Online Journal Universitas Garut
Not a member yet
2148 research outputs found
Sort by
Meningkatkan Pemikiran Kritis dalam Pendidikan Fisika melalui AI: Tinjauan Literatur Sistematis tentang Tren dan Implikasi Pedagogis
This study aims to map research trends and analyze the pedagogical role of Artificial Intelligence (AI) in enhancing students' critical thinking skills in physics education. Employing a Systematic Literature Review (SLR) method guided by PRISMA protocols and enriched with bibliometric analysis, this study reviewed Scopus-indexed articles published between 2015 and 2025. Based on 42 mapped articles and an in-depth analysis of 12 key studies, the results indicate a significant trend shift post-2023 toward the use of Generative AI. Key findings reveal that "Role Reversal" pedagogical strategies and the use of "Socratic Tutors" are the most effective approaches for stimulating logical reasoning and scientific argumentation. In conclusion, AI has transformed from a mere visualization tool into a cognitive partner, despite remaining limitations in spatial reasoning. The study’s implications recommend the necessity of redesigning physics assessments to focus on critical validation of technological outputs rather than final answers, alongside strengthening ethical literacy to prevent student cognitive dependency.Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren riset dan menganalisis peran pedagogis Artificial Intelligence (AI) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada pembelajaran fisika. Menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA yang diperkaya analisis bibliometrik, studi ini meninjau artikel terindeks Scopus yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025. Dari 42 artikel yang dipetakan dan 12 artikel utama yang dianalisis secara mendalam, hasil menunjukkan adanya pergeseran tren signifikan pasca-2023 menuju penggunaan Generative AI. Temuan kunci mengungkapkan bahwa strategi pedagogis "Pembalikan Peran" (Role Reversal) dan penggunaan "Tutor Socratic" merupakan pendekatan paling efektif untuk menstimulasi penalaran logis dan argumentasi ilmiah. Kesimpulannya, AI telah bertransformasi dari sekadar alat visualisasi menjadi mitra kognitif (cognitive partner), meskipun masih memiliki keterbatasan dalam penalaran spasial. Implikasi studi ini merekomendasikan perlunya redesain asesmen fisika yang tidak lagi berfokus pada jawaban akhir, melainkan pada validasi kritis terhadap luaran teknologi, serta penguatan literasi etika untuk mencegah ketergantungan kognitif siswa
Analisis Capaian Pembelajaran Nilai-Nilai Pancasila Pada Mata Pelajaran PPKN Kurikulum Merdeka Di Jenjang SD/MI
This study analyzes the learning achievements of Pancasila values in the PPKn subject within the implementation of the Merdeka Curriculum at the elementary school level. The research employs a qualitative approach with a case study design involving teachers, the principal, and students in grades IV to VI at SD Negeri 1 Galang Tinggi, which has implemented the Merdeka Curriculum. Data were collected through observations, interviews, and document analysis. The results show that Pancasila values are implemented through active learning such as projects, problem-based activities, and group work. Students demonstrate a good understanding of Pancasila values in the cognitive aspect, but reinforcement is needed in attitudes and skills. Factors determining success include teacher competence, role modeling, parental support, school culture, facilities, and the social environment. This study contributes to strengthening character education based on Pancasila values in elementary schools
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT-BASED LEARNING BERBANTUAN PODCAST BERMUATAN EDUKASI TERHADAP KEMAMPUAN MENDENGARKAN DAN BERBICARA SISWA KELAS 6 SDN 1 TEMPURAN
Pendidikan berperan penting dalam pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. Namun, di Indonesia, kualitas pendidikan masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk metode pembelajaran yang kurang variatif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan kreativitas siswa melalui penerapan Project-Based Learning (PjBL) dengan penggunaan podcast bermuatan edukasi sebagai media pembelajaran yang menarik dan fleksibel, terutama dalam meningkatkan keterampilan mendengarkan dan berbicara pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest untuk mengukur efektivitas model PjBL berbantuan podcast terhadap peningkatan kemampuan siswa. Subjek penelitian adalah 33 siswa kelas 6 SDN 1 Tempuran. Data dikumpulkan melalui tes mendengarkan dan berbicara, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor posttest dibandingkan pretest, dengan nilai sig (2-tailed) 0,000 < 0,05.
Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan model PjBL berbantuan podcast efektif dalam meningkatkan keterampilan mendengarkan dan berbicara siswa. Oleh karena itu, pendidik dapat memanfaatkan model ini dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang lebih interaktif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan di era digital dan menjadi referensi bagi pengembangan kurikulum yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi
 
Isolasi dan Karakterisasi Selulosa Bakteri dari Limbah Kulit Jeruk Peras (Citrus sinensis L. Osbeck)
Selulosa bakteri merupakan salah satu biopolimer yang diproduksi oleh berbagai jenis bakteri, termasuk Gluconacetobacter xylinus. Dibandingkan dengan selulosa tanaman, selulosa bakteri memiliki keunggulan seperti biokompatibilitas tinggi dan daya serap air yang besar. Namun, produksi selulosa bakteri masih terkendala biaya tinggi akibat penggunaan media Hestrin–Schramm (HS) yang mahal. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini mengevaluasi potensi limbah kulit jeruk peras sebagai media alternatif pertumbuhan G. xylinus. Penelitian dilakukan dengan melakukan beberapa variasi parameter fermentasi, meliputi pH, jumlah inokulum, konsentrasi substrat, dan waktu fermentasi. Selulosa bakteri yang dihasilkan dianalisis menggunakan spektrofotometer Fourier Transform Infrared (FTIR) untuk mengidentifikasi gugus fungsional. Hasil menunjukkan bahwa kondisi optimum diperoleh pada pH 5, jumlah inokulum 15%, konsentrasi substrat 15%, dan waktu fermentasi 10 hari. Analisis FTIR mengidentifikasi adanya gugus O–H pada bilangan gelombang 3271,04 cm⁻¹ dan gugus C–O–C glikosida pada 1107,01 cm⁻¹, yang merupakan ciri khas selulosa. Hasil ini membuktikan bahwa limbah kulit jeruk berpotensi sebagai media alternatif yang efektif untuk produksi selulosa bakteri.Selulosa bakteri diproduksi oleh banyak bakteri, salah satunya bakteri Gluconacetobacter xylinus. Keunggulan selulosa bakteri dibandingkan dengan selulosa tanaman antara lain memiliki biokompositabilitas yang sangat baik dan mempunyai kemampuan menyerap air yang sangat tinggi. Namun di sisi lain, biaya produksi dari selulosa bakteri sendiri sangat tinggi karena penggunan media Hestrin Scharmm (HS) sangat mahal. Oleh sebab itu, diperlukan penggunaan media alternatif sebagai media kultur selulosa bakteri sehingga biayanya akan lebih terjangkau. Jeruk merupakan buah-buahan khas daerah tropis, salah satunya banyak ditemukan di daerah Garut. Seiring dengan banyaknya olahan makanan yang berbahan dasar jeruk, peningkatan limbah kulit jeruk menjadi masalah yang cukup serius. Sementara itu, kulit jeruk memiliki kandungan glukosa yang dapat dimanfaatkan menjadi media pertumbuhan bakteri G. xylinus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi pertumbuhan yang optimum dari bakteri G. xylinus menggunakan media kulit jeruk peras. Adapun kondisi yang diberikan yaitu dengan melakukan variasi pH fermentasi, jumlah inokulum, jumlah substrat dan waktu fermentasi. Selulosa bakteri yang dihasilkan pada kondisi yang paling optimum selanjutnya diidentifikasi menggunakan spektrofotometer Fourier Transform Infra Red (FTIR) untuk dianalisis gugus fungsinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH optimum fermentasi berada pada pH 5 dengan jumlah inokulum yang optimum adalah 15%, jumlah optimum substrat 15%, dan waktu optimum fermentasi adalah 10 hari. Hasil FTIR menunjukan bahwa gugus fungsi yang terdapat pada selulosa bakteri yaitu gusus O–H dengan bilangan gelombang 3271,04 cm-1, gugus C−O−C glikosida terdeteksi pada daerah bilangan gelombang 1107,01 cm-1 yang menunjukkan ciri khas dari selulosa
Kelompok 44 KKN UIN Bandung Dan Kelompok 18 KKN UNIGA Berkolaborasi Bersama Dalam Penyuluhan Kesehatan Di SDN 1 Kadungora-Garut
Kuantitas dan kualitas nutrisi yang dikonsumsi oleh anak-anak usia sekolah dapat mempengaruhi status gizi seimbang yang akan berdampak terhadap kebutuhan tumbuh kembang anak. Anak-anak di usia sekolah mengalami masa pertumbuhan, yang memerlukan perhatian khusus dari orang tua dan masyarakat, terutama terkait dengan nutrisi dan gizi seimbang, dalam hal ini pemerintah juga sudah menggalakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah seluruh Indonesia khususnya Jawa Barat. Tujuan dilakukan penyuluhan ini adalah agar siswa-siswi SDN 1 Kadungora memiliki kesadaran yang lebih tinggi tentang pentingnya asupan gizi seimbang guna mendukung perkembangan fisik dan kognitif yang optimal, dan membangun generasi yang lebih sehat serta berdaya saing tinggi. Pengabdian kepada masyarakat dan penyuluhan dilakukan di SDN 1 Kadungora, kecamatan Kadungora, kabupaten Garut yang merupakan kolaborasi antara Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati dari kelompok 44 dengan kelompok 18 KKN 2025 Tematik Universitas Garut dengan jumlah siswa siswi yang menjadi partisipan sebanyak 44 orang dari kelas 6 SD. Program PKM dilakukan dengan menggunakan metode penyuluhan secara langsung dan pemberian brosur. Kuantitas dan kualitas nutrisi yang dikonsumsi oleh anak-anak usia sekolah dapat mempengaruhi status gizi seimbang yang akan berpengaruh terhadap kebutuhan kembang anak. Anak-anak di usia sekolah mengalami masa pertumbuhan, yang memerlukan perhatian khusus dari orang tua dan masyarakat, terutama terkait dengan nutrisi dan gizi seimbang. Tujuan dilakukan penyuluhan ini adalah agar siswa siswi SDN 1 Kadungora memiliki kesadaran yang lebih tinggi tentang pentingnya asupan gizi seimbang guna mendukung perkembangan fisik dan kognitif yang optimal, dan membangun generasi yang lebih sehat serta berdaya saing tinggi. Pengabdian kepada masyarakat dan penyuluhan dilakukan di SDN 1 Kadungora, kecamatan Kadungora, kabupaten Garut yang merupakan kolaborasi antara Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati dari kelompok 44 dengan kelompok 18 KKN 2025 Tematik Universitas Garut dengan jumlah siswa siswi yang menjadi partisipan sebanyak 44 orang dari kelas 6 SD. Program PKM dilakukan dengan menggunakan metode penyuluhan secara langsung dan pemberian brosur
Analisis Sensorik dan Preferensi Konsumen terhadap Cuanki Instan Berbagai Merek Komersial
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi konsumen terhadap atribut sensoris pada cuanki instan dari berbagai merek komersial yang beredar di pasaran. Uji sensoris dilakukan terhadap empat atribut utama, yaitu rasa, warna, aroma, dan aftertaste menggunakan metode uji hedonik dengan skala 6 poin pada 20 panelis agak terlatih. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan (P < 0,05) pada tingkat kesukaan konsumen untuk semua atribut yang diuji. Cuanki instan merek “S” memperoleh tingkat kesukaan tertinggi di semua atribut, diikuti oleh merek “C” dan merek “K”. Temuan ini menunjukkan bahwa karakteristik sensori sangat mempengaruhi preferensi konsumen dalam memilih produk cuanki instan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi produsen dalam pengembangan produk dan strategi pemasaran yang lebih efektif
Karakteristik Mutu Kombucha Secang (Caesalpinia sappan L) Dengan Variasi Konsentrasi Ekstrak Kacang Hijau
Penggunaan secang dalam pembuatan kombucha dapat menjadikan sebagai minuman fungsional yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Kacang hijau dapat berperan sebagai sumber nitrogen bagi pertumbuhan scoby dalam kombucha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan konsentrasi ekstrak kacang hijau terhadap karakteristik mutu serta terhadap perlakuan tebaik kombucha secang. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan yaitu P1 (Ekstrak Kacang Hijau 15%), P2 (Ekstrak Kacang Hijau 20%), P3 (Ekstrak Kacang Hijau 25%) dan P4 (Ekstrak Kacang Hijau 30%) dengan tiga kali pengulangan. Berdasarkan dari hasil penelitian ekstrak kacang hijau berpengaruh terhadap karakteristik kimia yaitu total asam tertitrasi, berpengaruh terhadap karakteristik mikrobiologi yaitu total coliform tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap karakteristik kimia alkohol, karakteristik fisik, karakteristik mikrobiologi Total Plate Count (TPC) dan terhadap uji organoleptik. Perlakuan terbaik pada kombucha ada pada perlakuan P4 (ekstrak kacang hijau 30%) total asam tertitrasi 2,75%, kadar alkohol 0,54%, fisik berat scoby 2,52 gr dan tebal 0,39 cm , TPC 4,3 x 105 CFU/ml, dan coliform 0,03 AMP/ml. uji organoleptik atribut rasa 2,76 (agak suka) atribut aroma 3,32 (agak suka), atribut warna 2,72 (agak suka), atribut aftertaste 3,00 (agak suka) dan pada keseluruhan (2,96) (agak suka)
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas 4 SDN Tembok Dukuh IV/86 Surabaya : The Influence of Problem Based Learning (PBL) Learning Model on the Science Learning Outcomes of Grade 4 Students of SDN Tembok Dukuh IV/86 Surabaya
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar IPAS siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengathuan Alam dan Sosial (IPAS) kelas 4 SDN Tembok Dukuh IV/86 Surabaya. Latar belakang penelitian ini berawal dari rendahnya capaian hasil belajar IPAS di tingkat sekolah dasar secara nasional dan perlunya inovasi dalam metode pembelajaran. Dengan pendekatan quasi-eksperimen, penelitian ini melibatkan dua kelompok sampel, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang masing-masing terdiri dari 26 siswa. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest serta dianalisis menggunakan uji statistik untuk melihat perbedaan hasil belajar antar dua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya pada aspek pemahaman konsep, aplikasi pengetahuan, dan keterampilan pemecahan masalah. Temuan ini memperkuat relevansi penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam implementasi Kurikulum Merdeka untuk mendukung pembelajaran tematik yang inovatif. Penelitisn ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi guru dan institusi pendidikan dalam merancang pembelajaran yang lebih efektif dan berpusat pada siswa.
Kata Kunci: Problem Based Learning (PBL), Hasil belajar IPAS, Kelas 4, SDN Tembok Dukuh IV/86 SurabayaPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar IPAS siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengathuan Alam dan Sosial (IPAS) kelas 4 SDN Tembok Dukuh IV/86 Surabaya. Latar belakang penelitian ini berawal dari rendahnya capaian hasil belajar IPAS di tingkat sekolah dasar secara nasional dan perlunya inovasi dalam metode pembelajaran. Dengan pendekatan quasi-eksperimen, penelitian ini melibatkan dua kelompok sampel, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang masing-masing terdiri dari 26 siswa. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest serta dianalisis menggunakan uji statistik untuk melihat perbedaan hasil belajar antar dua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya pada aspek pemahaman konsep, aplikasi pengetahuan, dan keterampilan pemecahan masalah. Temuan ini memperkuat relevansi penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam implementasi Kurikulum Merdeka untuk mendukung pembelajaran tematik yang inovatif. Penelitisn ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi guru dan institusi pendidikan dalam merancang pembelajaran yang lebih efektif dan berpusat pada siswa
Memahami Tahap Perkembangan Moral Pada Anak Usia Dini (RA NURUL HUDA)
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memahami tahap perkembangan moral anak usia dini. Untuk pengumpulan data kami menggunakan metode observasi non-partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk memahami perkembangan moral anak usia dini harus mengetahui tahap-tahap perkembangannya terlebih dahulu. Sebagai pendidik dan orangtua sangat diharuskan memahami tahap-tahap perkembangan anak usia dini, karena dengan memahami tahap perkembangan anak usia dini orangtua ataupun pendidik dapat membantu anak mengembangkan kemampuan moral yang baik dan menjadi individu yang berkarakter positif, selain itu memahami tahap perkembangan anak usia dini juga dapat membantu anak usia dini memahami dan mengikuti aturan yang dibuat oleh orang dewasa. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa lingkungan merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak, maka dari itu penelitian ini menunjukkan bahwa pendidik ataupun orangtua harus memberikan contoh yang baik serta mengenalkan anak kepada lingkungan yang baik sehingga tahap perkembangannya dapat berkembang dengan baik. Hasil penelitian ini dapat digunakan orangtua ataupun pendidik sebagai acuan untuk mengetahui dan mempelajari lebih banyak mengenai tahap-tahap perkembangan anak.
Kata-kata Kunci : Tahap perkembangan, moral anak, memahami.Penelitian ini bertujuan untuk memahami tahap perkembangan moral anak usia dini. Untuk pengumpulan data kami menggunakan metode observasi non-partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk memahami perkembangan moral anak usia dini harus mengetahui tahap-tahap perkembangannya terlebih dahulu. Sebagai pendidik dan orangtua sangat diharuskan memahami tahap-tahap perkembangan anak usia dini, karena dengan memahami tahap perkembangan anak usia dini orangtua ataupun pendidik dapat membantu anak mengembangkan kemampuan moral yang baik dan menjadi individu yang berkarakter positif, selain itu memahami tahap perkembangan anak usia dini juga dapat membantu anak usia dini memahami dan mengikuti aturan yang dibuat oleh orang dewasa. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa lingkungan merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak, maka dari itu penelitian ini menunjukkan bahwa pendidik ataupun orangtua harus memberikan contoh yang baik serta mengenalkan anak kepada lingkungan yang baik sehingga tahap perkembangannya dapat berkembang dengan baik. Hasil penelitian ini dapat digunakan orangtua ataupun pendidik sebagai acuan untuk mengetahui dan mempelajari lebih banyak mengenai tahap-tahap perkembangan ana
Profil Kesulitan Menulis Permulaan Pada Peserta Didik Kelas I Sd Negeri 02 Rasau Jaya
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kesulitan menulis permulaan yang dialami peserta didik kelas I di SD Negeri 02 Rasau Jaya. Fokus penelitian mencakup empat indikator utama, yaitu: (1) tulisan tidak terbaca, (2) terlambat dalam menulis, (3) bentuk huruf terbalik dan hilang, dan (4) kesalahan memegang pensil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menggambarkan secara rinci setiap bentuk kesulitan berdasarkan hasil observasi langsung dan dokumentasi tulisan tangan peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui yaitu observasi dan dokumentasi terhadap 25 peserta didik kelas I tahun ajaran 2024/2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas peserta didik mengalami kesulitan dalam menulis permulaan , terutama pada aspek keterbacaan tulisan, kecepatan menulis yang rendah, bentuk huruf yang terbalik dan hilang, serta cara memegang pensil yang kurang tepat. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi guru dalam memberikan pendampingan yang lebih tepat serta menjadi referensi untuk penelitian lanjutan terkait pembelajaran menulis pada jenjang awal sekolah dasar.
Kata-kata Kunci: Kesulitan, Menulis Permulaan, Peseta didik kelas