Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
Not a member yet
    290 research outputs found

    INOVASI PENGGUNAAN AADVARK PERMEAMETER SEBAGAI QUALITY CONTROL PENUDUNGAN BATUAN POTENSI ASAM (PAF)

    No full text
    Air Asam Tambang (AAT) adalah satu dampak lingkungan pertambangan yang terbentuk dari reaksi tiga unsur yakni sulfida asam, oksigen, dan air. Sulfida asam berasal dari material Batuan Penutup Berpotensi Asam (PAF) yang digali dan dipindahkan. AAT merupakan dampak penting yang wajib dikelola dan dipantau agar tidak menjadi limbah ke badan lingkungan. Pengelolaan AAT tidak cukup hanya pengobatan aktif selama operasi tambang, melainkan mitigasi awal sumber, jumlah, dan strategi kapsulasi PAF dengan lapisan penudung sebagai upaya eliminasi resiko di akhir tambang. Aadvark Permeameter adalah alat uji permeabilitas/kekedapan tanah, digunakan oleh PT Kaltim Prima Coal (KPC) untuk meningkatkan kontrol kualitas konstruksi lapisan penudung pada reklamasi timbunan. Mengingat luasnya area, tantangan terbesar selain pembentukan lapisan yang padat (compacted), penting juga untuk memastikan bahwa lapisan penudung telah kedap (impermeable) secara merata. Tingkat kekedapan tanah diukur berdasarkan parameter koefisien permeabilitas (K). Sekalipun telah distandarisasi oleh Casagrande dan Fadum (1940), penentuan ambang nilai K harus dipertimbangkan berdasarkan kondisi spesifik lapangan, seperti: cuaca, ketersediaan jenis material, dan bentuk akhir reklamasi. Hasil studi pengukuran lapangan pada lokasi reklamasi Pit Pedayak RL+15 dan RL+20 menggunakan material tanah kupasan dengan jumlah kompaksi 6 lintasan, didapatkan hasil lapisan penudung masuk kategori kedap dengan nilai K rerata 10-5 cm/s

    ANALISIS AWAL PENDUGAAN NILAI UCS DARI NILAI PLI UNTUK BATU LEMPUNG DAN BATU PASIR , PT ARUTMIN INDONESIA TAMBANG ASAM ASAM, KALIMANTAN SELATAN

    No full text
    Dalam beberapa tahun kedepan, proyeksi kebutuhan batubara masih terus mengalami peningkatan. Imbas dari hal tersebut, bukaan lubang tambang akan bertambah luas dan dalam. Kondisi tersebut mengharuskan adanya perhatian yang lebih terhadap keamanan bekerja di lokasi penambangan. Salah satu hal yang berperan dalam peningkatan keamanan bekerja adalah kondisi lereng tambang yang relatif stabil. Kondisi tersebut harus bisa dinilai secara kuantitatif. Untuk penilaian tersebut, salah satu inputnya adalah sifat mekanik batuan. Agar dapat menghasilkan kesimpulan analisis secara tepat, maka sifat mekanik batuan sebaiknya diambil dari lokasi yang berdekatan dengan lokasi yang dianalisis melalui pemetaan geoteknik. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari bias data akibat interpolasi kekuatan batuan yang didapat dari lubang bor yang telah ada sebelumnya. Uji yang sering dilakukan untuk mendapatkan sifat tersebut adalah Uji Kuat Tekan Uniaksial (UCS) dan Uji Point Load (PLI). Secara umum, UCS relatif lebih lama dan kompleks dalam pengujiannya dibandingkan PLI. Akan tetapi, kedua uji tersebut bisa saling berkorelasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan persamaan untuk mengkorelasikan nilai UCS dan PLI di area penelitian. Dari kumpulan data yang telah ada sebelumnya, secara statistik melalui piranti lunak SPSS, didapatkan hasil regresi linear adalah UCS = 9.77*PLI untuk batu lempung dan UCS = 12.93*PLI untuk batu pasir. Dengan adanya persamaan ini diharapkan hasil analisis geoteknik dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat

    PENGGUNAAN METODE PEMBOBOTAN TERHADAP KONDISI LOADING POINT MENGGUNAKAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) DI MINING OPERATION DIVISION, PT KALTIM PRIMA COAL

    No full text
    Dalam rangka mempertahankan daya saing perusahaan di industri pertambangan dunia, KPC terus menyesuaikan diri dan mengubah cara kerja dengan teknologi transformasi digital. Pemanfaatan aplikasi “Miners App†di Mining Operation Division (MOD) sebagai alat kerja sudah menjadi kebutuhan agar proses informasi menjadi lebih cepat, transparan dan real-time, sehingga dapat merespon perbaikan secara lebih cepat. Produktivitas alat gali di MOD dipengaruhi oleh 2 parameter utama yaitu spotting time dan loading time. Terkait dengan hal ini, “Checklist†kondisi loading point adalah salah satu fitur yang dikembangkan di Miners App untuk menilai kelayakan operasional alat gali. Checklist kondisi loading point yang ada saat ini dinilai belum mencakup keseluruhan kondisi yang akan memengaruhi 2 parameter utama produktivitas tersebut. Saat ini terdapat 5 checklist kondisi loading point dimana setiap pilihan memiliki rentang nilai 1 sampai dengan 5 yang nantinya akan dinilai oleh masing-masing supervisor loading point. Hanya saja, penggunaan nilai rata-rata dari ke-5 checklist loading point ini masih belum dapat mewakili gambaran pencapaian produktivitas yang sebenarnya. Oleh karena itu, makalah ini membahas tentang penambahan 3 checklist baru kondisi loading point dan penggunaan metode pembobotan terhadap masing-masing pilihan kondisi yang ada. Proses pembobotan akan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dari hasil Forum Group Discussion (FGD) yang beranggotakan 20 orang karyawan MOD yang dinilai ahli dibidang operasional tambang. Hasil dari penggunaan metode AHP ini didapatkan bahwa nilai consistency ratio (CR) dari setiap kondisi loading point, baik yang berkaitan dengan parameter spotting time ataupun loading time, lebih kecil dari 10% yang berarti bahwa penilaian yang dilakukan oleh ahli tersebut konsisten. Nilai pembobotan paling besar terhadap kondisi loading point yang mempengaruhi loading time adalah fragmentasi dan bucket penetration (41,57%) sementara pembobotan paling besar terhadap kondisi loading point yang mempengaruhi spotting time adalah lebar loading point (19,35%)

    KEANEKARAGAMAN HAYATI KAWASAN NIKEL LATERIT STUDI: PERTAMBANGAN NIKEL PULAU OBI, MALUKU UTARA

    No full text
    Keanekaragaman hayati atau biodiversitas (biological diversity/biodiversity) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan berbagai kehidupan di bumi yang mengacu pada berbagai ekosistem dan organisme hidup hewan, tumbuhan, habitat, komunitas, dan genetika.  Kegiatan pertambangan akan memberikan gangguan lingkungan selama dalam operasi dan akan dikembalikan fungsi lingkungan setelah penambangan selesai sesuai dengan rona akhir penambangan.  Aktivitas pembukaan lahan menyebabkan keterisolasian dan fragmentasi habitat yang beragam dan kepunahan spesies serta tekanan pertumbuhan populasi. PT. Trimegah Bangun Persada (PT. TBP) dan PT. Gane Permai Sentosa (PT.GPS) adalah anak perusahaan Harita Group yang bergerak dalam bidang tambang nikel yang berlokasi di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.  Pulau Obi sebagai bagian dari kawasan biogeografi Wallacea memiliki keragaman flora dan fauna yang menarik dengan tingkat endemisitas yang tinggi khususnya kelompok avivauna (burung).  PT. TBP dan PT.GPS telah melakukan monitoring keanekaragaman hayati sebagai dasar pengelolaan lingkungan dengan tujuan mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan, mamalia, herpetofauna, burung dan serangga di areal PT.TBP dan PT.GPS dan sekitarnya.  Metode yang dipilih disesuaikan dengan komunitas dan taksa dari masing-masing flora dan fauna. Ekosistem di dalam areal PT. TBP dan PT.GPS adalah bagian dari ekosistem Pulau Obi yang sudah jauh berbeda dengan kondisi ekosistem alaminya.  Pada tahun 2007 terjadi kebakaran hutan yang menghabiskan hampir seluruh tegakan hutan di Pulau Obi termasuk hampir seluruh areal PT.TBP dan PT.GPS.   Saat ini masih terjadi proses suksesi dengan jenis tumbuhan yang mendominasi adalah kayu marufu/rufu ((Alphitonia incana) dan/atau papua (Leptospermum amboinense).  Permasalahan pada tanah nikel laterit umumnya kondisi tanah yang kurang subur karena minimnya unsur hara dan terbatasnya top soil tanah yang mengakibatkan proses suksesi berjalan cukup lama.   Beberapa jenis fauna yang dijumpai di areal studi PT.TBP dan PT.GPS,  seperti kuskus obi (Phalanger rothschildi), Nuri Kalung Ungu (Eos squamata obiensis), serta soa-soa (Hydrosaurus amboinensis) dan Jamides celeno.  Hasil monitoring dapat digunakan sebagai dasar dalam penentuan kebijakan pengelolaan dalam rangka program rehabilitasi dan penyelamatan flora  dan fauna di areal kerja PT.TBP dan PT.GPS dan sekitarnya

    THE IMPLEMENTATION OF ARTIFICIAL INTELLIGENCE FOR REAL TIME PIT MONITORING AT BATU HIJAU SITE, INDONESIA

    No full text
    Program pemantauan lereng merupakan bagian dari sistem pengelolaan lereng untuk memitigasi risiko keruntuhan lereng. Kehadiran instrumentasi pemantauan tidak hanya membantu identifikasi bahaya dan mengontrol risiko tetapi juga mengurangi kecemasan tenaga kerja dengan memastikan kondisi lapangan yang dipantau oleh personel yang berpengalaman dan kompeten. Radar stabilitas lereng telah muncul sebagai instrumen utama dalam pemantauan berkelanjutan kondisi pit karena dirancang guna mendeteksi deformasi lereng hingga skala milimeter.  Saat ini, dengan metode pemantauan radar yang ada, insinyur menetapkan nilai batas berdasarkan perpindahan atau kecepatan, yang biasanya bervariasi, tergantung pada karakteristik geoteknik daerah tersebut. Sementara itu, masalah muncul ketika nilai ambang yang terlalu konservatif diterapkan, menyebabkan banyak prediksi dan alarm yang salah. Penelitian ini mencoba mengatasi masalah ini dengan mengintegrasikan kecerdasan buatan untuk mendapatkan prediksi yang lebih akurat dan lebih cepat. Kecerdasan buatan dalam bentuk regresi terawasi dan pengelompokan tanpa pengawasan digunakan untuk mengevaluasi data radar secara langsung. Model regresi linier digunakan untuk mengukur hubungan antara waktu dan pergerakan. Berdasarkan teori pergerakan inversi kecepatan, gerakan linier secara bertahap akan berubah karakteristiknya ke arah gerakan progresif. Oleh karena itu, model linier dipilih sebagai model yang tepat untuk mengidentifikasi pergerakan selama masih dalam fase linier sedini mungkin.  Hasil dari metode sebelumnya selanjutnya akan dikelompokkan menggunakan metode pengelompokan tanpa pengawasan. Ini adalah teknik pengelompokan fitur-ruang non-parametrik yang tidak memerlukan pengetahuan sebelumnya tentang jumlah klaster, dan tidak membatasi bentuk klaster. Kluster dengan jumlah piksel yang kurang dari jumlah ambang minimum piksel akan difilter sebagai prediksi palsu, dan sisanya tetap. Hasil uji coba menunjukkan bahwa metode ini mampu mengurangi prediksi palsu dan memiliki akurasi yang lebih baik dalam memprediksi pergerakan riil. Namun, pengalaman dan penilaian insinyur masih diperlukan untuk menentukan dengan benar parameter kecerdasan buatan serta memvalidasi hasil prediksi dengan kondisi riil. Peningkatan dengan mudah dapat dilakukan dengan meningkatkan frekuensi akuisisi data, sementara penelitian lebih lanjut diperlukan dengan melakukan analisis beberapa variasi kerangka waktu

    PENGELOLAAN MINERAL IKUTAN TIMAH DALAM RANGKA UPAYA PELAKSANAAN KONSERVASI MINERAL

    No full text
     Konservasi mineral dan batubara merupakan upaya optimalisasi pengelolaan atau pemanfaatan sumber daya mineral dan batubara secara terukur, efisien, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Di dalam Undang-undang No. 3 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara bahwa IUP atau IUPK wajib melaksanakan kaidah Teknik pertambangan yang baik. Salah satu kewajiban dalam penerapan kaidah Teknik pertambangan yang baik adalah upaya konservasi mineral dan batubara. Objek-objek yang menjadi target upaya pelaksanaan konservasi mineral dan batubara sesuai Lampiran VII Kepmen ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018 meliputi recovery penambangan, recovery pengolahan, batubara kualitas rendah, mineral kadar rendah, mineral Ikutan, sisa hasil pengolahan dan pemurnian, serta cadangan marginal. Pada tahun 2020 Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara telah menerbitkan Petunjuk Teknis terkait dengan pelaksanaan konservasi mineral dan batubara dalam rangka pelaksanaan kaidah Teknik pertambangan yang baik yang tercantum dalam Kepdirjen Minerba No. 182.K/30/DJB/2020 yang salah satu lampirannya memuat tentang petunjuk teknis pengelolaan mineral ikutan timah dan nikel. Maksud dan tujuan diterbitkannya petunjuk teknis tersebut adalah agar menjadi acuan bagi seluruh stakeholder dalam mengelola mineral ikutan timah dan nikel. Mineral ikutan saat ini juga menjadi salah satu isu strategis yang menjadi prioritas agar dapat diusahakan sehingga memberikan kontribusi dan nilai manfaat terhadap negara. PT Timah Tbk sebagai pemegang izin usaha pertambangan yang juga merupakan Badan Usaha Milik Negara telah melakukan pengelolaan terhadap mineral ikutan timah. Pengelolaan mineral ikutan difokuskan pada pendataan dan penempatan khusus apabila mineral ikutan dapat dipisahkan pada proses pengolahan. Mineral ikutan yang terkandung dalam timah pada saat ini yang dapat dikelola dan ditempatkan khusus yaitu ilmenite dan zircon dimana proses pemisahan tersebut dilakukan oleh Unit Metalurgi Muntok dan Kondur. Pendataan ilmenite dan zircon yang dilakukan secara berkala oleh PT Timah Tbk. dilaporkan di dalam laporan berkala konservasi mineral dan batubara dan menjadi data dari hasil penelitian makalah yang disampaikan. PT Timah Tbk, saat ini juga sedang dalam proses studi dan penelitian di project tanjung ular untuk mengupayakan ilmenite yang juga mengandung logam tanah jarang. Upaya-upaya pemanfaatan ilmenite dan zircon saat ini juga masuk dalam program strategis oleh Direktorat Jenderal Minerba sehingga nantinya diharapkan dapat memberikan nilai manfaat dan kontribusi terhadap negara. Dalam rangka pelaksanaan kaidah teknik pertambangan yang baik khususnya penerapan aspek konservasi, objek-objek konservasi khususnya pengelolaan mineral ikutan termasuk kewajiban pengelolaannya menjadi hal yang harus dipahami dan diperhatikan dalam pelaksanaan kegiatan pertambangan. Sehingga hal-hal yang menjadi tantangan di masa depan seperti upaya pemanfaatan mineral ikutan timah termasuk mineral yang mengandung radioaktif yang saat ini belum bernilai ekonomis atau belum ada teknologi pengolahan lebih lanjut dapat terlebih dahulu didata, dikelola secara khusus sehingga suatu saat apabila sudah ada teknologi dan bernilai ekonomis dapat upayakan lebih lanjut dan dapat memberikan dampak yang positif bagi pertambangan di Indonesia

    PENGUATAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG UNGGUL DAN BERBUDAYA K3 PADA DRILL BLAST OPERATION DENGAN KONSEP K-S-A

    No full text
    Sumber daya manusia merupakan penggerak utama organisasi yang diberdayakan untuk mencapai target perusahaan. Hal ini menjadi parameter terdepan dalam rangka memastikan setiap rencana kerja dapat dieksekusi dengan baik dan tepat sasaran, karena individu dalam organisasi akan diberikan tanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan dengan tujuan untuk pencapaian, peningkatan dan pengembangan tujuan-tujuan organisasi. Drill and Blast departemen, adalah salah satu departemen pada divisi Operasional tambang (Mining Operation Division) yang mengelola aktivitas pengeboran dan peledakan. Mengingat aktifitas ini termasuk kegiatan kritis, manajemen drill blast department perlu memastikan seluruh kegiatan dikelola sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Salah satu usaha untuk memastikan seluruh penggerak sumber daya manusia yang unggul dan kompeten, manajemen drill blast departemen khususnya tim Drill blast operasional melakukan beberapa hal dalam rangka penguatan kapasitas dengan metoda yang sederhana dan aplikatif dengan merujuk pada pemenuhan dan penguatan konsep KSA (knowledge, skill, attitude) untuk sumber daya operasional drill blast. Beberapa program penguatan ini harus secara langsung menyentuh dan mengikat seluruh individu yang berada dalam organisasi, dimana tujuan akhirnya adalah memastikan individu dalam organisasi dapat menjalankan tugas dengan aman dan produktif serta mendukung organisasi mencapai target. Implementasi konsep K-S-A dengan program tersebut diatas dirasa cukup efektif dan efisien dalam membawa drill blast mencapai target safety dan produksi di tahun 2020

    OPTIMALISASI COAL BARGE LOADING PADA KONDISI AIR SURUT

    No full text
    Sepanjang periode Januari sampai dengan Juli tahun 2020 faktor kandasnya tongkang karena tingginya sedimentasi di jetty dan surutnya air sungai Mahakam menyumbangkan lost time sebanyak 99.82 jam setara 117,777 ton (lost tonnage) ekuivalen dengan lost barge 15.70 tongkang dan berkontribusi sebesar 8.92% terhadap ketidaktercapaian target pengapalan batubara PT. Alamjaya Bara Pratama. Penelitian ini bertujuan untuk mensiasati agar kegiatan pemuatan batubara ke atas tongkang atau Coal Barge Loading tetap berjalan optimal dengan melakukan improvement yang bersifat administrasi dan teknis operasional pemuatan batubara. Adapun upaya yang dilakukan untuk menyiasati hambatan tersebut yaitu dengan langkah-langkah sebagai berikut : melakukan komparasi dan koreksi tabel pasang surut air yang digunakan untuk acuan jam dan ketinggian pasang surut air; membuat acuan kedalaman air versus status pemuatan batubara;; menggunakan formula permutasi dan kombinasi untuk mendapatkan opsi urutan pemuatan batubara; membuat Form Instruksi Kerja yang berisi urutan pemuatan dan volume pemuatan dan melakukan simulasi dan review urutan pemuatan batubara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa optimasi Coal Barge Loading pada saat air surut untuk menghindari tongkang kandas berjalan efektif, ini terlihat dari simulasi dan review dibulan Oktober 2020, yang mana dapat diminimalisasi Lost Time akibat kandas hanya 28.75 Jam berbanding 78.42 Jam di September 2020, atau bisa ditekan sampai dengan 36.66 %

    KAJIAN ANALISIS RAWAN LONGSOR DI AREA TAMBANG

    No full text
     Kabupaten Bogor merupakan daerah yang mempunyai tingkat kerawanan cukup tinggi terhadap kejadian tanah longsor. Berdasarkan pemetaan yang telah dilaksanakan oleh pemerintah daerah, Kecamatan Tanjungsari Bogor merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Bogor yang mempunyai tingkat kerawanan sedang tinggi terhadap kejadian tanah longsor. Kajian saya ambil di lahan WIUP PT. Arto Bangun Cemerlang yang terletak di Desa Sirnarasa Kecamatan Tanjungsari Bogor. Pada lokasi kegiatan didominasi dengan kemiringan lereng antara 0-30% dengan formasi Batuan Andesit, breksi dan lempung pasiran dan juga curah hujan yang cukup tinggi sebesar 2.000 mm/tahun – 4.000 mm/tahun maka termasuk ke dalam daerah yang memiliki pergerakan tanah yang sedang sampai dengan tinggi. Penyebab terbesar kemungkinan terjadinya longsor pada lokasi kegiatan adalah curah hujan yang cukup tinggi sebesar 2.000 mm/tahun – 4.000 mm/tahun. Untuk mengantisipasi terjadinya longsor pada lokasi kegiatan yaitu dengan kajian geoteknik dengan rekomendasi teknis tinggi lereng 5-10 meter dan kemiringan 650 sehingga memiliki faktor keamanan (FK) yang dihasilkan sebesar 1,35-2,43 (kategori aman). Disisi lain juga harus dibuatnya aliran air untuk mengantisipasi terjadinya curah hujan yang tinggi dengan dimensi drainase tinggi (H) = 20 cm; lebar atas (La) = 50 cm; dan lebar bawah (Lb) = 20 cm.Â

    PENERAPAN SIMULASI MONTE CARLO UNTUK PREDIKSI PEAK PARTICLE VELOCITY GETARAN TANAH BERDASARKAN MODEL SEED WAVE

    No full text
    Getaran tanah merupakan salah satu aspek penting dalam aktivitas peledakan, terutama saat dilakukan dekat pemukiman warga maupun fasilitas publik. Karenanya, kontrol getaran tanah menjadi salah satu sasaran utama dalam beberapa operasi peledakan. Peak Particle Velocity (PPV) getaran tanah menjadi nilai kritis yang harus dikontrol agar berada dalam ambang batas berdasarkan analisa reseptor yang berada disekitarnya.Pada penelitian ini, sebuah model yang didasarkan pada simulasi Monte Carlo digunakan untuk memprediksi getaran tanah akibat kegiatan peledakan. Model ini menggunakan data seed waveform, hukum scaled distance, P-wave velocity, dan screening lubang lubang ledak. Simulasi ini mengkalkulasi hasil PPV berulang kali sehingga menghasilkan nilai rata-rata yang merupakan nilai prediksi PPV beserta deviasinya. Penelitian ini dilakukan di area tambang PT. Kaltim Prima Coal pada pit-pit yang berdekatan dengan pemukiman warga dan fasilitas umum. Jumlah data yang dikumpulkan adalah 232 kali dari kegiatan peledakan yang dilakukan selama tahun 2021 sampai bulan Agustus.Hasil dari simulasi Monte Carlo menunjukkan bahwa nilai aktual PPV berada dalam kisaran nilai prediksi yang dihasilkan simulasi. Dari total data yang dikumpulkan, 95% nilai PPV-nya di bawah ambang batas 3mm/s. Hasil ini menunjukkan bahwa model Monte Carlo untuk PPV dapat menambah tingkat keyakinan prediksi getaran tanah dalam kegiatan peledakan. Prediksi yang dapat dipercaya ini merupakan kunci operasi peledakan yang berkelanjutan, dengan meminimalisir peluang terjadinya getaran tanah yang tidak terkontrol yang dapat menyebabkan kerusakan pada pemukiman warga maupun fasilitas publik

    0

    full texts

    290

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇