Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
Not a member yet
290 research outputs found
Sort by
OPTIMASI BATUBARA SIDE-WALL PIT 5 Ext SEBAGAI UPAYA KONSERVASI PT. ARUTMIN INDONESIA SITE ASAMASAM
Konservasi mineral dan batubara adalah upaya dalam rangka optimalisasi pengelolaan, pemanfaatan dan pendataan sumberdaya mineral dan batubara secara terukur, efisien, bertanggung jawab dan berkelanjutan. PT Arutmin Site Asamasam sebagai perusahaan yang mengedepankan konservasi batubara selalu melihat peluang dalam mengoptimasi cadangan batubara yang menguntungkan untuk ditambang. Dalam proses penambangan batubara di Pit 5 Ext final design di side-wall pasti meninggalkan batubara yang tergambarkan tidak akan tertambang oleh desain menjadi bench. Namun, batubara tersebut bisa dilakukan pengambilan (coal getting) secara teknis operasional penambangan dan parameter geoteknik yaitu faktor keamanan lereng yang aman dengan monitoring intensif. Atas dasar tersebut dibuatlah kajian teknis untuk melakukan pengambilan batubara di side-wall dengan sistem box cut mining. Batubara dengan tebal >2 meter, atau minimal area untuk bucket excavator bisa melakukan coal getting dengan expose OB minimal di bagian roof batubara, ditambang dari elevasi M05 hingga M70. Nilai keamanan lereng side-wall batubara berkisar 1,139 – 1,502 atau masuk dalam kategori kritis hingga aman (Bowles, 1989). Perolehan batubara optimasi side-wall berdasarkan model yaitu 11,5 kt dengan overburden 5,4 kbcm atau SR 0,47. Optimasi ini memberikan kontribusi sebesar 2,7% dari sisa cadangan Pit 5 Ext PT. Arutmin Indonesia Site Asamasam hingga desain final
PENGAPLIKASIAN PESAWAT NIRKABEL (DRONE) DALAM KEGIATAN INVENTARISASI AWAL ENDAPAN PASIR KUARSA
atau drone memberikan keuntungan pada kegiatan eksplorasi pendahuluan guna memetakan suatu wilayah dengan resolusi spasial yang tinggi. Pengaplikasian drone untuk memetakan endapan pasir kuarsa dilakukan dengan tahap akuisisi data dan pengolahan citra agar dapat menghasilkan visualisasi mozaik dengan menggabungkan beberapa foto udara yang sudah melalui tahap georeferensi. Pada penelitian ini, pemetaan pasir kuarsa dilakukan di wilayah Kalimantah Tengah. Hasil visualisasi endapan pasir kuarsa di wilayah tersebut secara umum tergambar cukup jelas karena memiliki perbedaan warna yang cukup kontras dengan endapan lain disekitarnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan pengaplikasian drone dalam kegiatan inventarisasi endapan pasir kuarsa agar dapat mengoptimalkan kegiatan eksplorasi awal secara efektif dan efisien dalam bentuk visualisasi yang lebih detail. Harapannya, pemanfataan teknologi drone juga dapat diaplikasikan secara luas dan masif pada kegiatan eksplorasi awal endapan lainny
OPTIMALISASI TAMBANG PIT C2HU DENGAN METODE SECANT PILE PADA AREA RAWA DI SITE SAMBARATA, PT BERAU COAL
Sambarata Mine Operation (SMO) merupakan salah satu site penambangan yang dimiliki oleh PT Berau Coal, dimana pada Site ini terdapat 4 pit penambangan aktif yang menjadi prioritas penambangan pada tahun 2022 salah satunya adalah Pit C2HU. Pit C2HU ini memiliki cadangan volume batubara sebesar 6,4 juta ton dengan kalori ≥ 6000 cal/gr., Pit C2HU berada di area rawa yang memiliki kedalaman mencapai 15 meter dan berada dekat dengan Sungai Sambarata yang merupakan Sungai orde 3 dengan lebar sungai ±20 meter dan memiliki beda tinggi pasang surut hingga 7 m. Dengan kondisi rawa dan kondisi regional Pit C2HU, proses penambangan dengan metode cut and fill konvensional membutuhkan lereng yang sangat landai untuk mendapatkan kestabilan lereng yang aman. Hal ini akan berdampak pada hilangnya cadangan Batubara pada Pit C2HU. Dinding penahan tanah menggunakan metode Secant pile merupakan salah satu improvement yang dilakukan untuk optimalisasi penambangan batubara di Pit C2HU. Secant pile merupakan dinding penahan tanah yang dibentuk dengan menggunakan bored pile yang disusun dengan rapat, sehingga beban lateral dari material rawa, embankment sungai dan rencana jalan hauling dapat ditahan oleh Bored pile berdiameter 1.180 mm yang dikombinasikan dengan dinding utama serta buttress. Dengan metode secant pile ini, overall slope tambang dapat dibentuk lebih tegak dari rekomendasi awal geoteknik yaitu lereng dibentuk sudut 6 derajat pada material rawa dan dengan adanya secant pile lereng material rawa dapat dibentuk menjadi sudut 90 derajat, hal ini juga berperan terhadap optimalisasi cadangan batubara tambahan sebesar 1,13 juta Ton. Pemodelan secant pile dilakukan dengan menggunakan program PLAXIS 3D dengan didukung data geooigi, geoteknik dan hidrologi sehingga didapatkan desain yang optimal. Selain itu, pelaksanaan pekerjaan juga telah mempertimbangkan aspek keselamatan operasional sehingga aktivitas pada saat konstruksi dapat berjalan dengan aman
PENERAPAN DATA MINING UNTUK PREDIKSI UJUK KERJA OPERASIONAL PENAMBANGAN BATUBARA
Dalam operasional penambangan batubara 24 jam sehari dan 7 hari seminggu yang menerapkan Fleet Management System (FMS) menghasilkan data ujuk kerja operasional seperti spotting time, loading time, payload, Physical Availability, digrate & productivity yang menjadi perhatian semua pemangku kepentingan dalam operasional tambang. Data tersebut secara individu dianalisasi sesuai kebutuhan masing-masing pihak. Perkembangan teknologi dan sistem informasi menggunakan data mining sebagai metode pengambilan dan pemrosesan data yang berkembang. Data yang menumpuk dari waktu ke waktu, tidak akan memiliki nilai yang berharga jika tidak dilakukan analisis. Untuk menganalisis data historis, maka perlu digunakan metode yang tepat. Metoda Data Mining merupakan solusi yang tepat untuk menganalisis data historis tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pola dari data operasional dan dapat melakukan prediksi terhadap ujuk kerja yang akan dicapai dalam jangka waktu tertentu. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teknik pengayaan data mining dan software yang digunakan adalah Rapidminer. Pengujian menggunakan Rapidminer didapatkan model dari suatu proses operasional berdasarkan data historical dan model tersebut akan diimplementasikan sebagai prediksi terhadap capaian ujuk kerja operasional. Penelitian ini akan dilakukan untuk mengukur keakuratan data hasil prediksi menggunakan Regresi Linier dengan tujuan untuk mendapatkan hasil tingkat akurasi yang ditawarkan oleh metode tersebut
EVALUASI MINING SEQUENCE PIT B3 UNTUK WEEKLY PRODUKSI PT. RICOBANA ABADI
Salah satu proses perencanaan penambangan adalah perencanaan tahapan penambangan atau mining sequence. Target produksi sangat bergantung dari perencanaan mining sequence yang dibuat agar produksi dapat tercapai dan mengalami keuntungan. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi dari setiap sequence yang dibuat agar aktual penambangan sesuai dengan tahapan yang sudah dibuat. Penelitian ini mengambil kasus di Pit B3 PT. Ricobana Abadi. PT. Ricobana Abadi merupakan perusahaan kontraktor yang bergerak dalam penambangan batubara yang memiliki target produksi sebesar 509,000 BCM dan 18,457 mT batubara pada bulan Mei 2022 dan memiliki target mingguan 135,248 BCM dan 5,185 mT batubara. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui persentase ketidaktercapaian target produksi pada target mingguan (weekly), faktor-faktor penyebab ketidaktercapaian dan mengetahui kesesuaian rencana sequence penambangan dengan aktualisasi aktivitas penambangan. Evaluasi ini dilakukan dengan melakukan perhitungan produktivitas loader dan hauler tiap fleet, waktu kerja efektif serta membandingkan hasil overlay desain untuk area on grade, undercut, dan overcut menggunakan software minescape 5.7. Hasil dari penelitian ini adalah realisasi produksi weekly khususnya di week 20 pada bulan mei 2022 adalah 69 % dari 135,248 yaitu 93,646 BCM untuk pencapaian overburden dan 91 % dari 5,185 mT yaitu 4,700 mT untuk pencapaian coal. Hasil overlay design terdapat area undercut sebesar 42,286 BCM dan overcut sebesar 10,578 BCM. Faktor penyebab ketidaktercapaian overburden adalah waktu kerja yang tidak efektif dengan loss produksi sebesar 35,208 BCM dan Produktivitas dari loader CAT 374 < Plan (325 bcm/ jam) yaitu sebesar 229 bcm/jam, sedangkan penyebab ketidaktercapaian coal adalah waktu kerja tidak efektif dikarenakan jumlah jam hujan dan slippery diatas dari plan yaitu 52.12 jam
PEMANFAATAN LIMBAH NON B3 (BAN BEKAS) UNTUK ROMPON IKAN DAN PLANULA KARANG PT BORNEO INDOBARA DI DESA ANGSANA DAN BUNATI KABUPATEN TANAH BUMBU KALIMANTAN SELATAN
Batubara adalah salah satu komoditas yang diperlukan sebagai sumber energi disuatu negara, oleh karena hal tersebut diperlukannya aktivitas penambangan batubara, tetapi salah satu dampak samping dari hasil kegiatan penambangan batubara adalah timbulan Limbah Padat Non Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) seperti ban bekas. Limbah tersebut jumlahnya cukup banyak yang berasal dari kegiatan perbengkelan dari unit pengangkut batubara pada area fasilitas penunjang dimasing-masing PIT. Seiring dengan meningkatnya jumlah produksi dari PT Borneo Indobara dari tahun ke tahun menyebabkan peningkatan jumlah timbulan ban bekas yang ada. Oleh karena hal tersebut diperlukan program yang dapat memanfaatkan limbah ban bekas tersebut menjadi bentuk lain yang dapat bermanfaat untuk masyarakat sekitar guna meningkatkan perekonomian masyarakat. Setelah melakukan observasi lapangan untuk mengetahui kebutuhan yang diperlukan oleh masyarakat akhirnya dipilih program pemanfaatan ban bekas yang dijadikan sebagai rumpon ikan untuk tempat budidaya ikan laut guna meningkatakan produktivitas nelayan dari hasil mencari ikan. Program ini sudah berjalan dari tahun 2019 dengan total penggunaan limbah sebanyak 15.35 ton dengan jumlah rumpon yang sudah dibuat sebanyak 211 buah yang tersebar di pantai desa angsana dan desa bunati. Dengan adanya program ini dapat meningkatkan produktivitas ikan laut pada nelayan dari 73 kg hingga 309 kg per bulannya hanya dari titik penempatan rumpon ikan yang ada di dasar laut, Selain daripada itu dampak positif lingkungan yang didapat bahwa rumpon ban bekas tersebut dapat menjadi planula karang, karena dapat memicu muncunyal beberapa bibit karang yang tumbuh secara alamiah tanpa adanya transpalansi hal ini tentunya dapat memberikan nilai tambah terhadap biodiversity yang ada pada kawasan laut tersebut
INKUSI TEKNOLOGI MINING EYES PADA APLIKASI METODE LOADING READY TO REVERSE DI PIT C1 BLOK 8 PT BERAU COAL
Pit C1 Blok 8 Site Binungan Mine Operation Area 2 PT Berau Coal merupakan salah satu area operasional penambangan batubara dengan karakteristik multi-seam, kemiringan lapisan batubara pada interval 12 – 20 derajat, ketebalan lapisan batubara pada interval 0.5 – 7.5 meter, dan variasi ketebalan interburden pada interval 3 – 300 meter. Karakteristik endapan batubara menjadi salah satu pertimbangan dalam pembentukan disain penambangan batubara yang dikolaborasikan dengan disiplin ilmu lain diantaranya geoteknik, hidrologi, safety and environment, inklusi teknologi, dan aspek – aspek lainnya. Produktivitas alat gali-muat menjadi salah parameter penting dalam mengukur efektivitas operasi produksi. Salah satu yang mempengaruhi produktivitas alat gali muat adalah metode loading di area front penambangan. Salah satu metode loading yang dapat diterapkan adalah ready to reverse. Salah satu value yang dipegang oleh PT Berau Coal yakni continuous improvement. Didorong oleh semangat dari value tersebut, PT Berau Coal melakukan kajian dan implementasi terkait kemungkinan pengawasan jarak jauh melaui mining eyes (cctv) dapat mendukung proses operasi produksi termasuk melakukan verifikasi jarak jauh dalam penerapan metode loading ready to reverse. Tujuan improvement ini adalah untuk meningkatkan efektivitas dan safety penerapan metode loading ready to reverse yang sebelumnya dilakukan melalui verifikasi langsung di lapangan oleh pengawas. Adapun area kajian dan implementasi ini dilaksanakan di Pit C1 Blok 8 Site Binungan Mine Operation Area 2 PT Berau Coal. Dalam penelitian ini penulis bersama team yang yang dibentuk (terdiri dari department Mine Planning, Mine Operation, Safety, Operation Training and Development) melakukan perencanaan menggunakan siklus plan, do, check, action (PDCA) terkait parameter dan standar yang proper untuk digunakan sebagai bagian dari manajemen perubahan. Hasil improvement ini menunjukan bahwa pengayaan inklusi tekonologi mining eyes pada pengaplikasian metode loading ready to reverse di Pit C1 Blok 8 PT Berau Coal dapat meningkatkan kontribusi positif terhadap capaian produksi sebesar 524.880 m3/bulan
REDESAIN GEOMETRI PELEDAKAN DAN PENERAPAN METODE AIR DECK UNTUK EFISIENSI BIAYA BAHAN PELEDAK DI QUARRY BATU GAMPING PT SEMEN INDONESIA PERSERO TBK SITE TUBAN
Peningkatan harga bahan peledak sebesar 23,9% untuk Amonium Nitrat, 15% untuk dinamit/peka detonator dan 11,6% solar di kwartal 2 tahun 2022, mendorong PT Semen Indonesia harus mencari cara untuk menekan biaya peledakan dalam rangka menjaga biaya penambangan batu gamping untuk kebutuhan produksi semen yang relatif tidak terjadi kenaikan harga jual. Improvement dilakukan untuk bisa mengurangi penggunaan bahan peledak tanpa mengurangi kualitas hasil peledakan. Beberapa inisiatif dilakukan Tim mining operation mulai dari melakukan redesain geometeri dan penerapan metode air deck di lubang ledak. Metode air deck pada kolom lubang ledak menggunakan alat bantu rocklock produk stemrock berbentuk bola yang berukuran diameter 0.75 meter. Inisiatif pertama tim mining operation melakukan redesain geometri lubang ledak dengan diameter lubang 3,5 Inch yang semula memiliki burden 2.5 meter, spasi 3 meter dengan kedalaman 6 meter menjadi burden 2.5 meter, spasi 3.5 meter, dengan kedalaman 8.6-9 meter pada area batu gamping yang berhasil menurunkan powder factor yang awalnya rata-rata 0.26 Kg/ton menjadi 0.21 Kg/ton batu gamping dengan fragmentasi material <80cm diatas 92%. Selanjutnya tim mining operation melakukan inisitaif kedua yaitu menerapkan metode air deck menggunakan alat bantu rocklock produk stemrock berbentuk bola yang berukuran diameter 0.75 meter dengan desain geometri peledakan burden 2.5 meter, spasi 3.5 meter dan kedalaman lubang 8.6- 9 meter dengan kolom air deck rata-rata 0.75 meter dan kolom isian anfo 5-5.2 meter. Improvement tersebut menghasilkan penurunan powder factor yang sebelumnya powder factor awal yaitu 0.21 Kg/ton turun menjadi 0.19 Kg/ton. Kedua inisiatif perbaikan yang dilakukan berhasil menurunkan biaya bahan peledak/material batu gamping (Rp/Ton) yang sebelumnya Rp. 2,996.13 menjadi Rp. 2,241.35. Dari hasil beberapa kali percobaan improvement redesain dan penerapan air deck disimpulkan impelemtasi sangat optimum dilakukan di area batu gamping area timur dengan kondisi material cendrung soft dan tidak berongga
Peran Perencanaan Dalam Mengawal Kegiatan Operasional Pemindahan Top Soil Di PT. Kaltim Prima Coal Sangatta
Perencanaan merupakan tahap pertama dan paling utama dalam suatu kegiatan operasional penambangan, termasuk pada kegiatan operasional pemindahan Top Soil. Tanpa perencanaan yang baik, tujuan akan relatif lebih sulit untuk dicapai, bahkan bisa saja tidak tercapai dan menghabiskan biaya operasional yang lebih tinggi. Tujuan dari paper ini adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman perencanaan yang telah dibuat oleh para Mining Services Engineer kepada para pengawas operasional seksi Mine Rehab, yang merupakan ujung tombak dalam kegiatan operasional pemindahan Top Soil di lapangan, dan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara durasi masa kerja pengawas operasional dengan pengetahuan tentang target pemindahan Top Soil. Penelitian ini akan menggunakan metode penelitian deskriptif, dengan cara melakukan pengumpulan data melalui Google Form yang berisi pertanyaan yang diajukan secara tertulis dan terstruktur, berkaitan dengan perencanaan, pada seluruh pengawas operasional di seksi operasi Mine Rehab. Data ini selanjutnya akan diolah dengan menggunakan metode analisis data statistik non parametric, berupa Spearman Rank Correlation pada program SPSS, untuk mengetahui tingkat pemahaman para pengawas terhadap target pemindahan Top Soil dan apakah durasi masa kerja pengawas Mine Rehab memiliki hubungan nyata terhadap pengetahuan tentang target pemindahan material Top Soil di seksi Operasional Mine Rehab, PT. Kaltim Prima Coal - Sangatta. Hasil analisis data dengan menggunakan Program SPSS terhadap 25 orang pengawas operasional dan 14 orang Acting pengawas operasional Mine Rehab yang dilakukan pada pertengahan bulan Juni 2022, menunjukkan bahwa durasi kerja sebagai seorang pengawas operasional berkisar 3 sampai 21 tahun, hanya sekitar 7,7% pengawas operasional saja yang mengetahui secara tepat, angka target pemindahan Top Soil untuk Bulan Juni 2022, dengan nilai Correlation Coefficient sebesar 0,30 dan significancy 0,06. Dari hasil analisa data yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan pengawas operasional Mine Rehab terkait dengan target produksi sangat rendah, tingkat korelasi antara durasi kerja seorang pengawas operasional dengan rencana target pemindahan Top Soil juga sangat lemah, serta dari nilai significancy nya menunjukkan tidak signifikan