Online Journal Universitas Garut
Not a member yet
2148 research outputs found
Sort by
The Effect of Auditor Competence on Audit Quality at The Regional Inspectorate of Garut Regency
The study aims to evaluate the impact of auditor competence on audit quality at the Regional Inspectorate of Garut Regency. A quantitative method with descriptive and associative approaches was used in this research. Data collection was carried out through literature review as well as field surveys using questionnaires and interviews. For data analysis, simple linear regression techniques and coefficient of determination analysis were employed. The study reveals that auditor competence has a significant impact on audit quality at the Regional Inspectorate of Garut Regency
Key Determinants in The Preservation of Bamboo Weaving in Mekarsari Village, Selaawi Subdistrict, Garut Regency
The objective of this study is to identify and analyze the determinants, particularly the most dominant, in the preservation of bamboo weaving in Mekarsari Village, Selaawi Subdistrict. The research employs an exploratory factor analysis method. Data were collected through questionnaires administered to 112 bamboo weaving artisans in Mekarsari Village, Selaawi Subdistrict. Upon gathering the responses, validity, reliability, and exploratory factor analysis were conducted. The study’s findings revealed seven key determinants in the preservation of bamboo weaving in Mekarsari Village, Selaawi Subdistrict: Factor 1 (Cultural and Family Factors), Factor 2 (Economic Sustainability of Bamboo Weaving), Factor 3 (Market and Raw Material Stability), Factor 4 (Leisure Utilization and Cultural Relevance), Factor 5 (Innovation and Government Support), Factor 6 (Traditional Skills and Product Durability), and Factor 7 (Product Uniqueness). The most dominant determinant in the preservation of bamboo weaving in Mekarsari Village, Selaawi Subdistrict, is Factor 1 (Cultural and Family Factors). 
Hard Skill of Human Resource Enhances Innovation Individual Capability at Coffee Small Medium Entreprises
The purpose is to analyze the effect of hard skills on innovation individual capabilities at coffee small and medium enterprises. Data collection was carried out by census sampling of 45 respondents at 17 coffee SMEs. The results of the questionnaire were returned and valid. Simple regression linear analysis used for data processing. The research results show that individual innovation capability among coffee SMEs in is influenced by hard skills. The ability to use software and the internet, utilize tools and equipment, as well as conceptual thinking, can trigger the implementation of innovations and problem-solving in coffee processing for coffee SMEs. Thus, the actor of coffee SMEs can enhance their hard skills, as these skills play a crucial role in supporting their success, innovation, and sustainable growth in this competitive and rapidly evolving industry
The Role of Continuing Education in Environmental Education Management
Global environmental issues such as climate change, ecosystem degradation, and increased waste demand sustainable education strategies to foster pro-environmental awareness and attitudes continuously. Continuing education is an important approach to strengthening environmental education management, as it can shape broader public understanding, skills, and participation. This study aims to analyse the influence of continuing education on environmental education management in educational institutions that have implemented sustainability-based programmes. This study uses a quantitative approach with an explanatory design. The research population comprises educators, educational staff, and participants in environmental education programmes. The Lemeshow technique determined the sample, resulting in 68 respondents selected through purposive sampling based on their active involvement in sustainable education programmes. The research instrument was a questionnaire with a five-point Likert scale, while data analysis was performed using the Partial Least Squares–Structural Equation Modelling (PLS-SEM) method using SmartPLS 4.0. The results showed that continuing education positively affected the effectiveness of environmental education management. Sustainable education has been proven to strengthen the capacity of individuals and institutions to manage environmental education in a consistent, focused, and sustainable manner. These findings confirm that the success of environmental education management depends not only on policies or curricula but also on the quality of the implementation of continuing education carried out systematically. The implications of this research provide a theoretical and practical basis for developing continuing education strategies in supporting environmental education management in various contexts
Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Sediaan Lip cream Kombinasi Ekstrak Daun Jati (Tectona grandis) dan Madu
Bibir memiliki peran penting dalam estetika wajah, namun lapisan kulitnya yang tipis menyebabkan bibir rentan terhadap kerusakan akibat radikal bebas, seperti paparan sinar ultraviolet, polusi dan kontak bahan kimia. Salah satu upaya perlindungan dari kerusakan tersebut adalah penggunaan produk kosmetik yang mengandung antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dari sediaan lip cream kombinasi ekstrak daun jati dan madu serta bagaimana aktivitas antioksidan sediaan lip cream kombinasi ekstrak daun jati dan madu. Metode penelitian diawali dengan proses ekstraksi daun jati dengan etanol 96%, selanjutnya dibuat formulasi lip cream menjadi 3 formula dengan variasi konsentrasi ekstrak daun jati F1 10%, F2 15% dan F3 20% masing-masing formula ditambahkan madu 4%. Selanjutnya dilakukan uji stabilitas fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, daya sebar, daya lekat dan viskositas, selain itu juga dilakukan uji iritasi dan uji hedonik pada panelis dan juga dilakukan uji aktivitas antioksidan sediaan lip cream dengan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Hasil penelitian menunjukan bahwa sediaan lip cream kombinasi ekstrak daun jati dan madu ini memenuhi syarat uji daya lekat dan uji viskositas sedangkan untuk uji homogenitas dan uji daya sebar tidak memenuhi syarat, pada uji iritasi diperoleh hasil bahwa sediaan ini aman karena tidak mengiritasi. Sementara uji hedonik menunjukan bahwa formula 2 sebagai formula yang paling disukai baik dari tekstur, warna maupun aroma. Hasil uji antioksidan juga menunjukan terjadinya peningkatan aktivitas antioksidan dari ekstrak daun jati setelah diformulasikan dalam bentuk sediaan dengan penambahan madu 4% dengan aktivitas antioksidan terkuat di tunjukan oleh formula 3
Komodifikasi berita di media sosial tentang pemanfaatan akun Tiktok Kompas TV
Permasalahan utama, redaksi Kompas TV memanfaatkan aplikasi TikTok sebagai kanal berita digitalnya. Diketahui, aplikasi TikTok merupakan platform yang memiliki sumber pendapatan yang berasal dari fitur monetisasi dengan syarat memiliki follower yang banyak. Karena itu, pemanfaatan aplikasi TikTok dicurigai redaksi Kompas TV melakukan praktik Komodifikasi sebagai salah satu sumber keuntungan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap praktik komodifikasi berita yang dilakukan redaksi digital Kompas TV. Penelitian ini menyatakan bahwa redaksi digital Kompas TV melakukan praktik komodifikasi, selain motivasi sebagai media berita yang dicintai audien, juga memperoleh keuntungan ekonomi bagi perusahaan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Komodifikasi Vincent Mosco, dimana komodifikasi diartikan sebagai proses transformasi barang dan jasa dari nilai guna menjadi nilai tukar, dan dapat dijual sesuai dengan selera pasar. Adapun praktik komodifikasi yang dikembangkan adalah komodifikasi isi, audien dan pekerja, yang semuanya bermuara untuk keuntungan perusahaan media. Metodologi penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan tinjauan literatur, yang menganalisis penelitian terdahulu terkait topik ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa komodifikasi yang dilakukan redaksi digital Kompas TV adalah dengan mentransformasi berita menjadi video pendek di TikTok, yang dikembangkan sesuai selera audien. Pengembangan trasformasi berita itu, memotivasi banyaknya follower, yang menjadi sebuah keuntungan perusahaan, dimana banyaknya follower, dapat menarik para pengiklan, dan menjadi sumber penghasilan yang digunakan untuk mempertahankan keberlangsungan bisnis perusahaan. Kesimpulannya, redaksi digital Kompas TV melakukan praktik komodifikasi isi, audien dan pekerja, semata untuk memperoleh keuntungan perusahaan, baik yang sifatnya material dan immaterial dimana keuntungan itu digunakan untuk keberlangsungan bisnis perusahaan
Destination branding wisata Girpasang Klaten dalam membangun brand image sebagai wisata asri
Girpasang Tourism is a village-based tourism destination located in Girpasang Village, Klaten Regency. This study aims to explore the stages of Destination Branding at Girpasang Tourism in building its brand image as an eco-tourism destination. The research method used is descriptive qualitative, with data collection techniques through interviews, observations, documentation study, and literature review. The research findings indicate that in the Market Investigation and Strategic Analysis stages, Girpasang Tourism conducts a SWOT analysis that highlights its uniqueness as the main strength of the brand, although there are some weaknesses and threats that are not significant. In Brand Identity Development, Girpasang Tourism has a name, logo, and tagline that reflect the image it wishes to project. Brand launching is carried out through social media, mass media, events, and collaborations with influencers. Brand implementation involves the five Pentahelix elements, each contributing according to its respective field. Monitoring, evaluation, and review are conducted continuously, with the management carrying out monthly evaluations to maintain quality and address issues
Strategi kampanye War on Drug BNN Kabupaten Garut melalui insan media
Abstract
This study comprehensively examines the campaign efforts of the National Narcotics Agency (BNN) of Garut Regency in combating drug abuse through a multi-strategy approach encompassing Soft Power, Hard Power, and Smart Power. This study seeks to understand the effectiveness, challenges, and opportunities of the BNN's campaign strategy This study uses a descriptive qualitative methodology with data collection techniques through in-depth interviews with three informants selected based on purposive sampling, and observations of BNN Garut's campaign activities, particularly social media management and media capacity building workshops conducted by BNN Garut Regency. The results show that the strategy in the campaign through media capacity building has been successful in increasing public awareness. This is because the main challenges in BNN campaigns have been related to broader community outreach, uneven program implementation, and low collaboration across sectors and media. The role of media, both conventional and digital, has proven vital in disseminating educational messages and mobilizing the community. However, the findings of this study also indicate the need for increased active involvement and strategic synergy to make campaign messages more effective and sustainable. An innovative approach that integrates technology, community empowerment, and cross-sector collaboration is key to long-term success in realizing a Shining Indonesia. This study recommends the need for continuous capacity building for media personnel and journalists, the development of interactive digital platforms, and the optimization of collaboration between the government, the community, and the media to expand the reach and deepen the impact of the anti-drug campaign in Garut and the surrounding area.
Keywords: Garut national narcotics agency; media personnel; campaign strategy; war on drugs.
Abstrak
Penelitian ini mengkaji secara komprehensif upaya kampanye Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Garut dalam memerangi penyalahgunaan narkoba melalui pendekatan multi-strategi yang meliputi Soft Power, Hard Power, dan Smart Power. Penelitian ini berusaha memahami efektivitas, tantangan, dan peluang strategi kampanye BNN tersebut. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap tiga informan yang dipilih berdasarkan purposive sampling, dan pengamatan terhadap kegiatan kampanye BNN Garut, khususnya pengelolaan media sosial dan workshop penguatan kapasitas insan media yang dilakukan oleh BNN Kabupaten Garut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dalam kampanye malalui penguatan kapasitas media menunjukkan keberhasilan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Hal ini dikarenakan selama ini tantangan utama dalam kampanye BNN adalah terkait dengan penjangkauan masyarakat yang lebih luas, ketidakseragaman pelaksanaan program, serta rendahnya kolaborasi lintas sektor dan media. Peran media, baik konvensional maupun digital, terbukti vital dalam menyebarluaskan pesan edukatif dan memobilisasi masyarakat. Namun temuan dari hasil peelitian ini juga menunjukkan bahwa perlu adanya peningkatan keterlibatan aktif dan sinergi strategis agar pesan kampanye lebih efektif dan berkelanjutan. Pendekatan inovatif yang mengintegrasikan teknologi, pemberdayaan masyarakat, dan kerjasama lintas sektor menjadi kunci keberhasilan jangka panjang dalam mewujudkan Indonesia Bersinar. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan kapasitas insan media atau jurnalis yang berkelanjutan, pengembangan platform digital yang interaktif, serta optimalisasi kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan media untuk memperluas jangkauan dan memperdalam dampak kampanye anti-narkoba di Garut dan sekitarnya.
Kata-kata Kunci: BNN Garut; insan media; strategi kampanye; war on drug
Analisis manajemen impresi ci mehong dalam membangun presentasi diri pada akun tiktok @pikbakinghouse
Abstract
TikTok, with its short-form video format and For You Page system, enables the massive dissemination of content. This phenomenon opens up opportunities for digital marketing, while also presenting the challenge of capturing audience attention amid intense competition. Therefore, the construction of digital identity becomes highly important, especially for those who utilize TikTok as a marketing medium. Success in this regard can create an impression that distinguishes one from competitors. This study examines a businesswoman, Ci Mehong, who successfully creates a distinctive impression in her content through a blunt communication style and an authentic, even controversial persona. This builds a unique appeal that has led to her popularity. The aim of this research is to uncover the self-presentation constructed by Ci Mehong through the content uploaded on her business TikTok account, @pikbakinghouse. Using a descriptive qualitative approach, a constructivist paradigm, and a case study method, this analysis is based on the impression management theory by Erving Goffman and the self-presentation strategies by Edward Jones and Pittman, which consist of five typologies: ingratiation, intimidation, self-promotion, exemplification, and supplication. The object of this research is Ci Mehong’s communication style, appearance, and demeanor. Data were collected through documentation to obtain content transcripts and video excerpts. The researcher also conducted a literature review on relevant theories. The research findings show that Ci Mehong predominantly applies two main strategies: intimidation and exemplification. Nevertheless, the ingratiation strategy is also consistently found, although it does not constitute the dominant character presented. This study affirms that building a strong and distinctive impression through self-presentation is key to achieving marketing success on a dynamic platform like TikTok.
Keywords: Impression management; self-presentation; tiktok; ci mehong.
Abstrak
TikTok dengan format video berdurasi pendek dan sistem For You Page memungkinkan penyebaran konten secara masif. Fenomena ini membuka peluang pemasaran digital, juga tantangan untuk menarik perhatian audiens di tengah persaingan konten yang ketat. Sehingga konstruksi identitas digital menjadi sangat penting, terutama bagi pihak yang memanfaatkan TikTok sebagai media pemasaran. Keberhasilan hal ini dapat membentuk kesan yang membedakan diri dari pesaingnya. Penelitian ini untuk mengkaji seorang pelaku usaha, Ci Mehong, yang berhasil membentuk kesan yang membedakan kontennya dari pesaing dengan gaya komunikasi yang frontal dan persona yang otentik bahkan kontroversial. Hal ini membangun keunikan yang membawanya pada popularitas. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap presentasi diri yang dibangun Ci Mehong melalui konten yang diunggah dalam akun TikTok bisnisnya yaitu @pikbakinghouse. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, paradigma konstruktivis, serta metode studi kasus, analisis penelitian ini didasarkan pada teori manajemen impresi oleh Erving Goffman dan strategi presentasi diri dari Edward Jones dan Pittman, yang terdiri dari lima tipologi: ingratiation, intimidation, self-promotion, exemplification, dan supplication. Objek penelitian ini adalah gaya komunikasi, penampilan, dan pembawaan diri Ci Mehong. Data dikumpulkan melalui dokumentasi untuk memperoleh transkrip dan cuplikan video konten. Peneliti juga melakukan studi pustaka mengenai teori relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ci Mehong secara dominan menerapkan dua strategi utama yaitu intimidation dan exemplification. Meskipun demikian, strategi ingratiation juga turut ditemukan secara konsisten. Namun, tidak menjadi karakter utama yang ditonjolkan. Penelitian ini menegaskan bahwa membangun kesan yang kuat dan khas melalui presentasi diri merupakan kunci meraih keberhasilan pemasaran di platform TikTok yang dinamis.
Kata-kata kunci: Manajemen impresi; presentasi diri; tiktok; ci mehong
Resepsi generasi Z Surabaya terhadap konsep kompleksitas emosi dalam film inside out 2
Abstract
As a popular communication medium, film holds great potential in delivering educational messages to the public, including those related to emotional literacy. Inside Out 2 portrays the dynamics of emotional complexity experienced by adolescent characters and has generated various responses from audiences, particularly Generation Z. The aim of this study is to examine how Generation Z in Surabaya receives and interprets the concept of emotional complexity presented in the film. This study explores how Generation Z in Surabaya receives the concept of emotional complexity as presented in Inside Out 2, using Stuart Hall’s reception analysis. A qualitative method was employed, with data collected through in-depth interviews involving eight informants from diverse social, educational, and age backgrounds. The findings reveal that informants fall into three reception positions: dominant-hegemonic, negotiated, and oppositional. Most informants fully accepted the film’s message, stating it helped them better understand emotions and fostered self-acceptance. Some informants negotiated the film’s message based on cultural values and personal experiences, such as the emphasis on emotional toughness within Surabaya’s local culture or being raised in an authoritarian parenting style. Meanwhile, others rejected the film’s message, perceiving it solely as light entertainment without deeper meaning. Reception of the film was influenced by emotional literacy, personal experience, culture, and access to media and psychological education. Overall, Inside Out 2 was viewed by most informants not only as entertainment, but also as an educational medium that enhances awareness of the importance of understanding and managing emotions in a healthy way.
Keywords: Emotional complexity; reception analysis; generation z; inside out 2.
Abstrak
Film sebagai media komunikasi populer memiliki potensi besar dalam menyampaikan pesan edukatif kepada masyarakat, termasuk dalam hal literasi emosi. Film Inside Out 2 menampilkan dinamika kompleksitas emosi yang dirasakan tokoh remaja, dan menuai berbagai tanggapan dari audiens, khususnya Generasi Z. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Generasi Z Surabaya menerima dan memaknai konsep kompleksitas emosi yang ditampilkan dalam film tersebut. Penelitian ini membahas mengenai penerimaan Generasi Z Surabaya terhadap konsep kompleksitas emosi dalam film Inside Out 2 dengan menggunakan analisis resepsi dari Stuart Hall. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dan data dikumpulkan melalui in-depth interview kepada delapan informan dengan latar belakang sosial, usia, dan pendidikan yang beragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan berada dalam tiga posisi penerimaan yakni dominant-hegemonic position, negotiated position, dan oppositional position. Mayoritas informan menerima sepenuhnya pesan film karena merasa terbantu dalam memahami emosi dan menerima diri (self-acceptance). Sementara itu, sebagian informan menegosiasikan pesan film dengan latar belakang budaya dan pengalaman pribadi, seperti nilai ketangguhan yang kuat di lingkungan Surabaya atau pola asuh yang otoriter. Adapun informan lainnya menolak pesan film karena hanya melihat film ini sebagai hiburan semata tanpa makna reflektif. Penerimaan terhadap film ini dipengaruhi oleh faktor literasi emosi, pengalaman, budaya, serta akses terhadap media dan pendidikan. Film Inside Out 2 dinilai sebagian besar informan bukan hanya sebagai hiburan, namun media edukatif yang mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya memahami dan mengelola emosi secara sehat.
Kata-kata kunci: Kompleksitas emosi; analisis resepsi; generasi z; inside out