Online Journal Universitas Garut
Not a member yet
2148 research outputs found
Sort by
A Review of Tax Imposition on Endorsement Activities by Influencers in Garut Regency
The increasing existence of influencers along with the increasing use of social media has become a new phenomenon because it is considered very promising in terms of the income earned. The higher the level of popularity of an influencer, the higher the endorsement rates charged. The income earned in a year by influencers from endorsement activities is indicated to exceed Non-Taxable Income (PTKP) so that it can be considered a tax object. This research aims to find out about the imposition of tax on endorsement activities by Instagram celebrities in Garut Regency. This type of research is qualitative using a critical study approach. This research analyzes primary data from interviews with five influencers who live in Garut. The results of this research show that an overview of the taxation of endorsement activities by celebgrams in Garut district can be obtained through endorsement activities carried out by influencers amounting to IDR 10,000,000 and where three influencers have a NPWP and two people who do not have a NPWP will be deducted by the agency or provider of income as VAT. This shows that endorsement activities carried out by influencers are one of the state tax activities. Compliance with tax payments for endorsement activities when compared with the provisions of the applicable tax law is still not working well, so it is hoped that the Government can clarify regulations regarding the imposition of tax on endorsement activities to avoid the loss of potential tax that could be received
Pengaruh Pemberian Nutrisi AB Mix dan Poc Eco EnzymetTerhadap Pertumbuhan dan Hasil Sawi Pakcoy (Brassica rapa L.) Sistem Hidroponik Wick
Sawi huma, atau yang dikenal dengan sebutan pakcoy (Brassica rapa L), adalah salah satu jenis sayuran daun yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Tanaman ini mampu tumbuh baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Nutrisi AB Mix, pengaruh pemberian POC Eco Enzyme, dan pengaruh interaksi pemberian Nutrisi AB Mix dengan POC Eco Enzyme terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pakcoy (brassica rapa L.) sistem hidroponik wick. Penelitian ini dilaksanakan di Green house Fakultas Pertanian Universitas Al Washliyah Medan, Kota Medan, Kec. Medan Amplas, Sumatera Utara pada bulan April sampai Mei 2024. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini ialah model Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor pertama pemberian nutrisi AB Mix (M) dengan 3 taraf, M0 : kontrol, M1 : 5 ml/L, dan M2 : 10 ml/L. Faktor kedua pemberian POC Eco Enzyme (E) dengan 4 taraf, yaitu; E0 : kontrol, E1 : 5 ml/L, E2 : 10 ml/L, dan E3 : 15 ml/L. Penelitian ini dilaksanakan dengan 3 Ulangan. Parameter yang diamati ialah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), diameter batang (mm), volume akar (cm3), dan berat bobot segar sawi pakcoy (gram). Hasil pemberian nutrisi AB Mix terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pakcoy berbeda nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter batang, volume akar, dan berat bobot segar sawi pakcoy. Hasil pemberian POC Eco Enzyme (E) berbeda nyata pada pengamatan jumlah daun, luas daun, volume akar, dan berat bobot segar. Namun, pada pengamatan tinggi tanaman dan diameter batang tidak berbeda nyata. Perlakuan terbaik pada perlakuan E0 (kontrol). Hasil pengaruh interaksi pemberian nutrisi AB Mix (M) dengan POC Eco Enzyme (E) berbeda nyata terhadap jumlah daun, luas daun, volume akar, dan berat bobot segar. Namun, pada pengamatan tinggi tanaman dan diameter batang tidak berbeda nyata. Perlakuan terbaik pada perlakuan M2E1 (nutrisi AB Mix 10 ml/L dengan POC Eco Enzyme 5 ml/L
Komparasi Sifat Kimia Hara Makro pada Lahan yang Akan Ditanami Padi (Oryza sativa L.) di Kabupaten Garut
Rice is an important food crop whose cultivation activities are carried out continuously throughout the year. Rice cultivation activities require soil fertility tests, such as the presence of chemical properties of macronutrients that plants need in large quantities than other nutrients for fertilization efficiency and saving fertilizer resources. The purpose of the study was to compare macronutrients in several locations in Garut Regency that would be planted with rice. The study was conducted in 3 districts, namely Tarogong Kidul, Wanaraja, and Banyuresmi, Garut Regency in August 2024 - January 2025. The data collection method was carried out by sampling at 3 research locations, while data analysis used a descriptive quantitative-qualitative method from the results of laboratory measurements categorized based on the 1983 Soil Research Center. The results showed that the nitrogen and potassium values in the three locations had the same category, namely low for nitrogen nutrients and very high for potassium nutrients. Phosphorus nutrients have a more diverse category compared to nitrogen and potassium, namely from low to moderate.Padi merupakan tanaman pangan penting yang kegiatan budidaya nya dilakukan secara terus menerus sepanjang tahun. Kegiatan budidaya padi memerlukan uji kesuburan tanah, seperti keberadaan sifat kimia hara makro yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah banyak daripada unsur hara lain untuk efisiensi pemupukan dan penghematan sumberdaya pupuk. Tujuan penelitian adalah mengkomparasi unsur hara makro di beberapa lokasi di Kabupaten Garut yang akan ditanami padi. Penelitian dilaksanakan di 3 kecamatan, yaitu Tarogong Kidul, Wanaraja, dan Banyuresmi, Kabupaten Garut pada Agustus 2024 – Januari 2025. Metode pengumpulan data dilakukan secara pengambilan sampel di 3 lokasi penelitian, sedangkan analisis data menggunakan metode kuantitatif-kualitatif deskriptif dari hasil pengukuran laboratorium yang dikategorikan berdasarkan Pusat Penelitian Tanah 1983. Hasil penelitian menunjukkan nilai nitrogen dan kalium di ketiga lokasi mempunyai kategori yang sama, yaitu rendah untuk unsur hara nitrogen dan sangat tinggi untuk unsur hara kalium. Unsur hara fosfor mempunyai kategori yang lebih beragam dibandingkan dengan nitrogen dan kalium, yaitu dari rendah sampai dengan sedang
Rekomendasi Pengelolaan Hara Terpadu Berdasarkan Interpretasi Hasil Analisis Tanah Pertanian Di Kabupaten Garut
Agriculture in Garut Regency, as a center for food and horticultural production, faces challenges due to declining soil fertility resulting from fertilizer practices that are not yet fully based on site-specific conditions. This study aims to interpret soil analysis results to determine soil fertility status and develop site-specific integrated nutrient management recommendations to improve fertilizer efficiency and ensure the sustainability of agricultural systems. The research was conducted on agricultural land in Sukamaju Village (Cilawu Subdistrict) and Cikandang Village (Cikajang Subdistrict), Garut Regency. Soil samples were purposively collected from a depth of 0–30 cm during October 2025. Soil analyses included pH, organic carbon, P HCl 25%, K HCl 25%, CEC, and base saturation to support site-specific fertility assessment and nutrient management planning. Soil chemical analysis in Sukamaju Village (Cilawu Subdistrict) showed a pH of 8,2 and organic carbon content of 4.73%. The P₂O₅ HCl 25% value was recorded at 91,20 mg.100 g-1, K₂O HCl 25% at 52,15 mg.100 g-1, CEC at 41,30 cmol.kg-1, and base saturation at 63,12%, indicating a high soil fertility status. Meanwhile, soil analysis in Cikandang Village (Cikajang Subdistrict) revealed a pH of 7, soil organic carbon of 5,58%, P₂O₅ HCl 25% of 99,53 mg.100 g-1, K₂O HCl 25% of 52,15 mg.100 g-1, CEC of 47,85 cmol.kg-1, and base saturation of 25,16%, indicating a low fertility status. Fertility maintenance strategies are recommended for high status soils, while nutrient balance improvement particularly for base cations and potassium is advised for low fertility soils.Pertanian di Kabupaten Garut sebagai sentra produksi pangan dan hortikultura menghadapi berbagai tantangan akibat menurunnya kesuburan tanah yang disebabkan oleh praktik pemupukan yang belum sepenuhnya berbasis kondisi spesifik lokasi. Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan hasil analisis tanah guna menentukan status kesuburan tanah serta menyusun rekomendasi pengelolaan hara terpadu spesifik lokasi dalam rangka meningkatkan efisiensi pemupukan dan menjamin keberlanjutan sistem pertanian. Penelitian dilaksanakan pada lahan pertanian di Desa Sukamaju (Kecamatan Cilawu) dan Desa Cikandang (Kecamatan Cikajang), Kabupaten Garut. Sampel tanah diambil secara purposive pada kedalaman 0–30 cm pada bulan Oktober 2025. Analisis tanah meliputi pH, karbon organik, P₂O₅ HCl 25%, K₂O HCl 25%, kapasitas tukar kation (KTK), dan kejenuhan basa sebagai dasar penilaian kesuburan tanah dan perencanaan pengelolaan hara spesifik lokasi.Hasil analisis kimia tanah di Desa Sukamaju (Kecamatan Cilawu) menunjukkan nilai pH sebesar 8,2 dengan kandungan karbon organik 4,73%. Nilai P₂O₅ HCl 25% tercatat sebesar 91,20 mg·100 g⁻¹, K₂O HCl 25% sebesar 52,15 mg·100 g⁻¹, KTK sebesar 41,30 cmol·kg⁻¹, serta kejenuhan basa sebesar 63,12%, yang mengindikasikan status kesuburan tanah tinggi. Sementara itu, hasil analisis tanah di Desa Cikandang (Kecamatan Cikajang) menunjukkan pH tanah 7, kandungan karbon organik 5,58%, P₂O₅ HCl 25% sebesar 99,53 mg·100 g⁻¹, K₂O HCl 25% sebesar 52,15 mg·100 g⁻¹, KTK sebesar 47,85 cmol·kg⁻¹, dan kejenuhan basa sebesar 25,16%, yang menunjukkan status kesuburan tanah rendah. Strategi pengelolaan yang direkomendasikan untuk tanah dengan status kesuburan tinggi adalah pemeliharaan kesuburan, sedangkan pada tanah dengan status kesuburan rendah diperlukan perbaikan keseimbangan hara, khususnya kation basa dan kalium
Optimalisasi Model Service Excellence Untuk Meningkatkan Keputusan Pembelian Pada Platform Pasar Digital UMKM (PaDi UMKM)
Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan model service excellence dalam meningkatkan keputusan pembelian pada platform pasar digital UMKM, yaitu PaDi UMKM. Di era digital yang berkembang pesat, platform seperti PaDi UMKM menjadi jembatan penting bagi UMKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, di mana data diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada pengguna PaDi UMKM. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda untuk melihat sejauh mana kualitas pelayanan, promosi, dan harga mempengaruhi keputusan pembelian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan, promosi, dan harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Artinya, jika kualitas pelayanan meningkat, promosi lebih efektif, dan harga lebih bersaing, maka keputusan pembelian konsumen akan semakin tinggi. Penelitian ini memberikan kontribusi berharga bagi pengembangan teori service excellence di dunia digital, sekaligus memberi rekomendasi praktis bagi pengelola platform dan pelaku UMKM untuk meningkatkan kinerja mereka. Temuan ini juga membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian di platform digital UMKM
Tingkat Kepuasan Petani Terhadap Kualitas Pelayanan Koperasi Lkm-A Puap Subur Di Kabupaten Purbalingga
Member satisfaction with LKM-A services is an indicator of success in improving member welfare. The problem that emerged at the LKM-A PUAP Subur Cooperative was a decrease in the number of members. The aim of this research is to understand the characteristics of respondents, the level of satisfaction, and the factors that farmers prioritize regarding the services provided by cooperatives. The case study method was used to provide detailed and in-depth explanations regarding farmer members of the LKM-A PUAP Subur Cooperative in Purbalingga Regency. The respondents were 45 rice farmers members of the LKM-A PUAP Subur Cooperative using simple random sampling techniques. Data collection took place from May to June 2024. Information was obtained through the interview process, filling out questionnaires, observations and literature studies. Data analysis was carried out using the Customer Satisfaction Index (CSI), Importance Performance Analysis (IPA), and description analysis. This research found that most farmers are men over 60 years old, have a high level of education, and have an average family of 3 to 4 people. The CSI calculation results of 80.30 percent show that farmers are satisfied with cooperative services, but there are several aspects that need to be improved based on IPA calculations, such as holding RATs on time, management can provide clear information, and management always maintains good relationships with members.Kepuasan anggota terhadap pelayanan LKM-A merupakan indikator keberhasilan dalam meningkatkan kesejahteraan anggota. Masalah yang muncul di Koperasi LKM-A PUAP Subur adalah terjadi penurunan jumlah anggota. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami ciri-ciri responden, tingkat kepuasan, serta faktor-faktor yang diutamakan oleh petani terhadap layanan yang diberikan oleh koperasi. Metode studi kasus digunakan untuk menganalisis secara mendalam mengenai petani anggota Koperasi LKM-A PUAP Subur di Kabupaten Purbalingga. Responden yaitu petani padi anggota Koperasi LKM-A PUAP Subur yang berjumlah 45 orang yang dipilih teknik pengambilan simple random sampling. Informasi diperoleh melalui proses wawancara, pengisian kuesioner, pengamatan, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan menggunakan Customer Satisfaction Index (CSI), Importance Performance Analysis (IPA), dan analisis deskripsi. Penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar petani adalah pria berusia di atas 60 tahun, memiliki tingkat pendidikan yang tinggi, dan memiliki rata-rata tanggungan keluarga 3 hingga 4 orang. Hasil perhitungan CSI sebesar 80,30% menunjukkan bahwa petani merasa puas dengan layanan koperasi namun ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan berdasarkan perhitungan IPA, seperti penyelenggaraan RAT tepat waktu, pengurus dapat memberikan informasi yang jelas, dan pengurus senantiasa menjalin hubungan yang baik dengan anggota
Pengembangan Express Feeder pada Penyulang CLDG Tasikmalaya dengan Metode Particle Swarm Optimization untuk Mengurangi Rugi Daya
The electrical power distribution system plays a crucial role in delivering reliable and efficient energy to consumers. One of the main challenges in its operation is the high level of power losses that occur during the distribution process. To address this issue, this study applies a network reconfiguration method by adding an express feeder to the CLDG Tasikmalaya feeder to reduce power losses. The optimization method used is Particle Swarm Optimization (PSO), an algorithm inspired by the social behavior of bird or fish swarms in finding the best solution. Each particle searches for an optimal position (Pbest), and others follow the global best solution (Gbest). Power flow analysis is performed using the Backward Forward Sweep (BFS) method, implemented in MATLAB 2024a and validated with ETAP 19.0.1. The BFS method constructs BIBC and BCBV matrices based on network topology. As a result, power losses were reduced from 450.485 kW to 245.1011 kW after reconfiguration.Sistem distribusi tenaga listrik memiliki peran penting dalam menyalurkan energi listrik secara andal dan efisien kepada konsumen. Salah satu tantangan utama dalam pengoperasiannya adalah tingginya rugi daya (losses) yang terjadi selama proses distribusi. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini menerapkan metode rekonfigurasi jaringan dengan menambahkan express feeder pada penyulang CLDG Tasikmalaya guna menurunkan rugi daya. Metode optimasi yang digunakan adalah Particle Swarm Optimization (PSO), yaitu algoritma yang meniru perilaku sosial kawanan burung atau ikan dalam mencari solusi terbaik. Setiap partikel mencari posisi optimal (Pbest), dan partikel lainnya mengikuti solusi terbaik global (Gbest). Perhitungan aliran daya dilakukan dengan metode Backward Forward Sweep (BFS) menggunakan perangkat lunak MATLAB 2024a dan divalidasi dengan ETAP 19.0.1. Metode BFS menyusun matriks BIBC dan BCBV berdasarkan topologi jaringan. Hasilnya, rugi daya turun dari 450,485 kW menjadi 245,1011 kW setelah rekonfigurasi dilakukan (pemasangan ekspress feedeer)
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif pada Materi Bioteknologi Modern Menggunakan Articulate Storyline 3: Media Pembelajaran Interaktif
The teaching media currently used is still limited to printed materials, which are less engaging. Digital-based learning media has also not been optimally utilized in the teaching and learning process. The presence of engaging learning media can make the learning process more enjoyable and effective. This study aims to develop interactive learning media based on Articulate Storyline 3 for the topic of Modern Biotechnology for Grade X MIA students at MAN 1 Padang Lawas. The media development was conducted to determine the validity, practicality, and effectiveness of the developed learning media. This research is a type of Research and Development (R&D) using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The study resulted in the development of interactive learning media using Articulate Storyline 3 for the topic of modern biotechnology in Grade X MIA at MAN 1 Padang Lawas. The media validity assessment by media experts obtained a score of 84%, categorized as very valid, and by material experts 91%, also categorized as very valid. The practicality test by teachers resulted in a score of 95%, categorized as very practical, while the test by students achieved 90.83%, also categorized as very practical. The effectiveness test based on students' pre-test and post-test results was analyzed using N-Gain, with an average score of 0.70, which falls into the moderate or fairly effective category. Therefore, it can be concluded that the interactive learning media using Articulate Storyline 3 for the modern biotechnology topic in Grade X MIA at MAN 1 Padang Lawas is very valid, very practical, and fairly effective to be used as a teaching medium for modern biotechnology materials for Grade X students.Media ajar yang digunakan masih terpaku pada media berbentuk cetak yang kurang menarik. Media pembelajaran yang sifatnya digital juga tidak maksimal dipergunakan dalam pembelajaran mengajar. Dengan adanya media pembelajaran yang menarik, maka proses pembelajaran akan menjadi lebih menyenangkan dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline 3 pada materi bioteknologi modern untuk siswa kelas X MIA di MAN 1 Padang Lawas. Pengembangan media dilakukan untuk mengetahui validitas, kepraktisan, dan efektivitas media pembelajaran yang dikembangkan. Jenis penelitian ini adalah R&D (Research & Development) menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Penelitian ini menghasilkan media pembelajaran interaktif menggunakan Articulate Storyline 3 pada materi bioteknologi modern di kelas X MIA MAN 1 Padang Lawas. Hasil validitas media pembelajaran oleh ahli media memperoleh persentase 84% dengan kategori sangat valid dan ahli materi 91% dengan kategori sangat valid. Hasil uji coba kepraktisan oleh guru memperoleh persentase sebesar 95% yang termasuk kategori sangat praktis, sedangkan uji coba oleh peserta didik memperoleh persentase sebesar 90,83% yang termasuk kategori sangat praktis. Hasil uji coba keefektifan media dari hasil pretest dan postest peserta didik diperoleh dari uji N-Gain dengan rata-rata 0,70 termasuk kategori sedang ataupun cukup efektif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran interaktif menggunakan Articulate Storyline 3 pada materi bioteknologi modern di kelas X MIA MAN 1 Padang Lawas sangat valid, sangat praktis, dan cukup efektif digunakan sebagai media ajar materi bioteknologi modern untuk peserta didik kelas X
Immersive Science Learning: Flipbook Web-AR untuk Visualisasi dan Interaksi Konsep IPA
This research aims to evaluate the feasibility of Web Augmented Reality (Web-AR) based Digital Flipbooks as an innovative learning medium in supporting immersive learning in Natural Sciences (IPA) subjects. This medium is designed to present science material visually, interactively, and contextually, so that it can help students understand abstract concepts more concretely and interestingly. The evaluation process was conducted through validation by two media experts, using an assessment instrument that covered aspects of material completeness, image and video suitability, accessibility, design appeal, communication, and language. The validation results showed that this medium achieved an average score of 96.25, categorized as highly feasible. The experts assessed that the use of Web-AR technology in digital flipbooks enhances the appeal of learning, facilitates concept visualization, and supports active student engagement. In conclusion, the Web-AR Flipbook medium is deemed suitable for use in science education as part of an immersive learning approach. This medium has the potential to drive the transformation of conventional learning into a more interactive, flexible, and aligned approach with the Merdeka Curriculum, which emphasizes independent learning and real-world experiences.
Keywords: Immersive learning, interactive digital books, web augmented reality, interactive mediaPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan Flipbook Digital berbasis Web Augmented Reality (Web-AR) sebagai media pembelajaran inovatif dalam mendukung immersive learning pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Media ini dirancang untuk menyajikan materi sains secara visual, interaktif, dan kontekstual, sehingga dapat membantu peserta didik memahami konsep-konsep abstrak secara lebih konkret dan menarik. Proses evaluasi dilakukan melalui validasi oleh dua ahli media, menggunakan instrumen penilaian yang mencakup aspek cakupan kelengkapan materi, kesesuaian gambar dan video, aksesibilitas, kemenarikan desain, komunikatif dan bahasa. Hasil validasi menunjukkan bahwa media ini memperoleh skor rata-rata 96,25, yang dikategorikan sangat layak. Para ahli menilai bahwa penggunaan teknologi Web-AR dalam flipbook digital memperkuat daya tarik pembelajaran, memfasilitasi visualisasi konsep, dan mendukung keterlibatan aktif peserta didik. Kesimpulannya, media Flipbook Web-AR dinilai layak untuk digunakan dalam pembelajaran IPA sebagai bagian dari pendekatan immersive learning. Media ini berpotensi mendorong transformasi pembelajaran konvensional menjadi lebih interaktif, fleksibel, dan sesuai dengan arah Kurikulum Merdeka yang menekankan pada kemandirian belajar dan pengalaman nyata.
Kata kunci: Immersive learning, flipbook digital, web augmented reality, media interakti
Hubungan antara minat dan gaya belajar terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada materi keanekaragaman hayati kelas VII di SMPIT Assalam
This study aims to determine the relationship between learning interests and learning styles (visual, auditory, and kinesthetic) with the learning outcomes of class VII students of SMPIT Assalam on biodiversity material. The research method used is a quantitative method of correlational research. This study involved all students in class VII of SMPIT Assalam as the research population. The research sample was determined using purposive sampling, so that a sample of 30 students was obtained. Data collection was carried out through a questionnaire to measure learning styles and learning interests, as well as tests to measure learning outcomes. The results of the study showed that (1) Learning interests influenced learning outcomes, with a t-value of 3.690 and a significance of 0.001; (2) Visual, auditory, and kinesthetic learning styles each had a significant influence on learning outcomes, with t-values of 2.760, 3.697, and 6.832, respectively (greater than t-table 2.056); and (3) Learning interest and learning style simultaneously had a significant effect on learning outcomes, with a calculated F-value of 290.243. Based on the results of this study, it is recommended that teachers implement learning methods that are appropriate to students' learning styles and encourage students to increase their learning interests.
Keywords: Learning Interest, Learning Style, Learning Outcomes, BiodiversityPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan minat belajar dan gaya belajar (visual, auditorial, dan kinestetik) dengan hasil belajar siswa kelas VII SMPIT Assalam pada materi keanekaragaman hayati. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif jenis penelitian korelasional. Studi ini melibatkan seluruh peserta didik di kelas VII SMPIT Assalam sebagai populasi penelitian. Sampel penelitian ditentukan menggunakan purposive sampling, sehingga diperoleh sampel sebanyak sebanyak 30 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui angket untuk mengukur gaya belajar dan minat belajar, serta tes untuk mengukur hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Minat belajar berpengaruh terhadap hasil belajar, dengan nilai t hitung 3,690 dan signifikansi 0,001; (2) Gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik masing - masing berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar, dengan nilai t hitung berturut-turut 2.760, 3.697, dan 6.832 (lebih besar dari t tabel 2,056); serta (3) Minat belajar dan gaya belajar secara stimultan berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar, dengan nilai F hitung 290,243. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar guru menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan gaya belajar siswa serta mendorong siswa peningkatan minat belajar mereka.
Kata kunci: Minat Belajar, Gaya Belajar, Hasil Belajar, Keanekaragaman Hayat