Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
Not a member yet
    290 research outputs found

    EVALUASI KARAKTERISTIK KEKUATAN MATERIAL TIMBUNAN BATUAN SEDIMEN FORMASI WARUKIN, KALIMANTAN SELATAN. TEMU PROFESI TAHUNAN (TPT) XXIX PERHAPI 2020

    No full text
    Pertimbangan dalam penentuan area rencana timbunan batuan penutup merupakan tantangan penting untuk memastikan bahwa sumberdaya dan cadangan dapat dimanfaatkan secara maksimal. Permasalah yang sering dijumpai pada kegiatan pertambangan batubara yang didominasi oleh batuan sedimen dengan kekuatan lunak, dasar timbunan lunak dan kemiringan batuan (dip) yang landai (<10o) adalah kondisi dasar timbunan berupa endapan rawa/sungai purba, keterbatasan kapasitas dan area timbunan, keterbatasan jarak alat angkut dan kesulitan pengendalian aliran air permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode evaluasi kekuatan timbunan yang sesuai dan optimal untuk diterapkan dilokasi penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode empiris dengan melakukan evaluasi dan membandingkan hasil pengujian laboratorium Uji Direct shear, Uji Triaxial Unconsolidated Undrained (UU) dan Standard Penetration Test (SPT), selanjutnya dihubungkan dengan data historical longsoran yang terjadi di lokasi penelitian. Hasil penelitian menujukkan bahwa rata-rata penyebaran material timbunan setiap kedalaman tersusun atas material lempung 45.5%, Lanau 41.0% dan pasir 13.5%. Karakter fisik material timbunan memiliki nilai Void Ratio mencapai 0.8 dan Water Content hingga 35%, hal tersebut menujukkan bahwa terdapat banyak pori yang dapat terisi oleh air atau udara yang dapat mempengaruhi perubahan nilai kekuatan material timbunan. Pengujian SPT menunjukkan bahwa terdapat 3 pola nilai kekuatan material timbunan yang meningkat seiring kedalaman. Zona 1 (non consolidation) berada dikedalaman 1-12 meter, Zona 2 (normally consolidation) pada kedalam >12 meter sesuai dengan acuan batas tinggi timbunan kritis (Hcr) 12 meter dan Zona 3 (fully consolidation) pada kedalaman >24 meter dengan waktu konsolidasi >20 bulan. Hasil uji nilai kohesi dan sudut geser dalam hasil pengujian Uji Triaxial UU pada material timbunan memiliki nilai yang sangat tinggi dibandingkan dengan hasil Uji Direct Shear dan Perhitungan Kuat Geser dari Uji SPT. Hasil uji laboratorium pada material timbunan perlu dilakukan adjustment sebelum diaplikasikan dilapangan. Adjustmen tersebut dilakukan dengan menambahkan nilai parameter tekanan pori (Ru) sebesar 0.75 (Data Uji Direct Shear) dan 0.8 (Data Uji Triaxial) agar data tersebut dapat diaplikasikan dilapangan. Nilai tersebut didapatkan dari hasil studi Analisa balik longsor di area disposal daerah penelitian dengan dimensi pergerakan yang besar dan optimal. Penentuan evaluasi metoda perhitungan ini sangat bermanfaat untuk melakukan optimalisasi kapasitas timbunan dengan kondisi dasar penimbunan batuan sedimen lunak

    ADVANCE TECHNOLOGY ELECTRONIC DETONATOR FOR BLAST EFFICIENCY AND SAFE ENVIRONMENT

    No full text
    Perkembangan teknologi detonator elektronik semakin pesat seiring dengan semakin banyaknya fitur-fitur terbaru yang lebih memudahkan operator dalam proses penggunaannya. Salah satu teknologi elektronik terbaru yang diperkenalkan adalah Hanwha Electronic Blasting System generasi kedua (HEBS II) sebagai detonator elektronik yang menggunakan aplikasi berbasis android, dimana proses penanganan dan pengoperasiannya lebih mudah. HEBS II memiliki tiga sistem operasi diantaranya tagging, logging, dan scanning, yang dapat digunakan sesuai kebutuhan. Sistem operasi mencakup 4 jenis metode diantaranya adalah mode dasar, open pit, terowongan, dan mode perangkat lunak. Chip HEBS II memiliki tingkat keakuratan atau presisi hingga 0.01% untuk peledakan antar lubang dengan waktu tunda maksimum 50.000 ms. Rangkaian peledakan dapat diledakkan pada jarak jauh dan dapat diperpanjang sampai jarak maksimum 5 km dari area peledakan, dengan menggunakan kombinasi repeater yang tentunya praktis dan lebih aman. Semua software peledakan dapat diterapkan ke sistem HEBS II dan dioperasikan dalam mode perangkat lunak. Dengan beberapa  keunggulan tersebut, dapat memungkinkan untuk mencapai peledakan yang optimal, efisien, ekonomis, dan ramah lingkungan. HEBS II lebih efektif untuk menghasilkan proporsi ukuran fragmentasi yang lebih kecil dibandingkan dengan sistem piroteknik yang lebih tinggi, dengan tingkat keseragaman per layer batuan mencapai 82% bila dibandingkan dengan detonator non- elektrik yang hanya mencapai 62%. Tingkat reduksi ukuran fragmentasi mencapai 31% dari layer pertama ke layer kedua. HEBS II mampu mereduksi tingkat getaran sebesar 45% dari getaran yang dihasilkan oleh detonator non-elektrik

    PENGELOLAAN MATERIAL LUMPUR SEDIMEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SLURRY PUMP

    No full text
    Material lumpur pada kegiatan pertambangan merupakan material khusus yang perlu pengelolaan tertentu dalam proses pengangkutannya ke area disposal. Secara umum , lumpur dapat dibedakan menjadi lumpur original dan lumpur sedimen. Lumpur sedimen terbentuk akibat proses hasil erosi material insitu atau material exsitu. Lumpur sedimen biasanya terjadi pada area rawa, settling pond, atau area sump yang tercampur dengan material-material di sekitar main sump. Salah satu upaya yang digunakan PT Arutmin Indonesia dalam pengelolaan material lumpur didalam area pit selain menggunakan metode pengangkutan dan penimbunan, menggunakan metode slurry pump. Pengelolaan material lumpur menggunakan metode slurry pump memerlukan media air sebagai bahan campuran dengan material lumpur, dragflow akan mentransfer material campuran antara lumpur dan air didalam sump menuju slurry tank, selanjutnya dipompa menuju area disposal menggunakan booster pump Metso HM200. Pada booster pump Metso HM200, akan menghasilkan angka debit setiap material campuran antara lumpur dan air yang sudah terpompa. Material lumpur yang masuk kedalam slurry tank dilakukan pengambilan sampel dari outlet slurry tank menuju booster pump Metso HM200 setiap tiga puluh menit sekali untuk mengetahui nilai SG (Specific Gravity). Specific Gravity merupakan rasio dari rapat massa suatu lumpur yang terpompa terhadap rapat massa air.  Data yang dihasilkan dari metode slurry pump berupa nilai debit pompa dari booster pump Metso HM200 dan SG (Specific Gravity) material campuran antara lumpur dengan air sehingga dihasilkan jumlah volume total material campuran antara lumpur dan air yang terpompa menuju area disposal. Melihat pengelolaan material lumpur di area sump memerlukan penanganan khusus, maka makalah ini disusun guna menjelaskan metode pengelolaan lumpur sedimentasi dengan mempertimbangkan aspek teknis, produktivitas, serta aspek keselamatan

    PEMANFAATAN CADANGAN MARGINAL BATUBARA DENGAN MELAKUKAN KEGIATAN PENAMBANGAN BATUBARA MENGGUNAKAN METODE AUGER MINING DI PT MULTI HARAPAN UTAMA DALAM RANGKA PENERAPAN ASPEK KONSERVASI MINERAL DAN BATUBARA

    No full text
    Undang-Undang No. 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral Dan Batubara telah mengamanatkan kepada Pemegang Izin Usaha Pertambangan untuk menerapkan kaidah Teknik pertambangan yang baik (Good Mining Practice) yang salah satunya wajib melaksanakan penerapan upaya konservasi mineral dan batubara. Konservasi minerba merupakan upaya dalam rangka optimalisasi pengelolaan atau pemanfaatan sumber daya mineral dan batubara secara terukur, efisien, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Objek yang menjadi target pengelolaan penerapan konservasi mineral dan batubara sesuai Lampiran VII Kepmen ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018 meliputi recovery penambangan, recovery pengolahan, batubara kualitas rendah, mineral kadar rendah, mineral Ikutan, sisa hasil pengolahan dan pemurnian, serta cadangan marginal. Pada tahun 2020, Direktorat Jenderal Minerba telah menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Minerba Nomor 182.K/30/DJB/2020 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Konservasi Mineral dan Batubara dalam rangka Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan Yang Baik sebagai pedoman untuk pelaku usaha pertambangan dalam pelaksanaan pengelolaan konservasi mineral dan Batubara. PT Multi Harapan Utama (PT MHU) merupakan pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) Generasi Pertama, dengan wilayah PKP2B seluas 39.972 ha yang terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kotamadya Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan penambangan batubara di PT MHU dilakukan dengan menggunakan metode tambang terbuka, pada tahun 2020 PT MHU berencana untuk mengoptimalkan batubara yang telah mencapai akhir tambang dengan melakukan penambangan di highwall menggunakan metode auger mining. Auger mining merupakan salah satu sistem penambangan yang mengekstraksi batubara pada pit-pit yang sudah mine out (final) sehingga dapat memperpanjang usia tambang produktif secara keseluruhan, batubara yang berada pada daerah yang dianggap sudah tidak layak tambang secara ekonomi atau dengan kata lain merupakan cadangan marginal batubara dapat dikelola dan dimanfaatkan dengan menggunakan metode auger mining. Perencanaan penambangan dengan metode auger mining adalah upaya nyata yang dilakukan PT MHU untuk melaksanakan pengelolaan konservasi batubara terkhusus terhadapa objek cadangan marginal batubara dan juga mendorong terwujudnya kaidah teknik  pertambangan yang baik. Dengan pelaksanaan konservasi Batubara dan dukungan dari seluruh stakeholder maka diharapkan adanya peningkatan dan upaya untuk mengelola serta memanfaatkan cadangan marginal batubara sehingga seluruh sumberdaya yang ada dapat dioptimalkan untuk dilakukan kegiatan penambangan sehingga dapat memberikan nilai tambah

    PEMANFAATAN SPEKTROSKOPI REFLEKTANSI DALAM PENGINDRAAN JAUH SENSOR OPTIS UNTUK EKSPLORASI MINERAL

    No full text
    Spektroskopi reflektansi merupakan salah satu metode non-desktruktif dan tanpa kontak yang cepat dalam mengidentifikasi material dalam hal ini mineral dan batuan. Teknik ini menggunakan sifat reflektansi yang terjadi pada rentang gelombang elektromagnetik tampak hingga inframerah gelombang pendek (0,4–2,5 µm) dimana rentang gelombang ini juga memiliki kesesuaian dengan produk sensor optis seperti foto udara dan citra satelit multi-/hiperspektral. Tujuan dari kajian ini adalah untuk menganalisis pemanfaatan spektroskopi reflektansi yang digunakan dalam pengindraan jauh (indraja) dengan tujuan untuk eksplorasi mineral. Analisis terhadap respon spektral seperti bentuk absorpsi, posisi, dan reflektansi absolut untuk interpretasi jenis material dilakukan terhadap hasil pengukuran langsung menggunakan spektroradiometer. Hasil ini selanjutnya menjadi basis data dan disesuaikan guna keperluan pencitraan spektroskopi disamping menggunakan basis data yang sudah tersedia. Penelitian mengambil studi kasus pemetaan alterasi hidrotermal dan identifikasi mineral ikutan timah termasuk mineral pembawa unsur tanah jarang.Teknik pemetaan spektral yang didemonstrasikan antara lain spectral angle mapper, linear spectral unmixing, perbandingan dan komposit band, serta metode berbasis principal component analysis. Hasil kajian memperlihatkan kapabilitas penggunaan metode indraja berdasar prinsip reflektansi dalam memetakan daerah potensi mineral khususnya pada daerah terbuka. Hal yang perlu mendapat perhatian adalah pada daerah yang ditutupi tumbuhan penggunaan metode berbasis reflektansi memerlukan perlakuan khusus terutama untuk penekanan reflektansi tumbuhan terhadap mineral guna mengekstrak peta sebaran mineral. Dengan menggunakan metode analisis dan pemilihan citra dengan panjang gelombang yang tepat, pemetaan indraja menggunakan prinsip spektroskopi reflektansi menjadi salah satu inovasi dalam eksplorasi mengingat teknologi pencitraan yang juga terus berkembang

    MEMPERSIAPKAN SDM PERTAMBANGAN YANG UNGGUL MENUJU INDONESIA MAJU 2045 EVALUASI SUMBERDAYA DAN CADANGAN SUBDOMAINING LAPISAN SAPROLIT – SITE MORONOPO, MALUKU UTARA

    No full text
    Domain merupakan hal yang harus diperhatikan dalam estimasi sumberdaya mineral. Domain adalah zona yang secara geologi dan statistik homogen. Domain geologi pada ore deposit nikel laterit pada umumnya terdiri dari limonit dan saprolit. Untuk memenuhi definisi domain, maka kedua domain geologi tersebut seharusnya menunjukkan populasi yang homogen secara statistik.Statistik kadar nikel (Ni) zona saprolit Prospek Moronopo mengindikasikan dua populasi, yaitu populasi Ni kadar tinggi dan populasi Ni kadar rendah. Sehingga kondisi tersebut tidak memenuhi definisi domain berdasarkan Daniel Guibal dan mempengaruhi hasil estimasi kadar. Secara spasial, kedua populasi Ni tersebut memiliki trend dalam arah vertikal, yaitu populasi Ni kadar tinggi berada di saprolit bagian atas, sedangkan populasi Ni kadar rendah berada di saprolit bagian bawah.Perbedaan secara spasial dalam arah vertikal tersebut dapat teramati secara visual dari sampel whole rock core, bagian atas saprolit dicirikan oleh warna coklat kehijauan, ukuran butir laterite didominasi ukuran clay – sand. Sedangkan bagian bawah dari saprolite dicirikan oleh warna hijau keabu-abuan, ukuran butir laterite gravel, dengan vein silica dan mineral talc mulai banyak ditemukan pada lapisan ini.Pemisahan domain dilakukan menggunakan data assay yang didapat dari analisis XRF dengan memperhatikan elemen utama, yaitu Ni, Fe, MgO dan SiO2. Hasil pemisahan domain tersebut menghasilkan subdomain upper saprolit dan lower saprolit dengan masing-masing telah menunjukkan satu populasi dan telah memenuhi definisi domain Daniel Guibal. Proses estimasi menggunakan sub domain memberikan hasil Ni kadar tinggi yang lebih banyak jika dibandingkan tanpa menggunakan subdomain

    PENGGUNAAN OLI BEKAS DALAM CAMPURAN BAHAN PELEDAK EMULSI PADA TAMBANG BATUBARA

    No full text
    PT. Multi Nitrotama Kimia merupakan salah satu perusahaan jasa pertambangan yang bergerak pada bidang penyedia jasa peledakan dan penjualan bahan peledak terbesar di Indonesia. PT Putra Perkasa Abadi Jobsite Alam Bara Jaya Pratama merupakan salah satu customer dari PT Multi Nitrotama Kimia yang melakukan kegiatan operasional pertambangan yang besar sehingga memiliki limbah oli bekas yang banyak. PT. Putra Perkasa Abadi Jobsite Alam Bara Jaya Pratama bekerjasama dengan PT Multi Nitrotama Kimia untuk mengelola limbah oli bekas ini menjadi bahan campuran dalam pembuatan bahan peledak berbasis emulsi agar dapat mengurangi jumlah limbah bahan beracun dan berbahaya (oli bekas) dan mengurangi biaya operasional peledakan.Tahap awal penelitian dilakukan dengan uji laboratorium 9 parameter oli bekas sesuai dengan kriteria limbah B3 minyak pelumas dari bekas kegiatan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun untuk kegiatan pemanfaatan limbah bahan berbahaya dan beracun dengan tujuan sebagai kontrol dan upaya untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan akibat penggunaan oli bekas sebagai campuran dalam pembuatan bahan peledak berbasis emulsi. Sesuai dengan standar yang ada, treatment yg dilakukan terhadap mixing bahan peledak dengan campuran 100% waste oil yang dilakukan oleh PT. MNK tetap menghasilkan kualitas peledakan yang optimal sehingga dapat menekan penggunaan solar dan mengurangi biaya operasional peledaka

    SUMBER ENERGI BATU BARA KALIMANTAN TIMUR (KALTIM) SEBAGAI PENOPANG EKONOMI IBU KOTA NEGARA (IKN) BARU

    No full text
    Industri pertambangan batu bara Indonesia khusunya di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) kini menghadapi sejumlah tantangan, seperti kecenderungan penurunan harga komoditas batu bara, tuntutan pengelolaan lingkungan dan tanggung jawab sosial, isu pemanasan global, hilirisasi batu bara, serta terhentinya minat lembaga pembiayaan untuk mendukung industri ini. Padahal sebagai Ibu Kota Negara (IKN) baru, sumber energi batu bara di wilayah Kaltim sangat penting untuk mendukung kondisi perekonomian wilayah. Oleh karena itu, pemerintah harus cepat mengambil langkah antisipatif agar sumber energi batu bara tetap menjadi penopang pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah IKN baru ini. Selain dari sisi pemerintah, peran dari perusahaan-perusahaan batu bara juga ikut menentukan keberhasilan ekonomi wilayah. Salah satu perusahaan pertambangan mineral dan batu bara yang berkontribusi dalam perekonomian wilayah Kaltim adalah PT Kaltim Prima Coal (KPC).Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan peran sumber energi batu bara Kaltim sebagai penopang ekonomi IKN baru. Metode penulisan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa PT KPC sebagai perusahaan penyedia sumber energi batu bara di wilayah Kaltim sangat berperan sebagai penopang ekonomi IKN baru melalui pembayaran pajak dan royalti tambang terbesar. Selain itu, hasil analisis ini dapat dimanfaatkan sebagai masukan bagi pemerintah dalam merumuskan arah kebijakan sumber energi batu bara. Kebijakan strategis sumber energi batu bara menjadi sangat penting, karena sektor sumber energi batu bara terkait erat dengan berbagai aspek kehidupan nasional. Pemerintah harus mampu merumuskan kebijakan yang merangkum semua sektor di bidang sumber energi batu bara untuk menghasilkan alokasi sumber daya yang optimal dalam rangka mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan untuk menopang ekonomi IKN baru

    PENGARUH RENTANGAN TRAVELING TIME DUMP TRUCK TERHADAP OPERATING PRODUCTIVITY DI TAMBANG BATU HIJAU PT AMMAN MINERAL NUSA TENGGARA

    No full text
    Produktivitas alat produksi harus diupayakan semaksimal mungkin agar target produksi yang telah direncanakan dapat tercapai. Produktivitas alat yang digunakan berhubungan erat dengan cycle time alat tersebut. Salah satu alat berat utama yang digunakan sebagai alat angkut di Tambang Batu Hijau PT Amman Mineral Nusa Tenggara adalah dump truck. Komponen terbesar kedua cycle time dump truck dalam hal lama waktunya adalah traveling time. Komponen ini memakan 31,30% dari waktu keseluruhan cycle time sehingga kompenen ini harus diperhatikan dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh traveling time dump truck terhadap operating productivity. Data yang digunakan untuk penelitian ini berasal dari tanggal 1 Agustus 2018 hingga 31 Juli 2019. Penelitian ini menggunakan metode dan uji statistika untuk mencari hubungan, pengaruh, dan dampak traveling time dump truck terhadap operating productivity-nya. Metode statistika utama yang digunakan adalah kolerasi dan regresi linier sedangkan uji statistika yang digunakan adalah uji hipotesis dengan menggunakan t-student, uji-z, dan nilai P (P-value) dengan taraf signifikansi sebesar 5%. Dari penelitian ini didapatkan kesimpulan bahwa semakin besar rentangan traveling time dump truck, maka rata-rata operating productivity-nya akan semakin kecil. Secara umum jumlah traveling time terlama dalam satu hari meningkat dan jumlah traveling time tersingkat dalam satu hari menurun mulai dari awal shift hingga akhir shift, baik pada shift siang maupun malam. Salah satu saran yang dapat diberikan adalah perlu dijaga keidealan suasana untuk kegiatan traveling pada pagi hari, yang berupa debu yang beterbangan sedikit, udara yang sejuk, suasana yang terang, semangat dan energi operator dump truck yang tinggi, serta tingkat kejenuhan yang rendah, sepanjang hari agar traveling time dump truck dapat selalu berada pada kondisi minimum

    “ SINTESIS+†DAN METODE GAS PERUNUT SEBAGAI BUKTI DARI KEMAJUAN TEKNOLOGI DAN ARAH KEBIJAKAN DALAM PERTAMBANGAN YANG MENGUTAMAKAN KESELAMATAN PEKERJA TAMBANG

    No full text
    Indonesia merupakan negara yang terkenal dengan kekayaan sumber daya alam pertambangannya, baik itu mineral maupun batubara. Lahan pertambangan ini tersebar di berbagai wilayah yang terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu tambang terbuka, tambang bawah tanah dan tambang bawah air. Sektor lahan dan lapangan pekerjaan pertambangan yang luas, menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat Indonesia. Namun aktivitas pertambangan sangat rawan dengan resiko terjadi kecelakaan. Oleh karena itu pemerintah selalu berusaha untuk melindungi segenap pekerja tambang serta kekayaan tambang tersebut lewat kebijakan yang terus disempurnakan, seperti adanya perubahan Undang – Undang Nomor 3 Tahun 2020 atas Undang – Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Anak bangsa juga ikut serta berkontribusi dengan berinovasi lewat perkembangan teknologi dalam bidang pertambangan mineral dan batubara untuk kesejahteraan bangsanya

    0

    full texts

    290

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇