Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
Not a member yet
290 research outputs found
Sort by
INTEGRATION OF CSR PROJECTS IN COAL MINING ACTIVITIES IN ACEH
Indonesia with its vast number of coal resources and natural resources exploitation and mining operational activities are expected to bring economic impacts both in terms of infrastructure, Corporate Social Responsibility (CSR), employment, etc., which is in line with the concept of business ethics and the essence of rights and duties in society. Yet, many problems that are supposed to be solved with such potentials are not effectively reduced or diminished. Government regulation states that companies are required to develop community development and empowerment programs in the vicinity of the mining area which must first be consulted with the local government and communities, where they can propose a program. Those are prioritized to the surrounding communities that are directly affected by mining activities, regardless of administrative boundaries of the district area. This research was conducted through observation, interviews, reports, and papers from coal mining companies and related institutions on action planning research methods which then focused on analysing the development of mining in Aceh, where the hypothesis that emerged is regarding the possibility to combine mining, forestry products, plantation, poultry, and fishery in the coal mining concession area in Aceh to reduce the negative impact. Collaboration with the local community can be utilized for village development and construction of mining company’s needs, along with the potential to produce additional profits for both parties. Hence, this could serve as a solution to illegal logging and mining as well as land burning and conflicts, through the system of cooperation and profit sharing. Additional programs on health, education and infrastructure that are based on surveys and research produce appropriate results according to the root of the problem and actual needs, which the community may not have previously realized
APLIKASI METODE EVALUASI EKONOMI REAL OPTION PADA RENCANA INVESTASI SMELTER NICKEL PIG IRON
Industri ekstraksi logam terus membutuhkan proses yang lebih baik dengan tujuan meningkatkan keuntungan ekonomi dan ramah lingkungan. Secara umum reduksi selektif dapat mencapai efisiensi proses yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode ekstraksi nikel yang banyak dipakai seperti Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF) maupun blast furnace. Pemanfaatan bijih nikel laterit low grade yang efisien dan menguntungkan dinilai sangat penting. Nickel Pig Iron (NPI) merupakan sebuah variasi dari produk feronikel. NPI sendiri memiliki ciri khas kadar nikel yang rendah dan kadar besi yang tinggi dibandingkan dengan produk feronikel lainnya. Kegiatan pertambangan memerlukan waktu yang lama dan resiko yang besar dalam pengembalian investasinya. Hal ini disebabkan oleh besarnya nilai investasi yang diperlukan dan adanya faktor ketidakpastian ekonomi yang tinggi. Pada penelitian ini, faktor ketidakpastian ekonomi yang tinggi terutama disebabkan oleh pergerakan harga komoditas nikel. Metode Real Option dapat menyesuaikan faktor ketidakpastian tersebut dengan cara menilai aset dengan turut menghitung pengembalian dari aset nyata atau melindungi nilai aset tersebut saat terjadi hal yang negatif atau merugikan, sebagai contoh turunnya harga nikel. Hasil analisa real option menyatakan bahwa investasi ini layak dan menguntungkan dengan nilai opsi (NPV strategis) sebesar 187.154.405,56
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP OPERASIONAL PT. KALTIM PRIMA COAL
Kasus penyebaran COVID-19 pertama kali ditemukan di wilayah Wuhan, Tiongkok. Penyebaran COVID-19 mengalami peningkatan dan menjadi pandemic global. Badan Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi menetapkan kasus penyebaran COVID-19 sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (KKMMD). Hal ini berdampak kepada seluruh elemen kesehatan, sosial, ekonomi, dan budaya, termasuk bidang usaha pertambangan batubara. Tetapi perusahaan pertambangan batubara dituntut untuk tetap beroperasi, untuk menjamin pasokan energi saat terjadi pandemic global.PT. Kaltim Prima Coal sebagai salah satu perusahaan batubara terbesar di Indonesia, berkomitmen penuh untuk menjamin ketersedian pasokan energi baik secara regional maupun global. Hal ini selaras dengan visi PT. Kaltim Prima Coal. “Produsen batubara terkemuka Indonesia untuk memenuhi kebutuhan dunia, yang memberikan nilai optimal bagi semua pemangku kepentinganâ€. Hatari Department salah satu departemen di Mining Operation Division, PT. Kaltim Prima Coal yang mengoperasikan 4 pit operation melakukan berbagai inisiatif agar beroperasi dengan optimal, efektif, efisien, dan sesuai protokol kesehatan. Beberapa inisiatif yang dilakukan sebagai berikut:Pelaksanaan physical distancing dengan metode “drop zone†dan “zonasiâ€.Pengisian formulir pernyataan kesehatan karyawan, pengukuran suhu menggunakan thermo scan dan thermo gun, penggunakan masker, budaya cuci tangan, serta menggunakan hand sanitizer saat di dalam kabin alat berat.Penyemprotan disinfectant semua sarana transportasi diawal shift dan alat berat.Pengaturan penumpang sarana transportasi untuk mencukupi kebutuhan manpower dan penerapan physical distancing.Melalui inisiatif-inisiatif tersebut Hatari Department mampu mencapai target produksi yang direncanakan sebagai komitmen menjamin pasokan energi, serta praktek operasional terbebas dari pandemic COVID-19
HUBUNGAN PERILAKU KESELAMATAN DAN IKLIM KESELAMATAN TERHADAP KINERJA KESELAMATAN PADA PERUSAHAAN KONTRAKTOR PERTAMBANGAN
Kinerja keselamatan kerja yang direfleksikan oleh terjadinya kecelakaan kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menggambarkan hubungan antara perilaku keselamatan pekerja dan iklim keselamatan yang ada terhadap kinerja keselamatan perusahaan kontraktor pertambangan. Penelitian ini menggunakan data dari responden dengan pengambilan data menggunakan metode survai melalui kuesioner. Penentuan sampel responden menggunakan metode simple random sampling. Responden dalam penelitian ini berjumlah 161 orang bagian produksi pada perusahaan kontraktor pertambangan batubara. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model persamaan struktural. Hasil analisis model persamaan struktural dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku keselamatan dan iklim keselamatan berpengaruh positif terhadap kinerja keselamatan perusahaan. Pengaruh perilaku keselamatan terhadap kinerja keselamatan lebih besar dibandingkan dengan pengaruh iklim keselamatan terhadap kinerja keselamatan
BIOEKSTRAKSI TEMBAGA DARI AIR ASAM TAMBANG DENGAN METODE PHYTOMINING MENGGUNAKAN TANAMAN EICHHORNIA CRASSIPES (MART.)
Air asam tambang merupakan salah satu side effect dari industri pertambangan yang memiliki dampak buruk bagi lingkungan. Air asam tambang mengandung beragam logam berat yang apabila mengontaminasi makhluk hidup, baik tumbuhan, hewan, atau bahkan manusia tentunya akan berakibat pada masalah yang serius. Beragam upaya dilakukan untuk menanggulangi masalah air asam tambang ini, mulai dari cara fisika-kimia biasa menggunakan zat-zat penetral tertentu hingga mulai dikembangkan cara lain seperti phytomining. Phytomining sendiri adalah proses penambangan suatu logam dengan bantuan tumbuhan, dan dalam kasus ini diharapkan bisa mengambil logam berat dari air asam tambang sehingga dapat meminimalisasi bahaya yang ditimbulkan. Dalam penelitian ini akan dibahas mengenai phytomining logam tembaga dari air asam tambang menggunakan tanaman Eichhornia crassipes (Mart.) atau eceng gondok. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan cara penambangan logam tembaga dari air asam tambang dengan tanaman eceng gondok hingga proses pemurnian tembaga tersebut menjadi katoda tembaga, serta menjelaskan mengapa cara tersebut lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan penambangan biasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, yaitu mencari penjelasan dan data mengenai pengolahan air asam tambang melalui jurnal, artikel dan buku-buku terkait. Dari penelitian yang dilakukan, hasilnya adalah tahapan-tahapan phytomining logam tembaga dari air asam tambang yaitu fitoekstraksi dengan tanaman eceng gondok yang kemudian tanamannya dikeringkan dan dibakar hingga menjadi abu, dilanjutkan oleh bioleaching dengan bakteri Acidithiobacillus ferrooxidans dan Acidithiobacillusthiooxidans yang kemudian disaring agar terpisah larutan hasil pelindian yang kaya akan tembaga dengan larutan sisa pelindiannya, kemudian dilakukan solvent extraction dengan Mextral 5460H, lalu dilakukan stripping untuk memperoleh larutan kaya tembaga, dan diakhiri dengan electrowinning hingga mendapatkan katoda tembaga. Pengolahan air asam tambang dengan metode ini terbukti lebih ramah lingkungan, lebih ekonomis, dan masih tetap akan mendapatkan logam tembaga dengan kemurnian tinggi
STUDI EKSTRAKSI SILIKON DARI PASIR SILIKA INDONESIA DENGAN METODE METALOTERMIK
Pembangkit listrik di Indonesia mayoritas masih menggunakan bahan bakar fosil sehingga menghasilkan gas buang dalam jumlah besar terutama gas CO2. Gas tersebut merupakan gas rumah kaca sehingga dibutuhkan sebuah solusi untuk menangani hal ini. Salah satu solusi tersebut yakni pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Diantara pemanfaatan EBT tersebut, Indonesia memiliki peluang yang besar untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) karena negara ini terletak di garis khatulistiwa. Saat ini, material yang umum digunakan untuk PLTS adalah silikon. Pada tahun 2019, produksi silikon dunia mencapai 7 juta ton. Menurut data BPS, Indonesia hingga saat ini belum memproduksi produk tambang silikon seperti paduan silikon maupun silikon murni padahal memiliki potensi bahan baku berupa silika sekitar 17 miliar ton yang tersebar hampir di seluruh indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan besar perolehan ekstraksi silikon dari pasir silika Indonesia dengan metode metalotermik. Komposisi pasir silika yang digunakan berasal dari beberapa daerah di Indonesia yang memiliki kadar silika tinggi. Simulasi proses dilakukan dengan menggunakan aplikasi FactSage dengan 3 reduktor berbeda yaitu magnesium, kalsium, dan aluminium pada temperatur operasi 700-1200°C dengan tahapan 50°C. Spontanitas reaksi dapat dilihat dari nilai Energi Bebas Gibbs yang diperoleh dari FactSage. Dari hasil simulasi, diperoleh hasil berupa perolehan silikon tertinggi berasal dari reduksi pasir silika Sukabumi menggunakan aluminium sebesar 99,94%. Dari hasil simulasi diketahui bahwa perolehan silikon tidak dapat mencapai 100%. Hal ini disebabkan oleh pembentukan beberapa senyawa intermetalik seperti CaSi2, Mg2Si, FeSi2, dll. Silikon yang dihasilkan dilakukan proses pemurnian menjadi Silicon Metallurgical Grade (Si-MG) yang menjadi bahan baku untuk memproduksi Silicon Solar Grade (Si-SoG) berupa silicon wafer yang digunakan pada aplikasi photovoltaic. Dengan melihat potensi ini, diharapkan Indonesia dapat memproduksi silicon wafer untuk mengurangi ketergantungan impornya.Â
ANALISIS METODE PEMBERAIAN METERIAL BERDASARKAN BIDANG DISKONTINU DAN ABRASIVITAS BATUGAMPING DI CV ELUAMA, KUPANG.
CV Eluama merupakan perusahaan yang melakukan penambangan batugamping dengan menerapkan sistem penambangan kuari menggunakan alat mekanis. Batugamping digunakan untuk keperluan industri bahan galian khususnya pembangunan rumah masyarakt. CV Eluama melakukan penambangan berdasarkan permintaan yang dilakukan pembeli sehingga target produksi berubah setiap harinya dalam range 80 sampai 180 ton perhari. Perusahaan berencana untuk menambah alat gali muat excavator agar dapat memenuhi target produksi yang tidak tercapai ketika permintaan sedang tinggi. Hal ini dapat terjadi karena matode pemberaian dan spesifikasi alat yang digunakan tidak sesuai dengan kondisi massa batuan di lokasi tersebut. Evaluasi dilakukan menggunakan data bidang diskontinu yang diperolah melalui pengamatan secara langsung di lapangan dengan nilai point load index yang diperoleh dari uji laboratorium. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi metode pemberaian yang digunakan oleh CV Eluama, dan melakukan analisis pengaruh tingkat abrasivitas terhadap metode pemberaian yang digunakan. Hasil penelitian menunjukan batugamping di CV Eluama termasuk dalam kategori hard ripping dengan tingkat abrasivitas yaitu tidak abrasive sampai sedikit abrasive sehingga tidak mempengaruhi kinerja alat gali muat
ANALISIS PEMINDAHAN LUMPUR PADA SUMP RAJA AMPAT BULAN SEPTEMBER 2019 DI PIT SOUTH TUTUPAN PT ADARO INDONESIA
PT Adaro Indonesia merupakan tambang batubara yang menggunakan metode open pit dalam pengambilan batubara yang mana semua aktivitas dilakukan di atas permukaan bumi, salah satu masalah dalam metode open pit  ini adalah air, karena semua dilakukan di atas permukaan bumi maka ketika terjadi hujan air akan masuk ke area penambangan dan air tersebut tercampur dengan material padatan yang dilaluinya dan tergenang dalam lokasi penambangan tepatnya di kolam penampungan air sementara atau sump yang didalamnya terdapat air dan lumpur yang terendapkan diakibatkan hujan. Pada penelitian yang di amati ini terdapat 2 metode pemindahan lumpur yang berbeda untuk memindahkan lumpur pada Sump Raja Ampat, pertama menggunakan metode Shovel and Truck dengan alat Gali Muat Komatsu PC2000 dan Alat Angkut HD785 Type X-Pro Vessel, dan kedua menggunakan metode Slurry Pump dengan Alat Muat Dragflow Komatsu PC300 dan Alat Angkut HD785 Type Tailgate.Hasil yang didapatkan dalam penelitian kali ini dengan 2 metode yang berbeda adalah, metode shovel and truck mampu memindahkan lumpur pada bulan September 2019 sebesar 153.114M3 dengan Plan dari perusahaan 161.145M3 jadi masih ada selisih sebesar 8.031 M3 lumpur yang belum terpindahkan. Sedangkan metode slurry pump berhasil memindahkan lumpur sebesar 48.420M3 dengan Plan dari perusahaan 80.210 M3 jadi masih terdapat selisih sebesar 31.790 M3 lumpur yang belum terpindahkan. Total lumpur yang dapat terpindahkan dengan kedua metode tersebut adalah 201.534 M3 dengan Plan 241.355 M3jadi masih ada selisih sebesar 39.821 M3 antara Plan dan Actual pada bulan september 2019.Â
KETERPADUAN KEGIATAN PROGRAM PENDIDIKAN PT BUMI SUKSESINDO UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN WARGA PRA SEJAHTERA MASYARAKAT SEKITAR TAMBANG
Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Bumi Suksesindo (PT BSI) bidang pendidikan bagi warga pra sejahtera sebagai wujud komitmen dan tanggung jawab sosial perusahaan. Program ini sesuai dengan Kepmen ESDM No. 1824/2018 guna berkontribusi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) bahwa semua anak perempuan dan laki-laki menyelesaikan pendidikan primer dan sekunder yang gratis, setara dan berkualitas. PT BSI mempunyai tujuan mensejahterakan masyarakat sekitar tambang melalui pengembangan sumber daya manusia untuk mempersiapkan generasi yang mampu berdaya saing dan mandiri secara berkelanjutan. Dalam pengembangan masyarakat baik di bidang ekonomi, sosial budaya dan pendidikan PT BSI menggunakan metode dengan beberapa tahapan: (1) Pemetaan sosial di wilayah sekitar tambang melalui jasa konsultan dari CSR A+. (2) Evaluasi hasil pemetaan sosial untuk menentukan program yang cocok diterapkan di Kecamatan Pesanggaran dan sesuai dengan kebutuhan warga. (3) Melaksanakan program sesuai dengan perencanaan dan target yang ingin dicapai untuk pengembangan sumber daya manusia. Keterpaduan program pendidikan terdiri dari bantuan bus sekolah, beasiswa pendidikan, dan beasiswa kejar paket. PT BSI menyediakan empat unit bus sekolah gratis bagi siswa di Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi. Hal ini dinilai sangat membantu siswa dari keluarga pra sejahtera dalam hal transportasi. Capaian total siswa yang menggunakan bus sekolah dari tahun 2018 sampai dengan 2019 sebanyak 431 siswa. Selanjutnya beasiswa pendidikan mulai dari tingkat SD sampai tingkat perguruan tinggi bagi siswa kurang mampu dan berprestasi. Tiga tahun terakhir data penerima manfaat program beasiswa mulai dari tahun 2018 sampai dengan 2020 secara berturut-turut sebanyak 140 orang, 141 orang dan 145 orang. Bagi warga yang terlanjur putus sekolah, PT BSI memberikan kesempatan melalui pendidikan kesetaraan paket B dan paket C yang bekerja sama dengan PKBM Lentara Hati di Desa Sumberagung, program ini dilaksanakan sejak tahun 2019. Dengan total warga belajar tahun 2019 sebanyak 40 orang, tahun 2020 sebanyak 59 orang. Berdasarkan monitoring pelaksanaan program pendidikan PT BSI dan data  penerima manfaat dapat lebih dioptimalkan dalam rangka untuk memenuhi pendidikan yang berkualitas bagi warga pra sejahtera di sekitar perusahaan. Dan membantu program pemerintah yakni penuntasan wajib belajar 12 tahun. Keterpaduan program tersebut berkontribusi nyata terhadap Angka Partisipasi Murni (APM) pendidikan dasar di Kecamatan Pesanggaran mencapai 100%
Menuju Era Digitalisasi Pertambangan
Indonesia saat ini tengah memasuki era Revolusi Industri 4.0 (Fourth Industrial Revolution). Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan penggabungan antara teknologi siber dan otomasi, atau yang dikenal sebagai Cyber-Physical System. Teknologi tersebut meliputi, Internet of Thing, Artificial Intelligence, Cloud Computing, Big Data, dan Additive Manufacturing. Untuk merealisasikan Revolusi Industri 4.0, strategi pemerintah Indonesia adalah dengan menyiapkan lima sektor manufaktur unggulan yaitu, industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, dan elektronik. Pengembangan kelima sektor industri yang menjadi fokus dalam implementasi Revolusi Industri 4.0 ini tidak terlepas dari dukungan sektor energi sebagai sektor penggerak perekonomian sehingga memicu naiknya permintaan pasokan energi dalam negeri (Fitri & Zahar, 2019). Menurut Dewan Energi Nasional Republik Indonesia, saat ini batubara masih menjadi primadona pemenuhan energi nasional dengan target 35,5% pada tahun 2021. Bahkan batubara masih akan mendominasi bauran energi nasional pada tahun 2025 sebanyak 30% dan 25% pada tahun 2050. Untuk mengakomodasi permintaan energi yang tinggi, pemerintah Indonesia telah membuat beberapa kebijakan terkait kecukupan dan ketahanan energi nasional. Kebijakan tersebut antara lain, Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 dan Rancangan Umum Energi Nasional (RUEN) melalui Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2017. Namun, menurut Fitri & Zahar (2019) salah satu isu dan permasalahan energi yang menjadi fokus negara Indonesia berdasarkan RUEN adalah terbatasnya penelitian, pengembangan, dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi