Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
Not a member yet
2607 research outputs found
Sort by
PENGARUH GAMBAR PERINGATAN LARANGAN MEROKOK PADA KEMASAN ROKOK TERHADAP KESADARAN BAHAYA MEROKOK: (Studi pada Mahasiswa Aktif Program Studi S1 Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman)
The high prevalence of smokers in Indonesia, especially among youth, indicates that smoking remains a common habit despite government policies, such as the inclusion of warning images on cigarette packaging. An initial observation in this study, conducted on active bachelor students of Public Administration at Fisip Unmul, revealed that most respondents believed the warning images accurately depicted the negative effects of smoking. However, many of them continued to smoke. This research aims to examine the effect of warning images on cigarette packaging on college students' awareness of the dangers of smoking. The study is based on Ajzen's Theory of Planned Behavior, which posits that these warning images can generate negative perceptions of smoking, strengthen anti-smoking social norms, and boost confidence to reduce or quit smoking. This quantitative study employed a cross-sectional design, involving 85 respondents. Data were collected using a questionnaire designed to assess information reception from the warning images and the respondents' awareness levels regarding smoking risks. The data were analyzed using bivariate techniques and Chi-Square Test 2x2. The results showed a significance score of 0.411, which is higher than 0.05. Thus, it can be concluded that the warning images on cigarette packaging did not have a significant effect on increasing college students' awareness of the dangers of smoking. Most respondents perceived the warning images as informative but insufficiently impactful to motivate them to quit smoking or raise awareness about the associated health risks.
Keywords: Pictorial Health Warning, Visual Communication, Student Awareness, Theory Of Planned Behavior, Smoking BehaviorTingginya angka perokok di Indonesia, khususnya di kalangan pemuda, menunjukkan bahwa kebiasaan merokok masih bertahan meskipun pemerintah telah menerapkan kebijakan gambar peringatan larangan merokok pada kemasan rokok. Observasi awal penelitian ini yang dilakukan pada Mahasiswa Aktif Program Studi S1 Administrasi Publik Fisip Unmul menggambarkan bahwa, sebagian besar dari mereka percaya bahwa gambar peringatan larangan merokok pada kemasan rokok merupakan gambaran nyata akibat merokok, namun, banyak dari mereka yang tetap merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gambar peringatan larangan merokok pada kemasan rokok terhadap kesadaran bahaya merokok di kalangan mahasiswa. Penelitian ini merujuk pada Teori Perilaku Terencana dari Ajzen, yang menyatakan bahwa dalam konteks ini, gambar peringatan larangan merokok pada kemasan rokok mampu menimbulkan sikap negatif terhadap rokok, memperkuat norma sosial anti-merokok, serta meningkatkan rasa percaya diri mahasiswa untuk mengurangi atau menghentikan kebiasaan merokok. Penelitian ini berjenis penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Dengan jumlah sampel sebanyak 85 Responden, pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang dirancang untuk mengukur penerimaan informasi dari gambar peringatan larangan merokokdan tingkat kesadaran responden mengenai bahaya merokok. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan teknik Bivariat menggunakan Chi Square Test 2X2. Hasil analisis tersebut memperoleh nilai signifikansi sebesar 0.411, yang dimana angka tersebut lebih besar dari 0.05. Dapat disimpulkan bahwa gambar peringatan larangan merokok pada kemasan rokok tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kesadaran mahasiswa akan bahaya merokok. Responden umumnya menganggap gambar tersebut sebagai peringatan yang bersifat informatif, tetapi tidak cukup kuat untuk memotivasi mereka berhenti merokok atau meningkatkan kesadaran akan risiko kesehatan secara mendalam.
Kata Kunci: Gambar Peringatan Kemasan Rokok, Komunikasi Visual, Kesadaran Mahasiswa, Teori Perilaku Terencana, Perilaku Meroko
ANALISIS TIM KONTEN DALAM MENGANALISA JAWABAN DARI PERTANYAAN SURVEI PROGRAM ACARA TV FAMILY 100
This study aims to analyze the content team's workflow in developing quiz questions based on survey results for the television program Family 100, produced by Fremantle Indonesia. The method used includes observation and in-depth interviews with the creative team. Findings show that the process involves composing questions, creating survey packages, conducting manual tabulation, and classifying answers according to the game structure. The classification process considers not only the frequency of responses but also ethical values, social sensitivity, and relevance to the participants. Adjustments are made based on participant categories and special guest appearances. Accurate classification is crucial for ensuring smooth production, game effectiveness, and participant comfort. Errors in this process may cause technical disruptions and hinder the show's flow. Therefore, classification is a foundational element in maintaining the quality and continuity of the Family 100 program.
Keywords: Content Team, Family 100, Question Classification, Survey Results, Television Production.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses kerja tim konten dalam menyusun soal berdasarkan hasil survei untuk program kuis Family 100 yang diproduksi oleh Fremantle Indonesia. Metode yang digunakan adalah observasi dan wawancara mendalam dengan anggota tim kreatif. Hasil menunjukkan bahwa proses dimulai dari penyusunan pertanyaan, pembuatan paket survei, tabulasi manual, hingga klasifikasi jawaban ke dalam struktur permainan. Proses klasifikasi tidak hanya mempertimbangkan frekuensi jawaban tetapi juga nilai etis, sensitivitas sosial, dan relevansi terhadap peserta. Penyesuaian dilakukan berdasarkan kategori peserta dan kehadiran tamu undangan. Ketepatan klasifikasi terbukti krusial bagi kelancaran produksi, efektivitas permainan, serta kenyamanan peserta. Kesalahan dalam klasifikasi dapat menimbulkan gangguan teknis dan menghambat jalannya acara. Oleh karena itu, proses klasifikasi menjadi fondasi utama dalam menjaga kualitas dan keberlangsungan program Family 100.
Kata Kunci: Family 100, Hasil Survey, Klasifikasi Soal, Produksi Televisi, Tim Konten
PENERAPAN HYBRID INTELLIGENT SYSTEM UNTUK IDENTIFIKASI BUAH MANGGA DAN PEPAYA MENGGUNAKAN KNN DAN PCA
Klasifikasi buah merupakan aspek penting dalam industri pertanian dan perdagangan, yang berkontribusi pada peningkatan efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem klasifikasi otomatis untuk buah Mangga Hijau, Mangga Kuning dan Pepaya dengan memanfaatkan Metode K-Nearest Neighbors (KNN) dan Principal Component Analysis (PCA). Metode ini adalah dua teknik yang umum digunakan dalam analisis data dan pembelajaran mesin. PCA bertujuan untuk mengubah data dan mempertahankan sebanyak mungkin informasi yang ada, sedangkan KNN bertujuan untuk mengklasifikasikan data berdasarkan kedekatannya dengan data lain. Berdasarkan permasalahan tersebut dibuatlah sebuah sistem untuk mengklasifikasikan buah Mangga dan pepaya, dengan memanfaatkan fitur warna RGB dan HSV. Klasifikasi menggunakan pengolahan citra dengan memanfaatkan software MATLAB. Data yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 26 data, yaitu16 data latih dan 10 data uji. Hasil analisis menunjukkan bahwa system hybrid yang diusulkan mencapai akurasi klasifikasi sebesar 90%, dengan waktu pemrosesan yang efisien. Penelitian ini memberikan wawasan baru dalam penerapan teknologi cerdas untuk klasifikasi buah, serta potensi untuk pengembangan sistem otomatis dalam industri pertanian, Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan teknologi klasifikasi buah yang lebih efisien dan akurat, serta membuka peluang untuk penerapan lebih lanjut dalam bidang pertanian cerdas
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN BERBASIS FACE RECOGNITION UNTUK LEMBAGA PENDIDIKAN AL-QURAN STUDI KASUS LPQ AL-BAROKAH
Perkembangan teknologi informasi mendorong transformasi digital di berbagai sektor, termasuk pendidikan keagamaan seperti Lembaga Pendidikan Quran (LPQ). Namun, mayoritas LPQ masih menghadapi tantangan berupa ketidakterpaduan sistem dalam mengelola data santri, pencatatan absensi, proses penggajian, serta pelaporan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menerapkan Education Management Information System (EMIS) berbasis multi-tenant yang ditujukan khusus untuk LPQ. Sistem ini dilengkapi dengan fitur utama seperti integrasi teknologi face recognition untuk pencatatan absensi secara otomatis dan akurat, manajemen keuangan terpusat, serta pengiriman notifikasi secara otomatis. Metode pengembangan sistem menggunakan kerangka kerja Agile-Scrum dengan pendekatan iteratif. Evaluasi sistem dilakukan melalui uji fungsionalitas dan pengukuran kepuasan pengguna menggunakan System Usability Scale (SUS). Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem mampu berjalan dengan baik dan dapat mengelola absensi serta keuangan secara efektif. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem EMIS yang dirancang dapat menjadi solusi terintegrasi untuk mendukung manajemen pendidikan di LPQ secara efisien dan modern
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENGELOLAAN LAHAN PARKIR TOL FLAT WARGA BEBEKAN BERBASIS WEB
Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah mendorong efisiensi dalam berbagai bidang, termasuk pengelolaan lahan parkir. Namun, pada sistem parkir Tol Flat Warga Bebekan, pencatatan kapasitas lahan dan laporan keuangan masih dilakukan secara manual, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahan dan ketidakefisienan dalam pengelolaan data. Berdasarkan analisis kebutuhan, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem informasi manajemen pengelolaan lahan parkir berbasis web yang tidak hanya mampu menampilkan status kapasitas parkir secara real-time, tetapi juga menghasilkan laporan keuangan bulanan secara otomatis dengan akurasi tinggi. Pengembangan sistem dilakukan menggunakan model Waterfall yang terdiri dari tahapan analisis, desain, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan, sementara evaluasi sistem menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) untuk mengukur persepsi kemanfaatan (perceived usefulness) dan kemudahan penggunaan (perceived ease of use) oleh pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini berhasil mencatat data kendaraan masuk dan keluar secara digital, menghitung kapasitas total parkir secara akurat, serta menghasilkan laporan keuangan yang lebih efisien dibandingkan metode manual. Dengan antarmuka yang user-friendly, sistem ini membuat proses pengelolaan lahan parkir menjadi lebih terstruktur, cepat, dan minim kesalahan. Implementasi sistem ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi administrasi, mengurangi beban kerja operator, dan menjadi solusi berkelanjutan bagi pengelola parkir di masa depan
PENGARUH TEKNIK PENYEIMBANGAN DATA PADA KLASIFIKASI PENYAKIT NAFLD DENGAN ALGORITMA SVM
Non-Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD) merupakan penyakit hati kronis yang prevalensinya terus meningkat secara global, termasuk di Indonesia, dengan faktor risiko utama seperti obesitas, diabetes melitus, dan dislipidemia. Deteksi dini NAFLD menjadi tantangan penting karena metode konvensional seperti biopsi hati dan pencitraan memiliki keterbatasan dalam hal biaya, risiko invasif, dan kepraktisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model klasifikasi NAFLD menggunakan algoritma Support Vector Machine (SVM) dengan memanfaatkan dataset dari Kaggle yang terdiri dari 10 variabel dan 17.549 data. Untuk mengatasi masalah ketidakseimbangan kelas, diterapkan teknik oversampling seperti SMOTE, ADASYN, dan Random Oversampling (ROS) untuk melihat performa akurasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMOTE memberikan performa terbaik dengan akurasi tertinggi mencapai 78,70% pada kernel RBF, ROS dengan akurasi 78,18% dan ADASYN dengan akurasi 76,86%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemilihan teknik oversampling data dan parameter yang tepat sangat penting dalam meningkatkan efektivitas model untuk menangani data tidak seimbang, sehingga dapat berkontribusi pada pengembangan metode deteksi NAFLD yang lebih efisien dan non-invasif
IMPLEMENTASI ANDROID JETPACK COMPOSE PADA APLIKASI MACHINE LEARNING SIJAMUR UNTUK PREDIKSI KONSUMSI JAMUR BERACUN
Banyak masyarakat kini mulai sadar pentingnya makan sehat, termasuk memilih bahan makanan yang aman seperti jamur. Produksi jamur pun semakin meningkat dan beragam jenis jamur tersedia di pasaran, sehingga diperlukan cara mudah untuk membedakan jamur yang aman dan beracun. Penelitian ini mengembangkan aplikasi SiJamur dengan menggunakan data jamur dari UCI Machine Learning Repository dan menerapkan algoritma machine learning Support Vector Machine (SVM), Random Forest, dan Decision Tree. Aplikasi ini dikembangkan dengan Jetpack Compose, sebuah fitur pengembangan anatarmuka untuk platform mobile android yang tidak menggunakan XML. Hasil pengujian menunjukkan SVM memberikan akurasi tertinggi sebesar 100%, diikuti oleh Random Forest dengan 98% dan Decision Tree dengan 95%. Aplikasi SiJamur menyediakan fitur prediksi dan informasi mengenai berbagai jenis jamur untuk membantu masyarakat mengenali jamur yang aman dikonsumsi. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kombinasi antara machine learning dan pengembangan mobile dapat memberikan solusi nyata dalam bidang keamanan pangan, khususnya dalam konteks identifikasi organisme liar yang sulit dibedakan secara visual oleh masyarakat awa
ANALISIS EKSTRAKSI CITRA GLCM DAN WAVELET UNTUK KLASIFIKASI PENYAKIT CABAI DENGAN METODE SVM
Penyakit seperti antraknosa, busuk daun phytophthora, dan cabai kering menjadi tantangan utama dalam produksi tanaman cabai. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan citra penyakit pada cabai menggunakan ekstraksi fitur dengan Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) dan Discrete Wavelet Transform (DWT) Daubechies-4 serta klasifikasi memanfaatkan algoritma Support Vector Machine (SVM). Dataset yang digunakan sebanyak 400 citra cabai yang dibagi menjadi empat kelas yaitu cabai sehat, antraknosa, phytophthora dan cabai kering. Metode dilakukan dengan pra-pemrosesan citra, kemudian ekstraksi fitur tekstur menggunakan nilai GLCM (kontras, homogenitas, energi, korelasi) dan dekomposisi wavelet level dua. Fitur-fitur yang diekstraksi digunakan sebagai input untuk klasifikasi SVM. Evaluasi kinerja model klasifikasi menggunakan metrik akurasi, presisi, recall dan skor F1. Klasifikasi menggunakan fitur GLCM diperoleh akurasi, presisi, recall dan skor F1 berturut-turut 75%, 76%, 75%, dan 75%. Sementara klasifikasi menggunakan fitur DWT diperoleh akurasi, presisi, recall dan skor F1 berturut-turut 81%, 82%, 81%, dan 81%. Sedangkan hasil dari fitur GLCM dan fitur DWT diperoleh akurasi, presisi, recall dan skor F1 berturut-turut 82%, 82%, 82%, dan 82%, dengan nilai F1-score tertinggi sebesar 95% pada kelas Busuk Phytophthora. Hasil ini menunjukkan kombinasi fitur GLCM dan DWT mampu untuk klasifikasi citra penyakit cabai, dan berpotensi diterapkan dalam sistem diagnosis penyakit tanaman berbasis citra
TINJAUAN TENTANG KESADARAN HUKUM MASYARAKAT UNTUK MEMPEROLEH SERTIFIKAT HAK ATAS TANAH (STUDI KASUS DI DUSUN SAMPA DESA KEREKEH)
Penelitian ini menyoroti pentingnya sertifikat hak atas tanah sebagai bukti
legal kepemilikan tanah, tetapi juga mengidentifikasi berbagai kendala
administratif dan tingkat kesadaran masyarakat terkait kepastian hukum di
Kabupaten Sumbawa, khususnya di desa Kerekeh, kecamatan Unter Iwes. Tujuan
penelitian adalah menjawab beberapa permasalahan utama seputar kepemilikan
tanah: 1) kesadaran hukum masyarakat terkait perolehan hak atas tanah, 2)
prosedur pendaftaran yang terinci serta persyaratan untuk mendapatkan sertifikat
hak atas tanah di Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan 3) perlindungan hukum
bagi pemilik tanah yang telah memiliki sertifikat tersebut. Metode penelitian yang
digunakan adalah normatif empiris. Temuan dari penelitian ini menunjukkan
beberapa hal penting. Pertama, kesadaran hukum masyarakat memberikan
jaminan yang kuat terhadap kepemilikan tanah melalui sertifikat yang sah dan
diakui secara resmi oleh negara. Kedua, hasil wawancara dengan pihak BPN
Kabupaten Sumbawa menegaskan bahwa Peraturan Menteri Agraria dan Tata
Ruang serta kebijakan BPN telah mengatur secara rinci prosedur pendaftaran
tanah, pengukuran, pemetaan, dan pengelolaan hak atas tanah. Ketiga, sertifikat
hak atas tanah memberikan kepastian dan perlindungan hukum yang penting bagi
pemilik tanah, yang secara signifikan dapat mengurangi potensi konflik dan
sengketa. Kesimpulan dan rekomendasi penelitian menegaskan urgensi kesadaran
hukum masyarakat tentang pentingnya memiliki sertifikat hak atas tanah. Edukasi
hukum yang intensif perlu ditingkatkan untuk meningkatkan pemahaman terhadap
hak dan kewajiban terkait kepemilikan tanah, serta untuk memastikan bahwa
proses sertifikasi melalui BPN diikuti dengan teliti
Green Banking, Operational Cost Efficiency (BOPO), and Profitability: Empirical Evidence from Banks Listed on the Indonesia Stock Exchange 2020–2024
Kerusakan lingkungan dan meningkatnya risiko perubahan iklim mendorong sektor perbankan untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan melalui penerapan green banking. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh green banking dan beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) terhadap profitabilitas perbankan yang terdaftar di BEI periode 2020- 2024. Green banking diukur melalui indikator Green Banking Disclosure Index (GBDI), sedangkan efisiensi biaya operasional diproksikan dengan rasio BOPO (Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional) dan profitabilitas diproksikan dengan Return on Assets (ROA). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Green Banking tidak berpengaruh terhadap profitabilitas sedangkan Biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas. Namun, secara bersama-sama kedua variabel berpengaruh signifikan. Temuan penelitian ini mengimplikasikan bahwa perbankan perlu mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnis dengan mengalihkan portofolio kredit ke sektor-sektor berkelanjutan tanpa hanya berorientasi pada keuntungan jangka pendek. Penerapan green banking juga harus diinternalisasikan dalam operasional perbankan melalui praktik ramah lingkungan guna meningkatkan efisiensi biaya operasional. Selain itu, perbankan dituntut untuk mengelola rasio BOPO secara efisien karena efisiensi operasional tersebut berperan penting dalam meningkatkan profitabilitas dan daya saing perbankan secara berkelanjutanEnvironmental degradation and the increasing risks of climate change have encouraged the banking sector to integrate sustainability principles through the implementation of green banking. This study aims to analyze the effect of green banking and operational costs to operating income (BOPO) on the profitability of banks listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2020–2024 period. Green banking is measured using the Green Banking Disclosure Index (GBDI), while operational cost efficiency is proxied by the BOPO ratio (Operating Expenses to Operating Income), and profitability is proxied by Return on Assets (ROA). This study employs a descriptive quantitative approach. The results indicate that green banking has no significant effect on profitability, whereas the BOPO ratio has a negative and significant effect on profitability. However, jointly, both variables have a significant effect on profitability. These findings imply that banks need to integrate sustainability principles into their business strategies by shifting credit portfolios toward sustainable sectors rather than focusing solely on short-term profits. Furthermore, green banking should be internalized within banking operations through environmentally friendly practices to improve operational cost efficiency. In addition, banks are required to manage the BOPO ratio efficiently, as operational efficiency plays a crucial role in enhancing profitability and maintaining long-term competitiveness