Journal of Pharmaceutical And Sciences (JPS)
Not a member yet
    124 research outputs found

    Perbandingan Antibakteri Ekstrak Daun Sambiloto (Andrographis paniculata) dan Daun Kemangi (Ocimum sanctum) terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus

    Full text link
    Sambiloto leaf (Andrographis paniculata) and kemangi leaf (Ocimum sanctum) are alternatives that can be used in medicine as antibacterial. Staphylococcus aureus is a pathogen for the human body that can be treated with antibiotics. However, antibiotic resistance can occur if its use is not appropriate. So, alternative treatments with plants are used as essential therapeutic ingredients that have the potential as drugs. The purpose was to identify and analyze the antibacterial combination of sambiloto leaf extract and kemangi against the growth of Staphylococcus aureus bacteria. The extract was obtained by maceration method using 96% ethanol and tested for antibacterial activity using the diffusion method with various concentrations of 6.25% to 100% and tested at combination concentrations (50%:50%), (75%:25%), and (25%:75%). The concentration of sambiloto leaf at 80% and kemangi leaf at 6.25% were the outcomes of the optimal inhibitory zone generated in the extract. In the combination test, a concentration of 75%: 25% with an average diameter of 26.80. The p-value of the One-Way ANOVA test is 0.001, be concluded that each extract concentration affects bacterial growth. The conclusion is that the extracts of sambiloto leaves and kemangi were able to inhibit the growth of Staphylococcus aureus bacteria.Daun sambiloto (Andrographis paniculata) dan daun kemangi (Ocimum sanctum) merupakan tumbuhan alternatif yang dapat digunakan dalam pengobatan sebagai zat antibakteri. Staphylococcus aureus dapat menjadi bakteri patogen bagi tubuh manusia, pengobatannya dapat diberikan antibiotik. Namun resisten antibiotik dapat terjadi bila penggunaannya tidak tepat. Sehingga digunakan alternatif pengobatan dengan tanaman sebagai bahan dasar terapi yang memiliki potensi sebagai obat. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi dan menganalisa kombinasi antibakteri dari ekstrak daun sambiloto dan daun kemangi terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Ekstrak diperoleh dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% dan diuji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi dengan berbagai konsentrasi dari 6,25% hingga 100%, serta diujikan pada kombinasi konsentrasi dengan perbandingan (50% 50%), (75%:25%), dan (25%:75%). Hasil zona hambat optimum yang terbentuk pada ekstrak yaitu konsentrasi daun sambiloto 80% dan daun kemangi 6,25%. Pada pengujian kombinasi kedua ekstrak konsentrasi 75%:25% dengan rata-rata diameter yaitu 26,80.  Hasil p-value pengujian One-Way ANOVA yaitu 0,001, dapat disimpulkan terdapat pengaruh setiap konsentrasi ekstrak terhadap pertumbuhan bakteri. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ekstrak daun sambiloto dan daun kemangi mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus

    PENGARUH PENYULUHAN DENGAN METODE CERAMAH DAN MEDIA POSTER TERHADAP PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) DI SEKOLAH DASAR NEGERI 1 ATU LINTANG KECAMATAN ATU LINTANG

    Full text link
    Hands and fingers are carriers of germs that can be transferred from one human to another. One way to stop the transfer of germs is by washing your hands with running water and soap. The research was carried out to know whether there was an effect between knowledge, attitudes, and actions of washing hands with soap by students by providing counseling using the lecture method and poster media. This research method is quasi-experimental with The One Group Pretest Posttest design. The study was conducted on only one group, which was randomly selected. This design was measured using the pretest given before the treatment and the posttest given after the treatment. The sample population for the study was students in grades III, VI, and V at public elementary school 1 Atu Lintang, with a total of 27 students and a sample of 27 people. The results of the research before counseling obtained a P value of 0.001. The test results have a P value <0.05. This shows the influence of counseling using the lecture method and poster media on the CTPS behavior of Atu Lintang students. So, it is hoped that the school will provide hand-washing facilities at the school.Tangan dan jari merupakan media pembawa kuman yang dapat berpindah antara satu manusia ke manusia lain. Salah satu cara memutus perpindahan kuman tersebut adalah dengan cara mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun. Penelitian dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui apakah berpengaruh antara pengetahuan, sikap dan tindakan mencuci tangan pakai sabun oleh siswa dengan pemberian penyuluhan menggunakan metode ceramah dan media poster. Metode penelitian ini adalah penelitian quasi esperiment dengan rancangan The One Group Pretest Posttest. Penelitian dilakukan terhadap satu kelompok saja yang dipilih secara acak. Rancangan ini diukur menggunakan Pretest yang diberikan sebelum perlakuan dan Postest yang diberikan setelah perlakuan. Populasi sampel penelitian adalah siswa kelas III, VI dan V di sekolah dasar Negeri 1 Atu Lintang yang jumlah siswanya 27 orang dan sampel 27 orang. Hasil pada penelitian sebelum penyuluhan diperoleh nilai P value sebesar 0,001. Hasil uji tersebut mempunyai nilai P value <0,05. Hal ini menunjukan bahwa ada pengaruh penyuluhan menggunakan metode ceramah dan media poster terhadap perilaku CTPS pada siswa-siswi Atu Lintang. Sehingga, diharapkan pihak sekolah untuk menyediakan sarana cuci tangan di sekolah

    FORMULASI SEDIAAN KRIM MENGGUNAKAN KOLAGEN TULANG AYAM BROILER (Gallus gallus domestica) SEBAGAI ANTI-AGING

    Full text link
    Chicken bones are one type of solid waste that contains a source of protein in the form of collagen. Collagen is one of the main connective tissues of animal protein and is widely used as a biomedical material, and has anti-aging. Anti-aging in cream preparations can prevent aging of the skin. This study aims to determine whether broiler bone collagen can be formulated in cream preparations which at certain concentrations can provide anti-aging and do not irritate the skin. This research uses an experimental method, using broiler chicken bone test material. The stages of this research include isolation of collagen from broiler bones, characteristics of collagen with infrared spectrophotometry, manufacture of cream of broiler bone collagen with concentrations of 1%, 1.5%, 2.5% and 3.5% and evaluation of cream and testing the effectiveness of anti-aging agents. -aging using a skin analyzer (aramo) where the results are statistically tested using the ANOVA test with SPSS 26 free trial.  The results showed that broiler bone collagen can be formulated in cream anti-aging with an oil-in-water (O/W) emulsion type. Statistical test results show the probability is less than 0.05. The formulation of broiler chicken bone collagen cream with a concentration of 3.5% showed the best anti-aging by increasing moisture by 25.2%, reducing pores 22.2%, reducing blemishes 22.9% and reducing wrinkles 22.3%. Keywords : Broiler chicken, bone, collagen, anti-aging, creamTulang ayam merupakan salah satu jenis limbah padat yang mengandung sumber protein berupa kolagen. Kolagen merupakan salah satu dari jaringan ikat utama protein hewani dan banyak digunakan sebagai bahan biomedis, dan memiliki efektivitas sebagai anti-aging. Anti-aging dalam sediaan krim mampu mencegah penuaan pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kolagen tulang ayam broiler dapat diformulasikan dalam sediaan krim yang pada konsentrasi tertentu dapat memberikan efek anti-aging dan tidak mengiritasi kulit. Penelitian ini memakai metode eksperimental, menggunakan bahan uji tulang ayam broiler. Tahapan penelitian ini meliputi isolasi kolagen dari tulang ayam broiler, karakteristik kolagen dengan spektrofotometri inframerah, pembuatan krim kolagen tulang ayam broiler dengan konsentrasi 1%, 1,5%, 2,5% dan 3,5% dan evaluasi sediaan krim serta uji efektivitas anti-aging menggunakan alat skin analyzer (aramo) dimana hasilnya diuji secara statistik memakai uji ANOVA dengan SPSS 26 free trial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolagen tulang ayam broiler dapat diformulasikan dalam sediaan krim anti-aging dengan tipe emulsi minyak dalam air (M/A) hasil evaluasi sediaan merupakan sediaan yang homogen, stabil dan tidak mengiritasi kulit dengan rentang pH 6,1-6,4. Hasil uji statistik menunjukkan probabilitas lebih kecil dari 0.05. Formulasi krim kolagen tulang ayam broiler dengan konsentrasi 3,5% menunjukkan efektivitas anti-aging yang terbaik dengan meningkatnya kelembaban 25,2%, mengurangi pori 22,2%, mengurangi noda 22,9% dan mengurangi keriput 22,3%. Kata Kunci : Ayam broiler, tulang, kolagen, anti-aging, kri

    FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN MASKER SHEET MENGANDUNG EKSTRAK BUAH APEL HIJAU (Malus domestica) SEBAGAI ANTIOKSIDAN

    No full text
    Green apples (Malus domestica) contain antioxidants which are very good for skin health. Skin is the most important part of the body that needs to be considered in skin beauty. An understanding of the anatomy and physiology about the skin will help facilitate skin care to get fresh, moist, smooth, supple and clean facial skin. The purpose determined the green apple peel extraction (Malus domestica) can be formulated as a sheet mask preparation and to determine the antioxidant test content of the green apple peel extraction with sheet mask (Malus domestica). The extraction method used is the maceration method with 70% ethanol as solvent. The green apple extraction with sheet mask formula is glycerin, butylene glycol, PEG Hydrogenate catsoroil, Xanthan gum, Nipagin, 70% ethanol, Parfum, Aquades and variations of apple fruit extract 2, 4, 6, 8, and 10% (w/v). Evaluation of the preparations carried out was homogeneity, stability, organoleptic test, measurement of pH, and antioxidant content using the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazil) method. The results show the concentration of green apple peel extraction (Malus domestica) was homogeneous and stable. The result of the pH test which is below the skin limit is F5, pH is 4, so F4 ​​is used as the optimum formula because it has the highest extract content. The results of the antioxidant activity test obtained an IC50 value of 128.09 ppm with a medium level category.Buah  apel  hijau (Malus domestica) mengandung senyawa antioksidan yang bagus dalam menjaga Kesehatan kulit. Kulit adalah bagian tubuh yang paling penting untuk diperhatikan dalam hal kecantikan kulit. Memahami anatomi dan fisiologi dari kulit memudahkan perawatan kulit untuk menjaga kulit wajah tetap segar, lembab, halus, kenyal dan bersih. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui apakah hasil ekstraksi kulit buah apel hijau (Malus domestica) dapat diformulasikan sebagai sediaan masker sheet serta mengetahui kandungan uji antioksidan pada masker sheet ekstrak kulit buah apel hijau (Malus domestica). Ekstrak diperoleh dengan cara metode maserasi menggunakan larutan etanol 70% sebagai pelarut. Formula masker sheet ekstrak buah apel hijau adalah gliserin, butilen glikol, PEG Hydrogenate catsoroil, Xanthan gum, Nipagin, Etanol 70%, Parfum, Aquades dan variasi ekstrak buah apel 2, 4, 6, 8, dan 10 % (b/v). Evaluasi sediaan yang dilakukan adalah uji homogenitas, stabilitas, organoleptis, pengukuran pH, dan kandungan antioksidan dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi sediaan ekstrak kulit buah apel hijau (Malus domestica) homogen dan stabil. Hasil uji pH yang berada di bawah batas kulit adalah F5 yaitu pH 4, sehingga F4 digunakan sebagai sediaan optimum dengan kandungan ekstrak tertinggi. Hasil pengujian aktivitas antioksidan diperoleh nilai IC50 sebesar 128.09 ppm dengan kategori tingkat sedang

    Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Masyarakat dalam Keikutsertaan Vaksinasi Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Bahagia

    Full text link
    Covid-19 vaccination is carried out to reduce the rate of spread of Covid-19 disease, but in its implementation, many people are reluctant to participate in the program. Various reasons cause people to be reluctant to participate in the Covid-19 vaccination program, ranging from side effects, misinformation about vaccines, and belief in myths. This study is a cross-sectional approach conducted from January to March 2022. The data in this study were 411 respondents who came from the community of the Karang Bahagia Health Center working area located in Karang Bahagia District, Bekasi Regency. Data were collected through questionnaires and analyzed using the chi-square test. The results of the analysis show that there is a relationship between age, education, knowledge, family support, government policy, perceived benefits, perceived barriers, and compliance with Covid-19 vaccination with significant results, namely p-value <0.05, while the variable that has no effect is the gender variable with a p-value> 0.05.Vaksinasi Covid-19 dilakukan untuk menekan laju penyebaran penyakit Covid-19, tetapi pada pelaksanaannya banyak masyarakat yang enggan untuk ikut berpartisipasi dalam program tersebut. Ada berbagai macam alasan yang menyebabkan masyarakat enggan untuk ikut dalam program vaksinasi Covid-19, mulai dari efek samping, informasi yang salah mengenai vaksin, kepercayaan akan mitos, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mencari faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kepatuhan masyarakat dalam mengikuti vaksinasi Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan cross-sectional, yang dilaksanakan bulan Januari hingga Maret 2022. Data pada penelitian ini adalah sebanyak 411 responden yang berasal dari masyarakat wilayah kerja Puskesmas Karang Bahagia yang berlokasi di Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil analisis menunjukan bahwa ada hubungan antara umur, pendidikan, pengetahuan, dukungan keluarga, kebijakan pemerintah, persepsi manfaat, persepsi hambatan, terhadap kepatuhan vaksinasi Covid-19 dengan hasil signifikan yaitu p-value < 0,05, sedangkan variabel yang tidak berpengaruh adalah variabel jenis kelamin dengan hasil p-value > 0,05

    PROFIL PENGGUNAAN OBAT ANTIPSIKOTIK PADA PASIEN ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) DI UPT. PUSKESMAS HELVETIA KOTA MEDAN

    Full text link
    Schizophrenia is one of the psychosis disorders that mess with a person's psyche in the form of deviations in attitudes, thoughts, and behaviors. One treatment of schizophrenia is pharmacological therapy using antipsychotics to cope with symptoms that arise. The study aimed to find out the profile of antipsychotic use in schizophrenia patients in UPT. Puskesmas Helvetia Kota Medan. This research was conducted with cross-sectional descriptive methods. Method of data collection by collecting medical record data of patients with schizophrenia diagnoses who received typical and atypical antipsychotic therapy and who sought treatment at UPT. Puskesmas Helvetia Kota Medan period January 2021-June 2021 which meets the criteria of inclusion in the form of patient identity (gender, age). The number of study subjects was 204 patients. The results of the study based on characteristics of schizophrenia patients showed the number of male patients was 123 (60.3%)) more than women (81 patients (39.7%). The age group of patients in the adult age group of 36- 45 years is 45.1%. The most common antipsychotic uses were the single atypical antipsychotic group of risperidone in as many as 20 patients [9.8%], and clozapine 1 patient (0.5%). The most widely used combination antipsychotic group is the atypical antipsychotic risperidone-clozapine of 147 patients (72 %). The conclusion of the picture of the most antipsychotic use is the atypical antipsychotic group.Skizofrenia merupakan salah satu gangguan psikosis yang mengacaukan kejiwaan seseorang berupa penyimpangan sikap, pikiran, dan perilaku. Salah satu penanganan skizofrenia adalah dengan terapi farmakologi menggunakan antipsikotik untuk mengatasi gejala yang timbul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan antipsikotik pada pasien skizofrenia di UPT. Puskesmas Helvetia Kota Medan. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif cross sectional. Metode pengumpulan data dengan cara mengumpulkan data rekam medik pasien dengan diagnosa Skizofrenia yang mendapat terapi antipsikotik tipikal dan atipikal yang berobat di UPT. Puskesmas Helvetia Kota Medan periode Januari 2021-Juni 2021 yang memenuhi kriteria inklusi berupa identitas pasien (jenis kelamin, umur). Jumlah subjek penelitian adalah 204 pasien. Hasil penelitian berdasarkan karakteristik pada pasien skizofrenia menunjukan jumlah pasien laki-laki 123 (60,3%) lebih banyak dibandingkan perempuan 81 pasien (39,7 %). Kelompok usia pasien terbanyak pada kelompok usia dewasa 36 – 45 tahun yaitu sebesar 45,1%. Penggunaan antipsikotik terbanyak adalah golongan antipsikotik atipikal tunggal risperidone sebanyak 20 pasien [9,8%], clozapine 1 pasien (0,5%). Dan antipsikotik kombinasi yang paling banyak digunakan adalah golongan antipsikotik atipikal yaitu risperidone- clozapin sebanyak 147 pasien [72 %]. Kesimpulan dari gambaran penggunaan antipsikotik terbanyak adalah golongan antipsikotik atipikal

    Skrining Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Murbei (Morus Alba L.) Pada Sediaan Lotion

    Full text link
    Background; Air pollution and unhealthy lifestyles can cause increasing the number of free radicals in the body. These free radicals are very dangerous for skin. To protect the body from free radical attack, antioxidants are needed. Mulberry leaf (Morus alba L.) is a plant commonly grown in yard, garden, and roadside which contains active compounds, namely alkaloids, flavonoids, polyphenols, and terpenoids which act as antioxidants. Objective; The study aimed to phtochemical screening and the antioxidant activity of mulberry leaf (Morus alba L.) extract which was formulated in a lotion dosage form. Method; This research was a laboratory experimental research with the extraction method used maceration with 96% ethanol as solvent. The test for antioxidant activity was carried out by the DPPH method using vitamin C as a standard of comparison with the measurement of the absorbance value using UV-Visible spectrophotometry at a maximum wavelength of 515 nm. Determined by the value of% inhibition, linear regression equation, and IC50 value in ethanol extract samples of Mulberry Leaves (Morus alba L.). Result; The results showed that the ethanol extract of Mulberry Leaves (Morus alba L.) had good inhibitory power against free radicals and had an IC50 value of 16.638 ppm. Then the ethanol extract of mulberry leaves (Morus alba L.) was formulated in the form of lotions with various concentrations of 0.02%, 0.04%, and 0.06%. Conclusion; Wherefrom the test results obtained the best inhibitory power, namely lotion with an extract concentration of 0.06% with an IC50 value of 28.858 ppm..Pendahuluan; Polusi udara dan pola hidup yang tidak sehat dapat menyebabkan jumlah radikal bebas dalam tubuh meningkat. Radikal bebas ini sangat berbahaya terutama efeknya yaitu pada kulit. Untuk melindungi tubuh dari serangan radikal bebas, maka diperlukan antioksidan. Daun murbei (Morus alba L.) merupakan tanaman yang biasa ditanam di perkarangan rumah, kebun, dan tepi jalan yang memiliki kandungan senyawa aktif yaitu alkaloid, flavonoid, polifenol dan terpenoid yang mempunyai peranan sebagai antioksidan. Tujuan; dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui skrining fitokimia dan aktivitas antioksidan dari ekstrak daun murbei (Morus alba L.) yang diformulasikan dalam bentuk sediaan lotion. Metode; Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan pelarut etanol 96%. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH menggunakan vitamin C sebagai baku pembanding dengan pengukuran nilai absorban menggunakan spektrofotometri UV-Visibel pada panjang gelombang maksimum 515 nm. Ditentukan dengan nilai % inhibisi, persamaan regresi linear dan nilai IC50 pada sampel ekstrak etanol daun murbei (Morus alba L.). Hasil; penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun murbei (Morus alba L.) memiliki daya inhibisi yang baik terhadap radikal bebas dan memiliki nilai IC50 sebesar 16,638 ppm. kemudian ekstrak etanol daun murbei (Morus alba L.) diformulasikan dalam bentuk sediaan lotion dengan variasi konsentrasi 0,02%, 0,04% dan 0,06%. Kesimpulan; Dimana dari hasil pengujian diperoleh daya inhibisi yang paling baik yaitu lotion dengan konsentrasi ekstrak 0,06% dengan nilai IC50 sebesar 28,858 ppm

    Uji Efek Sari Air Serbuk Simplisia Daun Gagatan Harimau (Vitis gracilis BL.) Sebagai Tonikum Terhadap Mencit Putih Jantan (Mus musculus)

    Full text link
    Begin; Tonic is a drug that can stimulate the body's activity so that fatigue, lethargy, can be delayed.Objective; This study aims to determine the secondary metabolites of simplicia powder from tiger stump leaves can provide an optimum tonic effect.Method; The method was carried out experimentally, motor testing was carried out by observing the swimming endurance of mice after being treated with 1%, 3%, 5% concentration of tiger stump leaf simplicia powder where caffeine was a positive control and aquadest was a negative control. This research was conducted at the Pharmacology Laboratory of the Helvetia Health Institute, Medan. The data analysis used was the one way analysis of variance (ANOVA) method and was followed by the Tukey test. Results; The results of the ANOVA test showed that the difference in swimming endurance time for each mouse was based on the increase in the concentration of water extract of tiger stump simplicia pollen with a p value of 0.000 <.05. Where excellent results are shown at a concentration of 5% with an average swimming time of 237 minutes compared to concentrations of 1% and 3%. Conclusion; Based on the test results on the observation of the swimming time of mice, the water extract of the simplicia leaf of the tiger stump can give a tonic effect when used with a certain concentration.Pendahuluan; Tonikum adalah obat yang dapat merangsang aktivitas tubuh sehingga rasa lelah, letih lesu, bisa tertunda. Tujuan; Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metabolit sekunder serbuk simplisia daun gagatan harimau dapat memberikan efek sebagai tonikum yang optimum. Metode; Metode yang dilakukan secara eskperimental, pengujian motorik dilakukan dengan cara mengamati daya tahan renang mencit setelah diberikan perlakuan dengan konsentrasi serbuk simplisia daun gagatan harimau 1%, 3%, 5% dimana kafein sebagai kontrol positif dan aquadest sebagai kontrol negatif. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Farmakologi Institut Kesehatan Helvetia Medan. Analisis data yang digunakan dengan metode one way analisys of variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil; Hasil uji ANOVA menunjukkan perbedaan lama waktu ketahanan berenang setiap mencit yang didasarkan pada peningkatan konsentrasi sari air serbuk daun gagatan harimau dengan nilai p 0,000 < 0,05. Dimana hasil yang sangat baik ditunjukkan pada konsentrasi 5% dengan rata-rata lama waktu berenang 237 menit dibandingkan dengan konsentrasi 1% dan 3%. Kesimpulan; Berdasarkan hasil uji coba pada pengamatan lama waktu berenang mencit, sari air serbuk simplisia daun gagatan harimau dapat memberikan efek tonikum apabila digunakan dengan konsentrasi tertentu

    Hubungan Sikap Dan Kepatuhan Perawat Dengan Upaya Pencegahan Dan Penanggulangan Kebakaran Di RSU Hidayah

    Full text link
    Background; Hospitals are a service industry that is labour-intensive, expert-intensive, capital-intensive and technology-intensive so that the risk of Occupational Diseases and Work-related Accidents occurs. Combustible materials, medical gases, ionizing radiation and chemicals are potential hazards that have a risk of work accidents. Objectives; The purpose of this study was to determine the relationship between nurses' attitudes and compliance with efforts to prevent and control fires at Hidayah Public Hospital. Method; This type of research is quantitative using a cross-sectional approach. The population of this study consisted of 32 nurses with a sample of 32 people who were taken using total sampling technique. Data analysis used univariate and bivariate analysis with the chi-square test statistic. Result; The results showed that attitude had a p value = 0.006 < α = 0.05 and obedience had a p value = 0.000 < α = 0.05. This means that attitude and compliance have a relationship with efforts to prevent and control fires. Conclusion; The conclusion of the study is that there is a relationship between attitude and compliance with efforts to prevent and control fires at Hidayah General Hospital, Deli Serdang Regency. It is recommended that the hospital provide education, training and socialize the existence of fire prevention infrastructure to all nurses, so that nurses have increased knowledge in carrying out fire prevention and control in hospitals.Rumah sakit merupakan suatu industri jasa yang padat karya, padat pakar, padat modal dan padat teknologi sehingga risiko terjadinya Penyakit Akibat Kerja dan Kecelakaan Akibat Kerja. Bahan mudah terbakar, gas medik, radiasi pengion dan bahan kimia merupakan potensi bahaya yang memiliki resiko kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan sikap  dan kepatuhan perawat dengan upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran di RSU Hidayah. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan menggunakan pendekatan crossectional. Populasi penelitian ini seluruh perawat sebanyak 32 orang dengan sampel 32 orang yang diambil menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan statistik uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap memiliki nilai p = 0,006 < α = 0,05 dan patuhan memiliki nilai p = 0,000 < α = 0,05. Artinya sikap dan kepatuhan memiliki hubungan dengan upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Kesimpulan penelitian ada hubungan sikap dan kepatuhan dengan upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran di RSU Hidayah Kabupaten Deli Serdang. Disarankan pihak rumah sakit memberikan edukasi, pelatihan dan mensosialisasikan keberadaan sarana prasarana pencegahan kebakaran kepada seluruh perawat, agar perawat memiliki pengetahuan yang meningkat dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan kebakaran di rumah sakit. &nbsp

    Profil Penggunaan Antibiotik dan Peta Kuman Pasien Gangrene Diabetes Melitus Di RSUD Adam Malik Tahun 2022

    Full text link
    Background: Diabetes is a chronic disease caused by the inability of the pancreas to produce enough insulin, and leads to elevated blood glucose. Diabetes carries the risk of complications and is life-threatening if not properly managed. Diabetes is one of the top ten causes of death worldwide. Diabetics have a 25% risk of developing complications due to diabetic foot infections caused by bacteria. Foot infections in diabetics can be fatal. Objective: To determine the profile of antibiotic use and spore map in diabetic gangrene patients at Adam Malik Hospital. Method: This study is a type of quasi-experimental research with a Pretest Posttest Nonequivalent Control Group, in which this design, the experimental group and the control group are not randomly selected; namely, this design is carried out before and after treatment. Results: In this study, culture tests were performed on 54 patients (44%), with positive results in 34 patients and negative results in 20 patients. The most common bacteria was Enterobacter cloacae at 24%, which is a gram-negative bacteria, followed by Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Acinetobacter baumannii, Pseudomonas aeruginosa, Citrobacter youngae, Enterobacter aerogenes, Proteusphylocferi vulgai. Proteus mirabilis were 18%, 15%, 9%, 6%, 6%, 6%, 6%, 3% and 3% respectively. Conclusion: The results showed that metronidazole infusion was the most widely used antibiotic quantitatively, namely. 286.03 DDD/100 treatments per patient day. Latar belakang; Diabetes merupakan penyakit kronis yang disebabkan oleh ketidakmampuan pankreas memproduksi cukup insulin dan menyebabkan peningkatan glukosa darah. Diabetes membawa risiko komplikasi dan mengancam jiwa jika tidak ditangani dengan baik. Diabetes merupakan salah satu dari sepuluh penyebab kematian di seluruh dunia. Penderita diabetes mempunyai risiko 25% mengalami komplikasi akibat infeksi kaki diabetik yang disebabkan oleh bakteri. Infeksi kaki pada penderita diabetes bisa berakibat fatal. Tujuan; Untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik dan peta spora pada pasien diabetes gangren di RSUD Adam Malik. metode; Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperimen dengan Pretest Posttest Nonequivalent Control Group, yaitu dalam desain ini kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak dipilih secara acak, yaitu desain ini dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil; Pada penelitian ini, tes kultur dilakukan pada 54 pasien (44%), dengan hasil positif pada 34 pasien dan hasil negatif pada 20 pasien. Bakteri terbanyak adalah Enterobacter cloacae sebesar 24% yang merupakan bakteri gram negatif, disusul Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Acinetobacter baumannii, Pseudomonas aeruginosa, Citrobacter youngae, Enterobacter aerogenes, Proteusphylocferi vulgai. Proteus mirabilis masing-masing 18%, 15%, 9%, 6%, 6%, 6%, 6%, 3% dan 3%. Kesimpulan; Hasil penelitian menunjukkan bahwa infus metronidazol merupakan antibiotik yang paling banyak digunakan secara kuantitatif, yaitu. 286,03 DDD/100 perawatan per hari pasien

    106

    full texts

    124

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal of Pharmaceutical And Sciences (JPS)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇