E-JOURNAL LPPM Sekolah Tinggi Teknologi Pagar Alam
Not a member yet
294 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI FUZZY TSUKAMOTO UNTUK PENYAKIT HIPOTERMIA MENGGUNAKAN SELIMUT PEMANAS ELEKTRIK
Hypothermia is a body condition that occurs in humans under certain conditions where a person's body temperature decreases from normal conditions in general. However, this disease can be overcome using a warm blanket or other clothing that can warm the body. But sometimes the use of this blanket is still not optimal to increase the body temperature of someone who is experiencing cold levels than usual or during extreme weather. To overcome the conditions that occur, technology is now increasingly modern where the blankets that we usually use only use ordinary cloth or filled with cotton, but now blankets that use electric technology have been found that can increase the body more than blankets in general.Hipotermia adalah kondisi tubuh yang di alami manusia pada kondisi tertentu dimana suhu tubuh seseorang menurun dari kondisi normal pada biasanya. Namun penyakit ini bisa di atasi menggunakan selimut hangat ataupun pakaian lainnya yang bisa menghangatkan badan. Tetapi terkadang penggunan selimut ini masih belum maksimal untuk meningkatkan suhu tubuh seseorang yang sedang mengalami kedinginan ditingkat dari biasanya ataupun saat cuaca ekstrim. Untuk mengatasi kondisi ini terjadi teknologi sekarang sudah semakin modern dimana selimut yang biasanya kita gunakan hanya menggunakan kain biasa atau berisi kapas, namun sekarang sudah ditemukan selimut yang menggunakan teknologi eliktrik yang dapat menghangkatkan tubuh lebih dari selimut pada umumnya
APLIKASI METODE WASPAS UNTUK PEMILIHAN PESTISIDA BAGI TANAMAN PADI DI CIANJUR
Rice plants in Cianjur Regency are the main types of crops because all of the existing sub-districts have rice fields, so they are famous for Cianjur Rice, which has been cultivated for generations, the rice has a delicious taste and a distinctive smell. One of the problems of rice planting is pest control, where people use pesticides in the market, it turns out that there are very many types in the market with their respective compositions and advantages so that farmers must carefully choose so that the results are as expected. use to be able to complete the decision support system data (DSS) so that the results are obtained in the form of a decision on the selection of certain pesticide products that are most suitable for the Padai plant pest in the Cianjur Regency area, this is obtained from the input of Pesticide data in the market closest to Farmers and the result is of course the growth of rice and grain is good, rice grain income increases.Tanaman Padi di Kabupaten Cianjur merupakan jenis tanaman utama karena seluruh Kecamatan yang ada memiliki lahan pananaman padi, sehingga terkenal dengan Beras Cianjur yang penanamannya dilakukan secara turun temurun, berasnya memiliki rasa yang enak dan bau harum khas. Salah satu permasalahan penanaman Padi yaitu pengendalian hama yang mana masyarakat melakukannya menggunakan pestisida ternyata di pasar sangat banyak jenisnya dengan komposisi dan keunggulan masing-masing sehingga petani harus teliti memilih agar hasinyah sesuai harapan pada penelitian menentukan keputusan pemilihan pestisida ini menggunakan metode WASPAS yang di gunakan untuk bisa menyelesaikan data sistem penunjang keputusan (SPK) sehingga di peroleh hasil berupa keputusan pemilihan produks Pestisida tertentu yang paling cocok dengan hama tanaman Padai yang berada di Wilayah Kabupaten Cianjur, hal ini didapatkan dari input data Pestisida yang ada di Pasar yang paling dekat dengan para Petani dan hasilnya tentu pertumbuhan padi dan bulir buahnya baagus penghasilan gabah Padi meningkat
Pengaruh Tingkat Vakum dan Metode Pasteurisasi terhadap Mutu Nasi Kemas
Nasi merupakan salah satu makanan pokok bagi masyarakat Indonesia. Umur simpan nasi yang cukup pendek dan penyajiannya yang butuh waktu lama menjadi penghalang bagi masyarakat Indonesia dalam mengkonsumsi nasi pada segala situasi, khususnya situasi darurat. Pembuatan nasi dengan perlakuan khusus, seperti pengemasan vakum dan pasteurisasi diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut.
Produk nasi ini disebut nasi kemas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat vakum dan metode pasteurisasi yang cocok dalam pembuatan produk nasi kemas. Pengemasan vakum yang diikuti dengan pasteurisasi (pengukusan dan perebusan) merupakan metode yang dipilih. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tingkat vakum dan pasteurisasi tidak mampu dalam menghasilkan nasi kemas yang memiliki umur simpan yang panjang, khususnya saat disimpan di suhu ruang. Hal ini dibuktikan dengan hasil total mikrobia yang melebihi batas aman, yaitu > 6 log CFU/gram. Hasil total mikrobia mempengaruhi penurunan pH pada hari 4 dan 7, serta hasil evaluasi sensoris pada hari 4 dan 7, yang tidak layak diujikan kepada panelis. Namun, penyimpanan suhu dingin memberikan efek yang lebih baik dalam hal umur simpan produk nasi kemas karena laju pertumbuhan mikrobia terhambat sehingga total mikrobianya < 6 log CFU/gram. Maka dari itu, produk nasi kemas direkomendasikan untuk disimpan pada suhu dingin sebelum dikonsumsi saat situasi darurat
ANALISA DAN PERANCANGAN WEB PROFIL BARAMORA FITNESS
Dengan adanya internet di era digital saat ini menjadi faktor utama dalam mencari berbagai sumber informasi. Internet juga mempermudah pengguna untuk memberikan pelayanan seperti pendaftaran dan transaksi pembayaran secara online. Pada pusat kebugaran sistem informasi pelayanan sangat dibutuhkan masyarakat untuk mengetahui seputar informasi seperti administrasi, fasillitas fitness, jadwal latihan serta penjualan produk. Pada Baramora Fitness sangat membutuhkan sistem informasi untuk memberikan pelayanan dan strategi promosi untuk mempermudah calon member melakukan pendaftaran member dan penjualan produk seperti alat fitness. Pada Baramora Fitness strategi promosi masih menggunakan percakapan dari satu orang ke orang lain. Pendaftaran member pada Baramora Fitness masih manual yaitu calon member harus ke tempat fitness secara langsung untuk melakukan pendaftaran dengan menggunakan pencatatan buku. Dari permasalahan tersebut dibuat rancangan website pada Baramora Fitness menggunakan metode SWOT untuk menganalisa sistem berjalan dan untuk membangun sistem menggunakan metode waterfall. Hasil dari penelitian dari perancangan website ini membantu Baramora Fitness sebagai salah satu sarana informasi pelayanan dan juga sistem yang akan diterapkan terkomputeriasi dengan baik dari sistem terdahulu yang masih manual agar efektif dan efisien
PEMANFAATAN PASIR PUTIH SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN BETON MUTU TINGGI
This study aims to determine the effect of white sand on high-strength concrete in this case the quality of 26 MPa concrete. The method used in this research is direct testing in the laboratory. The test object is made in the form of a cube with a size of 15 x 15 x 15 cm. As many as 20 specimens were made, the compressive strength of the concrete was tested at the age of 3,7,14,21 and 28 days, the cement used was PCC cement. Testing / testing includes the compressive strength of concrete. The stage of mixing or stirring between cement, sand, and water. done homogeneously. From the results of the study, the average compressive strength value of 28 days of concrete was obtained. Concrete using fine white sand aggregate obtained a compressive strength value of ; 35,5 MPa
KUAT TEKAN BETON SELF COMPACTING CONCRETE (SCC) TERHADAP PERBANDINGAN UKURAN AGREGAT KASAR
This study discusses the comparison of the size of coarse aggregate to the compressive strength of SCC concrete which aims to determine the effect of good coarse aggregate size on the characteristics of SCC concrete. SCC is a fresh mix of concrete which is more fluid than normal concrete, the concrete can flow and compact itself to every corner of the building without the need for compaction equipment. The SCC concrete method in this study uses a superplasticizer which is added by chemicals and influences the size of the coarse aggregate. With the addition of 1.5% Superplaticizer to the weight of cement, the test on SCC concrete was seen on the compressive strength with the influence of aggregate size and Superplasticizer. The composition in making SCC concrete is cement, 3 (three) sizes of coarse aggregate, fine aggregate, water and superplasticizer, the highest compressive strength is the size of coarse aggregate 3cm aged 28 days due to the characteristics of coarse aggregate, the larger the split size, the harder the concrete texture. This solution causes the compressive strength of SCC concrete to be highe
PENGELOMPOKAN DATA VAKSIN MENGGUNAKAN METODE K-MEANS PADA KANTOR PEMERINTAH DESA BENDUNGAN
Corona virus or Covid-19 is the name of the virus set by the World Health Organization (WHO) on March 9, 2020 where this corona virus was first discovered in Wuhan China on December 1, 2019. Corona viruses are a large family or viruses that attack animals and humans. When attacks humans, it will cause death. To minimize the number of cases that continue to increase, a recommendation for vaccination is set that aims to increase the immune system.From the data obtained, the authors are interested in further research on vaccine data. In order to group vaccine data, at this stage the cluster center is randomly selected from a set of population data. Next, K-Means tests each cluster in the data population and marks the cluster to one of the cluster centers that have been determined from the distance between the clusters and each cluster center.The result of testing the Clustering K-Means method on grouping vaccine data resulted in the grouping of data being divided into 2 clusters where cluster two (1) got the most data compared to cluster one (0). From the determination of the cluster is determined based on the parameter K 2.Corona virus atau covid-19 merupakan nama virus yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) pada tanggal 9 Maret 2020 dimana corona virus ini pertama kali ditemukan di Wuhan China pada 1 Desember 2019. Corona virus adalah keluarga besar virus yang menyerang hewan dan manusia. Ketika menyerang manusia maka akan mengakibatkan terjadinya infeksi pada sistem pernafasan, infeksi paru-paru hingga dapat menyebabkan kematian.untuk meminimalisir kasus yang terus bertammbah maka ditetapkan ajuran untuk vaksinasi yang bertujuan untuk menambah sistem kekebalan tubuh.Dari data yang diperoleh maka penulis tertarik untuk menelitii lebih lanjut mengenai data vaksin. Guna untuk mengelompokan data vaksin, pada tahap ini pusat cluster dipilih secara acak dari sekumpulan populasi data. Selanjutnya K-Means menguji masing-masing cluster pada populasi dara dan menanndai cluster tersebut ke salah satu pusat cluster yang telah ditentukan dari jarak antar cluster dengan tiap-tiap pusat cluster.Hasil pengujian metode Clustering K-Means terhadap pengelompokan data vaksin menghasilkan pengelompokan data terbagi menjadi 2 cluster dimana cluster dua (1) mendapatkan data terbanyak dibandingkan cluster satu (0). Dari penentuan cluster tersebut ditentukan berdasarkan parameter K 2
UJI SENSORIS DAN PH TAPAI SINGKONG (Manihot esculenta L) DENGAN FERMENTASI AERASI
Tapai merupakan salah satu makanan fermentasi asli yang bersasal dari Indonesia. Proses pembuatan pada tapai singkong mengandung mikroorganisme yang berasal dari ragi tapai yang dalam keadaan anaerob menghasilkan enzim amilase dan enzim amiloglukosidase, dua enzim yang berperan dalam penguraian karbohidrat menjadi glukos dan maltosa S. cerevisiae berperan memecah kompenen kompleks menjadi sederhana yaitu glukosa menjadi CO2 dan alkohol kuat dalam fermentasi. Adanya oksigen, S. cerevisiae juga dapat melakukan respirasi yaitu mengoksidasi gula menjadi CO2 dan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sensoris dan pH pada tapai singkong. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan dua faktor yaitu aerasi (A) (tanpa aerasi dan dengan aerasi) dan lama fermentasi (B) (0, 24, 48, 72 dan 96 jam). Parameter yang diamati adalah uji sensoris dengan uji Hedonik dan pH. Tapai singkong yang disukai panelis dari segi aroma adalah perlakuan dengan aerasi, fermentasi 48 jam dengan skor rerata 3,04, dari segi tekstur pada perlakuan tanpa aerasi, fermentasi 72 jam dengan skor rerata 2,84, dan dari segi warna pada perlakuan tanpa aerasi, fermentasi 48 jam dengan skor rerata 3. Perbedaan lama waktu fermentasi secara nyata memepengaruhi tekstur dari hasil suatu produk fermentasi. Artinya, semakin lama waktu fermentasi secara anaerob maka yang menghasilkan air menyebabklan tekstur lebih lunak dan berair. Interaksi perlakuan aerasi dan waktu fermentasi memiliki pengaruh signifikan terhadap p
Optimalisasi Tata Kelola Teknologi Informasi Menggunakan Framework Cobit 5.0 Pada STMIK Prabumulih
This research discusses the optimization of information technology governance in STMIK Prabumulih. Which aim to get the cobit 5 framework with the condition of implementation under way to increase the value of data currently indicate that 11 domains are level 2 (repeatable) manely EDM04, EDM05, APO02, APO07, APO11, BA103, BA108, DSS04, DSS05, and MEA01. The result of the current maturity level indicate that the 2 domains are level 3 Idefined) manely APO10 and BA103, in general the strategy for improving information technology governance in STMIK Prabumulih. Then the processes and activities must be applied and documented, standardized and then integrated together according to the nedds and objectives, interviews and quetionsnaives, management result adjusted to the cobit 5 domain will be used as a value between domains. The result of the calculation of the maturity level 7 informan in the process of the results of the information technology governance maturity level in STMIK Prabumulih.Penelitian ini membahas tentang optimalisasi tata kelola teknologi informasi pada STMIK Prabumulih yang bertujuan untuk mendapatkan penilaian awal dari penerapan tata kelola teknologi informasi berdasarkan framework cobit 5 dengan kondisi pelaksanaan yang sedang berjalan untuk meningkatkan nilai dari tata kelola teknologi informasi pad STMIK Prabumulih. Pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil pengelolaan data yang disesuaikan dengan domain cobit 5 akan dijadikan nilai antar domain. Hasil perhitungan nilai maturity level dari 7 responden pada proses hasil nilai maturity level tata kelola teknologi informasi yang ada di STMIK Prabumulih saat ini menunjukkan bahwa 11 domain mengarah pada level 2 (repeatable) yaitu EDM04, EDM05, APO02, APO07, APO11, BA103, BA108, DSS04, DSS04, DSS05, dan MEA01. Hasil nilai maturity level saat ini menunjukkan bahwa du domain mengarah pada level 3 (defined) yaitu APO10 dan BA103, Secara umum strategi perbaikan tata kelola teknologi informasi di STMIK Prabumulih maka proses dan kegiatan harus ditetapkan dan di dokumentasikan, distandarisasikan lalu di integrasikan bersama sesuai dengan kebutuhan dan tujuan yang dicapai
PENGARUH FAKTOR – FAKTOR PEMELIHARAAN TERHADAP KENYAMANAN BANGUNAN GEDUNG SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI PAGAR ALAM
Building maintenance aims to maintain the function of the building itself. Therefore, an assessment of the effect of building maintenance factors was carried out, to determine the condition of building maintenance, how much influence building maintenance on comfort and knowing the most dominant factor influencing the comfort of building users.. This research was conducted in the technology pagaralam college at Pagar Alam with a total of 56 respondents. Data was processed using simple liniear regression analysis ( with the F test ) and multiple liniear regression (partial t test). After being declared valid during the validity test, realiability test, the classic assumptions are the normality test, the multicollinearity test, the heteroscesdasticity test, and the autocorrelation test. From the f test obtained f count > f table, i.e. 294,947 > 2,01 and significant value 0,000 < 0,05, so H0 was rejected and Ha was accepted, this right mean that there was a significant influence of the vVariabels of building maintenance (X) on the convinience of working (Y) together. from the test it was found that each vVariabel X1 to X11 produced a value of t arithmetic > t table and significant value < 0,05, so H0 was rejected and Ha was accepted. So each building maintenance vVariabel (X) had an influence on work comfort (Y). Value of the coefficient of determination (R2) = 0,994 or 99,4%. The most dominant maintenance vVariabel in influencing building maintenance was ceiling maintenance vVariabel with beta value (β) = 0,186