Online Journal Universitas Garut
Not a member yet
    2148 research outputs found

    Epistemologi Qur’ani dalam Integrasi Akal dan Wahyu: Rekonstruksi Fungsi Ilmu Pengetahuan dalam Pendidikan Islam

    No full text
    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut umat Islam untuk meninjau kembali relasi antara akal dan wahyu dalam kerangka epistemologi Islam. Artikel ini bertujuan menganalisis fungsi ilmu pengetahuan dalam perspektif Al-Qur’an dengan menekankan integrasi rasionalitas dan spiritualitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu‘i) dan analisis filosofis-epistemologis terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan ilmu, akal, dan wahyu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an menempatkan ilmu sebagai sarana manusia mengenal Allah dan memahami realitas ciptaan-Nya. Akal berperan sebagai instrumen rasional untuk meneliti kebenaran empiris, sementara wahyu menjadi pedoman moral dan spiritual agar ilmu tidak kehilangan arah nilai. Keselarasan antara akal dan wahyu melahirkan paradigma ilmu yang integratif, rasional, dan transendental. Dalam konteks pendidikan Islam, integrasi ini menjadi dasar bagi pengembangan sistem pembelajaran yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan kesadaran spiritual, guna melahirkan insan ulul albab yang berilmu, beriman, dan berakhlak

    Wibawa Guru Yang Memudar: Tantangan Etika Di Era Digital Saat Ini

    No full text
    Keteladanan dari guru menjadi faktor utama dalam membangun budaya kelas yang inklusif serta responsif terhadap berbagai kebutuhan siswa. Ketika guru menunjukkan profesionalisme, menunjukkan empati kepada tantangan siswa, dan berkomitmen untuk meningkatkan kualitas, wibawa mereka menjadi inspirasi untuk mencapai standar yang lebih tinggi di kalangan siswa Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mengkaji secara mendalam fenomena memudarnya wibawa guru serta tantangan etika yang dihadapi dalam konteks pendidikan di era digital saat ini, Metode ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk menelaah konsep, gagasan, dan pemikiran akademik yang berkembang terkait peran dan posisi guru dalam dinamika pendidikan modern.tantangan yang dihadapi oleh pendidik di era digital harus dihadapi dengan sikap yang konstruktif. Para pendidik seharusnya tidak terasa terancam oleh kemajuan teknologi. Sebaliknya, mereka perlu memanfaatkan teknologi sebagai teman dalam proses pembelajaran. Kerjasama antara keterampilan manusia dan teknologi sangatlah penting. Guru memiliki fungsi khusus yang tidak mungkin digantikan Perkembangan zaman digital telah mengubah secara signifikan dunia pendidikan yang berdampak pada perubahan posisi gur

    ANALISIS KELAYAKAN USAHA TAHU DI KAMPUNG NANGEWER DESA KERSAMENAK KECAMATAN TAROGONG KIDUL

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi tahu pada skala usaha mikro, dengan objek pengelola pabrik tahu di Kp. Nagewer, Desa Kersamenak, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan tujuan menggambarkan karakteristik usaha secara faktual serta menganalisis biaya produksi dan profitabilitas usaha berdasarkan data numerik. Data yang digunakan merupakan data primer yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemilik pabrik tahu sebagai informan kunci dan observasi langsung terhadap proses produksi. Analisis data dilakukan secara deskriptif, sedangkan analisis biaya produksi digunakan untuk mengidentifikasi komponen biaya tetap dan biaya variabel, serta menilai tingkat kelayakan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya variabel merupakan komponen biaya terbesar, dengan bahan baku kedelai sebagai penyumbang utama sebesar Rp1.125.000. Pada periode analisis, total biaya tetap tercatat sebesar Rp22.564, sedangkan biaya variabel mencapai Rp1.725.000. Nilai Revenue Cost Ratio (R/C) sebesar 1,8 dan Benefit Cost Ratio (B/C) sebesar 0,8 menunjukkan bahwa usaha tahu layak untuk dijalankan. Titik impas usaha tercapai pada produksi sebanyak 89 potong tahu per satu kali produksi, dengan nilai Break Even Point (BEP) sebesar Rp52.474

    Efektivitas Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbantuan Bahan Ajar SIGAR Terhadap Hasil Belajar IPAS Kelas VI SD 2 Bulung Kulon

    No full text
    This study aims to evaluate the extent to which student learning outcomes in IPAS subjects improve when using a guided inquiry learning model assisted by SIGAR (Simulation of Earth's Rotation and Revolution) teaching materials in chapter 5 topic B. The method used is a quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest-posttest design, involving 14 sixth-grade students. Observations, interviews, and essay tests were used to collect data. The results of the study showed that the data had a normal distribution, with a t-test value of 0.000 < 0.05 (Ha accepted), and an n-gain of 0.82 (indicating a high category), indicating that student learning outcomes had increased by 82.15%. Therefore, the guided inquiry model assisted by SIGAR teaching materials is effective in improving students' learning outcomes for IPAS because it can encourage active student participation and help develop critical thinking skills. Keywords: Guided inquiry, IPAS learning outcomes, SIGAR teaching materialsPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS meningkat saat menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan bahan ajar SIGAR (Simulasi Gerak Rotasi dan Revolusi Bumi) pada bab 5 topik B. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest, melibatkan 14 siswa kelas VI. Observasi, wawancara dan tes uraian digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data memiliki distribusi normal, dengan nilai uji t sebesar 0,000 < 0,05 (Ha diterima), dan n-gain sebesar 0,82 (menunjukkan kategori tinggi), yang menunjukkan bahwa hasil belajar siswa telah meningkat sebesar 82,15%. Oleh karena itu, model inkuiri terbimbing berbantuan bahan ajar SIGAR efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa utuk IPAS karena dapat mendorong partisipasi aktif siswa dan membantu mengembangkan keterampilan berpikir kritis.Kata kunci : Bahan ajar SIGAR, hasil belajar IPAS, inkuiri terbimbin

    Rasch Model Dalam Evaluasi Instrumen Extraneous Cognitive Load Pada Media Pembelajaran Berbantuan Artificial Intelligence

    No full text
    Extraneous cognitive load (ECL) measurements are important to evaluate the quality of digital learning design, but self-report instruments need to be tested for psychometric quality. This study aims to evaluate students' ECL instruments using the Rasch model. Data was collected through a survey of 38 students using an ECL questionnaire containing 17 items with a Likert scale of 1–5, then analyzed with the Rasch Rating Scale Model to assess reliability-separation, fit items and persons, as well as targeting of persons through the Wright map, The results showed that mapping of person-items on a logit scale could be done, but the targeting was less optimal because the average person was far below the average of items. indicates low ECL dominance and limited item coverage at low range. Category diagnostics show a very uneven distribution of responses (categories 4–5 are hardly used), and the probability curve of categories that do not form a clear peak in the upper categories, so the 5 category scale function is not yet effective. It was concluded that the instrument could be used as an initial measurement of ECL, but it needed to be improved on some items and the addition of items to improve precision and interpretability.Keywords: AI, Biology, ECL, Learning Media, Technology.Pengukuran extraneous cognitive load (ECL) penting untuk mengevaluasi kualitas desain pembelajaran digital, namun instrumen self-report perlu diuji kualitas psikometriknya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi instrumen ECL mahasiswa dengan menggunakan model Rasch. Data dikumpulkan melalui survei pada 38 mahasiswa menggunakan kuesioner ECL berisi 17 butir dengan skala Likert 1–5, kemudian dianalisis dengan Rasch Rating Scale Model untuk menilai reliabilitas–separasi, fit item dan person, serta targeting person–item melalui Wright map, Hasil menunjukkan pemetaan person–item pada skala logit dapat dilakukan, namun targeting kurang optimal karena rerata person jauh di bawah rerata item, mengindikasikan dominasi ECL rendah dan keterbatasan cakupan item pada rentang rendah. Diagnostik kategori memperlihatkan distribusi respons sangat timpang (kategori 4–5 hampir tidak digunakan), dan kurva probabilitas kategori yang tidak membentuk puncak jelas pada kategori atas, sehingga fungsi skala 5 kategori belum efektif. Disimpulkan bahwa instrumen dapat digunakan sebagai pengukuran awal ECL, namun perlu perbaikan pada beberapa item dan penambahan item untuk meningkatkan presisi serta interpretabilitas.Kata kunci : AI, Biologi, ECL, Media Pembelajaran, Teknologi

    The Influence of Resilience and Workload on The Intention to Stay Among Nurses at Bunda Medika Jakabaring Hospital, South Sumatra Province

    No full text
    The demand for healthcare personnel continues to increase. Hospitals must sustain the continuity of healthcare workers who recognize their own existence as essential actors in the hospital health service system to prevent a decline in performance and the decision to leave the hospital. The intention to stay refers to nurses' desire to continue working at their current hospital. The intention to stay is crucial for the continuity of a hospital organization and is influenced by several factors. This research aims to analyze the effects of resilience and workload on nurses' intention to stay at the hospital. The results indicate that resilience has a significantly positive direct impact, while workload has a significantly negative direct impact on nurses' intention to stay. Resilience and workload together have a significant effect on nurses' intention to stay. Emphasizing that, in predicting this intention, it is necessary to consider not only the workload's heaviness but also the nurses' resilience, or mental endurance, in facing their tasks

    Transdermal Patch of Gnetum gnemon L. Leaf Extract as Drug Delivery System and Anti-Inflammatory Activity Agains Wistar Mice

    No full text
    The melinjo leaf (Gnetum gnemon L.) is a plant of the Gnetaceae family that contains compounds including flavonoids, which have the potential to act as anti-inflammatories. Formulating melinjo leaf extract into a transdermal patch aims to deliver active compounds to the systemic circulation via the skin. The research aimed to develop a melinjo leaf extract into a transdermal patch its anti-inflammatory activity. The extraction of melinjo leaf using the maceration method with 70% ethanol. The transdermal patch containing melinjo leaf extract is formulated in three versions, each containing 20%, 25%, or 30% propylene glycol. The formulation was characterised by organoleptic, pH, moisture content, uniformity of thickness and weight, and elongation. The best formula is characterised by stability, uniformity of drug content, and anti-inflammatory activity in Wistar mice. The results indicated that transdermal application and oral administration of the melinjo leaf extract produced anti-inflammatory effects comparable to those of the positive control group. There were no significant differences between the transdermal treatment group and the positive control in terms of percentage inflammation (48.35%) and inflammation inhibition (45.75%). Similarly, the oral treatment group exhibited an inflammatory percentage of 63.44% and an inflammatory inhibition of 52.21%. It can be concluded that the transdermal patch formulation of melinjo leaf extract is effective as an anti-inflammatory treatment

    Formulasi dan Karakterisasi Buccal Film Mengandung Nanoemulsi Ekstrak Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata.L) sebagai Antidiabetes

    No full text
    Diabetes mellitus tipe 2 menjadi tantangan kesehatan global yang membutuhkan terapi efektif dan aman. Daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) dipilih karena kandungan flavonoid, fenol, tanin, alkaloid, dan saponin yang berpotensi sebagai antidiabetes serta memiliki aktivitas antioksidan kuat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi karakteristik buccal film yang mengandung nanoemulsi ekstrak daun kirinyuh sebagai alternatif penghantaran obat antidiabetes. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% karena pelarut ini efektif mengekstraksi senyawa polar seperti flavonoid dan memberikan rendemen ekstrak yang optimal. Nanoemulsi dibuat dengan metode emulsifikasi spontan karena metode ini sederhana, murah, dan menghasilkan ukuran droplet nano yang stabil serta cepat terbentuk dalam media air, sehingga cocok untuk sistem penghantaran obat. Evaluasi karakteristik meliputi organoleptik, pH, ukuran globul, indeks polidispersitas, zeta potensial, viskositas, ketebalan, keseragaman bobot, daya tahan lipat, dan pH permukaan. Hasil menunjukkan ukuran globul nanoemulsi terbaik 22,06 nm, indeks polidispersitas 0,20, zeta potensial -7,30 mV, serta pH film 6,63–7,0, ketebalan 0,06–0,13 mm, dan daya tahan lipat lebih dari 300 kali, menandakan stabilitas dan fleksibilitas yang baik. Uji aktivitas antidiabetes pada mencit menunjukkan penurunan kadar gula darah signifikan dengan efektivitas sebanding kontrol positif. Penurunan glukosa darah didukung oleh kandungan flavonoid yang meningkatkan sekresi insulin, pengambilan glukosa di jaringan, dan sensitivitas jaringan terhadap insulin. Formulasi buccal film nanoemulsi ekstrak daun kirinyuh berpotensi sebagai sistem penghantaran obat antidiabetes yang efektif, stabil, dan mudah digunakan. Potensi aplikasi lebih lanjut meliputi pengembangan dosis optimal dan uji klinis untuk evaluasi efektivitas dan keamanan pada manusia.Diabetes mellitus tipe 2 menjadi tantangan kesehatan global yang membutuhkan terapi efektif dan aman. Daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) dipilih karena kandungan flavonoid, fenol, tanin, alkaloid, dan saponin yang berpotensi sebagai antidiabetes serta memiliki aktivitas antioksidan kuat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi karakteristik buccal film yang mengandung nanoemulsi ekstrak daun kirinyuh sebagai alternatif penghantaran obat antidiabetes. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% karena pelarut ini efektif mengekstraksi senyawa polar seperti flavonoid dan memberikan rendemen ekstrak yang optimal. Nanoemulsi dibuat dengan metode emulsifikasi spontan karena metode ini sederhana, murah, dan menghasilkan ukuran droplet nano yang stabil serta cepat terbentuk dalam media air, sehingga cocok untuk sistem penghantaran obat. Evaluasi karakteristik meliputi organoleptik, pH, ukuran globul, indeks polidispersitas, zeta potensial, viskositas, ketebalan, keseragaman bobot, daya tahan lipat, dan pH permukaan. Hasil menunjukkan ukuran globul nanoemulsi terbaik 22,06 nm, indeks polidispersitas 0,20, zeta potensial -7,30 mV, serta pH film 6,63–7,0, ketebalan 0,06–0,13 mm, dan daya tahan lipat lebih dari 300 kali, menandakan stabilitas dan fleksibilitas yang baik. Uji aktivitas antidiabetes pada mencit menunjukkan penurunan kadar gula darah signifikan dengan efektivitas sebanding kontrol positif. Penurunan glukosa darah didukung oleh kandungan flavonoid yang meningkatkan sekresi insulin, pengambilan glukosa di jaringan, dan sensitivitas jaringan terhadap insulin. Formulasi buccal film nanoemulsi ekstrak daun kirinyuh berpotensi sebagai sistem penghantaran obat antidiabetes yang efektif, stabil, dan mudah digunakan. Potensi aplikasi lebih lanjut meliputi pengembangan dosis optimal dan uji klinis untuk evaluasi efektivitas dan keamanan pada manusia

    Analisis Efektivitas Biaya Metformin dan Glimepirid pada Pasien BPJS Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Buntok

    No full text
    Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis akibat resistensi insulin dan/atau gangguan sekresi insulin yang menimbulkan beban ekonomi signifikan pada sistem pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas biaya terapi metformin dan glimepirid pada pasien BPJS diabetes melitus tipe 2 di RSUD Jaraga Sasameh Buntok tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain retrospektif dari perspektif rumah sakit, melibatkan 183 pasien. Efektivitas klinis didefinisikan sebagai tercapainya target Gula Darah Sewaktu (GDS) <200 mg/dL. Analisis data dilakukan menggunakan Cost-Effectiveness Analysis (CEA) dengan parameter Average Cost Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost-Effectiveness Ratio (ICER), berdasarkan biaya terapi efektivitas pengendalian gula darah, rawat inap, dan komorbiditas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metformin lebih cost-effective pada pasien kelas I dengan nilai ACER sebesar Rp 750.594,00 dan ICER sebesar Rp 274.309,39, pada pasien kelas II dan III glimepirid menunjukkan efisiensi biaya yang lebih baik dengan nilai ACER masing-masing Rp 174.680,00 dan Rp 351.093,00. Nilai ICER metformin pada kelas II dan III lebih tinggi dibandingkan glimepirid. Kesimpulannya, metformin direkomendasikan sebagai pilihan terapi yang lebih cost-effective pada pasien BPJS kelas I, sedangkan glimepirid lebih tepat digunakan pada pasien kelas II dan IIIDiabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis akibat resistensi insulin dan/atau gangguan sekresi insulin yang menimbulkan beban ekonomi signifikan pada sistem pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas biaya terapi metformin dan glimepirid pada pasien BPJS diabetes melitus tipe 2 di RSUD Jaraga Sasameh Buntok tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain retrospektif dari perspektif rumah sakit, melibatkan 183 pasien. Efektivitas klinis didefinisikan sebagai tercapainya target Gula Darah Sewaktu (GDS) <200 mg/dL. Analisis data dilakukan menggunakan Cost-Effectiveness Analysis (CEA) dengan parameter Average Cost Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost-Effectiveness Ratio (ICER), berdasarkan biaya terapi efektivitas pengendalian gula darah, rawat inap, dan komorbiditas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metformin lebih cost-effective pada pasien kelas I dengan nilai ACER sebesar Rp 750.594,00 dan ICER sebesar Rp 274.309,39, pada pasien kelas II dan III glimepirid menunjukkan efisiensi biaya yang lebih baik dengan nilai ACER masing-masing Rp 174.680,00 dan Rp 351.093,00. Nilai ICER metformin pada kelas II dan III lebih tinggi dibandingkan glimepirid. Kesimpulannya, metformin direkomendasikan sebagai pilihan terapi yang lebih cost-effective pada pasien BPJS kelas I, sedangkan glimepirid lebih tepat digunakan pada pasien kelas II dan II

    Peran Penyuluh Kantor Urusan Agama (KUA) Dalam Mengurangi Pernikahan Akibat Hamil Di Luar Nikah: Studi Kasus di KUA Kecamatan Bajeng tahun 2022-2023

    No full text
    This study employs a qualitative research design with a descriptive approach involving three respondents.Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The data sourcesconsisted of religious and community leaders, village imams, and the primary data sources, namelyindividuals involved in marriages due to premarital pregnancy. Data analysis was conducted in three stages:data reduction, data display, and conclusion drawing. This study aims to analyze the role of marriagecounselors at the Office of Religious Affairs (Kantor Urusan Agama/KUA) in reducing the number ofmarriages resulting from premarital pregnancy in Bajeng District during the 2022–2023 period. Premaritalpregnancy represents a significant social challenge that affects social order and the dignity of the institutionof marriage. In this context, KUA counselors function as agents of religious education and guidance throughpremarital counseling, youth outreach programs, and family consultation services.The findings indicate that KUA counselors in Bajeng District have actively contributed to preventingmarriages resulting from premarital pregnancy through various guidance and counseling activities.However, the effectiveness of these efforts remains constrained by several factors, including the limitednumber of counselors, low community participation in counseling programs, and the strong influence ofpermissive cultural attitudes toward free social interaction. This study concludes that the role of KU

    0

    full texts

    2,148

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Journal Universitas Garut
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇