Online Journal Universitas Garut
Not a member yet
    2148 research outputs found

    Peran Koperasi Dalam Pengembangan Agribisnis Sapi Perah Di Kabupaten Garut

    No full text
    Koperasi memainkan peranan krusial dalam memajukan usaha peternakan sapi perah, khususnya dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan para peternak. Penelitian ini berfokus pada analisis kontribusi Koperasi Peternak Garut Selatan (KPGS) dalam berbagai aspek, meliputi penampungan susu, penyediaan pakan, simpan pinjam, pelayanan kesehatan hewan, dan penyuluhan. Studi ini dilaksanakan di KPGS dengan melibatkan 43 peternak sebagai responden. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif, dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KPGS berkontribusi signifikan terhadap keberlanjutan usaha peternakan sapi perah melalui penyediaan fasilitas dan layanan yang mendukung. Penilaian responden terhadap peran koperasi dalam berbagai aspek berada dalam kategori efektif hingga sangat efektif. Aspek pelayanan kesehatan hewan dan penyuluhan mendapatkan skor tertinggi, masing-masing dengan persentase 82,10% dan 81,98%

    TINJAUAN SISTEMATIS TENTANG PEMBELAJARAN TEKNIK SERVIS PADA BULUTANGKIS DALAM PENDIDIKAN JASMANI

    No full text
    Learning service technique in badminton is a fundamental skill that is crucial in physical education because it determines the rhythm of the game and mastery of advanced techniques. This study aims to conduct a systematic review of the effectiveness of various methods of teaching service technique in the context of physical education for the period 2015–2025. The method used was a systematic literature review by searching articles through Google Scholar, Scopus, PubMed, DOAJ, SINTA, and Garuda databases. Keywords used included "physical education," "badminton," "service technique," "motor learning," and "game-based learning." Of the initial 80 articles, 25 met the inclusion criteria and were fully analyzed. The analysis showed that digital media-based approaches such as video modeling, slow-motion, and learning apps resulted in a 20–35% increase in serve accuracy, while structured repetitive practice significantly improved movement consistency within 4–6 weeks. Game-based approaches were also shown to increase learning motivation and skill retention, while motor factors such as eye-hand coordination (contributing 40%) and wrist strength (35%) significantly influenced the quality of serve technique. The main obstacles in schools include limited facilities, teacher competency in using technology, and limited duration of physical education (PJOK) lessons. The conclusion of this review is that effective service technique instruction must integrate technology, a game-based approach, and structured biomechanical training. Practical implications: Physical education (PJOK) teachers and coaches need to utilize digital media, provide specific feedback, and implement varied and sustainable training programs to improve students' serve accuracy and consistencyPembelajaran teknik servis dalam bulutangkis merupakan keterampilan dasar yang sangat penting dalam pendidikan jasmani karena menentukan ritme permainan dan penguasaan teknik lanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan sistematis terhadap efektivitas berbagai metode pembelajaran teknik servis dalam konteks pendidikan jasmani pada periode 2015–2025. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan menelusuri artikel melalui basis data Google Scholar, Scopus, PubMed, DOAJ, SINTA, dan Garuda. Kata kunci yang digunakan meliputi “pendidikan jasmani”, “bulutangkis”, “teknik servis”, “motor learning”, dan “game-based learning”. Dari total 80 artikel awal, 25 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara penuh. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendekatan berbasis media digital seperti video modeling, slow-motion, dan aplikasi pembelajaran memberikan peningkatan akurasi servis sebesar 20–35%, sedangkan latihan repetitif terstruktur meningkatkan konsistensi gerakan secara signifikan dalam durasi 4–6 minggu. Pendekatan permainan juga terbukti meningkatkan motivasi belajar dan retensi keterampilan, sementara faktor motorik seperti koordinasi mata–tangan (kontribusi 40%) dan kekuatan pergelangan tangan (35%) memberikan pengaruh besar terhadap kualitas teknik servis. Hambatan utama di sekolah meliputi keterbatasan fasilitas, kompetensi guru dalam penggunaan teknologi, serta durasi pembelajaran PJOK yang terbatas. Kesimpulan dari review ini adalah bahwa pembelajaran teknik servis yang efektif harus mengintegrasikan teknologi, pendekatan permainan, dan latihan biomekanika terstruktur. Implikasi praktisnya, guru PJOK dan pelatih perlu memanfaatkan media digital, menyediakan umpan balik spesifik, serta menerapkan program latihan yang variatif dan berkelanjutan untuk meningkatkan akurasi dan konsistensi servis siswa

    ANALISIS KONDISI NET BOLA VOLI PADA FASILITAS OLAHRAGA DI KABUPATEN GARUT: SEBUAH STUDI DOKUMENTASI

    No full text
    This study aims to identify the condition and damage of volleyball nets in sports facilities in Garut Regency, focusing on the damages that occur on the nets. The research uses a descriptive quantitative approach to systematically describe the condition of volleyball nets. The population of the study includes all volleyball nets in sports facilities in Garut Regency, while the sample was selected using purposive sampling, choosing several facilities that represent various conditions in the region. Data was collected through direct observation of the physical condition of the nets, including damage, tension, size, and material strength. Additionally, interviews with sports facility managers were conducted to obtain information about the net’s usage duration and brand of the nets, as well as questionnaires filled out by those responsible for the use and maintenance of the nets at each facility. The results of the study show that the most common net damage occurs in the "broken" category (63 frequencies), followed by "torn" (50 frequencies), while nets still in good condition were recorded 45 times. Furthermore, this study also recommends the development of more durable net materials that meet standards, and further research involving a larger sample and more detailed data collection on environmental conditions of the courts, such as indoor and outdoor, which can affect the durability of the nets. The findings are expected to serve as a foundation for improving sports facilities and standardizing maintenance in the future.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi dan kerusakan net bola voli yang ada di fasilitas olahraga Kabupaten Garut, dengan fokus pada kerusakan yang terjadi pada net. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan secara sistematis kondisi net bola voli. Populasi penelitian mencakup seluruh net bola voli yang terdapat di fasilitas olahraga di Kabupaten Garut, sementara sampel penelitian diambil secara purposive sampling dengan memilih sejumlah fasilitas yang mewakili berbagai kondisi fasilitas di daerah tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap kondisi fisik net, termasuk kerusakan, ketegangan, ukuran, dan kekuatan material net. Selain itu, dilakukan wawancara dengan pengelola fasilitas olahraga untuk memperoleh informasi tentang lama pemakaian net dan merek net yang digunakan, serta angket yang diisi oleh pihak yang bertanggung jawab atas penggunaan dan pemeliharaan net di masing-masing fasilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan net yang paling banyak terjadi adalah pada kategori putus (63 frekuensi), diikuti oleh robek (50 frekuensi), sementara net yang masih dalam kondisi bagus tercatat 45 frekuensi. Selain itu, penelitian ini juga menyarankan pengembangan material net yang lebih tahan lama dan sesuai dengan standar, serta perlunya penelitian lebih lanjut yang melibatkan lebih banyak sampel dan pengumpulan data yang lebih rinci tentang kondisi lingkungan lapangan, seperti indoor dan outdoor, yang dapat mempengaruhi ketahanan net. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk perbaikan fasilitas olahraga dan standarisasi pemeliharaan di masa depan

    Pengaruh Model Discovery Learning Berbasis Modul Ajar Terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa Materi Fluida Statis

    No full text
    This study aims to analyze the effect of applying the discovery learning model based on the teaching module on students' cognitive learning outcomes on static fluid material in class XI SMA Negeri 6 Lhokseumawe. This study uses a quantitative approach with a pretest-posttest group method design. The research subjects consisted of XI science class students in the eighth semester, with a total sample of 56 students selected randomly. Data collection was done through interviews and cognitive tests, which consisted of pretests and posttests in the form of multiple-choice questions. Data analysis techniques used include normality tests, homogeneity tests, and hypothesis testing. Class XI IPA 1 was designated as the experimental group that received learning intervention based on the discovery learning model with the teaching module. The results showed that the average cognitive learning achievement of students reached 79 with a standard deviation of 15.63. The module-based discovery learning model is proven to improve students' cognitive learning outcomes in a static fluid material. This is shown through the average posttest score of 79, which meets the good category, as well as the results of hypothesis testing which shows a significance level of 0.000 <0.05, so Ha is accepted. Thus, it can be concluded that the application of this learning model contributes to increasing students' understanding and creativity in learning physics, which is reflected in their optimal cognitive achievement.   Keywords: discovery learning, posttest, pretest, static fluidPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran discovery learning berbasis modul ajar terhadap hasil belajar kognitif siswa pada pokok bahasan materi fluida statis kelas XI SMA Negeri 6 Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode pretest-posttest group method. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 6 Lhokseumawe dengan populasi siswa kelas XI IPA semester genap. Sebanyak 56 siswa terpilih sebagai sampel. Pengumpulan data untuk komponen kompleks menggunakan teknik wawancara dan tes terhadap hasil belajar kognitif siswa. Penilaian hasil belajar kognitif siswa menggunakan tes tertulis yang terdiri dari bagian pretest dan posttest yang berisi soal pilihan ganda. Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Kelas XI IPA 1 merupakan kelas eksperimen yang menerapkan model pembelajaran penemuan berbasis modul ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar kognitif siswa SMA Negeri 6 Lhokseumawe rata-rata 79 dengan simpangan baku 15,63. Model pembelajaran penemuan berbasis modul berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif siswa materi fluida statis kelas XI IPA SMA Negeri 6 Lhokseumawe. Nilai rata-rata posttest kelas sebesar 79, memenuhi kriteria unjuk kerja baik. Hal ini didukung dengan taraf signifikansi uji hipotesis sebesar 0,000 < 0,05 yang menyatakan Ha diterima. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh model pembelajaran penemuan melalui modul ajar terhadap hasil belajar kognitif siswa materi fluida statis di SMAN 6 Lhokseumawe. Siswa yang menunjukkan tingkat kreativitas dan pemahaman yang unggul dapat diidentifikasi dari hasil belajar kognitifnya yang menunjukkan prestasi maksimal.   Kata kunci: discovery learning, fluida statis, posttest, pretes

    Integrasi Konsep Energi Potensial dan Potensi Diri Santri dalam Pendidikan Pesantren

    No full text
    This study aims to examine the relationship between the concept of potential energy in physics and the self-potential of santri (Islamic boarding school students) within the context of pesantren education. Using a descriptive qualitative method with a literature review approach, this research analyzes textbooks on physics, nationally accredited SINTA journals (2021–2025), and Islamic educational references. This approach was chosen because it is able to explain phenomena in depth through analysis of various relevant written sources. The findings indicate that potential energy defined as stored energy that can be actualized under certain conditions serves as an appropriate analogy to describe the latent potential of santri that needs to be nurtured through character education, spiritual strengthening, and technological integration. In the Society 5.0 era, pesantren education must not only preserve tradition but also adapt to advancements in science and technology. This study recommends developing an integrative curriculum based on science and Islamic values to holistically support santri's self-potential development.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara konsep energi potensial dalam fisika dengan potensi diri santri dalam konteks pendidikan pesantren. Melalui metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, penelitian ini menganalisis literatur dari buku teks fisika, jurnal ilmiah nasional terindeks SINTA (2021–2025), serta referensi pendidikan Islam. Pendekatan ini dipilih karena mampu menjelaskan fenomena secara mendalam melalui analisis terhadap berbagai sumber tertulis yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa energi potensial yang mengacu pada energi tersimpan yang dapat diaktualisasikan dalam kondisi tertentu dapat menjadi analogi yang tepat untuk menggambarkan potensi diri santri yang perlu digali dan dikembangkan melalui pendidikan karakter, penguatan nilai spiritual, serta integrasi teknologi. Pendidikan pesantren di Era Society 5.0 dituntut untuk tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan IPTEK. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kurikulum integratif berbasis sains dan nilai keislaman guna mendukung pengembangan potensi diri santri secara holistik

    Implementasi Supervisi Pendidikan Dalam Proses Pembelajaran Di Madrasah Ibtida’iyah

    No full text
    supervisi di sekolah dilaksanakan oleh kepala sekolah yang bertindak sebagai  supervisor, maka ia harus mampu melakukan berbagai pengawasan dan pengendalian  untuk meningkatkan kinerja guru. Pengawasan dan pengendalian merupakan Tindakan  preventive untuk mencegah agar guru tidak melakukan penyimpangan dan lebih  berhati hati dalam melaksanakan pekerjaannya sebagai pendidik. Oleh karena itu,  penelitihan ini mengungkap kegiatan supervisi yang di lakukan oleh kepala sekolah MI  Hidayatul Mubtadiin Jati Kota Kediri terhadap kinerja guru. Adapun secara ringkas  hasil dari penelitihan ini adalah  fokus kegiatan supervisi yang dilakukan kepala  sekolah MI Hidayatul Mubtadiin ialah supervisi RPP, pelaksanaan pembelajaran, dan  supervisi administrasi guru, kegiatan supervisi membantu bagi guru dalam  memecahkan masalah-masalah Pendidikan yang dihadapi guru pada saat melakukan  pembelajaran, serta dapat memberikan semangat, dan motivasi bagi guru agar selalu  meningkatkan pengetahuan untuk menjadi guru yang professional dalam  melaksanakan pembelajaran. hambatan kepala sekolah dalam supervisi adalah  ketidak siapan para guru dan beberapa mata pelajaran yang pelaksanaannya masih kurang maksimal.   Kata kunci: supervisi, pendidikan, madrasah ibtida’iyah  supervisi di sekolah dilaksanakan oleh kepala sekolah yang bertindak sebagai  supervisor, maka ia harus mampu melakukan berbagai pengawasan dan pengendalian  untuk meningkatkan kinerja guru. Pengawasan dan pengendalian merupakan Tindakan  preventive untuk mencegah agar guru tidak melakukan penyimpangan dan lebih  berhati hati dalam melaksanakan pekerjaannya sebagai pendidik. Oleh karena itu,  penelitihan ini mengungkap kegiatan supervisi yang di lakukan oleh kepala sekolah MI  Hidayatul Mubtadiin Jati Kota Kediri terhadap kinerja guru. Adapun secara ringkas  hasil dari penelitihan ini adalah  fokus kegiatan supervisi yang dilakukan kepala  sekolah MI Hidayatul Mubtadiin ialah supervisi RPP, pelaksanaan pembelajaran, dan  supervisi administrasi guru, kegiatan supervisi membantu bagi guru dalam  memecahkan masalah-masalah Pendidikan yang dihadapi guru pada saat melakukan  pembelajaran, serta dapat memberikan semangat, dan motivasi bagi guru agar selalu  meningkatkan pengetahuan untuk menjadi guru yang professional dalam  melaksanakan pembelajaran. hambatan kepala sekolah dalam supervisi adalah  ketidak siapan para guru dan beberapa mata pelajaran yang pelaksanaannya masih kurang maksimal. Kata kunci: supervisi, pendidikan, madrasah ibtida’iyah &nbsp

    LITERATURE REVIEW: PERAN VIDEO ANIMASI 3D DALAM MEMBANGUN KARAKTER POSITIF SISWA SEKOLAH DASAR

    No full text
    Penggunaan video animasi 3D dalam pendidikan telah menjadi salah satu inovasi yang signifikan dalam upaya membangun karakter positif siswa sekolah dasar. Teknologi digital ini tidak hanya menarik perhatian siswa, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar yang interaktif dan menyenangkan. Dalam konteks pembelajaran, video animasi 3D mampu menyajikan materi secara visual dan audio, sehingga memudahkan siswa dalam memahami konsep-konsep yang diajarkan. Tinjauan pustaka ini menyoroti pentingnya integrasi nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran melalui video animasi, yang berkontribusi pada pembentukan karakter seperti disiplin, kreativitas, dan kepedulian sosial. Melalui analisis literatur, kami mengidentifikasi dampak positif dari video animasi 3D terhadap proses pembelajaran dan pengembangan karakter siswa. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan video animasi 3D tidak hanya meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa, tetapi juga memperkuat pemahaman mereka terhadap materi pelajaran. Oleh karena itu, penting bagi pendidik dan pengembang kurikulum untuk terus mengembangkan dan memanfaatkan teknologi ini dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih stimulatif dan efektif. Kata Kunci: Video animasi 3d, karakter positif, dan siswa sekolah dasar.  Penggunaan video animasi 3D dalam pendidikan telah menjadi salah satu inovasi yang signifikan dalam upaya membangun karakter positif siswa sekolah dasar. Teknologi digital ini tidak hanya menarik perhatian siswa, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar yang interaktif dan menyenangkan. Dalam konteks pembelajaran, video animasi 3D mampu menyajikan materi secara visual dan audio, sehingga memudahkan siswa dalam memahami konsep-konsep yang diajarkan. Tinjauan pustaka ini menyoroti pentingnya integrasi nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran melalui video animasi, yang berkontribusi pada pembentukan karakter seperti disiplin, kreativitas, dan kepedulian sosial. Melalui analisis literatur, kami mengidentifikasi dampak positif dari video animasi 3D terhadap proses pembelajaran dan pengembangan karakter siswa. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan video animasi 3D tidak hanya meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa, tetapi juga memperkuat pemahaman mereka terhadap materi pelajaran. Oleh karena itu, penting bagi pendidik dan pengembang kurikulum untuk terus mengembangkan dan memanfaatkan teknologi ini dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih stimulatif dan efektif

    Pengaruh Piket Terhadap Karakter Tanggung Jawab dan Peduli Kebersihan Siswa Kelas 3 SDN Kedungpane 02

    No full text
    Piket kelas merupakan strategi pembiasaan yang diterapkan di jenjang sekolah dasar sebagai bagian dari pendidikan karakter siswa. Pembiasaan piket kelas setiap hari dapat membangun karakter rasa tanggung jawab dan peduli kebersihan kelas supaya pembelajaran dapat berlangsung dengan nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh piket kelas terhadap karakter tanggung jawab dan peduli kebersihan pada siswa kelas 3 SD Negeri Kedungpane 02 Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis ex-post facto. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan angket. Hasil analisis regresi linier sederhana pertama diperoleh nilai signifikan sebesar 0,000 atau sig < 0.05 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya variabel x berpengaruh terhadap variabel y1. Demikian juga dengan hasil analisis regresi linier sederhana kedua diperoleh nilai signifikan sebesar 0,000 atau sig < 0.05 artinya variabel x berpengaruh terhadap variabel y2. Dari perhitungan koefisien regresi linier sederhana menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,451 pada y1 dan 0,549 pada y2 yang artinya kegiatan piket memiliki hubungan positif dengan karakter tanggung jawab dan peduli kebersihan. Berdasarkan uji General Linear Model Multivariate menggunakan SPSS 26, diperoleh nilai hitung signifikansi dari masing-masing variabel y1 dan y2 adalah sebesar 0,000 yang artinya kedua Sig<0,05 sehingga H0 ditolak dan diterima Ha artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara piket kelas terhadap karakter tanggung jawab dan peduli kebersihan. Kata-kata Kunci : Piket Kelas, Tanggung Jawab, Peduli KebersihanPiket kelas merupakan strategi pembiasaan yang diterapkan di jenjang sekolah dasar sebagai bagian dari pendidikan karakter siswa. Pembiasaan piket kelas setiap hari dapat membangun karakter rasa tanggung jawab dan peduli kebersihan kelas supaya pembelajaran dapat berlangsung dengan nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh piket kelas terhadap karakter tanggung jawab dan peduli kebersihan pada siswa kelas 3 SD Negeri Kedungpane 02 Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis ex-post facto. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara variabel x terhadap variabel y1 dan y2 dengan dilakukannya analisis data uji regresi linier sederhana dan GLM Multivariate. Hasil analisis regresi linier sederhana pertama diperoleh nilai signifikan sebesar 0,000 atau sig < 0.05 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya variabel x berpengaruh terhadap variabel y1. Demikian juga dengan hasil analisis regresi linier sederhana kedua diperoleh nilai signifikan sebesar 0,000 atau sig < 0.05 artinya variabel x berpengaruh terhadap variabel y2. Dari perhitungan koefisien regresi linier sederhana menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,451 pada y1 dan 0,549 pada y2 yang artinya kegiatan piket memiliki hubungan positif dengan karakter tanggung jawab dan peduli kebersihan. Berdasarkan uji GLM Multivariate menggunakan SPSS 26, diperoleh nilai hitung signifikansi dari masing-masing variabel y1 dan y2 adalah sebelsar 0,000 yang artinya kedua Sig<0,05 sehingga H0 ditolak dan diterima Ha artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara piket kelas terhadap karakter tanggung jawab dan peduli kebersihan

    PEMANFAATAN TEKNOLOGI LEARNING ANALYTICS DALAM MENDETEKSI POLA BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SMK NEGERI 1 KABUPATEN SORONG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan teknologi Learning Analytics dalam mendeteksi pola belajar siswa guna meningkatkan kualitas pembelajaran di SMK Negeri 1 Kabupaten Sorong. Tiga pendekatan analisis digunakan: K-Means Clustering untuk mengelompokkan siswa berdasarkan performa akademik, Decision Tree untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang memengaruhi hasil belajar, serta Multiple Linear Regression untuk memprediksi capaian akademik siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksploratif Data yang dianalisis mencakup kehadiran, nilai tugas, dan partisipasi dalam kelas pada pembelajaran luring. Hasil clustering menunjukkan adanya tiga klaster siswa: performa tinggi, sedang, dan rendah. Decision Tree mengungkap bahwa kehadiran dan partisipasi aktif merupakan indikator utama dalam menentukan performa akademik. Sementara itu, model regresi menghasilkan nilai R-squared sebesar 0,76, yang menunjukkan bahwa variabel kehadiran dan nilai tugas memiliki pengaruh signifikan terhadap capaian belajar. Temuan ini memperkuat bukti bahwa pendekatan Learning Analytics mampu memberikan rekomendasi pembelajaran yang lebih cepat, akurat, dan personal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengambilan keputusan pembelajaran berbasis data dan mendukung guru dalam merancang strategi pengajaran yang adaptif dan efektif. Kata-kata Kunci: Learning Analytics, K-Means Clustering, Decision Tree, Multiple Linear Regression, Pembelajaran LuringThis study aims to utilize Learning Analytics technology to detect students' learning patterns in order to improve the quality of instruction at SMK Negeri 1 Kabupaten Sorong. Three analytical approaches were employed: K-Means Clustering to group students based on academic performance, Decision Tree to identify key factors influencing learning outcomes, and Multiple Linear Regression to predict students' academic achievement. The analyzed data included student attendance, assignment scores, and classroom participation during face-to-face learning. The clustering results revealed three distinct groups: high, medium, and low performers. The Decision Tree analysis indicated that attendance and active participation were the primary indicators of academic performance. Meanwhile, the regression model yielded an R-squared value of 0.76, suggesting that attendance and assignment scores significantly affect student achievement. These findings reinforce the potential of Learning Analytics to provide timely, accurate, and personalized instructional recommendations. This study is expected to serve as a reference for data-driven decision-making in education and to support teachers in designing adaptive and effective teaching strategie

    ANALISIS KEMAMPUAN BERNALAR MATEMATIKA SISWA SEKOLAH DASAR PADA SOAL CERITA MATERI BANGUN DATAR

    No full text
      Penelitian ini bertujuan untuk memberikan deskripsi mengenai kemampuan bernalar matematika murid sekolah dasar pada saat mengerjakan soal cerita pada materi bangun datar. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek sebanyak 30 siswa kelas IV SD Negeri Suryodiningratan 3 Yogyakarta yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen yang dipakai untuk mengumpulkan data terdiri dari tes soal cerita yang memuat aspek penalaran matematis, serta wawancara terstruktur guna menggali lebih dalam pemahaman dan hambatan siswa dalam menyelesaikan soal. Hasil penelitian menjelaskan bahwa hanya sekitar 23% siswa yang mampu mengerjakan soal dengan benar dan urut berdasarkan indikator penalaran, seperti mengidentifikasi informasi penting, menyusun langkah penyelesaian secara logis, dan memberikan alasan matematis yang tepat. Sebaliknya, 77% siswa mengalami berbagai kesulitan, terutama dalam memahami kalimat panjang pada soal cerita, menginterpretasi konteks soal yang berbasis kehidupan sehari-hari, serta kurang mampu menghubungkan informasi yang tersedia untuk menyusun strategi pemecahan masalah. Beberapa siswa bahkan menunjukkan kebingungan dalam memilih rumus atau konsep bangun datar yang sesuai. Wawancara mendalam menguatkan hasil tes tersebut, di mana siswa mengaku sering merasa bingung ketika harus memahami kata-kata dalam soal cerita, terutama jika dikemas dalam konteks kehidupan nyata. Mereka cenderung lebih terbiasa dengan soal yang bersifat langsung atau hitungan saja. Berdasarkan temuan ini, penelitian merekomendasikan penggunaan soal kontekstual secara bertahap, serta penerapan pendekatan pembelajaran aktif yang mendorong siswa berpikir kritis dan memahami makna dari setiap informasi dalam soal.   Kata kunci: Penalaran matematika, Soal cerita, Bangun datar, Pembelajaran kontekstualPenelitian ini bertujuan untuk memberikan deskripsi mengenai kemampuan bernalar matematika murid sekolah dasar pada saat mengerjakan soal cerita pada materi bangun datar. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek sebanyak 30 siswa kelas IV SD Negeri Suryodiningratan 3 Yogyakarta yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen yang dipakai untuk mengumpulkan data terdiri dari tes soal cerita yang memuat aspek penalaran matematis, serta wawancara terstruktur guna menggali lebih dalam pemahaman dan hambatan siswa dalam menyelesaikan soal. Hasil penelitian menjelaskan bahwa hanya sekitar 23% siswa yang mampu mengerjakan soal dengan benar dan urut berdasarkan indikator penalaran, seperti mengidentifikasi informasi penting, menyusun langkah penyelesaian secara logis, dan memberikan alasan matematis yang tepat. Sebaliknya, 77% siswa mengalami berbagai kesulitan, terutama dalam memahami kalimat panjang pada soal cerita, menginterpretasi konteks soal yang berbasis kehidupan sehari-hari, serta kurang mampu menghubungkan informasi yang tersedia untuk menyusun strategi pemecahan masalah. Beberapa siswa bahkan menunjukkan kebingungan dalam memilih rumus atau konsep bangun datar yang sesuai. Wawancara mendalam menguatkan hasil tes tersebut, di mana siswa mengaku sering merasa bingung ketika harus memahami kata-kata dalam soal cerita, terutama jika dikemas dalam konteks kehidupan nyata. Mereka cenderung lebih terbiasa dengan soal yang bersifat langsung atau hitungan saja. Berdasarkan temuan ini, penelitian merekomendasikan penggunaan soal kontekstual secara bertahap, serta penerapan pendekatan pembelajaran aktif yang mendorong siswa berpikir kritis dan memahami makna dari setiap informasi dalam soal

    0

    full texts

    2,148

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Journal Universitas Garut
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇