Online Journal Universitas Garut
Not a member yet
    2148 research outputs found

    Presensi jurnalistik media TV bagi milenial di era 4.0

    No full text
    AbstractThis study discusses the dynamics of changes in media consumption behavior by the millennial generation in Medan City, with a special focus on how they access and interpret the existence of television media amidst the advancement of the digital era 4.0. In this context, the millennial generation is known as an age group that grew and developed amidst the rapid advancement of digital technology and massive internet penetration. They are a generation that is not only familiar with, but also highly dependent on digital devices in their daily lives. This tendency directly influences their patterns in accessing information, consuming entertainment, interacting socially, and forming views, attitudes, and opinions on various issues. The main problem in this study is how the millennial generation responds to the presence of television media amidst the dominance of digital platforms, and how television media strives to maintain its relevance in the eyes of an increasingly selective young audience. The purpose of this study is to explore the preferences, perceptions, and subjective experiences of the millennial generation towards media consumption, and to understand how television media is positioned in the media landscape that is now dominated by internet-based platforms. This study uses a qualitative descriptive method, with data collection techniques through participatory observation and in-depth interviews with a number of millennials in Medan City. The results of the study show that most millennials tend to choose digital media such as YouTube, Netflix, and social media because of the desire for time, freedom to choose content, and aspects of interactivity. However, television media still has its own place, especially for content that is informative, formal, and has high credibility such as news or documentaries.Keywords: Digital Era 4.0; digital transformation; journalism; millennials; social media; TV media. AbstrakPenelitian ini membahas dinamika perubahan perilaku konsumsi media oleh generasi milenial di Kota Medan, dengan fokus khusus pada cara mereka mengakses dan memaknai keberadaan media televisi di tengah kemajuan era digital 4.0. Dalam konteks ini, generasi milenial dikenal sebagai kelompok usia yang tumbuh dan berkembang di tengah pesatnya kemajuan teknologi digital dan penetrasi internet yang masif. Mereka merupakan generasi yang tidak hanya akrab, tetapi juga sangat tergantung pada perangkat digital dalam kehidupan sehari-hari. Kecenderungan ini secara langsung memengaruhi pola mereka dalam mengakses informasi, mengonsumsi hiburan, berinteraksi sosial, serta membentuk pandangan, sikap, dan opini terhadap berbagai isu. Masalah utama dalam penelitian ini adalah bagaimana generasi milenial merespons kehadiran media televisi di tengah dominasi platform digital, serta bagaimana media televisi berupaya untuk mempertahankan relevansinya di mata audiens muda yang semakin selektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi preferensi, persepsi, dan pengalaman subjektif generasi milenial terhadap konsumsi media, serta untuk memahami bagaimana media televisi diposisikan dalam lanskap media yang kini didominasi oleh platform berbasis internet. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap sejumlah milenial di Kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas milenial cenderung memilih media digital seperti YouTube, Netflix, dan media sosial karena alasan fleksibilitas waktu, kebebasan memilih konten, serta aspek interaktivitas. Namun demikian, media televisi masih memiliki tempat tersendiri, terutama untuk konten-konten yang bersifat informatif, formal, dan memiliki kredibilitas tinggi seperti berita atau dokumenter.Kata-kata kunci: Era digital 4.0; jurnalistik; media TV; media sosial; milenial; transformasi digita

    Analisis wacana kritis dekonstruksi peran gender pada drama the tale of lady ok

    No full text
    Abstract South Korea still presents a patriarchal social system, mainly due to the strong influence of Confucianism since the Joseon Dynasty. The patriarchal system in society is often represented through media, including Korean dramas that feature gender stereotypes towards female characters. However, the drama The Tale of Lady Ok chosen by the authors presents a different narrative through its main character, Ok Tae Young, a woman from the slave class who challenges traditional gender norms and stereotypes. This character is not only represented as an empowered woman, but also as a figure who is able to reverse her social position in a patriarchal society structure. This research aims to find out how the drama deconstructs gender roles through the main character Ok Tae Young. The researcher used a qualitative approach with the critical discourse analysis method of Teun A. van Dijk model which includes three main dimensions, the dimensions of text, social cognition, and social context. The results of the research through the analysis of these three dimensions show that the drama actively deconstructs gender roles through the main character who has a strategic position in the public space and the realm of power. The narrative carried by the main character shows resistance to traditional gender construction and the ability to penetrate the patriarchal social system through her leadership capacity, empathy, and legal strategies. The dramas not only showcase resistance to gender inequality, but also offer an alternative discourse that women have the potential to be agents of change. Keyword: Critical discourse analysis; deconstruction; gender; korean drama; ok tae young.   Abstrak Korea Selatan hingga kini masih menunjukkan sistem sosial yang patriarkis, terutama karena pengaruh kuat paham Konfusionisme sejak Era Dinasti Joseon. Sistem patriarkis dalam kehidupan bermasyarakat tersebut kerap direpresentasikan melalui media, termasuk drama Korea yang menampilkan stereotip gender terhadap tokoh perempuan. Namun, drama The Tale of Lady Ok yang dipilih oleh peneliti menghadirkan narasi berbeda melalui tokoh utamanya, yakni Ok Tae Young, seorang perempuan dari kelas budak yang menantang norma serta stereotip gender tradisional. Tokoh ini tidak hanya direpresentasikan sebagai perempuan yang berdaya, tetapi juga sebagai figur yang mampu membalikkan posisi sosialnya dalam struktur masyarakat patriarkis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana drama tersebut mendekonstruksi peran gender melalui tokoh utama Ok Tae Young. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana kritis model Teun A. van Dijk yang mencakup tiga dimensi utama, yaitu dimensi teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasil penelitian melalui analisis ketiga dimensi tersebut menunjukkan bahwa drama secara aktif mendekonstruksi peran gender melalui tokoh utama yang memiliki posisi strategis dalam ruang publik dan ranah kekuasaan. Narasi yang dibawa tokoh utama memperlihatkan perlawanan terhadap konstruksi gender tradisional serta kemampuan menembus sistem sosial patriarkis melalui kapasitas kepemimpinan, empati, dan strategi hukum yang dimilikinya. Drama ini tidak hanya menampilkan perlawanan terhadap ketimpangan gender, tetapi juga menawarkan wacana alternatif bahwa perempuan memiliki potensi untuk menjadi agen perubahan. Kata-kata kunci: Analisis wacana kritis; dekonstruksi; gender; drama korea; ok tae young

    Konstruksi identitas virtual perempuan dalam interaksi romantis di game dating simulator love and deepspace

    No full text
    Abstract Dating simulator games, such as Love and Deepspace, not only offer entertainment, but also become a space for players to explore and build their virtual identities. In this context, women as players have a unique experience in forming their self-concept through the romantic interactions offered by the game. The purpose of this study is to analyze how the virtual identity of women in the game Love and Deepspace. This study uses a qualitative approach with a descriptive type. This research was conducted in Surabaya by conducting interviews. Data collection techniques used in-depth interviews, documentation, and observation. Data will be analyzed using thematic analysis. The data analysis technique follows the steps proposed by Miles and Huberman which include three main components: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that the construction of women's virtual identities in romantic interactions in the dating simulator game Love and Deepspace can be concluded that this game functions as a significant platform for women to build and express their virtual identities. Through character customization and interactions with non-player characters (NPCs), players have the opportunity to explore aspects of themselves that may not be expressed in the real world. The game also creates a hyperreality experience, so it is important for players to be aware that while in-game experiences can be emotionally satisfying, they must still consider the context and dynamics of real-world relationships. Keywords: Women; online games; virtual identity; love and deepspace.   Abstrak Game dating simulator, seperti Love and Deepspace, tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi pemain untuk mengeksplorasi dan membangun identitas virtual mereka. Dalam konteks ini, perempuan sebagai pemain memiliki pengalaman yang unik dalam membentuk konsep diri mereka melalui interaksi romantis yang ditawarkan oleh game tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana identitas virtual perempuan dalam game Love and Deepspace. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Surabaya dengan melakukan wawancara. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam (in-depth interview), dokumentasi, dan observasi. Data akan dianalisis menggunakan analisis tematik. Teknik analisis datanya mengikuti langkah- langkah yang diusulkan oleh Miles dan Huberman yang mencakup tiga komponen utama: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konstruksi identitas virtual perempuan dalam interaksi romantis di dalam game dating simulator Love and Deepspace dapat disimpulkan bahwa game ini berfungsi sebagai platform yang signifikan bagi perempuan untuk membangun dan mengekspresikan identitas virtual mereka. Melalui kustomisasi karakter dan interaksi dengan karakter non- pemain (NPC), pemain memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai aspek dari diri mereka yang mungkin tidak dapat diekspresikan di dunia nyata, Game ini juga menciptakan pengalaman hiperreality, maka penting bagi pemain untuk menyadari bahwa meskipun pengalaman dalam game dapat memberikan kepuasan emosional, mereka tetap harus mempertimbangkan konteks dan dinamika hubungan di dunia nyata. Kata-kata kunci: Perempuan; game online; identitas virtual; love and deepspace

    Tren “marriage is scary” di tiktok: Analisis resepsi perempuan generasi Z

    No full text
    Abstract A phenomenon that is currently emerging from negative narratives about marriage circulating on social media, particularly TikTok. Such as cases of infidelity, domestic violence, and emotional pressure. The purpose of this study is to understand and describe how Gen Z women interpret and respond to this trend. In this study, Stuart Hall's reception theory (encoding-decoding) is used to analyze how content creators and Gen Z female viewers decode the message “Marriage is Scary.” The research method used is descriptive qualitative, with data collection through in-depth interviews with six Gen Z women aged between twenty-three and twenty-six who are active on TikTok and reside in Jakarta and Surabaya. The research shows that four informants are in a position of negotiation, accepting the narrative message as an important lesson in preparing financially and psychologically and becoming more critical in choosing a partner. Gen Z women view this trend as validation of their concerns and motivation to prevent potential issues in marriage. Two informants were in a position of opposition, rejecting the frightening narrative due to strong religious beliefs or personal experiences that support a positive perception of marriage. The influence of this trend prompts Gen Z women to reconsider traditional norms, demand equality, and commit to building healthy relationships. Keywords: Reception; gen Z women; marriage is scary; tiktok; marriage.    Abstrak  Fenomena yang sedang marak muncul dari narasi negatif tentang pernikahan yang beredar di sosial media, khususnya TikTok. Seperti kasus perselingkuhan, KDRT, dan tekanan emosional. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan mendeskripsikan bagaimana perempuan Gen Z memaknai dan menanggapi tren ini. Dalam penelitian ini, teori resepsi Stuart Hall (encoding-decoding), digunakan untuk menganalisis bagaimana pembuat konten dan penonton perempuan Gen Z mendekodekan pesan “Marriage is Scary”. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan enam informan perempuan Gen Z yang berusia antara dua puluh tiga dan dua puluh enam yang aktif di TikTok, berdomisili Jakarta dan Surabaya. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat informan yang berada pada posisi negosiasi, menerima pesan narasi sebagai pelajaran penting dalam mempersiapkan diri secara finansial dan psikologis serta menjadi lebih kritis untuk memilih pasangan. Perempuan Gen Z menilai tren ini sebagai validasi terhadap kekhawatiran dan dorongan dalam mencengah masalah yang mungkin muncul dalam pernikahan. Dua informan berada dalam posisi oposisi, menolak narasi menakutkan karena keyakian agama yang kuat atau pengalaman pribadi yang mendukung persepsi positif mengenai pernikahan. Pengaruh tren ini memicu perempuan Gen Z untuk mempertimbangkan kembali norma tradisional, menuntut kesetaraan, dan berkomitmen dalam membangun hubungan yang sehat. Kata-kata kunci: Resepsi; perempuan gen Z; marriage is scary; tiktok; pernikahan.

    Disparitas Gender Dalam Penggunaan Couchsurfing Sebagai Media Pengembangan Pariwisata Backpacker Kota Bandung

    No full text
    Permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini adalah disparitas gender dalam penggunaan Couchsurfing sebagai media pengembangan pariwisata backpacker di Kota Bandung. Sebuah platform online yang memungkinkan wisatawan untuk merasakan “tumpangan menginap gratis” dan mendapatkan pengalaman autentik daripada sekadar mengunjungi tempat-tempat wisata populer. Fenomena penggunaan Couchsurfing merupakan bukti nyata dari pergeseran perilaku wisata yang telah terjadi. Namun demikian, perlu diakui bahwa meskipun fenomena ini mempromosikan pertukaran budaya, harmonisasi budaya seringkali masih sulit tercapai. Sejumlah penelitian terdahulu belum menunjukan pengetahuan terkait ketimpangan/disparitas gender yang terjadi pada penggunaan Couchsurfing. Padahal berdasarkan praktiknya, kendala seperti hambatan bahasa, kesenjangan budaya, disparitas gender, bahkan kejahatan berupa love scamming, pencurian, dan pelecehan seksual kerap terjadi terutama pada wisatawan perempuan. Merujuk pada fokus tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi wacana disparitas gender yang meliputi perspesi aman dan nyaman pengguna Couchsurfing perempuan serta pola interaksi pengguna Couchsurfing lintas gender dalam konteks dimensi budaya Geertz Hofstede. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika relasi gender dalam ruang digital pariwisata, memperkaya kajian komunikasi lintas budaya, serta menjadi dasar pengembangan strategi komunikasi yang mendorong lingkungan wisata digital yang lebih setara, inklusif, dan berkeadilan gender di masa depan. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti pentingnya literasi digital dalam memperkuat kesadaran wisatawan

    Pengaruh Jenis dan Dosis Pupuk Kandang yang Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tomat Kultivar TM Blazer

    No full text
    Tomato (Solanum lycopersicum) is a widely consumed vegetable crop. Proper cultivation techniques, particularly fertilization, play a crucial role in enhancing its productivity. The application of various types and doses of organic fertilizers is expected to influence the growth and yield of the TM Blazer tomato cultivar. However, organic fertilizer application may also lead to an increase in weed growth in the field, necessitating an assessment of weed diversity. This study was conducted from June to September 2024 in Karamatwangi Village, Cisurupan District, Garut Regency. A factorial randomized complete block design (RCBD) with a 4 × 3 factorial arrangement and two replications was employed. The first factor was the type of organic fertilizer (P): p0 (control), p1 (cattle manure), p2 (sheep manure), and p3 (chicken manure). The second factor was the fertilizer dosage (D): d1 (5 tons/ha), d2 (10 tons/ha), and d3 (15 tons/ha). The results indicated no significant interaction between the type and dosage of organic fertilizers. However, chicken manure (p3) exhibited a significant independent effect on plant growth parameters. A dosage of 15 tons/ha significantly influenced plant height, leaf number, stem diameter, leaf area, and fruit weight at 42 and 63 days after transplanting (DAT).Tomat (Solanum lycopersicum) merupakan tanaman sayuran yang sering dimanfaatkan untuk sehari-hari. Teknik budidaya tanaman tomat yang baik terutama pemberian pupuk dapat membantu meningkatkan hasil produktivitasnya. Pemberian berbagai jenis dan dosis pupuk kandang diharapkan dapat memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tomat kultivar TM blazer, meskipun pemberian pupuk kandang akan berdampak meningkatnya pertumbuhan gulma di lahan sehingga perlu dilakukan pengamatan keragaman gulma di lahan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni sampai bulan September 2024 yang bertempat di Desa. Karamatwangi Kecamatan. Cisurupan, Kabupaten. Garut. Percobaan ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok dengan pola faktorial 4 X 3 dengan dua kali ulangan. Faktor pertama pupuk kandang (P), yaitu: p0 (Kontrol), p1 (pupuk kandang sapi), p2 (pupuk kandang domba) dan p3 (pupuk kandang ayam). Faktor kedua adalah dosis pupuk kandang (D), yaitu: d1 (5 ton/ha), d2 (10 ton/ha) dan d3 (15 ton/ha). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara perlakuan pupuk kandang dan dosis. Namun hanya terdapat pengaruh mandiri dari pupuk kandang p3 (pupuk kandang ayam) yang memiliki pengaruh secara signifikan terhadap parameter pertumbuhan tanaman. Dosis 15 ton/ha pupuk kandang pada pengamatan ke 42 HST dan 63 HST berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah daun dan bobot buah pada tanaman tomat

    Penerapan Lean Hospital Dalam Meningkatkan Efisiensi Manajemen Operasional Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Daerah Sanjiwani Gianyar

    No full text
    Efisiensi operasional merupakan elemen yang sangat penting dalam manajemen rumah sakit. Panjang antrean pasien sering kali mencerminkan kurangnya efisiensi dalam pengelolaan alur pasien, khususnya pada unit rawat jalan. Untuk mengatasi tantangan tersebut, pendekatan Lean Management, atau yang dikenal sebagai Lean Hospital, telah banyak diterapkan. Lean Hospital berorientasi pada pengurangan pemborosan dalam berbagai proses, sehingga sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan dengan lebih efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hasil implementasi Lean Management di rumah sakit, mengidentifikasi kontribusi pendekatan ini terhadap efisiensi operasional, dan mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya. Populasi penelitian ini berjumlah 300 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data penelitian melalui observasi, wawancara, dan kuisioner. Penelitian ini diawali dengan proses identifikasi pemborosan (waste), kemudian lean healthcare diterapkan menggunakan tiga alat utama, yaitu Value Stream Mapping (VSM), Waste Relationship Matrix (WRM), dan Root Cause Analysis (RCA). Berdasarkan hasil penelitian waste overproduction sebesar 18,8% berupa duplikasi data atau rekam medis, menjadi waste paling dominan dan beban kerja petugas yang tinggi menjadi akar penyebab utama timbulnya duplikasi rekam medis (overproduction), akibat kurang telitinya petugas saat pelayanan

    PENGARUH LEVEL BATU BATA DENGAN LAMA PEMERAMAN TERHADAP PENYUSUTAN BOBOT DAN ORGANOLEPTIK TELUR ASIN ITIK

    No full text
    Eggs are a perishable livestock product. Therefore, eggs are often preserved by processing them into salted eggs. The purpose of this study was to determine the effect of brick level with curing duration which had the best effect on weight loss and organoleptic salted duck eggs. This research was conducted in February 2023 in Kampung Cikendi Rt/Rw 001/004 Sukawangi Village, Tarogong Kaler District, Garut Regency. This study used the RAL method with 6 treatments and 3 replications until there is 18 experimental units. The treatment in this study were: P1 = 2 parts of bricks: 1 part of salt with 7 days curing, P2 = 2 parts of bricks : 1 part of salt with 14 days of curing, P3 = 2.5 parts of bricks : 1 part of salt with curing 7 days, P4 = 2.5 parts of brick : 1 part of salt with 14 days of curing, P5 = 3 parts of brick : 1 part of salt with 7 days of curing, P6 = 3 parts of stone : 1 part of salt with 14 days of curing. The variables observed in this study were: weight loss, color, aroma, taste. The results salted duck eggs showed that brick level with curing time had an effect on weight loss and organoleptic salted duck eggs. Brick level a ratio of 2.5 parts of brick : 1 part of salt and curing time of 14 days gave the best effect.Sebagai salah satu produk peternakan, telur memiliki daya simpan yang rendah. Oleh karena itu, pengolahan menjadi telur asin merupakan metode pengawetan yang sering diterapkan. Penelitian ini difokuskan pada identifikasi dosis serbuk batu bata dan lama pemeraman yang mampu memberikan efek paling optimal terhadap reduksi berat dan sifat sensorik (organoleptik) telur asin itik. Studi ini telah dilaksanakan pada Februari 2023 di lokasi Kampung Cikendi RT/RW 001/004, Desa Sukawangi, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. Metodologi eksperimen menggunakan Desain Acak Lengkap (RAL). Struktur rancangan ini terdiri dari enam taraf perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali, sehingga total satuan eksperimental yang digunakan adalah 18 unit. Perlakuan-perlakuan yang diaplikasikan meliputi: P1: Rasio 2:1 (batu bata:garam), 7 hari pemeraman; P2: Rasio 2:1, 14 hari pemeraman; P3: Rasio 2,5:1, 7 hari pemeraman; P4: Rasio 2,5:1, 14 hari pemeraman; P5: Rasio 3:1, 7 hari pemeraman; P6: Rasio 3:1, 14 hari pemeraman. Variabel yang diukur adalah penyusutan bobot, serta karakteristik organoleptik (meliputi warna, aroma, dan rasa). Temuan penelitian mengindikasikan bahwa baik konsentrasi serbuk batu bata maupun durasi pemeraman memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penyusutan bobot dan atribut organoleptik telur asin itik. Perlakuan P4, yang terdiri dari rasio 2,5 bagian batu bata terhadap 1 bagian garam dan periode fermentasi selama 14 hari, memberikan hasil terbaik

    Perancangan Perancangan dan Realisasi Antena Mikrostrip Patch Rectangular Array Empat Elemen Pada Frekuensi 920-923 Mhz Untuk Komunikasi Long Range (LoRa)

    No full text
    LoRa merupakan teknologi komunikasi yang populer dalam aplikasi IoT karena jangkauan hingga 15 km dan konsumsi daya rendah. Teknologi ini telah digunakan di berbagai negara, termasuk Indonesia, karena efisiensi energi dan biaya. Namun, penggunaannya tidak selalu sesuai dengan regulasi frekuensi tiap negara. Sebagian besar perangkat LoRa yang beredar di pasaran bekerja pada frekuensi 433 MHz, 868 MHz, dan 915 MHz. Hal tersebut berbeda dengan regulasi frekuensi LoRa di Indonesia, yang mengharuskan perangkat LPWA (Low Power Wide Area) non seluler beroperasi pada rentang frekuensi 920–923 MHz sesuai dengan Peraturan Direktur Jendral Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika No 3 Tahun 2019. Untuk mendukung hal ini, diperlukan pengembangan antena yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, mensimulasikan, dan merealisasikan antena mikrostrip patch rectangular array yang bekerja pada frekuensi 920-923 Mhz untuk komunikasi LoRa. Antena dirancang menggunakan metode konfigurasi array dengan empat elemen peradiasi guna meningkatkan gain dan performa antena. Simulasi dilakukan menggunakan CST Studio Suite 2019 untuk memprediksi performa antena. Hasil simulasi menunjukkan VSWR 1.3681, return loss -16.169 dB, gain 4.015 dBi, dan bandwidth 3 Mhz. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa VSWR 3.2521, return loss -5.5338 dB, gain 6.298 dBi, sedangkan bandwidth tidak dapat dihitung karena VSWR lebih dari 2. Pola radiasi di bidang elevasi menunjukkan bahwa hasil simulasi mendekati bentuk unidirectional, sedangkan hasil pengukuran menunjukkan bentuk omnidirectional. Pada bidang azimuth, simulasi menunjukkan pola bidirectional, sementara pengukuran memperlihatkan pola omnidirectional. Meskipun antena berhasil meningkatkan gain secara signifikan, terdapat perbedaan parameter antara hasil perhitungan, simulasi, dan pengukuran

    Analisis Jarak dan Tegangan Kritis Penyulang CLDG: Studi Kasus dan Validasi ETAP-MATLAB

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jarak terjauh dan tegangan terendah pada sistem distribusi penyulang Ciledug (CLDG) di Kota Tasikmalaya. Latar belakang penelitian ini adalah ketidakstabilan tegangan, khususnya tegangan rendah pada titik-titik tertentu, yang berpotensi merusak peralatan listrik, menurunkan efisiensi operasional, dan meningkatkan rugi daya. Metode yang digunakan adalah simulasi aliran daya dengan bantuan perangkat lunak ETAP 19.0.1 dan MATLAB R2023a, menggunakan data sekunder dari PLN. Hasil simulasi menunjukkan jarak terjauh pada penyulang CLDG mencapai 23,51 km, berada di Bus C064 dengan trafo SKUP 250 kVA. Tegangan terendah tercatat pada Bus C045 dengan trafo GUTI, yaitu 18,063 kV pada beban 80% dan 17,461 kV pada beban 100%, yang tidak memenuhi standar SPLN 72:1987. Standar ini menetapkan batas toleransi dengan maksimum 21 kV dan minimum 18 kV, tegangan pada beban 100% dinyatakan tidak memenuhi kriteria

    0

    full texts

    2,148

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Journal Universitas Garut
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇