Online Journal Universitas Garut
Not a member yet
    2148 research outputs found

    Sosialisasi dan Pelatihan Teknis Pembuatan Biotron untuk Petani Jeruk di Kecamatan Kadungora: teknis pembuatan biotron

    No full text
    Budidaya tanaman jeruk di Kecamatan Kadungora, Garut, menghadapi tantangan serius, terutama penurunan kesuburan tanah yang disebabkan oleh berkurangnya mikroorganisme penting dalam proses pemupukan alami. Pengabdian Kepada Masayarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam upaya meningkatkan produktivitas tanaman jeruk melalui penerapan teknologi biotron. Metode yang digunakan dalam PKM ini meliputi survei, penyuluhan, dan demonstrasi langsung untuk meningkatkan pemahaman petani mengenai teknik pembuatanbiotron.Hasil kegiatan menunjukkan 53% petani tertarik pada teknik ini pada pre-test, namun setelah pendampingan, 100% petani menyatakan tertarik dan siap menerapkan biotron dalam praktik budidaya mereka

    Uji Organoleptik Snack Bar Berbahan Dasar Flakes Sukun (Artocarpus altilis) dan Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.): Organoleptic Test of Snack Bar Made from Breadfruit Flakes (Artocarpus Altilis) and Kidney Beans (Phaseolus Vulgaris L.)

    No full text
    Kacang merah dan sukun memiliki kandungan nutrisi yang baik terutama kandungan karbohidrat yang tinggi, sehingga cocok untuk digunakan sebagai bahan dasar pembuatan snack ba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penilaian konsumen terhadap mutu organoleptik snack bar berbahan dasar flakes sukun dan kacang merah. Metode penelitian yang digunakan yaitu uji organoleptik mutu hedonik dengan memberikan empat sampel snack bar yang berbeda perlakuan yaitu P1 (80% flakes sukun, 20% kacang merah), P2 (60% flakes sukun, 40% kacang merah) , P3 (40% flakes sukun, 60% kacang merah) dan P4 (20% flakes sukun, 80% kacang merah) kepada panelis semi terlatih dengan kriteria yang diujikan yaitu rasa, warna, aroma, tekstur dan total keseluruhan produk, dengan skala uji yang digunakan yaitu 1=sangat tidak suka, 2= tidak suka, 3=suka, 4=suka, 5=sangat suka. Berdasarkan hasil penerimaan keseluruhan dan rasa panelis lebih menyukai perlakuan P1 (80% flakes sukun, 20% kacang merah) dengan hasil uji organoleptik antara lain mempunyai rasa yang manis, beraroma khas sukun, tekstur renyah serta berwarna kuning kecoklatan. Kata kunci: Sukun; Flakes; Kacang Merah; Snack Ba

    Karakteristik Kimia Tape Talas Beneng (Xanthosoma undipes K.Koch) dengan Variasi Lama Fermentasi

    No full text
    Talas beneng memiliki kandungan racun alami seperti asam sianida dan asam oksalat yang dapat menyebabkan keracunan bagi yang mengkonsumsinya. Salah satu cara yang dapat menurunkan kandungan racun alami yang terdapat pada talas beneng dengan pengolahan menjadi produk fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi lama fermentasi terhadap karakteristik kimia tape talas beneng dan hasil karakteristik kimia terbaik tape talas beneng. Metode yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) single factor dengan perlakuan tiga perlakuan lama variasi fermentasi dalam pembuatan tape yaitu T1 (48 jam), T2 (72 jam), T3 (96 jam) dan diulang sebanyak tiga kali. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa variasi lama fermentasi berpengaruh nyata terhadap karakteristik kimia tape talas beneng. Hasil karakteristik kimia terbaik yaitu pada perlakuan T3 (96 jam) yang mempunyai kadar air 87,81%, total asam tertitrasi (TAT) 1,67%, alkohol 5,08%, gula pereduksi 4,23%, oksalat 2,22 mg/100g, dan HCN 5,85 mg/Kg.   Kata Kunci: Talas beneng; Tape; Lama fermentas

    Peran Pendidikan Kewirausahaan Dalam Meningkatkan Minat Bisnis Kalangan Umum

    No full text
    Pendidikan kewirausahaan memiliki peran esensial untuk membentuk pola pikir serta keterampilan bisnis individu, khususnya dalam meningkatkan minat berwirausaha. Di tengah persaingan ekonomi yang semakin kompleks, pendidikan ini jadi kunci utama untuk menjadikan individu mandiri, inovatif, serta adaptif terhadap perubahan pasar. Namun demikian, implementasi pendidikan kewirausahaan masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, seperti kurangnya pemahaman strategi bisnis, keterbatasan akses terhadap modal, minimnya pengalaman praktis, serta hambatan psikologis berupa ketakutan terhadap risiko dan kegagalan. Penelitian ini mempunyai tujuan guna menganalisis pengaruh pendidikan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha, keterampilan wirausaha, dan kemampuan dalam mengelola risiko. Metode yang diterapkan ialah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji berbagai publikasi ilmiah dari tahun 2016 hingga 2025. Data diapat dari sumber tepercaya seperti Google Scholar serta jurnal terindeks nasional maupun internasional, yang dievaluasi berdasarkan kesesuaian topik, pendekatan metodologis, serta kontribusinya terhadap pengembangan kewirausahaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan berbasis praktik, seperti simulasi bisnis dan proyek kewirausahaan, terbukti efektif dalam meningkatkan kreativitas, inovasi, serta keberanian untuk berwirausaha. Selain itu, faktor pendukung seperti dukungan sosial, kebijakan pemerintah, dan pemanfaatan teknologi digital turut memperkuat ekosistem kewirausahaan. Meski demikian, tantangan dalam pelaksanaan pendidikan kewirausahaan masih perlu diatasi, terutama yang berkaitan dengan  akses program pelatihan, infrastruktur, dan rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kewirausahaan. Dengan demikian, diperlukan sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan, pelaku industri, dan masyarakat untuk membangun sistem pendidikan kewirausahaan yang inklusif, berkelanjutan, serta relevan dengan kebutuhan zaman dalam rangka meningkatkan daya saing wirausahawan di era global.   Kata Kunci : Pendidikan Kewirausahaan, Minat Berwirausaha, Inovasi Bisnis, Manajemen Risiko, Keterampilan WirausahaPendidikan kewirausahaan memiliki peran esensial untuk membentuk pola pikir serta keterampilan bisnis individu, khususnya dalam meningkatkan minat berwirausaha. Di tengah persaingan ekonomi yang semakin kompleks, pendidikan ini jadi kunci utama untuk menjadikan individu mandiri, inovatif, serta adaptif terhadap perubahan pasar. Namun demikian, implementasi pendidikan kewirausahaan masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, seperti kurangnya pemahaman strategi bisnis, keterbatasan akses terhadap modal, minimnya pengalaman praktis, serta hambatan psikologis berupa ketakutan terhadap risiko dan kegagalan. Penelitian ini mempunyai tujuan guna menganalisis pengaruh pendidikan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha, keterampilan wirausaha, dan kemampuan dalam mengelola risiko. Metode yang diterapkan ialah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji berbagai publikasi ilmiah dari tahun 2016 hingga 2025. Data diapat dari sumber tepercaya seperti Google Scholar serta jurnal terindeks nasional maupun internasional, yang dievaluasi berdasarkan kesesuaian topik, pendekatan metodologis, serta kontribusinya terhadap pengembangan kewirausahaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan berbasis praktik, seperti simulasi bisnis dan proyek kewirausahaan, terbukti efektif dalam meningkatkan kreativitas, inovasi, serta keberanian untuk berwirausaha. Selain itu, faktor pendukung seperti dukungan sosial, kebijakan pemerintah, dan pemanfaatan teknologi digital turut memperkuat ekosistem kewirausahaan. Meski demikian, tantangan dalam pelaksanaan pendidikan kewirausahaan masih perlu diatasi, terutama yang berkaitan dengan  akses program pelatihan, infrastruktur, dan rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kewirausahaan. Dengan demikian, diperlukan sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan, pelaku industri, dan masyarakat untuk membangun sistem pendidikan kewirausahaan yang inklusif, berkelanjutan, serta relevan dengan kebutuhan zaman dalam rangka meningkatkan daya saing wirausahawan di era global.   Kata Kunci : Pendidikan Kewirausahaan, Minat Berwirausaha, Inovasi Bisnis, Manajemen Risiko, Keterampilan Wirausaha. &nbsp

    Upaya Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Keagamaan Untuk Menanamkan Kedisiplinan Siswa Di Mi Islamiyah Palangka Raya

    No full text
    Abstrak Pendidikan karakter memiliki peranan penting dalam membentuk kepribadian dan moral siswa, terutama di tengah tantangan globalisasi dan era digital. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kegiatan keagamaan di MI Islamiyah Palangka Raya dimanfaatkan sebagai sarana untuk menanamkan nilai kedisiplinan kepada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kegiatan keagamaan seperti sholat Dhuha berjamaah, pembacaan doa sebelum dan sesudah belajar, serta pembacaan dan hafalan surah pendek secara rutin telah berhasil membentuk kedisiplinan siswa dalam berbagai aspek. Selain menumbuhkan karakter religius, kegiatan ini juga melatih siswa untuk tepat waktu, bertanggung jawab, dan mematuhi aturan yang berlaku. Dukungan guru sebagai teladan dan penerapan strategi seperti kartu target hafalan turut memperkuat proses pembentukan karakter. Maka pendekatan berbasis nilai keagamaan terbukti efektif dalam membina kedisiplinan siswa dan menjadi solusi strategis dalam pendidikan karakter di tingkat dasar.   Kata Kunci: Kegiatan Keagamaan, Kedisiplinan, Pendidikan karakterPendidikan karakter memiliki peranan penting dalam membentuk kepribadian dan moral siswa, terutama di tengah tantangan globalisasi dan era digital. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kegiatan keagamaan di MI Islamiyah Palangka Raya dimanfaatkan sebagai sarana untuk menanamkan nilai kedisiplinan kepada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kegiatan keagamaan seperti sholat Dhuha berjamaah, pembacaan doa sebelum dan sesudah belajar, serta pembacaan dan hafalan surah pendek secara rutin telah berhasil membentuk kedisiplinan siswa dalam berbagai aspek. Selain menumbuhkan karakter religius, kegiatan ini juga melatih siswa untuk tepat waktu, bertanggung jawab, dan mematuhi aturan yang berlaku. Dukungan guru sebagai teladan dan penerapan strategi seperti kartu target hafalan turut memperkuat proses pembentukan karakter. Maka pendekatan berbasis nilai keagamaan terbukti efektif dalam membina kedisiplinan siswa dan menjadi solusi strategis dalam pendidikan karakter di tingkat dasar.   Kata Kunci: Kegiatan Keagamaan, Kedisiplinan, Pendidikan karakte

    Kemampuan Literasi Digital Dalam Meningkatkan Kompetensi Siswa Kelas X Busana Di SMK Islam Moyudan

    No full text
    Kemampuan literasi digital menjadi salah satu faktor penting dalam mempersiapkan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menghadapi tuntutan dunia kerja yang semakin berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran kemampuan literasi digital dalam meningkatkan kompetensi siswa SMK melalui pendekatan kualitatif. Melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif, penelitian ini melibatkan siswa SMK untuk menggali pemahaman dan pengalaman mereka dalam menggunakan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan tingkat literasi digital yang lebih baik cenderung lebih percaya diri dalam mengakses informasi, mengerjakan tugas praktikum, serta memecahkan masalah yang terkait dengan bidang keahlian mereka. Selain itu, literasi digital juga berperan dalam memperluas wawasan mereka, baik dalam konteks pengetahuan teori maupun aplikasi praktis di dunia industri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kemampuan literasi digital siswa SMK dapat berkontribusi signifikan dalam peningkatan kompetensi mereka, serta mempersiapkan mereka untuk menjadi tenaga kerja yang siap menghadapi perkembangan teknologi di dunia profesional. Kata Kunci : Literasi digital, kompetensi siswa, SMK, pendidikan  Kemampuan literasi digital menjadi salah satu faktor penting dalam mempersiapkan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menghadapi tuntutan dunia kerja yang semakin berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran kemampuan literasi digital dalam meningkatkan kompetensi siswa SMK melalui pendekatan kualitatif. Melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif, penelitian ini melibatkan siswa SMK untuk menggali pemahaman dan pengalaman mereka dalam menggunakan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan tingkat literasi digital yang lebih baik cenderung lebih percaya diri dalam mengakses informasi, mengerjakan tugas praktikum, serta memecahkan masalah yang terkait dengan bidang keahlian mereka. Selain itu, literasi digital juga berperan dalam memperluas wawasan mereka, baik dalam konteks pengetahuan teori maupun aplikasi praktis di dunia industri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kemampuan literasi digital siswa SMK dapat berkontribusi signifikan dalam peningkatan kompetensi mereka, serta mempersiapkan mereka untuk menjadi tenaga kerja yang siap menghadapi perkembangan teknologi di dunia profesional.   Kata-kata Kunci: Literasi digital, kompetensi siswa, SMK, pendidikan &nbsp

    Pengaruh Media Pembelajaran Interaktif Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Kelas V Sd Negeri 6 Sungai Raya

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh media pembelajaran interaktif terhadap hasil belajar pendidikan pancasila kelas V SD Negeri 6 Sungai Raya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis Quasi experiment design dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi pada penelitian ini, yaitu kelas VA sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 21 peserta didik dan kelas VB sebagai kelas kontrol yang berjumlah 17 peserta didik dengan jumlah total keseluruhan 38 peserta didik. Pada pengumpulan sampel menggunakan teknik Nonprobability sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes. Instrumen penelitian ini menggunakan instrumen berupa tes pilihan ganda. Pengujian hipotesis menggunakan rumus t-test (Independent sample test) dengan hasil Uji t Independent menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran interaktif memiliki dampak signifikasi terhadap hasil belajar peserta didik dalam pelajaran Pendidikan Pancasila dengan nilai signifikasi 0,000, maka H0 ditolak dan Ha diterima karena nilai sig. (2-tailed) dengan signifikasi 0,000 lebih kecil dari 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh media pembelajaran interaktif terhadap hasil belajar pendidikan pancasila kelas V SD Negeri 6 Sungai Raya. Kata Kunci: Hasil Belajar, Media Pembelajaran Interaktif, Pendidikan PancasilaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh media pembelajaran interaktif terhadap hasil belajar pendidikan pancasila kelas V SD Negeri 6 Sungai Raya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis Quasi experiment design dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi pada penelitian ini, yaitu kelas VA sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 21 peserta didik dan kelas VB sebagai kelas kontrol yang berjumlah 17 peserta didik dengan jumlah total keseluruhan 38 peserta didik. Pada pengumpulan sampel menggunakan teknik Nonprobability sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes. Instrumen penelitian ini menggunakan instrumen berupa tes pilihan ganda. Pengujian hipotesis menggunakan rumus t-test (Independent sample test) dengan hasil Uji t Independent menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran interaktif memiliki dampak signifikasi terhadap hasil belajar peserta didik dalam pelajaran Pendidikan Pancasila dengan nilai signifikasi 0,000, maka H0 ditolak dan Ha diterima karena nilai sig. (2-tailed) dengan signifikasi 0,000 lebih kecil dari 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh media pembelajaran interaktif terhadap hasil belajar pendidikan pancasila kelas V SD Negeri 6 Sungai Raya. Kata-kata Kunci: Hasil Belajar, Media Pembelajaran Interaktif, Pendidikan Pancasil

    EXPLORATION OF CHITINOLYTIC MICROORGANISMS FROM SEAWATER AS ANTI-CANDIDIASIS AGENTS USING FUNCTIONALIZED CHITIN SUBSTRATE DERIVED FROM GREEN MUSSEL WASTE

    No full text
    Candidiasis is a Candida sp. infection (Candida albicans in common) that happens in nails, hairs, skin, and oesophagus, with around 20-25% prevalence in Indonesia. Chitin is one of the main components of its cell wall and serves as a target for candidiasis therapy using natural degradant compounds, such as chitinase enzyme. Chitinase enzyme is collected from chitinolytic bacteria found massively in chitin-rich environments like seawater. The screening is needed to identify the varieties of bacteria with chitinolytic activity. The screening was done using green mussel waste (Perna viridis), which contains 14-35% chitin and reached 10.776,75 tons of trash in 2020. This research aims to get a chitinolytic bacteria using green mussels as a chitin substrate source and a chitinolytic bacteria with anti-candidiasis activity. This research was conducted by isolating chitin from green mussel shells, chitinolytic bacteria screening, and anti-candidiasis activity test. Results collected from 5.00, 5.08, and 5.18 km isolates were the Vibrio alginolyticus, Vibrio neocaledonicus, and Marinobacter persicus species, which had a chitinolytic index of 1.246, 1.560, 1.492 also 64.29; 61.30; 69.01 U/ml chitinase enzymatic activity. The highest anti-candidiasis activity was found in a sample 5,18 km from the coast of Kejawanan Beach based on the number of chitinase enzyme activity and the chitinolytic index.

    Skincare dalam kacamata laki-laki: analisis resepsi pesan maskulinitas pada akun @glowupwithfalih

    No full text
    Abstract The increasing awareness among men about the importance of self-care has contributed to a shift in perspectives on masculinity, particularly among Generation Z. The TikTok platform plays a significant role in spreading a more inclusive narrative of masculinity, such as the TikTok account @glowupwithfalih, which popularizes educational skincare content for men. This study aims to explore how Generation Z men receive and interpret the messages of masculinity conveyed in this content, using Stuart Hall's reception analysis. The research method used is descriptive qualitative with a constructivist paradigm, as well as in-depth interviews with eight Generation Z male informants who actively consume skincare content on TikTok. The results show that all informants are in a position of negotiated acceptance; they agree with some of the messages about the importance of self-care, but still adjust them to the traditional masculinity values they believe in. Some informants consider skincare to be part of self-responsibility and health, while others feel that the practice must be done within limits so as not to deviate from prevailing gender norms. These findings indicate a hybridization between traditional and modern masculinity, where social media becomes a space for negotiating complex gender identities. This study concludes that masculinity in the perspective and acceptance of Generation Z is dynamic, open to the blending of values, but still upholds the socio-cultural norms embedded in the social structure. Keywords: Masculinity; reception; skincare; tiktok; generation z.   Abstrak Meningkatnya kesadaran laki-laki mengenai pentingnya perawatan diri, turut mendorong perubahan cara pandang terhadap maskulinitas, terutama di kalangan generasi Z. Platform TikTok berperan penting dalam menyebarkan narasi maskulinitas yang lebih inklusif, seperti akun TikTok @glowupwithfalih yang mempopulerkan konten edukasi skincare untuk laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana laki-laki generasi Z menerima dan memaknai pesan maskulinitas yang disampaikan dalam konten tersebut, menggunakan analisis resepsi Stuart Hall. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan paradigma konstruktivis, serta wawancara mendalam terhadap delapan informan laki-laki generasi Z yang aktif mengonsumsi konten skincare di TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh informan berada dalam posisi penerimaan negosiasi, mereka menyetujui sebagian pesan mengenai pentingnya perawatan diri, namun tetap menyesuaikan dengan nilai-nilai maskulinitas tradisional yang mereka yakini. Beberapa informan menganggap skincare sebagai bagian dari tanggung jawab diri dan kesehatan, sementara lainnya merasa bahwa praktik tersebut harus dilakukan dengan batasan agar tidak menyimpang dari norma gender yang berlaku. Temuan ini mengindikasikan bahwa terjadi hibridisasi antara maskulinitas tradisional dan modern, di mana media sosial menjadi ruang negosiasi identitas gender yang begitu kompleks. Penelitian ini menyimpulkan bahwa maskulinitas dalam pandangan dan penerimaan generasi Z bersifat dinamis, terbuka terhadap pembauran nilai, namun tetap memegang norma sosial-budaya yang melekat dalam struktur sosial. Kata-kata kunci: Maskulinitas; resepsi; skincare; tiktok; generasi z

    The Influence of Motor Vehicle Tax Collection System through Drive Thru Service on Taxpayer Compliance

    No full text
    This study aims to determine the effect of the motor vehicle tax collection system through drive-thru services on motor vehicle taxpayer compliance at SAMSAT Kota Cimahi. The research population is in the SAMSAT Kota Cimahi work area, using 100 samples with the Simple Random Sampling method. The data used in this study is primary data in the form of questionnaires distributed to motor vehicle taxpayers. The analysis used is simple linear regression. The results show that the motor vehicle tax collection system through drive-thru services has a positive impact on taxpayer compliance at SAMSAT Kota Cimahi.

    0

    full texts

    2,148

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Journal Universitas Garut
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇