Online Journal Universitas Garut
Not a member yet
    2148 research outputs found

    Pelatihan Guru dalam Implementasi Pendidikan Inklusif di Madrasah Ibtidaiyyah AT- Tarbiyah dan At Thohiriyah

    No full text
    This community service program aimed to enhance teachers' understanding and skills in implementing inclusive education at Madrasah Ibtidaiyah Al-Thahiriyah and At-Tarbiyah, particularly in addressing the needs of students with learning difficulties such as slow learners. Many elementary schools and madrasahs have yet to apply differentiated instructional strategies effectively due to limited teacher training and awareness. Therefore, this program involved 30 teachers and was designed to provide both theoretical knowledge and practical experience in inclusive education through training sessions, workshops, and hands-on classroom mentoring. The evaluation employed both quantitative and qualitative methods, including pre-tests, post-tests, classroom observations, teacher reflections, and student interviews. Results indicated that the majority of participants were highly satisfied with the training, demonstrated increased understanding and teaching competence, and felt more confident in applying inclusive teaching practices. Furthermore, the program had a positive impact on school management and contributed to creating a more adaptive and supportive learning environment. Although some teachers still faced challenges in implementing the strategies, the program was generally regarded as effective and relevant to the needs of the madrasahs. It is expected that similar initiatives can be replicated and expanded to promote equitable, inclusive, and quality education across Indonesia.Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan pendidikan inklusif di Madrasah Ibtidaiyah Al-Thahiriyah dan At-Tarbiyah, khususnya dalam memenuhi kebutuhan siswa berkesulitan belajar seperti anak lambat belajar. Banyak sekolah dasar dan madrasah belum menerapkan strategi pembelajaran terdiferensiasi secara efektif karena terbatasnya pelatihan dan kesadaran guru. Oleh karena itu, program ini melibatkan 30 guru dan dirancang untuk memberikan pengetahuan teoretis dan pengalaman praktis dalam pendidikan inklusif melalui sesi pelatihan, lokakarya, dan pendampingan langsung di kelas. Evaluasi menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif, termasuk pra-tes, pasca-tes, observasi kelas, refleksi guru, dan wawancara siswa. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas peserta sangat puas dengan pelatihan, menunjukkan peningkatan pemahaman dan kompetensi mengajar, serta merasa lebih percaya diri dalam menerapkan praktik pengajaran inklusif. Lebih lanjut, program ini berdampak positif pada manajemen sekolah dan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih adaptif dan suportif. Meskipun beberapa guru masih menghadapi tantangan dalam menerapkan strategi tersebut, program ini secara umum dianggap efektif dan relevan dengan kebutuhan madrasah. Diharapkan inisiatif serupa dapat direplikasi dan diperluas untuk mendorong pendidikan yang adil, inklusif, dan berkualitas di seluruh Indonesia

    PENDAMPINGAN PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA EVALUASI INTERAKTIF DENGAN APLIKASI QUIZIZZ

    No full text
    Pelaksanaan evaluasi pembelajaran yang efektif merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Namun, banyak guru yang masih menghadapi kendala dalam memanfaatkan teknologi untuk menciptakan media evaluasi yang menarik dan interaktif. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru di MI Ihyaul Ulum Dukun Gresik dalam pembuatan media evaluasi interaktif menggunakan aplikasi Quizizz. Quizizz adalah platform berbasis digital yang memudahkan guru untuk membuat kuis, ujian, atau latihan dengan elemen gamifikasi sehingga dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Pelatihan ini dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan teknis penggunaan aplikasi Quizizz, praktik pembuatan media evaluasi, dan pendampingan dalam implementasi hasil pelatihan. Metode yang digunakan meliputi presentasi, demonstrasi, diskusi, dan kerja kelompok. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa guru mampu memahami fitur-fitur utama Quizizz, seperti pembuatan soal, pengaturan mode kuis, dan analisis hasil evaluasi siswa. Selain itu, guru juga berhasil mengintegrasikan media evaluasi berbasis Quizizz ke dalam proses pembelajaran, yang terbukti meningkatkan antusiasme siswa. Melalui kegiatan ini, kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi untuk evaluasi pembelajaran dapat ditingkatkan secara signifikan. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi MI Ihyaul Ulum Dukun Gresik untuk terus mengembangkan inovasi dalam pembelajaran berbasis digital. Keberlanjutan program serupa juga perlu dilakukan untuk memperkuat kemampuan guru dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan di era digital.  Kata kunci: kompetensi guru, media evaluasi, Quizizz, pelatihan, pembelajaran interaktifPelaksanaan evaluasi pembelajaran yang efektif merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Namun, banyak guru yang masih menghadapi kendala dalam memanfaatkan teknologi untuk menciptakan media evaluasi yang menarik dan interaktif. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru di MI Ihyaul Ulum Dukun Gresik dalam pembuatan media evaluasi interaktif menggunakan aplikasi Quizizz. Quizizz adalah platform berbasis digital yang memudahkan guru untuk membuat kuis, ujian, atau latihan dengan elemen gamifikasi sehingga dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Pelatihan ini dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan teknis penggunaan aplikasi Quizizz, praktik pembuatan media evaluasi, dan pendampingan dalam implementasi hasil pelatihan. Metode yang digunakan meliputi presentasi, demonstrasi, diskusi, dan kerja kelompok. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa guru mampu memahami fitur-fitur utama Quizizz, seperti pembuatan soal, pengaturan mode kuis, dan analisis hasil evaluasi siswa. Selain itu, guru juga berhasil mengintegrasikan media evaluasi berbasis Quizizz ke dalam proses pembelajaran, yang terbukti meningkatkan antusiasme siswa. Melalui kegiatan ini, kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi untuk evaluasi pembelajaran dapat ditingkatkan secara signifikan. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi MI Ihyaul Ulum Dukun Gresik untuk terus mengembangkan inovasi dalam pembelajaran berbasis digital. Keberlanjutan program serupa juga perlu dilakukan untuk memperkuat kemampuan guru dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan di era digital

    ENTINGNYA EDUKASI BAHAYA SAMPAH PLASTIK TERHADAP ANAK SEKOLAH DASAR

    No full text
    Sampah sekali pakai menjadi permasalahan lingkungan yang semakin meningkat akibat konsumsi berlebihan dan minimnya kesadaran akan pengelolaan limbah. Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai bahaya dari sampah plastik terhadap lingkungan serta efektivitas program edukasi dalam meningkatkan kesadaran siswa mengenai pengelolaan sampah. Metode yang digunakan berupa penyuluhan dan pemberian brosur serta dilakukannya pre test dan post test. Hasil penyuluhan  menunjukkan peningkatan pemahaman siswa, sebelum penyuluhan sebesar 75,63% dan sesudah penyuluhan 85,23%. Dengan demikian, program edukasi berperan penting dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa terkait pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. Sampah sekali pakai menjadi permasalahan lingkungan yang semakin meningkat akibat konsumsi berlebihan dan minimnya kesadaran akan pengelolaan limbah. Penyuluhan ini bertujuan untuk menganalisis dampak sampah sekali pakai terhadap lingkungan serta efektivitas program edukasi dalam meningkatkan kesadaran siswa mengenai pengelolaan sampah. Metode yang digunakan melibatkan studi literatur, observasi, dan survei terhadap siswa yang telah mengikuti program edukasi lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mendapatkan edukasi mengenai sampah sekali pakai memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai dampaknya serta menunjukkan perubahan perilaku dalam mengurangi penggunaan produk sekali pakai. Dengan demikian, program edukasi berperan penting dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa terkait pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. &nbsp

    PEMBENTUKAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN MELALUI EDUKASI PEMILAHAN SAMPAH DI SDN 2 KADUNGORA

    No full text
    Penanganan masalah sampah di Indonesia hingga saat ini masih banyak mengalami berbagai tantangan, terutama rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya.  Sekolah dasar memiliki peran penting dalam menanamkan kesadaran lingkungan dari usia dini. Program  pengabdian kepada masyarakat tersebut diselenggarakan pada 28 Agustus 2025 di SDN 2 Kadungora dengan peserta siswa kelas IV, V, dan VI berjumlah 109 orang, serta melibatkan guru dan kepala sekolah. Metode yang digunakan adalah edukasi partisipatif melalui penyampaian materi, kuis interaktif, dan praktik pembuatan produk  dari botol galon bekas. Diharapkan Hasil kegiatan berupa tersedianya tiga unit tempat sampah terpilah yang siap digunakan di sekolah. Dukungan pihak sekolah menjadi indikator penting keberlanjutan program. Melalui Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan siswa mengenai sampah organik, anorganik, dan B3, serta harapan lainnya dengan membentuk karakter siswa yang sadar akan kebiasaan memilah sampah sejak dini.Penanganan masalah sampah di Indonesia hingga saat ini masih banyak mengalami berbagai tantangan, terutama rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya.  Sekolah dasar memiliki peran penting dalam menanamkan kesadaran lingkungan dari usia dini. Program  pengabdian kepada masyarakat tersebut dilselenggarakan pada 28 Agustus 2025 di SDN 2 Kadungora dengan peserta siswa kelas IV, V, dan VI berjumlah 109 orang, serta melibatkan guru dan kepala sekolah. Metode yang digunakan adalah edukasi partisipatif melalui penyampaian materi, kuis interaktif, dan praktik pembuatan produk  dari botol galon bekas. Hasil kegiatan tersebut meningkatkan pengetahuan siswa mengenai sampah organik, anorganik, dan B3, serta terbentuknya tiga unit tempat sampah terpilah yang siap digunakan di sekolah. Dukungan pihak sekolah menjadi indikator penting keberlanjutan program. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi lingkungan berbasis sekolah dapat membentuk kesadaran dan kebiasaan memilah sampah sejak dini

    Teknik Penyimpanan dan Pengemasan untuk Pengendalian Jamur Mikotoksigenik pada Komoditas Serealia: Storage and Packaging Techniques for Controlling Mycotoxigenic Fungi in Cereal Commodities

    No full text
    Produksi tanaman serealia yang berlimpah terkendala pada penurunan kualitas selama penyimpanan. Penurunan kualitas pada serealia ditandai dengan perubahan warna, terdapat biji yang pecah, dan terdapatnya kotoran pada biji. Jamur merupakan spesies yang paling berpengaruh pada penurunan kualitas serealia selama penyimpanan jangka panjang. Spesies jamur yang terdapat dalam serealia diantaranya yaitu Fusarium proliferatum, F. pseudonygamai. dan Aspergillus flavus. Spesies jamur tersebut dapat menghasilkan mikotoksin yang bersifat sangat toksik diantaranya yaitu fuminisin, moniliformin dan aflatoksin. Teknik penyimpanan dan pengemasan yang tepat dapat menjaga kualitas dan menghambat pertumbuhan jamur mikotosigenik pada biji-bijian yang disimpan. Pada ulasan ini akan dibahas jenis jamur mikoteksigenik yang menjadi kontaminan pada penyimpanan serealia, batasan kontaminasi mikotoksin pada serealia, mekanisme pencemaran jamur pada serealia, teknik penyimpanan dan pengemasan dari beberapa penelitian terkini dalam pengendalian jamur mikotoksigenik serta faktor yang mempengaruhinya. Kata kunci: Serealia ; Mikotoksigenik; Penyimpanan; Pengemasa

    Bela Negara Dalam Perspektif Al- Qur’an (Tinjauan Analisis Teori Dan Praktik)

    No full text
    The issue of national defense in Islam in Indonesia is indeed quite complex. National defense is not only a geographical issue, but also a matter of local and cultural values ​​that should serve as a bridge between Islamic values ​​and statehood. "Defending the country in another form is loving the homeland as we love our own mother." The concept of jihad in Islam is often misunderstood. For others, this concept is often interpreted as a concept of genocide or the extermination of those who differ from the truth (aqidah) of Islam. Therefore, the word jihad often becomes a threat to those who do not share the Islamic faith. This gives rise to Islamophobia, fear and anti-Islam. Among Muslims themselves, some narrow the definition of jihad by attempting to eliminate anyone who differs from themselves, with their understanding and beliefs, if necessary by violence

    Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Religius Peserta Didik di Era Digital

    No full text
    Era digital membawa perubahan signifikan dalam kehidupan peserta didik, termasuk dalam aspek moral dan spiritual. Kemudahan akses informasi yang tidak terfilter menuntut peran strategis guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter religius siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru PAI dalam menanamkan nilai-nilai religius di tengah tantangan digitalisasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru PAI di sekolah menengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI berperan sebagai pendidik (mu’allim), teladan (uswah hasanah), dan pembimbing spiritual (murabbi) yang berupaya membangun karakter religius melalui integrasi pembelajaran kontekstual, pemanfaatan media digital positif, dan pembiasaan ibadah harian. Kendala yang dihadapi meliputi kurangnya literasi digital guru serta rendahnya kontrol penggunaan gawai di kalangan siswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi digital guru PAI untuk mengoptimalkan pendidikan karakter religius di era digital

    Sosialisasi Peran Orang Tua di Kelurahan Mudung Laut dalam Memanfaatkan Aplikasi Google Family untuk Keamanan Anak dalam Bermain Media Sosial

    No full text
    The rapid development of technology and social media has positive and negative impacts on children. In facing these challenges, parents have an important role in supervising and guiding children to use social media safely. This study aims to analyze the role of parents in Mudung Laut Village in utilizing the Google Family application as a digital supervision tool to improve children's safety in playing social media. This study uses a qualitative descriptive approach with interview and observation methods of a number of parents who use the Google Family application. The results of the study show that most parents in Mudung Laut Village have started using this application to limit gadget usage time, monitor children's online activities, and filter content that can be accessed. However, there are still several obstacles faced, such as the lack of digital literacy among parents and children's resistance to digital supervision which is considered to limit their freedom. This study concludes that the use of Google Family can be an effective solution in improving children's safety when playing social media, as long as it is supported by technology education for parents and open and persuasive communication patterns between parents and children

    Phytochemical and antioxidant properties of n-hexane, ethyl acetate, and n-butanol fraction from the stem bark of Zanthoxylum rhetsa (Roxb.) DC.

    No full text
      Zanthoxylum rhetsa (Roxb.) DC. or also known as Indian Prickly Ash is one of Indonesian plant that has broad application in daily life. Wood is used as furniture and fruit is often used as spice or directly eaten. Several studies have shown that the stem bark of Z. rhetsa consists mainly of alkaloid and lignan. The purpose of this study was to analyze the phytochemical and antioxidant properties of several extracts and fractions of the stem bark of Z. rhetsa. The Methanol extract derived from maceration process was partitioned using n-hexane, ethyl acetate, and n-butanol. Functional group identification was performed using FTIR (Fourier transform infrared). DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) assay at a wavelength of 517 nm was used to measure antioxidant activity. The method was validated using ascorbic acid beforehand. Phytochemical screening included the test for alkaloid, flavonoid, tannin, steroid, and terpenoid, resulting that n-hexane fraction showed positive result for terpenoid, steroid, and alkaloid meanwhile ethyl acetate and n-butanol fraction showed positive result for alkaloid, flavonoid, and tannin. The result of DPPH assay demonstrated that ethyl acetate fraction possessed the best result and classified as a strong antioxidant agent (IC50=32,109 µg/mL). These results indicate that the ethyl acetate fraction of Z. rhetsa stem bark has a great potential as antioxidant agent.Panggal buaya (Zanthoxylum rhetsa (Roxb.) DC.) menjadi salah satu flora kekayaan alam Indonesia yang sangat luas pemanfaatannya. Kayunya umum digunakan sebagai bahan dasar furnitur dan buahnya dapat dijadikan sebagai bumbu masak ataupun dimakan langsung. Studi menyebutkan bahwa bagian kulit batang panggal buaya kaya akan kandungan senyawa alkaloid dan lignan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fitokimia dari fraksi n-heksana, etil asetat, dan n-butanol kulit batang Z. rhetsa serta menguji aktivitas antioksidannya. Ekstrak metanol yang diperoleh dari tahapan maserasi difraksionasi secara bertingkat menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan n-butanol. Karakterisasi dilakukan menggunakan metode penapisan fitokimia juga spektroskopi FTIR (Fourier Transform Infrared) dengan pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) pada λ=517 nm yang terlebih dahulu divalidasi menggunakan asam askorbat. Penapisan fitokimia meliputi pengujian alkaloid, flavonoid, tanin, steroid, dan terpenoid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi n-heksana memiliki kandungan terpenoid, steroid, dan alkaloid sementara fraksi etil asetat dan n-butanol positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, dan tanin. Evaluasi antioksidan juga menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki aktivitas antioksidan terbaik dan tergolong sebagai agen antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 32,109 ppm. Perolehan data di atas membuktikan bahwa fraksi etil asetat kulit batang Z. rhetsa memiliki potensi sebagai agen antioksidan

    STUDI FITOKIMIA EKSTRAK DAN FRAKSI n-HEKSANA DAUN BANGLE (Zingiber purpureum) DAN LENGKUAS (Alpinia galanga) SERTA TOKSISITASNYA TERHADAP LARVA Artemia salina

    No full text
    Zingiber purpureum (bangle) dan Alpinia galanga (lengkuas) merupakan spesies dari famili Zingiberaceae. Zingiber purpureum sering dijadikan sebagai herbal Indonesia, sedangkan A. galanga banyak dimanfaatkan sebagai bumbu masakan. Bagian daun kedua spesies ini kurang dimanfaatkan. Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) menjadi langkah awal untuk mengeksplorasi potensi tumbuhan dengan mengevaluasi toksisitasnya. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi senyawa dari fraksi n-heksana daun Z. purpureum dan A. galanga serta toksisitasnya pada larva Artemia salina. Ekstraksi dilakukan menggunakan maserasi. Ekstrak pekat yang dihasilkan di fraksinasi menggunakan ekstraksi cair-cair. Karakteristik fitokimia dianalisis menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan Spektroskopi Fourier Transform Infrared (FTIR). Metode BSLT digunakan untuk menentukan toksisitasnya. Hasil penapisan fitokimia pada fraksi n-heksana daun Z. purpureum dan A. galanga menunjukan keberadaan golongan senyawa steroid/terpenoid. Hasil pemisahan komponen menggunakan KLT menunjukkan ragam noda dengan nilai Rf yang berbeda. Dugaan senyawa golongan terpenoid ditunjukkan pada noda berwarna ungu yang divisualisasi pada sinar tampak setelah disemprot pereaksi H2SO4. Penyelidikan FTIR pada fraksi n-heksana daun Z. purpureum dan A. galanga menunjukkan adanya beberapa gugus fungsi untuk golongan terpenoid, seperti vibrasi gugus O-H, C=C, C=O, C-O, dan C-H pada alkana. Toksisitas fraksi n-heksana daun Z. purpureum terhadap Artemia salina diperoleh nilai LC50 400 ppm (24 jam) dan 14 ppm (48 jam). Fraksi n-heksana daun A. galanga diperoleh nilai LC50 88,63 ppm (24 jam) dan 27,19 ppm (48 jam). Kedua fraksi menunjukkan kategori sangat toksik pada inkubasi 48 jam.Zingiberaceae merupakan tumbuhan yang tergolong dalam ordo Zingiberales. Bangle (Zingiber purpureum) merupakan spesies dari famili Zingiberaceae yang banyak digunakan sebagai obat tradisional di Indonesia, sedangkan lengkuas (Alpinia galanga) termasuk famili Zingiberaceae yang banyak dimanfaatkan sebagai bumbu masakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa dari ekstrak dan fraksi n-heksana daun bangle dan daun lengkuas serta toksisitasnya terhadap larva udang Artemia salina. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi. Ekstrak pekat yang dihasilkan difraksionasi menggunakan ekstraksi cair-cair. Karakteristik fitokimia dianalisis menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT), Spektroskopi Fourier Transform Infrared (FTIR). Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) digunakan untuk menentukan toksisitasnya. Hasil penapisan fitokimia pada daun bangle dan daun lengkuas menunjukan adanya golongan senyawa steroid/terpenoid. Hasil pemisahan komponen menggunakan KLT menunjukkan ragam noda dengan nilai Rf yang berbeda. Dugaan senyawa golongan terpenoid ditunjukkan pada noda berwarna ungu yang divisualisasi pada sinar tampak setelah disemprot pereaksi H2SO4. Spektrum FTIR fraksi n-heksana daun bangle menunjukan adanya gugus C-H pada alkane, vibrasi gugus O-H, C=C, dan C-O, sedangkan pada fraksi n-heksana daun lengkuas menunjukkan keberadaan gugus O-H, C=O, C-H alkana yang diduga senyawa golongan terpenoid. Toksisitas fraksi n-heksana daun bangle terhadap larva udang Artemia salina diperoleh nilai LC50 400 ppm pada waktu 24 jam dan 14 ppm pada waktu 48 jam, sedangkan fraksi n-heksana daun lengkuas diperoleh nilai LC50 88,63 ppm pada waktu 24 jam dan 27,19 ppm pada waktu 48 jam yang menunjukkan bahwa fraksi n-heksana daun Z. purpureum dan daun A. galanga termasuk dalam kategori sangat toksik pada inkubasi 48 jam

    0

    full texts

    2,148

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Journal Universitas Garut
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇