Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
Not a member yet
2607 research outputs found
Sort by
DAMPAK PEMASARAN DIGITAL TERHADAP PENDAPATAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM)
The use of digital marketing is an efficient means to open new marketing channels for MSME products. The purpose of this study is to fill the gap in previous research by analyzing the impact of digital marketing on the income of micro, small and medium enterprises (MSMEs) in Sumbawa Regency. This type of research is a comparative study with a quantitative approach. Data collection techniques through questionnaires and documentation. The number of samples in this study was 30 MSME samples that used digital marketing media and 30 MSME samples that did not use digital marketing. The results of the Kolmogorov Test stated that the data was normally distributed. The results of the study showed that there was a difference in average income between MSMEs that used digital marketing and MSMEs that did not use digital marketing. The results of this study prove that product marketing using digital marketing has an impact on increasing MSME income in Sumbawa RegencyPemanfaatan pemasaran digital (digital marketing) menjadi sarana yang efisien untuk membuka jalur pemasaran model baru bagi produk UMKM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisi kesenjangan penelitian terdahulu dengan menganalisis dampak pemasaran digital (digital marketing) terhadap pendapatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Sumbawa. Jenis penelitian ini adalah penelitian komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan dokumentasi. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 sampel UMKM yang menggunakan media pemasaran digital dan 30 sampel UMKM yang tidak menggunakan pemasaran digital. Hasil Uji Kolmogorov menyatakan bahwa data berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan rata-rata pendapatan antara UMKM yang menggunakan pemasaran digital dengan UMKM yang tidak menggunakan pemasaran digital. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa pemasaran produk dengan menggunakan pemasaran digital (digital marketing) berdampak terhadap peningkatan pendapatan UMKM di Kabupaten Sumbawa
EDUKASI ANEMIA SEBAGAI PENCEGAHAN STUNTING DENGAN MEDIA DIGITAL PADA SISWA SMAN 1 MOYO UTARA
Masa remaja merupakan periode transisi yang kompleks, ditandai oleh perubahan signifikan dalam aspek fisik, emosional, dan psikologis. Pada tahap ini, remaja rentan terhadap berbagai permasalahan kesehatan reproduksi, seperti kehamilan diluar nikah, serta praktik pernikahan di usia dini. Di samping itu, prevalensi anemia defisiensi besi pada remaja putri masih cukup tinggi dan menjadi isu kesehatan yang penting. Kehamilan pada usia remaja yang disertai kondisi anemia dapat berdampak negatif terhadap status gizi janin dan bayi yang dilahirkan. Permasalahan gizi dan kesehatan yang dialami remaja putri berpotensi menjadi faktor risiko terjadinya stunting pada generasi berikutnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan mendorong perubahan perilaku remaja terkait anemia dan stunting, khususnya di lingkungan SMAN 1 Moyo Utara. Pendekatan yang digunakan meliputi penyampaian materi melalui ceramah, demonstrasi, serta diskusi interaktif, dengan dukungan media digital berupa video edukatif.Masa remaja merupakan masa transisi yang ditandai terjadinya perubahan fisik, emosi dan psikis. Masalah kesehatan reproduksi yang sering dihadapi usia remaja adalah terjadinya kehamilan di luar nikah, kehamilan yang tidak diinginkan dan menikah usia anak. Masalah lain pada remaja putri adalah anemia zat besi. Kehamilan pada usia remaja dan keadaan anemia akan berdampak buruk pada status gizi janin dan bayi. Stunting dapat berawal dari kondisi remaja putri yang mengalami masalah gizi dan kesehatan yang berdampak pada masalah gizi dan kesehatan generasi berikutnya. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, dan perubahan perilaku tentang anemia dan stunting pada remaja di SMAN 1 Moyo Utara. Pelaksanaan kegiatan meliputi tahapan proses ceramah, demonstrasi dan tanya jawab dengan penggunaan media digital berupa video
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PENANAMAN MODAL ASING DI INDONESIA
Studi ini menyelidiki perlindungan hukum penanaman modal asing (PMA) di Indonesia, yang sangat penting untuk menarik investasi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Studi ini menganalisis literatur, termasuk Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, dan jurnal hukum dan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa undang-undang Indonesia telah menerapkan prinsip-prinsip yang melindungi investor asing, seperti prinsip non-diskriminasi dan arbitrase internasional untuk penyelesaian sengketa. Namun, implementasi regulasi masih menghadapi masalah, seperti birokrasi yang rumit dan inkonsistensi penegakan hukum.Studi ini menyelidiki perlindungan hukum penanaman modal asing (PMA) di Indonesia, yang sangat penting untuk menarik investasi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Studi ini menganalisis literatur, termasuk Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, dan jurnal hukum dan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa undang-undang Indonesia telah menerapkan prinsip-prinsip yang melindungi investor asing, seperti prinsip non-diskriminasi dan arbitrase internasional untuk penyelesaian sengketa. Namun, implementasi regulasi masih menghadapi masalah, seperti birokrasi yang rumit dan inkonsistensi penegakan hukum
TEKNOLOGI BIOFLOK UNTUK BUDIDAYA IKAN DI DAERAH ERIT: PELUANG PENGEMBANGAN DI NUSA TENGGARA TIMUR
Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memilliki tantangan dalam pengembangan budidaya ikan air tawar akibat keterbatasan sumber daya air. Teknologi bioflok bertujuan menerapakan budidaya yang hemat air dan menerapkan proses biokonversi limbah serta efisensi pakan berpotensi sebagai solusi untuk budidaya ikan di NTT yang minim sumberdaya air tawar. Artikel ini adalah literature review yang membahas tentang prinsip kerja dari teknologi bioflok, keunggulannya bagi sistem budidaya intensif, serta peluang dan tantangan implementasinya di wilayah erit. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa bioflok memiliki potensi yang sangat besar untuk diterapkan di NTT, terutama dalam skala kecil berbasis komunitas. Namun, tantangan teknis seperti kebutuhan energi untuk aerasi perlu diatasi melalui pendekatan berbasis lokalitas yaitu sumberdaya energi. Kajian ini merekomendasikan pemanfaatan energi alternatif, serta uji coba sistem percontohan untuk mendukung pengembangan budidaya bioflok yang berkelanjutan di NTT.Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memilliki tantangan dalam pengembangan budidaya ikan air tawar akibat keterbatasan sumber daya air. Teknologi bioflok bertujuan menerapakan budidaya yang hemat air dan menerapkan proses biokonversi limbah serta efisensi pakan berpotensi sebagai solusi untuk budidaya ikan di NTT yang minim sumberdaya air tawar. Artikel ini adalah literature review yang membahas tentang prinsip kerja dari teknologi bioflok, keunggulannya bagi sistem budidaya intensif, serta peluang dan tantangan implementasinya di wilayah erit. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa bioflok memiliki potensi yang sangat besar untuk diterapkan di NTT, terutama dalam skala kecil berbasis komunitas. Namun, tantangan teknis seperti kebutuhan energi untuk aerasi perlu diatasi melalui pendekatan berbasis lokalitas yaitu sumberdaya energi. Kajian ini merekomendasikan pemanfaatan energi alternatif, serta uji coba sistem percontohan untuk mendukung pengembangan budidaya bioflok yang berkelanjutan di NTT
NOISE REDUCTION: STUDI ANALISIS BAHAN KULIT SAMAK SEBAGAI MATERIAL PEREDAM SUARA RUANGAN
One thing that needs to be considered in providing a comfortable atmosphere is noise. High noise levels can reduce room productivity, therefore effective acoustic materials are needed. Material that can be used as a noise reduction material is leather. Leather is usually used as decoration for interior elements, but never been used as a material that has functional value as a noise reduction, so the research is needed to see whether there is potential for tanned leather as an alternative material for noise reduction. This research aims to obtain data on the potential of tanned leather in dealing with background noise. This research uses an experimental method of chrome-tanned leather (Pull-up) and vegetable-tanned leather, which are measured using a sound level meter. The experimental results provide data that pull up leather and vegetable leather which are used as layer coverings for cardboard have a noise intensity below 75 dB, a safe category that reduces noise based on WHO and can be used as a noise reduction. Another discovery is that pull-up leather absorbs better noise than vegetable leather. This research provide new perspective on noise reduction materials using chrome-tanned leather (Pull-up) material.Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam memberikan suasana yang nyaman dalam ruang adalah kebisingan. Tingkat kebisingan yang tinggi dapat menurunkan produktivitas ruangan, sehingga diperlukan material peredam bising dalam ruangan yang efektif. Salah satu material alternatif yang dapat digunakan sebagai peredam adalah bahan kulit. Bahan kulit biasanya digunakan sebagai dekorasi pada elemen interior, namun belum pernah digunakan sebagai material yang memiliki nilai fungsional sebagai peredam suara sehingga perlu adanya penelitian untuk melihat apakah terdapat potensi dari bahan kulit tersamak sebagai material alternatif peredam suara. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendapatkan data potensi kulit samak dalam mengatasi kebisingan ruangan. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen material kulit samak krom (Pull up) dan kulit samak nabati yang diukur menggunakan alat pengukur kebisingan (Sound Level Meter). Hasil eksperimen memberikan data bahwa kulit pull up dan kulit nabati yang dijadikan pelapis sekat pada kardus memiliki intensitas kebisingan dibawah 75 dB yang merupakan kategori aman berdasarkan standar WHO dan dapat berfungsi sebagai noise reduction. Penemuan lainnya adalah kulit pull up memiliki daya serap kebisingan yang lebih baik dibandingkan dengan kulit nabati. Hasil eksperimen memberikan perspektif baru terhadap penggunaan bahan kulit pull up sebagai material peredam suara
PENGARUH DEFORESTASI TERHADAP TEMPERATUR, KELEMBABAN, CURAH HUJAN, DAN PENYINARAN MATAHARI: STUDI KASUS DI SUMATERA UTARA
Climate change due to deforestation is a hot global issue today. This study analyzes the effect of deforestation on temperature, humidity, rainfall, and sunshine duration in North Sumatra Province during the period 2013-2022. A quantitative approach was used with deforestation data from the Ministry of Environment and Forestry (KLHK) and climate data from the Meteorology, Climatology and Geophysics Agency (BMKG). Pearson Product Moment correlation analysis was performed using SPSS version 29. The results showed that the average deforestation in North Sumatra reached 9,884.79 hectares per year. The correlation analysis showed a very weak to low negative relationship between deforestation and the four climate parameters analyzed, namely rainfall (r = -0.292), sunshine duration (r = -0.173), air temperature (r = -0.086), and air humidity (r = -0.056). Statistically, no significant relationship (p>0.05) was found between deforestation and climate variables, most likely due to the limited number of annual samples. This study identified that local factors such as the presence of the large Lake Toba and the conversion of deforested land to plantations act as moderators of the microclimate. This explains the impact of deforestation on temperature and humidity in this region is not always significant as theoretically assumed. Correlations between climate variables also show complex interactions, such as a very strong negative relationship between temperature and humidity (r=-0.974; p<0.001). This study provides important insights into the complexity of deforestation and microclimate interactions in a unique tropical region such as North Sumatra.Perubahan iklim akibat deforestasi merupakan isu global yang hangat saat ini Penelitian ini menganalisis pengaruh deforestasi terhadap temperatur, kelembaban udara, curah hujan, dan lamanya penyinaran matahari di Provinsi Sumatera Utara selama periode 2013-2022. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan data deforestasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan data iklim dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Analisis korelasi Pearson Product Moment dilakukan menggunakan SPSS versi 29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deforestasi rata-rata di SUMUT mencapai 9.884,79 hektar per tahun. Analisis korelasi memiliki hubungan negatif sangat lemah hingga rendah antara deforestasi dan keempat parameter iklim yang dianalisis, yaitu curah hujan (r=-0,292), lamanya penyinaran matahari (r=-0,173), temperatur udara (r=-0,086), dan kelembaban udara (r=-0,056). Secara statistik, tidak ditemukan hubungan yang signifikan (p>0,05) antara deforestasi dan variabel iklim kemungkinan besar disebabkan oleh keterbatasan jumlah sampel tahunan. Studi ini mengidentifikasi bahwa faktor lokal seperti keberadaan Danau Toba yang luas dan alih fungsi lahan deforestasi menjadi perkebunan berperan sebagai moderator iklim mikro. Ini menjelaskan dampak deforestasi terhadap suhu dan kelembaban di wilayah ini tidak selalu signifikan seperti yang diasumsikan secara teoritis. Korelasi antar variabel iklim juga menunjukkan interaksi kompleks, seperti hubungan negatif sangat kuat antara suhu dan kelembaban (r=-0,974; p<0,001). Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang kompleksitas interaksi deforestasi dan iklim mikro di wilayah tropis yang unik seperti Sumatera Utara
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS METODE KONVENSIONAL DENGAN BUILDING INFORMATION MODELING (BIM) PADA PERHITUNGAN BIAYA PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI
Perkembangan industri konstruksi yang pesat dan kompleksitas proyek yang semakin tinggi menuntut adanya metode perencanaan yang lebih efektif, efisien, dan terintegrasi. Building Information Modeling (BIM) hadir sebagai solusi teknologi yang mampu mengintegrasikan proses desain dan konstruksi secara digital, sehingga menghasilkan informasi yang lebih akurat. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan volume pekerjaan dan estimasi biaya pelaksanaan proyek konstruksi Gedung Rektorat Universitas Teknologi Sumbawa menggunakan metode konvensional dan metode BIM. Penelitian ini menggunakan pendekatan komparatif dengan memanfaatkan perangkat lunak Autodesk Revit sebagai instrumen pemodelan 3D. Estimasi biaya dilakukan berdasarkan Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) Kabupaten Sumbawa tahun 2012. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa terdapat selisih biaya sebesar Rp 80.656.000 atau sekitar 4,8%, di mana metode BIM memberikan estimasi yang lebih rendah dibandingkan metode konvensional. Selisih ini mencerminkan keunggulan BIM dalam akurasi perhitungan volume dan efisiensi material karena didukung oleh visualisasi tiga dimensi serta deteksi dini terhadap konflik desain. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa BIM lebih unggul dalam menunjang perencanaan biaya proyek dan dapat diandalkan sebagai pendekatan modern dalam manajemen konstruksi.The rapid development of the construction industry and the increasing complexity of projects demand more effective, efficient, and integrated planning methods. Building Information Modeling (BIM) emerges as a technological solution capable of digitally integrating design and construction processes to produce more accurate information. This study aims to compare work volume and cost estimation of the Rectorate Building construction project at the University of Technology Sumbawa using both conventional and BIM methods. A comparative approach was employed, utilizing Autodesk Revit as the 3D modeling instrument. The cost estimation was based on the 2012 Unit Price Analysis (AHSP) of Sumbawa Regency. The results showed a cost difference of Rp 80,656,000 or approximately 4.8%, with BIM providing a lower estimate than the conventional method. This difference reflects BIM’s superiority in accuracy of quantity calculation and material efficiency, supported by three-dimensional visualization and early design conflict detection. Therefore, it can be concluded that BIM is more effective in supporting cost planning and can be relied upon as a modern approach in construction management
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN BAND TERBAIK MENGGUNAKAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DAN MULTI-FACTOR EVALUATION PROCESS
Penilaian terhadap peserta festival musik sering kali bersifat subjektif dan kurang transparan, sehingga diperlukan sistem pendukung keputusan yang mampu memberikan hasil evaluasi secara objektif dan terstruktur. Penelitian ini menyajikan sistem pendukung pemilihan band terbaik menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Multi-Factor Evaluation Process (MFEP). Tujuan dari penelitian ini untuk merancang dan mengimplementasikan sistem pendukung keputusan dalam pemilihan band terbaik pada ajang Mentalita Fest dengan mengintegrasikan dua metode pengambilan keputusan multikriteria, yaitu AHP dan MFEP. Metode AHP digunakan untuk menentukan bobot dari setiap kriteria penilaian berdasarkan preferensi juri melalui matriks perbandingan berpasangan, sedangkan metode MFEP digunakan untuk menghitung skor akhir dari masing-masing alternatif berdasarkan bobot yang telah diperoleh. Tiga kriteria utama yang digunakan adalah teknik bermusik, performa panggung, dan orisinalitas musik. Berdasarkan hasil evaluasi terhadap 15 band peserta, diperoleh bahwa SUPERMAN IS DEAD merupakan band terbaik dengan nilai total tertinggi sebesar 4.30. Sistem juga menyediakan visualisasi hasil akhir dalam bentuk peringkat dan rekomendasi keputusan. Dengan demikian, sistem ini dapat dijadikan solusi evaluasi yang transparan dan aplikatif dalam berbagai kegiatan seleksi berbasis kriteria ganda, khususnya dalam bidang seni pertunjukan
MODEL PEMBELAJARAN AR INTERAKTIF UNTUK PENGEMBANGAN KOGNITIF ANAK TK DALAM PENGENALAN WARNA DAN BENTUK
Sistem pembelajaran untuk Anak TK masih banyak menggunakan media konvensional seperti buku cetak dan gambar dua dimensi, yang dinilai kurang efektif dalam menyampaikan konsep abstrak seperti warna dan bentuk. Namun, pengenalan warna dan bentuk sangat penting dalam mendukung perkembangan kognitif dan persepsi visual anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji aplikasi pembelajaran interaktif berbasis Augmented Reality (AR) yang dirancang untuk memperkenalkan warna dan bentuk secara menarik dan mudah dipahami. Pengembangan aplikasi menggunakan metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC), dan dilakukan pengujian sebanyak 30 kali terhadap total 35 objek, yang terdiri dari 24 objek warna dan bentuk 11 objek bentuk. Hasil menunjukkan bahwa seluruh objek warna dikenali dengan akurasi 100%, sedangkan objek bentuk dikenali dengan akurasi 90,9% dengan objek bola gagal dikenali karena pencahayaan dan desain marker. Akurasi keseluruhan sistem sebesar 97,14%. Uji coba terhadap 25 anak usia 4-5 tahun di Tk Kanisius Kadirojo menunjukkan bahwa 88% anak mampu mengoperasikan aplikasi secara mandiri. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemanfaatan teknologi Marker-Based AR sebagai media pembelajaran inovatif yang mendukung pengembangan kognitif anak Tk secara lebih interaktif dan menyenangkan
ANALISI DATA PENGUNAAN AI ( ARTIFICIAL INTELLIGENCE) YANG BERDAMPAK PADA GENERASI MUDA
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong munculnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang kini semakin berperan dalam kehidupan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan AI terhadap pola pikir, perilaku, dan efisiensi waktu generasi muda dalam konteks kehidupan sehari-hari dan pendidikan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner daring (Google Form). Jumlah responden sebanyak 34 orang yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa berusia 16 hingga 23 tahun. Kriteria responden adalah mereka yang aktif menggunakan teknologi AI dalam aktivitas akademik maupun sosial. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan tabulasi frekuensi dan persentase untuk mengukur tingkat kesetujuan responden terhadap pernyataan terkait penggunaan AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden bersikap netral terhadap perkembangan AI, namun mereka mengakui manfaat AI dalam meningkatkan efisiensi waktu dan penyelesaian tugas. Meskipun demikian, kekhawatiran terhadap potensi ketergantungan teknologi tetap ada. Diperlukan literasi digital yang kuat dan dukungan pendidikan untuk memastikan bahwa generasi muda dapat memanfaatkan AI secara bijak dan bertanggung jawab