Online Journal Universitas Garut
Not a member yet
2148 research outputs found
Sort by
Pengaruh Kualitas Informasi Terhadap Kepuasan Pengguna Media Sosial Instagram
Abstract
The development of the internet has had a significant impact, especially in terms of increasingly advanced technology. Currently, social media is the most widely accessed source for obtaining information. Info Garut is a news account that uses Instagram social media. Quality information is a measure of how well the information is presented completely. Information quality is a measure of how clearly the information and knowledge is published or conveyed to the public. So the quality of information is an important factor in social media user satisfaction. The aim of this research is to explain the influence of information quality on social media user satisfaction. The method used in this research is a descriptive study method with a quantitative approach. The data analysis technique in this research uses primary and secondary data. The data collection techniques used were interviews with informants, observation, documentation and distribution of questionnaires to a population of 277,000 Instagram followers @infogarut. The sampling technique used was purposive sampling with a total of 100 respondents with certain criteria. The research results show that the quality of information on the satisfaction of Instagram social media users has a significant influence. The influence of information quality on the satisfaction of Instagram social media users on the @Infogarut account is quite strong in the aspects of accurate, timely and completely relevant. So, the big influence of information quality on the dimensions: Accurate is 56.1%, timely is 49.8%, relevant is 6.62, complete is 5.57%.
Keywords: Instagram; information quality; satisfaction.
Abstrak
Perkembangan internet memberikan dampak yang signifikan, terutama dalam hal teknologi yang semakin maju. Saat ini media sosial menjadi sumber yang paling banyak diakses untuk mendapatkan informasi. Info Garut merupakan salah satu akun berita yang memanfaatkan media sosial instagram. Informasi berkualitas menjadi tolak ukur seberapa baik informasi itu disajikan dengan lengkap. Kualitas informasi merupakan suatu ukuran tentang seberapa jelas informasi dan pengetahuan tersebut dimuat atau disampaikan ke publik. Maka kualitas informasi menjadi faktor penting dalam kepuasan pengguna media sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh kualitas informasi terhadap kepuasan pengguna media sosial. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode studi deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan data primer dan skunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dengan informan, observasi, dokumentasi serta penyebaran kuesioner dengan jumlah populasi 277.000 pengikut instagram @infogarut. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling dengan total 100 responden dengan kriteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas informasi terhadap kepuasan pengguna media sosial instagram memiliki pengaruh signifikan. Pengaruh kualitas informasi terhadap kepuasan pengguna media sosial instagram pada akun @Infogarut tergolong cukup kuat pada aspek akurat, tepat pada waktunya, relevan lengkap. maka, besar pengaruh kualitas informasi terhadap dimensi Akurat sebesar 56,1%, tepat pada waktunya sebesar 49,8%, relevan sebesar 6,62, lengkap sebesar 5,57%.
Kata-kata kunci: Instagram; kualitas informasi; kepuasan
Pengaruh Konsentrasi dan Dosis Larutan Tepung Beras Terhadap Hasil Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus)
Permintaan jamur tiram putih dalam skala kecil maupun besar terus meningkat setiap tahun, namun produksinya belum cukup untuk bisa memenuhi semua permintaan jamur tiram putih. Diperlukan perlakuan yang bisa meningkatkan produksi, salah satunya dengan penambahan nutrisi yaitu larutan tepung beras. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi perlakuan terbaik antara konsentrasi dan dosis larutan tepung beras terhadap hasil jamur tiram putih. Penelitian dilakukan di Desa Rancabango Kecamatan Tarogong kaler Kabupaten Garut dengan ketinggian lokasi percobaan yaitu 761 mdpl. Percobaan dilaksanakan pada bulan Desember 2023 sampai bulan Januari 2024. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu konsentrasi larutan tepung beras (0g/l, 25g/l, 50g/l, 75g/l, 100g/l) dan dosis aplikasi (0ml/baglog, 10ml/baglog, 20ml/baglog, 30ml/baglog). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi dan dosis larutan tepung beras sebagai nutrisi tambahan memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah pinhead kemunculan ke-2, jumlah badan panen ke-2, diameter badan panen ke-1 dan ke-2, diameter tudung panen ke-1 dan ke-2, bobot segar panen ke-1 dan ke-2. Kombinasi antara perlakuan konsentrasi 100g/l (k₄) dengan dosis aplikasi 30ml/baglog (d₃) memiliki potensi terbaik untuk meningkatkan hasil jamur tiram putih.Permintaan jamur tiram putih dalam skala kecil maupun besar terus meningkat setiap tahun, namun produksinya belum cukup untuk bisa memenuhi semua permintaan jamur tiram putih. Diperlukan perlakuan yang bisa meningkatkan produksi, salah satunya dengan penambahan nutrisi yaitu larutan tepung beras. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi perlakuan terbaik antara konsentrasi dan dosis larutan tepung beras terhadap hasil jamur tiram putih. Penelitian dilakukan di Desa Rancabango Kecamatan Tarogong kaler Kabupaten Garut dengan ketinggian lokasi percobaan yaitu 761 mdpl. Percobaan dilaksanakan pada bulan Desember 2023 sampai bulan Januari 2024. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu konsentrasi larutan tepung beras (0g/l, 25g/l, 50g/l, 75g/l, 100g/l) dan dosis aplikasi (0ml/baglog, 10ml/baglog, 20ml/baglog, 30ml/baglog). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi dan dosis larutan tepung beras sebagai nutrisi tambahan memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah pinhead kemunculan ke-2, jumlah badan panen ke-2, diameter badan panen ke-1 dan ke-2, diameter tudung panen ke-1 dan ke-2, bobot segar panen ke-1 dan ke-2. Kombinasi antara perlakuan konsentrasi 100g/l (k₄) dengan dosis aplikasi 30ml/baglog (d₃) memiliki potensi terbaik untuk meningkatkan hasil jamur tiram putih
Perbandingan Metode Sederhana Uji pH Tanah menggunakan pH meter, Lakmus, dan PUTK pada Sampel Tanah di Kabupaten Garut Jawa Barat
Kesuburan tanah merupakan indikator yang menentukan keberhasilan dalam dunia pertanian. Salah satu parameter yang menentukan tingkat kesuburan tanah adalah pH tanah karena mempengaruhi tingkat ketersediaan unsur hara dan pertumbuhan tanaman. Metode pengujian pH tanah sederhana yang bisa diterapkan oleh petani dalam menentukan kesuburan tanah diantaranya potensiometri, kolorimetri, dan bisa menggunakan kertas pH. Penelitian ini bertujuan membandingkan metode pH tanah yang dapat diterapkan pada lahan pertanian di Kabupaten Garut Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengukuran menggunakan pH meter pada sampel tanah Desa Maripari Kecamatan Sukawening sebesar 6,18 menunjukkan agak masam, sampel tanah Kp. Nangewer, Situgede sebesar 6,21 menunjukkan agak masam, sampel tanah Desa Girijaya, Kecamatan Cikajang sebesar 7,48 menunjukkan netral dan sampel tanah Pamekarsari, Banyuresmi sebesar 5,25 menunjukkan kriteria masam. Pengukuran menggunakan PUTK pada sampel tanah Desa Maripari Kecamatan Sukawening dan Kp. Nangewer, Situgede menunjukkan agak masam, sampel tanah Desa Girijaya, Kecamatan Cikajang menunjukkan agak basa dan sampel tanah Pamekarsari, Banyuresmi menunjukkan kriteria masam. Pada pengukuran menggunakan kertas lakmus pada sampel tanah Desa Maripari Kecamatan Sukawening dan Kp. Nangewer, Situgede menunjukkan masam, sampel tanah Desa Girijaya, Kecamatan Cikajang menunjukkan basa dan sampel tanah Pamekarsari, Banyuresmi menunjukkan kriteria masam. Berdasarkan hasil uji pH tanah yang telah dilakukan, pengukuran menggunakan pH meter lebih tepat karena nilainya lebih terukur.Kata Kunci: kesuburan tanah, pH tanah, pH meter, PUTK, lakmu
ANALISIS TOTAL BAKTERI DAN KOLIFORM PADA MEDIA PERTUMBUHAN MAGGOT Black Soldier Flies DENGAN FORMULASI MEDIA FESES SAPI POTONG, ENDAPAN SUSU, DAN SAMPAH ORGANIK DAPUR
Limbah endapan susu dan feses sapi potong dapat menyebabkan masalah utama untuk lingkungan apabila tidak diolah dengan baik. Salah satu solusi untuk menangani limbah tersebut yaitu menggunakannya sebagai media pertumbuhan maggot BSF. Keberadaan mikroba dalam media pertumbuhan magot memberikan peran positif maupun peran negatif. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui jumlah bakteri dan koliform pada media pertumbuhan sampah organik dapur dan endapan susu. Metode yang digunakan yaitu eksperimental data yang diperoleh dilakukan analisis statastik menggunakan uji paired t-test dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri atas P0 = sampah organik dapur, P1 = Sampah organik dapur dan feses sapi potong, P2 = sampah organik dapur dan endapan susu, dan P3 = feses sapi potong, sampah organik dapur, dan endapan susu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi media pertumbuhan maggot BSF memberikan pengaruh yang berbeda terhadap perubahan total bakteri dan koliform pada awal dan akhir proses degradasi. Formulasi media pertumbuhan endapan susu dan sampah organik dapur memberikan penurunan total bakteri dan koliform tertinggi
KEWIRAUSAHAAN PETANI MUDA KAPULAGA DI DESA SAMBIRATA KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS
Desa Sambirata merupakan salah satu desa di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas yang memiliki potensi dalam usaha tani kapulaga. Selain karena faktor lingkungan, Desa Sambirata juga telah bekerjasama dengan PT. Sidomuncul dan menjadi salah satu desa binaan kapulaga PT. Sidomuncul. Karena hal tersebut, petani banyak yang melakukan budidaya kapulaga termasuk para pemuda tani. Namun, petani muda di Desa Sambirata cenderung melakukan budidaya kapulaga secara tradisional dan apa adanya. Jiwa kewirausahaan petani sebagai pelaku usaha di sektor on farm sejauh ini masih belum terlalu diperhitungkan padahal sejatinya hal tersebut sangat diperlukan guna kemajuan petani dalam mengembangkan usahanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil petani muda, mengetahui tingkat kewirausahaan petani muda, dan mengetahui hubungan antara profil petani dengan tingkat kewirausahaan petani muda kapulaga di Desa Sambirata Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode sampel jenuh. Jenis data yang digunakan meliputi data primer dan sekunder. Analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif dan analisis Chi-square. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa rata-rata petani muda muda merupakan lulusan sekolah dasar dengan latar belakang keluarga petani dan memiliki pengalaman usaha lebih dari lima tahun. Sebagian besar petani ikut serta dalam kegiatan usaha tani kapulaga sebagai pekerja dan pemodal. Tingkat kewirausahaan petani muda masuk kedalam kategori sedang yang berarti kewirausahaan petani muda sudah di Desa Sambirata sudah cukup baik. Tingkat pendidikan dan latar belakang keluarga tidak memiliki hubungan terhadap tingkat kewirausahaan petani muda kapulaga di Desa Sambirata Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Sementara pengalaman usaha tani memiliki hubungan terhadap tingkat kewirausahaan petani muda kapulaga
PERAN PENYULUHAN PERTANIAN TERHADAP PENINGKATAN ADOPSI GOOD AGRICULTURAL PRACTICE JAGUNG HIBRIDA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi komponen-komponen inovasi pada budidaya jagung hibrida dalam GAP jagung, mengidentifikasi keberagaman adopsi terhadap komponen teknologi dalam GAP yang dilakukan oleh petani, dan mengidentifikasi peran penyuluhan pertanian terhadap peningkatan adopsi GAP jagung hibrida. Penelitian ini berlokasi di Desa Mongiilo Utara, yang terletak di Kecamatan Bulango Ulu, Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini menggunakan mixed-method kualitatif-kuantitatif terhadap 60 petani jagung sebagai responden. Hasil identifikasi komponen inovasi pada budidaya jagung hibrida dalam sepuluh perlakuan GAP dapat digolongkat dua fase yaitu Of-farm meliputi penggunaan benih jagung yang bermutu sesuai rekomendasi penyuluh, penanaman satu benih persatu lubang, menggunakan jarak tanam sesuai petunjuk penyuluh, pemupukan yang tepat jumlah dan waktu sesuai rekomendasi, penyiangan/pembersihan gulma, penggunaan pupuk organik, pembumbunan pada akar jagung, pengendalian hama dan penyakit pada tanaman, serta pada fase pascapanen yaitu: panen tepat waktu dan pengeringan segera setelah panen. Tingkat adopsi GAP jagung di Desa Mongiilo Utara yang tertinggi yaitu panen tepat waktu dan pengeringan segera setelah panen. Sementaraadopsi terendah adalah penggunaan pupuk organik dan pembumbunan pada akar jagung. Penyuluhan pertanian di Desa Meongiilo Utara cukup berperan penting dalam menyebarluaskan adopsi inovasi sebab cukup banyak berpengaruh terhadap komponen inovasi yang direkomendasikan kepada petani. Oleh karena itu, disarankan agar penyuluhan pertanian lebih massive lagi dalam menyebarluaskan inovasi untuk membantu petani meningkatkan produksi jagung
THE ROLE OF AGRICULTURAL EXTENSIONIST ON THE PRODUCTIVITY OF COFFEE FARMING
Extension officers have a very important role, namely as a non-formal learning tool that provides knowledge on how to run a farm that can help improve the quality of farmers, skills, and profit income in farming. Therefore, research was conducted related to the role of agricultural extension agents on farming and the relationship between the role of agricultural extension agents on productivity. The purpose of this study is to determine the role of agricultural extension workers as facilitators, dynamists, consultants, organizers, analyzers in coffee farming. And the relationship between the role of agricultural extension agents on farming productivity using a descriptive quantitative method of measuring the Likert scale and rank correlation test to analyze the relationship between the role of agricultural extension agents and productivity. The sample size used was 32 with a sampling technique, namely the saturated sample contained in Non Probability Sampling. The results obtained by the role of agricultural extension agents in coffee farming agricultural extension agents as facilitators were 3.56 Medium categories, extension agents as dynamicators 3.29 Medium categories, extension agents as consultants 3.53 High categories, extension agents as organizers 3.61 High categories and extension agents as analyzer of 2.99 Medium category. Extension agents with a high category in coffee farming in weak sugih namely the role of extension agents as consultants and as organizers. for extension agents as facilitators, dynamists and analyzers, scores in the Moderate category are obtained. As for the rank correlation analysis test, it is used to analyze the relationship between the role of extension workers and productivity. The results show that there is a relationship with a correlation value of 0.383, with a low correlation criterion
Pengaruh Perubahan Iklim terhadap Pola Konsumsi Rumah Tangga Petani Padi di Kabupaten Demak
Produksi beras mengalami penurunan terus menerus dari tahun 2020 hingga 2023, terutama karena dampak buruk perubahan iklim, seperti kekeringan dan banjir. Penurunan produksi beras nasional ini secara langsung berdampak pada pendapatan petani padi yang hanya mengandalkan pertanian padi. Akibatnya, hal ini mempengaruhi standar hidup para petani, yang mempengaruhi kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan primer dan sekunder. Sebuah penelitian dilakukan untuk membandingkan pendapatan dan pengeluaran konsumsi rumah tangga petani padi sebelum dan selama dampak perubahan iklim di Kabupaten Demak. Survei dilakukan pada bulan Juli 2024, dengan menggunakan sampel sebanyak 248 petani padi yang dipilih secara acak sederhana. Data dianalisis dengan menggunakan alat analisis uji-t dua sampel berpasangan, yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada pendapatan dan pengeluaran konsumsi sebelum dan selama dampak perubahan iklim. Studi ini menemukan bahwa pendapatan petani menurun sebesar 23,91% selama perubahan iklim, yang kemudian berdampak pada pengeluaran konsumsi rumah tangga petani, yang meningkat sebesar 8,95%. Hasil uji-t mengkonfirmasi adanya perbedaan yang signifikan dalam pengeluaran konsumsi rumah tangga petani sebelum dan selama dampak perubahan iklim, yang menyoroti kebutuhan mendesak bagi petani untuk mengadopsi strategi adaptasi untuk mengatasi penurunan pendapatan, seperti mencari sumber pendapatan tambahan
Rancang Bangun Alat Deteksi Konsentrasi Timbal dalam Air
Telah dilaksanakan penelitian terkait penginderaan kandungan ion timbal dalam air dengan memanfaatkan serat optik plastik dan sensor cahaya LDR. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan karakterisasi sensor ion timbal berbasis serat optik plastik. Serat optik dikupas jaket dan claddingnya, kemudian claddingnya diganti dengan gel kitosan. Serat optik dikonfigurasi dengan variasi panjang dan pelapisan kitosan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode gelombang evanescent. Hasil pengujian menunjukan bahwa semakin panjang pelapisan kitosan pada serat optik, cahaya yang merambat pada core dan sampai pada sensor LDR semakin mengecil. Pengecilan rambatan cahaya tersebut berakibat pada tegangan output pada LDR semakin turun. Hasil pengujian terbaik sensor ion logam timbal dalam air diperoleh dari variasi pengupasan 2cm dengan nilai koefisien korelasi sebesar R2 = 0.9524. Bilai lebih dari alat penginderaan yang telah dirancang ini adalah mempunyai kepekaan yang cukup tinggi, biaya lebih murah, dan fabrikasi yang tidak rumit
Prototipe Smart Chicken Farm Berbasis Internet of Things (IoT) Menggunakan Blink
Penelitian ini membahas pengembangan prototipe Smart Chicken Farm berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan platform Blink. Sistem ini dirancang untuk memantau dan mengontrol berbagai aspek dari peternakan ayam secara real-time, termasuk suhu, kelembaban, dan pemberian pakan otomatis. Sensor-sensor yang digunakan mengirimkan data ke mikrokontroler, yang kemudian memproses dan mengirimkannya ke aplikasi Blink melalui koneksi internet menggunakan NodeMCU ESP8266. Pengguna dapat memantau kondisi peternakan dan mengontrol perangkat dari jarak jauh melalui aplikasi Blink. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan efisiensi operasional dan kemudahan dalam pengelolaan peternakan ayam. Sistem ini memberikan solusi efektif dan inovatif untuk manajemen peternakan ayam modern.