Online Journal Universitas Garut
Not a member yet
    2148 research outputs found

    Pengembangan Modul Pembelajaran Kimia Berbasis Kontekstual Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran kimia berbasis kontekstual sebagai upaya meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa di SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan data melalui rangkaian kalimat. Penelitian ini mengadopsi metode deskriptif, yang didasarkan pada sumber data berupa teks, gambar, serta informasi dari buku, jurnal, wawancara dengan beberapa guru dan penelitian ilmiah terkait. Analisis kebutuhan dilakukan melalui survei awal untuk menentukan kesulitan siswa dalam memahami materi kimia dan tingkat motivasi mereka. Berdasarkan hasil survei, modul dikembangkan dengan memperhatikan konteks lokal, aplikasi praktis, dan relevansi materi dengan kehidupan sehari-hari siswa. Uji coba modul dilakukan pada sejumlah siswa di SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan untuk mengukur efektivitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran kimia berbasis kontekstual efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Peningkatan motivasi siswa terlihat dari partisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran dan minat terhadap materi kimia. Secara signifikan, terdapat peningkatan nilai belajar siswa setelah menerapkan modul ini. Penelitian ini memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan pendidikan kimia di SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan. Modul pembelajaran berbasis kontekstual ini dapat diadopsi oleh sekolah-sekolah lain untuk meningkatkan kualitas pembelajaran kimia dan motivasi siswa dalam menghadapi tantangan pembelajaran di era modern in

    Pengembangan LKPD konservasi & lutung kasarung dengan pendekatan culturally responsive teaching (CRT) melalui design thinking framework

    No full text
    Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan asesmen formatif berupa Lembar Kerja Peserta didik (LKPD) dengan menggunakan pendekatan Culturally Responsive Teaching dalam pembelajaran IPA. Keterbaruan pada penelitian pengembangan ini terletak pada penggunaan kerangka berpikir menggunakan lima prinsip Design Thinking dimulai dari fase Empathy, Define, Ideate, Prototype dan Test & evaluate. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini berupa analisis data kualitatif. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar validasi ahli (Bahasa, isi dan penyajian).  Instrumen validasi yang digunakan menggunakan skala Guttman. Jumlah sampel yaitu sebanyak 36 peserta didik kelas VII. Berdasarkan uji validasi dari lima  ahli didapatkan hasil sebesar 3,23 dengan kategori valid. Diperoleh kesimpulan bahwa LKPD dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) layak diujicobakan dengan revisi sesuai komentar dan saran para ahli

    Keanekaragaman Jenis Kupu-Kupu di Kawasan Cirahab Sumber Desa Curuggoong, Kecamatan Padarincang Kabupaten Serang

    No full text
    Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dari jenis kupu-kupu (Lepidoptera) yang berada di Kawasan Cirahab Sumber, metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode deksriptif kuantitatif. Pada penelitian ini sampel yang diambil dari Kawasan Cirahab Sumber dengan di peroleh beberapa famili yang diantaranya famili Nymphalidae, Pieridae, Papilioidae, Lycaenidae, Hesperiidae. Adapun famili yang paling banyak diperoleh adalah Nymphalidae dengan mendapatkan 10 jenis kupu-kupu dan yang paling sedikit yaitu dari famili Lycaenidae, Hesperiidae dengan jumlah 2 jenis spesies saja, Adapun hasil perhitungan dari H’ atau nilai indek keanekaragaman pada penelitian ini mendapatkan nilai 2.940142703, nilai tersebut menunjukan kategori “Sedang”. yang dimana keanekaragaman dari kupu-kupu yang berada di Kawasan Cirahab Sumber menunjukan penyebarannya tersebar dengan merata.Kata kunci : Keanekaragaman, Kupu-kupu, Cirahab Sumbe

    Penggunaan lingkungan sekolah sebagai laboratorium IPA untuk meningkatkan aktivitas pembelajaran keanekaragaman hayati kelas VII SMP

    No full text
    This research aims to examine the effectiveness of utilizing the school environment as an IPA (Science) laboratory to enhance Science learning activities, specifically on biodiversity material, by comparing an experimental class and a control class involving seventh-grade students at SMP Penerus Bangsa, Tangerang City. The background of the problem indicates that conventional learning of biodiversity often triggers less active student engagement and a superficial understanding. Therefore, an approach that leverages existing natural resources around the school is considered to have the potential to overcome this problem. The research method used is a quantitative method with a quasi-experimental design involving two groups: an experimental group that learned using the school environment as an IPA laboratory and a control group that used conventional methods in the classroom. The learning sample was conducted through direct investigation, observation, identification, and classification of organisms in various school habitats (e.g., gardens, yards, and grassy areas). Data collection on learning activities was carried out through observation sheets and response questionnairesPenelitian ini bertujuan untuk menguji efektifitas penggunaan lingkungan sekolah sebagai laboratorium IPA dalam meningkatkan aktivitas pembelajaran IPA pada materi keanekaragaman hayati, dengan membandingkan kelas eksperimen dan kelas kontrol pada peserta didik kelas VII SMP Penerus Bangsa Kota Tangerang. Latar belakang masalah menunjukkan bahwa pembelajaran keanekaragaman hayati secara konvensional sering kali memicu keterlibatan aktif peserta didik dan pemahaman yang mendalam. Oleh karena itu, pendekatan yang memanfaatkan sumber daya alam yang ada disekitar sekolah dianggap berpotensi untuk mengatasi masalah ini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan desain kuaisi-eksperimen dengan melibatkan dua kelompok yaitu kelompok eksperimen yang belajar menggunakan lingkungan sekolah sebagai laboratorium IPA dan kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional di dalam kelas. Sampel pembeljaran dilakukan melalui investigasi langsung, observasi, identifikasi, dan klasifikasi organismedi berbagai habitat sekolah (misalnya taman, kebun, dan area berumput). Pengumpulan data aktivitas pembelajaran dilakukan melalui lembar observasi, dan angket respon

    PENGARUH LATIHAN MEMUKUL BOLA DIGANTUNG TERHADAP KETEPATAN SMASH PADA EKSTRAKULIKULER BOLA VOLI DI SMP MA’ARIF NU CIMANGGU

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya meningkatkan ketepatan smash dalam permainan bola voli, khususnya bagi siswa yang mengikuti ekstrakurikuler di SMP Ma'arif NU Cimanggu. Smash merupakan salah satu teknik dasar dalam voli yang memerlukan kombinasi ketepatan dan kekuatan, sehingga perlu dilatih secara sistematis dan terstruktur. Salah satu metode yang diujicobakan adalah latihan memukul bola yang digantung, di mana latihan ini bertujuan untuk meningkatkan fokus dan akurasi dalam melakukan smash. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh latihan memukul bola yang digantung terhadap peningkatan ketepatan smash para peserta ekstrakurikuler bola voli. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri dari siswa yang berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler bola voli, di mana mereka diberikan pretest untuk mengukur ketepatan smash sebelum latihan, kemudian menjalani program latihan memukul bola yang digantung, dan diakhiri dengan posttest untuk mengevaluasi hasilnya. Berdasarkan analisis data, ditemukan bahwa latihan memukul bola yang digantung secara signifikan meningkatkan ketepatan smash peserta. Hasil posttest menunjukkan adanya peningkatan performa yang signifikan dibandingkan dengan hasil pretest. Kesimpulannya, latihan memukul bola yang digantung efektif dalam meningkatkan kemampuan ketepatan smash pada siswa yang mengikuti ekstrakurikuler bola voli di SMP Ma'arif NU Cimanggu. Latihan ini dapat dijadikan metode alternatif untuk meningkatkan keterampilan smash dalam pembinaan bola voli di tingkat sekola

    Analysis of Students' Learning Interest in Physics Subjects at Madrasah Aliyah

    No full text
    The purpose of this study was to assess the level of students' interest in subjects. Conducted Class XI science students at a Madrasah Aliyah in Garut Regency, the research employed a qualitative methodology with a case study approach. Data gathering involved administering questionnaires to students, with subsequent analysis utilizing quantitative methods. The questionnaire, comprising 12 statements (10 positive and 2 negative), was derived from a validated and reliable instrument. Analysis of interest indicators revealed an overall average interest score of 79.7% among the Class XI students, indicating a strong interest in physics subjects. These findings suggest a positive inclination towards physics among the students surveyed. The study suggests that future research should delve deeper into examining students' interest in learning physics at the secondary school level, potentially uncovering nuances not addressed in this investigation. This research sheds light on the favorable interest levels students have towards physics. It underscores the importance of further exploration in understanding the dynamics of student interest in physics education, encouraging future researchers to delve into unexplored facets of this subject within the secondary school context

    Comparative Analysis of PSL and HOT-Lab in Improving Critical Thinking Skills in Physics Learning

    No full text
    Praktikum atau kegiatan laboratorium adalah pengalaman belajar yang memungkinkan peserta didik berinteraksi dengan material dan melakukan observasi fenomena. Penelitian ini menganalisis perbandingan antara Problem Solving Laboratory (PSL) dan Higher Order Thinking Laboratory (HOT-Lab) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada pembelajaran fisika. Penulisan artikel ini menggunakan metode Systematic Literature Review. Metode systematic literature review digunakan untuk menganalisis literatur terbitan 2020-2024 yang terindeks scopus, google scholar, dan crossref. Hasilnya menunjukkan bahwa kedua model memiliki efektivitas yang hampir sama dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Namun, HOT-Lab memiliki tingkat yang lebih tinggi karena dikembangkan dari PSL. PSL memiliki 3 tahapan, sementara HOT-Lab memiliki 5 tahapan dalam pelaksanaan kegiatan praktikum. Kendala utama dalam implementasi kedua model adalah keterbatasan sumber daya manusia dan kurangnya keterlibatan peserta didik. Pengembangan E-Modul berbasis HOT-Lab dapat menjadi solusi untuk mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan kurikulum pembelajaran yang lebih efektif dan efisien dalam melatih keterampilan berpikir kritis

    Pengembangan Tes Penguasaan Konsep Two Tier Multiple Choice pada Materi Kalor Menggunakan Model Rasch

    No full text
    One of the objectives of high school physics lessons is to ensure that students master the concepts being taught. For that reason, a test instrument is needed that can accurately measure concept mastery. In this regard, teachers need innovation in the form of developing two-tier multiple choice test instruments. This study aims to evaluate the feasibility of the test instrument on the topic of heat. The method used in this research is research and development (R&D), adapting the instrument development steps using the Rasch model. The developed test instrument consists of 12 items, divided into three categories: 3 items with high difficulty level, 8 items with medium difficulty level, and 1 item with easy difficulty level. Based on the analysis using ministep software version 5.6.4.0, it was found that this test instrument is valid and reliable, with a Cronbach alpha value of 0.71, which falls into the good category, and is able to differentiate students' concept mastery based on high, medium, and low ability levels. This analysis shows that the developed test instrument can be used to measure students' concept mastery ability.Salah satu tujuan dari pelajaran fisika di tingkat SMA adalah untuk memastikan peserta didik menguasai konsep-konsep yang diajarkan. Untuk itu, diperlukan instrumen tes yang dapat mengukur penguasaan konsep secara tepat. Sehubungan dengan hal ini, guru membutuhkan inovasi dalam bentuk pengembangan instrumen tes two-tier multiple choice. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan instrumen tes pada materi kalor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah research and development (R&D), dengan mengadaptasi langkah-langkah pengembangan instrumen menggunakan model Rasch. Instrumen tes yang dikembangkan terdiri dari 12 butir soal, yang dibagi dalam tiga kategori: 3 soal dengan tingkat kesulitan tinggi, 8 soal dengan tingkat kesulitan sedang, dan 1 soal dengan tingkat kesulitan mudah. Berdasarkan analisis menggunakan software ministep 5.6.4.0, diperoleh hasil bahwa instrumen tes ini valid dan reliabel, dengan nilai Cronbach alpha sebesar 0,71 yang termasuk dalam kategori baik, serta mampu membedakan penguasaan konsep peserta didik berdasarkan tingkat kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Analisis ini menunjukkan bahwa instrumen tes yang dikembangkan dapat digunakan untuk mengukur kemampuan penguasaan konsep peserta didik

    Pengaruh Model Pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) Dengan Media Kokami Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SDN 2 Rejosari

    No full text
    ABSTRAK Abstrak: Penelitian ini dilatar belakangi oleh tingkat kemampuan berpikir kritis peserta didik mata pelajaran IPA kelas V di SD N 2 Rejosari masih tergolong kurang kritis. Serta penggunaan metode yang kurang bervariasi, pembelajaran yang kurang menarik dan berpusat pada guru. Maka perlu adanya metode dengan bantuan media pembelajaran yang tepat sehingga pembelajaran lebih menyenangkan dan peserta didik menjadi lebih aktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dengan media Kokami terhadap kemampuan berpikir kritis pada peserta didik kelas V SD Negeri 2 Rejosari Kab. Lampung Tengah. Jenis penelitian eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimental Design. Quasi Eksperimental Design yang digunakan dalam penelitian ini adalah Nonequivalent (Preetest and posttest) Control Group Desaign. Pada penelitian ini, sampel yang digunakan berjumlah 45 peserta didik dengan penjabaran 26 peserta didik sebagai kelas eksperimen atau kelas V A yang menerapkan model pembelajaran TGT, sedangkan 19 peserta didik sebagai kelas kontrol atau kelas V B yang menerapkan model pembelajaran TPS. Teknik pengumpulan data untuk kemampuan berpikir kritis berupa pre-test dan post-test kemudian di analisis dengan uji-t, sebelumnya data tersebut diuji prasyarat dengan uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran TGT terhadap kemampuan berpikir kritis pada mata pelajaran IPA. Hal ini dibuktikan dalam pengujian hipotesis menggunakan analisis data uji paired samples t-test. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh taraf signifikan (sig) < 0,05 yaitu 0,014 < 0,05 yang menunjukan bahwa H0 ditolak dan HI diterima pada penelitian ini. Artinya pembelajaran menggunakan model pembelajaran TGT ini berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas V di SD Negeri 2 Rejosari Kab. Lampung Tengah yang dimana antara kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki perbedaan yang signifikan.Kata Kunci: TGT, Berpikir Kriti

    Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Dengan Bantuan Media Konkret untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi bahwa hasil PISA 2018, Indonesia berada di peringkat 73 dari 79 Dinyatakan bahwa tingkat pemahaman matematika peserta didik di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara lain. Hal tersebut diperkuat dengan hasil wawancara sebelum penelitan dibeberapa sekolah diwalayah Garut, yang hasilnya bahwa kemampuan matematika rendah dan salah satu cara untuk meningkatkannya melalui peningkatan pemahaman konsep peserta didik, sehingga cara yang perlu dilakukan adalah diminimalisir bahkan ditingkatkan dengan penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) berbantuan media konkret. Pada pelaksanaannya tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana penerapan, dan bagaimana peningkatan kemampuan pemahaman konsep setelah diterapkannya model tersebut. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre-Experimental. Dengan Desain One Group Pretest and Posttest instrumen yang digunakan dalam penelitian untuk mengambil data berupa lembar observasi, dan tes kognitif. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa kemampuan pemahaman konsep setelah diterapkan model Contextual Teaching and Learning (CTL) berbantuan media konkret hasil observasi mencapai 88% dengan kategori sangat baik dialnjutkan dengan tahap posttest, nilai T Hitung lebih besar daripada nilai T Tabel, yaitu 16,41 > 2.09. Dengan demikian berarti Ha diterima yang artinya terdapat peningkatan pemahaman konsep matematika peserta didik pada pembelajaran matematika menggunakan model Contextual Teaching and Learning (CTL) berbantuan media konkret. Untuk melihat seberapa tinggi peningkatannya maka dilakukan pengujuan Gain, hasilnya terdapat peningkatan sebesar 0,70 dengan kategori sedang

    0

    full texts

    2,148

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Journal Universitas Garut
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇