Online Journal Universitas Garut
Not a member yet
    2148 research outputs found

    Evaluation of Antiacne Patch Preparations from a Combination of Lemon Juice (Citrus limon L.) and Ethanol Extract of Pure Honey (Honey bee)

    No full text
    Acne vulgaris is one of the most common dermatological diseases, affecting individuals of all ages, particularly during adolescence. One of the causes of acne vulgaris is the bacterium Cutibacterium acnes. Acne vulgaris is usually characterized by comedones, papules, pustules, or nodules. Factors influencing acne include genetics, psychological factors, hormones, bacterial infection, and sebaceous gland activity. One regularly used treatment for acne vulgaris is acne patches. With the aid of natural ingredients such as lemon juice and pure honey, an alternative treatment for acne vulgaris can be developed. Lemon juice (Citrus limon L.) can be utilized as an antibacterial agent against Cutibacterium acnes due to its flavonoid content, which has biological activity as an antibacterial. Meanwhile, pure honey (Honey bee) is an antioxidant that can kill bacteria and germs, causing itchy acne on the skin, and can help fade acne scars. The study employed a laboratory experimental design. This research aimed to formulate an anti-acne patch preparation containing a combination of lemon juice (Citrus limon L.) and an ethanol extract of pure honey (Honey bee) that would exhibit good physical stability. Evaluation of the anti-acne patch preparation included organoleptic tests, pH, weight uniformity, patch thickness, moisture absorption, and antibacterial activity tests against Cutibacterium acnes using the disk diffusion method. The results indicated that the anti-acne patch exhibited favorable physical properties. The combination of lemon juice and ethanol extract of pure honey enhanced antibacterial activity against Cutibacterium acnes. The antibacterial activity test results showed that the combination of lemon juice and ethanol extract of pure honey in the anti-acne patch at a concentration of 14% had the highest antibacterial activity, with an inhibition zone diameter of 51.38 mm

    Navigating Indonesia's Digital Transformation: Exploring Entrepreneurial Opportunities in E-commerce and Fintech

    No full text
    This study looks into how initiatives for digital transformation, the expansion of the e-commerce industry, innovation, and the adoption of fintech affect entrepreneurial ventures in the fintech and e-commerce sectors, and how those ventures then affect the financial performance of Micro, Small, and Medium-Sized Enterprises (MSMEs) in Indonesia. A survey-based quantitative analysis was carried out to gather information from 293 MSMEs operating in different regions and industry sectors throughout Indonesia. The Partial Least Squares (PLS) approach was used in Structural Equation Modeling (SEM) to assess the correlations between important variables. The findings show a strong positive correlation between fintech acceptance, innovation, e-commerce sector growth, entrepreneurial endeavors, and digital transformation projects. Additionally, it was discovered that entrepreneurial endeavors and economic performance were favorably correlated. These results highlight how important digital entrepreneurship is to Indonesia's economic development and innovation, especially in the MSME sector. Policymakers, industry stakeholders, and MSMEs looking to harness digital technology and encourage entrepreneurship to improve economic performance would find the study's insights to be highly beneficial

    Formulasi Masker Gel Peel-Off Ekstrak Kulit Musa × paradisiaca L.: Studi Konsentrasi terhadap Kualitas Fisikokimia dan Aktivitas Antioksidan

    No full text
    Kulit buah pisang kepok (Musa × paradisiaca L.) memiliki kandungan flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan membuat ekstrak kental kulit buah pisang kepok, memformulasikannya menjadi masker gel peel-off, serta mengevaluasi mutu fisikokimia dan aktivitas antioksidannya. Ekstraksi kulit buah pisang kepok dilakukan dengan metode maserasi kinetik menggunakan pelarut etanol 96%, kemudian dipekatkan dengan rotary evaporator. Aktivitas antioksidan ekstrak diuji menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) Ekstrak kental diformulasikan menjadi tiga sediaan masker gel peel-off dengan variasi jumlah ekstrak (100xIC50, 250xIC50, dan 400xIC50) menggunakan PVA dan HPMC sebagai pembentuk gel. Hasil penelitian menunjukkan nilai IC50 ekstrak kental yang diperoleh adalah 20,22 ± 0,30 bpj (sangat kuat). Dari ketiga formula, Formula III (konsentrasi ekstrak 400x IC50) merupakan formula terbaik yang memenuhi parameter mutu fisik dan kimia. Formula terbaik ini menunjukkan hasil evaluasi: warna kuning pekat, homogen, sifat alir plastis, viskositas 38.400 cPs (pada 2,5 rpm), waktu mengering 21,7 ± 0,58 menit, kemampuan menyebar 2783,46 mm2, pH 4,95 ± 0,01, kekuatan tarikan 86,76 kg/cm2 dan nilai IC50 aktivitas antioksidan sebesar 72,82 ± 0,06 bpj. Dapat disimpulkan ekstrak kulit buah pisang kepok berhasil diformulasikan menjadi sediaan masker gel peel-off yang memiliki aktivitas antioksidan kuat.Kulit buah pisang kepok (Musa × paradisiaca L.) memiliki kandungan flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan membuat ekstrak kental kulit buah pisang kepok, memformulasikannya menjadi masker gel peel-off, serta mengevaluasi mutu fisikokimia dan aktivitas antioksidannya. Ekstraksi kulit buah pisang kepok dilakukan dengan metode maserasi kinetik menggunakan pelarut etanol 96%, kemudian dipekatkan dengan rotary evaporator. Aktivitas antioksidan ekstrak diuji menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) Ekstrak kental diformulasikan menjadi tiga sediaan masker gel peel-off dengan variasi jumlah ekstrak (100xIC50, 250xIC50, dan 400xIC50) menggunakan PVA dan HPMC sebagai pembentuk gel. Hasil penelitian menunjukkan nilai IC50 ekstrak kental yang diperoleh adalah 20,22 ± 0,30 bpj (sangat kuat). Dari ketiga formula, Formula III (konsentrasi ekstrak 400x IC50) merupakan formula terbaik yang memenuhi parameter mutu fisik dan kimia. Formula terbaik ini menunjukkan hasil evaluasi: warna kuning pekat, homogen, sifat alir plastis, viskositas 38.400 cPs (pada 2,5 rpm), waktu mengering 21,7 ± 0,58 menit, kemampuan menyebar 2783,46 mm2, pH 4,95 ± 0,01, kekuatan tarikan 86,76 kg/cm2 dan nilai IC50 aktivitas antioksidan sebesar 72,82 ± 0,06 bpj. Dapat disimpulkan ekstrak kulit buah pisang kepok berhasil diformulasikan menjadi sediaan masker gel peel-off yang memiliki aktivitas antioksidan kuat

    Lip balm Ekstrak Kulit Buah Tampoi: Formulasi, SPF dan Uji Iritasi

    No full text
    Kulit buah tampoi (Baccaurea macrocarpa) diketahui mengandung senyawa flavonoid dan polifenol yang berpotensi sebagai tabir surya alami. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol kulit buah tampoi dalam sediaan Lip balm serta mengevaluasi stabilitas fisik, nilai Sun Protection Factor (SPF), persentase transmisi eritema dan pigmentasi, serta uji iritasi. Lip balm diformulasikan 0,1% ekstrak kulit buah tampoi dalam tiga formula dengan variasi konsentrasi Tween 80 (2%, 3%, dan 4%). Evaluasi fisik meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya oles, dan titik leleh, serta uji stabilitas menggunakan metode cycling test selama enam siklus. Formula terbaik selanjutnya diuji nilai SPF menggunakan metode Mansur dan A.J. Petro, uji transmisi eritema dan pigmentasi, serta uji iritasi kulit. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formula memiliki karakteristik fisik yang baik, homogen, pH 5, dan titik leleh 52°C. Formula dengan Tween 80 3% menunjukkan stabilitas fisik terbaik setelah uji cycling test. Formula ini memiliki nilai SPF sebesar 10,906 (metode Mansur) dan 2,094 (metode A.J. Petro), serta nilai transmisi eritema 9,12% dan transmisi pigmentasi 71,95% yang tergolong kategori regular suntan. Uji iritasi menunjukkan tidak adanya reaksi iritasi pada seluruh panelis. Dapat disimpulkan bahwa Lip balm ekstrak etanol kulit buah tampoi (Baccaurea macrocarpa) berpotensi sebagai sediaan tabir surya alami yang stabil, aman, dan efektif untuk perlindungan bibir.Kulit buah tampoi (Baccaurea macrocarpa) diketahui mengandung senyawa flavonoid dan polifenol yang berpotensi sebagai tabir surya alami. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol kulit buah tampoi dalam sediaan Lip balm serta mengevaluasi stabilitas fisik, nilai Sun Protection Factor (SPF), persentase transmisi eritema dan pigmentasi, serta uji iritasi. Lip balm diformulasikan 0,1% ekstrak kulit buah tampoi dalam tiga formula dengan variasi konsentrasi Tween 80 (2%, 3%, dan 4%). Evaluasi fisik meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya oles, dan titik leleh, serta uji stabilitas menggunakan metode cycling test selama enam siklus. Formula terbaik selanjutnya diuji nilai SPF menggunakan metode Mansur dan A.J. Petro, uji transmisi eritema dan pigmentasi, serta uji iritasi kulit. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formula memiliki karakteristik fisik yang baik, homogen, pH 5, dan titik leleh 52°C. Formula dengan Tween 80 3% menunjukkan stabilitas fisik terbaik setelah uji cycling test. Formula ini memiliki nilai SPF sebesar 10,906 (metode Mansur) dan 2,094 (metode A.J. Petro), serta nilai transmisi eritema 9,12% dan transmisi pigmentasi 71,95% yang tergolong kategori regular suntan. Uji iritasi menunjukkan tidak adanya reaksi iritasi pada seluruh panelis. Dapat disimpulkan bahwa Lip balm ekstrak etanol kulit buah tampoi (Baccaurea macrocarpa) berpotensi sebagai sediaan tabir surya alami yang stabil, aman, dan efektif untuk perlindungan bibir

    PERTANIAN SEBAGAI INSTRUMEN PEMULIHAN LINGKUNGAN (Studi Kepustakaan untuk Kawasan Industri)

    No full text
    Perkembangan sektor industri di Cikarang memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kemajuan ekonomi, tetapi juga membawa dampak buruk yang serius pada kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai bentuk kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh aktivitas industri di daerah Cikarang dan mengevaluasi peran pertanian berkelanjutan sebagai sarana pemulihan lingkungan. Metode yang diaplikasikan adalah pendekatan kualitatif dengan melakukan studi pustaka melalui analisis literatur ilmiah baik nasional maupun internasional yang relevan. Temuan dari kajian ini menunjukkan bahwa pertanian berkelanjutan, terutama pertanian perkotaan dan pertanian ramah lingkungan di sekitar area industri, memiliki potensi yang strategis sebagai bagian dari infrastruktur hijau. Pertanian tidak hanya berfungsi sebagai sumber pangan, tetapi juga berkontribusi pada penyerapan polutan, pengelolaan air hujan, pengendalian suhu di area tersebut, serta peningkatan kualitas tanah dan keanekaragaman hayati

    PARADOKS GENERASI Z DI LAHAN PERTANIAN: ANALISIS PERSEPSI DALAM MENGHADAPI KRISIS REGENERASI PETANI MUDA DI KOTAWARINGIN TIMUR

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi generasi Z terhadap sektor pertanian di Kabupaten Kotawaringin Timur dan menganalisis faktor sosial, ekonomi, dan psikologis yang memengaruhi persepsi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 200 responden berusia 18–28 tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan regresi logistik ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum generasi Z memiliki persepsi positif moderat dengan 48,9% responden menilai pertanian baik, 44,4% cukup baik, dan hanya 6,1% yang menilai sangat baik. Analisis regresi menunjukkan bahwa dua variabel berpengaruh signifikan terhadap persepsi, yaitu lingkungan tempat tinggal dan eksposur digital terhadap konten pertanian. Responden yang tinggal di lingkungan non-pertanian memiliki peluang 49% lebih rendah untuk memiliki persepsi positif dibanding yang tinggal di lingkungan pertanian. Sebaliknya, peningkatan satu tingkat eksposur digital terhadap pertanian meningkatkan peluang persepsi sangat baik sebesar 4,9%. Faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan orang tua tidak berpengaruh signifikan. Hasil ini menegaskan bahwa eksposur digital dan kedekatan lingkungan pertanian memainkan peran penting dalam membentuk citra dan minat generasi muda terhadap pertanian. Oleh karena itu, penguatan branding digital pertanian dan pengalaman lapangan menjadi strategi penting dalam menarik keterlibatan generasi Z di sektor pertanian

    Pengaruh Model Problem-Based Learning Berbantuan LKPD Multirepresentasi Terhadap Keterampilan Argumentasi Ilmiah Siswa SMP Pada Pembelajaran IPA

    No full text
    This study aims to explore the level of students' scientific argumentation skills before and after learning with the PBL model accompanied by a multirepresentation worksheet, as well as examining the effect of the application of the model on the scientific argumentation skills of junior high school students in science learning. The approach in this research is quantitative using a quasi-experimental type in the form of nonequivalent control group design. Data were collected via test and non-test techniques; test instruments are scientific arguments, while non-test instruments include interviews, observations, and documentation. The results showed that students' scientific argumentation skills before learning were in the weak category, and increased to a strong category after implementation of the PBL model assisted by multirepresentation worksheets. The results of an independent sample t-test produces a sig value. (2-tailed) which is 0.000 < 0.05, which proves that the application of the model to scientific argumentation skills has a significant influence. Therefore, the conclusion is that the multirepresentation worksheet-assisted PBL model significantly affects the scientific argumentation skills for junior high school students in science learning, from the weak category to the strong category. Keywords: E-LKPD SETS-based, Science Literacy, Teaching MaterialsPenelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji capaian keterampilan argumentasi ilmiah siswa sebelum dan setelah dilakukannya pembelajaran yang bermodel PBL disertai LKPD multirepresentasi, sekaligus menelaah pengaruh penerapan model tersebut terhadap keterampilan argumentasi ilmiah siswa SMP dalam pembelajaran IPA. Pendekatan pada penelitian ini yaitu kuantitatif menggunakan jenis quasi eksperimental berupa nonequivalent control group design. Data didapatkan melalui teknik tes dan non-tes; instrumen tes yakni soal argumentasi ilmiah, sedangkan instrumen non-tes meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan argumentasi ilmiah siswa sebelum pembelajaran berada pada kategori lemah, dan meningkat menjadi kategori kuat setelah mendapatkan implementasi dari model PBL disertai LKPD multirepresentasi. Uji independent sample t-test menghasilkan nilai sig. (2-tailed) yakni 0,000 < 0,05, yang membuktikan bahwa penerapan model tersebut terhadap keterampilan argumentasi ilmiah memiliki pengaruh signifikan. Oleh karena itu, kesimpulannya bahwa model PBL berbantuan LKPD multirepresentasi secara signifikan mempengaruhi keterampilan argumentasi ilmiah bagi siswa SMP pada pembelajaran IPA, dari kategori lemah menjadi kategori kuat. Kata kunci : Bahan Ajar, E-LKPD berbasis SETS, Literasi Sain

    The Role of Leadership, Ethical Behavior, and Market Orientation in Improving Social Entrepreneurship Outcomes and Impact on Local Communities in Indonesia

    No full text
    Social entrepreneurship has become a potent tool for bringing about positive change in local communities, particularly in developing nations like Indonesia. The present study employs a quantitative approach to investigate the significance of leadership, ethical conduct, and market orientation in propelling the outcomes of social entrepreneurship and their influence on nearby communities. The study employs structural equation modeling (SEM) with partial least squares (PLS-SEM) to examine the correlations between these factors. It is based on a sample of 468 social enterprises and organizations. Results showed that Improving the results of social entrepreneurship and its influence on regional communities primarily depends on effective leadership, which encompasses both transformational and transactional approaches. Transparency, accountability, and social responsibility are the cornerstones of ethical behavior, closely linked to improved social entrepreneurship outcomes and increased community well-being. Market orientation dramatically enhances the results of social entrepreneurship and its influence on the community. It encompasses market research, customer feedback, and market-based strategy. The study's findings offer the potential to improve social entrepreneurship theory, which strongly emphasizes market responsiveness, ethical principles, and leadership. Furthermore, this study provides valuable implications for stakeholders, policymakers, and social entrepreneurs who wish to use social entrepreneurship projects to promote positive social change. Social companies can optimize their impact by allocating resources towards leadership development, instituting ethical norms, prioritizing market research, and taking a comprehensive strategy

    Studi In Silico Potensi Senyawa Bioaktif Teh Kewer Garut (Cassia occidentalis Linn) sebagai Antikanker Paru

    No full text
    Kanker paru merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas global, dengan non-small cell lung cancer (NSCLC) sebagai subtipe yang paling umum. Salah satu upaya pengembangan terapi yang efektif dan aman adalah melalui eksplorasi senyawa bioaktif dari tanaman tradisional. Teh Kewer, teh khas Garut, Indonesia, dikenal mengandung senyawa antioksidan tinggi dan berpotensi sebagai agen antikanker yang menargetkan pada reseptor EGFR. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan memvalidasi potensi senyawa bioaktif teh Kewer (Cassia occidentalis Linn) sebagai kandidat antikanker paru menggunakan pendekatan in silico. Metodologi ini mengintegrasikan beberapa pendekatan skrining komputasional, termasuk skrining 37 senyawa bioaktif untuk aktivitas potensialnya, pemodelan farmakofor, dan penambatan molekuler untuk memprediksi interaksi senyawa dengan EGFR, protein target dalam patogenesis kanker paru-paru. Selain itu, simulasi dinamika molekuler selama 100 ns dilakukan untuk mengevaluasi stabilitas kompleks protein-ligan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Afzelin adalah senyawa terbaik dengan energi ikatan terendah (ΔG) sebesar -10,33 kkal/mol. Selain itu analisis dinamika molekuler mengonfirmasi stabilitas kompleks Afzelin-EGFR, dengan RMSD yang dapat diterima sebesar 2,121 Å dan fluktuasi minimal dalam interaksi dengan residu aktif esensial (MET793). Walaupun terdapat keterbatasan dalam memenuhi kriteria Lipinski’s rule of five dan parameter farmakokinetik, potensi ini dapat ditingkatkan melalui optimasi struktur kimia. Sehingga Afzelin merupakan senyawa yang berpotensi sebagai agen antikanker paru.Kanker paru merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas global, dengan non-small cell lung cancer (NSCLC) sebagai subtipe yang paling umum. Salah satu upaya pengembangan terapi yang efektif dan aman adalah melalui eksplorasi senyawa bioaktif dari tanaman tradisional. Teh Kewer, teh khas Garut, Indonesia, dikenal mengandung senyawa antioksidan tinggi dan berpotensi sebagai agen antikanker yang menargetkan pada reseptor EGFR. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan memvalidasi potensi senyawa bioaktif teh Kewer (Cassia occidentalis Linn) sebagai kandidat antikanker paru menggunakan pendekatan in silico. Metodologi ini mengintegrasikan beberapa pendekatan skrining komputasional, termasuk skrining 37 senyawa bioaktif untuk aktivitas potensialnya, pemodelan farmakofor, dan penambatan molekuler untuk memprediksi interaksi senyawa dengan EGFR, protein target dalam patogenesis kanker paru-paru. Selain itu, simulasi dinamika molekuler selama 100 ns dilakukan untuk mengevaluasi stabilitas kompleks protein-ligan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Afzelin adalah senyawa terbaik dengan energi ikatan terendah (ΔG) sebesar -10,33 kkal/mol. Selain itu analisis dinamika molekuler mengonfirmasi stabilitas kompleks Afzelin-EGFR, dengan RMSD yang dapat diterima sebesar 2,121 Å dan fluktuasi minimal dalam interaksi dengan residu aktif esensial (MET793). Walaupun terdapat keterbatasan dalam memenuhi kriteria Lipinski’s rule of five dan parameter farmakokinetik, potensi ini dapat ditingkatkan melalui optimasi struktur kimia. Sehingga Afzelin merupakan senyawa yang berpotensi sebagai agen antikanker paru

    Analisis Perkembangan Kinerja Keuangan KSPPS BMT Anugrah Berkah ditinjau dari Rasio Keuangan Periode 2022-2024

    No full text
    Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Baitul Maal wat Tamwil (BMT) memiliki peran penting dalam penyediaan pembiayaan berbasis syariah bagi usaha mikro dan kecil. Keberlanjutan operasional lembaga ini sangat bergantung pada kinerja keuangannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan kinerja keuangan KSPPS BMT Anugrah Berkah selama periode 2022–2024 menggunakan analisis rasio keuangan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan. Rasio yang dianalisis meliputi likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan efisiensi operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KSPPS BMT Anugrah Berkah memiliki tingkat likuiditas yang relatif tinggi. Namun, kondisi tersebut tidak diikuti oleh kinerja profitabilitas dan efisiensi operasional yang memadai. Rasio solvabilitas cenderung meningkat, sementara rasio profitabilitas menurun hingga bernilai negatif pada tahun 2024. Peningkatan biaya operasional terhadap pendapatan operasional menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penurunan kinerja tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa tingginya likuiditas belum dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kinerja keuangan yang berkelanjutan.   Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Baitul Maal wat Tamwil (BMT) memiliki peran penting dalam penyediaan pembiayaan berbasis syariah bagi usaha mikro dan kecil. Keberlanjutan operasional lembaga ini sangat bergantung pada kinerja keuangannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan kinerja keuangan KSPPS BMT Anugrah Berkah selama periode 2022–2024 menggunakan analisis rasio keuangan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan. Rasio yang dianalisis meliputi likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan efisiensi operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KSPPS BMT Anugrah Berkah memiliki tingkat likuiditas yang relatif tinggi. Namun, kondisi tersebut tidak diikuti oleh kinerja profitabilitas dan efisiensi operasional yang memadai. Rasio solvabilitas cenderung meningkat, sementara rasio profitabilitas menurun hingga bernilai negatif pada tahun 2024. Peningkatan biaya operasional terhadap pendapatan operasional menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penurunan kinerja tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa tingginya likuiditas belum dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kinerja keuangan yang berkelanjutan

    0

    full texts

    2,148

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Journal Universitas Garut
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇