Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
Not a member yet
2607 research outputs found
Sort by
Pemberdayaan Pengurus dan Santri Pondok Pesantren Assalam Melalui Program Budidaya Ikan Bandeng di Desa Olat Rawa Kabupaten Sumbawa
Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengurus dan santri Pondok Pesantren Assalam di Desa Olat Rawa melalui pemberdayaan berbasis budidaya ikan bandeng. Kegiatan dilaksanakan sebagai upaya untuk memberikan keterampilan praktis yang berkelanjutan dalam bidang perikanan, khususnya budidaya ikan bandeng yang potensial dikembangkan di wilayah tersebut. Melalui program ini, para pengurus dan santri diharapkan tidak hanya mendapatkan pemahaman teoretis mengenai proses budidaya ikan bandeng, tetapi juga memiliki kemampuan praktik yang mumpuni dalam mengelola usaha budidaya secara mandiri. Program pengabdian kepada masyarakat mencakup beberapa tahapan, mulai dari pelatihan mengenai teknik budidaya ikan bandeng, pengelolaan kolam, hingga pemasaran hasil produksi. Para pengurus dan santri akan dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan, sehingga dapat merasakan langsung pengalaman dalam mengelola usaha perikanan. Kegiatan ini juga akan melibatkan pendampingan intensif dari tim ahli guna memastikan transfer pengetahuan dan keterampilan yang optimal. Dengan adanya program pemberdayaan ini, diharapkan Pondok Pesantren Assalam dapat menjadi model percontohan bagi pengembangan budidaya ikan bandeng di desa Olat Rawa, serta mendorong potensi ekonomi lokal melalui optimalisasi sumber daya alam yang ada. Hasil akhir dari kegiatan ini diharapkan berupa terbentuknya unit usaha perikanan yang dikelola oleh pesantren dengan hasil produksi yang konsisten dan berdaya saing di pasar lokal.Desa Olat Rawa merupakan salah satu Desa yang ada di kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa. Di lokasi desa Olat Rawa terdapat Pondok Pesantren yang lokasi berada tepat di Sepanjang Utara Desa Ola Rawa. Pondok Pesantren ini memiliki Sumber Daya Laut yang sangat luas dan sesuai untuk pengembangan budidaya perikanan. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengurus dan santri Pondok Pesantren Assalam di Desa Olat Rawa melalui pemberdayaan berbasis budidaya ikan bandeng. Kegiatan dilaksanakan sebagai upaya untuk memberikan keterampilan praktis yang berkelanjutan dalam bidang perikanan, khususnya budidaya ikan bandeng, yang potensial dikembangkan di wilayah tersebut. Melalui program ini, para pengurus dan santri diharapkan tidak hanya mendapatkan pemahaman teori yang baik mengenai proses budidaya ikan bandeng, tetapi juga memiliki kemampuan praktik yang mumpuni dalam mengelola usaha budidaya secara mandiri. Program pengabdian kepada masyarakat mencakup beberapa tahapan, mulai dari pelatihan mengenai teknik budidaya ikan bandeng, pengelolaan kolam, hingga pemasaran hasil produksi. Para pengurus dan santri akan dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan, sehingga dapat merasakan langsung pengalaman dalam mengelola usaha perikanan. Kegiatan ini juga akan melibatkan pendampingan intensif dari tim ahli guna memastikan transfer pengetahuan dan keterampilan yang optimal. Dengan adanya program pemberdayaan ini, diharapkan Pondok Pesantren Assalam dapat menjadi model percontohan bagi pengembangan budidaya ikan bandeng di desa Olat Rawa, serta mendorong potensi ekonomi lokal melalui optimalisasi sumber daya alam yang ada. Hasil akhir dari kegiatan ini diharapkan berupa terbentuknya unit usaha perikanan yang dikelola oleh pesantren dengan hasil produksi yang konsisten dan berdaya saing di pasar lokal
Analisis Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Debit Air
Land use in the Rhee River Watershed area increases every year in line with the increase in population and economic needs. Changes in land use from forest areas to agricultural land areas can cause damage to watershed ecosystems and reduced water discharge. Apart from that, the impact that will result from changes in land use can cause an increase in peak discharge and direct runoff volume which has the potential to cause floods and landslides. This research aims to determine the impact of land use changes on water discharge using the Hydrologic Engineering Center-Hydrologic Modeling System (HEC HMS) application. The results of land use map analysis in 2010 and 2019 show changes in land use in forest areas, agricultural land and shrubs. Forest areas experienced a reduction in area of ??67,819 {\rm km}^2, while agricultural land and shrubs experienced an increase in area of ??6,912 {\rm km}^2 and 135,638 {\rm km}^2 respectively. This is based on modeling using the HEC HMS application for changes in land use showing that the results of changes in peak discharge and direct flow volume have increased by 1636.8\ m^3/s and 705.31 m^3/s. The loss of water discharge and base flow experienced a reduction in discharge of 723.75 m^3/s and 3664.6 m^3/s. There have been quite significant changes to land use which has changed to agricultural land. Significant changes in land use cause the volume of runoff during the rainy season to increase, resulting in the potential for flooding along the watershed.Penggunaan lahan di kawasan daerah aliran sungai (DAS) Rhee mengalami peningkatan setiap tahunnya seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan kebutuhan ekonomi. Perubahan alih fungsi penggunaan lahan dari kawasan hutan menjadi area lahan pertanian dapat menyebabkan rusaknya ekosistem DAS dan berkurangnya debit air. Selain itu, dampak yang akan ditimbulkan akibat perubahan tata guna lahan dapat menyebabkan meningkatnya debit puncak dan volume limpasan langsung yang berpotensi terjadinya banjir dan longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak perubahan tata guna lahan terhadap debit air dengan menggunakan aplikasi Hydrologic Engineering Center-Hydrologic Modelling System (HEC HMS). Hasil analisa peta tata guna lahan pada tahun 2010 dan tahun 2019 menunjukan adanya perubahan tata guna lahan terhadap kawasan hutan, lahan pertanian dan semak belukar. Kawasan hutan mengalami pengurangan luas wilayah sebesar 67,819 , sedangkan lahan pertanian dan semak belukar mengalami peningkatan luas wilayah masing-masing sebesar 6,912 dan 135,638 . Hal ini berdasarkan pemodelan menggunakan aplikasi HEC HMS terhadap perubahan tata guna lahan menunjukkan hasil adanya perubahan terhadap debit puncak dan volume aliran langsung mengalami peningkatan sebesar 1636,8 /s dan 705,31 /s. Adapun kehilangan debit air dan aliran dasar mengalami pengurangan debit sebesar 723,75 /s dan 3664,6 /s. Hal tersebut selain menggambarkan dampak perubahan tata guna lahan terhadap ketersedian debit air juga mempengaruhi volume limpasan pada musim hujan yang berpotensi menyebabkan banjir
Isolasi Bakteri Vibrio Sp. Resisten Antibiotik Pada Sampel Udang Vaname (Litopenaeus Vannamei) Dari Pasar Seketeng
Vannamei shrimp farming in Indonesia is growing rapidly and has a wide interest both nationally and internationally. Until now, vaname shrimp is still a leading fishery product in the export sector. It will be difficult to increase shrimp production, often in the rearing of vaname shrimp attacked by various diseases. One of them is vibriosis caused by bacteria of the genus Vibrio that attack larvae, post larvae and juveniles and cause death up to 100%. To overcome this, cultivators often use antibiotics to control diseases by pathogenic bacteria. Basically, the use of antibiotics has been banned because it can cause resistance in pathogenic bacteria and can increase antibiotic residue levels in the shrimp. This has an impact on quality, productivity and can lead to export rejection and health risks. This study aims to determine whether there are antibiotic-resistant Vibrio sp. bacteria in vannamei shrimp that are traded in Seketeng Market. This study began by isolating Vibrio bacteria from vaname shrimp followed by morphological and physiological characterization and vibrio resistance testing to antibiotics. The results of isolation of Vibrio bacteria from vaname shrimp obtained 2 isolates, namely VK (Yellow colony on TCBS) and VH (Green colony on TCBS) with the colony morphological characteristics, convex elevation, slippery edges and physiological characteristics of isolates, namely gram-negative and positive catalase. The resistance test results showed that VH isolates were resistant to chloramphenicol, tetracycline and ampicillin at concentration of 10 ?g/mL while VK isolates were resistant to tetracycline and ampicillin at concentration of 10 ?g/mL.Budidaya udang vaname Indonesia berkembang pesat dan memiliki peminat yang luas baik pasa nasional maupun internasional. Hingga saat ini udang vaname masih menjadi produk perikanan unggulan di bidang ekspor. Akan tetepi untuk meningkatkan produksi udang, sering kali dalam pemeliharaan udang vaname terserang berbagai macam penyakit. Vibriosis penyakit disebabkan oleh bakteri genus Vibrio yang menyerang larva, post larva dan juvenile dan menyebabkan kematian hingga 100%. Untuk mengatasinya pembudidaya sering kali menggunakan antibiotik untuk mengendalikan penyakit oleh bakteri patogen. Pada dasarnya penggunaan antibiotik telah dilarang karena dapat menyebabkan sifat resistensi pada bakteri patogen dan dapat meningkatkan kadar residu antibiotik pada tubuh udang. Hal tersebut berdampak pada kualitas, produktivitas dan dapat menyebabkan penolakan ekspor serta resiko kesehatan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bakteri Vibrio sp. resisten antibiotik pada udang vaname yang diperjaulbelikan di Pasar Seketeng. Penelitian ini diawali dengan mengisolasi bakteri Vibrio dari udang vaname, dilanjutkan dengan karakterisasi morfologi dan fisiologi serta uji resistensi Vibrio terhadap antibiotik. Hasil isolasi bakteri Vibrio dari udang vaname diperoleh 2 isolat yaitu VK (Vibrio pada TCBS dengan warna kuning) dan VH (Vibrio pada TCBS dengan warna hijau) dengan karakteristik morfologi berbentuk bulat, elevasi cembung, tepian licin dan karakteristik fisiologi isolat yaitu gram negatif dan katalase positif. Hasil uji resistensi isolat VH resisten terhadap kloramfenikol, tetrasiklin dan ampisilin pada konsentrasi 10 µg/mL sedangkan isolat VK resisten terhadap tetrasiklin dan ampisilin pada konsentrasi 10 µg/m
Isolasi Bakteri Xerofilik dari Tanah Olat Maras untuk Pembuatan Starter Pupuk Lahan Kering di Sumbawa
The potential of dry land in NTB that can be utilized for agricultural development is around 600,000 ha. Sumbawa is one of the districts that has the widest use of corn land. Most of Sumbawa is dominated by dry areas, causing several obstacles related to agricultural production such as the availability of water which only comes from rainfall, the level of soil fertility is decreasing, and causing production constraints. Utilization of bacteria to be used as fertilizer has been widely produced. However, there is a need for research related to the ability to use bacteria to be used as a starter that can survive dry land conditions. Xerophilic bacteria are bacteria that can survive in environments with low water content. Therefore, this study isolated xerophilic bacteria from Olat Maras hill soil as a starter candidate for dry land fertilizer in Sumbawa. Therefore, this study isolated xerophilic bacteria from maras oat soil for the manufacture of dry land fertilizer starter in Sumbawa. This research started with pretreatment of maras oat soil, followed by isolation and purification of xerophilic bacteria, several PGPR tests were performed (IAA production test, phosphate solvent test, protease enzyme production test, potassium solvent test, nitrogen fixing test), resistance test to UV radiation. , and identification of bacteria by 16S rRNA sequencing. The results of isolating xerophilic bacteria from maras olat soil obtained 8 pure isolates of xerophilic bacteria. The ability of xerophilic bacteria from maras olat soil to be used as a dry land fertilizer starter by PGPR testing obtained isolates with the code STP-T-Trehalose-008 with the best results from all tests. Based on the results of sequencing using 16S rRNA, the isolate with the code STP-T-Trehalose-008 belongs to the species Streptomyces sp. which is a gram positive bacteria class Actinomycetes.Potensi lahan kering di NTB yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pertanian berkisar seluas 600.000 ha. Sumbawa termasuk salah satu kabupaten yang memiliki penggunaan luas lahan jagung yang terluas. Sumbawa sebagian besar didominasi dengan wilayah kering sehingga menimbulkan beberapa kendala terkait produksi pertanian seperti ketersedian air yang hanya bersumber dari curah hujan, tingkat kesuburan tanahnya semakin menurun, dan menyebabkan kendala produksi. Pemanfaatan bakteri untuk dijadikan sebagai pupuk telah banyak dihasilkan. Namun perlu adanya suatu penelitian terkait kemampuan penggunaan bakteri untuk dijadikan sebagai starter yang mampu bertahan pada kondisi lahan kering. Bakteri xerofilik merupakan bakteri yang mampu bertahan hidup di lingkungan dengan kadar air yang rendah. Oleh karena itu, penelitian ini melakukan isolasi bakteri xerofilik dari tanah bukit Olat Maras sebagai kandidat starter pupuk lahan kering di Sumbawa. Oleh karena itu, penelitian ini melakukan isolasi bakteri xerofilik dari tanah olat maras untuk pembuatan starter pupuk lahan kering di sumbawa. Penelitian ini dimulai dari preatretment dari tanah olat maras, dilanjutkan dengan isolasi dan purifikasi bakteri xerofilik, dilakukan beberapa pengujian PGPR (uji produksi IAA, uji pelarut fosfat, uji produksi enzim protease, uji pelarut potasium, uji penambat nitrogen), uji ketahanan terhadap radiasi UV, dan identifikasi bakteri dengan sequensing 16S rRNA. Hasil isolasi bakteri xerofilik dari tanah olat maras didapatkan 8 isolat murni bakteri xerofilik. Kemampuan bakteri xerofilik dari tanah olat maras untuk dijadikan sebagai starter pupuk lahan kering dengan pengujian PGPR didapatkan isolat dengan kode STP-T-Trehalose-008 dengan hasil terbaik dari semua pengujian. Berdasarkan hasil sekuensing dengan menggunakan 16S rRNA isolat dengan kode STP-T-Trehalose-008 termasuk ke dalam spesies Streptomyces sp. yang merupakan bakteri gram positif kelas Actinomycetes
PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR JARINGAN FIBER OPTIC JALUR UDARA PT. WISUANDHA NETWORK GLOBALINDO DI KABUPATEN BULELENG
In addressing the rapid growth of the internet in Bali, PT Wisuandha Network Globalindo sees the necessity of constructing its own fiber optic network infrastructure as a strategic move to meet the increasing demands for bandwidth and enhance network stability. As a committed internet service provider, they have taken the initiative to apply for permits for the development of aerial fiber optic network infrastructure. To achieve the project's goals, PT Wisuandha Network Globalindo will involve all relevant parties, adhere to applicable regulations, and ensure the reliability and security of the infrastructure being built. By leveraging the permitting scheme already implemented in Buleleng Regency, it is anticipated that this project will improve reliable internet access, strengthen connectivity, and support the growth of information technology in Bali. The primary focus of the project is on analyzing implementation results, including necessary technical adjustments and ensuring process alignment with the timeline. Despite undergoing significant changes during implementation, the project was successfully executed in accordance with regulations, involving differences in the initial and final route paths, encompassing 9 road segments, 42 poles, and a cable length of 5,052 meters over a total duration of 10 months.Dalam menghadapi pertumbuhan internet yang pesat di Bali, PT Wisuandha Network Globalindo memandang perlunya membangun infrastruktur jaringan fiber optic sendiri sebagai langkah strategis untuk mengatasi tuntutan bandwidth yang semakin tinggi dan meningkatkan kestabilan jaringan. Sebagai perusahaan penyedia jasa internet yang berkomitmen, mereka mengambil inisiatif untuk mengajukan perizinan pembangunan infrastruktur jaringan fiber optic dengan jalur udara. Untuk mencapai tujuan proyek, PT Wisuandha Network Globalindo akan melibatkan semua pihak terkait, mematuhi regulasi yang berlaku, dan memastikan keandalan serta keamanan infrastruktur yang dibangun. Dengan memanfaatkan skema perizinan yang telah diterapkan di Kabupaten Buleleng, diharapkan proyek ini dapat meningkatkan akses internet yang handal, memperkuat konektivitas, dan mendukung pertumbuhan teknologi informasi di Bali. Fokus utama proyek adalah pada analisis hasil pelaksanaan, termasuk penyesuaian teknis yang diperlukan dan kesesuaian proses dengan timeline. Meskipun mengalami perubahan signifikan selama pelaksanaan, proyek berhasil diimplementasikan sesuai regulasi dengan perbedaan rute jalur awal dan akhir, melibatkan 9 ruas jalan, 42 tiang, dan panjang tarikan sepanjang 5.052 meter dalam waktu total 10 bulan
Pengaruh penambahan saluran udara primer dengan variasi Jenis Bahan Bakar Terhadap Efisiensi Termal pada kompor biomassa
In Indonesia, the use of biomass as an alternative fuel offers promising potential when compared to LPG gas, Biomass stove technology has significant potential in utilizing renewable energy more efficiently. The purpose of this study was to determine the effect of adding primary air ducts and fuel variations on the thermal efficiency of the stove and determine the type of fuel on input power. The analysis method used is the analysis of the Water Boiling Test (WBT) experiment. Based on the results of the study, testing the input power value on a biomass stove without a tube and with the addition of a primary air tube resulted in an input value of 40,1 kw and the lowest value resulted from a variation of a tubeless stove with coconut shell fuel with a value of 2,71 kw. By testing the output power value on a biomass stove without a tube and with the addition of a primary air tube produced the best output value of 1,53 kw and the lowest value was produced from a variety of tubeless stoves with coconut shell fuel with a value of 0,10 kw. And thermal efficiency testing on biomass stoves, with the addition of primary air tubes produces the best thermal efficiency value of 4,96% and the lowest thermal efficiency obtained from the variety of stoves without additional primary air tubes with coconut shell fuel, which is 3,36 %.Di Indonesia, penggunaan biomassa sebagai bahan bakar alternatif menawarkan potensi yang menjanjikan jika dibandingkan dengan gas LPG , Teknologi kompor biomassa memiliki potensi yang signifikan dalam memanfaatkan energi terbarukan dengan lebih efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan saluran udara primer dan variasi bahan bakar terhadap efisiensi termal kompor serta mengetahui jenis bahan bakar terhadap daya input. Metode analisis yang digunakan adalah analisis Eksperimen Water Boiling Test (WBT). Berdasarkan hasil penelitian Pengujian nilai daya input pada kompor biomassa tanpa tabung dan dengan tambahan tabung udara primer menghasilkan nilai input 40,1 kw dan nilai terendah dihasilkan dari variasi kompor dengan tambahan tabung dengan bahan bakar briket tempurung kelapa dengan nilai sebesar 2,71 kw. Dengan Pengujian nilai daya output pada kompor biomassa tanpa tabung dan dengan tambahan tabung udara primer menghasilkan nilai output paling baik yaitu 1,53 kw dan nilai terendah dihasilkan dari variasi kompor tanpa tabung dengan bahan bakar tempurung kelapa dengan nilai sebesar 0,10 kw. Dan Pengujian efisiensi termal pada kompor biomassa , dengan tambahan tabung udara primer menghasilkan nilai efisiensi termal yang terbaik sebesar 4,96 % dan efisiensi termal paling rendah di dapat dari variasi kompor tanpa tambahan tabung udara primer dengan bahan bakar tempurung kelapa yaitu sebesar 3,36 %
Isolasi Bakteri Dari Insang Lobster Air Laut Dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa
Dalam budidaya lobster penyakit lobster menjadi musuh utama, hal tersebut dapat disebabkan oleh infeksi bakteri patogen yang menyerang lobster. Pemberian antibakteri telah dilarang sejak 2010, karena penggunaan antibakteri secara berkala tidak baik untuk lingkungan, bahkan dapat memunculkan sifat resisten pada bakteri patogen. Probiotik dapat menjadi solusi untuk penggati dari penggunaan antibakteri, probiotik yang dapat ditemukan dari makhlik hidup salah satunya adalah Bakteri Asam Laktat (BAL). Dilakukanya isolasi bakteri dari insang lobster yang memiliki kemampuan dalam membentuk zona hambat pada bakteri patogen Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa. Isolat bakteri yang ditemukan pada insang lobster diuji pada media MRSA campuran dan uji gram agar mendapat bakteri BAL. Hasil dari penelitian ini adalah didapat 4 (empat) isolat bakteri dari insang lobster air laut dilakukan pengujian terhadap bakteri Escherichia coli dengan metode kertas cakram. 3 (tiga) Isolat bakteri BAL dapat membentuk zona bening. Rata-rata zona bening dari salah satu isolat yang terbentuk dapat mencapai sebesar 19,75 mm pada bakteri Escherichia coli, dalam uji kedua isolat bakteri yang didapat dari insang lobster air laut tidak dapat menghambat bakteri patogen Pseudomonas aeruginosa karena tidak adanya zona bening yang terbentuk
Identifikasi dan Uji Resistensi Mikroba Terhadap Antibiotik Chloramphenicol di Sungai Brang Biji Sumbawa
Resistensi mikroba terhadap antibiotik mengalami peningkatan di lingkungan seiring dengan pembuangan limbah yang mengandung bahan antimikroba seperti anti bakteri dan anti jamur baik dalam bentuk detergen pencuci pakaian maupun peralatan rumah tangga, kosmetik, serta obat-obatan. Salah satu lokasi pembuangan limbah adalah sungai Brang Biji. Sehingga diperlukan penelitian untuk isolasi dan uji resistensi mikroba terhadap antibiotik kloramfenikol pada air sungai Brang Biji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah mikroba yang terdapat didalam aliran air sungai Brang Biji telah mengalami resistensi atau tidak. Identifikasi dilakukan dengan pengujian menggunakan metode Kirby-Bauer atau difusi disk. Hasil yang didapatkan yaitu bahwa 5 isolat diantaranya S1 U1 10-5, S2 U1 10-3, S2 U2 10-5, S3 U1 10-5, dan S3 U3 10-5 diindikasikan resisten dan 3 isolat lainnya yaitu S1 U3 10-5, S2 U2 10-3, dan S2 U3 10-3 diindikasikan sensitif. Resistensi kloramfenikol mencapai 62,5% yang menunjukkan tingginya tingkat resistensi mikroba di sungai Brang Biji
PENGARUH LIKUIDITAS, LEVERAGE DAN STRUKTUR MODAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR PERIODE 2021-2022
Penelitian ini bertujuan Untuk menguji likuiditas berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2021-2022, Untuk menguji leverage berpengaruh terhadap kinerja keuangann pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2021-2022, dan Untuk menguji struktur modal berpengaruh terhadap kinerja keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2021-2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan data sekunder. Jumlah populasi sebesar 112 perusahaan dan jumlah sampel sebesar 36 perusahaandengan menggunakan teknik total sampling. Metode pengumpulan daya dengan menggunakan dokumen dan teknik analisis data melalui uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji koefisien determinan dan uji hipotesis. Hasil penelitiannya yaiutu, prsamaan linear berganda Y = 0,160 + 0,002X1 + 0,002X2 + 0,005X3 + e. Secara parsial likuiditas berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja keuangan, leverage berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan, dan struktur modal berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan
Analisis Kepuasan Pelanggan Dengan Menggunakan Metode Importance Performanced Analysis Dapoer Nides.
The COVID-19 pandemic has changed the landscape of the culinary industry. Changes in consumer behavior that tend to cook and eat at home due to stay at home and social distancing policies have triggered a shift in consumption patterns from offline to online, with e-commerce becoming the new backbone. Product availability, functionality, and speed and convenience of delivery are the main driving factors for consumer shopping decisions. In this context, service quality plays a crucial role in creating customer satisfaction. This study focuses on five dimensions of service quality determinants, Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy, and Tangible, to understand and strengthen service strategies amidst the dynamics of the post-pandemic culinary industry. The purpose of the study is to determine what factors are the weaknesses in the quality of restaurant service, and how to increase restaurant sales. The Importance and Performance Analysis (IPA) analysis shows priority areas for service improvement to increase customer satisfaction: Tangibles, namely the need for improvements to conditions and chairs. Reliability: Improving services according to promises and ease of payment. Maintain the speed of delivery and taste of the food.. Responsiveness is Improving the speed of employee service and their ability to answer questions. Maintaining the ease of order delivery. Assurance is improving the consistency of good service to all customers. Maintain parking security. and Empathy is Maintaining opening hours according to promotions.Pandemi COVID-19 telah mengubah lanskap industri kuliner,. Perubahan perilaku konsumen yang cenderung memasak dan makan di rumah akibat kebijakan stay at home dan social distancing memicu pergeseran pola konsumsi dari ranah offline ke online, dengan e-commerce menjadi tulang punggung baru. Ketersediaan produk, fungsionalitas, serta kecepatan dan kenyamanan pengiriman (delivery) menjadi faktor pendorong utama keputusan belanja konsumen. Dalam konteks ini, kualitas pelayanan memegang peranan krusial dalam menciptakan kepuasan konsumen. Penelitian ini berfokus pada lima dimensi determinan kualitas jasa, yaitu Reliability (keandalan), Responsiveness (daya tanggap), Assurance (jaminan), Empathy (empati), dan Tangible (wujud), untuk memahami dan memperkuat strategi pelayanan di tengah dinamika industri kuliner pasca-pandemi. Tujuan penelitian faktor- faktor apa yang menjadi kelemahan kualitas pelayanan rumah Makan, dan bagaimana meningkatkan penjualan rumah Makan..Analisis Importance and Performance Analysis (IPA) menunjukkan area prioritas perbaikan layanan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan: Bukti Fisik (Tangibles) yaitu Perlu perbaikan pada kondisi dan kursi. Keandalan (Reliability): Tingkatkan layanan sesuai janji dan kemudahan pembayaran. Pertahankan kecepatan pengiriman dan rasa masakan..Daya Tanggap (Responsiveness) yaitu Perbaiki kecepatan layanan karyawan dan kemampuan mereka menjawab pertanyaan. Pertahankan kemudahan pengiriman pesanan. Jaminan (Assurance) yaitu Tingkatkan konsistensi pelayanan yang baik kepada semua pelanggan. Pertahankan keamanan tempat parkir.dan Empati (Empathy) yaitu Pertahankan jam buka sesuai promosi.
Kata Kunci: Pandemi COVID-19, Bukti Fisik , Keandalan, Daya Tanggap, Jaminan, Empati. Importance and Performance Analysis