Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
Not a member yet
    290 research outputs found

    STUDI PENEMPATAN MINERAL KADAR RENDAH DI STOCKPILE SEJORONG DALAM RANGKA PENINGKATAN RECOVERY REHANDLE BIJIH DAN PEMENUHAN ASPEK KONSERVASI MINERAL

    No full text
    Konservasi mineral menurut Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No.1827/2018 adalah upaya dalam rangka optimalisasi pengelolaan, pemanfaatan dan pendataan sumber daya mineral secara terukur, efisien, bertanggung jawab dan berkelanjutan. Sejalan dengan tahap penambangan pit Batu Hijau yang akan memasuki Phase 7 Additional Cutback (7AC) maka dibuatlah studi untuk menempatkan mineral kadar rendah di area stockpile yang kontak dengan topo in-situ dibandingkan jika harus dibuang ke penimbunan batuan penutup. Diharapkan dengan adanya studi ini, perolehan (recovery) tonase bijih yang akan di-rehandle dapat ditingkatkan secara optimal karena potensi dilusi material bijih yang kontak dengan topo in-situ akan lebih kecil, sehingga dapat memaksimalkan produksi logam yang dihasilkan di pabrik pengolahan. Berdasarkan studi ini, estimasi peningkatan nilai perolehan rehandle material bijih sebesar 2,5 % dan  perolehan produksi logam sekitar 18,8 Mlbs Cu, 15,6 Koz Au dan 61,7 Koz Ag. Selain itu, dengan melihat tren peningkatan harga logam dunia, maka ada peluang untuk memanfaatkan kembali mineral kadar rendah ini di kemudian hari dalam upaya menciptakan warisan terbaik bagi semua pemangku kepentingan sesuai dengan Visi dan Misi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN)

    PEMANFAATAN LAHAN REKLAMASI SEBAGAI LAHAN PENGGEMBALAAN SAPI DI PT. KALTIM PRIMA COAL

    No full text
    Menjadikan lahan pascatambang sebagai lahan yang produktif, stabil, dan sesuai standar lingkungan adalah komitmen PT Kaltim Prima Coal (KPC) dalam melaksankan reklamasi pascatambang. Studi ini, bertujuan untuk mengetahui produktivitas dan daya dukung lahan reklamasi sebagai lahan penggembalaan sapi. Ruang lingkup studi, meliputi tahapan persiapan lahan, analisa vegetasi, penyiapan prasarana, pemeriksaan kesehatan, analisa pertambahan populasi sapi sebagai parameter keberhasilan. Studi ini, menggunakan desain penelitian studi kasus selama ± 4 tahun penggembalaan, dengan cara membandingkan kondisi rumput, kesehatan dan pertambahan populasi sapi. Analisa vegetasi meliputi analisa jenis dan jumlah, serta identifikasi kandungan logam berat. Sedangkan analisis kesiapan prasarana meliputi kesedian shelter, cattle yard, pondok, pagar, dan akses jalan.Parameter kesehatan meliputi identifikasi penyakit, cacat fisik, libidio dan organ reproduksi. Hasil studi, adalah sebagai berikut: rumputan padang gembalan aman dikonsumsi sapi, karena memiliki kandungan logam berat, seperti Timbal (Pb), Cadmium (Cd), Tembaga (Cu), Seng (Zn) dalam batas toleransi. Produksi rumput segar dan kering berlimpah, yakni 14.80 ton ha-1 dan 3.44 ton ha-1. Rumput berkualitas sebagai pakan, yakni dari jenis Indigofera zollingeriana, Brachiaria humidicola, Setaria sphacelata, dan Paspalum conjugatum.  Kondisi kesehatan sapi baik, tidak ditemukan penyakit, cacat fisik, gangguan libido dan organ reproduksi. Populasi sapi bertambah ± 160 % selama 4 tahun. Dengan demikian, lahan reklamasi memiliki produktivitas dan daya dukung yang sesuai dalam usaha pengembalan sapi

    PEMODELAN PENGUJIAN PEMAMPATAN DAN PENGEMBANGAN TANAH DENGAN PENDEKATAN METODE ELEMEN HINGGA MODEL KONSTITUTIF PLASTISITAS CAM-CLAY MODIFIKASI PADA MATERIAL BERPORI

    No full text
    Sifat rekayasa tanah berpori penting untuk desain dan konstruksi struktur geoteknik. Perilaku kompresibilitas tanah berpori seperti lempung bergantung pada waktu dan mencirikan perilaku lempung tersebut, dan digunakan uji konvensional satu dimensi, yaitu uji Oedometer. Keberhasilan penggunaan analisis numerik dalam memecahkan masalah rekayasa geoteknik tergantung pada model konstitutif yang dipilih untuk mewakili perilaku material yang sebenarnya. Model konstitutif yang terkait dengan material tertentu harus menggambarkan perilaku material di bawah gangguan eksternal. Model ini diformulasikan secara matematis secara khusus untuk mewakili tanah berpori lunak seperti lempung dan menyediakan beberapa parameter yang memungkinkan representasi akurat dari karakteristik respons tegangan-regangan pra-kegagalan. Model konstitutif Cam-Clay Modifikasi dalam perangkat lunak Metode Elemen Hingga Simulia ABAQUS dalam penelitian ini secara sistematis mewakili perilaku lempung berpori lunak dan memberikan beberapa parameter yang memungkinkan akurasi untuk mewakili karakteristik respons tegangan-regangan bahan berpori

    PERANAN DRILL & BLAST ENGINEER DI TAMBANG TERBUKA MINERAL TEMU PROFESI TAHUNAN (TPT) XXX DAN KONGRES XI PERHAPI 2021

    No full text
    Peledakan secara ore waste blasting diterapkan pada kegiatan peledakan di area tambang terbuka mineral PT. Indo Muro Kencana (PT. IMK). Peledakan di PT. IMK dilakukan dengan 2 metode, yaitu: peledakan konvensional (sistem inisiasi nonel) dan peledakan tidur (sleep blast, sistem inisiasi nonel). Ore waste blasting dapat diterapkan pada tambang terbuka mineral, dimana peledakan bijih (ore) dan waste dilakukan pada peledakan yang sama. Section/divisi khusus yang bertugas untuk mengelola perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pengeboran dan peledakan disebut sebagai Drill & Blast section, yang terdiri dari Drill & Blast Engineer dan para pengawas Drill & Blast.  Permasalahan pokok yang dibahas dalam tulisan ini adalah peranan Drill & Blast Engineer di tambang terbuka mineral dan penerapan Drill & Blast Engineering pada peledakan (ore waste blasting) di tambang terbuka mineral PT. IMK. Tujuan dari tulisan ini adalah sebagai kajian mengenai peranan D&B Engineer dan kaidah-kaidah D&B Engineeering yang digunakan pada kegiatan peledakan di tambang terbuka mineral PT. IMK. Diharapkan tulisan ini berguna sebagai referensi bagi mahasiswa Teknik Pertambangan, fresh graduate mining engineer dan Junior D&B Engineer. Metode yang digunakan untuk pemecahan masalah dalam penulisan ini adalah studi literatur, wawancara narasumber dan pengalaman penulis selama bekerja di bidang drilling & blasting di tambang terbuka mineral PT. Indo Muro Kencana (PT. IMK, Muro Gold Mine, Murung Raya, Kalimantan Tengah) dan pengalaman sebelumnya di PT. Kasongan Bumi Kencana (PT. KBK, Mirah Gold Mine, Katingan, Kalimantan Tengah). Sebagai kesimpulan dari tulisan ini, peranan D&B Engineer dan penerapan kaidah D&B Engineering pada kegiatan ore waste blasting di tambang terbuka mineral sangat mutlak diperlukan, terutama dalam hal mengelola perencanaan (D&B planning), pelaksanaan peledakan, evaluasi dan pelaporan kegiatan terkait pengeboran dan peledakan

    BACK ANALYSIS OF VECTOR LOSS EFFECT TO DETERMINE THRESHOLD USING SLOPE STABILITY RADAR DATA CASE STUDY OF FAILURE IN OPEN PIT COAL MINE

    No full text
    Pemantauan kestabilan lereng suatu tambang terbuka adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengelola risiko dari potensi longsor. Slope Stability Radar (SSR) adalah teknologi/alat yang dapat digunakan untuk memantau kestabilan lereng dengan menyajikan data secara real time. SSR menggunakan prinsip line-of-sight dalam menghitung besaran pergerakan lereng yang dapat menghasilkan vector loss pada nilai pengukurannya. Vector loss adalah persentase besaran deformasi tereduksi akibat arah pergerakan lereng memiliki selisih sudut terhadap arah pengukuran radar. Dalam pengelolaan longsor terdapat nilai ambang batas yang diterapkan untuk mengkategorikan perilaku deformasi batuan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh vector loss terhadap nilai ambang batas yang diterapkan pada tambang terbuka batubara dengan menggunakan 20 data longsor pada periode 3 April 2021 – 9 Mei 2021 yang dideteksi oleh SSR pada Pit A di area High-Wall Timur dan L Barat, serta Pit B di area High-Wall Barat.Nilai ambang batas yang diterapkan saat ini mencakup kategori “Aman†pada nilai kecepatan deformasi 0 - 50 mm/hari, “Waspada†pada nilai kecepatan deformasi 50 mm/hari – 120 mm/hari, dan “Evakuasi†pada nilai kecepatan deformasi lebih dari 120 mm/hari. Hasil perhitungan data SSR menunjukkan bahwa tingkat kecepatan deformasi saat terjadinya longsor berada pada rentang data 28.77 – 202.53 mm/hari dan tingkat kecepatan deformasi terkoreksi vector loss saat terjadinya longsor berada pada rentang data 49.43 – 367.44 mm/hari.Berdasarkan hasil perhitungan, maka nilai ambang batas pada kategori “Evakuasi†yang sebelumnya berada pada nilai deformasi lebih dari 120 mm/hari dapat dioptimalkan menjadi lebih dari 50 mm/hari untuk area High-Wall Timur dan Low-Wall Barat pada Pit A, serta area High-Wall Barat untuk Pit B. Nilai ambang batas untuk SSR dapat menggunakan nilai lebih dari 30 mm/hari untuk area High-Wall Barat pada Pit B, lebih dari 40 mm/hari untuk area Low-Wall Barat pada Pit A, dan lebih dari 50 mm/hari untuk area High-Wall Timur pada Pit A

    RUANG LINGKUP DAN OBJEK KONSERVASI SUMBERDAYA MINERAL DAN BATUBARA

    No full text
    Konservasi sumberdaya mineral dan batubara selanjutnya disebut konservasi mineral dan batubara adalah upaya yang dilakukan dalam rangka optimalisasi pengelolaan, pemanfaatan dan pendataan sumberdaya minerba secara terukur, efisien, bertanggung jawab dan berkelanjutan. Perencanaan penerapan konservasi minerba yang optimal dilaksanakan dengan terlebih dahulu menentukan ruang lingkup konservasi minerba secara detail sekaligus melakukan evaluasi dan pemantauan terhadap pelaksanaan dan kendala-kendala yang terjadi dalam upaya penerapannya. Ruang lingkup konservasi minerba meliputi upaya perencanaan, pelaksanaan, pengelolaan, pemanfaatan dan pendataan untuk keseluruhan objek-objek konservasi minerba.Untuk komoditas batubara, objek meliputi recovery penambangan, recovery pengolahan, batubara kualitas rendah, sisa hasil pengolahan, cadangan marginal dan cadangan tidak tertambang. Sedangkan dalam kegiatan pertambangan mineral terdapat perbedaan pada mineral kadar rendah serta tambahan objek yaitu mineral ikutan. Dalam rangka pelaksanaan kaidah teknik pertambangan yang baik khususnya aspek konservasi pelaksanaan penerapan konservasi mineral dan batubara melalui penentuan ruang lingkup masing-masing objek konservasi serta pemecahan masalah terhadap kendala-kendala yang terjadi setelah proses evaluasi sehingga dapat ditindaklanjuti, menjadi hal yang harus dipahami dan diperhatikan dalam pelaksanaan kegiatan pertambangan. Sehingga hal-hal yang menjadi tantangan di masa depan seperti pemanfaatan mineral kadar rendah dan mineral ikutan termasuk mineral tanah jarang yang saat ini belum bernilai ekonomis atau belum ada teknologi pengolahan dengan terlebih dahulu dipisahkan dari mineral utamanya, pemanfaatan batubara kualitas rendah melalui upaya peningkatan nilai tambah, serta identifikasi potensi cadangan marginal dalam neraca estimasi sumberdayaberdasarkan kriteria yang ditetapkan dapat dioptimalkan dan memberikan dampak yang positif bagi pertambangan di Indonesia

    BERBAGI KEBAHAGIAAN DENGAN MASYARAKAT SEKITAR TAMBANG

    No full text
    Pertambangan adalah usaha kegiatan yang mengambil sumber daya alam di dalam bumi dari mulai eksplorasi, pembukaan tambang, operasi sampai pasca tambang. Sumber daya alam yang ada diperut bumi haruslah diambil dengan cara dan kaidah pertambangan yang baik. Oleh karena itu pertambangan haruslah legal/berizin. Karena dengan legal maka akan diketahui apakah penambang itu paham kaidah penambangan yang baik dan apakah lahan itu ekonomis ditambang. Jangan sampai pola penambangannya akan membuat masalah pada komponen lingkungan yang ada disekitar tambang. Faktor evaluasi untuk mengetahui tingkat kepentingan dampak pada usaha pertambangan adalah jumlah masyarakat yang terkena dampak. Jika banyak masyarakat terkena dampak yang tidak mendapatkan manfaat lebih banyak dibandingkan masyarakat terkena dampak dan mendapat manfaat maka kegiatan usaha pertambangan ini masuk kategori dampak penting. Manusia yang ada di sekitar tambang harus mendapatkan manfaat yang besar dari usaha pertambangan tersebut. Mereka adalah kelompok masyarakat pertama yang harus diperhatikan oleh pelaku usaha pertambangan. Masyarakat sekitar tambang banyak dirugikan dengan adanya operasional tambang. Kebanyakan dari mereka terusir dari lingkungannya. Padahal seharusnya merekalah yang paling bahagia dengan adanya aktivitas pertambangan. Tambang yang legal saja banyak masyarakat sekitarnya yang diabaikan , kalaupun dapat kontribusi tapi sangat tidak sebanding dengan hasil yang mereka dapatkan. Apalagi tambang ilegal yang mana tidak ada pengawasan dari instansi resmi. Harus ada program CSR dan Sosial Pertambangan yang terencana dan terukur. Program sebaiknya tidak hanya memberikan ikan yang berpotensi memelihara kemiskinan. Tapi haruslah dirancang program yang memberikan kail sehingga mereka tergerak untuk aktif bangkit dari kemiskinan atau dari keadaannya yang sekarang. Pada peneltian ini Saya ingin memberikan salah satu resep CSR yang bisa dicoba oleh perusahaan tambang untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekitarnya. Metode penelitiannya yaitu metode deskriptif. Metode ini berusaha menggambarkan objek atau subjek  apa adanya, dengan tujuan menggambarkan secara fakta dan karakteristik objek  yang  diteliti secara tepat.Program CSR dan Sosial Pertambangan haruslah menjadi jalan keluar dari cerita suram nan kelam dari keluarga – keluarga disekitar lokasi tambang. Tenaga SDM yang ada dibidang tersebut sebaiknya SDM yang berkompeten dalam bidang CSR dan Sosial Pertambangan. Bukanlah SDM yang asal rekrut tidak sekompetitif rekrutment SDM di bagian teknisnya. Sumber daya alam ini adalah karunia dari Tuhan Yang Maha Esa, maka sudah tentu bentuk syukur kita dengan menambang yang baik dan nantinya mengembalikan ke rona awal bukan merusaknya.Selain itu bentuk syukur lainnya adalah berbagi kebahagiaan dengan masayarakat sekitarnya karena mereka berhak atas kekayaan yang ada disekitar tenpat tinggalnya.Â

    LONGSORAN DISEBABKAN OLEH HUJAN PADA MASSA BATUAN: STUDI KASUS PADA TAMBANG BATUBARA SENAKIN

    No full text
    Longsoran disebabkan oleh hujan seringkali muncul pada area dengan iklim tropis. Intensitas hujan yang berat yang cukup umum terjadi di Indonesia adalah penyebab utama dari hal tersebut. Di proyek tambang, bukaan lereng bukan hanya dibuat pada lereng pit tambang tapi ada juga pada drainase lereng tambang. Pada April 2020, terdapat longsoran pada drainase Tambang Senakin yang disebabkan oleh tingginya curah hujan. Berdasarkan dari laporan investigasi longsor, longsoran dikategorikan sebagai longsoran yang disebabkan oleh hujan. Lereng yang longsor adalah lereng batuan yang memiliki bidang diskontinuitas yang umumnya disebut sebagai massa batuan. Selain itu, massa batuan pada area ini di kategorikan sebagai medium rock mass dengan terdapat bidang diskontinuitas yang cukup persisten dan berpotensi sebagai bidang gelincir serta bersifat tidak menguntungkan terhadap geometri lereng. Analisis balik dilakukan menggunakan kombinasi sensitivity analysis dan trial & error method dengan mensimulasikan tekanan pori air bertahap. Berdasarkan hasil analisis balik tersebut dengan curah hujan yang ada, material yang longsor adalah material yang sebelumnya merupakan area wetting front. Dari longsoran tersebut, penulis mencoba untuk menghubungkan pengaruh curah hujan yang tinggi dengan lereng massa batuan, termasuk kenaikan pore pressure seiring dengan berjalannya waktu, perilaku massa batuan  ketika wetting front muncul, dan kemungkinan kemungkinan lain yang ada pada longsoran tersebut. Diharapkan dengan adanya paper ini, dapat digunakan untuk mengurangi uncertainties dalam asesmen geoteknik sehingga optimisasi batubara dapat dilakukan berdasarkan dengan parameter hidrologi yang lebih optimis

    PENGGUNAAN SLURRY PUMP UNTUK MENGANGKUT LUMPUR SUMP PIT C1 DI AREA KERJA PT.PAMAPERSADA NUSANTARA SITE BINUNGAN BLOK 8, KONSESI PT.BERAU COAL

    No full text
    Pada kondisi penurunan harga batubara seperti saat ini, menuntut untuk dilakukanya optminasi di area penambangan batubara. Salah satunya adalah penurunan Stripping Ratio (SR). Hal ini menjadi tantangan karena area bernilai SR kecil berada di cekungan tambang atau sump, yang masih terdapat genangan air dan lumpur. Lumpur sump merupakan kumpulan material sedimen hasil pengendapan di area sump selama proses penambangan berlangsung. Pengangkutan lumpur dalam operasional penambangan batubara diperlukan jika area sump akan dioptimalkan kembali. Hal ini bagi kontraktor pertambangan merupakan tantangan tersendiri, karena selain bekerja di area lumpur merupakan kegiatan yang beresiko tinggi, pengangkutan lumpur juga merupakan kegiatan yang membutuhkan biaya operasional yang cukup besar. Pengangkutan lumpur juga wajib dilakukan dengan sekuen penambangan yang tertukur dengan baik dan waktu yang tepat. Studi kasus pengangkutan lumpur ini berada di Pit C1 konsesi area PT. Berau Coal, site Binungan blok 8, di area kerja PT. Pamapersada Nusantara. Dimana di semester 2 tahun 2020 ini terdapat target pengambilan lumpur sump dengan estimasi lumpur sebanyak 179.531 m3 agar batubara dibawah lumpur sump tersebut dapat diambil. Penggunaan metode konvensional dengan truck and shovel telah dilakukan, namun dengan productivy angkut hanya sekitar 400-500 m3/jam dan perlu adanyanya tambahan material overburden sebagai pencampur lumpur dengan perbandingan 1:1 secara berlanjut. Hal ini menyebabkan waktu yang diperlukan akan terlalu lama dan tidak efisien. Selain itu juga jalan tambang menjadi rusak dan tidak aman karena tumpahan lumpur yang diangkut.Melihat kondisi tersebut, maka perlu dilakukan penelitian dan perbaikan agar lumpur dapat segera diangkut keluar pit dengan cepat, efisien dan aman. Oleh karena itu, dilakukanlah kajian mengenai metode pengangkutan lumpur menggunakan slurry pump. Dengan produksi yang dapat mencapai 6237 m3 perhari dan tidak memerlukan material overburden (OB) pencampur, maka metode ini dapat menjadi pilihan dalam pengangkutan lumpur sump di Pit C1 site Binungan blok 8

    ANALISIS PENGGUNAAN METODE TOP AIR DECK BLASTING PADA KEGIATAN PERCEPATAN PENGUPASAN WASTE MATERIAL TAMBANG EMAS PIT X PT KASONGAN BUMI KENCANA

    No full text
    PT Kasongan Bumi Kencana melaksanakan proses penambangan emas pada area operasional Pit X. Kegiatan terpusat pada percepatan pengupasan waste material yang tersusun atas tufa breksi dengan metode peledakan. Peledakan di area waste material memiliki nilai powder factor sebesar 0,25 kg/ton  dan melebihi powder factor rencana sebesar 0,23 kg/ton. Metode  top air deck blasting  dapat menurunkan nilai powder factor peledakan tanpa memberikan dampak negatif terhadap fragmentasi material dan operasional penambangan. Penerapan top air deck blasting  di area waste material, Pit X, perlu meninjau kualitas massa batuan, fragmentasi hasil peledakan, dan dampak operasional penambangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis parameter yang mempengaruhi ukuran fragmentasi hasil peledakan metode top air deck blasting, menganalisis dampak penerapan metode top air deck blasting  terhadap operasional penambangan, dan memformulasikan rekomendasi geometri metode top air deck blasting  dengan mempertimbangkan karakteristik massa batuan penyusun waste material, Pit X. Hasil penelitian menunjukkan waste material tersusun atas massa batuan dengan dengan nilai RMR sebesar 71,87 atau termasuk kategori good rock. Terdapat perbedaan parameter yang mempengaruhi ukuran fragmentasi hasil peledakan metode conventional blasting dan metode top air deck blasting . Metode top air deck blasting  memiliki sebaran fragmentasi hasil peledakan lebih baik dibandingkan peledakan menggunakan metode conventional blasting pada sebaran fragmentasi F50, F80, dan top size material. Rekomendasi geometri top air deck blasting  pada percepatan pengupasan waste material memiliki air deck length dengan rentang 0,9 -1,1 meter atau air deck factor dengan rentang 16%-17% dan menurunkan powder factor peledakan sebanding dengan fungsi PF = 0,2489-0,3939(ADF)

    0

    full texts

    290

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇