Journal of Pharmaceutical And Sciences (JPS)
Not a member yet
124 research outputs found
Sort by
DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN JIWA
Health is an important part of human life, because if the body is healthy then a person can live a productive and quality life. This study aims to determine the relationship between family support and medication adherence in mental patients in mental hospitals. This study uses an analytical survey research design with a cross-sectional approach, using the chi-square test. The population in this study was all families of schizophrenic patients, totaling 118 respondents. The sample used was accidental sampling with as many as 54 respondents. The type of data used is primary data. The data analysis used is the univariate analysis and bivariate analysis. The results showed that there was a relationship between family support and medication adherence in mental patients (p-value = 0.001) The conclusion of this study is that there is a relationship between family support and medication adherence in mental patients in mental hospitals. It is hoped that the patient's family always pays attention to accuracy and compliance in giving medication and can be used as input and information to the family, that family support is important to improve medication adherence in mental patients at the Bina Karsa Mental Hospital.Kesehatan merupakan bagian yang penting bagi kehidupan manusia, karena bila tubuh sehat maka seseoarang dapat menjalani kehidupan secara produktif dan berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien jiwa di rumah sakit jiwa. Penelitian ini menggunakan desain penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional, menggunakan uji chi-square. Populasi dalam penelitian ini adalah semua keluarga pasien skizofrenia yang berjumlah 118 responden. Sampel yang digunakan accidental sampling dengan sebanyak 54 responden. Jenis data yang digunakan adalah data primer. Analisa data yang digunakan yaitu analisa univariat dan analisa bivariat. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien jiwa (p value = 0,001). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien jiwa di rumah sakit jiwa. Diharapkan kepada keluarga pasien selalu memperhatikan ketepatan dan kepatuhan dalam memberi minum obat dan dapat digunakan sebagai masukan dan informasi kepada keluarga, bahwa dukungan keluarga penting untuk meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien jiwa di rumah sakit jiwa Bina Karsa Medan Tahun 2020
BIJI KOPI ROBUSTA PEABERRY GREEN BEAN : SKRINING FITOKIMIA, FORMULASI HERBAL LOTION
Background : Robusta coffee beans are plants that function as antioxidants. One of the variants of Pagar Alam coffee is Peaberry Robusta coffee which has properties that can increase skin moisture. This study aims to determine the formulation of lotion preparations of ethanol extract of robusta peaberry green bean coffee in Pagar Alam city and able to increase skin moisture. The test methods include organoleptic test, pH test, homogeneity test, irritation test, dispersion test, humidity test and hedonic test. The results of organoleptic testing showed that all formulas did not change in terms of color, aroma and texture. The pH F0 test has the highest pH with an average value of 6.5. The results of the skin moisture test showed that the average value of the percentage of moisture in F2 had the highest level of skin moisture with a value of 60%. The results of the preference test for colors showed that F2 was very favored. The results of the hedonic test on aroma showed that F3 was the most preferred, the hedonic test for the most preferred texture was F3 and the results of the skin irritation test.Biji kopi robusta adalah tanaman yang berfungsi sebagai antioksidan. Salah satu varian kopi Pagar Alam adalah kopi peaberry robusta yang memiliki khasiat mampu meningkatkan kelembaban kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi sediaan lotion ekstrak etanol biji kopi robusta peaberry green bean kota Pagar Alam dan mampu meningkatkan kelembaban kulit. Metode pengujian meliputi uji organoleptik, uji pH, uji homogenitas, uji ritasi, daya sebar, uji kelembaban dan uji hedonik. Hasil pengujian organoleptik menunjukkan semua formula tidak mengalami perubahan dari segi warna, aroma dan tekstur. Uji pH F0 memiliki pH yang paling tinggi dengan nilai rata-rata 6,5. Hasil uji kelembaban kulit menunjukkan nilai rata-rata persentase kelembabkan F2 memiliki tingkat melembabkan kulit yang paling tinggi dengan nilai sebesar 60%. Hasil uji hedonik kesukaan terhadap warna menunjukkan F2 yang sangat disukai. Hasil uji hedonik terhadap aroma yang menunjukan F3 yang sangat disukai, uji hedonik terhadap tekstur yang paling disukai adalah F3 dan hasil uji iritasi semua formula tidak mengiritasi kulit. Kesimpulan bahwa ekstrak biji kopi robusta (Coffea canephora) peaberry green bean dapat menjadi sediaan lotion dan mampu meningkatkan kelembaban kulit yang tinggi
PENETAPAN KADAR SENYAWA S-ALLYL CYSTEINE (SAC) PADA EKSTRAK SOLO BLACK GARLIC SECARA KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI
The research has been regarding of method validation and determination S-allyl cisteine coumpound from solo black garlic extract by high perfomance liquid chromatography. The stationary phase used is ODS C-18 and the mobile phase is acetonitril : aquabidest (50:50 v/v) at a flow rate of 1,0 ml/min and detected at wavelength 195 nm for S-allyl cysteine. Before determination should be qualitative test determinant a maximum wavelength of sample. Standard solution S-allyl cysteine (SAC) with concentration 50, 100, 150, and 200 ppm wich is measured at a maximum wavelength of 195 nm, the value of regression line equation is y = 4,818x + 46,5 with the value of the correlation coefficient is (r) = 0,998. Obtained result sample wavelength 194 nm near to maximum wavelength of standard solution. The result of determination solo black garlic extract show for solo black garlic extract contain S-allyl cysteine 52,055 % with category high antioxidant activity 50-90 %. Based on the result it can be concluded that a HPLC is valid and the sample solo black garlic still show high S-allyl cysteine coumpound. Telah dilakukan penelitian mengenai penetapan kadar senyawa S-allyl sistein pada ekstrak solo black garlic secara kromatografi cair kinerja tinggi. Fase diam yang digunakan yaitu ODS C-18 dan fase gerak asetonitril : aquabidest (50:50 v/v) pada laju alir 1,0 ml/menit dengan panjang gelombang 195 nm untuk S-allil sistein. Sebelum melakukan penetapan kadar harus dilakukan uji kualitatif penentuan panjang gelombang pada sampel. Larutan baku standar S-allyl sistein dengan konsentrasi 50, 100, 150, dan 200 ppm yang diukur pada panjang gelombang maksimum 195 nm didapatkan nilai persamaan garis regresi y = 4,818x + 46,5 dengan nilai koefisien relasi (r) = 0,998. Diperoleh hasil panjang gelombang sampel 194 nm mendekati panjang gelombang maksimum pada baku standar. Hasil penetapan kadar dalam ekstrak solo black garlic menunjukkan hasil yaitu pada sampel ekstrak solo black garlic mengandung kadar S-allil sistein 52,055 % dengan kategori aktivitas antioksidan tinggi 50-90 %. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode KCKT pada sampel solo black garlic masih menunjukkan adanya senyawa S-allil sistein yang tinggi
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) DALAM SEDIAAN SERUM DENGAN METODE DPPH
ABSTRACT
Telang flower (Clitoria ternatea L.) is a plant that contains flavonoid compounds with very high antioxidant activity. Antioxidants have small molecular weights that are able to counteract the formation of free radicals in the body so that they can inhibit cell damage. This study used an experimental method, using the test material of telang flower (Clitoria ternatea L.) by maceration using pro-analytical ethanol as solvent. This study begins with sample preparation which includes plant sampling, identification of telang flower plants (Clitoria ternatea L.), phytochemical screening, then processing of simplicia powder, making ethanol extract, selecting the basic formula for serum preparations, determining the formulation of modified serum bases and making serum preparations of telang flower ethanol extract (Clitoria ternatea L.) in various dosage concentrations, namely 3%; 4%; 5%; and blanks, physical quality checks and antioxidant activity tests. The results showed that telang flower (Clitoria ternatea L.) in the form of ethanol extract can be formulated into serum dosage forms, is a homogeneous, stable and non-irritating preparation of the skin with a pH range shortly after being made 5.9-6.1 and pH after testing. stability (Cycling test) 5.4-5.7.
Keywoard :Clitoria ternatea L.; telang flower; serum; antioxidant; DPPHBunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan salah satu tanaman yang mengandung senyawa flavonoid dengan aktivitas antioksidan yang sangat tinggi. Antioksidan memiliki berat molekul kecil yang mampu menangkal terbentuknya radikal bebas didalam tubuh sehingga dapat menghambat kerusakan sel. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, dengan menggunakan bahan uji bunga telang (Clitoria ternatea L.) dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol pro analisis. Penelitian ini diawali dengan penyiapan sampel yang meliputi, pengambilan sampel tumbuhan, identifikasi tumbuhan bunga telang (Clitoria ternatea L.), skrining fitokimia, kemudian dilakukan pengolahan serbuk simplisia, pembuatan ekstrak etanol, pemilihan formula dasar sediaan serum, penetapan formulasi modifikasi dasar serum dan pembuatan sediaan serum ekstrak etanol bunga telang (Clitoria ternatea L.) dalam berbagai konsentrasi sediaan yaitu 3%; 4%; 5%; dan blanko, pemeriksaan mutu fisik dan uji aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bunga telang (Clitoria ternatea L.) dalam bentuk ekstrak etanol dapat diformulasikan kedalam bentuk sediaan serum, merupakan sediaan yang homogen, stabil dan tidak mengiritasi kulit dengan rentang pH sesaat setelah dibuat 5,9-6,1 dan pH setelah pengujian kestabilan (Cycling test) 5,4-5,7.
Kata kunci :Clitoria ternatea L.; bunga telang; serum; antioksidan; DPP
KAJIAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN COVID-19 DENGAN PNEUMONIA DI RUANG PERAWATAN INTENSIF RUMAH SAKIT H.S SAMSOERI MERTOJOSO
COVID-19 pneumonia merupakan salah satu komplikasi pada pasien COVID-19 dengan tingkat mortalitas yang tinggi. Pasien COVID-19 dengan pneumonia memerlukan perawatan intensif apabila terjadi kondisi gagal napas atau saturasi oksigen (SpO2) <93%. Salah satu modalitas pada pasien COVID-19 dengan pneumonia ialah antibiotik. Evaluasi antibiotik diperlukan untuk terwujudnya penggunaan antibiotik yang rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesesuaian penggunaan antibiotik pada pasien COVID-19 dengan pneumonia di ruang perawatan intensif Rumah Sakit Bhayangkara H.S Samsoeri Mertojoso Surabaya meliputi kesesuaian rute pemberian, jenis, dosis, frekuensi pemberian, lama pemberian, dan outcome therapy. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif menggunakan rekam medik pasien COVID-19 dengan pneumonia yang dirawat pada bulan Januari – Juli tahun 2021. Didapatkan 58 pasien COVID-19 dengan pneumonia yang memenuhi kriteria inklusi. Levofloksasin, meropenem, dan sefoperason-sulbaktam merupakan antibiotik yang paling banyak diberikan dengan persentase masing-masing 33%, 24%, dan 19%, secara berturut-turut. Keseluruhan antibiotik sudah tepat rute pemberian yang diberikan secara intravena. Berdasarkan kesesuaian jenis antibiotik dan dosis pemberian, diperoleh delapan antibiotik sudah sesuai dan dua antibiotik tidak sesuai berdasarkan frekuensi pemberian. Lama pemberian antibiotik secara umum sudah sesuai dengan pedoman. Ditemukan status pasien yang meninggal dunia lebih banyak selama perawatan dibandingkan dengan yang sembuh Kesimpulan pada penelitian ini adalah antibiotik yang diberikan pada pasien COVID-19 dengan pneumonia yang menjalani perawatan intensif tepat jenis antibiotik, tepat rute pemberian, tepat dosis, dan tepat lama pemberian. Diperlukan upaya yang berkesinambungan antara seluruh tenaga Kesehatan di rumah sakit untuk mewujudkan penggunaan antibiotik yang rasional.
Kata Kunci: COVID-19; Pneumonia; Intensif; Antibiotik
COVID-19 pneumonia merupakan salah satu komplikasi pada pasien COVID-19 dengan tingkat mortalitas yang tinggi. Pasien COVID-19 dengan pneumonia memerlukan perawatan intensif apabila terjadi kondisi gagal napas atau saturasi oksigen (SpO2) <93%. Salah satu modalitas pada pasien COVID-19 dengan pneumonia ialah antibiotik. Evaluasi antibiotik diperlukan untuk terwujudnya penggunaan antibiotik yang rasional.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesesuaian penggunaan antibiotik pada pasien COVID-19 dengan pneumonia di ruang perawatan intensif Rumah Sakit Bhayangkara H.S Samsoeri Mertojoso Surabaya meliputi kesesuaian rute pemberian, jenis, dosis, frekuensi pemberian, lama pemberian, dan outcome therapy. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif menggunakan rekam medik pasien COVID-19 dengan pneumonia yang dirawat pada bulan Januari – Juli tahun 2021. Didapatkan 58 pasien COVID-19 dengan pneumonia yang memenuhi kriteria inklusi. Levofloksasin, meropenem, dan sefoperason-sulbaktam merupakan antibiotik yang paling banyak diberikan dengan persentase masing-masing 33%, 24%, dan 19%, secara berturut-turut. Keseluruhan antibiotik sudah tepat rute pemberian yang diberikan secara intravena. Berdasarkan kesesuaian jenis antibiotik dan dosis pemberian, diperoleh delapan antibiotik sudah sesuai dan dua antibiotik tidak sesuai berdasarkan frekuensi pemberian. Lama pemberian antibiotik secara umum sudah sesuai dengan pedoman. Ditemukan status pasien yang meninggal dunia lebih banyak selama perawatan dibandingkan dengan yang sembuh Kesimpulan pada penelitian ini adalah antibiotik yang diberikan pada pasien COVID-19 dengan pneumonia yang menjalani perawatan intensif tepat jenis antibiotik, tepat rute pemberian, tepat dosis, dan tepat lama pemberian. Diperlukan upaya yang berkesinambungan antara seluruh tenaga Kesehatan di rumah sakit untuk mewujudkan penggunaan antibiotik yang rasional
EFEK ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL DAUN PUTRI MALU (Mimosa pudica Linn)
Inflammation is a manifestation of tissue damage, where the pain is one of the symptoms. One of the medicinal plants used for traditional anti-inflammatory treatment is the Putri malu plant (Mimosa pudica Linn.). Ethanol extract of the Putri malu was obtained using the soxhletation method. This study aims to determine the anti-inflammatory effect of ethanol extract of Putri malu leaves with various dosages, namely 250mg/kg BW, 500mg/kg BW, and 1000mg/kg BW, where diclofenac sodium was used as a comparison. Testing the anti-inflammatory effect was done using artificial oedema formation using egg white as an inducer. They are measuring the volume of paw oedema in rats using a plethismometer. The results show that a 50 mg/kg BW dose does not have an anti-inflammatory effect. A dose of 500 mg/kg BW and a dose of 1000 mg/kg BW gave an anti-inflammatory effect where there was a decrease in the average oedema volume. This study concludes that the ethanolic extract of Putri malu (Mimosa pudica Linn) has the potential effect as an anti-inflammatory at a dose of 1000 mg/kg BWInflamasi merupakan manifestasi dari terjadinya kerusakan jaringan, dimana nyeri merupakan salah satu gejalanya. Salah satu tanaman obat yang digunakan untuk pengobatan antiinflamasi secara tradisional adalah tanaman Putri malu (Mimosa pudica Linn.). Ekstrak etanol putri malu diperoleh dengan menggunakan metoda sokletasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antiinflamasi ekstrak etanol daun putri malu dengan variasi dosis yaitu 250mg/kgBB, 500mg/kgBB, 1000mg/kgBB dimana natrium diklofenak digunakan sebagai pembanding. Metoda pengujian efek antiinflamasi dilakukan dengan cara pembentukan udem buatan dengan menggunakan putih telur sebagai penginduksi. Pengukuran volume udem telapak kaki tikus jantan menggunakan alat pletismometer. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa dosis 50 mg/kgBB tidak memberikan efek antiinflamasi. Dosis 500 mg/kgBB dan dosis 1000 mg/kgBB memberikan efek antiinflamasi dimana terjadi penurunan volume udem rata-rata. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ekstrak etanol putri malu (Mimosa pudica Linn) berpotensi sebagai efek antiinflamasi pada dosis 1000 mg/KgBB.
Kata kunci: Mimosa pudica Linn., Antiinflamasi, Fitokimi
FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEIKUTSERTAAN IBU YANG MEMILIKI ANAK UMUR 9 BULAN SAMPAI 5 TAHUN UNTUK IMUNISASI MR (MEASLES DAN RUBELLA) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PB SELAYANG II KOTA MEDAN
Immunization is an early preventive measure that must be taken to protect children from various diseases such as measles or rubella. Immunization can also increase a child's immunity so that children do not get sick early. This study aimed to determine the factors that influence the participation of mothers with children aged nine months to 5 years for MR immunization (measles and rubella) in the working area of PB Selayang II Health Center in Medan City. An analytical survey does this quantitative method with a cross-sectional study approach. The population was all toddlers, as many as 6.685 people. The sample used a cluster random sampling system of as many as 99 toddlers. Data analysis used univariate, bivariate, and multivariate analysis. The result showed that there was a relationship between knowledge, attitudes, beliefs, family support, workers' support, and information media on the participation of mother who has children aged nine months to five years for MR immunization at the Health Center, while the most dominant factor was family support p = 0.000 < 0,05 and 95% CI = 5.389 – 316.539 with OR = 41.154. The conclusion shows that is an influence of knowledge, attitudes, beliefs, family support, workers' support, and information media on the participation of mothers with children aged nine months to five years for MR immunization at the working area of PB Selayang II Health Center, City Medan. It s suggested that the Health Center provide information in the form of counseling to the community, especially mothers who have children, to increase the coverage of MR immunization.Imunisasi adalah suatu tindakan pencegahan dini yang harus dilakukan agar anak-anak terhindar dari berbagai penyakit, salah satunya yaitu campak/rubella yang sangat berbahaya apa bila menyerang anak - anak. Imunisasi juga dapat meningkatkan imunitas anak sehingga anak tidak mudah sakit. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang memengaruhi keikutsertaan ibu yang memiliki anak umur 9 bulan sampai 5 tahun untuk imunisasi MR (Measles dan Rubella) di Wilayah Kerja Puskesmas PB Selayang II Kota Medan. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif yang dilakukan survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita sebanyak 6.685 orang. Sampel menggunakan sistem Cluster Random Sampling sebanyak 99 orang balita. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan, sikap, kepercayaan, dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan dan media informasi terhadap keikutsertaan ibu yang memiliki anak umur 9 bulan sampai 5 tahun untuk imunisasi MR (Measles dan Rubella) di Wilayah Kerja Puskesmas PB Selayang II Kota Medan. Sedangkan faktor yang paling dominan yaitu dukungan keluaraga p = 0,000 < 0,05 dan 95% CI = 5.389-316.539 dengan OR=41.154. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh pengetahuan, sikap, kepercayaan, dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan dan media informasi terhadap keikutsertaan ibu yang memiliki anak umur 9 bulan sampai 5 tahun untuk imunisasi MR (Measles dan Rubella) di Wilayah Kerja Puskesmas PB Selayang II Kota Medan. Disarankan kepada pihak Puskesmas PB Selayang II dalam memberikan informasi berupa penyuluhan kepada masyarakat terutama kepada ibu yang memiliki anak untuk meningkatkan cakupan pemberian imunisasi Measles dan Rubella (MR), agar pengetahuan ibu menjadi baik, sikap menjadi positif, dan mendapatkan dukungan dari keluarga untuk memberikan imunisasi Measles, Rubella (MR)
Analisis Karbohidrat Produk Biosintesis Pada Buah Terong Belanda Hasil Sambung Pucuk Antara Terong Belanda (Chipomandra Bataceae) Dengan Rimbang (Solanum Torvum Swartz) Di Desa Setia Janji
Background: Dutch eggplant is a nutritious fruit that many consume, grows in the highlands, and is relatively expensive. Dutch eggplant is only used as a recreational and hedge plant, so its production results are not optimal. Dutch eggplant often produces less than optimal results because if the fruit is dense, the plant will fall due to shallow roots and brittle branches. The application of modern biotechnology is not always better than conventional biotechnology because the long-term effects cannot be predicted. Genetic changes in plants resulting from modern biotechnology do not rule out the possibility of synthesizing undesirable organic compounds because, after examination, the seeds produced contain a protein compound. To increase the quantity and quality of nutrients in the fruit, shoot grafting was carried between poison cassava plants and ordinary cassava until the production level of ordinary cassava reached 3 times and the carbohydrate content of ordinary cassava increased by 83%. Objectives: Compare the carbohydrate content of newly grafted tamarillo plants with the carbohydrate content of tamarillo without shoots (white)., and Know the changes in the characteristics of new eggplant plants after they sprout well.Method: Grafting was done by wadge technic; it is tamarillo as scion and turkey berry as rootstock. Analysis of carbohydrates was done qualitative with the Benedict method and quantitative by specific as sugar reduced with the Nelson Somogyi method using Genesys – 20 spectrophotometers. Then, the plant was researched for six months after the grafting to grow stem, branch, leaves, and fruit. Results: The analysis of carbohydrates with fruit from the new tamarillo plant and tamarillo blank showed an increase of carbohydrate value to the new tamarillo plant as big as 42,19 %. The research on the growing of the new tamarillo plant and tamarillo blank showed that the new tamarillo plant had swelled to the trace of the wound grafting; the scion was growing more significantly than the rootstock, with more branches, more fruit, and harder. Then, they didn’t have to change the shape or the color of leaves and fruits. Conclusion: The resulting research has good prospects for development because gadung samples are used as media or substrates for the growth of Bacillus sp bacteria. It turns out that it has a high level of reducing sugar, so the enzyme activity produced is satisfactory.Pendahuluan; Terong belanda merupakan buah berkhasiat yang banyak dikonsumsi masyarakat, tumbuh di dataran tinggi dan harganya relatif mahal Terong belanda hanya digunakan sebagai tanaman rekreasional dan tanaman pagar sehingga hasil produksinya tidak maksimal. Terong belanda seringkali memberikan hasil yang kurang maksimal karena jika buahnya lebat tanaman akan rebah akibat akar yang dangkal dan cabang yang rapuh. Penerapan bioteknologi modern tidak selalu lebih baik dibandingkan bioteknologi konvensional karena dampak jangka panjangnya tidak dapat diprediksi. Perubahan genetik pada tanaman akibat bioteknologi modern tidak menutup kemungkinan terjadinya sintesis senyawa organik yang tidak diinginkan, seperti karena setelah dilakukan pemeriksaan benih yang dihasilkan mengandung senyawa protein. Untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas unsur hara pada buah, dilakukan penyambungan pucuk antara tanaman singkong racun dengan singkong biasa hingga tingkat produksi singkong biasa mencapai 3 kali lipat dan kandungan karbohidrat singkong biasa meningkat sebesar 83%. Tujuan; Unuk membandingkan kandungan karbohidrat tanaman terong belanda yang baru dicangkok dengan kandungan karbohidrat tanaman terong belanda tanpa pucuk (putih), dan mengetahui perubahan ciri-ciri tanaman terong baru setelah bertunas dengan baik..Metode; Penyambungan dilakukan dengan teknik wadge, yaitu terong belanda sebagai batang atas dan buah kalkun sebagai batang bawah. Analisa terhadap karbohidrat dilakukan secara kualitatif dengan metode Benedict dan kuantitatif dengan cara tertentu seperti gula tereduksi dengan metode Nelson Somogyi menggunakan spektrofotometer genesys – 20. Tanaman kemudian diteliti selama enam bulan setelah okulasi hingga pertumbuhan batang, cabang, daun dan buah. Hasil; Hasil analisis karbohidrat pada buah tanaman terong belanda baru dan blanko terong belanda menunjukkan adanya peningkatan nilai karbohidrat pada buah tanaman terong belanda baru sebesar 42,19 %. Hasil penelitian pada pertumbuhan tanaman terong belanda baru dan blanko terong belanda menunjukkan bahwa pada tanaman terong belanda baru mengalami pembengkakan pada bekas luka okulasi, batang atas tumbuh lebih besar dari batang bawah, lebih banyak cabang, lebih banyak buah dan lebih keras. Kemudian tidak mengalami perubahan baik bentuk maupun warna pada daun dan buah. Kesimpulan; Penelitian yang dihasilkan memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan karena sampel gadung digunakan sebagai media atau substrat pertumbuhan bakteri Bacillus sp. Ternyata memiliki kadar gula pereduksi yang tinggi sehingga aktivitas enzim yang dihasilkan cukup memuaskan
Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Kotanopan
Indonesia's Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) are still high. Most causes of maternal death are bleeding, infection, or high blood pressure during pregnancy. Postpartum haemorrhage, the highest cause of maternal death, is closely related to anaemia in pregnant women. Anaemia during pregnancy can increase the risk of low birth weight, premature birth, perinatal death, and neonatal death. This study aims to determine the relationship between diet and the incidence of anaemia in pregnant women at the Kotanopan Community Health Center. The research design was cross-sectional with a sample size of 132 pregnant women selected using proportional stratified random sampling. The results show no relationship between diet and the incidence of anaemia in pregnant women, with values p-value= 0,604. Conclusion: The results of this study can be concluded that there is no relationship between diet and the incidence of anaemia in pregnant women.Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih tinggi. Sebagian besar penyebab kematian ibu adalah perdarahan, infeksi, atau tekanan darah tinggi saat kehamilan. Perdarahan pasca persalinan sebagai penyebab tertinggi kematian ibu berhubungan erat dengan kondisi anemia pada ibu hamil. Anemia selama kehamilan dapat meningkatkan risiko berat badan lahir rendah, kelahiran prematur, kematian perinatal, dan kematian neonatal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Kotanopan. Disain penelitian adalah cross sectional dengan jumlah sampel 132 ibu hamil yang dipilih secara proportional stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pola makan dengan kejadian anemia pada ibu hamil dengan nilai P-Value =0,604. Kesimpulan; Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara pola makan dengan kejadian anemia pada ibu hamil
Efetivitas Pemberian Air Rebusan Pinang Muda (Areca Catechu) Dan Asam Kandis (Garcinia Xanthochymus) Terhadap Penyembuhan Luka Perineum
Background; Young areca nut (Areca Catechu) and tamarind kandis (Garcinia Xanthochymus) are plants that are widely used in traditional medicine. The content of phenols, flavonoids, tannins, saponins, triterpenoids, alkaloids, xanthones, steroids/triterpenoids and glycosides is very good for inhibiting bacterial growth, anti-oxidants, anti-inflammatory so it is good for accelerating perineal wound healing.Objective; This study aims to determine the effectiveness of giving young areca nut boiled water and candis acid on the healing of perineal wounds in post partum mothers. Method; This type of research was quasi-experimental with the Only Posttest With Control Group Design approach with a sample of 16 postpartum mothers consisting of 8 intervention groups and 8 control groups selected by purposive sampling, data were analyzed by Mann Whitney Test. Results; The duration of wound healing in the dominant control group was normal with a frequency of 5 (62.5%) and the predominant intervention group was fast with a frequency of 7 (87.5%). The results of statistical test analysis using the Mann Whitney test Asymp value. Sig. (2-tailed) or p Value of 0.014 <0.05. Conclusion; The conclusion of this study is that the administration of young areca nut boiled water and kandis acid is effective in accelerating the healing of perineal wounds in postpartum mothers.Pendahuluan: Pinang muda (Areca Catechu) dan asam kandis (Garcinia Xanthochymus) merupakan salah satu tanaman yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional. Kandungan fenol, flavonoid, tanin, saponin, triterpenoid, alkaloid, xanton, steroid/triterpenoid dan glikosida sangat baik untuk menghambat pertumbuhan bakteri, anti oksidan, anti imflamasi sehingga bagus untuk mempercepatan penyembuhan luka perineum. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian air rebusan pinang muda dan asam kandis terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu post partum. Metode: Jenis penelitian adalah quasi eksperiment dengan pendekatan Only Posttest With Control Group Design dengan jumlah sampel 16 ibu nifas yang terdiri dari 8 orang kelompok intervensi dan 8 orang kelompok kontrol yang dipilih secara purposive sampling, data dianalisis dengan Mann Whitney Test. Hasil: Lamanya penyembuhan luka pada kelompok kontrol dominan normal dengan frekuensi 5 (62.5%) dan kelompok intervensi dominan cepat dengan frekuensi 7 (87,5%). Hasil analisa uji statistik dengan menggunakan uji Mann Whitney nilai Asymp. Sig. (2-tailed) atau p Value sebesar 0,014 < 0,05. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian air rebusan pinang muda dan asam kandis efektiv dalam percepatan penyembuhan luka perineum pada ibu post partum