Online Journal Universitas Garut
Not a member yet
    2148 research outputs found

    Keanekaragaman dan Dominansi Serangga pada Tanaman Cabai (Capsicum annum L.) Diversity and Dominance of Insects on Chili Plants (Capsicum annum L.)

    No full text
    Cabai merupakan salah satu komoditas holtikultura penting di Indonesia. Permasalahan dalam budidaya tanaman cabai adalah adalah serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang dapat menyebabkan kerugian. Ekosistem pada tanaman cabai dapat mempengaruhi terhadap keberadaaan OPT. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keragaman dan dominansi serangga pada agroekosistem tanaman cabai. Penelitian telah dilaksanakan di Kp. Cilemah Desa Samarang Kabupaten Garut pada ketinggian 590 mdpl. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2025 selama 14 hari. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dimana data yang diperoleh berasal dari pitfall trap yang dipasangan sejumlah 16 lubang yang dipasangkan secara acak. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat keanekaragaman serangga pada agroekosistem cabai tergolong dalam kategori rendah dengan nilai 0.31092 dan tingkat dominansi serangga pada agro-ekosistem cabai tergolong dalam kategori sedang dengan nilai 0.91. Peranan serangga yang ditemukan pada  pada agroekosistem tanaman cabai adalah sebagai hama, musuh alami, predator, pengurai, dan pollinator. Maka dari itu, diperlukan cara tepat dalam pengendalian OPT agar tidak merusak agroeksistem cabai dan membunuh serangga menguntungkan

    Pengaruh Strategi Promosi dan Orientasi Pasar Terhadap Keunggulan Kompetitif pada Perusahaan Alat Berat: Studi Kasus PT. Aneka Raya Konstruksi Mesindo

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana strategi promosi dan orientasi pasar memengaruhi keunggulan kompetitif pada perusahaan alat berat, dengan fokus pada PT. Aneka Raya Konstruksi Mesindo. Dalam industri konstruksi yang sangat kompetitif, penting bagi perusahaan untuk memiliki strategi yang tepat agar tetap unggul. Melalui penelitian ini, kami ingin melihat seberapa besar dampak kedua faktor tersebut terhadap daya saing perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-verifikatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada 100 responden yang merupakan pelanggan dan mitra bisnis perusahaan. Untuk menganalisis data, kami menggunakan teknik regresi linier berganda. Hasilnya, strategi promosi terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap keunggulan kompetitif, sementara orientasi pasar—baik yang proaktif maupun reaktif—juga memainkan peran penting dalam meningkatkan daya saing perusahaan. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi strategi promosi dan orientasi pasar yang tepat dapat memperkuat posisi kompetitif PT. Aneka Raya Konstruksi Mesindo. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi manajemen perusahaan dalam merancang strategi pemasaran yang lebih efektif untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat

    Analisis Pendapatan Dan Kelembagaan Dalam Mendukung Peningkatan Posisi Tawar Petani Kelapa Sawit Rakyat Di Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara

    No full text
    The purpose of this study was to analyze income and institutions in supporting the improvement of the bargaining position of smallholder oil palm farmers. This study was conducted from June to October 2024.  The research sample was 30 samples determined purposively. This study used primary and secondary data and was analyzed descriptively qualitatively. Based on the results of the study, it was concluded; a) the income of smallholder oil palm farmers in the research area was IDR 2,560,645/month; b) the existing condition of smallholder oil palm farming institutions is reflected in the existence of; farmers as farm managers, farmer groups, farmer group associations, farmer associations, palm oil processing industries, financing institutions, extension institutions; c) Farming institutions play a role in the development of smallholder oil palm farming, as a social institution and supporting farming; d) Institutions play a role in extension activities and function as economic institutions; e) institutions play a role as information services and act as providers of regional infrastructure services; e) institutions play a role as distribution access to markets and sources of capital for farmers to develop farming businesses. Based on the results of the study, it is recommended that the government provide extension and training to smallholder oil palm farmers to improve their understanding of the role of institutions in developing sustainable smallholder oil palm farming businesses so that they can improve the bargaining position of smallholder oil palm farmers. Keywords: bargaining position; farmers; institutions, smallholder oil palm.Berbagai permasalahan muncul dalam pengelolaan usahatani sawit rakyat seperti; rendahnya produktivitas, posisi tawar petani. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis  pendapatan dan kelembagaan dalam mendukung peningkatan posisi tawar petani kelapa sawit rakyat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Oktober 2024. Populasi penelitian ini adalah masyarakat yang mengembangkan usahatani kelapa sawit rakyat di Kecamatan STM Hilir dan Hamparan Perak sebanyak 958 Kepala Keluarga. Sampel penelitian sebanyak 30 sampel yang ditentukan secara purposive. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder serta dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan; a) pendapatan petani sawit rakyat didaerah penelitian sebesar Rp2.560.645/bulan; b) kondisi eksisting kelembagaan usahatani kelapa sawit rakya tergambar dari keberadaan; petani selaku pengelola usahatani, kelompok tani, gabungan kelompok tani, assosiasi petani, industri pengolahan kelapa sawit, lembaga pembiayaan, lembaga penyuluhan, perguruan tinggi dan pemangku kebijakan; c) Kelembagaan usahatani  berperan dalam pengembangan usahatani kelapa sawit rakyat, sebagai lembaga sosial dan mendukung usahatani; d) Kelembagaan berperan  dalam kegaitan penyuluhan dan  berfungsi sebagai kelembagaan ekonomi; e) kelembagaan  berperan sebagai layanan informasi dan berperan sebagai penyedia layanan infrastruktur wilayah; e) kelembagaan berperan sebagai akses distribusi menuju pasar dan sumber modal bagi petan untuk pengembangan usahatani. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar pemerintah memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada petani kelapa sawit rakyat untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang peran lembaga dalam pengembangan usahatani kelapa sawit rakyat yang berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan posisi tawar petani kelapa sawit rakyat

    Dampak Berganda (Multiplier Effect) Objek Wisata Terhadap Perekonomian Masyarakat Lokal

    No full text
    Tourism is one of the development sectors currently being promoted by both central and local governments. This study aims to analyze the multiplier effect of tourism activities at the Situ Cipanten tourist site on the local economy of Gunungkuning Village, Sindang Subdistrict, Majalengka Regency. The research adopts a mixed methods approach involving 158 respondents, consisting of 99 tourists, 41 workers, and 18 MSME actors selected through stratified sampling. Data were collected through questionnaires, interviews, observations, and documentation, and analyzed using the multiplier effect approach. The results indicate that tourism at Situ Cipanten has a significant economic impact, with a Keynesian Income Multiplier of 0.2, a Type I Income Multiplier of 2.4, and a Type II Income Multiplier of 3.2. These effects are reflected in the emergence of new businesses, increased demand for local raw materials, and higher household consumption. The study concludes that the development of tourism at Situ Cipanten contributes positively to sustainable local economic growth.Pariwisata merupakan salah satu sektor pembangunan yang saat ini sedang  didorong oleh pemerintah pusat dan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak berganda (multiplier effect) dari aktivitas wisata di objek wisata Situ Cipanten terhadap perekonomian masyarakat lokal di Desa Gunungkuning, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan 158 responden, terdiri atas 99 wisatawan, 41 tenaga kerja, dan 18 pelaku UMKM yang dipilih melalui teknik stratified sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan pendekatan multiplier effect. Hasil menunjukkan bahwa wisata Situ Cipanten memberikan dampak ekonomi signifikan, dengan nilai Keynesian Income Multiplier sebesar 0,2, Income Multiplier Tipe I sebesar 2,4, dan Tipe II sebesar 3,2. Dampak ini terlihat dari munculnya usaha baru, peningkatan permintaan bahan baku lokal, serta meningkatnya konsumsi masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan wisata Situ Cipanten berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan

    Analisis Akses Pembiayaan Formal Petani Cabai Merah Di Kabupaten Garut

    No full text
    Access to formal financing is key to the sustainability of red chili farming in the Garut District due to price fluctuations and high capital requirements. This study aims to assess the level of access of red chili farmers to formal financing and identify its supporting factors. The study was conducted in Kecamatan Cikajang from February to May 2025 with a quantitative approach using a survey of 108 randomly selected farmers from five production center villages. Data were analyzed with descriptive statistics to explore the relationship between farmer characteristics (age, education, farming experience, land size) and access to formal financing. The results showed that only 11.1% of farmers successfully accessed formal credit, while 88.9% did not access formal financing. Frequency analysis and significance tests revealed no significant relationship between demographic variables and access to finance, with the main barriers being complex procedures, low financial literacy, and weak farmer institutions. The study recommends increasing financial literacy programs, simplifying credit procedures, and strengthening farmer group institutions to expand financial inclusion in the horticulture sector.Keywords: Access to Finance, Red Chili Farming, Garut, Formal FinancingAkses pembiayaan merupakan kunci keberlanjutan usahatani cabai merah di Kabupaten Garut karena fluktuasi harga dan kebutuhan modal yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi petani mengakses pembiayaan formal. Studi dilakukan di Kecamatan Cikajang pada Februari hingga Mei 2025 dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode survei terhadap 108 petani yang dipilih secara acak dari 5 desa sentra produksi cabai merah. Data dianalisis dengan deskriptif statistik dan analisis korelasi Rank Spearman untuk mengeksplorasi hubungan antara karakteristik petani (usia, pendidikan, pengalaman usahatani, dan luas lahan) dengan akses pembiayaan formal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya beberapa petani yang mempunyai akses kredit formal, sedangkan mayoritas petani tidak. Petani yang mengakses pembiayaan formal masih minoritas. Akses petani cabai merah terhadap pembiayaan formal dipengaruhi oleh faktor usia

    Menciptakan Lingkungan Belajar Aman dan Sehat: Pengabdian Anti-Bullying dan Edukasi Gizi Pada Anak Sekolah Dasar

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prevalensi perilaku bullying dan status gizi pada siswa SD di Desa Hegarsari, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, melibatkan siswa, guru, dan orang tua sebagai partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying verbal dan sosial lebih dominan terjadi, dengan dampak negatif terhadap psikologis dan prestasi belajar siswa. Selain itu, rendahnya kesadaran gizi siswa berkontribusi pada pola makan tidak sehat yang mempengaruhi konsentrasi dan kesehatan mereka. Program edukasi yang melibatkan peran aktif sekolah dan keluarga terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan perubahan perilaku siswa. Diharapkan program ini dapat menjadi model dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung perkembangan anak secara menyeluruh.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prevalensi perilaku bullying dan status gizi pada siswa SD di Desa Hegarsari, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, melibatkan siswa, guru, dan orang tua sebagai partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying verbal dan sosial lebih dominan terjadi, dengan dampak negatif terhadap psikologis dan prestasi belajar siswa. Selain itu, rendahnya kesadaran gizi siswa berkontribusi pada pola makan tidak sehat yang mempengaruhi konsentrasi dan kesehatan mereka. Program edukasi yang melibatkan peran aktif sekolah dan keluarga terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan perubahan perilaku siswa. Diharapkan program ini dapat menjadi model dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung perkembangan anak secara menyeluruh

    Optimasi Sistem Distribusi melalui Penempatan Express Feeder Menggunakan Algoritma Genetika untuk Mengurangi Rugi Daya

    No full text
    Power losses in distribution systems are one of the main problems affecting the efficiency of electricity distribution. This study aims to minimize power losses through the installation of express feeders and new load break switches (LBS). The optimization method used to determine the optimal location for installation is the Genetic Algorithm. The Genetic Algorithm and power flow calculations were implemented using MATLAB 2024a software, followed by a validation process comparing the power flow results from MATLAB 2024a with simulation results from ETAP 19.0.1 software. The case study was applied to the CLDG distribution system, comparing the existing conditions with the conditions after optimization. The simulation results for the existing conditions showed a total power loss of 554.109 kW. After applying optimization using the genetic algorithm method to determine the optimal locations for the express feeder and new LBS, power losses were successfully minimized to 308.4 kW. These results demonstrate that installing the express feeder and new LBS using the genetic algorithm method is an effective solution for minimizing power losses in the distribution system.Rugi-rugi daya pada sistem distribusi merupakan salah satu masalah utama yang mempengaruhi efisiensi penyaluran energi listrik. Penelitian ini bertujuan untuk meminimalkan rugi daya melalui pemasangan express feeder dan load break switch (LBS) baru. Metode optimasi yang digunakan untuk menentukan titik lokasi penempatan optimal menggunakan Algoritma Genetika. Algoritma genetika dan perhitungan aliran daya diimplementasikan menggunakan software MATLAB2024a kemudian dilakukan proses validasi dengan membandingkan hasil aliran daya dari MATLAB2024a dengan hasil simulasi pada software ETAP 19.0.1. Studi kasus diterapkan pada sistem distribusi penyulang CLDG dengan membandingkan kondisi eksisting dan kondisi setelah optimasi. Hasil simulasi pada kondisi eksisting menunjukan rugi daya total sebesar 554.109 kW. Setelah penerapan optimasi menggunakan metode algoritma genetika untuk mencari titik penempatan lokasi express feeder dan LBS baru, rugi daya berhasil diminimalkan menjadi 308.4 kW. Hasil ini membuktikan bahwa pemasangan express feeder dan LBS baru menggunakan metode algoritma genetika merupakan solusi yang efektif untuk meminimalkan rugi-rugi daya pada sistem distribusi

    MICHINE: Sistem Monitoring dan Penyiraman Otomatis untuk Budidaya Microgreen Wheatgrass sebagai Pakan Qurban

    No full text
    In the modernization era, the livestock sector faces challenges in meeting quality feed demands, particularly during the qurban season. Wheatgrass cultivated via the microgreen method offers a high-nutrient alternative, yet its cultivation requires intensive care, reducing labor efficiency in manual operations. This study aims to design the Microgreen Feed Machine (MICHINE), an automatic watering and monitoring system based on a local web server using ESP-32. A Research and Development (R&D) approach was employed with experimental testing to measure sensor performance and system accuracy. Results indicate that the RTC module successfully scheduled watering with high precision. The DHT22 sensor demonstrated an average temperature accuracy of 99.72% and humidity accuracy of 94.49%, while the ultrasonic sensor effectively detected harvest readiness with minimal error. The implementation of a local web server proved reliable in delivering real-time data without relying on external internet connections. The system significantly enhances operational efficiency by reducing manual intervention, making wheatgrass cultivation for qurban feed more economical and practical.Pada era modernisasi, sektor peternakan menghadapi tantangan pemenuhan pakan berkualitas, khususnya saat musim qurban. Wheatgrass dengan metode microgreen menjadi alternatif pakan bernutrisi tinggi, namun budidayanya memerlukan perawatan intensif yang menurunkan efisiensi tenaga kerja jika dilakukan secara manual. Penelitian ini bertujuan merancang Microgreen Feed Machine (MICHINE), sebuah sistem penyiraman otomatis dan monitoring berbasis web server lokal menggunakan ESP-32. Pendekatan Research and Development (R&D) digunakan dengan metode pengujian eksperimental untuk mengukur kinerja sensor dan akurasi sistem. Berdasarkan pengujian, modul RTC berhasil menjadwalkan penyiraman dengan presisi tinggi sesuai waktu aktual. Sensor DHT22 menunjukkan akurasi pengukuran suhu rata-rata sebesar 99,72% dan kelembaban 94,49%, sementara sensor ultrasonik mampu mendeteksi kesiapan panen dengan selisih error yang minim. Implementasi web server lokal terbukti andal dalam menyajikan data real-time tanpa ketergantungan pada koneksi internet eksternal. Sistem ini terbukti mampu meningkatkan efisiensi operasional dengan mengurangi intervensi manual, menjadikan budidaya wheatgrass untuk pakan qurban lebih ekonomis dan praktis

    Analisis Proses Pembuatan Biola berbahan Potensi Lokal Bambu sebagai Sumber Belajar IPA SMP/MTs

    No full text
    This study aims to analyze the relationship between the process of making bamboo violins and science learning materials at the junior high school/Islamic junior high school level, and to find out the teacher's response to the suitability of learning resources based on local potential in the process of making bamboo violins. The abundant local potential of bamboo in Japan Village, Kudus, is utilized by a craftsman named Mr. Ngatmin as the main raw material in making bamboo violins. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques in the form of observation, interviews, documentation, and science teacher questionnaires. The results show that all stages of making a bamboo violin from material selection, cutting, drying, processing the violin body, assembly, polishing, to finishing can be linked to science materials, such as plant classification, force and effort, heat, adhesion and cohesion, pressure, physical and chemical changes, and the concept of sound and vibration. The responses of science teachers indicate that the teaching materials based on local potential are considered suitable and interesting to use in learning because they are contextual, relevant to everyday life, and can improve students' understanding and creativity. Keywords: violin, bamboo, local potential, sciencePenelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara proses pembuatan biola berbahan dasar bambu dengan materi pembelajaran IPA di jenjang SMP/MTs, serta mengetahui respon guru terhadap kelayakan sumber belajar berbasis potensi lokal pada proses pembuatan biola bambu. Potensi lokal berupa bambu yang melimpah di Desa Japan, Kudus, dimanfaatkan oleh seorang pengrajin bernama Bapak Ngatmin sebagai bahan baku utama dalam pembuatan biola bambu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket guru IPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh tahapan pembuatan biola bambu mulai dari pemilihan bahan, pemotongan, pengeringan, pengolahan badan biola, perakitan, pelitur, hingga finishing dapat dikaitkan dengan materi IPA, seperti klasifikasi tumbuhan, gaya dan usaha, kalor, adhesi dan kohesi, tekanan, perubahan fisika dan kimia, serta konsep bunyi dan getaran. Respon guru IPA menunjukkan bahwa sumber belajar berbasis potensi lokal tersebut dinilai layak dan menarik digunakan dalam pembelajaran karena bersifat kontekstual, relevan dengan kehidupan sehari-hari, serta dapat meningkatkan pemahaman dan kreativitas peserta didik. Kata kunci : biola, bambu, potensi lokal, IP

    ANALISIS PENGGUNAAN FRASA ENDOSENTRIS DALAM TEKS DESKRIPSI PADA BUKU PAKET BAHASA INDONESIA KELAS VII: JUDUL, ABSTRAK, PENDAHULUAN, METODE, HASIL DAN PEMBAHASAN, KESIMPULAN, DAFTAR PUSTAKA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan frasa endosentris dalam teks deskripsi pada buku paket Bahasa Indonesia kelas VII Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data berupa frasa-frasa endosentris dalam dua teks deskripsi, yakni "Pesona Pantai Senggigi" dan "Gebyar Pementasan Tari Kolosal Ariah". Hasil penelitian menunjukkan bahwa frasa endosentris yang ditemukan terdiri atas dua jenis, yaitu frasa endosentris atributif dan frasa endosentris koordinatif. Sebanyak 22 data frasa berhasil diidentifikasi, dengan rincian 19 frasa endosentris atributif dan 3 frasa endosentris koordinatif. Penggunaan frasa ini berperan penting dalam membangun deskripsi yang konkret dan bermakna. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan bahan ajar Bahasa Indonesia yang lebih efektif dan sesuai dengan kaidah kebahasaan.   Kata-kata Kunci: Frasa endosentris, teks deskripsiPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan frasa endosentris dalam teks deskripsi pada buku paket Bahasa Indonesia kelas VII Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data berupa frasa-frasa endosentris dalam dua teks deskripsi, yakni "Pesona Pantai Senggigi" dan "Gebyar Pementasan Tari Kolosal Ariah". Hasil penelitian menunjukkan bahwa frasa endosentris yang ditemukan terdiri atas dua jenis, yaitu frasa endosentris atributif dan frasa endosentris koordinatif. Sebanyak 22 data frasa berhasil diidentifikasi, dengan rincian 19 frasa endosentris atributif dan 3 frasa endosentris koordinatif. Penggunaan frasa ini berperan penting dalam membangun deskripsi yang konkret dan bermakna. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan bahan ajar Bahasa Indonesia yang lebih efektif dan sesuai dengan kaidah kebahasaan

    0

    full texts

    2,148

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Journal Universitas Garut
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇