Online Journal Universitas Garut
Not a member yet
2148 research outputs found
Sort by
Pelaksanaan Asesmen Diagnostik Kognitif Di Sekolah Dasar Negeri 5 Sungai
Abstrak
Asesmen diagnostik kognitif merupakan langkah awal yang penting dalam proses pembelajaran karena dapat membantu guru dalam memahami kemampuan awal dan kebutuhan belajar peserta didik secara individual. Fokus penelitian ini yakni bagaimana pelaksanaan asesmen diagnostik di SDN 5 Sungai Raya yang mengacu pada teori milik (Atmojo, dkk., 2023) dalam melakukan asesmen diagnostik kognitif terdapat tiga tahap, yakni 1) tahap persiapan, 2) tahap pelaksanaan, 3) tahap diagnosis dan tindak lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan asesmen diagnostik kognitif di SDN 5 Sungai Raya sebagai bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka, maka pertanyaan penelitian adalah bagaimana pelaksanaan asesmen diagnostik kognitif di SDN 5 Sungai Raya. Subjek penelitian adalah guru-guru yang melaksanakan asesmen diagnostik kognitif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil observasi menunjukkan bahwa guru telah mempersiapkan asesmen dengan menyusun jadwal, membuat soal sesuai CP dan ATP, serta menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Namun, asesmen masih dominan dilakukan secara langsung di kelas, dan hanya satu guru yang memanfaatkan media digital. Wawancara menunjukkan guru telah menerapkan asesmen formatif pada saat proses pembelajaran sedang berlangsung dengan menanyakan kepada peserta didik terkait dengan materi apa yang sedang diajarkan atau dibahas. Namun guru belum terbiasa menggunakan teknologi dalam pengolahan hasil asesmen. Dokumentasi mengungkap bahwa instrumen asesmen disusun sesuai mata pelajaran dan kemampuan siswa, menggunakan bentuk pilihan ganda dan uraian. Temuan ini menunjukkan perlunya pelatihan lanjutan agar asesmen dapat dilaksanakan lebih optimal dan inklusif.
Kata Kunci: asesmen diagnostik kognitif, kurikulum merdeka, pembelajaran sekolah dasarAsesmen diagnostik kognitif merupakan langkah awal yang penting dalam proses pembelajaran karena dapat membantu guru dalam memahami kemampuan awal dan kebutuhan belajar peserta didik secara individual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan asesmen diagnostik kognitif di SDN 5 Sungai Raya sebagai bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka. Subjek penelitian adalah guru-guru yang melaksanakan asesmen diagnostik kognitif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil observasi menunjukkan bahwa guru telah mempersiapkan asesmen dengan menyusun jadwal, membuat soal sesuai CP dan ATP, serta menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Namun, asesmen masih dominan dilakukan secara langsung di kelas, dan hanya satu guru yang memanfaatkan media digital. Wawancara menunjukkan guru telah menerapkan asesmen formatif pada saat proses pembelajaran sedang berlangsung dengan menanyakan kepada peserta didik terkait dengan materi apa yang sedang diajarkan atau dibahas. Namun guru belum terbiasa menggunakan teknologi dalam pengolahan hasil asesmen. Dokumentasi mengungkap bahwa instrumen asesmen disusun sesuai mata pelajaran dan kemampuan siswa, menggunakan bentuk pilihan ganda dan uraian. Temuan ini menunjukkan perlunya pelatihan lanjutan agar asesmen dapat dilaksanakan lebih optimal dan inklusif.
Kata-kata Kunci: asesmen diagnostik kognitif, kurikulum merdeka, pembelajaran sekolah dasar
 
Live Streaming Strategies and Time Pressure: Their Effect on Perceived Urgency and Impulse Buying Behavior on Shopee
The study aims to examine the effect of live streaming on perceived urgency and impulse buying, as well as the role of time pressure as a moderating variable in Shopee's e-commerce marketing context. Additionally, the study investigates how time pressure enhances the relationship between perceived urgency and impulse buying behavior. Data were collected from 240 respondents, consisting of Generation Z and millennial consumers. The data analysis was conducted using the Structural Equation Modeling (SEM) method with AMOS version 22 software. The results show that live streaming significantly influences perceived urgency, which in turn positively impacts impulse buying behavior. Time pressure was also found to strengthen the relationship between live streaming and perceived urgency, as well as between perceived urgency and impulse buying
Ibu ANALISIS RANTAI PASOK DAN NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI KOPI DI KECAMATAN CIKAJANG KABUPATEN GARUT: MENYUSURI PELUANG PASAR DAN DAYA SAING LOKAL
Coffee plays a vital role in Indonesia’s rural economy, contributing not only to employment and foreign exchange earnings but also to regional development through agro-industrial linkages. However, local coffee-producing regions such as Cikajang in Garut Regency still face structural inefficiencies in their supply chains, resulting in unequal value distribution and weak competitiveness compared to other producing areas. Understanding the mechanisms of value creation and efficiency within this supply chain is therefore essential to enhance farmers’ welfare and regional competitiveness.This study aims to: (1) identify the structure of the Arabica coffee supply chain in Cikajang District, along with the roles and activities of actors at each stage; (2) measure value added at different processing levels using the Hayami method; (3) analyze the marketing efficiency of Cikajang Arabica coffee through the calculation of cost–product value ratios; and (4) examine the potential for strengthening competitiveness by improving supply chain efficiency. The results indicate that farmers remain positioned upstream with limited involvement in downstream processes, while value added increases significantly at the roasting stage, which yields the highest profit margins. The marketing efficiency analysis reveals that shorter distribution channels—such as farmer–farmer group association–roastery–consumer—are more efficient (EP 5.85%) compared to longer channels involving multiple actors. The structure of value added and marketing efficiency underscores an imbalance in profit distribution across the supply chain. Strengthening competitiveness can be achieved through farmer capacity building, cooperative institution development, distribution and logistics efficiency, geographical identity–based branding, and product diversification. These findings provide strategic implications for developing a more efficient, equitable, and sustainable local coffee supply chain.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi struktur rantai pasok kopi Arabika di Kecamatan Cikajang serta peran dan aktivitas pelaku pada setiap tahapan; (2) mengukur nilai tambah pada tiap level pengolahan menggunakan metode Hayami; (3) menganalisis efisiensi pemasaran kopi Arabika Cikajang melalui perhitungan rasio biaya dan nilai produk; dan (4) mengkaji potensi penguatan daya saing melalui perbaikan efisiensi rantai pasok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani masih berada di posisi hulu dengan keterlibatan terbatas dalam proses hilir, sementara nilai tambah meningkat signifikan pada tahap roasting dengan tingkat keuntungan tertinggi. Analisis efisiensi pemasaran memperlihatkan bahwa saluran distribusi yang lebih pendek—seperti petani–gapoktan–roastery–konsumen—lebih efisien (EP 5,85%), dibandingkan saluran panjang yang melibatkan banyak aktor. Struktur nilai tambah dan efisiensi pemasaran tersebut menegaskan adanya ketimpangan distribusi keuntungan dalam rantai pasok. Potensi penguatan daya saing dapat dilakukan melalui peningkatan kapasitas petani, pembentukan kelembagaan koperasi, efisiensi distribusi dan logistik, branding berbasis identitas geografis, serta diversifikasi produk. Temuan ini memberikan implikasi strategis bagi pengembangan rantai pasok kopi lokal yang lebih efisien, adil, dan berkelanjutan
Source of Credibility Pada Konten Produk Beauty Influencer
Peningkatan penggunaan media sosial dan transformasi digital yang terjadi di Indonesia telah mengubah lanskap strategi pemasaran, dari yang sebelumnya menggunakan metode pemasaran tradisional kini beralih ke pemasaran digital. Dengan perubahan ini perusahaan harus mampu mengikuti metode pemasaran secara digital agar tercapai tujuan pemasaran. Dalam perkembangan digital marketing, penggunaan influencer marketing adalah salah satu strategi pemasaran yang banyak dipilih oleh perusahaan dalam memasarkan produknya. Influencer yang dapat di percaya dan memiliki nilai kredibilitas yang layak dalam kontennya sangat diperlukan untuk mendukung hal ini, karena nilai-nilai penerapan kredibilitas yang tepat akan meningkatkan nilai marketing pada akun influencer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana influencer dapat meningkatkan nilai kredibilitas menggunakan Source Of Creadibility Theory. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode kualitatif dengan pendekatan netnografi. Data penelitian di peroleh dari, data primer yang meliputi observasi konten dan proses wawancara semi-terstruktur dengan pengikut Tasya Farasya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai expertise dalam konten produk beauty influencer ditunjukan dengan keahlian influencer dalam menyampaikan informasi dari sumber yang terpercaya dan menerapkannya kedalam konten promosi sehingga memunculkan nilai keahlian, nilai trustworthiness dengan membagikan pengalaman pribadi kedalam ulasan produk sehingga dapat memperkuat kepercayaan audiens untuk mengikuti saran produk yang diberikan oleh influencer, dan nilai attractiveness dengan menyampaikan pesan secara menarik baik dari segi materi maupun visual yang disampaikan sehingga audiens yang menerima informasi tersebut merasa tertarik dengan konten produk yang ditampilkan oleh beauty influencer.Kata kunci: Influencer marketing, Konten Produk, Kredibilitas, Media Sosial, Pemasaran Digital
PENDIDIKAN KARAKTER ISLAMI BERDASARKAN AYAT-AYAT PENDIDIKAN DALAM SURAH LUQMAN AYAT 13-19
Pembentukan karakter Islami merupakan elemen penting dalam pendidikan formal maupun informal untuk menciptakan individu yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan taat kepada Allah Swt. Surah Luqman ayat 13 – 19 memberikan panduan mendasar mengenai pendidikan karakter Islami melalui nasihat-nasihat Luqman kepada anaknya, yang mencakup ajaran tauhid, penghormatan terhadap orangtua, kesadaran akan pengawasan Allah Swt, kewajiban melaksanakan ibadah, dan akhlak. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi serta menganalisis nilai-nilai pendidikan pada ayat-ayat tersebut serta menjelaskan integrasi aplikatifnya dalam pembentukan karakter Islami. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka, data dianalisis melalui teknik analisis isi dengan referensi utama ayat-ayat Alquran dan tafsir ulama. Nilai-nilai yang terdapat dalam Surah Luqman 13 - 19 ini dapat diterapkan dalam pendidikan karakter melalui pendekatan nasihat, keteladanan, dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam membangun sistem pendidikan yang holistik, tidak hanya fokus pada kecerdasan intelektual, akan tetapi juga pembentukan moral dan spiritual yang kokoh sesuai dengan pendidikan Islam.
 
Al-Qur’an sebagai Matan Ilmi: Menelusuri Dimensi Epistemologis dalam Ulumul Qur’an Kontemporer
Artikel ini mengkaji peran Al-Qur’an sebagai matan ilmi sumber utama dan otoritatif dalam pembentukan epistemologi Islam melalui lensa Ulumul Qur’an kontemporer. Penelitian bertujuan untuk mengungkap dimensi epistemologis yang terkandung dalam Al-Qur’an dan bagaimana pemahaman keilmuan berbasis wahyu dapat direkonstruksi di era modern. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis hermeneutik, artikel ini menelaah konsep-konsep kunci seperti ilmu, wahyu, dan tauhid ilmu dalam kerangka Ulumul Qur’an mutakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai teks normatif, tetapi juga sebagai fondasi ontologis-epistemologis yang mampu mengarahkan arah dan etika pengembangan ilmu pengetahuan. Temuan ini membuka jalan bagi formulasi paradigma keilmuan Islam yang integral, otonom, dan responsif terhadap tantangan peradaban kontemporer
Analisis Pendekatan Pembelajaran Aktif Terhadap Pemahaman Nilai-Nilai Pancasila Pada Madrasah Ibtidaiyah
This study aims to analyze the relationship between active learning approaches and students’ understanding of Pancasila values. Pancasila, as the foundation of the Indonesian state and a national ideology, must be internalized through meaningful educational processes. This research employs a library research method with a descriptive qualitative approach, analyzing theories and previous studies related to the topic. Data were collected from scholarly journals, books, and academic publications from the past five years. The findings indicate that implementing active learning strategies such as group discussions, case studies, and project-based learning positively influences students’ comprehension of Pancasila values. Through active participation in learning, values such as cooperation, justice, tolerance, and responsibility are more effectively developed. The study concludes that active learning approaches serve as effective strategies for enhancing students’ understanding and appreciation of Pancasila values in the digital era
Desain Konseptual Berbasis Research And Development Model 4D Dalam Pengembangan Kurikulum PAI Adaptif Bagi Peserta Didik Dengan Disabilitas Intelektual
This paper formulates a conceptual design of an adaptive Islamic Education (PAI) curriculum for students with intellectual disabilities (PDDI) using an illustrative application of the 4D R&D Model developed by Thiagarajan, Semmel, and Semmel. As a literature-based study, it employs the Define, Design, Develop, and Disseminate stages to map the curriculum development process without empirical testing. The Define stage identifies PDDI needs through a synthesis of literature on special education and PAI curriculum. The Design stage presents a hypothetical framework emphasizing multisensory media, concrete strategies, and realistic learning goals. The Develop stage provides theoretical validation through expert judgment. The Disseminate stage highlights institutional and policy support required for implementation. The result is a conceptual adaptive PAI curriculum model that may guide future empirical studies and policy development for PDDI in both special and inclusive schools
LITERATURE REVIEW: IMPLEMENTASI TUGAS MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM MEMFASILITASI PENGEMBANGAN MINAT DAN BAKAT SISWA DI SEKOLAH DASAR
Pendidikan di tingkat dasar memerlukan perhatian khusus dalam pengembangan minat dan bakat siswa, di mana kepala
sekolah memainkan peran penting dalam hal ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi tugas
manajerial kepala sekolah dalam memfasilitasi pengembangan minat dan bakat siswa di sekolah dasar. Literature
review ini mengumpulkan dan menganalisis 15 artikel yang relevan dari berbagai sumber, termasuk jurnal ilmiah dan
penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah memiliki peran krusial dalam
merencanakan dan mengelola program ekstrakurikuler, meningkatkan kompetensi guru, serta menciptakan lingkungan
belajar yang aman dan inklusif. Meskipun terdapat tantangan dalam implementasi, seperti keterbatasan sumber daya dan
dukungan orang tua, kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dapat membantu mengatasi hambatan
tersebut. Kesimpulan dari literature review ini menegaskan pentingnya peran kepala sekolah dalam memfasilitasi pengembangan minat dan bakat siswa, serta perlunya strategi yang tepat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat dasar agar lebih efektif dan berkelanjut
KARAKTERISTIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK TEH CELUP DAUN SEMBUNG (Blumea Balsamifer) DENGAN PENAMBAHAN KAYU MANIS (Cinnamomum Burmannii): Chemical and Organoleptic Characteristics of Sembung Leaf Tea (Blumea balsamifer) with the Addition of Cinnamon (Cinnamomum burmannii)
Teh celup dengan penambahan serbuk kayu manis merupakan suatu produk dengan memanfaatkan bahan alami sehingga dapat menjadi suatu pengembangan produk minuman herbal yang inovatif dan memiliki manfaat kesehatan. Kedua kombinasi tersebut memberikan rasa yang sedikit hangat dan harum pada minuman teh serta memiliki kandungan antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh formulasi daun sembung dan kayu manis pada terhadap karakteristik kimia dan organoleptik teh daun sembung serta mengetahui formulasi terbaik penambahan daun sembung dengan kayu manis terhadap karakteristik kimia dan organoleptik teh daun sembung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan formulasi yang digunakan dengan 3 taraf dan 3 ulangan perlakuan yaitu P1 (80% daun sembung: 20% kayu manis). P2 (70% daun sembung: 30% kayu manis), dan P3 (60% daun sembung: 40% kayu manis). Berdasarka hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata terhadap karakteristik kimia yaitu kadar air, kadar abu total, kadar abu tak larut dalam air, kadar abu larut asam, kadar tanin, flavonoid, antioksidan dan organoleptik pada parameter rasa, warna dan aroma. Berdasarkan formulasi terbaik hasil analisis yaitu pada perlakuan 3 (daun sembung 60%: kayu manis 40%) dengan nilai kadar air 9,41%, kadar abu 8,20%, kadar abu larut air 5,91%, kadar abu tak larut asam 0,91%, kadar flavonoid 18,05, kadar antioksidan 33,93, tanin dan uji organoleptik pada parameter warna 3,97 (suka), aroma 3,47 (suka), rasa 3,60 (suka) dan keseluruhan 3,60 (suka).
Kata Kunci: daun sembung, kayu manis, teh celu