Online Journal Universitas Garut
Not a member yet
2148 research outputs found
Sort by
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran problem based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa dalam mata pelajaran matematika di kelas V SDN 4 Ngembak. Kemampuan pemecahan masalah merupakan keterampilan penting yang perlu dikuasai siswa di era sekarang. Penelitian ini melibatkan 12 siswa, dengan hasil yang menunjukkan bahwa penerapan model PBL memberikan dampak positif terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Sebelum penerapan PBL, nilai rata-rata pretest siswa adalah 42,15, yang menunjukkan kemampuan yang masih rendah. Setelah perlakuan, nilai rata-rata posttest meningkat menjadi 81,25, yang menunjukkan adanya peningkatan signifikan. Uji hipotesis menggunakan paired sample t-test dengan bantuan SPSS menghasilkan nilai signifikansi (sig. 2-tailed) sebesar 0,000. Berdasarkan kriteria yang ditentukan, hasil ini menunjukkan bahwa H₀ ditolak dan H₁ diterima, yang berarti penerapan model PBL berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Dengan demikian, model pembelajaran Problem based learning terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa di kelas V SDN 4 Ngembak
TRANSFORMASI PEMBELAJARAN: DARI UNIVERSITAS PADJADJARAN UNTUK PELAKU USAHA DESA NGAMPLANGSARI KABUPATEN GARUT
Seringkali masih terdapat gap antara dunia kampus dengan permasalahan yang nyata terjadi di masyarakat. Program pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan untuk mensinkronisasikan keduanya. Universitas Padjadjaran memiliki program Pengabdian kepada Masyarakat yang terintegrasi dengan Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi mahasiswa dan magang. Pada periode 2023-2025, tim dari berbagai fakultas yang diketuai oleh Fakultas Hukum, menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat di Desa Ngamplangsari, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut. Di wilayah ini, terdapat pelaku usaha kuliner lokal asal Garut yang berpotensi meningkatkan perekonomiannya namun masih terkendala dengan belum adanya merek dagang, misalnya. Tim dari Unpad memberikan pendampingan hukum untuk penelusuran hingga pendaftaran merek dagang. Untuk mengatasi permasalahan lingkungan, kegiatan ini berupaya untuk bersama-sama mencari solusi pengemasan pangan dan pengolahan limbah produksi yang ramah lingkungan. Strategi Branding yang menjadi ujung tombak hingga produk kuliner lokal para pelaku usaha tersebut sampai ke tangan konsumen perlu disentuh oleh para antropolog untuk memberikan story-telling. Tim pengabdian masyarakat dan mahasiswa dari akademisi berkolaborasi dengan masyarakat setempat, termasuk pemerintah desa dan pelaku usaha, untuk mewujudkan kesejahteraan dan kualitas hidup yang lebih baik di masa depan.
Kata kunci: kuliner, Garut, lokal, SDGs, merek dagang
Keywords: culinary, Garut, local, SDGs, trademarkSeringkali masih terdapat gap antara dunia kampus dengan permasalahan yang nyata terjadi di masyarakat. Program pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan untuk mensinkronisasikan keduanya. Universitas Padjadjaran memiliki program Pengabdian kepada Masyarakat yang terintegrasi dengan Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi mahasiswa dan magang. Pada periode 2023-2025, tim dari berbagai fakultas yang diketuai oleh Fakultas Hukum, menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat di Desa Ngamplangsari, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut. Di wilayah ini, terdapat pelaku usaha kuliner lokal asal Garut yang berpotensi meningkatkan perekonomiannya namun masih terkendala dengan belum adanya merek dagang, misalnya. Tim dari Unpad memberikan pendampingan hukum untuk penelusuran hingga pendaftaran merek dagang. Untuk mengatasi permasalahan lingkungan, kegiatan ini berupaya untuk bersama-sama mencari solusi pengemasan pangan dan pengolahan limbah produksi yang ramah lingkungan. Strategi Branding yang menjadi ujung tombak hingga produk kuliner lokal para pelaku usaha tersebut sampai ke tangan konsumen perlu disentuh oleh para antropolog untuk memberikan story-telling. Tim pengabdian masyarakat dan mahasiswa dari akademisi berkolaborasi dengan masyarakat setempat, termasuk pemerintah desa dan pelaku usaha, untuk mewujudkan kesejahteraan dan kualitas hidup yang lebih baik di masa depan.
Kata kunci: kuliner, Garut, lokal, SDGs, merek dagan
REVIEW : FITOKIMIA, KEMOTAKSONOMI, DAN SIFAT BIOLOGIS METABOLIT SEKUNDER DARI TANAMAN MANGGIS (Garcinia mangostana L.)
Artikel ini membahas aspek fitokimia, kematoksonomi, dan sifat biologis dari senyawa-senyawa yang diisiolasi dari Tanaman Manggis (Garcinia mangostana L.). Dari kajian fitokimia, terdapat 86 senyawa metabolit sekunder telah berhasil diisolasi dan diidentifikasi, yang meliputi xanthone, flavanoid, triterpenoid, benzofenon, bifenil, pirol, dan benzofuran. Kajian kematoksonomi memperlihatkan bahwa senyawa-senyawa pada Tanaman Manggis (Garcinia mangostana L.) juga ditemukan pada tanaman dengan satu famili, yaitu Garcinia. Senyawa yang ditemukan telah dievaluasi aktivitas biologisnya melalui berbagai sistem uji, meliputi sifat sitotoksik, antibakteri dan antijamur, antioksidan, antimalaria, topoisomerasi I dan II, antiinflamasi, HIV-1 protease dan reverse transkriptase. Hasil pengujian senyawa-senyawa metabolit sekunder Manggis memiliki potensi besar sebagai agen antikanker, antioksidan, antibakteri dan antijamur. Pengembangan masih terus dilakukan untuk memperjelas hasil kajian dalam analisis manfaat Tanaman Manggis (Garcinia mangostana L.) sebagai sumber bahan kimia yang memiliki banyak manfaat.Artikel ini membahas aspek fitokimia, kematoksonomi, dan sifat biologis dari senyawa-senyawa yang diisiolasi dari Tanaman Manggis (Garcinia mangostana L.). Dari kajian fitokimia, terdapat 86 senyawa metabolit sekunder telah berhasil diisolasi dan diidentifikasi, yang meliputi xanton, flavanoid, triterpenoid, benzofenon, bifenil, pirol, dan benzofuran. Kajian kematoksonomi memperlihatkan bahwa senyawa-senyawa pada Tanaman Manggis (Garcinia mangostana L.) ditemukan juga pada tanaman dengan satu familia Clussiaceae yaitu Garcinia. Senyawa yang ditemukan telah dievaluasi sifat biologisnya terhadapt berbagai sistem uji, diantaranya sifat sitotoksik, antibakteri dan antijamur, antioksidan, antimalaria, topoisomerasi I dan II, antiinflamasi, HIV protease dan reverse transkriptase. Hasil pengujian senyawa-senyawa metabolit sekunder Manggis memiliki potensial yang besar. Terutama pada antikanker, antioksidan, antibakteri dan antijamur. Pengembangan masih terus dilakukan untuk memperjelas hasil kajian dalam analisis manfaat Tanaman Manggis (Garcinia mangostana L.) sebagai sumber bahan kimia yang penuh manfaat
Program Penyuluhan, Pemeriksaan Kesehatan, Pengobatan Di Desa Cihaurkuning, Kolaborasi PKM Farmasi UNIGA dan LAZNAS Bakri Amanah
Perhatian khusus terhadap kesehatan sangat penting dilakukan untuk menunjang masyarakat yang sehat dan sejahtera. Telah dilakukan program pengabdian kepada masyarakat yang merupakan kolaborasi antara Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN), Tim FMIPA-Farmasi, Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Bakrie amanah dan pemerintah desa Cihaurkuning. Kegiatan PKM terdiri dari pemeriksaan kesehatan dan pengobatan yang dilakukan oleh tim medis dari puskesmas yang dibantu oleh mahasiswa KKN dimana data yang didapat umumnya warga memiliki riwayat kesehatan penyakit kolesterol dan asam urat. Penyuluhan kesehatan yang dilakukan oleh tim dosen Farmasi, diikuti oleh 114 warga, kegiatan yang dilakukan menggunakan prinsip belajar disertai dengan pemberian brosur dan sesi diskusi tujuan akhirnya masyarakat mendapatkan perubahan pengetahuan dan kemauan untuk mencapai kondisi hidup dan kesehatan yang diinginkan. Hasil post test menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan warga sebesar 8,19% di bidang kesehatan khususnya mengenali gejala penyakit tersebut.Telah dilakukan program pengabdian kepada masyarakat di desa Cihaurkuning yang merupakan kolaborasi antara Tim KKN, Tim FMIPA-Farmasi, LAZNAS dan pemerintah desa setempat. Kegiatan PKM terdiri dari pemeriksaan kesehatan dan pengobatan yang dilakukan oleh tim medis dari puskesmas yang dibantu oleh mahasiswa KKN dimana data yang didapat umumnya warga memiliki riwayat kesehatann penyakit kolesterol, hipertensi dan asam. Penyuluhan merupakan kegiatan atau usaha untuk menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat, kelompok, atau individu dengan harapan, dapat memperoleh pengetahuan tetang kesehatan yang lebih baik, yang akhirnya pengetahuan tersebut dapat merubah perilakunya. Penyuluhan kesehatan yang dilakukan oleh tim dosen Farmasi, diikuti oleh 114 warga, kegiatan yang dilakukan mengunakan prinsip belajar disertai dengan pemberian brosur dan sesi diskusi tujuan akhirnya masyarakat mendapatkan perubahan pengetahuan dan kemauan untuk mencapai kondisi hidup dan kesehatan yang diinginkan. Hasil post test menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan warga di bidang kesehatan khususnya mengenali gejala penyakit tersebut
Interprofessional Collaboration dalam Upaya Penanganan dan Pencegahan Hipertensi Melalui Penyuluhan di Kelurahan Margawati
Di Indonesia, masalah hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit yang menjadi perhatian serius dalam sistem kesehatan masyarakat. Data dari dinas kesehatan melalui open data, mengenai prevalensi hipertensi di Jawa Barat khususnya di kabupaten Garut pada tahun 2024 sebesar 117271. Oleh karena itu, dilakukanlah Pengabdian Masyarakat melalui kolaborasi interprofessional oleh tim dosen dan dokter untuk melakukan penyuluhan dalam upaya penanganan dan pencegahan hipertensi pada Masyarakat di Kelurahan Margawati Kecamatan Garut kota Kabupaten Garut. Kegiatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan berhasil meningkatkan pengetahuan peserta yang terdiri dari para kader. Hasil edukasi melalui evaluasi pretest 72,67% dan posttest 88,67%. menunjukkan perubahan signifikan dimana terjadi peningkatan persentase pengetahuan terkait pengetahuan tentang hipertensi.Di Indonesia, masalah hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit yang menjadi perhatian serius dalam sistem kesehatan masyarakat. Data Riskesdas mengenai prevalensi hipertensi di Jawa Barat rata-rata mengalami kenaikan sebesar 5,1% sejak tahun 2013 hingga tahun 2020. Pada tahun 2021 terdapat 146.668 penderita dan tahun 2022 sebanyak 159.435. Oleh karena itu, dilakukanlah Pengabdian Masyarakat melalui kolaborasi interprofessional oleh tim dosen dan dokter untuk melakukan penyuluhan dalam upaya penanganan dan pencegahan hipertensi pada Masyarakat di Kelurahan Margawati. Pemecahan masalah dilakukan dengan melakukan pre test dan post test sebelum dan sesudah penyuluhan berlangsung. Kegiatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan berhasil meningkatkan pengetahuan peserta yang terdiri dari para kader. Hasil edukasi melalui evaluasi pretest dan postest menunjukan perubahan signifikan dimana terjadi peningkatan persentase pengetahuan terkait pengetahuan tentang hipertensi.
 
Pengenalan Teknologi Biopori untuk Sekolah Bebas Genangan: Studi Kasus di SMKN 12 Garut
Genangan air selama musim hujan tetap menjadi masalah lingkungan utama di lingkungan sekolah, termasuk di SMKN 12 Garut. Kegiatan pelayanan masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menerapkan teknologi Biopore Infiltration Pit sebagai solusi sederhana, ekonomis, dan ramah lingkungan untuk mengurangi genangan air dan mengelola limbah organik. Metode yang digunakan adalah pembelajaran partisipatif berdasarkan pengalaman, yang meliputi sosialisasi, pelatihan teoritis dan praktis, serta evaluasi. Kegiatan dimulai dengan pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman awal siswa, dilanjutkan dengan pelatihan praktis dalam pembuatan lubang biopore menggunakan alat manual dan bahan organik, dan diakhiri dengan post-test dan evaluasi umpan balik. Hasil yang diperoleh menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan siswa terkait teknologi biopore. Selain itu, siswa juga mengalami peningkatan kesadaran akan pentingnya konservasi air dan pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Kegiatan ini terbukti efektif dan dapat direplikasi sebagai model pendidikan lingkungan di sekolah-sekolah yang mendukung program Adiwiyata. Diharapkan kegiatan ini dapat diperluas ke sekolah-sekolah lain untuk meningkatkan kesadaran lingkungan secara lebih luas
SOSIALISASI TEKNOLOGI PENGOLAHAN SINGKONG MENJADI TEPUNG SINGKONG TERMODIFIKASI (MOCAF) DI TERAS GUNUNG GUNTUR, KELURAHAN PANANJUNG, KABUPATEN GARUT
Singkong (Manihot esculenta Crantz) memiliki potensi besar sebagai pangan lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah, salah satunya melalui teknologi tepung singkong termodifikasi (MOCAF). Pengolahan MOCAF penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan pangan impor seperti terigu dan meningkatkan nilai ekonomi singkong. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada 21 November 2024 di Teras Gunung Guntur, Kelurahan Pananjung, Kabupaten Garut, dengan melibatkan 68 peserta dari kalangan petani dan pelaku usaha mikro. Metode kegiatan meliputi observasi awal, pre-test, pematerian interaktif, pembagian brosur edukatif, post-test, dan evaluasi. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman yang sangat signifikan: persentase peserta yang mengetahui pengertian tepung MOCAF meningkat dari 10% menjadi 94%, yang memahami manfaatnya naik dari 9% menjadi 91%, serta yang mengetahui cara pengolahannya bertambah dari 9% menjadi 91%. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam memahami konsep, manfaat, dan proses pembuatan MOCAF serta peluang usaha berbasis singkong. Kegiatan ini mendukung penguatan ketahanan pangan lokal dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, dengan rekomendasi pelatihan lanjutan dan pendampingan agar teknologi dapat diadopsi secara berkelanjutan.
Kata kunci: Singkong, MOCAF, pengabdian masyarakat, ketahanan pangan, pangan lokal
Karakteristik Kimia Dan Organoleptik Set Yogurt Dengan Penambahan Tepung Daun Indigofera (Indigofera zollingeriana): Chemical and Organoleptic Characteristics of Set Yogurt with Added Indigofera Leaf Flour (Indigofera zollingeriana)
Daun Indigofera zollingeriana memiliki kandungan protein yang tinggi (±27,9%) sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan fortifikasi pada produk susu fermentasi dan dapat mendukung aktivitas bakteri asam laktat selama fermentasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan tepung daun Indigofera serta menentukan perlakuan terbaik berdasarkan karakteristik kimia dan organoleptik pada set yogurt. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan: P1 (0% tepung Indigofera), P2 (1%), P3 (2%), dan P4 (3%), masing-masing dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi total asam laktat, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar kalsium, serta uji organoleptik (rasa, warna, aroma, tekstur, dan penerimaan keseluruhan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun Indigofera berpengaruh nyata terhadap parameter kimia (kadar abu, total asam laktat, kadar protein, kadar lemak, dan kadar kalsium) serta organoleptik (rasa, warna, aroma, dan penerimaan keseluruhan), sedangkan tekstur tidak berbeda nyata antarperlakuan. Perlakuan terbaik adalah P3 (2% tepung Indigofera) dengan kadar abu 0,90%, total asam laktat 0,54%, kadar protein 7,18%, kadar lemak 2,94%, dan kadar kalsium 244,63 mg/100 g, serta skor organoleptik: rasa 6,40, warna 5,07, aroma 2,93, tekstur 2,67, dan keseluruhan 4,33. Dengan demikian, penambahan tepung daun Indigofera pada level 2% dapat meningkatkan mutu kimia sekaligus menghasilkan penerimaan sensori yang baik pada set yogurt.
Kata kunci: Indigofera zollingeriana, set yogurt, fortifikasi, karakteristik kimia, organoleptik
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Ekspor Kayu Manis Indonesia ke Jerman
Penelitian ini menganalisis faktor yang memengaruhi ekspor kayu manis Indonesia ke Jerman. Data sekunder diperoleh menggunakan FAOSTAT, UN Comtrade, dan BPS meliputi tahunan harga ekspor, nilai tukar Rupiah, produksi, dan volume ekspor kayu manis Indonesia ke Jerman dari tahun 1990 hingga 2022. Faktor yang dianalisis meliputi harga ekspor kayu manis, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, dan tingkat produksi kayu manis domestik. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa, nilai tukar Rupiah dan produksi kayu manis Indonesia secara signifikan berpengaruh positif terhadap volume ekspor kayu manis Indonesia ke Jerman, sedangkan harga ekspor kayu manis Indonesia tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Selain itu, kontribusi ekspor kayu manis ke Jerman terhadap total ekspor kayu manis Indonesia mengalami penurunan signifikan, yang kemungkinan disebabkan oleh diversifikasi pasar. Studi ini merekomendasikan peningkatan kualitas dan kuantitas produksi kayu manis serta menjaga stabilitas nilai tukar untuk memperkuat daya saing ekspor kayu manis Indonesia di pasar internasional.Penelitian ini menganalisis faktor yang memengaruhi ekspor kayu manis Indonesia ke Jerman. Data sekunder diperoleh menggunakan FAOSTAT, UN Comtrade, dan BPS meliputi tahunan harga ekspor, nilai tukar Rupiah, produksi, dan volume ekspor kayu manis Indonesia ke Jerman dari tahun 1990 hingga 2022. Faktor yang dianalisis meliputi harga ekspor kayu manis, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, dan tingkat produksi kayu manis domestik. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa, nilai tukar Rupiah dan produksi kayu manis Indonesia secara signifikan berpengaruh positif terhadap volume ekspor kayu manis Indonesia ke Jerman, sedangkan harga ekspor kayu manis Indonesia tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Selain itu, kontribusi ekspor kayu manis ke Jerman terhadap total ekspor kayu manis Indonesia mengalami penurunan signifikan, yang kemungkinan disebabkan oleh diversifikasi pasar. Studi ini merekomendasikan peningkatan kualitas dan kuantitas produksi kayu manis serta menjaga stabilitas nilai tukar untuk memperkuat daya saing ekspor kayu manis Indonesia di pasar internasional
Penggunaan Linear Programming pada Optimalisasi Lahan Sempit di Desa Jatimulyo Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan
This research aims to analyze the most appropriate planting pattern to obtain optimal income on a small land area in Jati Mulyo Village, Jati Agung District, South Lampung Regency. Samples were taken purposively from 15 farmers who cultivated rice-rice-vegetable, rice-vegetable and rice-vegetable-corn planting patterns. The data analysis used is qualitative and quantitative descriptive methods, as well as linear programming methods which are analyzed using Microsoft Excel 2010 software with the addition of Excel Solver. The results of the analysis show that the rice-vegetable planting pattern and the rice-vegetable-corn planting pattern are the right planting patterns to obtain optimal income with a coefficient of 3.376 for the rice-vegetable planting pattern and 2.404 for the rice-vegetable-corn planting pattern, and 0 for rice-rice-vegetable planting pattern. The optimal income is Rp 55,706,125 consisting of Rp 27,092,289 for income from the rice-vegetable planting pattern and Rp 28,613,836 for income from the rice-vegetable-corn planting pattern with land area and labor constraints.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keuntungan masing-masing pola tanam dan menganalisisi keuntungan yang paling optimal pada beberapa pola tanam usahatani lahan sempit di Desa Jatimulyo, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Sampel diambil secara purposive dari 15 petani yang mengusahakan pola tanam padi-padi-sayuran, padi-sayuran, dan padi-sayuran-jagung. Analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif, serta metode pemrograman linier yang dianalisis menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel 2010 dengan tambahan Excel Solver. Hasil analisis menunjukkan keuntungan usahatani lahan sempit pola tanam A, B, C pada kondisi aktual berturut-turut adalah Rp8.023.800,71; Rp6.831.323,04; Rp9.967.810,61 dan keuntungan yang paling optimal adalah pola tanam padi-sayuran-jagung dengan final value sebesar 2,982 dan keuntungan optimal sebesar Rp29.724.011,2 dengan kendala luas lahan dan tenaga kerja