Online Journal Universitas Garut
Not a member yet
2148 research outputs found
Sort by
strategi guru dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa
Latar belakang penelitian ini didasarkan kepada strategipembelajaran yang dilakukan oleh guru dalam peningkatan pembelajaran siswa dalam membaca permulaan. Kemampuan membaca permulaan siswa di MI Al-Mubdi Kecamatan Singajaya Kabupaten Garut sangatrendah. Hal ini disebabkan karena Tingkat kemampuan siswa yang berbeda-beda serta masih kurangnya pengetahuan siswa tentangtandabaca dan belummampumembedakan huruf vocal dankonsonan serta belum mampu dalam pengejahan. Peningkatan kemampuan membaca permulaan siswa merupakan salah satu focus utama dalam Pendidikan dasar. Strategi guru dalam hal ini berperan penting untuk memastikan siswa mampu membaca dengan lancer dan baik. Peneliti ini mengidentifikasi dan menganalisis berbagai strategi yang diterapkan oleh guru untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Metode ini bertujuan mengumpulkan data secara mendalam, kemudian menganalisisnya untuk memahami karakteristik, pola, atau hubungan antar variable. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif untuk menjelaskan strategi guru dalam meningkatkan kemampuan membacapermulaan siswa. Data dikumpulkan melalui; a) Observasi
b) Wawancara, c) Analisis dokumen untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang fenomena yang diteliti. Menindaklanjuti temuan ini, maka strategi yang dilakukan oleh guru dalam meningkatkan kemampuan membacapermulaan siswayaitu dengan menggunakan strategi pembelajaran langsung(Direct instruction) dengan mengguakan metode pembelajaran pengulangan (Drill).
Kata kunci: Kemampuan membacapermulaan, strategipembelajaran langsung, metode drill.The background of this research is based on the learning strategies carried out by teachers to improve student learning in beginning reading. The initial reading ability of students at MI Al-Mubdi Singajaya District Garut Regency is very low. This is due to students varing levels of ability as well as students lack of knowledge about punctuation and not being able to differentiate between vowels and consonants and not being able to spell. Improving students initial reading skills is one of the main main focuses in basic education. The teachers strategy in this case plays an important role in ensuring that student are able to read fluently and well. This researcher identified and analysed various strategies implemented by teachers to omprove students initial reading abilities. The method used is a deskrivtife qualitative research method. This method aims to collect data in depth, then analyse it to understand the characteristics, patterens or relationship between variabels. Researchs used a qualitative approach to explain teachers strategies for improving students initial reading abilities. Data is collected through; a) Observation b) Interview c) Document analysis to gain an in-depth understanding of the phenomenon under stady. Following up on these findings, the strategy used by teachers to improve students initial reading skills in to use a direct learning strategy (Direct instruction) using the repetition learning method (Drill).
Keywords: Beginning reading ability, direct learning strategy, drill method.  
PENERAPAN MEDIA ANIMASI MELALUI APLIKASI POWTOON UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (Penelitian Eksperimen di Kelas VIII SMP Plus Kaimas, Garut)
Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair Urine Kelinci terhadap Pertumbuhan dan Hasil Setek Kentang (Solanum Tuberosum L.) pada Fase Aklimatisasi Untuk Bibit Kentang G0
Petani kentang di Indonesia menghadapi kendala dalam mendapatkan bibit kentang berkualitas tinggi. Salah satu proses yang bisa mendapatkan bibit kentang yang berkualitas tinggi yaitu dengan cara aklimatisasi kentang yang baik dan benar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara media tanam dan pupuk organik cair urine kelinci terhadap pertumbuhan dan hasil setek kentang pada fase aklimatisasi untuk bibit G0. Penelitian ini dilaksanakan di Screenhouse yang berada di Pasirtalang, Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan petak utama (Main Plot) yaitu media tanam dengan lima taraf perlakuan yaitu: m1: 100% Humus Bambu m2 : 100% Cocopeat m3 : 50% Humus Bambu 50% Cocopeat m4 : 70% Humus Bambu 30% Cocopeat m5 : 70% Cocopeat 30% Humus Bambu Anak Petak (Sub Plot) yaitu POC Urine Kelinci dengan empat taraf perlakuan yaitu : k0 : 0 ml (kontrol) k1 : 2 ml/liter k2 : 4 ml/liter k3 : 6 ml/liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi namun secara mandiri komposisi media tanam dan pupuk organik cair Urine kelinci memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil setek kentang (Solanum tuberosum L.) pada fase aklimatisasi G0. Perlakuan 100% humus bambu dan k3 (6 ml/liter) memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kentang G0
PENGARUH DOSIS STARTER TERHADAP NILAI pH DAN TINGKAT KESUKAAN PADA YOGHURT SUSU SAPI
Abstrak Yoghurt adalah produk yang diperoleh dari susu yang telah dipasteurisasi kemudian difermentasi dengan menggunakan bakteri Lactobacillus bulgaricus, Lactobacillus acidophillus dan Streptococcus thermophilus agar menghasilkan yoghurt yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis starter terhadap nilai pH dan tingkat kesukaan pada yoghurt susu sapi dan untuk mengetahui dosis starter untuk menghasilkan nilai pH dan tingkat kesukaan pada yoghurt susu sapi yang paling baik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2023, proses pembuatan yoghurt dan uji tingkat kesukaan bertempat di Laboratorium Pasca Panen Fakultas Pertanian Universitas Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 5 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah penambahan dosis starter P1 (2%), P2 (3%), P3 (4%) dan P4 (5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis starter tidak berpengaruh terhadap nilai pH, warna dan aroma tetapi berpengaruh terhadap rasa dan tekstur yoghurt. Penambahan dosis starter sebanyak 4% memberikan pengaruh terbaik terhadap tingkat kesukaan rasa dan tekstur yoghurt. Kata kunci: Starter, pH, Tingkat Kesukaan, Yoghurt Susu Sapi Abstract Yogurt is a product obtained from milk that has been pasteurized and then fermented using the bacteria Lactobacillus bulgaricus, Lactobacillus acidophillus, and Streptococcus thermophilus to produce good yogurt. This study aims to determine the effect of starter dose on the pH value and level of preference in cow’s milk yogurt and to determine the dose of starter to produce the best pH value and level of preference in cow’s milk yogurt. This research was conducted from May to June 2023, the process of making yogurt and testing the level of preference takes place in the post-harvest laboratory of the Faculty of Agriculture, University of Garut. The research method used was an experimental method using a Completely Ramdomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. The treatment used was the addition of a starter dose P1 (2%), P2 (3%), P3 (4%) and P4 (5%). The result showed that the starter dose did not effect the pH value, color and aroma, but it did effect the taste and texture of the yogurt. The addition of a starter dose of 4% gave the best effect on the level of preference for the taste and texture of yogurt. Keywords: Starter, pH, Level of Preference, Cow’s Milk Yogur
Persepsi Masyarakat Terhadap Keberadaan Peternakan Sapi Potong Di Desa Wanajaya Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut
Peternakan sapi potong sering kali menghadapi tantangan lingkungan, terutama terkait dengan aroma yang kurang sedap yang dapat memiliki dampak negatif bagi lingkungan sekitar. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi pandangan masyarakat terhadap keberadaan peternakan sapi potong di Desa Wanajaya, Kecamatan Wanajaya, Kabupaten Garut. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juli hingga Agustus 2023 dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Populasi studi mencakup masyarakat yang tinggal dalam jarak 200 meter dari peternakan, dengan total populasi sebanyak 543 kepala keluarga. Sampel penelitian ditentukan menggunakan rumus Slovin, menghasilkan 82 kepala keluarga sebagai sampel. Data diperoleh melalui survei dan wawancara dengan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan tabel distribusi frekuensi dan garis kontinum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap bau dari peternakan mencatat skor 599 yang masuk dalam kategori "setuju" bahwa bau tersebut mengganggu. Sementara itu, persepsi terhadap limbah dari peternakan mencatat skor 772 yang masuk dalam kategori "biasa", menunjukkan bahwa limbah tersebut dianggap wajar oleh masyarakat. Pada variabel manfaat, skor 619 yang masuk dalam kategori "setuju" menunjukkan bahwa masyarakat melihat adanya manfaat dari keberadaan peternakan, terutama dalam hal penciptaan lapangan kerja dan penyediaan pupuk bagi pertanian loka
IMPLEMENTASI PROGRAM EKOLITERASI MELALUI KEGIATAN SAMPAH PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS PROJECT (P5) UNTUK MEMBANGUN SIKAP GOTONG ROYONG PADA SISWA SEKOLAH DASAR
Penelitian ini di latar belakangi oleh kurangnya peserta didik yang masih belum bisa peduli terhadap lingkungan sekitar, dan perlunya penerapan pembelajaran ekoliterasi yang dapat meningkatkan kepekaan peserta didik terhadap beberapa permasalahan lingkungan yang muncul di sekitar lingkungan sekolahnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pembelajaran ekolitrasi peserta didik di kelas 1 SDIT Atikah Musaddad AL-Wasilah Garut sebelum dan setelah penerapan pembelajaran ekoliterasi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dimana penelitian ini berusaha menggambarkan situasi atau kejadian. Sampel dalam penelitian ini melibatkan seluruh peserta didik kelas 1 dengan teknik pengambilan data yang digunakan observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan angket dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pembelajaran ekoliterasi dalam pelaksanaan projek penguatan profil pelajar pancasila khususnya di kelas 1 sudah berjalan dengan baik, namun pembelajaran ekoliterasi di kelas 1 tidak menjadi pilihan wajib tetapi penerapan nya sudah di terapkan dalam proses pembelajaran karena ekoliterasi harus diterapkan sejak usia dini. Kemudian untuk hambatan pembelajaran ekoliterasi ini adalah kurangnya sumber daya manusia untuk melakukan program ekoliterasi khususnya di kelas 1 di karenakan siswa kelas 1 masih sangat dini untuk diajarkan seperti itu, jadi belum semuanya terimplementasi karena memang siswa kelas 1 masih sangat kurang. Terkait dengan perubahan kurikulum SDIT Atikah Musaddad AL-Wasilah Garut sudah melaksanakan kurikulum merdeka selama kurang lebih 2 tahun
Studi Literatur: Pembelajaran Bahasa Indonesia dan Daya Literasi Indonesia
Penulisan artikel ini bertujuan memaparkan hasil penilitian terhadap perkembangan literasi di Indonesia dengan pembelajaran Bahasa Indonesia. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi pemilihan topik, pemilihan dan seleksi literatur yang relevan dengan topik, pengumpulan data, pemilihan dan sintesis penulisan, serta perorganisasian tulisan. Untuk meningkatkan daya literasi di Indonesia dengan pembelajaran bahasa Indonesia perlu diperhatikan beberapa hal yaitu (1) Budaya Literasi di Indonesia (2) Kompetensi Guru sesuai standar yang ditentukan (3) Strategi Pembelajaran bahasa Indonesia. Dengan begitu budaya literasi melalui pembelajaran bahasa Indonesia diharapkan bisa mengoptimalkan peran pendidikan bahasa Indonesia sebagai sebuah wadah untuk membangkitkan semangat membaca dan menulis bagi siapapun untuk bisa memahami penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar
Penghijauan Lahan kritis di Kawasan Hutan Talaga Bodas, Kabupaten Garut
Penghijauan merupakan penanaman pohon dengan tujuan memelihara lingkungan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat sekitar hutan talaga bodas mengenai pentingnya menjaga lingkungan agar dapat terus dimanfaatkan secara berkelanjutan dan menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan yang terjadi di kawasan hutan Talaga Bodas. Metode pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan partisipatif dengan melakukan demplot tanaman Multy Purpose Tree Spesies (MPTS) sebanyak 250 pohon. Kegiatan ini pun mendapatkan respon positif dan antusias yang tinggi dari masyarakat sehingga diharapkan dapat menjadi pemicu masyarakat dalam menjaga kelestarian alam
PENGARUH LITERASI DIGITAL TERHADAP GENERASI Z DALAM MENGGUNAKAN INTERNET DI SMPN 2 LEUWIGOONG
Penggunaan internet telah merambah ke seluruh penduduk negeri. Keberadaan internet menjadi dianggap sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, tidak terkecuali bagi remaja. Desa Tambaksari merupakan salah satu desa di Kecamatan Leuwigoong. Di desa ini terdapat beberapa sekolah salah satunya SMPN 2 Leuwigoong. Siswasiswi sekolah menengah merupakan bagian dari generasi z yang merupakan salah satu kelompok terbanyak dalam penggunaan internet. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa seminar literasi digital dilakukan untuk mengedukasi remaja siswa-siswi sekolah menengah agar cakap dalam pemanfaatan internet. Keberhasilan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dapat dilihat dari ketercapaian target jumlah peserta, ketercapaian tujuan dan ketercapaian target materi. Peserta yang hadir sebanyak 52 orang siswa menengah pertama. Selain itu keberhasilan penyampaian materi dapat dilihat dari peningkatan hasil pretest dan posttest yang menunjukkan pengetahuan dari peserta seminar menjadi bertambah
Analisis Peran Pola Asuh Orang Tua terhadap Motivasi Belajar Anak Sekolah Dasar
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola asuh orang terhadap motivasi belajar anak Sekolah Dasar. Dengan peran pola asuh orang tua terhadap motivasi belajar anak sekolah dasar sebagai rumusan masalah. Jenis penelitian yang digunakan yaitu survei dan angket sebagai instrumen penelitian untuk mengumpulkan data dari orang tua anak. Sampel dari penelitian ini yaitu 152 orang tua dari anak Sekolah Dasar yang dipilih secara acak. Metode deskriptif kuantitatif digunakan dalam penelitian ini sebagai suatu tahap dalam melakukan penelitian. Analisis deskriptif kuantitatif sebagai analisis data yang digunakan dalam penelitian ini. Dari hasil survei, pola asuh yang paling umum digunakan adalah pola asuh demokratis. Selanjutnya pola asuh otoriter dan yang terakhir adalah pola asuh permisif. Didikan, peran, dan pola asuh orang tua sangat memengaruhi timbulnya motivasi belajar anak. Umumnya orang tua lebih setuju terhadap pola asuh demokratis dan otoriter, karna dengan kedua pola asuh itulah anak mau belajar. Sedangkan orang tua anak Sekolah Dasar dari hasil penelitian banyak yang tidak setuju terkait pola asuh permisif karna dapat membuat anak mempunyai motivasi yang kurang Kata Kunci: Pola Asuh, Otoriter, Demokratis, Permisif AbstractThis study aims to analyze people's parenting patterns on the learning motivation of elementary school children. With the role of parenting on the learning motivation of elementary school children as a problem formulation. The type of research used is surveys and questionnaires as research instruments to collect data from children's parents. The sample of this study was 152 parents of randomly selected elementary school children. Quantitative descriptive methods are used in this study as a stage in conducting research. Quantitative descriptive analysis as data analysis used in this study. From the survey results, the most commonly used parenting style is democratic parenting. Next is authoritarian parenting and the last is permissive parenting. Upbringing, roles, and parenting styles greatly affect the emergence of children's learning motivation. Generally, parents are more amenable to democratic and authoritarian parenting, because with both parenting styles children want to learn. While parents of elementary school children from the results of many studies disagree regarding permissive parenting because it can make children have less motivation. Keywords: Parenting, Authoritarian, Democratic, Permissiv