Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
Not a member yet
    290 research outputs found

    LANGKAH ANALISA UNTUK PERHITUNGAN SUPLAI BIJIH JANGKA PANJANG PADA ENDAPAN NIKEL LATERIT PT ANTAM Tbk

    No full text
    PT. ANTAM Tbk. merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang pertambangan emas, bauksit dan nikel khususnya, tentu membutuhkan banyak analisa skenario untuk mendapatkan rencana strategis yang paling optimal untuk perusahaan. Dalam menentukan rencana strategis tersebut, diperlukan rencana suplai bijih nikel dari tiap site nikel yang dimiliki oleh PT. ANTAM Tbk. Site-site tersebut tentunya memiliki karakteristik endapan yang berbeda, sehingga perlu dilakukan analisa yang mendalam untuk mendapatkan rencana suplai yang terintegrasi.Untuk memenuhi kebutuhan perusahaan tersebut, dibuatlah langkah-langkah analisa rencana suplai bijih jangka panjang untuk PT. ANTAM Tbk., meliputi analisa blok model sumberdaya, analisa optimasi pit, analisa desain pit serta analisa blending dan penjadwalan tambang. Masing-masing analisa tersebut, memiliki sub-proses lanjutan yang perlu dievaluasi guna mendapatkan hasil yang paling optimal.Langkah-langkah analisa yang telah dibuat, dinilai cukup efektif untuk memberikan gambaran suplai bijih jangka panjang untuk masing-masing site PT. ANTAM Tbk. Selain itu, hasil analisa rencana suplai ini dapat dimanfaatkan untuk menjadi dasar dalam estimasi cadangan serta acuan untuk studi- studi lanjutan seperti pra-studi kelayakan maupun studi kelayakan

    MENYELESAIKAN MODEL MATEMATIKA PADA PROSES PENCAMPURAN BATUBARA UNTUK MENELUSURI SUMBER-SUMBER PENYEBAB KEGAGALAN PADA KUALITAS PRODUK PENCAMPURAN AKHIR MENGGUNAKAN NUMPY (PUSTAKA PEMROGRAMAN PHYTON)

    No full text
    Pencampuran batubara merupakan metode yang hampir dilakukan oleh seluruh perusahaan pertambangan batubara untuk menghasilkan produk akhir yang homogen dari beraneka ragam sumber atau material penyusun. Metode ini dipilih karena keunggulannya dalam mengoptimalkan cadangan batubara dan juga dapat meningkatkan harga jualnya di pasaran. Dalam prakteknya, proses pencampuran batubara bisa saja berbeda antara perusahaan satu dan lainnya bergantung pada fasilitas yang dipilih untuk mendukung model rantai suplainya. Terlepas dari perbedaan implementasinya, proses pencampuran batubara sebenarnya dapat dinyatakan sebagai perhitungan rata-rata terbobot antara berat batubara dan parameter kualitasnya. Memperoleh hasil akhir kualitas batubara sesuai dengan yang direncanakan merupakan target utama dari proses ini, tetapi tidak menutup kemungkinan ditemukan adanya perbedaan atau kegagalan pada hasil akhir akibat tidak akuratnya kualitas batubara yang dimodelkan, kondisi cuaca, juga kesalahan dalam pelaporan hasil analisa laboratorium. Agar dapat menelusuri sumber permasalahan ini, penulis mencoba menyusun proses pencampuran batubara ke dalam persamaan linier multivariabel  terdapat beberapa metode untuk menyelesaikan persamaan ini, di antaranya adalah Elimination of Variables, Cramer’s Rule, Row Reduction Technique, dan Matrix Solution. Penulis memilih metode Matrix Solution karena berkaitan dengan format matematis yang didukung dalam kaidah penulisan pemrograman Phyton. Beberapa persamaan linier multivaribel tersebut nantinya diubah ke dalam matriks   =kemudian dicari solusi untuk masing-masing nilai  menggunakan fungsi least square pada pustaka NumPy dengan mempertimbangkan nilai  yang sekecil mungkin. Solusi dari masing-masing nilai  dapat berupa nilai yang pasti atau berupa nilai pendekatan yang paling rasional. Tahap akhir dilakukan dengan membandingkan nilai kualitas batubara prediksi dengan nilai kualitas batubara observasi hasil perhitungan model matematis ini di dalam Box and Whisker Diagram. Metode ini sangat berpotensi untuk meningkatkan performa akurasi kualitas dengan penelusuran yang lebih tepat pada sumber-sumber mana yang menjadi penyebab kegagalan hasil analisa akhir laboratorium, dibandingkan hanya dengan pertimbangan bahwa sumber yang memiliki prosentase terbesar pembentuk sebuah produk pencampuran batubara sebagai suspek utama

    Penerapan Design Mud Pocket Dalam Proses Pembuangan Lumpur Pada Penambangan Batubara

    No full text
    PT Pamapersada Nusantara (PAMA) melakukan kegiatan pengupasan tanah penutup dan pengambilan batubara di lahan konsesi milik PT Adaro Indonesia yang berlokasi di kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Dengan target produksi 2019 sebesar 90 juta bcm overburden dan 14,5 juta ton batubara. Lokasi penelitian terletak pada area pembuangan Altis dari front pada elevasi +114  m dpl. Kondisi kolam lumpur dapat menampung 1.800.000 juta m3 lumpur. Proses penambangan tersebut akan menghasilkan lumpur cair yang berasal dari kolam penampungan (sump) yang terdapat di lokasi penambangan, yang nantinya akan dibuang ke area pembuangan khusus (disposal). Proses pengurasan lumpur ini dalam pertambangan dikategorikan pekerjaan kritis (highrisk) karena potensi kematian (fatality) tinggi.  Beberapa rekam jejak di pertambangan salah satunya truck masuk ke dalam kolam pembuangan lumpur yang menyebabkan fatality. Disamping itu dari segi operational, untuk produtivitas hauler pada proses disposal activity hingga 72 detik. Sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor 1827/K30/MEM/2018 dalam perencanaan pembuangan lumpur  yang terpenting adalah perhitungan stabilitas keseluruhan. Kestabilan konstruksi diperiksa dengan menentukan faktor keamanan lereng. Dibanyak kasus, perhitungan ini tidak dilakukan akibatnya tidak diketahui faktor keamanan konstruksi setelah dilakukan timbunan. Apakah area pembuangan yang didapat mampu mencegah terjadinya keruntuhan di bawah konstruksi sehingga dapat terjadi potensi masuknya truck ke dalam area pembuangan lumpur. Dari kondisi-kondisi di atas, perlu ada tinjauan teknis baru terkait kontruksi area pembuangan dan perhitungan safety factor dari kegagalan struktur tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan kajian teknis yang sesuai untuk proses pembuangan lumpur dan dapat meningkatkan produktivitas alat. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dan analisa data terkait kestabilan lereng maka dapat disimpulkan Design Mudpocket dapat diterapkan untuk proses pembuangan material lumpur pada kolam lumpur karena memiliki nilai SF = 1,4 dan dapat menurunkan disposal activity menjadi 53 detik serta mengurangi potensi terperosok truck masuk ke kolam karena saat proses dumping tidak bersinggungan dengan bibir jurang

    IMPLEMENTASI INTELLIGENT BLASTING, STUDI KASUS : “PELAKSANAAN KEGIATAN PELEDAKAN SECARA INTEGRASI UNTUK PENCAPAIAN PRODUCTIVITY DIGGER DI PT.AEL INDONESIA SITE TCI-MSJ SEPARI, TENGGARONG SEBERANG, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA, KALIMANTAN TIMUR

    No full text
    Kegiatan pembongkaran batuan Overburden di Site MSJ dilakukan dengan metode peledakan oleh PT. Thiess ( TCI) dan dibantu pelaksanaannya oleh PT. AEL Indonesia.Desain peledakan dibuat oleh PT. Thiess (TCI) meliputi geometri dan boundary blasting serta loading sheet atau isian bahan peledak, sedangkan pelaksanaannya dilaksanakan oleh PT. AEL Indonesia meliputi pengukuran kedalaman lubang ledak (sounding), pemasangan demarkasi peledakan, penebaran asesoris peledakan, priming, charging, stemming, tie up, final check (pemeriksaan akhir rangkaian peledakan), firing (penembakan), serta pemeriksaan hasil peledakan atau post blast check.Hasil peledakan yang kurang baik meliputi boulder, flat salah satunya dipengaruhi oleh akurasi pelaksanaan desain peledakan yang kurang bagus, namun di sisi lain perlu dipastikan juga desain peledakan sudah sesuai dengan karakteristik material. Dalam hal ini, akurasi pelaksanaan peledakan merupakan hal yang penting untuk dilaksanakan dengan baik agar memperoleh hasil blasting yang excellent dan productivity digger dapat tercapai.Untuk mendapatkan akurasi yang baik dalam implementasi eksekusi desain peledakan, hal pertama yang perlu dipastikan adalah kelengkapan desain peledakan ,seperti loading sheet, desain tie up, dan sebagainya. Pengukuran kembali lubang ledak yang sudah di bor (sounding)merupakan hal yang sangat penting untuk menentukan isian bahan peledak agar sesuai rencana.Kegiatan stemming merupakan factor penentu juga terkait hasil peledakan, apabila stemming tidak pada maka akan terjadi stemming ejection, oleh karena itu tim lapangan memastikan stemming dilakukan dengan padat denga cara menggunakan tamper atau tongkat pada saat dilakukan stemming. Akurasi pelaksanaan Tie Up juga harus sesuai dengan rencana dengan cara dilakukan pengecekan ulang oleh customer dengan menggunakan form persetujuan yang telah ditanda tangani oleh kedua belah pihak antara customer dengan blasting service provider. Kegiatan peledakan dianalisa setiap hari melalui visual video, apabila terdapat anomali maka dilakukan tindakan perbaikan bersama antara customer dan blasting service provider, dalam hal ini antara PT. Thiess dengan PT. AEL.Berdasarkan data productivity digger dari customer, productivity telah melebihi target yaitu lebih dari 1400 BCM/jam, salah satu kontribusinya adalah hasil blasting yang excellent. Hal ini merupakan factor akurasi eksekusi yang baik untuk memperoleh hasil blasting yang optimal

    EVALUASI PENAMBANGAN TIMAH METODE BOREHOLE MINING BERDASARKAN RENCANA KERJA DI TAMBANG KECIL TERINTEGRASI UNIT PRODUKSI DARAT BANGKA PT TIMAH Tbk

    No full text
    PT Timah Tbk sering mengalami kesulitan dalam mengatasi masalah konflik pembebasan lahan terutama pada penambangan metode tambang besar. Akibatnya, perusahaan mengalami situasi yang sangat sulit untuk membuat perencanaan tambang, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan adanya Sistem Penambangan BHM (Borhole Mining)/  metode tambang bor bawah tanah yang diharapkan mempermudah aktivitas penambangan dengan pembukaan lahan minimal dan menghindari pembukaan lapisan penutup. Penelitian ini bertujuan mengetahui sistem perencanaan, masalah yang dihadapi dan solusi yang diharapkan. Pada penelitian kuantitatif ini dilakukan untuk membandingkan target dan ketercapaian untuk bulan Oktober dan November. Berdasarkan target produksi 139,4 kg Sn/ bulannya namun tidak tercapai produksi pada bulan Oktober maupun November yakni masing – masing 62,45 Kg Sn dan 26, 38 Kg Sn. Kemudian, untuk jam jalan dengan target yaitu 184 jam/ bulan tidak tercapai pada bulan Oktober maupun November yaitu masing – masing sebesar 94 jam/ bulan dan 59 jam/ bulan. Masalah yang dihadapi tidak tercapainya target produksi dan jam jalan terdiri atas 2 penyebab diantaranya alat yang terdiri dari kendala mesin rusak, Jumbo Bag rusak, Cuaca dan Iklim, pipa aus, tripod bengkok dan karpet shakan lepas. Kemudian yang kedua faktor manusia yaitu lalai dalam melakukan pengawasan Solusi atas  permasalahan yang dihadapi dalam mencapai target produksi diantaranya lakukan perawatan dan pengecekan terhadap mesin dan penambahan daya mesin yang lebih besar dari 26 Hp, perhatikan kondisi pipa sebelum dipergunakan, waspadai cuaca dan iklim serta perhatikan area pengolahan terutama pada shakanSehingga Borehole Mining (BHM) belum efektif walaupun harus menggunakan cadangan yang sesuai Break Event Grade (BEG) atau dengan biaya relatif rendah

    PENGARUH MORFOLOGI TERHADAP ZONA PENGKAYAAN NIKEL PADA ENDAPAN NIKEL LATERIT DI DAERAH KUMORO, KECAMATAN POMALAA KABUPATEN KOLAKA, SULAWESI TENGGARA

    No full text
    Morfologi merupakan salah satu faktor penting dalam pembentukan endapan nikel laterit, selain faktor penting lainya, yaknibatuan ultramafik, struktur geologi, iklim dan air tanah. Daerah Kumoro di Kecamatan Pomalaa, Sulawesi Tenggara tersusun oleh batuan ultramafik yang berpotensi terbentuknya endapan nikel laterit. Morfologi di daerah penelitian didominasi oleh perbukitan bergelombang, di beberapa tempat terdapat dataran terutama di sekitar aliran sungai. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi pengaruh morfologi terhadap sebaran dan ketebalan zona pengkayaan nikel. Metoda yang dilakukan meliputi review literatur, survey geologi, survey topografi, pemerian inti bor, dan inventarisasi data hasil analisa kimia. Profil endapannikel laterit di daerah penelitian terdiri dari tanah penutup, zona limonit, zona saprolit, dan batuan ultramafik sebagai batuan dasar. Hasil analisis kelerengan, relief permukaan daerah penelitian terbagi atas datar-hampir datar, berombak, berombak – bergelombang, bergelombang-perbukitan dan perbukitan-perbukitan terjal. Peta distribusi kimia menunjukan sebaran kadar Ni ≥ 1,4% dan di beberapa tempat kadar Ni ≥ 1,80% terkonsentrasi pada morfologi lereng landai-punggungan perbukitan dengan relief hampir datar-perbukitan pada kisaran kemiringan lereng <1° hingga 25°. Pada morfologi tersebut juga terbentuk distribusi ketebalan zona pengkayaan nikel (zona saprolit) dengan ketebalan ≥ 2 m - 6 m dan di beberapa tempat > 6 m. Zona pengkayaan dan ketebalan bijih nikel pada zona saprolit di daerah penelitian dipengaruhi oleh kondisi morfologinya, dimana pengkayaan dan ketebalan bijih nikel terkonsentrasi pada morfologi punggungan perbukitan-lereng landai dengan relief hampir datar-perbukitan pada kemiringan lereng ≤ 25°

    UNDANG-UNDANG MINERAL DAN PERTAMBANGAN DAN OMNIBUS LAW SEBAGAI INSTRUMEN PENDUKUNG HILIRISASI INDUSTRI BATUBARA NASIONAL

    No full text
    Ekspor Batubara Mentah IndonesiaBatubara merupakan salah satu komoditas tambang yang banyak dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Pemanfaatan batubara domestik banyak digunakan sebagai batubara termal, batubara juga dimanfaatkan di berbagai pabrik seperti pabrik semen, tekstil, baja, smelter, dan sebagainya (Widayat dkk, 2021:58). Pemanfaatan batubara pada berbagai sektor, kemudian mempengaruhi permintaan batubara. Akan tetapi, tidak semua negara dapat memproduksi batubara, hal ini yang kemudian mendorong impor batubara dari negara penghasil batubara seperti Indonesia

    ANALISIS PERUBAHAN GEOMETRI BEKAS LUBANG BHM PADA OPERASI BOREHOLE MINING DI WILAYAH BEKAS TAMBANG TIMAH ALUVIAL BERDASARKAN DATA GEOFISIKA

    No full text
    Sisa cadangan timah aluvial di sekitar bekas tambang besar dapat menjadi peluang dalam mengoptimalisasi potensi cadangan menggunakan sistem penambangan skala kecil. Salah satu terobosan terbaru dalam sistem penambangan sisa cadangan timah aluvial di darat adalah metode borehole mining (BHM). Namun operasi penambangan menggunakan BHM memiliki beberapa dampak lingkungan terutama terkait dengan bekas lubang yang ditinggalkan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan geometri bekas lubang tersebut baik di permukaan maupun di bawah permukaan melalui pengamatan langsung di lapangan serta pengukuran dengan metode geofisika. Lokasi studi berada di bekas tambang besar Blok Air Nudur di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Metode geofisika yang digunakan untuk mengidentifikasi perubahan geometri bekas lubang BHM adalah GPR (ground penetrating radar) dan IP (induced polarization). Metode GPR memiliki kemampuan visual bawah permukaan dengan resolusi tinggi pada kedalaman dangkal serta metode ini dapat membedakan lapisan yang stabil dan tidak stabil. Metode IP digunakan untuk menentukan lapisan batuan penutup dan kondisi lapisan aluvial yang sebagian sudah menjadi lubang. Kedua metode ini akan saling menguatkan dalam menginterpretasikan perubahan geometri bekas lubang BHM X dan BHM Y. Perubahan diameter lubang dan kedalamannya diukur langsung di lapangan dalam kurun waktu 2 (dua) bulan sejak selesai dilakukan operasi penambangan dengan metode BHM diikuti dengan pengukuran topografi secara berkala menggunakan UAV (unmanned aerial vehicle). Hasil pengamatan terhadap perubahan elevasi permukaan tanah di sekitar bekas lubang BHM terdapat indikasi penurunan permukaan tanah sekitar 1 m. Sedangkan hasil pengolahan data GPR menunjukkan perubahan geometri lubang dengan pola radargram hummocky menjadi chaotic. Interpretasi dari pengolahan data IP menunjukkan nilai dan chargeabillity 3 – 12 ms pada lapisan aluvial yang terganggu di sekitar bekas lubang BHM X dan BHM Y

    PENILAIAN KESTABILAN TIMBUNAN BERDASARKAN WSRHC PADA TIMBUNAN MUARA TIGA BESAR UTARA, PT. BUKIT ASAM, TBK., SUMATRA SELATAN

    No full text
    Timbunan Muara Tiga Besar Utara merupakan kawasan timbunan yang rentan terhadap ketidakstabilan. Kawasan timbunan ini harus direncanakan dan dipantau dengan baik agar material timbunan selalu dalam kondisi stabil. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menilai tingkat kestabilan timbunan dan menentukan upaya investigasi dan desain yang sesuai dengan tingkat kestabilan timbunan. Dalam menentukan tingkat kestabilan timbunan, digunakan metode pembobotan Waste Dump and Stockpile Stability Rating and Hazard Classification System (WSRHC). Pembobotan WSRHC dilakukan terhadap 22 faktor yang mempertimbangkan aspek geologi teknik dan konstruksi timbunan dalam memperkirakan kestabilan. Hasil dari pembobotan WSRHC akan menghasilkan kelas risiko Waste Dump and Stockpile Hazard Class (WHC) pada penilaian kestabilan timbunan. Hasil penelitian menunjukkan bobot total kestabilan timbunan sebesar 33,5 termasuk dalam kategori IV (risiko tinggi) dengan bobot Engineering Geology Index (EGI) sebesar 12,5 dan Design and Performance Index (DPI) sebesar 21. Faktor performa tergolong pada kelas sangat buruk, sehingga timbunan otomatis masuk dalam kategori WHC V (risiko sangat tinggi). Upaya investigasi dan desain yang lebih akurat diterapkan pada kawasan timbunan ini dengan menggunakan tabel level of effort berdasarkan kelas kestabilan. Tabel level of effort terdiri dari tiga bagian yaitu investigasi dan karakterisasi, analisis dan desain, kontruksi dan operasi

    ANALISIS KESTABILAN TANGGUL DITINJAU DARI NILAI DAYA DUKUNG TANAH PADA DAERAH PENAMBANGAN BAUKSIT TAYAN KALIMANTAN BARAT

    No full text
    Pada kegiatan penambangan, faktor-faktor pendukung untuk menunjang keberlangsungan kegiatan penambangan harus selalu diperhatikan. Salah satunya yaitu infrastruktur tambang (sediment pond) yang harus dikaji terkait faktor keamanannya. Umumnya daerah penambangan bauksit UBPB Kalbar berada pada area yang berbukit dan memiliki banyak rawa, sehingga dengan kondisi seperti ini kajian infrastruktur harus sangat diperhatikan dalam  proses sirkulasi air yang digunaan pada saat proses pencucian bauksit. Maka dari itu, kestabilan lereng tanggul sediment pond merupakan bagian yang sangat difokuskan pada penelitian ini. Beban yang diterima tanggul, diteruskan sampai ke lapisan tanah di bawahnya. Kemampuan tanggul memikul beban disebut daya dukung tanggul,  Besarnya daya dukung dan penurunan pondasi tanggul dapat diketahui dengan melakukan uji DCP dan CBR lalu dilanjutkan dengan pemodelan metode elemen hingga dengan kriteria keruntuhan Mohr-Coulomb. Dari kedua pengujian tersebut dapat dilihat nilai kekuatan daya dukung tanah pada setiap area tanggul. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis kapasitas daya dukung tanah dan penurunan/settlement pada tanggul kolam sedimen UBPB Kalbar dengan metode elemen hingga dan membandingkan hasilnya dengan interpretasi uji DCP dan CBR. Analisis tersebut menggunakan data penyelidikan tanah di lapangan dan hasil uji laboratorium.Hasil dari perhitungan nilai CBR (CBRconversi) yang dikonversi dari data DCP lapangan memperlihatkan hasil yang sesuai dengan keadaan aktual dilapangan. Nilai CBR pada tanggul sediment pond 0,42 – 18,08 % dengan nilai daya dukung tanah (DDT) sebesar 1,77 - 64,66 ton/m2, dengan ground pressure sebesar 43,75 kN/m2, menghasilkan penurunan/settlement tanggul sebesar 0,05-0,15 m. Dengan menggunakan metodologi yang sama, perbandingan dan pemodelan numerik dilakukan pada setiap area tanggul. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa area tanggul masih dapat menahan beban dari peralatan tambang yang berupa dump truck dan excavator. Namun, nilai tersebut masih sangat bervariasi dan masih memiliki nilai DDT di bawah 2 ton/m2. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk dilakukan perkerasan material pada area ini.Hasil dari analisis ini perlu diperkuat dengan adanya pemantauan rutin terhadap area tanggul yang akan dilewati oleh alat berat

    0

    full texts

    290

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇