Online Journal Universitas Garut
Not a member yet
2148 research outputs found
Sort by
Transformation of Students' Scientific Reasoning Through Artificial Intelligence-Based Media: A Systematic Review
This study aims to examine the transformation of students' scientific reasoning through the use of Artificial Intelligence (AI)-based media in science education. The method employed is a Systematic Literature Review (SLR), with a comprehensive literature search conducted in the Scopus database. This study reviews various articles that discuss the application of AI in science education, particularly focusing on its impact on students' scientific reasoning. The findings show that AI significantly contributes to enhancing students' abilities to analyze data, identify patterns, and understand complex scientific concepts. AI technologies, such as Graph Neural Networks (GNN) and generative AI models (VAE and GAN), enable students to conduct virtual experiments and simulations that accelerate their understanding of science content. Additionally, AI supports adaptive learning tailored to students' individual needs, allowing them to learn at their own pace. In conclusion, integrating AI into science education not only accelerates the learning process but also deepens students' scientific reasoning, equipping them with critical thinking skills necessary to tackle future challenges. The implications of this study suggest that AI can be an effective pedagogical tool in enriching students' learning experiences, and further exploration of its use in various educational contexts is essential
IMPLEMENTASI MANAJEMEN INOVASI DAN KREATIFITAS GURU DALAM MENINGKATKAN PRESTASI SISWA
Salah satu hal penting dalam meningkatkan prestasi siswa adalah adanya guru yang inovatif dan kreatif dalam pengajaran. Implementasi manajemen inovasi dan kreativ sangat penting dalam meningkatkan kemajuan siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan manajemen inovatif dan kreativitas guru untuk meningkatkan prestasi siswa. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa manajemen kreativitas dan inovasi memiliki dampak positif yang besar dalam meningkatkan prestasi siswa. Namun, penerapannya bukan tanpa kesulitan, termasuk kurangnya sumber daya, kebutuhan untuk mengembangkan keterampilan teknologi, pergeseran paradigma dalam pembelajaran, dan persyaratan untuk penilaian yang sesuai. Sebagai kesimpulan, salah satu elemen penting dalam meningkatkan prestasi siswa adalah penggunaan manajemen kreativitas dan inovasi oleh para pendidik. Pemerintah, lembaga pendidikan, dan lembaga profesional terkait harus bekerja sama untuk menyediakan sumber daya, pelatihan, dan dukungan yang diperlukan untuk melakukan hal ini. Hasilnya, para pendidik dapat memperlengkapi siswa mereka dengan lebih baik untuk menghadapi tantangan masa depan dan menghasilkan generasi yang adaptif, inovatif dan kreatif.
Kata-kata Kunci : Prestasi, Kreativitas, Inovasi, Dan ManajemenSalah satu hal penting dalam meningkatkan prestasi siswa adalah adanya guru yang inovatif dan kreatif dalam pengajaran. Implementasi manajemen inovasi dan kreativ sangat penting dalam meningkatkan kemajuan siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan manajemen inovatif dan kreativitas guru untuk meningkatkan prestasi siswa. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa manajemen kreativitas dan inovasi memiliki dampak positif yang besar dalam meningkatkan prestasi siswa. Namun, penerapannya bukan tanpa kesulitan, termasuk kurangnya sumber daya, kebutuhan untuk mengembangkan keterampilan teknologi, pergeseran paradigma dalam pembelajaran, dan persyaratan untuk penilaian yang sesuai. Sebagai kesimpulan, salah satu elemen penting dalam meningkatkan prestasi siswa adalah penggunaan manajemen kreativitas dan inovasi oleh para pendidik. Pemerintah, lembaga pendidikan, dan lembaga profesional terkait harus bekerja sama untuk menyediakan sumber daya, pelatihan, dan dukungan yang diperlukan untuk melakukan hal ini. Hasilnya, para pendidik dapat memperlengkapi siswa mereka dengan lebih baik untuk menghadapi tantangan masa depan dan menghasilkan generasi yang adaptif, inovatif dan kreati
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN WORDWALL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS III SD NEGERI BANJARAN 1 KOTA KEDIRI
Kurangnya variasi dalam pembelajaran menyebabkan rendahnya semangat dan motivasi belajar siswa. Untuk mengatasi hal ini, peneliti menerapkan media pembelajaran Wordwall dengan tujuan meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas III SDN Banjaran I Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, dengan setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media Wordwall berdampak positif, terbukti dengan peningkatan hasil belajar siswa. Pada siklus I, 46% siswa berada pada kategori tinggi, dan meningkat menjadi 73% pada kategori sangat tinggi di siklus II. Kesimpulannya, penggunaan media Wordwall efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas III SDN Banjaran I Kota Kediri.
Kata-kata Kunci: Wordwall, Bahasa Indonesia, Hasil BelajarKurangnya variasi dalam pembelajaran menyebabkan rendahnya semangat dan motivasi belajar siswa. Untuk mengatasi hal ini, peneliti menerapkan media pembelajaran Wordwall dengan tujuan meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas III SDN Banjaran I Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, dengan setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media Wordwall berdampak positif, terbukti dengan peningkatan hasil belajar siswa. Pada siklus I, 46% siswa berada pada kategori tinggi, dan meningkat menjadi 73% pada kategori sangat tinggi di siklus II. Kesimpulannya, penggunaan media Wordwall efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas III SDN Banjaran I Kota Kediri
EFEKTIVITAS TEORI BELAJAR KOGNITIF MELALUI PETA PIKIRAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas penggunaan strategi pembelajaran berupa peta pikiran, dimana teori ini berlandaskan teori belajar kognitif dalam upaya meningkatkan pemahaan konsep matematika siswa kelas V Sekolah Dasar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penemuan sebuah metode pembelajaran yang dinilai efektif untuk membantu siswa memahami konsep matematika yang sering kali pembelajaran matematika dianggap sulit. Penelitian ini meibatkan 26 siswa kelas V yang terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan di sebuah Sekolah Dasar sebagai partisipan. Data dikumpulkan dengan menggunakan beberapa metode, termasuk observasi partisipan selama proses pembelajaran serta analisis dokumen berupa hasil pekerjaan siswa seperti lembar kerja siswa dan tes pemahaman konsep (post-test). Analisis data dalam mini riset ini dilakukan dengan cara deskriptif kualitatif dengan focus pada keadaan bagaimana peta pikiran mampu membantu siswa dalam mengorganisir informasi, membangun konseksi antar konsep dan meningkatkan kemampuan mengingat dan memahami konsep matematika. Hasil penelitian menunjukan bahwa peta pikiran dapat memberikan kontribusi positif terhadap pemahaman konsep matematika siswa meskipun Tingkat efektivitasnya bervariasi antar individu. Terdapat beberapa siswa mengalami peningkatan signifikan, namun terdapat pula siswa yang menunjukan peningkatan yang lebih bersifat moderat. Temuan ini memberikan implikasi yang penting bagi guru dalam merancang dan menerapkan strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa dan diharapkan dapat mengakomodasi perbedaan gaya belajar siswa. Penelitian ini menyoroti pentingnya penggunaan strategi visual dan aktif dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan pemahaman konsep dan kemampuan dalam pemecahan masalah. Perlu adanya penelitian lebih lanjut dengan skala yang lebih besar dan juga melibatkan variabel kontrol yang lebih banyak untuk menguatkan temuan ini.
Kata Kunci : Strategi Pembelajaran, Teori Belajar Kognitif, Peta Pikiran, Pemahaman Konsep MatematikaPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas penggunaan strategi pembelajaran berupa peta pikiran, dimana teori ini berlandaskan teori belajar kognitif dalam upaya meningkatkan pemahaan konsep matematika siswa kelas V Sekolah Dasar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penemuan sebuah metode pembelajaran yang dinilai efektif untuk membantu siswa memahami konsep matematika yang sering kali pembelajaran matematika dianggap sulit. Penelitian ini meibatkan 26 siswa kelas V yang terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan di sebuah Sekolah Dasar sebagai partisipan. Data dikumpulkan dengan menggunakan beberapa metode, termasuk observasi partisipan selama proses pembelajaran serta analisis dokumen berupa hasil pekerjaan siswa seperti lembar kerja siswa dan tes pemahaman konsep (post-test). Analisis data dalam mini riset ini dilakukan dengan cara deskriptif kualitatif dengan focus pada keadaan bagaimana peta pikiran mampu membantu siswa dalam mengorganisir informasi, membangun konseksi antar konsep dan meningkatkan kemampuan mengingat dan memahami konsep matematika. Hasil penelitian menunjukan bahwa peta pikiran dapat memberikan kontribusi positif terhadap pemahaman konsep matematika siswa meskipun Tingkat efektivitasnya bervariasi antar individu. Terdapat beberapa siswa mengalami peningkatan signifikan, namun terdapat pula siswa yang menunjukan peningkatan yang lebih bersifat moderat. Temuan ini memberikan implikasi yang penting bagi guru dalam merancang dan menerapkan strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa dan diharapkan dapat mengakomodasi perbedaan gaya belajar siswa. Penelitian ini menyoroti pentingnya penggunaan strategi visual dan aktif dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan pemahaman konsep dan kemampuan dalam pemecahan masalah. Perlu adanya penelitian lebih lanjut dengan skala yang lebih besar dan juga melibatkan variabel kontrol yang lebih banyak untuk menguatkan temuan ini
Peran Pendidk Pondok Pesantren Dalam Mengimplementasikan Nilai-Nilai Pendidikan MULTIKULTURAL (STUDI PADA PONDOK PESANTREN MAHIR ARRIYADL)
Pendidikan multikultural dinilai sangat penting dalam membantu peserta didik berkembang ke arah yang positif. Pasalnya, Indonesia merupakan negara multietnis dan multikultural. Begitu pula yang terjadi di Pondok Pesantren Mahir Arriyadl Kediri. Penanaman nilai-nilai pendidikan multikultural juga berpotensi membekali para santri yang beragam dalam berinteraksi meskipun berbeda suku bangsa, budaya, bahasa. Meskipun berbeda-beda, Pondok Pesantren Mahir Arriyadl tidak membatasi peserta didik untuk berbaur dan berteman. Dalam hal ini, peran pendidik dalam memberikan bimbingan dan bimbingan untuk saling menghargai sesama santri memegang peranan yang sangat penting. Penelitian ini merupakan studi lapangan yang menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan penekanan pada pengumpulan data secara menyeluruh terhadap berbagai peristiwa yang terjadi. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memperoleh pemahaman mengenai Peran Pendidik di Pesantren dalam penerapan Nilai-nilai Pendidikan Multikultural. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, serta dokumentasi. Untuk memastikan keakuratan dan kredibilitas data, peneliti melakukan eksplorasi mendalam dan memvalidasi data yang diperoleh dengan menggunakan teknik triangulasi, yakni dari segi sumber, instrumen, dan metode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidik di pesantren ini tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator yang membimbing santri untuk memahami dan menghargai perbedaan budaya, agama, dan latar belakang sosial. Melalui pendekatan holistik yang mencakup pembelajaran formal, kegiatan ekstrakurikuler, dan interaksi sosial di asrama, pesantren ini berhasil menciptakan lingkungan yang inklusif dan harmonis.
Kata Kunci: Pendidikan Multikultural, Pendidik, PesantrenPendidikan multikultural dinilai sangat penting dalam membantu peserta didik berkembang ke arah yang positif. Pasalnya, Indonesia merupakan negara multietnis dan multikultural. Begitu pula yang terjadi di Pondok Pesantren Mahir Arriyadl Kediri. Penanaman nilai-nilai pendidikan multikultural juga berpotensi membekali para santri yang beragam dalam berinteraksi meskipun berbeda suku bangsa, budaya, bahasa. Meskipun berbeda-beda, Pondok Pesantren Mahir Arriyadl tidak membatasi peserta didik untuk berbaur dan berteman. Dalam hal ini, peran pendidik dalam memberikan bimbingan dan bimbingan untuk saling menghargai sesama santri memegang peranan yang sangat penting. Penelitian ini merupakan studi lapangan yang menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan penekanan pada pengumpulan data secara menyeluruh terhadap berbagai peristiwa yang terjadi. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memperoleh pemahaman mengenai Peran Pendidik di Pesantren dalam penerapan Nilai-nilai Pendidikan Multikultural. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, serta dokumentasi. Untuk memastikan keakuratan dan kredibilitas data, peneliti melakukan eksplorasi mendalam dan memvalidasi data yang diperoleh dengan menggunakan teknik triangulasi, yakni dari segi sumber, instrumen, dan metode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidik di pesantren ini tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator yang membimbing santri untuk memahami dan menghargai perbedaan budaya, agama, dan latar belakang sosial. Melalui pendekatan holistik yang mencakup pembelajaran formal, kegiatan ekstrakurikuler, dan interaksi sosial di asrama, pesantren ini berhasil menciptakan lingkungan yang inklusif dan harmonis.
Kata Kunci: Pendidikan Multikultural, Pendidik, Pesantre
Analisis Faktor Kesulitan Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ipas Kelas Iv Sdn 41 Sungai Raya
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas IV SDN 41 Sungai Raya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, analisis data menggunakan triangulasi teknik dengan cara pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap guru serta siswa kelas IV B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor internal (anak didik) dan faktor eksternal (sekolah). Faktor anak didik meliputi keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dasar, rendahnya motivasi belajar, serta kurangnya kemampuan membaca dan memahami materi. Faktor dari sekolah meliputi metode pembelajaran guru yang kurang variatif, minimnya penggunaan media pembelajaran interaktif, serta kondisi sekolah yang belum sepenuhnya mendukung proses pembelajaran secara optimal. Kesulitan belajar yang dialami siswa berdampak pada rendahnya hasil belajar dan ketidakmampuan mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini menekankan perlunya inovasi dalam metode pembelajaran, peningkatan penggunaan media interaktif, serta perbaikan fasilitas sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan mendukung keberhasilan siswa dalam pembelajaran IPAS.
Kata Kunci: Faktor Kesulitan Belajar, Pembelajaran IPAS
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas IV SDN 41 Sungai Raya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap guru serta siswa kelas IV B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor internal (anak didik) dan faktor eksternal (sekolah). Faktor anak didik meliputi keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dasar, rendahnya motivasi belajar, serta kurangnya kemampuan membaca dan memahami materi. Faktor dari sekolah meliputi metode pembelajaran guru yang kurang variatif, minimnya penggunaan media pembelajaran interaktif, serta kondisi sekolah yang belum sepenuhnya mendukung proses pembelajaran secara optimal. Kesulitan belajar yang dialami siswa berdampak pada rendahnya hasil belajar dan ketidakmampuan mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini menekankan perlunya inovasi dalam metode pembelajaran, peningkatan penggunaan media interaktif, serta perbaikan fasilitas sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan mendukung keberhasilan siswa dalam pembelajaran IPAS.
Kata Kunci : Faktor Kesulitan Belajar, Pembelajaran IPA
Studi Pengaruh Komunikasi Interpersonal Kepala Madrasah Terhadap Produktivitas Kerja Guru untuk Mewujudkan Efektivitas Program Pembelajaran
Pendidikan merupakan investasi penting bagi pengembangan sumber daya manusia dan menjadi faktor utama dalam menentukan kualitas suatu bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi interpersonal kepala madrasah terhadap produktivitas kerja guru serta implikasinya terhadap efektivitas program pembelajaran. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan sensus yang melibatkan 39 guru MTs Ma’arif Sukakarya Banyuresmi Garut. Instrumen penelitian berupa angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sementara analisis data dilakukan melalui uji asumsi klasik, regresi linier sederhana dan berganda, uji t, serta uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal kepala madrasah berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas guru (β = 0,612; t = 4,215; p < 0,05), dan produktivitas guru berpengaruh positif terhadap efektivitas pembelajaran (β = 0,589; t = 3,974; p < 0,05). Selain itu, komunikasi interpersonal kepala madrasah juga berpengaruh langsung terhadap efektivitas pembelajaran (β = 0,533; t = 3,612; p < 0,05). Secara simultan, komunikasi interpersonal dan produktivitas guru terbukti berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pembelajaran (F = 27,84; p < 0,05; R² = 0,68). Hasil ini menegaskan bahwa semakin baik komunikasi interpersonal kepala madrasah dan semakin tinggi produktivitas kerja guru, maka semakin efektif pula program pembelajaran yang dilaksanakan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan keterbukaan komunikasi, pemberian dukungan, serta penguatan hubungan harmonis antara kepala madrasah dan guru untuk mendorong efektivitas pembelajaran.
Kata Kunci : Komunikasi Interpersonal, Produktivitas Guru, Efektivitas Pembelajaran, Kepala MadrasahKata Kunci: Komunikasi Interpersonal, Produktivitas Guru, Efektivitas Pembelajaran, Kepala Madrasa
THE ROLE OF SOCIAL SUPPORT ON DUAL ROLE CONFLICT IN WOMENPRENEURS IN GARUT DISTRICT
The role of women in life has undergone significant changes. Today, women have equal rights to work. Women who perform the role of a housewife while working are often referred to as women with dual roles. However, carrying out dual roles often causes pressure and feelings of inadequacy in fulfilling all these demands. In this case, social support is important in helping working women deal with the pressures of work and family. Social support can enable them to work actively and provide a positive attitude and good contribution to both. This study aims to determine the extent to which social support provided by family, friends, co-workers, and the government is able to improve the time management skills, attitudes, and emotions of womenpreneurs in Food Stalls in Garut Regency. This study uses quantitative methods with primary data obtained through distributing questionnaires to 106 womenpreneurs. The sample selection was carried out using accidental sampling technique. Data analysis was conducted using the PLS-SEM method through two main tests, namely the outer model and inner model. The results showed that social support provided to womenpreneurs was able to improve their ability to manage time, manage emotions, and form positive attitudes. Thus, social support is proven to have a positive influence on dual role conflict.
Peran wanita dalam kehidupan telah mengalami perubahan signifikan. Saat ini, wanita memiliki hak yang sama untuk bekerja. Wanita yang menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga sekaligus bekerja sering disebut sebagai wanita dengan peran ganda. Namun, menjalankan peran ganda seringkali menimbulkan tekanan dan perasaan tidak mampu dalam memenuhi semua tuntutan tersebut. Dalam hal ini, dukungan sosial memiliki peran penting untuk membantu wanita bekerja menghadapi tekanan dari pekerjaan dan keluarga. Dukungan sosial dapat memungkinkan mereka bekerja secara aktif serta memberikan sikap positif dan kontribusi yang baik bagi keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana dukungan sosial yang diberikan oleh keluarga, sahabat, rekan kerja, dan pemerintah mampu meningkatkan kemampuan manajemen waktu, sikap, dan emosi para womenpreneur di Kedai Makanan di Kabupaten Garut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 106 womenpreneur. Pemilihan sampel dilakukan menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan menggunakan metode PLS-SEM melalui dua pengujian utama, yaitu outer model dan inner model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial yang diberikan kepada womenpreneur mampu meningkatkan kemampuan mereka dalam mengatur waktu, mengelola emosi, dan membentuk sikap yang positif. Dengan demikian, dukungan sosial terbukti memiliki pengaruh positif terhadap konflik peran ganda yang dialami oleh womenpreneur
CHARACTERISTICS OF REFINED CARRAGEENAN FROM Eucheuma spinosum WITH POTASSIUM HYDROXIDE SOLVENT USING MICROWAVE ASSISTED EXTRACTION (MAE) METHOD IN VARIOUS EXTRACTION TIMES
Extraction time with Microwave Assisted Extraction (MAE) influences the yield and quality of Carrageenan from Eucheuma spinosum. This research aims to determine the effect of extraction time using microwave-assisted extraction (MAE) on the yield value and quality parameters of E. spinosum carrageenan, including water content, ash content, sulfate content and viscosity. E. spiosum was extracted using 0.5% NaOH base with the microwave-assisted extraction (MAE) method at varying extraction times of 2 minutes, 5 minutes and 8 minutes. The filtrate was filtered and precipitated with ethanol, drying and grinding until a fine carrageenan powder was obtained. Extraction time affected the yield where an increase in the average yield was received along with the length of extraction time. The highest yield in the 8-minute extraction was 17.62% ±0.368. Extraction time also influences the water content and viscosity of the obtained carrageenan but does not affect the extracted carrageenan's ash or sulfate content.Extraction time with Microwave Assisted Extraction (MAE) influences the yield and quality of Carrageenan from Eucheuma spinosum. This research aims to determine the effect of extraction time using microwave-assisted extraction (MAE) on the yield value and quality parameters of E. spinosum carrageenan, including water content, ash content, sulfate content and viscosity. E. spiosum was extracted using 0.5% NaOH base with the microwave-assisted extraction (MAE) method at varying extraction times of 2 minutes, 5 minutes and 8 minutes. The filtrate was filtered and precipitated with ethanol, drying and grinding until a fine carrageenan powder was obtained. Extraction time affected the yield where an increase in the average yield was received along with the length of extraction time. The highest yield in the 8-minute extraction was 17.62% ±0.368. Extraction time also influences the water content and viscosity of the obtained carrageenan but does not affect the extracted carrageenan's ash or sulfate content
EVALUASI TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG SEDIAAN, CARA PAKAI DAN EFEK SAMPING KONTRASEPSI SUNTIK AKSEPTOR KELUARGA BERENCANA (KB) DI KOTA BANDUNG
Kontrasepsi suntik adalah sediaan injeksi yang mengandung hormon untuk pencegahan kehamilan pada wanita. Kepatuhan dalam penggunaan kontrasepsi menjadi penentu keberhasilan dalam penggunaannya termasuk penggunaan pada kontrasepsi suntik ini. Salah satu yang mempengaruhi kepatuhan adalah tingkat kepatuhan pasien terhadap suatu terapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat pengetahuan akseptor tentang bentuk sediaan cara pakai dan efek samping kontrasepsi suntik sebelum dan setelah pemberian informasi dari konselor. Penelitian ini dilakukan dengan mengukur pemahaman akseptor terhadap bentuk sediaan, cara pakai dan efek samping pasien sebelum dan setelah mendapatkan informasi dari konselor, pengujian menggunakan kuesioner yang dibuat dengan skala Guttman, data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif menggunakan uji Wilcoxon. Tingkat pengetahuan bentuk sediaan telah baik sementara pengetahuan tentang efek samping dan cara pakai menunjukan nilai cukup.Kontrasepsi suntik adalah kontrasepsi untuk wanita yang diberikan dalam bentuk suntikan yang mengandung hormon. Pemberian kontrasepsi suntik memerlukan tingkat kepatuhan yang tinggi dikarenakan angka kegagalan program KB akibat penurunan efek dan peningkatan potensi efek samping akibat ketidak patuhan akseptor. Tingkat kepatuhan pasien terhadap suatu terapi sala satunya dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan terhadap tujuan terapi tersebut. Tujuan penelitian mengetahui Gambaran pengetahuan akseptor tentang bentuk sediaan cara pakai dan efek samping kontrasepsi suntik sebelum dan setelah pemberian informasi dari konselor. Penelitian ini dilakukan melalui kajia pemahaman aseptor terhadap bentuk sediaan, cara pakai dan efek samping pasien sebelum dan setelah mendapatkan informasi dari konselor, pengujian mmenggunakan kuesioner yang dibuat dengan skala Guttman, data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif menggunakan uji Wilcoxon Tingkat pengetahuan bentuk sediaan telah baik sementra pengetahuan tentang efek samping dan cara pakai menunjukan nilai cukup.