Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
Not a member yet
290 research outputs found
Sort by
KEBIJAKAN PERTAMBANGAN BERBASIS ZERO CARBON MINING SEBAGAI SOLUSI STRATEGIS UNTUK MENJAWAB TANTANGAN INDUSTRI PERTAMBANGAN YANG RAMAH LINGKUNGAN DAN BERKELANJUTAN
“Menjadi Penggerak Utama Pembangunan Nasional Melalui Pengelolaan ESDM yang Optimal Demi Terwujudnya Kemandirian dan Ketahanan Energi Untuk Kesejahteraan Rakyat Yang Adil dan Merataâ€-- VISI RENSTRA ESDM 2020-2024 --Kutipan kalimat tersebut adalah refleksi akan cita-cita sakral bagi pembangunan energi di Indonesia. Bangsa Indonesia dengan segala potensi dan kekayaan alam terutama sektor mineral dan batubara mampu untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi untukrakyatnya. Kemandirian yang dimaksudkan adalah mampu untuk berdiri sendiri dalam segala pemenuhan kebutuhan energi nasional tanpa harus bergantung pada pihak lain. Ketahanan yang dimaksudkan adalah mampu bertahan dari segala tantangan dan kondisi dengan memanfaatkan seluruh potensi yang dimiliki sendiri. Kedua aspek tersebut telah dimiliki oleh bangsa ini dan langkah selanjutnya adalah mewujudkan mimpi besar tersebut. Kekayaan mineral dan batubara Indonesia sangat melimpah. Potensi batu bara Indonesia berupa cadangan mencapai 38,84 miliar ton dengan rata-rata produksi sebesar 600 juta ton per tahun, maka disimpulkan bahwa umur cadangan batubara Indonesia masih 65 tahun ke depan (Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, 2021). Tidak kalah juga potensi mineral Indonesia yaitu Nikel yang memiliki cadangan mencapai 52% dari total cadangan dunia saat ini yang sebesar 139 juta ton dan merupakan yang terbesar di dunia (Asosiasi Penambang Nikel Indonesia, 2021). Kedua hal tersebut sangat merepresentasikan akan ketangguhan energi Indonesia
Peran Teknologi Digital Dalam Hilirisasi Mineral dan Batubara di Era Industri 4.0
Hilirisasi mineral dan batubara merupakan salah satu amanat Undang-Undang yang selalu melekat erat pada industri pertambanan di Indonesia. Berdasarkan Undang-Undang Republik indonesia No. 3 Tahun 2020 tujuan dari hilirisasi tersebut tidak lain untuk meningkatkan nilai tambah atas produk mineral dalam negeri sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi secara optimal bagi negara. Selain itu dengan adanya hilirisasi ini diharapkan dapat membangun industri pertambangan yang berkelanjutan di masa mendatang. Menimbang pentingnya hilirisasi ini, sudah sepatutnya dibarengi dengan adopsi dan perkembangan teknologi baru. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif (2020) mengemukakan bahwa pemanfaatan teknologi cerdas dan canggih, model bisdalamnis baru, dan digitalisasi akan menambah nilai hilirisasi sehingga dapat mencapai pertumbuhan bisnis yang lebih signifikan
Teknologi Smart Mining dan Penerapannya berdasarkan Kebijakan Minerba Terbaru untuk Mewujudkan Indonesia Emas Tahun 2045
Menurut Aris et al., (2019). Indonesia adalah negara yang kaya dengan sumber daya alam, baik sumber daya alam yang bisa diperbarui maupun sumber daya alam yang tidak bisa diperbarui. Kondisi geografis Indonesia yang berada di pertemuan lempeng tektonik dan bagian dari cincin api pasifik membuat sumber daya alam tersebar di seluruh pulau di negeri ini. Menurut Undang-undang dasar negara Republik Indonesia tahun 1945 pasal 33 ayat 3, setiap sumber daya yang terdapat di wilayah Indonesia diperuntukan untuk kepentingan nasional dan kemakmuran rakyat. Untuk mewujudkan amanat tersebut, maka dibutuhkan beberapa parameter seperti teknologi dan kebijakan yang tepat dari pemerintah
PERATURAN MENTERI ENERGI SUMBER DAYA MINERAL NO 17 TAHUN 2012 SEBAGAI KERANGKA REGULASI PERTAMBANGAN BATU GAMPING BERKELANJUTAN
Potensi Pertambangan Batu Gamping di IndonesiaIndonesia memiliki kekayaan sumberdaya alam seperti batu gamping. Keberadaan batu gamping di Indonesia tersebar pada berbagai daerah, berikut adalah sebaran batu gamping di Indonesia berdasarkan jenis cadangan: (Augusta. 2021).- Cadangan TerekaSebarang cadangan tereka batu gamping di Indonesia terdapat pada Daerah Istimewa Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Irian Jaya.- Cadangan TerunjukSebaran cadangan tereka batu gamping terdapat di Nusa Tenggara Timur. Batu gamping banyak digunakan sebagai bahan baku semen. Adanya ketersediaan batu gamping di berbagai daerah, akan mempermudah produksi semen
OPTIMALISASI PERAN PUBLIC RELATIONS DALAM MENGAWAL REPUTASI INDUSTRI PERTAMBANGAN
Industri pertambangan, khususnya batu bara selalu disorot sebagai industri yang merusak lingkungan. Implementasi good mining practice oleh sejumlah industri tambang terlihat belum mampu mengubah opini tersebut. Bahkan kontribusi industri ini terhadap negara dalam bentuk pajak dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP), masih belum bisa mendorong publik melihat tambang secara berimbang. Banyaknya program CSR dengan pendanaan besar, juga belum mampu menutup opini negatif yang kerap muncul dalam sejumlah pemberitaan.Opini negatif publik terhadap kehadiran tambang, berdampak signifikan terhadap reputasi industri ini. Padahal reputasi sebagai intangible asset, memiliki arti penting bagi sebuah korporasi. Reputasi akan berimbas pada perolehan ijin sosial untuk beroperasi. Lantas bagaimana upaya industri pertambangan menjaga reputasinya? Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan optimalisasi peran public relations (PR). Di era komunikasi saat ini, dimana informasi begitu cepat tersebar, PR menjadi bagian penting dalam pembentukan reputasi korporasi. Industri tambang sebagai industri yang sangat rentan dengan issu negatif, sudah seharusnya mengoptimalkan peran PR. PR tidak bisa ditempatkan hanya sebagai bayang-bayang operation, yang tertera dalam struktur korporasi hanya sebagai pelengkap saja.Paper ini tidak dimaksudkan untuk menguji pengaruh satu variable terhadap variable lain. Dalam paper ini dipaparkan alternatif komunikasi dan penanganan opini publik di industri pertambangan, melalui peran PR. Metode penelitian yang dipilih adalah kualitatif deskriptif. Pemaparan didasarkan pada studi kasus penerapan PR di PT Kaltim Prima Coal (KPC).Ada dua alternatif yang dipaparkan dalam paper ini. Petama, penerapan communication plan dalam bentuk program preventif dan kuratif. Kedua, penerapan model PR berbasis karyawan sebagai agen PR. Tulisan ini juga dimaksudkan untuk melihat dampak langkah PR terhadap pemberitaan media dan kelancaran operasi tambang. Dengan langkah ini diharapkan pemberitaan tentang tambang lebih berimbang, sehingga reputasi industri pertambangan lebih baik di masa mendatang
ANALISIS PELEDAKAN PADA BATUAN META-SEDIMEN DENGAN STUKTUR LAMINASI DI TAMBANG BATUBARA
PT Multi Nitrotama Kimia (PT MNK) merupakan salah satu perusahaan jasa pertambangan yang bergerak pada bidang penyedia jasa peledakan dan penjualan bahan peledak terbesar di Indonesia. Masing-masing pelanggan PT MNK memiliki karakteristik dan tantangannya sendiri pada pelaksanaan operasional peledakan di site mereka. Salah satu tantangan tersebut berkenaan dengan kondisi dan karakteristik geologi pada massa batuan yang akan dilakukan peledakan. Salah satu temuan kondisi geologi yang menjadi perhatian adalah adanya batuan metasediment dengan struktur laminasi. Kondisi tersebut merupakan tantangan pada kegiatan peledakan karena struktur laminasi merupakan lapisan lemah (weak layer) dalam suatu massa batuan yang mana akan menjadi kendala karena menyebabkan energi peledakan tidak terdistribusi secara merata sehingga menghasilkan fragmentasi peledakan yang tidak optimal. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan langkah perbaikan pada peledakan di batuan metasediment dengan struktur laminasi.Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan data-data terkait untuk menunjang analisis lanjutan berupa data-data geologi dan data desain serta geometri peledakan. Dalam penelitian ini dilakukan observasi langsung terhadap struktur laminasi yang terdapat pada massa batuan yang ada di lapangan dan observasi terhadap kualitas hasil peledakan.Berdasarkan pengamatan, batuan metasediment yang berada di kolom stemming berperan sebagai weak layer sehingga membuat distibusi energi di kolom steming menjadi tidak optimal karena perlepasan energi di lubang ledak mengarah kepada struktur laminasi. Langkah perbaikan yang dilakukan agar didapatkan fragmentasi peledakan yang optimal yaitu penerapkan metode double primmer. Metode double primmer ini bertujuan untuk membantu reinforcement energi pada bagian yang memerlukan ekstra energi. Penggunaan metode double primmer pada peledakan di struktur laminasi pada batuan metasediment dapat meningkatkan hasil fragmentasi peledaka
NERACA SUMBERDAYA MINERAL PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2018
Sumber daya mineral merupakan salah satu kekayaan yang dapat dimanfaatkan oleh negara dan masyarakat. Provinsi Jawa timur salah satu propinsi yang masuk dalam bagian ring of fire sehingga memiliki potensi komoditas mineral sejumlah 31 komoditas. Neraca sumberdaya mineral merupakan salah satu alat untuk mengetahui pemanfaatan sumberdaya mineral dan konservarsi serta kelestarian fungsi lingkungan. Sumberdaya mineral terbagi menjadi empat hipotetik, tereka, terindikasi, terukur. Cadangan terbagi menjadi dua yaitu terkira dan terbukti. Pembuatan neraca sumberdaya mineral menggunakan acuan SNI 6728.4:2015. Sumberdaya yang memiliki potensi paling besar di tahun 2018 adalah batu gamping sebesar 4.360.675.461 ton. Kabupaten potensi sumberdaya mineral terbesar yaitu Kabupaten Bangkalan sebesar 3.395.753.000 ton. Komoditas oniks merupakan komoditas dengan sumberdaya terkecil sebesar 265 ton. Kabupaten yang memiliki sumberdaya terkecil adalah Kabupaten Pamekasan sebesar 100.000 ton. Komoditas yang memiliki sumberdaya diperlukan pengelolaan yang terpadu oleh dinas terkait di Propinsi Jawa Timur.  Pemanfaatan komoditas sumberdaya mineral di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2018 belum secara maksimal oleh masyarakat. Produksi ketiga komotias yaitu sirtu, andesit, dan batu gamping merupakan komoditas yang selalu dibutuhkan masyarakat untuk pembangunan infrastruktur. Diperlukan penelitian lebih dalam untuk pemetaan komoditas dan izin usaha pertambangan yang mampu mendatangkan pendapatan bagi daerah.Â
PEMBELAJARAN KOLABORATIF SEBAGAI PLATFORM PENDUKUNG UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTERISTIK BERPIKIR KRITIS, EMPATI, DAN PRAKTIK TERBAIK DALAM PENDIDIKAN
Pandemi covid-19 telah berdampak pada sektor pendidikan. Keterbatasan akses kerja praktek lapangan, kegiatan laboratorium, maupun magang berpotensi menyebabkan penurunan kualitas dan kapabilitas lulusan perguruan tinggi, sementara itu tantangan dunia prakerja akan semakin kompetetif dimasa mendatang, terutama bagi lulusan perguruan tinggi, yang minim pengalaman. Pengetahuan berbasis praktis dalam operasi industry pertambangan yang dinamis dan kompleksitasnya menuntut pelaku pertambangan untuk terlatih berpikir kritis dan empati dalam rangka pengambilan keputsan yang bijak. Proyek sosial sebagai media pembelajaran kolaboratif diawali oleh Sesi Pembelajaran Online dan Sesi Berbagi dengan mahasiswa sebagai pesera. Dari hasil evaluasi, sebagian besar peserta mendapat wawasan dan perspektif baru, namun masih ada kesenjangan antara pengetahuan teoritis peserta dan pemahaman praktis dilapangan. Perlu adanya ruang untuk berlatih. Evaluasi menghasilkan beberapa ide rekomendasi sebagai tindak lanjut, yaitu Forum Group Discussion, Sharing Session, dan Bootcamp. Program tersebut dikemas dengan tajuk Ruang Pandang, Sharing Session, dan Fast Track Bootcamp yang dilakukan secara virtual. Meskipun strategi dan perencanaan telah dilakukan, namun masih ada kendala operasional, sehingga diperlukan kreatifitas dan analisa yang berkesinambungan agar program tersebut dapat terlaksana. Program yang dikemas dalam konteks proyek sosial ini selaras dengan visi organisasi Ecodex untuk mempromosikan pertambangan yang berkelanjutan sekaligus sebagai upaya untuk menggiatkan iklim kolaboratif antar pemangku kepentingan untuk pendidikan yang lebih baik sebagai ruang persiapan menghadapi dunia prakerja dimasa pandemi, memfamiliarkan kegiatan kebiasaan baru“new normal†yang selaras dengan rencana Kampus Merdeka oleh Menteri Pendidikan demi menyongsong pembangunan Sumber Daya Manusia untuk Indonesia 2045. Makalah ini lebih lanjut menjelaskan mengenai tahapan pembangunan sebuah ide yang solutif yang dikemas dalam proyek sosial sebagai upaya untuk menjembatani kesenjangan antara kebutuhan pendidikan, situasi saat ini, dan tantangan dimasa depan
PEMODELAN UJI TRIAKSIAL DAN UJI GESER LANGSUNG DI LABORATORIUM DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
Kegiatan pertambangan merupakan kegiatan untuk mengambil sumber daya alam yang berasal dari perut bumi seperti minyak bumi, gas bumi, mineral dan batuan, serta batubara. Dalam membuat bukaan tambang diperlukan desain awal yang baik yang memerhatikan sifat-sifat dan material tanah yang akan digali. Pada saat melakukan penyelidikan geoteknik, sifat-sifat material dan parameter kekuatan batuan perlu diketahui. Salah satu parameter kekuatan batuan yang perlu diketahui dalam penyelidikan geoteknik adalah kohesi dan sudut gesek dalam. Kedua parameter tersebut didapatkan melalui uji laboratorium yaitu uji triaksial dan uji kuat geser langsung menggunakan pendekatan kriteria keruntuhan yang sama yaitu Mohr-Coulumb. Dalam penelitian ini akan dilakukan pemodelan uji triaksial dan uji kuat geser langsung di laboratorium menggunakan metode elemen hingga. Hasil uji laboratorium yang dilakukan pada sampel sandstone mendapatkan kohesi 0.127 MPa dan sudut gesek dalam 32o. Pemodelan dilakukan dalam dua perilaku batuan yaitu elastik dan elastoplastik. Pemodelan uji triaksial dengan perilaku elastik menghasilkan kohesi 0.145 MPa dan sudut gesek dalam 32o, sedangkan dengan perilaku elastoplastik didapatkan kohesi 0.13 MPa dan sudut gesek dalam 31o. Untuk pemodelan uji kuat geser langsung dengan perilaku elastik mendapatkan kohesi 0.132 MPa dan sudut gesek dalam 30o, sedangkan dengan perilaku elastoplastik didapatkan kohesi 0.128 MPa dan sudut gesek dalam 23o. Pemodelan dengan menggunakan metode elemen hingga juga dapat memperlihatkan kondisi tegangan dan perpindahan serta bentuk keruntuhn yang terjadi di dalam contoh batuan yang tidak dapat diketahui jika dilakukan dengan uji laboratorium secara langsung.Â
SUMBER DAYA MANUSIA MELAWAN ARTIFICIAL INTELLEGENCE
Faktanya indeks modal manusia yang bisa diumpakan sebagai takaran setiap negara untuk mengukur perbandingan sumber daya manusia di indonesia pada tahun lalu hanya sebesar 0,53 yang mana tidak lebih tinggi dari negara ASEAN yang lain, dengan Malaysia berdasarkan WORLD BANK yang berada diperingkat 55 dengan point 0,67 sedangkan Indonesia berada di peringkat 87. Dengan perbandingan dan beberapa analisis tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana cara menstimulasi perkembangan sumber daya manusia di indonesia terkhususnya disektor pertambangan yang bisa bersaing atau bahkan peka terhadap celah teknologi dan mampu meraelisasikanya, seperti halnya teknologi terbaru di Papua indonesia yang mana tambang bawah tanahnya sudah dioprasikan dengan beberapa alat berat yang dapat dikontrol dari jarak jauh.kemajuan yang ada saat ini membuat Sumber Daya Manusia mau tak mau harus siap untuk bisa perang melawan teknologi tapi bukan tak mungkin sumber daya manusia di Indonesia dapat menciptakan atau mengevaluasi teknologi yang sangat menguntukan untuk masyarakat luasÂ