5% dari total anggota KTH. Hambatan utana yang dihadapi perempuan meliputi norma budaya, beban kerja domestik, minimnya pelatihan, serta ketiadaan kebijakan afirmatif yang mendukung keterlibatan perempuan secara setara. Penelitian ini merekomendasikan perlunya reformasi kelembagaan dan pendekatan pendampingan yang reponsif gender guna memperkuat keadilan dan partisipasi perempuan dalam tata kelola HKm.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran dan keterlibatan gender dalam pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Desa Kahayya, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba. Fokus utama penelitian adalah pembagian kerja, akses dan kontrol terhadap sumber daya, serta partisipasi perempuan dalam struktur kelembagaan kelompok tani hutan (KTH). Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap empat KTH aktif. Data dianalisis secara tematik menggunakan matriks Gender Role Analysis Matrix (GRAM) untuk memetakan peran, akses, dan hambatan partisipasi perempuan. Hasi penelitian menunjukkan bahwa pembagian kerja masih bersifat tradisional, dengan dominasi laki-laki dalam kegiatan teknis dan pengambilan keputusan, sedangkan perempuan lebih banyak terlibat dalam kegiatan pascapanen dan domestik. Akses dan kontrol terhadap informasi, pelatihan, dana, dan hasil panen di dominasi oleh laki-laki. Partisipasi perempuan dalam kelembagaan juga sangat rendah, dengan rata-rata hanya 7,5% dari total anggota KTH. Hambatan utana yang dihadapi perempuan meliputi norma budaya, beban kerja domestik, minimnya pelatihan, serta ketiadaan kebijakan afirmatif yang mendukung keterlibatan perempuan secara setara. Penelitian ini merekomendasikan perlunya reformasi kelembagaan dan pendekatan pendampingan yang reponsif gender guna memperkuat keadilan dan partisipasi perempuan dalam tata kelola HKm

    PENGARUH PENGGUNAAN UMPAN IKAN LAYANG (Decapterus spp ) DAN IKAN TEMBANG (Sardinella spp) PADA ALAT TANGKAP LONG LINE KM. PERMATA 318 TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN TUNA DI PERAIRAN WPP 573

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan penggunaan umpan ikan layang (Decapterus spp) dan ikan tembang (Sardinella spp) terhadap hasil tangkapan ikan tuna dengan alat tangkap longline di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 573. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen lapangan dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan selama 16 kali  operasi penangkapan ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan umpan ikan layang memberikan hasil tangkapan tuna lebih tinggi dibandingkan umpan ikan tembang. Rata-rata hasil tangkapan menggunakan ikan layang sebesar 1.206 kg per operasi penangkapan ikan, sedangkan dengan ikan tembang sebesar 618 kg per Operasi penangkapan ikan. Analisis statistik menggunakan uji t menunjukkan nilai signifikansi p < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua jenis umpan terhadap hasil tangkapan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa umpan ikan layang lebih efektif dalam meningkatkan hasil tangkapan ikan tuna dengan long line di perairan WPP 573.This study aims to determine the effect of differences in the use of scad (Decapterus spp.) and scad (Sardinella spp.) bait on tuna catches using longline gear in Fisheries Management Area (WPP) 573. The research method used was a field experiment with a quantitative approach. The study was conducted over 16 fishing operations. The results showed that the use of scad bait resulted in higher tuna catches than scad bait. The average catch using scad was 1,206 kg per fishing operation, while the average catch using scad was 618 kg per fishing operation. Statistical analysis using the t-test showed a significance value of p <0.05, indicating a significant difference between the two types of bait on catches. The conclusion of this study is that scad bait is more effective in increasing tuna catches using longlines in the waters of WPP 573

    ANALISIS PERBANDINGAN LAYANAN JARINGAN MENGGUNAKAN PERHITUNGAN PARAMETER QUALITY OF SERVICE

    Get PDF
    Perkembangan teknologi sangat berpengaruh dalam aktivitas sehari hari terutama dalam penyebaran informasi yang dapat diketahui dari manapunn dan kapanpun, untuk selalu mendapatkan informasi maka perlunya penyediaan layanan jaringan namun sebelum itu perlu melakukan analisis kualitas jaringan dengan menggunakan metode perhitungan parameter dengan Quality Of  Service dengan objek jaringan MyRepublic, Iconnet, Telkomsel yang akan dilakukan selama 120 menit dengan bantuan Wireshark dapat mempermudah dalam melakukan perhitungan pada parameter delay, jitter , paket loss dan troughput dengan hasil delay pada jaringan MyRepublic sebesar 3,70 ms, jaringan Iconnet sebesar 13,77 ms, jaringan Telkomsel sebesar  9,54 ms dan ketiganya dikategorikan sangat bagus. Pada parameter jitter jaringan MyRepublic sebesar 9,0 ms, jaringan Iconnet sebesar 7,0 ms, jaringan Telkomsel sebesar 1,9 ms dengan ketiganya dikategorikan baik. Pada parameter paket loss MyRepublic sebesar 0,5% dengan kategori bak,  jaringan Iconnet sebesar 0,0% , jaringan Telkomsel sebesar  0,0% keduanya dikategorikan sangat baik. Pada parameter troughput jarigan MyRepublic sebesar  2,5 Mbps dengan kategori sangat bagus, jaringan Iconnet sebesar 547 kbps dengan kategori buruk , jaringan Telkomsel sebesar  798 kbps dengan kategori sedang ini menghasilkan bahwa jaringan Iconnet menjadi pilihan pertama dengan kualitas jaringan dan juga harga disusul dengan MyRepublic dan Telkomse

    PERBANDINGAN ALGORITMA DECISION TREE DAN C4.5 UNTUK KLASIFIKASI KELAYAKAN CALON PENDONOR DARAH DI PMI KOTA SEMARANG

    Get PDF
    Darah merupakan komponen vital dalam tubuh manusia yang berfungsi mengangkut oksigen dan nutrisi, serta mendukung proses pemulihan. Ketersediaan stok darah yang memadai di Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan transfusi. Proses seleksi calon pendonor yang memenuhi kriteria klinis merupakan langkah krusial guna menjamin keamanan dan kualitas darah. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja algoritma Decision Tree (CART) dan C4.5 (Entropy) dalam mengklasifikasikan kelayakan calon pendonor darah berdasarkan parameter usia, jenis kelamin, berat badan, golongan darah, tekanan darah, dan kadar hemoglobin. Data penelitian diperoleh dari rekam medis PMI Kota Semarang, dengan tahapan yang meliputi pre-processing data, pembagian dataset, dan evaluasi model menggunakan metrik akurasi, presisi, recall, dan F1-Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma Decision Tree memperoleh akurasi sebesar 92,08%, sedangkan algoritma C4.5 memperoleh akurasi sebesar 91,09%. Dengan penelitian ini, diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan sistem pendukung keputusan berbasis web untuk meningkatkan efisiensi seleksi pendonor darah di PMI Kota Semarang

    PENERAPAN DAN PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATA KULIAH ADMINISTRASI BASIS DATA BERBASIS REPLIT

    Get PDF
    Perkembangan teknologi telah masuk ke dalam sektor pendidikan untuk menjadikan proses belajar lebih fleksibel dan interaktif. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis Replit bagi mahasiswa semester IV di PTI Undikma, untuk memfasilitasi pembelajaran praktik yang fleksibel dan berbasis kelompok. Proses penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran ini mendapatkan validasi sebesar 100% dari segi materi, tata cara penyampaian, dan kemudahan pemahaman, dengan dua indikator netral sebesar 20%. Respon dosen menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi terkait fleksibilitas, efisiensi, dan efektivitas pembelajaran. Umpan balik dari mahasiswa juga sangat positif, dengan lebih dari 90% menilai perangkat ini mempermudah proses belajar melalui fitur coding real-time, kolaborasi langsung, dan pembelajaran berbasis praktik tanpa instalasi tambahan. Perangkat ini bermanfaat dalam meningkatkan pembelajaran interaktif. Namun, disarankan untuk menyesuaikan latihan agar lebih kontekstual dan menyediakan bantuan teknis kepada dosen guna memastikan pemanfaatan perangkat secara maksimal

    PEMELIHARAAN DAN ANALISA KELAYAKAN USAHA BENIH IKAN KOI (Cyprinus rubrofuscus) DI KOLAM TANAH UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS BERKELANJUTAN

    Get PDF
    Indonesia has an astonishing diversity of freshwater ornamental fish species, one of which is the koi fish (Cyprinus rubrofuscus). The production of koi fish increased significantly, reaching 476.345 thousand fish in 2018 and rising to 523.775 thousand in 2019. To produce high-quality koi fish, knowledge, understanding, and skills in cultivation practices are essential. Information on cultivation techniques to enhance seed productivity through maintenance in earthen ponds needs to be disseminated to the community. This study was conducted by collecting and analyzing both primary and secondary data. The study results showed that maintaining koi fish seeds in earthen ponds achieved an average survival rate of 90%. Based on the evaluation, maintaining koi fish seeds is deemed feasible and has high prospects, as indicated by an R/C ratio of 1.9.Indonesia memiliki keanekaragaman spesies ikan hias air tawar yang menakjubkan, salah satunya adalah ikan koi (Cyprinus rubrofuscus). Produksi ikan koi meningkat pesat mencapai 476.345 ekor pada tahun 2018, menjadi 523.775 pada tahun 2019.  Dalam upaya untuk memperoleh ikan koi berkualitas, diperlukan pengetahuan, pemahaman serta keterampilan dalam usaha budidayanya. Studi ini bertujuan untuk menganalisis teknik pemeliharaan benih ikan koi di kolam tanah serta menilai kelayakan usaha dari aspek finansial agar hasilnya dapat didiseminasikan kepada masyarakat. Studi dilaksanakan di Pasar Koi Jogja, Daerah Istimewa Yogyakarta mengumpulkan dan menganalisa data baik primer maupun sekunder. Hasil studi menunjukkan bahwa kegiatan pemeliharaan benih ikan koi di kolam tanah menghasilkan persentase rata-rata derajat   kelangsungan hidup (survival rate) sebesar 90%. Berdasarkan hasil evaluasi bahwa kegiatan pemeliharaan benih ikan koi layak untuk dijalankan dan memiliki prospek tinggi dengan potensi keuntungan besar karena memiliki nilai R/C sebesar 1.9

    Peran Mindfulness dalam Meningkatkan Regulasi Emosi pada Mahasiswa

    No full text
    Students often face both academic and emotional pressures. Mental skills are important to adjust to the transition to stressful college life. One of the mental skills that students can apply is emotion regulation. Emotion regulation is a person's ability to control, identify, and act according to existing emotions. Mindfulness is the ability to be aware of what is happening in the present moment. This study aims to reveal the role of mindfulness in improving emotion regulation in college students. This research is based on a qualitative approach with in-depth interviews. In this study, it was found that mindfulness actively contributes to improving emotion regulation in university students.Mahasiswa sering menghadapi tekanan baik tekanan akademik maupun emosional. Keterampilan mental penting untuk menyesuaikan diri dengan transisi menuju kehidupan perkuliahan yang penuh tekanan. Salah satu keterampilan mental yang bisa diterapkan mahasiswa adalah regulasi emosi. Regulasi emosi adalah kemampuan seseorang untuk mengontrol, mengidentifikasi, dan bertindak sesuai emosi yang ada. Mindfulness merupakan kemampuan untuk sadar dengan apa yang terjadi pada saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran mindfulness dalam meningkatkan regulasi emosi pada mahasiswa. Penelitian ini didasarkan pada pendekatan kualitatif dengan wawancara secara mendalam. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa terdapat mindfulness berkontribusi aktif dalam meningkatkan regulasi emosi pada mahasiswa

    REGULASI DIRI DAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA ANGGOTA PADUAN SUARA

    No full text
    Academic procrastination among university students is influenced by several factors, one of which is self-regulation. This study aims to analyze the relationship between self-regulation and academic procrastination among university students who are members of a choir. Using a quantitative approach with accidental sampling, 123 choir group students were selected as participants. Data were collected using the Self-Regulated Learning Scale and the Procrastination Assessment Scale for Students (PASS), then analyzed with the Pearson product-moment correlation test. Results showed a positive correlation of 0.589 with a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant positive relationship between self-regulation and academic procrastination. This finding contradicts previous studies that reported a negative correlation between the two variables. The implication suggests that self-regulation does not always serve as a protective factor against academic procrastination, especially among students involved in choir activities.Prokrastinasi akademik mahasiswa dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya regulasi diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan regulasi diri dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa anggota paduan suara. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif menggunakan teknik accidental sampling. Sampel yang diambil sebanyak 123 yang merupakan mahasiswa yang tergabung dalam kelompok paduan suara. Pengumpulan data menggunakan skala Self-Regulated Learning Scale dan Procrastination Assessment Scale Students (PASS). Analisis data kuantitatif meliputi uji korelasi product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hasil korelasi positif sebesar 0,589 dengan sig = 0,000 (p < 0,05) yang dapat diartikan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara regulasi diri dengan prokrastinasi akademik. Temuan ini bertentangan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan hubungan negatif antara kedua variabel tersebut. Dampak dari penelitian ini menjelaskan bahwa regulasi diri tidak selalu berperan sebagai faktor utama terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa khususnya anggota paduan suara

    1,282

    full texts

    2,607

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇