Online Journal Universitas Garut
Not a member yet
2148 research outputs found
Sort by
Analisis Makna Semiotika Roland Barthes Dalam Upacara Lengser Mapag Panganten Pada Pernikahan Adat Sunda
Di era globalisasi seperti sekarang ini ternyata masih ada masyarakat yang tetap memegang teguh budaya adat sunda upacara lengser mapag panganten yang masih dilestarikan, ini mengingatkan bahwa budaya harus dijaga dan diperhatikan karena ini menunjukan sebuah kebanggaan dari identitas daerah yang merupakan bagian dari budaya sunda di Indonesia, yang menandai serangkaian prosesi pernikahan dengan melibatkan aspek simbol dalam berbagai kreasi seni yang ditampilakan seperti kreasi seni tari, seni karawitan, seni bodoran serta pemberian rajah yaitu doa serta nasihat pembelajaran tentang kehidupan yang ditunjukan pada simbol-simbol kesenian, dalam prosesi penjemputan pengantin laki-laki dan keluarganya. Kreasi seni yang ditampilkan dalam upacara lengser mapag panganten pada pernikahan adat sunda dalam bentuk pesan verbal dan nonverbal. Hal ini yang menarik untuk diteliti yaitu mengenai makna upacara lengser mapag panganten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna denotasi, konotasi dan mitos dari upacara pernikahan khususnya pada makna pesan upacara lengser mapag panganten yang terdapat pada pernikahan adat sunda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes yang didalamnya mengandung makna denotasi, konotasi dan mitos. Hasil penelitian ini adalah bahwa makna pesan didalam prosesi upacara lengser mapag panganten ada di dalam rajah, tokoh serta alat-alat yang digunakan seperti (kie lengser, ambu, panayag, penari dan payung) itu semua memiliki banyak sekali arti dari simbol yang terdapat dalam tradisi pernikahan adat sunda ini.Kata-kata Kunci: Pernikahan Adat Sunda, Upacara Lengser Mapag Panganten, Semiotika Roland Barthe
Isolasi Trichoderma sp. Pada Rhizosfer Tanaman Kopi (Coffea sp.) Menggunakan Metode Perangkap Nasi DI Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang (BBPP)
Pengendalian hayati merupakan suatu pemanfaatan mikroorganisme yang bertujuan untuk mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Pada lingkungan tanah, posisi agensia hayati sebagai penyeimbang antara tanaman dan patogen. Salah satu jamur endofitik yang sering ditemukan dan mampu berperan sebagai agens pengendalian hayati yaitu Trichoderma sp. jamur ini dapat menekan patogen penyebab pada tanaman terutama patogen terbawa tanah melalui mekanisme mikroparasitisme, kompetisi dan antibiosis serta secara langsung dapat juga memacu pertumbuhan tanaman dan merangsang respons ketahanan terhadap penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi serta mengisolasi jamur Trichoderma sp. dari rizosfer tanaman kopi. Eksplorasi dilakukan sebagai bentuk pelestarian mikroorganisme di alam, serta memperbanyak jumlahnya untuk kepentingan pertanian. Sampel yang diambil berasal dari rizosfer kopi di Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang. Metode yang digunakan adalah metode perangkap nasi atau Baiting method. selanjutnya dilakukan isolasi pada media PDA kemudian jamur diidentifikasi secara makroskopis dan mikroskopis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Balai Besar Pelatihan Pertanian ditemukan jamur Trichoderma sp. pada rizosfer kopi. Karakteristik isolat Trichoderma sp. dari rizosfer tanaman kopi memiliki karakteristik koloni yang berwarna hijau dan isolat memiliki bentuk morfologinya miselium bersepta, konidiofornya bercabang dengan arah yang berlawanan, konidianya berbentuk bulat atau oval dan satu sel melekat satu sama lain serta berwarna hijau terang.Pengendalian hayati merupakan suatu pemanfaatan mikroorganisme yang bertujuan untuk mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Pada lingkungan tanah, posisi agensia hayati sebagai penyeimbang antara tanaman dan patogen. Salah satu jamur endofitik yang sering ditemukan dan mampu berperan sebagai agens pengendalian hayati yaitu Trichoderma sp. jamur ini dapat menekan patogen penyebab pada tanaman terutama patogen terbawa tanah melalui mekanisme mikroparasitisme, kompetisi dan antibiosis serta secara langsung dapat juga memacu pertumbuhan tanaman dan merangsang respons ketahanan terhadap penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi serta mengisolasi jamur Trichoderma sp. dari rizosfer tanaman kopi. Eksplorasi dilakukan sebagai bentuk pelestarian mikroorganisme di alam, serta memperbanyak jumlahnya untuk kepentingan pertanian. Sampel yang diambil berasal dari rizosfer kopi di Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang. Metode yang digunakan adalah metode perangkap nasi atau Baiting method. selanjutnya dilakukan isolasi pada media PDA kemudian jamur diidentifikasi secara makroskopis dan mikroskopis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Balai Besar Pelatihan Pertanian ditemukan jamur Trichoderma sp. pada rizosfer kopi. Karakteristik isolat Trichoderma sp. dari rizosfer tanaman kopi memiliki karakteristik koloni yang berwarna hijau dan isolat memiliki bentuk morfologinya miselium bersepta, konidiofornya bercabang dengan arah yang berlawanan, konidianya berbentuk bulat atau oval dan satu sel melekat satu sama lain serta berwarna hijau terang
Pengaruh Penggunaan Air Gula Merah Dan Kepadatan Kandang Terhadap Performa Ayam Broiler Yang Dipelihara Pada Sistem Open House
Komoditas peternakan yang dapat memberikan kontribusi yang besar dalam penyediaan protein hewani adalah ayam ras pedaging (broiler). Untuk mengetaui pengaruh penggunaan air gula merah sebagai anti stress dan kepadatan kandang terhadap performa ayam broiler. Untuk mengetahui berapa level penggunaan air gula merah sebagai anti stress dan kepadatan kandang terhdap performa ayam broiler. Metode penelitian dilakukan eksperimen mengunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Faktorial Penelitian mengunakan faktor A adalah kepadatan kandang yaitu: kepadatan kandang pertama (A1) berisi 8 ekor/m², kepadatan kandang kedua (A2) berisi 10 ekor/m². Faktor B adalah level pengunaan air gula antara lain B1= 0% , B2= 1%, B3= 2%, B4= 3%. Sehingga didapatkan 8 kombinasi perlakuan A x B yaitu: A1B1 = 8 ekor + 0% air gula A1B2 = 8 ekor + 1% air gula, A1B3 = 8 ekor + 2% air gula , A1B4 = 8 ekor + 3% air gula , A2B1 = 10 ekor + 0% air gula , A2B2 = 10 ekor + 1% aiar gula , A2B3 = 10 ekor + 2% air gula , A2B4 = 10 ekor + 3% air gula Parameter yang di ukur konsumsi pakan, pertubuham bobot badan, feed convertion ratio dan bobot akhir. Kepadatan kandang memberikan pengaruh nyata sementara gula secara statistik tidak memberikan pengaruh nyata pada semua parameter produksi ayam broiler
EVALUASI PERFORMA REPRODUKSI KAWIN PERTAMA PADA SAPI PERAH FRISIEN HOLLAND DI KECAMATAN SUKALARANG KABUPATEN SUKABUMI
Indonesia memiliki permintaan susu sapi lokal yang sangat tinggi, namun permintaan susu ini tidak sebanding dengan produksi susu sapi lokal yang dihasilkan. Sapi perah Friesian Holstein (FH) menjadi sumber utama untuk produksi susu terutama di daerah Sukabumi. Dalam upaya untuk memenuhi permintaan susu sapi lokal yang tinggi, diperlukan adanya peningkatan populasi sapi dengan meningkatkan produktivitas ternak melalui perbaikan genetik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan inseminasi buatan (IB). Penelitian ini dilakukan untuk menilai performa reproduksi dan tingkat keberhasilan IB periode kawin pertama sapi perah FH di Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi. Metode penelitian menggunakan metode analisis deskriptif dan sumber data berasal dari data sekunder berupa catatan reproduksi tahun 2019-2021. Parameter yang digunakan meliputi Service per Conception (S/C), Conceptive Rate (CR), dan Non-Return Rate (NRR). Penelitian ini menghasilkan nilai S/C sebesar 1,25. Nilai tersebut mengindikasikan bahwa tingkat kesuburan sapi cukup tinggi. Parameter CR bernilai 74,3% menandakan efisiensi reproduksi sapi tergolong baik, dan NRR 74.3% menandakan jumlah ternak yang meminta kawin kembali relatif sedikit dibandingkan dengan yang tidak minta kawin kembali. Dengan demikian, berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa performa reproduksi sapi perah FH di Kecamatan Sukalarang Kabupaten Sukabumi tergolong cukup baik sehingga tingkat produktivitas tergolong tinggi.Indonesia memiliki permintaan susu sapi lokal yang sangat tinggi, namun permintaan susu ini tidak sebanding dengan produksi susu sapi lokal yang dihasilkan. Sapi perah Friesian Holstein (FH) menjadi sumber utama untuk produksi susu terutama di daerah Sukabumi. Dalam upaya untuk memenuhi permintaan susu sapi lokal yang tinggi, diperlukan adanya peningkatan populasi sapi dengan meningkatkan produktivitas ternak melalui perbaikan genetik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan inseminasi buatan (IB). Penelitian ini dilakukan untuk menilai performa reproduksi dan tingkat keberhasilan IB periode kawin pertama sapi perah FH di Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi. Metode penelitian menggunakan metode analisis deskriptif dan sumber data berasal dari data sekunder berupa catatan reproduksi tahun 2019-2021. Parameter yang digunakan meliputi Service per Conception (S/C), Conceptive Rate (CR), dan Non-Return Rate (NRR). Penelitian ini menghasilkan nilai S/C sebesar 1,25. Nilai tersebut mengindikasikan bahwa tingkat kesuburan sapi cukup tinggi. Parameter CR bernilai 74,3% menandakan efisiensi reproduksi sapi tergolong baik, dan NRR 74.3% menandakan jumlah ternak yang meminta kawin kembali relatif sedikit dibandingkan dengan yang tidak minta kawin kembali. Dengan demikian, berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa performa reproduksi sapi perah FH di Kecamatan Sukalarang Kabupaten Sukabumi tergolong cukup baik sehingga tingkat produktivitas tergolong tinggi
Deteksi Kantuk Menggunakan Convolutional Neural Network (CNN) Berdasarkan Kedipan Mata
Tingkat kecelakaan lalu lintas semakin hari semakin bertambah banyak, berdasarkan Badan Pusat Stastistik (BPS), pada tahun 2020 menunjukan tingkat penggunaan kendaraan bermotor khususnya mobil di Indonesia selama 3 tahun terakhir mengalami peningkatan. Peningkatan jumlah tersebut dapat memberikan dampak negatif salah satunya yaitu naiknya angka kecelakaan lalu lintas. Faktor tertinggi penyebab peningkatan jumlah kecelakaaan lalu lintas adalah faktor manusia, lebih dari 25% penyebab kecelakaan merupakan kelelahan yang mengakibatkan pengendara mengalami kantuk saat sedang berkendara. Maka dari itu, diperlukan sebuah sistem yang dapat mendeteksi keadaan pengemudi saat sedang lelah atau mengantuk. Penelitian ini mengembangkan sistem pendeteksi kantuk menggunakan Convolutional Neural Network. Masukan citra secara real-time pada sistem didapat dari kamera yang dipasang didepan pengemudi. Keluaran dari sistem terdapat suara alarm untuk peringatan bahwa pengendara dalam keadaan mengantuk atau tertidur. Rata-rata akurasi sistem pendeteksian wajah menggunakan Haar Cascade yaitu 100%, rata-rata akurasi untuk pendeteksian mata terbuka dan tertutup pada jarak 30-50 cm yaitu 97,2% dan rata-rata akurasi untuk pendeteksian kantuk sebesar 94,4%. Sedangkan untuk rata-rata waktu untuk pendeteksin mata terbuka dan tertutup memiliki rata-rata waktu sebesar 5.19 detik yang akan memudahkan untuk mendeteksi kantuk secara cepat
Articulate storyline: Inovasi pembelajaran sains yang menarik dan interaktif
Penelitian ini bertujuan mengkaji media berbasis articulate storyline dalam pembelajaran IPA sebagai upaya menghadirkan pembelajaran yang menarik dan interaktif. Penelitian ini menggunakan library research dengan fokus pada analisis dan kajian berbagai artikel dengan tema articulate storyline pada pembelajaran IPA. Pengumpulan informasi dilakukan dengan cara menganalisis isi artikel dan menuangkan dalam struktur temuan penelitian. Hasil library research menunjukkan bahwa articluate storyline merupakan salah satu platform yang dapat membantu dalam mengembangkan media yang lebih interaktif untuk pembelajaran IPA. Pada proses pembelajaran IPA dengan media berbasis articulate storyline dapat diintegrasikan dalam berbagai strategi pembelajaran IPA, seperti model discovery learning dan pendekatan STEM. Selain itu, media pembelajaran berbasis articulate storyline juga dapat dikemas dalam bentuk media langsung yang digunakan dalam pembelajaran maupun dikemas dalam bentuk website yang dapat diakses secara fleksible. Media pembelajaran berbasis articulate storyline memiliki dampak pada kualitas pembelajaran, seperti menhadirkan pembelajaran yang interaktif dan meningkatkan keterlibatan peserta didik. Lebih lanjut, media pembelajaran berbasis articulate storyline juga berdampak pada peningkatan hasil belajar dan kemampuan komunikasi peserta didi
PENGARUH LATIHAN DENGAN MEDIA BOLA TENIS TERHADAP KECEPATAN REAKSI KIPER FUTSAL DI SMA AL-MUSADDADIYAH GARUT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak latihan dengan media bola tenis terhadap peningkatan kecepatan reaksi kiper futsal di SMA Al-Musaddadiyah Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah kiper futsal ekstrakurikuler di SMA Al-Musaddadiyah Garut, dengan sampel sebanyak 14 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program latihan dengan bola tenis memiliki efek yang sangat signifikan terhadap peningkatan kecepatan reaksi kiper futsal. Berdasarkan data yang diperoleh, nilai rata-rata pretest adalah 35,71 dan nilai rata-rata posttest adalah 73,57. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan yang berarti setelah mengikuti program latihan. Dengan demikian, program latihan ini terbukti efektif dan cocok untuk meningkatkan kecepatan reaksi kiper futsal. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi dunia kepelatihan, khususnya dalam merancang latihan yang dapat meningkatkan performa kiper futsa
Analisis Kesulitan Siswa dalam Memahami Konsep Asas Black pada Pembelajaran Fisika
Conceptual understanding is a fundamental aspect of physics education. However, Black’s Principle, which relates to heat transfer and thermal equilibrium, often poses challenges for students. This study aims to identify students' difficulties in understanding this concept at a Madrasah Aliyah in Garut Regency. This research utilized a case study approach involving 16 eleventh-grade students and their physics teacher as key participants. Data were collected through classroom observations, interviews, questionnaires, and conceptual understanding tests, then analyzed thematically and using descriptive statistics. The results indicate that only 35% of students correctly understood Black’s Principle before implementing interactive learning methods, but this increased to 76% after the intervention. The main obstacles identified included misconceptions about heat transfer, the dominance of lecture-based teaching methods, and the limited use of experiments and technology-based learning media. This study recommends the integration of simple experiments, digital simulations, and discussion-based problem-solving approaches to enhance students' comprehension. The findings provide valuable insights for educators in developing more interactive and exploratory teaching strategies in physics education.Pemahaman konsep merupakan aspek fundamental dalam pembelajaran fisika. Namun, konsep Asas Black, yang berkaitan dengan perpindahan kalor dan kesetimbangan termal, sering kali menjadi tantangan bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kesulitan siswa dalam memahami konsep tersebut di salah satu madrasah aliyah di Kabupaten Garut. Menggunakan pendekatan studi kasus, penelitian ini melibatkan 16 siswa kelas XI dan seorang guru fisika sebagai partisipan utama. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara, kuisioner, serta analisis tes pemahaman konsep, kemudian dianalisis secara tematik dan menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan metode pembelajaran berbasis interaktif, hanya 35% siswa yang memahami konsep Asas Black dengan benar, tetapi meningkat menjadi 76% setelah intervensi. Kendala utama yang ditemukan adalah miskonsepsi tentang perpindahan kalor, dominasi metode ceramah dalam pembelajaran, serta keterbatasan penggunaan eksperimen dan media pembelajaran berbasis teknologi. Studi ini merekomendasikan penggunaan eksperimen sederhana, simulasi digital, serta pendekatan berbasis diskusi dan pemecahan masalah untuk meningkatkan pemahaman siswa. Hasil penelitian ini memberikan wawasan bagi pendidik dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih interaktif dan eksploratif di bidang fisika
Peran Guru Dalam Memotivasi Siswa Kelas IV SD IT Al-Bayyinah Selama Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19
PENDAHULUANProses pembelajaran merupakan kegiatan interaksi antara guru dan peserta didik di kelas. Dalam proses pembelajaran melibatkan kegiatan belajar dan mengajar yang dapat menentukan keberhasilan siswa serta untuk mencapai tujuan pendidikan. Belajar merupakan suatu perubahan perilaku yang terjadi pada individu, yang sebelumnya tidak bisa menjadi bisa atau mahir. Marquis dan Hilgard (dalam Suyono dan Hariyanto, (2016:12) menyatakan bahwa “belajar merupakan suatu proses mencari ilmu yang terjadi dalam diri seseorang melalui pelatihan, pembelajaran, dan lain-lain sehingga terjadi perubahan dalam diri”.
PENERAPAN METODE SNOWBALL THROWING BERBANTUAN MEDIAAUDIOVISUALUNTUKMENINGKATKANKEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN TEMA 6 SUBTEMA 3 PENGARUH KALOR TERHADAP KEHIDUPAN
Implementasi model pembelajaran Tadabur Alam terhadap karakteristik mencintai lingkungan alam peserta didik kelas IV MI Alam Alfakids tahun ajaran 2024/2025. Skripsi, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyyah, Fakultas Tarbiyah, Institut Pesantren Mathali’ul Falah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi model pembelajaran Tadabur Alam terhadap karakteristik mencintai lingkungan alam peserta didik kelas IV MI Alam Alfakids tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan jenis deskriptif yang bertujuan untuk menggali informasi melalui observasi langsung, wawancara terstruktur dan studi dokumentasi tentang Implementasi model pembelajaran Tadabur Alam terhadap karakteristik mencintai lingkungan alam peserta didik kelas IV MI Alam Alfakids tahun ajaran 2024/2025.MI Alam Alfakids telah berhasil mengimpelemntasikan model pembelajaran tadabur alam pada Pelajaran Aqidah akhlak terhadap karakteristik mecintai lingkungan alam. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Aqidah dan akhlak dan keberlanjutan dalam setiap aspek. Pada model pembelajaran ini tidak hanya mengubah cara siswa memahami alam semesta tetapi juga membentuk karakter mereka untuk menjadi manusia yang peduli terhadap lingkungan.Faktor pendukung dan penghambat implementasi model pembelajaran tadabur alam terhadap karakteristik mencintai lingkungan alam MI Alam Alfakids Ngablak, cluwak, pati. Faktor pendukungnya yaitu SDM guru yang cukup, sarana prasana yang memadai, pelatihan dan pengembangan profesional. Adapun faktor penghambat nya yaitu kurangnya dukungan dari orang tua, ketidakstabilan atau kondisi lingkungan.
Kata Kunci: Model Pembelajaran Tadabur Alam, Pelajaran Aqidah Akhlak, Karakteristik Mencitai Lingkungan alamMetode pembelajaran sangat penting diterapkan dalam setiap kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa untuk dapat menarik perhatian siswa. Selain itu penerapan metode pembelajaran mampu meningkatkan kinerja guru saat kegiatan belajar mengajar dilaksanakan. Agar pembelajaran tema 6 mencapai hasil yang optimal, guru dituntut untuk dapat memilih metode pembelajaran yang tepat. Metode pembelajaran yang diperkirakan sesuaiuntukpembelajarantema6adalahmetodepembelajaransnowballthrowing.Penelitianini dilatar belakangi oleh rendahnya keaktifan dan hasil belajar siswa pada pembelajaran tema 6 dikelasVSDNegeriCijambeIKecamatanPasehKabupatenSumedangtahunajaran2023/2024. Penelitianinibertujuanuntukmengatahuikeaktifandanhasilbelajarsiswadenganmenggunakan metodesnowballthrowing.MetodepenelitianyangdigunakanadalahPenelitianTindakanKelas (PTK) yang mengacu pada model Kemmis dan Mc. Tagart. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran metode snowballthrowing,lembarobservasikeaktifandanhasilbelajarsiswa.Berdasarkananalisisdata yang telah dilakukan, peneliti memperoleh hasil bahwa keaktifan belajar siswa meningkat dari dataawalkesiklusIsebesar34,3%,dari43,91%menjadi61,30%.SiklusIkesiklusIImeningkat sebesar31,19%,dari61,30%menjadi82,43%dengankriteriasangatbaik.Selainitu,hasilbelajar siswa dari data awal sampai siklus I juga meningkat sebesar 35%, dari 26,8% menjadi 47,82%. Kemudian dari siklus I ke siklus II sebesar 45%, dari 47,82% menjadi 86,95% dengan kriteria sangat baik. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode snowball throwing dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa materi pengaruh kalor terhadap kehidupan