Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
Not a member yet
    290 research outputs found

    KEMAJUAN TEKOLOGI DALAM PERTAMBANGAN BATUBARA DI INDONESIA

    No full text
    Batubara secara umum digunakan sebab memiliki kandungan panas, baik digunakan untuk aktivitas pembakaran secara langsung ataupun secara pencairan dan gasifikasi. Penggunaan batubara secara domestic yang sangat besar sekarang ini adalah sebagai bahan bakar dari PLTU yang memanfaatkan batubara termal dengan cara dibakar secara langsung yang kira-kira sampai 71% masuk ke dalam PLTU atau senilai dengan 99 juta ton. Tidak hanya itu, batubara juga digunakan pada beberapa pabrik seperti pabrik baja, semen, tekstil dan lain-lain dengan jumlahnya tidak sebanyak yang digunakan oleh PLTU. (Agus Haris Widayat, 2020, p. 58). Namun karena dampak yang diberikan oleh pandemi Covid-19 saat ini batubara mengalami pelemahan harga sekitar 44% selama setahun setengah belakangan ini. Hal tersebut didasarkan pada informasi yang diberikan oleh Kementerian ESDM Indoneisa, dimana pergerakan pada harga jual batubara mengalami pelemahan, dimana pada awal tahun 2019 harga batubara ada pada level 92.41/ton.Namunpadaawaltahun2020semakinmelemahmenjadi92.41/ton. Namun pada awal tahun 2020 semakin melemah menjadi 65.93/ ton, lalu pada bulan Juli di tahun 2020 semakin merosot menjadi $52.16/ton. (Sadiq, 2021, p. 19), untuk itu sangat penting bagi pemerintah melakukan inovasi teknologi agar tetap bisa mempertahakan ekistensi batubara, hal tersebut karena batubara adalah kekayaan bumi yang dikuasai oleh negara, sesaui dengan kebijakan dalam Pasal 33, Ayat (2) dan Ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945. (Ahmad Redi, 2020, p. 1

    RAJA YANG TAK BERTAHTA

    No full text
    Aku terlahir di Sorowako. Sebuah kota kecil di sekitar Pegunungan Verbeek yang dikenal sebagai Kota Nikel. Pegunungan ini terletak di perbatasan Provinsi Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Nikel di Indonesia pertama kali ditemukan di Pegunungan Verbeek oleh seorang berkebangsaan Belanda bernama Albert Christian Krujt pada tahun 1901. Semenjak itu, kegiatan eksplorasi dilanjutkan oleh ahli geologi Belanda, yang kemudian diteruskan oleh pemerintah Indonesia (Arif, 2018).Persebaran nikel di Indonesia sebagian besar ditemukan di Pulau Sulawesi dan Maluku Utara (Anbiyak & Cahyaningrum, 2021). Menurut data Badan Geologi yang dikutip oleh Anbiyak & Cahyaningrum (2021), sumber daya bijih nikel Indonesia mencapai 11 milyar ton. Sedangkan jumlah cadangan, sebanyak 4,5 milyar ton (Badan Geologi, 2020). Hal ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia

    Pertambangan Indonesia di Masa Depan

    No full text
    Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada tahun 2021, sumber daya alam memberikan kontribusi terbesar senilai 104.108,80 milyar rupiah bagi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang totalnya sebesar 298.204,20 milyar rupiah. Dengan jelas terlihat bahwa sektor pertambangan merupakan salah satu sektor terpenting bagi Indonesia mengingat produksi sumber daya alam tidak lepas dari kegiatan pertambangan. Kontribusi substansial sektor pertambangan erat kaitannya dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dalam bidang pertambangan. Kemajuan teknologi memungkinkan kegiatan penambangan dilakukan dengan lebih aman dan efisien

    REKAYASA GEOMETRI DESAIN LERENG BERDASARKAN ANALISIS NILAI FAKTOR KEAMANAN PIT TAMBANG AIR LAYA UTARA PT BUKIT ASAM Tbk

    No full text
    Tambang Air Laya Utara merupakan pit area yang dikelola oleh PT Bukit Asam Tbk dengan metode tambang terbuka. Seperti pada tambang terbuka lainnya, kestabilan lereng menjadi hal yang sangat kritis untuk selalu dilakukan evaluasi secara berkala. Maka dari itu penelitian ini berfokus pada rekayasa geometri desain lereng berdasarkan analisis faktor keamanan (FK). Penelitian ini menerapkan metode Bishop untuk evaluasi empat penampanng yang berbeda. Lebih lanjut, FK dari nilai material properties old dump berdasarkan data bor tahun 2019 dikomparasi dengan data mould tahun 2020. Hasil kajian diantaranya; lereng dengan kondisi muka air tanah jenuh memiliki nilai FK<1,25 yaitu pada penampang A,B dan C; sedangkan penampang D memiliki nilai FK>1,25. Adapun kajian rekayasa yang dilakukan adalah : a) peningkatan nilai FK dilakukan dengan memodifikasi geometri desain bulan Mei dengan perbandingan tinggi dan lebar bench 1:3 untuk material old dump dan 1:1 pada material insitu; b) single slope bench dimodifikasi menjadi 20â° dengan lebar berm 18-20 m; c) pengupasan old dump hingga 30 m. Tiga komponen rekayasa tersebut dijadikan acuan dalam evaluasi desain tahun 2020. Tindak lanjut berikutnya pada kestabilan lereng yang dipengaruhi oleh penurunan muka air tanah adalah desain paritan secara horizontal maupun vertikal

    ANALISIS BALIK MENGGUNAKAN ACUAN DEFORMASI AKTUAL PERMUKAAN LERENG TAMBANG DALAM MENENTUKAN KEKUATAN BATUAN DI PIT WR PT ADARO INDONESIA

    No full text
    Dalam operasional penambangan batubara, diperlukan acuan desain yang telah melalui analisis geoteknik. Acuan-acuan serta asumsi-asumsi yang digunakan dalam analisis kestabilan lereng tersebut haruslah mendekati kondisi aktual di lapangan, khususnya properti kekuatan batuan yang digunakan. Dari penelitian dan pengujian pressuremeter yang pernah dilakukan di PT Adaro Indonesia pada tahun 2009, didapatkan bahwa nilai UCS hasil uji laboratorium yang menjadi data input utama dalam pemodelan geoteknik untuk analisis kestabilan lereng di Pit WR PT Adaro Indonesia lebih kecil 1,5 kali dibandingkan UCS insitu hasil uji pressuremeter di lapangan.Data deformasi aktual permukaan lereng yang direkam oleh instrumen RTS (Robotic Total Station) di PT Adaro Indonesia merupakan salah satu acuan akurat yang merepresentasikan kondisi aktual lereng. Data tersebut juga dapat digunakan untuk menentukan kekuatan batuan melalui analisis balik. Metode analisis balik dari deformasi aktual permukaan lereng tersebut telah dikembangkan oleh Sakurai dan Nakayama (1999) dengan memperkenalkan anisotropic parameter (m) dalam analisisnya, dan selanjutnya dikaji dan diuji coba di PT Adaro Indonesia.Dalam kajian ini, digunakan fitur Constitutive model plug-in dalam software RS2 9.0 untuk mengakomodir parameter anisotropik (m) ke dalam Matrix Elastisitas [D] pemodelan pada software. Dari hasil pengamatan rekaman instrumen RTS, menunjukan rata-rata deformasi aktual permukaan lereng high wall Pit WR bulan September – Oktober 2019 adalah 23.3 mm. Lalu dilakukan iterasi parameter anisotropik (m) pada lapisan-lapisan batuan dalam model untuk mendapatkan deformasi lereng pemodelan sebesar 25.2 mm yang mendekati deformasi aktual lereng. Selanjutnya, nilai-nilai parameter anisotropik (m) tersebut digunakan untuk menentukan nilai kohesi lapisan-lapisan batuan pada lereng yang kemudian digunakan dalam perhitungan faktor keamanan lerengnya dengan hasil SRF=1.34. Maka disimpulkan nilai UCS hasil uji laboratorium di lereng high wall Pit WR PT Adaro Indonesia harus dikonversi sebesar 1.27 kali untuk mendapatkan angka faktor keamanan SRF=1.33 yang masih ekivalen dengan faktor keamanan hasil analisis balik

    PEMANFAATAN DATA DRILL PROVISION UNTUK MENGIDENTIFIKASI PERLAPISAN BATUAN PADA PROSES PELEDAKAN MENEMBUS BATU BARA DI PT KALTIM PRIMA COAL

    No full text
    PT. Kaltim Prima Coal (PT KPC) merupakan perusahaan tambang batu bara yang berlokasi di Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. PT KPC menggunakan sistem tambang terbuka dengan metode open pit. Sebagian besar tanah penutup di area PT KPC harus melalui proses peledakan sebelum digali oleh alat gali muat. Proses peledakan yang digunakan di area PT KPC ada 2 cara yaitu:Peledakan konvensional dengan pengeboran berhenti di atas roof  batu bara.Peledakan menembus lapisan batu bara (through seam blasting). Through seam blasting sangat efisien dalam sequence penambangan karena dapat mengurangi waktu tunda produksi akibat proses peledakan floor batu bara. Proses peledakan ini biasanya menggunakan metode natural gamma logging. Metode ini merupakan proses untuk mengukur radiasi sinar gamma yang dihasilkan oleh unsur-unsur radioaktif yang terdapat dalam lapisan batuan di sepanjang lubang bor. Metode ini mempunyai batasan karena lubang bor harus diukur secara manual dan membutuhkan waktu tambahan dalam proses mengidentifikasi perlapisan batuan di sepanjang lubang bor.Pemanfaatan data drill provision untuk mengidentifikasi perlapisan batuan sudah diterapkan di area tambang PT KPC. Data drill provision menggantikan metode natural gamma logging pada peledakan menembus lapisan batu bara. Penggunaan drill provision (dispatch drill system) pada unit drill dengan menggunakan modul Drill Strata Recognition (DSR), input dari modul ini berupa data torsi dan rasio penetrasi dari mata bor. Input data ini berasal dari sensor yang dipasang pada string unit drill, sehingga dihasilkan output berupa grafik Torque to Penetration Rate yang memberikan gambaran seberapa keras material yang dibor melalui pembacaan torsi dalam konteks kecepatan vertikal pengeboran yang dilakukan (rasio penetrasi).Kesimpulan dari seluruh kegiatan penelitian ini adalah mengganti metode dalam mengindentifikasi perlapisan batuan penutup dan batu bara sehingga mempersingkat waktu tunda peledakan tanpa mengurangi jumlah/kuantitas batu bara yang akan ditambang sehingga dapat mendukung operasional pit dalam pengaturan sequence penambangan

    TRANSFORMASI MANUAL SCHEDULING KE AUTOMATIC SCHEDULING

    No full text
    Era Industri 4.0 mengharuskan perusahaan, termasuk perusahaan tambang seperti PT ANTAM Tbk (ANTAM), untuk melakukan transformasi dari proses manual ke era digital dan otomatisasi yang salah satunya adalah proses penjadwalan penambangan. ANTAM memiliki 4 IUP cadangan bauksit dengan proses penjadwalan penambangan membutuhkan waktu yang lama (> 2 minggu/site). Selain itu, kondisi saat ini yang sangat dinamis dengan perubahan bisnis yang begitu cepat mengakibatkan adanya tuntutan untuk mampu menyediakan perencanaan tambang dengan cepat beserta alternatif rencana untuk optimalisasi skenario bisnis, sehingga Satuan Kerja REE-MRD, Unit Geomin & Technology Development (UGTD) berusaha membuat perencanaan tambang secara cepat dan komprehensif. Metode yang dilakukan adalah dengan perbaikan atau improvement yang berkelanjutan melalui Quality Control Circle (QCC) dengan melihat aspek Quality, Delivery, Safety, dan Morale (QDSM). Hasil dari kajian didapatkan template blending dan scheduling serta standarisasi penggunaan Minesched sehingga proses penjadwalan tambang dapat dikerjakan dalam waktu 6 hari/site serta dapat dilakukan secara otomatis dan komprehensif

    ANALISIS LAJU EROSI TANAH DAN HIDROLOGI PADA LAHAN BEKAS TAMBANG DI KECAMATAN PONJONG KABUPATEN GUNUNGKIDUL PROVINSI YOGYAKARTA

    No full text
    Di Kecamatan Ponjong Kabupaten Gunung Kidul banyak terdapat kegiatan pertambangan bahan galian industri terutama bahan galian batugamping. Dampak negatif akibat kegiatan ini salah satunya adalah peningkatan erosi pada lahan bekas penambangan. Masalah dari penelitian ini adanya tingkat erosi yang sangat tinggi akibat adanya penambangan karena tidak adanya vegetasi sehingga pada saat curah hujan tinggi mudah terjadinya erosi tanah. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis tingkat erosi tanah serta memberikan arahan untuk prioritas konservasi lahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah USLE. Untuk Pengujian sampel tanah di laboratorium menggunakan 3 metode yaitu walkey and black untuk kandungan organik, hydrometer untuk analisa tekstur tanah dan de boodt untuk permeabilitas tanah. Perhitungan tingkat bahaya erosi dengan persamaan USLE memiliki tingkat bahaya erosi dalam kategori kelas sangat ringan sampai dengan sangat berat. Nilai rata-rata laju erosi tanah dengan persamaan USLE sebesar 217,69 m3 /Ha/Tahun. Arahan prioritas konservasi lahan dilakukan berdasarkan tingkat bahaya erosi yang ada mulai dari kelas sangat berat ke kelas moderat. Penanganan erosi tanah dengan melakukan revegetasi di setiap lokasi yang perpotensi terjadinya erosi agar tingkat bahaya erosi pada area yang mengalami kerusakan lahan menjadi normal.Â

    OPTIMALISASI RECOVERY PENAMBANGAN BATUBARA PADA SEAM TIPIS

    No full text
    Konservasi batubara merupakan usaha yang dilakukan oleh berbagai pemangku kepentingan pertambangan batubara untuk memaksimalkan pemanfaatan batubara secara berkelanjutan. Hal tersebut diamanatkan dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Kepmen ESDM) Republik Indonesia No. 1827 K/30/MEM/2018 serta Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 pasal 33 ayat 3. Namun, salah satu permasalahan yang timbul dalam konservasi batubara adalah pemanfaatan lapisan batubara (seam) tipis, yang memiliki ketebalan kurang dari 30 cm dan berupa sisipan di antara seam-seam berukuran tebal, sehingga dianggap tidak mampu mencapai nilai keekonomisan karena membutuhkan usaha lebih untuk menjadikannya produk batubara

    Arah Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Gumuk di Kabupaten Jember Jawa Timur: Keselarasan Teknologi Eksplorasi, Pengelolaan dan Wawasan Lingkungan

    No full text
    Kabupaten Jember merupakan salah satu dari dua kabupaten/kota di Indonesia yang memiliki kiri khas kekayaan alam berupa Gumuk bahkan sampai dijuluki kota “1000†Gumuk (bukit kecil), sebagaimana yang ditunjukkan pada gambar 1b. Gumuk merupakan suatu fenomena geologi yang sangat unik dan penting untuk ditelaah lebih lanjut keberadaannya. Gumuk Jember terbentuk dari aliran lava yang kemudian tertutup oleh material vulkanik yang berasal dari letusan Gunung Raung dan akibat pelapukan/erosi serta kegiatan tektonik dari mammock Raung (Khoiriyah, dkk. 2019). Jenis material penyusun gumuk diantaranya tanah urug, pasir, batu padas, batu pondasi, coral, batu pedang dan batu piring (Aprilian, 2020). Menurut Saisabela (2017) Tercatat jumlah Gumuk pada tahun 2012 di kabupaten jember sebanyak 1.670 buah sudah terinventarisir dan 285 buah belum terinventarisir. Beberapa gumuk diantaranya telah di eksploitasi (ditambang) untuk diambil material penyusunnya atau dibuat lahan pertanian/pemukiman. Hal itu berdampak buruk bagi masyarakat sekitar gumuk seperti cuaca lebih panas, sering terjadi kekeringan, erosi, banjir, angin kencang, perubahan iklim mikro, terjadi penurunan jumlah mata air, penurunan keanekaragaman hayati, hutan kota semakin sedikit, penurunan jumlah populasi hewan penghuni gumuk; burung hantu, capung, musang, dan lain sebagainy

    0

    full texts

    290

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇