Online Journal Universitas Garut
Not a member yet
2148 research outputs found
Sort by
Rancang Bangun Robot Penyemprot Pestisida dengan Sistem Wall-Follower pada Tanaman Cabai
Sebagai negara yang subur kebanyakan penduduk Indonesia bermata pencaharian sebagai petani. Dalam proses penyemprotan cairan pestisida pada tanaman di lahan terbuka biasanya menggunakan tenaga manusia, jenis penyemprot yang biasa digunakan yaitu knapsack sprayer, menggunakan mesin bahan bakar bensin, helikopter dan traktor. Penggunaan beberapa alat penyemprot memiliki kelemahan yaitu seperti knapsack sprayer dan penyemprot menggunakan mesin berbahan bakar bensin sangat melelahkan, karena petani harus menggendong sprayer dengan bobot mencapai 15 kg. Dengan demikian dibutuhkan sistem yang mampu membaca dinding bedengan yang akan dijadikan lintasan robot dalam melakukan penyemprotan pestisida, sistem tersebut yaitu sistem wall follower. Sistem wall follower bergerak dengan membaca dinding lintasan. Dengan menggunakan alat ini, yang dirancang untuk penyemprotan lebih mudah dan tidak lagi membutukan begitu banyak tenaga manusia, dimana alat ini menggunakan sensor ultrasonic sebagai pengukur jarak dan Arduino Uno sebagai alat kontrol penggerak motor penyemprotan. Dari hasil pengujian Penyemprotan pestisida otomatis menggunakan sensor ultrasonik dapat mendeteksi tanaman cabai pada jarak maksimum 15 cm. Untuk kecepatan PWM motor DC dapat diatur sesuai dengan kondisi dengan cara menginput kecepatan PWM secara manual dari angka 255 sampai 120, untuk angka dari <120 PWM maka motor DC tidak akan berfungsi
Perbandingan Akurasi Random Forest Classifier dalam Memprediksi Kelayakan Kendaraan berdasarkan Jumlah Decision Tree dan Selection Feature
Pasca pandemi, terdapat peningkatan permintaan dan kebutuhan kendaraan yang ditandai dengan peningkatan penjualan. Konsumen memiliki banyak pertimbangan dalam membeli kendaraan. Produsen harus memahami kebutuhan dan pertimbangan konsumen agar kendaraan yang diluncurkan dapat diterima dengan baik. Penelitian ini bertujuan memprediksi kelayakan kendaraan menggunakan Random Forest Classifier berdasarkan jumlah decision tree dan pemilihan fitur. Model Random Forest diterapkan dengan variasi jumlah decision tree untuk mengidentifikasi pengaruhnya terhadap akurasi. Hasil menunjukkan bahwa akurasi meningkat signifikan dengan penambahan jumlah decision tree dan mencapai stabil pada sekitar 50-100 pohon dengan akurasi maksimum 94.57%. Selanjutnya, penelitian mengevaluasi pengaruh jumlah fitur input terhadap akurasi. Hasil menunjukkan peningkatan akurasi dari 69.53% dengan satu fitur hingga 94.57% dengan semua fitur. Fitur-fitur utama seperti Safety, Persons, Buying, Maint, dan Lug_boot terbukti sangat penting, dengan penggunaan lima fitur ini menghasilkan akurasi 92.64%. Analisis importance score menunjukkan bahwa menghilangkan fitur dengan importance tinggi, seperti Safety, menurunkan akurasi secara signifikan. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pemilihan jumlah decision tree yang optimal dan fitur yang tepat sangat penting untuk meningkatkan akurasi model Random Forest. Penggunaan sekitar 50-100 decision tree dan pemilihan fitur berdasarkan importance score dapat memberikan prediksi yang akurat dan efisien. Penelitian ini memberikan panduan praktis bagi produsen kendaraan dalam memanfaatkan data mining dan machine learning untuk memahami preferensi konsumen dan meningkatkan efektivitas produksi
Pengembangan Media Pembelajaran berbasis Digitalisasi Video animasi untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis pada Pembelajaran pada Materi Getaran dan Gelombang
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Digitalisasi Video animasi. Penelitian ini tergolong dalam kategori Research and Development atau disebut juga (R&D). Penelitian pengembangan biasanya dilihat sebagai prosedur atau serangkaian tindakan guna membuat item baru atau meningkatkan yang sudah ada. Media yang akan dikembangkan pada penelitian ini yaitu Video Animasi. Dalam langkah-langkah pengembangan produk, model penelitian pengembangan ADDIE dinilai lebih rasional dan lebih lengkap. Teknik pengumpulan data yaitu data dari uji ahli desain pembelajaran dan uji ahli media pembelajaran. Instrumen penelitian yaitu menggunakan angket untuk uji ahli desain pembelajaran dan uji ahli media pembelajaran. Berdasarkan hasil Uji Validasi ahli desain pembelajaran dan Uji ahli medi pembelajaran, diperoleh 88% dari uji ahli desain pembelajaran dan diperoleh 85% dari uji ahli media pembelajaran. yang berarti Video Education mendapatkan hasil dengan kategori layak / valid dan siap dipakai jika nantinya akan diterapkan kepada siswa. Dengan demikian, produk Video Education pada pembelajaran in mendapatkan validitas yang baik dan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran IPA. Adapula nilai pretest yang diperoleh dengan rata rata 65. Sedangkan, pada nilai posttest diperoleh nilai dengan rata rata 80 sehingga diperoleh nilai N-Gain sebesar 62,5% dalam kategori sedang
Pembelajaran IPA Berorientasi Pada Framework Strategic Vision and Direction for Science (SVDS) PISA 2024
Penelitin ini bertujuan mengkaji secara literatur megnenai pembelajaran IPA berorientasi pada Framework Strategic Vision and Direction for Science (SVDS). Kajian literatur yang dilakukan menggunakan Narrative Literatur Review (NLR) dengan 4 tahapan utama, yaitu menentukan topik kajian, mencari dan menyeleksi literatur, menganalisis dan mengkritisi literatur, dan menentukan struktur logis untuk narasi dari kajian literaturnya. Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa 1) pada SVDS terdapat penambahan domain literasi saintifik, yaitu scientific identity yang menggantikan scientific attitude. 2) Domain scientific knowledge terdiri atas pengetahuan yang mendukung untuk pemecahan masalah kompleks berkaitan dengan isu-isu di sekitar, pengetahuan dalam memberikan apresiasi dalam perkembangan ilmu, serta pengetahuan tentang data, struktur dan perilaku sistem pemorsesan informasi. 3) Pada domain scientific competencies terjadi penambahan dua kompetensi dan mengeliminasi satu kompetensi, yaitu kompetensi menggunakan pengetahuan sains dalam memutuskan tindakan, keterampilan berpikir probabilistik, keterampilan mengevaluasi dan merancang penyelidikan ilmiah, dan keterampilan menginterpretasi data dan bukti ilmiah. 4) Pada domaian tambahan, yaitu scientific identitiy terdiri atas Science Capital, Critical science agency, Inclusive science experiences and practices, Ethics and values. Pembelajaran IPA yang dapat dirancang antara lain pembelajaran IPA berpendekatan socio-scientific issues (SSI), pembelajaran IPA dengan tema-tema sustainable development goals, pembelajaran IPA dengan pendekatan Historical Inquiry Cases (HIC), pembelajaran IPA berbantuan Machine learning and artificial intelligence, dan pembelajaran IPA dengan Inquiry Based Learning (IBL
Blended learning dalam pembelajaran IPA: Kajian literatur aspek kelebihan pembelajaran tatap muka dan online
Penelitian ini bertujuan melakukan kajian literatur pada artikel dengan fokus kajian tentang pembelajaran blended learning dalam mata pelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan pendekatan literatur review dengan 4 tahapan utama, yaitu pencarian artikel, seleksi artikel, analisis artikel dan penarikan simpulan. Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa Pembelajaran blended learning dalam mata pelajaran IPA dapat dilaksanakan dengan memperhatikan tahap persiapan, pelaksanaan, dan penilaian. Salah satu bagian penting dalam tahapan persiapan, yaitu memastikan kesiapan siswa dapat menggunakan teknologi dan menyiapkan saran prasarananya. Pembelajaran IPA dengan blended learning ini memiliki kelebihan, yaitu fleksibilitas waktu dan tempat, kemudahan siswa dalam mengakses materi, keberagaman media pembelajaran yang dapat digunakan, serta penilaian yang komprehensif dan dapat dianalisis dengan baik oleh gur
IMPLEMENTASI PENDEKATAN TAKTIS DALAM UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN GERAK MOTORIK HALUS
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan gerak motorik halus siswa kelas V SDN 3 Karangpawitan, Kabupaten Garut melalui implementasi pendekatan taktis dalam pembelajaran olahraga. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan populasi dan sampel sebanyak 32 siswa kelas V. Instrumen yang digunakan dalam pengukuran adalah Ruler Drop Test, Standing Broad Jump, dan Lari Cepat 50 Meter. Data yang diperoleh dari hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan motorik halus siswa setelah menerapkan pendekatan taktis. Hasil prasiklus menunjukkan nilai yang rendah, tetapi terjadi peningkatan yang signifikan pada siklus I dan siklus II. Pada siklus II, nilai rata-rata keterampilan motorik halus siswa laki-laki meningkat menjadi 82.083, sementara siswa perempuan mencapai nilai rata-rata sebesar 72.5. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa implementasi pembelajaran taktis efektif dalam meningkatkan keterampilan gerak motorik halus siswa kelas V SDN 3 Karangpawitan, Kabupaten Garut
MODEL KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PASSING BAWAH BOLA VOLI DI EKSTRAKURIKULER MTS PERTIWI KUNINGAN
Passing bawah yang akurat merupakan salahsatu teknik dasar dalam permainan bola voli yang paling penting terutama dalam mendapatkan poin dan memulai serangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan passing bawah bola voli dengan menggunakan model kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) di ekstrakurikuler MTs Pertiwi Kuningan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Teknik total sampling digunakan dalam penelitian ini, yaitu 9 orang siswa ekstrakurikuler bola voli. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada kelompok yang diteliti. Dengan nilai rata-rata sebelum diberikan treatment TGT sebesar 22,44% dan nilai rata-rata setelah diberikan treatment TGT sebesar 42,11%. Sehingga, kemampuan siswa setelah diberikan perlakuan melalui model kooperatif tipe Team Games tournament (TGT) dinyatakan meningkat
Development of Physics Learning Media Assisted by Scratch Simulation for Parabolic Motion Material
The subject of physics is considered challenging by some students due to its abstract concepts, which can make the learning process difficult. This research aims to develop animated videos using Scratch software to assist students in dealing with difficulties in understanding the concept of projectile motion. The research method employed is Research and Development (R&D), utilizing the ADDIE model. Data analysis involves descriptive analysis techniques, calculating the percentage of validation scores. Results from the evaluation by two physics education experts indicate that the content validity of the media is excellent at 92% without any modifications, and the presentation validity is at 88%. Based on these validation results, it can be concluded that the physics learning media assisted by Scratch simulations developed are suitable for use
Analysis of the Influence of Analytical Mechanics Concept on the Development of Modern Physics
Physics has undergone development over time, one of which is through modern physics that studies the behavior of matter and energy at the atomic and subatomic particle scale using the concept of analytical mechanics to explain phenomena on a microscopic scale. The purpose of this article is to investigate the influence of analytical mechanics on the advancement of modern physics using a qualitative literature review approach. The literature review involved gathering information related to the study of mechanics and modern physics. The analysis results indicate that analytical mechanics such as Lagrangian and Hamiltonian have influenced the progress of modern physics significantly. This analytical mechanics has made a substantial contribution to modern physics by providing strong theoretical concepts, aiding theoretical research, enabling the analysis of complex physical phenomena, and offering practical applications across various scientific fields. The conclusion drawn from this analysis is the significant theoretical impact of analytical mechanics on the development of modern physics
Faktor Penyebab Rendahnya Keterampilan Berbicara Siswa Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Dikelas II (Studi Kasus SDN X Cubadak)
Berbicara merupakan keterampilan yang dimiliki seseorang untuk menyampaikan ide, perasaan, maupun gagasan kepada orang lain secara lisan. Dari permasalahan tersebut penelitian melatar belakangi Tentang faktor penyebab rendahnya keterampilan berbicara siswa kelas II sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja yang mempengaruhi rendahnya keterampilan berbicara siswa di SDN X Cubadak, Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Dalam pengumpulan data penelitian ini tidak menguraikan angka maupun grafik, karena penelitian menguraikan bentuk kalimat, informan dipilih dengan teknik non probability sampling dengan cara snowball sampling.  Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri, pengumpulkan data peneliti dibantu oleh alat bantu seperti pedoman wawancara, pedoman observasi, dan camera. Tekhnik pengumpulan data dengan tiga cara yaitu wawancara, catatan lapangan dan studi dokumentasi selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan model miles and huberman yang terdiri dari beberapa langkah yaitu reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya data dijamin keabsahan datanya dengan memakai triangulasi tekhnik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Hasil wawancara dalam penelitian ini megungkapkan faktor yang mempengaruhi rendahnya keterampilan berbicara siswa dalam pembelajaran bahasa indonesia yaitu yang telah dilihat dari hasil wawancara peneliti menemukan ada 2 faktor penyebab rendahnya keterampilan berbicara siswa dalam pembelajaran bahasa indonesia yaitu faktor internal meliputi kepercayaan diri, Gugup dalam berbicara, kurang mahir dalam berbahasa indonesia, pembulian memakai bahasa indonesia, kurangnya media yang dipakai disekolah dan faktor eksternal yaitu memakai bahasa daerah dan menggunakan bahasa ibu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah rendahnya keterampilan berbicara siswa kelas II dalam pembelajaran bahasa indonesia dipengaruhi 2 faktor yaitu faktor internal dan eksterna