Online Journal Universitas Garut
Not a member yet
    2148 research outputs found

    Effect of Injectable Bone Substitute Preparation Formulation on Microscopic and Macroscopic Characteristics for Bone Graft

    No full text
    Biocompatible, mechanically stable, and easy-to-use injectable biomaterials are often needed for bone defects caused by trauma, disease, or surgery. This study aims to investigate the effect of polyvinyl alcohol (PVA) concentration on the microscopic and macroscopic characteristics of injectable bone substitute (IBS) formulations composed of Hydroxyapatite (HAp), chitosan, and PVA. The biopolymer chitosan was extracted from pearl oyster shell waste (Pinctada maxima), and HAp was synthesized via precipitation. The formulations were prepared with varied PVA concentrations (5%, 10%, and 15%) and evaluated for their structural, physicochemical, and functional properties. Fourier-transform infrared (FTIR) spectroscopy was employed to determine the presence of functional groups and molecular interactions. Results showed that increasing PVA content enhanced the intensity and sharpness of phosphate () bands, with Sample C (15% PVA) exhibiting the strongest interaction, indicated by a peak shift to 1047.32 cm⁻¹. Organoleptic observations revealed stable color across all samples, with increasing viscosity and paste-like consistency observed in higher PVA concentrations. Sample C had the highest viscosity (82.2 dPa·s) and the lowest injectability (92.43%), while Sample A exhibited the highest injectability (98.33%) and the lowest viscosity (2.79 dPa·s). Sample B (10% PVA) showed balanced characteristics with a viscosity of 38.93 dPa·s and injectability of 97.26%, aligning closely with ideal ranges for injectable biomaterials. Density measurements indicated that all samples approximated or exceeded the minimum density of healthy bone, with Sample C reaching 1.18 g/cm³. pH monitoring over 21 days revealed a consistent value of ~6, suggesting good chemical stability. These results demonstrate that the 15% PVA formulation achieves an optimal compromise between physicochemical properties and clinical applicability. This composite's injectability enables precise defect filling and promotes new bone formation, making it a superior and promising alternative as an injectable bone graft material in patients

    Antidiabetic Activity of Green Seaweed (Eucheuma spinosum) Ethanol Extract in Alloxan Induced Male White Rats (Rattus norvegicus)

    No full text
    Diabetes is a long-term metabolic disorder with a globally increasing prevalence, including in Indonesia. This study aims to evaluate the antidiabetic effects of the ethanol extract of Eucheuma spinosum on alloxan-induced rats in vivo. This study used an experimental design with 24 rats divided into six groups, namely the normal control group, positive control (metformin 9 mg/200 g body weight), negative control, and three treatment groups receiving Eucheuma spinosum extract at doses of 30, 60, and 120 mg/200 g body weight. The extract was obtained through the maceration method and contains active compounds such as alkaloids, flavonoids, saponins, and tannins. Blood glucose measurements were taken before and after the treatment. The yield of the extract obtained was 2.5%. The highest dose, 120 mg/200 g body weight of the rats, resulted in the most significant decrease in blood glucose levels by 39.705%. Statistical analysis using ANOVA showed a significant difference (p ≤ 0.05) between the treatment and negative control groups. The antidiabetic activity of this extract is suspected to originate from its flavonoid and saponin content, which stimulate the regeneration of pancreatic β cells and inhibit glucose absorption in the digestive tract. Ethanol extract of Eucheuma spinosum is effective in lowering blood glucose levels in diabetic rats and has the potential to be developed as a natural antidiabetic agent

    Kajian Interaksi Obat pada Resep Pasien Epilepsi Rawat Jalan di RSUD dr. Slamet Garut

    No full text
    Epilepsi adalah gangguan neurologis kronis yang ditandai dengan kejang berulang yang disebabkan oleh aktivitas listrik abnormal di otak. Perawatan epilepsi biasanya memerlukan penggunaan OAE (obat antiepilepsi) untuk waktu yang lama, baik secara monoterapi maupun dalam kombinasi. Penggunaan OAE bersama dengan obat lain dapat meningkatkan risiko interaksi obat, yang dapat memengaruhi efektivitas terapi dan keamanan pasien. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis potensi interaksi obat pada pasien epilepsi rawat jalan di RSUD Dr. Slamet Garut selama periode Juli hingga Desember 2024. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif analitik dengan pendekatan retrospektif catatan medis. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling. Interaksi obat diidentifikasi menggunakan aplikasi Drug Interaction Checker seperti Medscape dan Drugs.com, dibantu dengan literatur tertulis seperti artikel-artikel terkait. Hasil identifikasi interaksi kemudian diklasifikasikan berdasarkan jenis interaksi dan tingkat keparahan. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 147 pasien epilepsi rawat jalan di RSUD dr. Slamet Garut mengalami potensi interaksi obat (66%). Potensi interaksi yang paling umum teridentifikasi adalah jenis interaksi farmakokinetik (81,4%) dan tingkat keparahan moderat (62,8%). Fenitoin dengan omeprazol, amlodipin, dan asam asetilsalisilat serta asam valproat dengan levetiracetam adalah beberapa obat yang paling sering berinteraksi satu sama lain

    Kualitas pelayanan institusi pendidikan tinggi dan pengaruhnya terhadap loyalitas mahasiswa

    No full text
    Abstract Student loyalty is an important asset that needs to be owned and developed by higher education institutions, including the Faculty of Communication and Information, Garut University. Student loyalty has a very large contribution to the dynamics and development of the institution that houses it. This study aims to describe student loyalty which is reflected in the form of a positive attitude towards the Faculty of Communication and Information, Garut University as an educational service provider institution. This study also aims to identify aspects of service that influence student loyalty. The study was conducted using a quantitative approach with a survey method on active students of the Faculty of Communication and Information, Garut University, especially students in semester IV, semester VI and semester VIII with purposive random sampling with a total of 227 respondents. The data collection tool was a questionnaire with answer option scores adapting the Likert scale model. In this study, simple linear regression analysis was applied to examine the effect of service satisfaction on student loyalty. The results of the study showed a significant positive effect between the two variables. This is supported by the results of a simple linear regression analysis which shows that the effect of service satisfaction on student loyalty is 46.8% while the simple linear regression equation is Y ̅ = 20.028 + 1.430X. The service aspect that has the most positive influence on student loyalty is the quality of the learning experience that is considered satisfactory to students. Meanwhile, the aspect that is considered less influential is the learning facilities that are considered unsatisfactory. Keywords: Loyalty; student; institution; service; education.   Abstrak Loyalitas mahasiswa adalah asset penting yang perlu dimiliki dan dikembangkan oleh lembaga pendidikan tinggi, termasuk Fakultas Komunikasi dan Informasi Universitas Garut. Loyalitas mahasiswa memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap dinamika dan perkembangan institusi yang menaunginya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan loyalitas mahasiswa yang tercermin dalam bentuk sikap positif terhadap Fakultas Ilmu Komunikasi dan Informasi Universitas Garut sebagai lembaga penyedia layanan pendidikan, Penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi aspek-aspek pelayanan yang mempengaruhi loyalitas mahasiswa. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap mahasiswa aktif Fakultas Komunikasi dan Informasi Universitas Garut, khususnya mahasiswa semester IV, semester VI dan semester VIII dengan pengambilan sampel secara purposive random sampling dengan total 227 responden. Alat pengumpulan data berupa angket dengan skor opsi jawaban mengadaptasi model skala Likert. Dalam penelitian ini, analisis regresi linear sederhana diterapkan untuk mengkaji pengaruh  kepuasan layanan terhadap loyalitas mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif yang signifikan antara kedua variabel tersebut. Hal ini didukung oleh hasil analisis regresi linear sederhana yang menunjukkan bahwa pengaruh kepuasan layanan terhadap loyalitas mahasiswa adalah sebesar 46,8 % sedangkan persamaan regresi linier sederhananya adalah . Adapun aspek pelayanan yang paling berpengaruh positif terhadap loyalitas mahasiswa adalah kualitas pengalaman belajar yang dinilai memuaskan mahasiswa. Sedangkan aspek yang dinilai kurang berpengaruh adalah fasilitas belajar yang dinilai belum memuaskan. Kata-kata kunci: Loyalitas; mahasiswa; institusi; pelayanan; pendidikan

    Analisis motivasi ketertarikan generasi z dalam mendengarkan podcast pada platform musik spotify

    No full text
    Abstract This study aims to analyze the motivations behind Generation Z's interest in listening to podcasts on the Spotify music platform. As digital natives deeply connected with technology, Generation Z has developed unique patterns in consuming digital content. The research employs a descriptive method with a qualitative approach, utilizing the Uses and Gratification Theory developed by Katz and Gurevitch. Data was collected through in-depth interviews with ten Generation Z respondents who actively use Spotify for podcast consumption. The findings reveal that Generation Z's primary motivations for listening to podcasts include information-seeking, entertainment, and emotional connection. This demographic tends to prefer content that is relevant, flexible, and entertaining, while particularly valuing the personalized and interactive experiences offered by Spotify. They show a greater inclination toward podcasts that provide new insights, entertainment value, and opportunities to connect with hosts or topics of interest. This research contributes to a deeper understanding of Generation Z's motivations for using Spotify as a podcast platform and the factors influencing their preferences. The findings can serve as valuable references for digital platform developers and content creators to comprehend better the consumption behaviors and needs of this young audience. By understanding these motivations, stakeholders can create more targeted and engaging content that enhances user engagement and satisfaction on digital platforms. Keywords:  Podcast; generation z; spotify; motivation; uses and gratifications theor.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi ketertarikan Generasi Z dalam mendengarkan podcast di platform musik Spotify. Generasi Z merupakan generasi yang sangat terhubung dengan teknologi dan memiliki cara unik dalam mengonsumsi konten digital. Metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif diterapkan dalam penelitian ini, menggunakan teori Uses and Gratification yang dikembangkan oleh Katz dan Gurevitch. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan sepuluh responden Generasi Z yang aktif menggunakan Spotify untuk mendengarkan podcast. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi utama Generasi Z dalam mendengarkan podcast meliputi kebutuhan akan informasi, hiburan, dan koneksi emosional. Generasi Z cenderung mencari konten yang relevan, fleksibel, dan menghibur, serta menghargai pengalaman yang personal dan interaktif yang ditawarkan oleh Spotify. Mereka lebih memilih podcast yang dapat memberikan wawasan baru, menghibur, dan memungkinkan mereka untuk terhubung dengan pembicara atau tema yang mereka minati. Kontribusi penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang motif Generasi Z dalam menggunakan Spotify sebagai platform podcast, serta faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi mereka. Temuan ini dapat menjadi acuan bagi pengembang platform digital dan pembuat konten untuk lebih memahami kebutuhan dan perilaku konsumtif Generasi Z. Dengan memahami motivasi ini, diharapkan dapat tercipta konten yang lebih sesuai dan menarik bagi audiens muda, sehingga meningkatkan keterlibatan dan kepuasan pengguna di platform tersebut. Kata-kata kunci: Podcast; generasi z; spotify; motivasi; teori uses and gratifications.

    Pengelolaan Akun Instagram @diskominfobdg sebagai Media Penyuluhan Informasi

    No full text
    Abstract The Department of Communication and Informatics of Bandung City  is one of the Regional Government Organizations that utilizes Instagram as a platform for public information dissemination, serving as a form of public service. The characteristics of Instagram, which allow for rapid information dissemination, make it a strategic medium for carrying out information outreach activities. This study aims to analyze how the administrators manage the Instagram account @diskominfobdg as a medium for information outreach to the citizens of Bandung. A descriptive qualitative method was employed, utilizing data collection techniques such as interviews, literature review, active participatory observation, and documentation. This research applies Regina Luttrell’s Circular Model of Some for Social Communication, which divides social media management into four stages: share, optimize, manage, and engage. The findings reveal that the administrators manage the @diskominfobdg Instagram account through these four stages: (1) Share, Disseminating relevant and engaging educational content, emphasizing participation, connection, and trust-building; (2) Optimize, Enhancing visual elements and copywriting by focusing on real-time topics derived from media monitoring of trending public issues; (3) Manage, Overseeing interactions through media monitoring and FAIR evaluations, ensuring timely responses; (4) Engage, Facilitating two-way communication by involving the community and institutions. This strategy reflects the commitment of the Bandung City Department of Communication and Informatics to fostering adaptive, responsive, and participatory public communication. Keywords: Information dissemination; social media management; Instagram.   Abstrak Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung merupakan salah satu Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) yang memiliki akun Instagram dan menggunakannya sebagai penyuluhan informasi sebagai salah satu bentuk pelayanan publik. Karakteristik media sosial Instagram yang dapat menyebarkan informasi secara cepat, menjadi salah satu alasan kegiatan penyuluhan informasi dilakukan di akun Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cara admin mengelola akun Instagram @diskominfobdg sebagai media penyuluhan informasi kepada masyarakat Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan Teknik pengumpulan data wawancara, studi pustaka, observasi partisipatif aktif, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori The Circular Model Of Some For Social Communication dari Regina Luttrel yang membagi tahapan pengelolaan media sosial menjadi 4 yaitu, share, optimize, manage, dan engage. Hasil penelitian menemukan bahwa admin akun Instagram @diskominfobdg melakukan pengelolaan akun Instagram sebagai media penyuluhan informasi melalui empat tahapan yaitu: 1) tahap membagikan (share), membagikan konten edukatif yang relevan dan menarik dengan menekankan aspek participate, aspek connect, dan aspek built trust; 2) tahap mengoptimalkan (optimize), mengoptimalkan visual dan copywriting dengan topik yang bersifat real-time dari hasil pengawasan media terkait isu yang sedang hangat dimasyarakat; 3) tahap mengelola (manage), mengelola interaksi dengan media monitoring dan evaluasi FAIR serta memastikan respon cepat; 4) tahap melibatkan (engage), melibatkan masyarakat dan instansi dalam komunikasi dua arah. Strategi ini mencerminkan komitmen Diskominfo Kota Bandung dalam membangun komunikasi publik yang adaptif, responsif, dan partisipatif. Kata-kata kunci: Penyuluhan informasi; pengelolaan media sosial; instagram

    Adaptasi lintas budaya mahasiswa di asrama mahasiswa nusantara (AMN) Surabaya: tinjauan teori Kim 2001

    No full text
    Abstract This research is motivated by the Nusantara Student Dormitory (AMN) scholarship program initiated by President Joko Widodo in 2022, which aims to foster intercultural interaction among students from 38 provinces across Indonesia. The diverse environment within the dormitory creates a potential for conflict, requiring AMN students to adapt to the variety of ethnicities, cultures, and backgrounds present in the community in order to sustain their two-year stay. This study aims to analyze and describe the process of intercultural adaptation experienced by AMN students during their time in the dormitory. This study uses a qualitative descriptive approach, this study involved ten informants consisting of alumni, active residents, and AMN student mentors who come from diverse cultural backgrounds. Data were collected through in-depth interviews as the primary source and document studies as secondary data. The analysis employs Kim’s (2001) Cross-Cultural Adaptation Theory to explore the dynamics of the adaptation process. The findings reveal that the intercultural adaptation process experienced by AMN students is both dynamic and complex. It begins with experiences of culture shock during intercultural communication—both verbal and nonverbal—followed by a phase of adjustment through continued cultural interaction, ultimately leading to changes in the students themselves. The adaptation process is not always smooth, as it often encounters barriers and resistance. Nevertheless, intercultural adaptation leads to a series of changes in AMN students, affecting their cognitive, affective, and behavioral aspects. The study also identifies a gap between the theoretical framework and the participants’ experiences: while Kim’s theory views adaptation as a long-term psychosocial process, the informants tended to interpret adaptation as the achievement of personal comfort or stability. Key Words: Intercultural communication; cross-cultural adaptation; asrama mahasiswa nusantara (AMN). Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh program beasiswa pendidikan Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) yang diinisiasi oleh presiden Joko Widodo pada tahun 2022. Program ini bertujuan untuk mendorong interaksi lintas budaya di kalangan mahasiswa, dengan penerima beasiswa berasal dari 38 provinsi di Indonesia. Keberagaman ini berpotensi menimbulkan konflik, sehingga menuntut mahasiswa untuk beradaptasi dengan perbedaan suku, etnis dan budaya selama dua tahun tinggal di asrama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan proses adaptasi lintas budaya mahasiswa AMN selama tinggal di asrama. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini melibatkan sepuluh informan yang terdiri atas alumni, penghuni aktif, dan mentor mahasiswa AMN yang berasal dari latar belakang budaya yang beragam. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam sebagai sumber primer, serta studi dokumentasi sebagai data sekunder. Analisis penelitian menggunakan teori Cross-cultural adaptation oleh Kim (2001) untuk menelaaht dinamika proses adaptasi lintas budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses adaptasi lintas budaya yang dialami mahasiswa AMN berjalan dinamis dan kompleks. Proses ini dimulai dari pengalaman gegar budaya dalam komunikasi antar budaya, baik secara verbal maupun non verbal, dilanjutkan dengan penyesuaian melalui komunikasi antar budaya, hingga perubahan yang terjadi pada diri mahasiswa. Proses adaptasi tidak selalu berjalan mulus dan kerap menghadapi hambatan serta penolakan. Namun demikian, adaptasi lintas budaya membawa perubahan signifikan pada aspek kognitif, afektif dan perilaku mahasiswa. Penelitian ini juga menemukan adanya kesenjangan dengan teori, dimana  informan memaknai adaptasi sebagai titik kenyamanan pribadi, bukan sebagai proses psikososial yang berlangsung jangka panjang sebagaimana yang di jelaskan dalam teori Kim. .  Kata-kata kunci: Komunikasi antar budaya; adaptasi lintas budaya; asrama mahasiswa nusantara (AMN)

    Strategi Pengelolaan Biaya Rawat Inap JKN Berpedoman Permenkes 03/2023

    No full text
    Penelitian ini menganalisis strategi pengelolaan biaya rawat inap pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang berpedoman pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 3 Tahun 2023. Aturan baru ini membawa implikasi signifikan terhadap sistem reimbursement INA-CBG's, menuntut rumah sakit untuk mengoptimalkan efisiensi dan akurasi dalam perhitungan biaya. Strategi pengelolaan biaya yang diteliti meliputi peningkatan kualitas coding diagnosis dan prosedur, optimalisasi alur pelayanan klinis, serta pengawasan ketat terhadap penggunaan obat dan alat kesehatan. Menggunakan metode kualitatif dengan studi deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara dengan pihak manajemen keuangan, tim koder, dokter, perawat, dan staf terkait, serta analisis dokumen kebijakan internal dan data klaim. Temuan menunjukkan bahwa rumah sakit telah menerapkan strategi adaptif, seperti program edukasi coding berkelanjutan, penerapan protokol klinis berbasis bukti, dan penggunaan sistem informasi untuk monitoring biaya. Meskipun demikian, tantangan adaptasi terhadap perubahan regulasi yang cepat, resistensi praktik lama, dan perlunya investasi teknologi tetap menjadi isu krusial. Penelitian ini merekomendasikan sinergi antara manajemen klinis dan keuangan, serta pengembangan kapasitas SDM untuk mencapai pengelolaan biaya rawat inap JKN yang efektif dan efisien sesuai Permenkes 03/2023

    KARAKTERISTIK TEKSTUR DAGING AYAM AFKIR YANG DIMASAK MENGGUNAKAN AIR FRYER DENGAN SUHU PEMASAKAN BERBEDA

    No full text
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik tekstur daging ayam afkir yang dimasak menggunakan air fryer dengan suhu pemasakan berbeda. Penelitian ini menggunakan daging dada ayam petelur afkir. Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan dalam penelitian ini yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah A1: 160oC, A2: 170oC, A3: 180oC, A4: 190oC, dan A5: 200oC. Masing-masing perlakuan dimasak menggunakan air fryer selama 18 menit. Parameter yang diamati adalah tekstur daging ayam afkir yang terdiri dari hardness, cohesiveness, springness, gummines, chewingness, dan resilience. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu pemasakan yang berbeda memberikan hasil yang berbeda nyata (p<0,05) terhadap tekstur: hardness, cohesiveness, springness, dan chewingness, namun memberikan hasil yang tidak berbeda nyata (p>0,05) terhadap gummines dan resilience. Kesimpulan penelitian adalah suhu 180°C merupakan suhu optimum untuk menghasilkan tekstur terbaik

    Strategi Pengembangan Kelembagaan Kelompok Tani Hortikultura Di Kelurahan Malumbi Kecamatan Kambera Kabupaten Sumba Timur: Staregy For Institutional Development Of Horticulture Farming Groups In Malumbi Village, Kambera District, East Sumba District

    No full text
    This study aims to identify and understand both internal and external factors that influence the development of horticulture farmer groups in Malumbi Village, Kambera District, East Sumba Regency, and to devise strategies for their development. The research involved 13 respondents selected through purposive sampling. It employed descriptive analysis and the IFAS EFAS SWOT analysis method. The findings from the Internal Factor Evaluation (IFE) Matrix revealed that the primary strength of the farmer group lies in its members' experience and skills in horticulture, scoring 0.397, while the main weakness is a lack of capital for business development, scoring 0.186. The External Factor Evaluation (EFE) Matrix showed that the main opportunity is the rising demand for horticultural products, with a score of 0.397, and the main threat is price instability, scoring 0.271. Based on the Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) analysis, the top strategy involves collaboration between farmer groups, the government, and financial institutions to secure business capital, with a score of 6.876.Kajian ini bertujuan untuk memahami faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan kelompok tani hortikultura di Kelurahan Malumbi, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur. Dengan menggunakan teknik purposive sampling pada 13 responden, kajian ini menerapkan metode analisis deskriptif dan SWOT IFAS EFAS. Hasilnya menampakkan bahwa kekuatan utama kelompok tani ialah pengalaman dan keterampilan anggota dalam budidaya hortikultura, sementara kelemahan utamanya ialah keterbatasan modal. Peluang utama ialah meningkatnya permintaan pasar, sedangkan ancaman utama ialah fluktuasi harga. Strategi prioritas yang diusulkan ialah kerja sama dengan pemerintah dan lembaga keuangan untuk mengakses modal usaha. &nbsp

    0

    full texts

    2,148

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Journal Universitas Garut
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇