Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
Not a member yet
    290 research outputs found

    ESTIMASI SUMBERDAYA UNDERGROUND COAL GASIFICATION (UCG), DAERAH BANJARSARI, TANJUNG ENIM, SUMATERA SELATAN

    No full text
    Penelitian ini berfokus pada seam batubara dengan kedalaman >100 meter dan ketebalan >3 meter, nilai kadar abu + kadar air <60%. Teknologi UCG dapat menjadi alternatif lain dalam pemanfaatan batubara yang tidak ekonomis apabila dilakukan penambangan secara konvensional. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji secara teknis sumberdaya UCG hingga membangun model komprehensif mengenai simulasi potensi UCG di daerah penelitian. Guna menopang tujuan tersebut, maka penelitian ini menerapkan metode circular untuk mengolah data (data logging geofisika dan data kualitas batubara) dengan bantuan software (MineScape 5.7 dan Surfer 13). SEAM ENIM pada lokasi penelitian memiliki potensi untuk dilakukan pengembangan dalam pemanfataan batubara dengan metode gasifikasi bawah permukann. Kedalaman mulai dari 120,55 s/d 182,45 meter, serta ketebalan lapisan tersebut mulai dari 11,95 sampai 19,35 meter, nilai kalori 12.151 s/d 12.222 btu/lb (ASTM,2004), nilai kadar abu+ kadar air <60%, batuan pengapit yang permeabel rendah, dan estimasi sumberdaya batubara SEAM ENIM yang mengacu pada SNI-2011 terdiri dari sumberdaya tereka 241.529,58 ton, dan sumberdaya terunjuk sebesar 123.818,28 ton

    MANAJEMEN RISIKO KEGAGALAN LERENG PADA TAMBANG EMAS MENGGUNAKAN TEKNOLOGI SLOPE STABILITY RADAR

    No full text
    Tantangan utama dalam kegiatan operasional tambang adalah adanya risiko geoteknik berupa longsor yang disebabkan oleh ketidakstabilan lereng yang berdampak pada finansial dan operasional pertambangan. Manajemen risiko diperlukan untuk menjamin keselamatan personel dan juga alat yang ada di lapangan. Pada umumnya longsor yang terjadi pada area tambang akan memberikan tanda atau gejala ketidakstabilan lereng yang dapat diidentifikasi melalui historikal data, inspeksi harian di lapangan, hasil pengamatan visual dan juga sistem pemantauan lereng terintegrasi. Pemantauan dan pemeriksaan lereng yang terintegrasi secara real time menggunakan GroundProbe Slope Stability Radar (SSR) dengan menggunakan teknik interferometri terbukti mampu memberikan informasi akurat mengenai perubahan perilaku massa batuan sebagai tanda peringatan terjadinya longsor. Studi kasus dilakukan pada kasus longsor di salah satu lereng tambang emas dengan formasi batuan keras (hardrock). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perubahan tren deformasi massa batuan pada lereng tambang dimulai dari perilaku deformasi linier sejak awal pemantauan kemudian berubah menjadi tren deformasi progresif sebelum longsor terjadi. Kelongsoran terjadi pada pukul 17:39, 17 Februari 2020 dengan nilai akumulasi deformasi maksimum 1298 mm, kecepatan maksimum 28,7 mm/jam dan invers kecepatan minimum 0,03 jam/mm dihitung menggunakan velocity calculation period 60 menit. Waktu kelongsoran telah diprediksi dengan menggunakan metode inverse velocity dari data SSR dengan selisih waktu 14 menit dan notifikasi telah diberikan pada personel di lapangan sebelum terjadinya kelongsoran. Informasi yang diberikan memberikan keyakinan kepada klien untuk melakukan tindakan mitigasi yang diperlukan untuk menyelamatkan personel dan alat di lapangan

    KUTUKAN SUMBER DAYA ALAM TIMAH: IRONI KETIMPANGAN DALAM KELIMPAHAN TAMBANG BANGKA BELITUNG

    No full text
    Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alamnya. Kekayaan tersebut tersebar baik di daratan maupun di lautannya. Salah satu sumber daya yang menjadi komoditas andalan Indonesia saat ini adalah timah di Bangka Belitung. Berdasarkan data Laporan Tahunan PT. Timah 2018, potensi sumber daya timah sebesar 1.043.633 ton bijih, sementara cadangannya 415,359 ton bijih. Sebesar ini kelimpahannya, seharusnya menjadikan Indonesia negara yang mampu menopang perekonomiannya. Namun faktanya, masih banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan. Menurut data BPS 2018, jumlah penduduk miskin di Bangka Belitung sebesar 76,26 ribu jiwa. Fenomena ini dikenal dengan sebutan kutukan sumber daya alam (natural resource curse/NRC). NRC merupakan suatu fenomena di mana kekayaan sumber daya alam yang dimiliki suatu negara atau daerah tertentu tidak mampu menciptakan pembangunan yang menyeluruh. Pendekatan yang digunakan penulis berupa metode kualitatif yang menjelaskan mengenai peluang pengelolaan industri ekstraksi sumber daya mineral timah di Bangka Belitung kaitannya terhadap kemandirian perekonomian masyarakat sekitar tambang. Di samping itu, metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa review literatur, analisis kebijakan, dan rekomendasi kebijakan. Fenomena NRC dinilai berdasarkan parameter keberlimpahan atau ketergantungan sumber daya alam dengan kinerja perekonomiannya. Demikian pula, Provinsi Bangka Belitung masih mengandalkan timah sebagai pendongkrak utama perekonomiannya (Tin Based Economy). Hal ini terbukti dari angka GRDP Bangka Belitung dalam kurun 5 tahun terakhir kontribusi industri pertambangan terhadap aktivitas ekonominya sebesar 12%. Fenomena NRC terjadi karena dua faktor, yaitu ekonomi dan politik. Faktor-faktor tersebut menggambarkan kondisi mengapa laju pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat, pendapatan per kapita yang lebih kecil, dan tingkat kesejahteraan yang lebih rendah akan lebih banyak terjadi di negara atau wilayah yang lebih kaya akan sumber daya alamnya. Dari fenomena ini, dibutuhkan solusi berupa dibentuknya SWF (Sovereign Wealth Fund) melalui 12 langkah pengelolaan NRC untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesiapan ketika sumber daya timah tidak menjanjikan lagi (shifting economy)

    KAJIAN KEBERHASILAN CORPARATE SOCIAL RESPONSIBILITY TERHADAP KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN BATUBARA DI KALIMANTAN TIMUR

    No full text
    CSR adalah sebuah konsep yang tidak hadir secara instan. CSR merupakan hasil dari proses panjang dimana konsep dan aplikasi dari konsep CSR pada saat sekarang ini telah mengalami banyak perkembangan dan perubahan dari konsep-konsep terdahulunya. CSR bukan saja sebagai tanggung jawab, tetapi juga sbuah kewajiban. CSR adalah suatu peran bisnis dan harus menjadi bagian dari kebijakan bisnis. Maka, bisnis tidak hanya mengurus permasalahan laba, tapi juga sebagai sebuah institusi pembelajaran. Bisnis harus mengandung kesadaran sosial terhadap lingkungan sekitar. Perspektif CSR umunya disebut sebagai â€triple bottom line†dan banyak digunakan dalam program CSR yang mengacu pada keberlanjutan untuk perubahan tanggung jawab sosial.Kalimantan Timur adalah salah satu Provinsi yang memiliki blue print sebagai acuan dalam membuat program corporate social responsibility dengan harapan perusahaan dapat menjalankan program corporate social responsibility dengan baik dan benar serta mendukung kemandirian ekonomi masyarakat. Makalah ini akan membahas bagaimana corporate social responsibility berpangaruh pada tingkat kesejahteraan dengan melakukan pendekatan melalui perbandingan jumlah pendduk miskin di Kalimantan Timur.Berdasarkan hasil kajian dari beberapa data yaitu dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimatan Timur, Laporan Perekonomian Kalimantan Timur serta pengamatan dilapangan jumlah penduduk miskin di Kaltim pada Maret 2020 sebesar 230,26 ribu (6,10%). Dibandingkan dengan penduduk miskin pada September 2019 sebesar 220,91 ribu (5,91%), secara absolut penduduk miskin bertambah 9,35 ribu orang atau bertambah 0,19%. Akan tetapi berdasarkan data dari tahun 2008 sampai dengan maret 2020 presentase penduduk miskin di Kaltim mengalami penurunan

    ANALISIS INVESTASI DAN KELAYAKAN EKONOMI METODE OFFSHORE BOREHOLE MINING (BHM) LAUT XXX

    No full text
    Timah adalah salah satu logam yang masih dibutuhkan oleh industri manufaktur. Dengan total cadangan sebesar 377.584 ton (PT. Timah Tbk 2017) setara dengan 60% dari total cadangan Asia Tenggara. Tetapi penambangan mineral kasiterit, pembawa logam timah, di darat dengan metode tambang terbuka semakin sulit dilakukan karena lahan yang semakin sempit dan semakin marak aktifitas penambangan illegal. Oleh karena itu, penambangan di lepas pantai dengan metode baru menjadi opsi yang lebih baik. Metode tersebut adalah Borehole Mining yang akan menggantikan penambangan timah dengan Kapal Isap Produksi (KIP) dan Kapal Keruk (KK). Penelitian ini merupakan kajian awal metode Borehole Mining lepas pantai dengan melihat dari sisi faktor ekonomi. Pada analisis ekonomi, variabel yang digunakan adalah kadar minimal mineral kasiterit yang di tambang (0,5 kg/m3, 0,7 kg/m3, 0,9 kg/m3, dan 1,1 kg/m3) dan skema kepemilikan kapal BHM (membangun atau sewa). Pada analisis dari faktor ekonomi memperlihatkan bahwa skema sewa secara umum mempunyai nilai net present value (NPV) yang lebih besar dibandingkan dengan skema membangun kapal BHM sendiri. Skema yang terbaik degan sistem sewa terdapat pada kadar sebesar 0,9 kg/m3 menghasilkan NPV Rp. 557.648.871 dengan operasi selama 3 tahun, payback period sekitar 0,9 tahun, dan interest rate of return (IRR) sebesar 43%

    LOGAM TANAH JARANG, KEDAULATAN DAN KEAMANAN NASIONAL

    No full text
    Logam Tanah Jarang (LTJ) atau Rare Earth Element (REE) merupakan suatu komoditi yang strategis untuk beberapa dekade terakhir ini. Logam tanah jarang terdiri dari 17 unsur pada tabel periodik, meliputi 15 unsur yang dimulai dengan nomor atom 57 (lantanum) dan meluas sampai dengan nomor 71 (lutetium), serta dua unsur lain yang memiliki sifat serupa (yttrium dan skandium). Logam tanah jarang tersebar luas dalam kerak bumi dengan konsentrasi rendah. Keberadaan logam tanah jarang banyak tersebar diberbagai Negara, dengan sebaran terbanyak di Cina. Logam tanah jarang diindonesia cukup berpotensi namun masih dalam kategori belum layak di produksi besar-besaran. logam tanah jarang Indonesia banyak ditemukan pada tailing timah dan diproduksi sebagai produk sampingan komoditas induk.Produksi logam tanah jarang Indonesia harus terus dikembangkan untuk mengurangi ketergantungan impor pada Negara asing. Ketergantungan impor pasokan bahan strategis dan perting bagi pertahanan nasional memiliki resiko tersendiri terhadap keamanan nasional. Salah satu solusi yang memiliki resiko rendah ialah memproduksi sendiri didalam negeri. Produksi mandiri untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri akan mengurangi atau bahkan menghilangkan ketergantungan nasional terhadap negara asing. Dalam hal produksi atau pemanfaatan secara maksimal logam tanah jarang dalam negeri diperlukan suatu tindakan yang ketat agar pemanfaatan cadangan logam tanah jarang dalam negeri benar-benar dimanfaatkan untuk kemakmuran dan keselamatan rakyat serta tetap menjaga kedaulatan dan keamanan nasional. Salah satu tindakan tegas tersebut dapat berupa suatu kebijakan atau regulasi. Berikut kebijakan atau regulasi yang telah diterapkan oleh beberapa Negara maju dalam optimasilasai pemanfaatan logam tanah jarang :1). Pemerintah melakukan pengembangan strategi keamanan nasional, memastikan sumber bahan andal yang penting untuk keamanan nasional dan mengurangi keberadaan resiko suku cadang palsu dalam rantai pasokan.2). Pengembangan daur ulang logam tanah jarang 3). Pemerintah mengadakan program penelitian lebih lanjut terkait elemen kritis energy (logam tanah jarang

    Pentingnya Teknologi Gasifikasi Dalam Mendukung Kebijakan Peningkatan Nilai Tambah Batubara di Indonesia

    No full text
    Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam. Salah satunya adalah sumber daya batubara. Menurut data dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, sumber daya serta cadangan batubara di Indonesia pada tahun 2020 masing-masing adalah sebesar 143,73 miliar ton dan 38,81 miliar ton. Sumber daya dan cadangan tersebut didominasi oleh batubara berperingkat rendah hingga sedang (Badan Geologi, 2020). Sementara itu, penggunaan batubara dalam lingkup domestik didominasi sebagai batubara termal yang digunakan untuk keperluan bahan bakar di PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap). Batubara juga digunakan pada bidang industri lain seperti pabrik semen, pabrik tekstil, pabrik baja, maupun smelter yang tentunya dengan jumlah yang lebih sedikit. Namun, penggunaan batubara secara non-konvensional seperti teknologi gasifikasi maupun pencairan dalam skala besar industri masih belum diterapkan. Padahal, penggunaan batubara secara non-konvensional menjadi pilihan yang cukup menarik guna mendukung kebutuhan akan energi nasional. Seperti yang kita ketahui, penggunaan batubara termal secara konvensional juga selalu memperoleh penolakan, terutama dalam hal yang menyangkut isu lingkungan. Oleh karena itu, penggunaan batubara secara non-konvensional menjadi tantangan dan peluang yang perlu dikembangkan kedepannya (Widayat et al., 2021)

    INOVASI BARU DALAM TEKNOLOGI SERTA UPAYA UNTUK MENGOPTIMALKAN KEBIJAKAN MINERBA

    No full text
    Kemajuan teknologi dalam sektor pertambangan semakin dilirik di kalangan masyarakat. Salah satu kemajuan dalam sektor pertambangan yang memiliki dampak besar bagi kehidupan manusia adalah kemajuan teknologi digital. Teknologi digital merupakan suatu alat yang tidak menggunakan tenaga manusia secara manual, melainkan menggunakan sistem pengoperasian yang otomatis dengan komputerisasi. Salah satu contohnya adalah PT Petrosea Tbk sebagai perusahaan kontraktor pertambangan yang sukses menerapkan digitalisasi pertambangan. Terbukti pada tahun 2019, PT Petrosea Tbk diseleksi oleh World Economic Forum ke dalam Global Lighthouse Network karena berhasil dalam pengimplementasian teknologi pada Revolusi Industri 4.0. Inovasi-inovasi dalam kemajuan teknologi digital di sektor pertambangan juga dapat meningkatkan produktivitas yang akan berpengaruh terhadap cashflow perusahaan. (Sari, 2020). Contoh lain dari kemajuan teknologi dalam sektor pertambangan adalah penggunaan metode implementasi bottom air deck untuk membuat perangkap energi dan mengurangi energi terbuang secara vertikal. Bottom air deck merupakan salah satu strategi untuk dapat menambah kedalaman lubang drill tanpa menambah penggunaan bahan peledak yang digunakan. (Sadiq, 2021). Melampaui aspek keamanan dan produktivitas, ada harapan bahwa kemajuan teknologi yang terjadi dapat membantu mengatasi permasalahan yang terjadi di sektor pertambangan

    EVALUASI BIAYA PROYEK WANAGON AKIBAT COVID-19

    No full text
    Melemahnya harga tembaga akibat Pandemi COVID-19 memberikan efek negatif yang sangat signifikan terhadap revenue PT Freeport Indonesia. Harga tembaga sempat berada di bawah USD 2.20/lbs di bulan Maret 2020. Revenue PT Freeport Indonesia di tahun 2020 diperkirakan akan berkurang dengan melemahnya harga tembaga  tersebut. Hal ini mengakibatkan anggaran tahun 2020 untuk proyek Wanagon di Grasberg  juga berkurang. Proyek Wanagon adalah proyek stabilisasi lereng jangka panjang di Grasberg dengan total nilai anggaran sekitar USD700 juta, dan direncanakan selesai di tahun 2024. Perencanaan dan operasional Proyek Wanagon haruslah dilakukan dengan cara yang lebih efektif dan efisien sebagai bagian dari evaluasi biaya Proyek Wanagon. Resources yang ada perlu dikontrol penggunaannya. Dengan melakukan evaluasi dan optimasi resources, pemakaian alat-alat (terutama alat-alat Loading dan Hauling) untuk Proyek Wanagon akan lebi

    KERANGKA REGULASI KEGIATAN PASCATAMBANG BENDUNGAN TAILING DI INDONESIA

    No full text
    Selama 50 tahun terakhir, 63 kegagalan struktur bendungan tailing terjadi di seluruh dunia dan menunjukkan tren jumlah dan keparahan yang terus meningkat sejak tahun 1990.  Di Indonesia, kegiatan pertambangan mineral logam menghasilkan ratusan juta ton tailing setiap tahun dan sebagian tailing tersebut ditempatkan pada bendungan tailing. Saat ini, terdapat 11 perusahaan yang mengoperasikan bendungan tailing termasuk satu perusahaan yang telah memasuki tahap Pascatambang. Secara umum, tujuan Pacatambang bendungan tailing adalah meminimalkan risiko kegagalan struktur jangka panjang yang dapat berdampak pada lingkungan dan masyarakat dengan tetap mempertimbangkan aspek teknis dan ekonomi. Tantangan terbesar dalam penutupan bendungan tailing di Indonesia adalah belum tersedianya regulasi yang memberikan kejelasan tentang tanggung jawab perawatan dan pemantauan bendungan tailing setelah kegiatan operasi produksi berakhir.Kegiatan Pascatambang bendungan tailing di Indonesia mengikuti regulasi di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Perkerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Regulasi sektor ESDM mengatur kegiatan pertambangan secara umum, sektor PUPR mengatur perencanaan, pembangunan, pengoperasian, dan penghapusan fungsi bendungan sedangkan sektor LHK mengatur penempatan tailing yang dikategorikan sebagai limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).Sesuai regulasi di sektor ESDM, program dan jangka waktu Pascatambang dituangkan dalam dokumen rencana Pascatambang yang disusun sebelum perusahaan memasuki tahap operasi produksi. Izin Usaha Pertambangan (IUP) untuk operasi produksi dapat diberikan paling lama selama 20 tahun dengan dua kali masa perpanjangan masing-masing selama 10 tahun. Sedangkan sektor PUPR mewajibkan pengelolaan pasca penghapusan fungsi bendungan dengan jangka waktu yang tidak terbatas. Selain itu, sektor LHK mewajibkan pemantauan lingkungan hidup selama 30 tahun setelah penghentian kegiatan penimbunan tailing. Oleh karena itu, untuk memberikan kepastian hukum untuk investasi pertambangan mineral dan batubara di Indonesia diperlukan sinkronisasi kebijakan antar sektor sehingga dapat disusun regulasi bersama yang memberikan kejelasan kriteria keberhasilan Pascatambang untuk bendungan tailing dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan perlindungan lingkungan

    0

    full texts

    290

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇