Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
Not a member yet
    290 research outputs found

    BIOEKSTRAKSI TEMBAGA DARI AIR ASAM TAMBANG DENGAN METODE PHYTOMINING MENGGUNAKAN TANAMAN EICHHORNIA CRASSIPES (MART.)

    No full text
    Air asam tambang merupakan salah satu side effect dari industri pertambangan yang memiliki dampak buruk bagi lingkungan. Air asam tambang mengandung beragam logam berat yang apabila mengontaminasi makhluk hidup, baik tumbuhan, hewan, atau bahkan manusia tentunya akan berakibat pada masalah yang serius. Beragam upaya dilakukan untuk menanggulangi masalah air asam tambang ini, mulai dari cara fisika-kimia biasa menggunakan zat-zat penetral tertentu hingga mulai dikembangkan cara lain seperti phytomining. Phytomining sendiri adalah proses penambangan suatu logam dengan bantuan tumbuhan, dan dalam kasus ini diharapkan bisa mengambil logam berat dari air asam tambang sehingga dapat meminimalisasi bahaya yang ditimbulkan. Dalam penelitian ini akan dibahas mengenai phytomining logam tembaga dari air asam tambang menggunakan tanaman Eichhornia crassipes (Mart.) atau eceng gondok. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan cara penambangan logam tembaga dari air asam tambang dengan tanaman eceng gondok hingga proses pemurnian tembaga tersebut menjadi katoda tembaga, serta menjelaskan mengapa cara tersebut lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan penambangan biasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, yaitu mencari penjelasan dan data mengenai pengolahan air asam tambang melalui jurnal, artikel dan buku-buku terkait. Dari penelitian yang dilakukan, hasilnya adalah tahapan-tahapan phytomining logam tembaga dari air asam tambang yaitu fitoekstraksi dengan tanaman eceng gondok yang kemudian tanamannya dikeringkan dan dibakar hingga menjadi abu, dilanjutkan oleh bioleaching dengan bakteri Acidithiobacillus ferrooxidans dan Acidithiobacillusthiooxidans yang kemudian disaring agar terpisah larutan hasil pelindian yang kaya akan tembaga dengan larutan sisa pelindiannya, kemudian dilakukan solvent extraction dengan Mextral 5460H, lalu dilakukan stripping untuk memperoleh larutan kaya tembaga, dan diakhiri dengan electrowinning hingga mendapatkan katoda tembaga. Pengolahan air asam tambang dengan metode ini terbukti lebih ramah lingkungan, lebih ekonomis, dan masih tetap akan mendapatkan logam tembaga dengan kemurnian tinggi

    ANALISIS KESTABILAN LERENG METODE Q-SLOPE, KESETIMBANGAN BATAS DAN PROBABILITAS LONGSOR PADA TAMBANG ANDESIT

    No full text
    Kegiatan penambangan di lokasi penelitian sudah memasuki tahap penutupan tambang sehingga membentuk lereng-lereng akhir yang terdiri dari 4 lereng tunggal dengan tinggi lereng keseluruhan sebesar 65 m dan sudut kemiringan lereng keseluruhan sebesar 62° yang belum diketahui kestabilan-nya. Lereng akhir penambangan yang ditinggalkan memiliki bidang diskontinu sehingga dapat mempengaruhi potensi adanya longsor berdasarkan analisis kinematika. Pemetaan geoteknik dilakukan pada setiap lereng tunggal dengan metode line mapping (Priest & Hudson, 1973). Sifat material properties batuan sebagai parameter masukan dalam analisis kestabilan lereng diketahui berdasarkan pengujian sifat fisik dan sifat mekanik di laboratorium. Analisis tingkat kestabilan lereng berdasarkan potensi longsor yang dapat terjadi dilakukan dengan metode empiris Q-Slope (Bar & Barton, 2015), metode analitis kesetimbangan batas (Hoek & Bray, 1981) dan analisis statistik probabilitas longsor yang dilakukan dengan metode Monte-Carlo. Berdasarkan analisis kinematika diketahui potensi longsor yang terjadi pada lereng aktual adalah potensi longsor bidang pada lereng tunggal 1 & 2, potensi blok baji yang tidak dapat runtuh pada lereng tunggal 3 dan potensi blok baji yang dapat runtuh pada lereng tunggal 4. Hasil analisis kestabilan lereng dengan metode Q-Slope diketahui bahwa lereng dalam keadaan stabil dengan nilai sudut maksimal Q-Slope lebih besar dari nilai sudut lereng aktual (βQ-Slope ˃ βLereng). Tingkat faktor keamanan (FK) metode kesetimbangan batas dan probabilitas longsor (PL) metode Monte Carlo pada setiap lereng tunggal menggunakan geometri lereng aktual dan geometri lereng Q-Slope diketahui dalam keadaan yang stabil baik dalam kondisi kering dan kondisi terisi air penuh karena memenuhi kriteria penerimaan dengan nilai faktor keamanan (FK) ≥ 1,1 dan probabilitas longsor (PL) ≤ 37,5% sesuai dengan peraturan pada Kepmen ESDM nomor 1827 K/30/MEM/2018

    ANALISIS PREDIKSI FRAGMENTASI PELEDAKAN TAMBANG TERBUKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL ROCK ENGINEERING SYSTEM (RES) DI PT XYZ

    No full text
    Proses peledakan akan menghasilkan batuan yang terberai menjadi fragmentasi. Sehingga, memiliki kemungkinan terjadinya resiko fragmentasi seperti ukuran boulder, maka proses loading dan produktivitas alat dapat terganggu. Perusahaan PT XYZ memiliki target fragmentasi boulder (≥ 100 cm) yaitu 20 %. Data yang diambil di PT XYZ difokuskan pada Pit Y dan dibagi menjadi 2 area, dikarenakan terdapat perbedaan struktur geologi dalam 1 pit. Dari 30 kali data peledakan yang telah dikumpulkan, dilakukan proses image analysis menggunakan software split desktop terhadap foto fragmentasi untuk mendapatkan ukuran aktual. Sehingga, didapatkanlah ukuran fragmentasi boulder lebih dari 20 % dalam tiap kali kegiatan peledakan. Rock Engineering System (RES) merupakan sebuah metode yang dapat meminimalisir resiko yang terjadi dari desain atau model yang telah dibuat di dalam berbagai kasus di dunia pertambangan, salah satunya untuk mengurangi resiko fragmentasi. Penelitian ini menggunakan 10 parameter yang mempengaruhi fragmentasi. Prediksi fragmentasi dalam penelitian ini juga menggunakan metode Kuz Ram dan Cunningham (2005) sebagai data pembanding. Untuk memvalidasi metode yang telah digunakan, maka akan dianalisis koefisien korelasi (R2) dan Root Mean Square Error (RMSE) antara ukuran aktual dengan metode prediksi.Penenlitian ini menggunakan metode evaluasi deviasi geometri peledakan dan analisis statistik. Sehingga, didapatkanlah nilai R2dengan hubungan sangat kuat yaitu 0.97 (area 1) dan 0.88 (area 2), nilai RMSE yang rendah yaitu 24.31 (area 1) dan 10.78 (area 2) dengan menggunakan model RES

    OPTIMALISASI PEMBELAJARAN SECARA DARING SELAMA MASA COVID-19 OLEH MAHASISWA DALAM PENINGKATAN SKILL VISUALISASI 3D UNTUK MEMPERSIAPKAN DIRI DI INDUSTRI PERTAMBANGAN 4.0

    No full text
    Pada masa pandemi Covid-19 semua sektor dituntut untuk WFH (work From home) tanpa kecuali, termasuk mahasiswa juga dituntut untuk belajar daring di rumah guna untuk memutus penyebaran virus. Mendikbud Nadiem menyampaikan Karena keselamatan adalah nomor satu, saat ini semua perguruan tinggi masih melakukan secara online. Oleh sebab itu mata kuliah praktek akan terganggu karena membutuhkan alat-alat dan pempraktekan secara langsung di lapangan. Kita mengetahui mata kuliah praktek tidak kalah penting bagi mahasiswa terutama Teknik. Ilmu yang didapat dalam mata kuliah praktek bisa satu  dasar pengetahuan sebelum memasuki dunia kerja.  Selama tiga dekade terakhir industri pertambangan telah mengalami transformasi besar-besaran salah satunya visualisasi 3D. Sebelumnya, data yang diambil di lapangan hanya berbentuk analisis 2D yang sulit untuk dijelaskan. Dengan adanya visualisasi 3D akan sangat membantu untuk menggambarkan cadangan batubara dan mineral di bawah permukaan tanah, tidak hanya itu namun juga memberikan keputusan analisis sumber daya, perencanaan teknik, pencegahan dan mitigasi bencana. Juga dalam beberapa tahun terakhir banyak bermunculan software yang di peruntukan untuk visualisasi 3D seperti Surpac, Minescape, Micromine dan lain-lain. Di sisi yang lain masa seperti ini bisa dapat dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa untuk meningkatkan skill visualisasi 3D, akan banyak waktu luang karena WFH (work From Home) dan perkuliahan dilakukan secara daring. Waktu untuk mata kuliah praktek bisa digunakan untuk mempelajari software visualisasi 3D karena praktek merupakan kunci dari mempelajarinya

    ANALISIS PENGARUH GEOLOGICAL LOSSES TERHADAP PERHITUNGAN CADANGAN BATUBARA BERDASARKAN MODEL GEOLOGI PADA PIT 13 ALT 3 PT INDOMINCO MANDIRI KABUPATEN KUTAI TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TIMUR (Geological Losses Effect Analysis Of Coal Reserve Calculation Based On Geologic Model In Pit 13 Alt 3 Pt Indominco Mandiri Kutai Timur Regency Of East Kalimantan Province)

    No full text
    Penambangan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengambil endapan bahan galian dibawah permukaan bumi, salah satunya adalah batubara. Dalam pelaksanaan desain tambang maupun implementasi di lapangan sering timbul anomali atau ketidaksesuaian antara rencana atau model geologi dengan kondisi aktual di lapangan. Penelitian dilakukan pada PT Indominco Mandiri, Kutai Timur, Kalimantan Timur dimana dalam penelitian ini dilakukan suatu analisis pengaruh dari geological losses terhadap model geologi yang kemudian akan membandingkan perhitungan cadangan tertambang dengan jumlah cadangan batubara yang dapat diambil. Dalam penelitian ini dilakukan pengamatan geological losses yaitu dengan cara pengukuran ketebalan batubara, test in pit quality, pengukuran dip batubara. Cara tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi faktor geological losses seperti adanya variasi ketebalan seam batubara, variasi kualitas seam batubara, seam splitting batubara, washout, dan crop shifting. Dari faktor tersebut akan didapatkan total persentase nilai geological losses yang mana akan mempengaruhi nilai dari cadangan tertambang dan nilai dari stripping ratio. Hasil penelitian yang telah dilakukan maka diperoleh Pengaruh geological losses terhadap endapan geologi dari model geologi yaitu pengaruh crop shifting sebesar 6037,81 ton atau 11,65 % dan pengaruh washout sebesar 4457,53 ton atau 8,6 %, sehingga total geological losses sebesar 10495,35 ton atau 20,26 % dari total reserve in model yang terpengaruh. Hasil cadangan tertambang berdasarkan pengaruh geological losses aktual di lapangan atau disebut dengan mineable insitu reserve yaitu sebesar 62326,35 Ton. Dan nilai stripping ratio setelah dimasukkan pengaruh geological losses pada Pit 13 Alt 3 menjadi 1 : 29,62.Â

    SURVEI BATIMETRI DI AREA VOID PIT DENGAN MENGGUNAKAN WAHANA TELEDYNE ODOM SINGLEBEAM ECHOSOUNDER SINGLE FREQUENCY

    No full text
    Teknik pengambilan data topografi permukaan di bawah air yang saat ini sedang berkembang, salah satunya menggunakan metode survei batimetri. Survei batimetri bertujuan untuk menggambarkan topografi di bawah air melalui pengukuran kedalaman dasar air sepanjang area yang ditentukan. Alat yang digunakan dalam survei batimetri dapat berupa singlebeam echosounder (SBES) atau multibeam echosounder (MBES) dengan single atau dual frekuensi. Kegiatan survei batimetri menggunakan wahana teledyne odom singlebeam echosounder ini juga tidak luput dari industri pertambangan, khususnya tambang batu bara yang saat ini mulai popular menggunakan salah satu teknologi yang modern ini. Salah satu jenis wahana yang digunakan PT Arutmin Indonesia adalah teledyne odom singlebeam echosounder single frequency. Kegiatan survei batimetri menggunakan wahana ini, pada dasar prinsipnya adalah dengan memancarkan gelombang akustik ke dasar permukaan di bawah air dalam hal ini void pit, kemudian gelombang akustik dipantulkan kembali yang akan diterima oleh tranducer (alat pemancar dan penerima gelombang akustik). Waktu dari pemancaran gelombang akustik sampai gelombang akustik ditangkap kembali oleh tranducer digunakan oleh echosounder untuk menentukan kedalaman. Kegiatan survei batimetri yang dilakukan PT Arutmin Indonesia ini dilakukan di area void pit yang tergenang air dan bertujuan untuk menentukan dan menggambarkan topografi permukaan lumpur. Dalam penggunaannya, kapal survei batimetri yang menggunakan wahana teledyne odom singlebeam echosounder single frequency harus dilengkapi dengan GPS, antenna GPS, transducer (alat pemancar dan penerima gelombang akustik), dan komputer. Antena GPS digunakan untuk mendapatkan posisi dan echosounder akan menampilkan data hasil processing tangkapan sinyal akustik dan posisi dari GPS. Komputer digunakan untuk mengoperasikan dan mengintegrasikan alat-alat tersebut. Setelah semua alat-alat selesai diinstalasi di kapal, kapal akan bergerak di sepanjang area tertentu/jalur yang sudah ditentukan yang nantinya akan dipetakan topografinya. Dengan demikian, kedalaman dasar void pit akan terekam di setiap titiknya berdasarkan posisi GPS. Dengan menggabungkan data kedalaman dan posisi, makan akan diperoleh data topografi dasar void pit

    PENERAPAN METODE Q-SLOPE DALAM PENILAIAN STABILITAS LERENG ALAMI

    No full text
    Metode analisis lereng menggunakan Q-slope dalam penilaian stabilitas suatu lereng sudah digunakan dalam lima tahun terakhir untuk memberikan rekomendasi sudut aman penggalian suatu lereng secara cepat dan efisien dengan menggunakan persamaan empirik. Penerapan metode ini dilakukan pada dua lokasi lereng breksi andesit alami dengan kondisi batuan lereng 1 fresh tanpa adanya longsoran dan kondisi lereng 2 sudah mengalami pelapukan serta adanya kenampakan longsoran blok baji.  Metode pengambilan data dilakukan pemetaan diskontinuitas pada lereng menggunakan garis bentangan dan pengambilan sampel batuan untuk pengujian sifat fisik dan mekanik batuan serta penilaian secara deskriptif untuk mendapatkan parameter input persamaan empirik Q-slope dengan validasi nilai faktor keamanan metode elemen hingga. Hasil plotting data pada grafik Q-slope menunjukkan rekomendasi sudut lereng Q-slope pada lokasi 1 lebih curam (85o) dibandingkan lereng aktual (30o) dengan kondisi lereng stabil, sedangkan sudut lereng rekomendasi Q-slope lokasi 2 lebih landai (68o) dibandingkan sudut lereng aktual di lapangan (79o) dengan kondisi lereng semi-stabil dan tidak stabil. Metode kesetimbangan batas dengan simulasi sudut lereng Q-slope dan sudut lereng aktual menunjukkan nilai faktor keamanan (SRF) lereng kedua lokasi penelitian yaitu lokasi 1 dengan sudut lereng aktual yaitu 3,3 dan Q-slope yaitu 2,11, sedangkan faktor keamanan (SRF) lokasi 2 yaitu 1 untuk sudut lereng aktual dan 1,17 untuk Q-slope. Hasil analisis metode Q-slope memberikan hasil yang relatif cepat dalam analisis lereng dengan metode numerik sebagai validasi menunjukkan keselarasan yang lebih kuantitatif dalam analisis faktor keamanan stabilitas suatu lereng

    OPTIMALISASI PENGGUNAAN ALAT BERAT DENGAN MENGGUNAKAN UNLOCK SYSTEM-FLEET MANAGEMENT SYSTEM (FMS) DISPATCH MODULAR STUDY CASE PT BUKIT MAKMUR MANDIRI UTAMA JOB SITE LATI

    No full text
    Alat berat yang terpasang perangkat Fleet Management System (FMS) dapat dengan mudah diketahui status dan kinerjanya nya secara real time. Informasi yang didapat secara langsung dari kinerja alat berat ini penting untuk dimonitor agar strategi operasional dapat dijalankan dengan baik serta penggunaan alat berat dapat dioptimalkan. Ditengah kondisi harga komoditas batubara yang mengalami penurunan seperti saat ini. PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) Job Site Lati sebagai salah satu kontraktor tambang terbesar di Indonesia melakukan inisiatif untuk menaikkan produktifitas alat berat dengan menggunakan fitur Optimization module (unlock system) pada Modular Mining’s DISPATCH FMS. Fitur Optimization modul berfungsi untuk melakukan optimalisasi penugasan alat angkut menuju alat muat secara otomatis agar cycle time nya menjadi lebih singkat dengan cara memperhitungkan waktu queuing dan hanging yang paling rendah. Peningkatan penggunaan fungsi Optimization module mempengaruhi peningkatan produktifitas dari excavator PT BUMA-Lati rata-rata 9% setara dengan penambahan jumlah load rata – rata per jam dari 19 load menjadi 20.5 load, penurunan hang time sebesar 32% dan queue time sebesar 31% atau setara dengan potensi penghematan sebesar $110 k selama periode Agustus – Desember 2020. Dengan meningkatnya produktifitas alat berpengaruh pada biaya operasi penambangan cost per ton menjadi lebih rendah sehingga perusahaan dapat lebih optimal dalam menggunakan biaya operasional ditengah kondisi harga batu bara yang mengalami penurunan seperti sekarang ini.Â

    ANALISIS PENGGUNAAN ALGORITMA NDVI PADA PLATFORM GOOGLE EARTH ENGINE SEBAGAI DATA DUKUNG EVALUASI KEBERHASILAN PELAKSANAAN REKLAMASI LAHAN BEKAS TAMBANG

    No full text
    Pemegang IUP wajib melaksanakan Reklamasi hingga mencapai kriteria keberhasilan 100 % sebagai bentuk komitmen pemulihan lingkungan hidup akibat dampak kegiatan pertambangan. Untuk meningkatkan pengawasan dalam evaluasi keberhasilan Reklamasi secara akuntabel diujicobakan pemanfaatan Google Earth Engine (GEE) yang merupakan platform geospasial dataset yang dapat mengombinasikan algoritma pemrograman tertentu dengan database time series layanan citra satelit yang dapat diakses publik. Telah dilakukan proses evaluasi dengan menggunakan algoritma Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) pada titik sampling area Reklamasi tahun tanam 2013 dengan pola “Z-pattern†untuk diobservasi nilai NDVI-nya selama kurun waktu 2013-2020 untuk kemudian diperbandingkan dengan nilai NDVI lokasi referensi (area Reklamasi tahun tanam 2012) yang telah dinyatakan telah mencapai tingkat keberhasilan Reklamasi 100% berdasarkan evaluasi lapangan Pemerintah. Evaluasi terhadap area Reklamasi tahun tanam 2013 dilakukan dengan basis database citra satelit Landsat 8 pada platform GEE, didapatkan bahwa NDVI berada pada rentang 0,09 - 0,7. Titik referensi NDVI yang dipilih adalah area reklamasi tahun tanam 2012 yang telah dinyatakan berhasil 100% berdasarkan hasil evaluasi Pemerintah dengan NDVI pada tahun 2012-2019 berada pada rentang 0,347 - 0,962. Nilai NDVI yang tinggi (sekitar 0,6 hingga 0,9) memiliki korelasi dengan tingkat kelebatan vegetasi seperti ditemukan di hutan beriklim sedang dan tropis atau tanaman pada tahap pertumbuhan puncaknya. Hasil analisis NDVI tersebut dengan menggunakan platform GEE tersebut memiliki potensi sebagai alat bantu dan data dukung tambahan dalam evaluasi keberhasilan pelaksanaan Reklamasi yang dilakukan oleh Pemerinta

    KONTROL LINGKUNGAN PENGENDAPAN TERHADAP KONSENTRASI TRACE ELEMENT BATUBARA DAERAH MUARA TIGA BESAR KABUPATEN LAHAT SUMATERA SELATAN

    No full text
    pada batubara Seam A1, A2, B, C1, dan C2. Tujuan dari studi ini adalah melihat hubungan antara lingkungan pengendapan dengan komponen dari trace element. Metode yang diterapkan dengan optimasi data logging serta analisis geokimia batubara berupa uji proksimat dan Inductively coupled plasma atomic emission spectroscopy (ICP AES). Karakteristik fisik litofasies dari data logging mengindikasikan batubara terendapkan pada sistem delta dari upper hingga back barrier. Analisis trace element merefer 19 unsur yaitu Be, Cd, Ni, V, Zn, Pb, Mn, Ba, B, Fe, Ag, Co, Mo, As, Hg, Cu, Cr dan Cl, dan P. Komparasi hasil dari dua sumur bor menunjukkan pola selaras, tidak selaras, dan uncertain. Kemudian Seam C1 dan C2 yang terendapkan pada lingkungan back barrier memiliki kadar trace element paling tinggi. Sedangkan tiga seam lainnya dengan konsentrasi trace element cenderung linear. Hal ini memberi petunjuk bahwa nilai konsentrasi trace element pada lingkungan laut lebih tinggi dibandingkan lingkungan deltaplain

    0

    full texts

    290

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇