e-jurnal Politeknik Negeri Nusa Utara
Not a member yet
385 research outputs found
Sort by
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMA KARTU INDONESIA PINTAR (KIP) DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) (Studi Kasus: SD GMIST Petra Nagha)
Dengan adanya Kartu Indonesia Pintar (KIP) siswa yang kurang mampu bisa melanjutkan pendidikan hingga kejenjang sekolah menengah atas. Peluncuran program KIP oleh pemerintah ini ditujukan agar dapat menghilangkan kesenjangan atau hambatan ekonomi bagi siswa yang berkeinginan untuk sekolah. Dalam tujuan yang luas lagi Kartu Indonesia Pintar ini juga wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun dan juga Pendidikan Universal/ Wajib Belajar 12 Tahun. Pendistribusian Kartu Indonesia Pintar sering kali tidak tepat sasaran. Masih bersifat subjektif dan masih menggunakan microsoft excel sehingga membutuhkan waktu yang lama dalam proses menginput data secara berulang, yang memungkinkan terjadinya kecurangan dalam pemilihan dan terjadinya kesalahan dalam penginputan data. Demi mempermudah pekerjaan dan menghindari kesalahan data dengan sistem lama maka dibangunlah sebuah Sistem Pendukung Keputusan Penerima Kartu Indonesia Pintar menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Sistem Pendukung Keputusan ini diharapkan dapat membantu mempermudah dalam memilih siswa yang layak mendapatkan Kartu Indonesia Pintar.
With the existence of KIP, students who are less able to continue their education to high school level. The launch of the Smart Indonesia Card program by the government is aimed at eliminating gaps or economic barriers for students who wish to go to school. In a broader purpose, the Smart Indonesia Card is also required to study 9 years of basic education as well as universal education / 12 year compulsory education. The distribution of Indonesia Smart Cards is often not on target. Still subjective and still use Microsoft Excel so that it takes a long time in the process of inputting data repeatedly, which allows fraud in the selection and errors in data input. In order to make work easier and avoid data errors with the old system, a Decision Support System for Indonesian Smart Card Recipients was built using the Simple Additive Weighting (SAW) method. This Decision Support System is expected to help make it easier to choose students who are eligible for the Smart Indonesia Card
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBESARAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) SISTEM INTENSIF DI KELOMPOK PEMBUDIDAYA ‘LUMBENA” KAMPUNG KUMA 1 KECAMATAN TABUKAN TENGAH
Permintaan kebutuhan ikan air tawar khususnya ikan nila (Oreochromis niloticus) mengalami kenaikan diiringi oleh peningkatan tingkat konsumsi ikan. Kampung Kuma 1 adalah kampung yang terletak di Wilayah Kecamatan Tabukan Tengah, merupakan salah satu kampung yang melakukan kegiatan usaha budidaya ikan nila. Budidaya yang dilakukan masih menerapkan sistem konvensional, sehingga untuk meningkatkan hasil produksi, salah satu cara adalah dengan menerapkan budidaya ikan secara intensif. Pemeliharaan ikan dapat dilakukan dengan padat tebar tinggi dan menggunakan pakan dengan protein tinggi. Kegiatan PKMS dilakukan untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat tentang teknik budidaya ikan nila sistem intensif. Peserta kegiatan adalah masyarakat pembudidaya ikan “Lumbena” dan pemerintah Kampung. Pelaksanaan kegiatan pada bulan juli-Agustus 2021 dengan metode partisipasi aktif dari pembudidaya dan pendampingan tim PKMS. Materi kegiatan meliputi teknik pembesaran ikan meliputi penyiapan wadah, penyiapan benih ikan, pengontrolan kualitas air, pemantauan hama dan penyakit ikan, pemberian pakan, pemanenan. Masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan ini dan dari kegiatan ini masyarakat bisa memperoleh tambahan pengetahuan dan ketrampilan dalam melakukan kegiatan budidaya ikan.
The demand for freshwater fish such as tilapia (Oreochromis niloticus) in the Sangihe Islands has increased along with an increase in fish consumption. Located in the Central Tabukan district, Kampung Kuma I was one of the villages whose community had been actively engaged in tilapia fish farming for years. However, to increase tilapia production in the village, an intensive fish farming method, in place of the currently applied conventional technique, was urgently needed. The fish rearing could be achieved by using high stocking density and fish feed containing high protein. This community service (known also as PKMS) aimed to provide counseling and training on intensive techniques in tilapia cultivation to the community in the village. The participants of the PKMS were a fish farming community named "Lumbena" and members of the local/village government. The PKMS was conducted from July to August 2021 through mentoring by the PKMS team and active participation from the local fish farmers. The counseling and mentoring topics for the community service covered a wide range of fish rearing techniques such as preparation of fish containers, fish seeds, water quality control, fish pest, and disease monitoring, fish feeding, and fish harvesting. The community actively participated in community service and gained the knowledge and skills required for fish farming
PKMS PELATIHAN PENGGUNAAN TENSIMETER DAN PEMERIKSAAN JANTUNG DALAM UPAYA PENGENDALIAN HIPERTENSI DAN KOMPLIKASINYA PADA MASYARAKAT PESISIR DI KAMPUNG BENGKETANG KECAMATAN TABUKAN UTARA KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE PROVINSI SULAWESI UTARA
Hipertensi merupakan silent killer dimana gejalanya sangat bermacam-macam pada setiap individu. Salah satu upaya promotif dan preventif adalah melakukan deteksi dini hipertensi yang memerlukan pelatihan pengukuran tekanan darah, menggunakan tensimeter dan pemeriksaan EKG. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini memberikan edukasi kesehatan dan motivasi kepada masyarakat untuk dapat memanfaatkan layanan kesehatan agar hipertensi dapat dicegah dan komplikasi dapat dideteksi. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Tahapan pelaksanaan meliputi tahap penyuluhan kesehatan, pelatihan penggunaan tensimeter, pemeriksaan jantung (EKG). Hasil PKMS menunjukkan bahwa tahapan pelaksanaan, tahapan penyuluhan kesehatan, pelatihan penggunaan tensimeter dan pemeriksaan EKG semuanya berjalan baik dan lancar. PKMS dilaksanakan satu hari yakni tanggal 29 Juli 2021. Jumlah peserta 24 orang, yang memiliki hipertensi berjumlah 15 orang. Pemeriksaan jantung ada 17 orang, berirama sinus 5 orang, sinus takikardia 3 orang, sinus bradikardia berjumlah 8 orang, sinus Takikardia AV Node Junctional berjumlah 1 orang. Kesimpulan pelaksanaan PKMS terlaksana dengan baik.
Hypertension is a silent killer where the symptoms vary greatly in each individual. One of the promotive and preventive efforts is to carry out early detection of hypertension requires training in measuring blood pressure using a sphygmomanometer and ECG examination. The purpose of this community service is to provide health education and motivate the community to take advantage of the health services provided so that recurrences due to hypertension can be prevented and complications can be detected. Implementation of the health education stage, training stage were used sphygmomanometer, and the heart examination (EKG so all went well and smoothly. PKMS was held a day on July 29, 2021. The number of participants was 24 people and 15 people have hypertension. 17 people heart examination, 5 people sinus rhythm, 3 people sinus tachycardia, 8 people sinus bradycardia, 1 person AV Node Junctional sinus tachycardia. The conclusion of PKMS implementation was well done
LAYANAN ONLINE BAGI OPERATOR PERGURUAN TINGGI SWASTA KOPERTIS WILAYAH VII DALAM RANGKA PENINGKATAN MANAJEMEN LAYANAN PTS DI JAWA TIMUR ANGKATAN VI TAHUN 2018
Layanan Online bagi operator Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Kopertis Wilayah VII Tahun 2018 Angkatan VI yang diselenggarakan pada tanggal 30 Januari 2018 di Core Hotel Bonnet Surabaya, Jl. Manyar Kertoarjo V No. 62 Surabaya dengan sumber dana DIPA Kopertis Wilayah VII tahun anggaran 2018. Workshop Layanan Online bagi operator Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Kopertis Wilayah VII Tahun 2018 Angkatan VI diikuti sebanyak 55 peserta dari 55 PTS. Workshop Layanan Online melatih para operator PTS untuk belajar tentang aplikasi sistem layanan online dan Pusat Informasi dan Layanan Terpadu yang disingkat PINTU yang digunakan oleh Kopertis Wilayah VII untuk melayani baik itu tentang informasi maupun administrasi khususnya pada PTS dan umumnya pada masyarakat luas. Metode Workshop Layanan Online adalah: Ceramah, tanya jawab, diskusi, praktek/simulasi penggunaan aplikasi sistem layanan online/SILADIKTI (Sistem Layanan Pendidikan Tinggi). Harapan penyelenggara terhadap peserta setelah mengikuti Workshop Layanan Online ini adalah: Peserta dapat mengoperasikan sistem aplikasi SILADIKTI Kopertis Wilayah VII terkait dengan layanan online, Operasional Layanan Online, Layanan Prestasi Perguruan Tinggi dan Layanan Kepegawaian dan Kemahasiswaan.
Online Service Workshop for Private Higher Education (PTS) Kopertis Region VII 2018 Batch VI operators which was held on January 30, 2018 at Core Hotel Bonnet Surabaya, Jl. Manyar Kertoarjo V No. 62 Surabaya with the DIPA Kopertis Region VII funding source for the 2018 fiscal year. The Online Service Workshop for Private Higher Education (PTS) operators Kopertis Region VII 2018 Batch VI was attended by 55 participants from 55 PTS. The Online Service Workshop trains PTS operators to learn about the application of the online service system and the Integrated Information and Service Center, which is abbreviated as PINTU, which is used by Kopertis Region VII to serve both information and administration, especially at PTS and in general to the wider community. The Online Service Workshop Methods are: Lectures, questions and answers, discussions, practice/simulation of using the online service system application/SILADIKTI (Higher Education Service System). The organizer's expectations for participants after participating in this Online Service Workshop are: Participants can operate the SILADIKTI Kopertis Region VII application system related to online services, Online Service Operations, Higher Education Achievement Services and Personnel and Student Services
PSIKOEDUKASI PADA MASYARAKAT PENERIMA VAKSIN COVID-19 DI KAMPUNG TALOARANE KECAMATAN MANGANITU
Vaksinasi Covid-19 di saat pandemi merupakan upaya yang dilakukan pemerintah untuk mempercepat penurunan pandemi melalui vaksin covid 19. Pemberian psikoedukasi dapat melalui penyuluhan kesehatan pada seseorang yang mengalami gangguan psikis dengan tujuan masalah yang dihadapi dapat teratasi. Tujuan PKMS ini yaitu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang vaksin covid 19. Kegiatan penyuluhan dilakukan dari rumah ke rumah hal ini dilakukan karena pandemi Covid-19, dimana tim pengabdian mengunjungi rumah-rumah masyarakat kampung Taloarane Kecamatan Manganitu, kemudian menemui masyarakat yang belum menerima vaksin covid-19 kemudian diberikan penyuluhan tentang vaksin covid-19, edukasi menghilangkan kecemasan dan pemeriksaan tekanan darah. Psikoedukasi sangat penting dilakukan kepada masyarakat penerima vaksin covid-19 melalui penyuluhan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat kampung Taloarane dapat menambah pengetahuan tentang pentingnya mengikuti vaksin untuk mengurangi penularan dan melindungi orang-orang sekitar kita agar terhindar dari covid-19.
Covid-19 vaccination during a pandemic is an effort made by the government to accelerate the decline of the pandemic through the covid 19 vaccine. The provision of psychoeducation can be through health education to someone who has a psychological disorder with the aim of solving the problems faced. The purpose of this PKMS is to increase public knowledge about the covid 19 vaccine. Counseling activities are carried out from the house to house this is done because of the Covid-19 pandemic, where the service team visits the homes of the people of Taloarane village, Manganitu sub-district, then meets people who have not received the COVID-19 vaccine. 19 were then given counseling about the covid-19 vaccine, education on relieving anxiety, and checking blood pressure. Psychoeducation needs to be carried out for the recipients of the covid-19 vaccine through health counseling given to the people of the Taloarane village to increase knowledge about the importance of taking vaccines to reduce transmission and protect the people around us to avoid covid-19
PENINGKATAN KUANTITAS PANCING ULUR “NANNUNGA” SEBAGAI STIMULUS BAGI NELAYAN NELAYAN KAMPUNG BENGKETANG KECAMATAN TABUKAN UTARA
Kampung Bengketang merupakan kampung dipesisir kecamatan Tabukan Utara yang sebagian masyaraktnya menggantungkan diri dari hasil laut, seperti menangkap ikan dasaran. Salah satu alat tangkap yang sering digunakan adalah pancing ulur dasar “nannunga”. Alat tangkap ini penggunaannya menjadi salah satu alat tangkap yang banyak diandalkan nelayan dan umumnya berbahan baku tali damyl Indonesia. Seiring dengan pemakaian yang hampir setiap hari, tentunya membuat kekuatan dari tali semakin hari semakin menurutn. Nelayan kampung Bengketang mulai berinovasi dengan menggant tali dolphin philipin.Tentunya hal ini menjadi tantangan baru, karena harganya jauh lebih mahal. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan stimulus bagi nelayan kampung Bengketang untuk meningkatkan produktivitas dalam penggunaan pancing ulur “nannunga” sebagai salah satu cara meningkatkan taraf hidup. Metode yang digunakan yaitu Partisipatory Rural Apprasial.Hasil yang diperoleh yaitu setelah pemberian stimulus bagi nelayan Bengketang, terlihat ada peningkatan jumlah hasil tangkapan dari dua kali melaut pasca pengabdian yang dilakukan. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian stimulus, konsisten memberikan dampak positif bagi nelayan Bengketang yang menjadi mitra.
Bengketang Village is a coastal village in the North Tabukan sub-district, where most of the people depend on marine products, such as fishing for bottom fish. One of the fishing gear that is often used is the "nannunga" bottom hand line. This fishing gear is used as one of the fishing gear that many fishermen rely on and is generally made from Indonesian damyl rope. Along with almost daily use, of course, the strength of the rope is getting more and more obedient. Fishermen from Bengketang village started to innovate by changing the dolphin ropes from the Philippines. Of course this is a new challenge, because the price is much more expensive. This service aims to provide a stimulus for Bengketang village fishermen to increase productivity in the use of the "nannunga" bottom hand line as a way to improve their standard of living. The method used is Participatory Rural Appraisal. The results obtained are that after the provision of a stimulus for Bengketang fishermen, it appears that there is an increase in the number of catches from going to sea twice after the service is carried out. This shows that the provision of stimulus consistently has a positive impact on Bengketang fishermen who are partners
PENGUATAN USAHA PENGASAPAN IKAN MELALUI TEKNOLOGI PENGEMASAN PRODUK
Masalah utama yang sering dihadapi oleh pengolah ikan asap “Kelompok Berkat” di kampung Petta adalah produk yang dihasilkan tidak dapat bertahan lama atau memiliki umur simpan yang rendah yaitu hanya 3 hari. Hal ini disebabkan karena produk tersebut belum dikemas sehingga produk mudah dihinggapi lalat dan kontaminan lainnya baik dari pekerja maupun peralatan yang digunakan. Keadaan ini menyebabkan nilai jual produk rendah, dan makin lama disimpan harganya makin menurun. Karena itu dirasa sangat perlu dilakukan penyuluhan dan pelatihan tentang cara pengemasan produk ikan asap. Tujuan dari pengabdian ini ialah melakukan penyuluhan tentang 1. fungsi wadah kemasan untuk menjaga kualitas, keamanan, dan masa simpan produk serta menambah daya tarik produk 2. memperkenalkan jenis-jenis wadah kemasan, dan 3. pemasaran produk yg sudah dikemas secara online berbasis media sosial. Tahapan pelaksanaannya meliputi: survey, penyuluhan dan pelatihan tentang pengemasan produk, pemberian bantuan, pendampingan dan evaluasi. Pemberian materi pengemasan diikuti dengan baik oleh kelompok berkat. Kelompok sangat antusias untuk menerima materi yang diberikan. Bantuan yang diberikan serta demo penggunaan alat vakum sealer diikuti dengan baik dan benar oleh kelompok. Kegiatan ini juga telah dipublikasikan pada media online (sastalpos.com).
The main problem that is often faced by the "kelompok Berkat" smoked fish processor in Petta village is that their products cannot last long or has a short shelf life of only 3 days. This is because the product has not been packaged so that the product is easily infested by flies and other contaminants from both the workers and the equipment used. This situation causes the selling value of the product to be low, and the longer it is stored, the lower the price. Therefore, it is necessary to conduct training on how to package smoked fish products. The purpose of this service is to provide training about 1. the function of packaging containers to maintain product quality, safety, and shelf life and increase product attractiveness 2. introduce types of packaging containers, and 3. marketing products that have been packaged by online based on social media. The stages of implementation include: surveys, counseling and training on product packaging, providing assistance, mentoring and evaluation. The distribution of packaging materials was well followed by the kelompok Berkat. The group was very enthusiastic to receive the material given. The assistance provided as well as a demonstration of the use of the vacuum sealer tool were followed properly and correctly by the group. This activity has also been published on online media (sastalpos.com)
TINGKAT KEMANDIRIAN LANSIA DALAM PEMENUHAN ADL (ACTIVITY DAILY OF LIVING) DENGAN METODE BARTHEL INDEKS DI POSYANDU LANSIA KECAMATAN TAMAKO KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE
Kemandirian lansia dalam ADL (Activity Daily Living) didefinisikan sebagai kemandirian seseorang dalam melakukan aktivitas dan fungsi –fungsi kehidupan sehari-hariyang dilakukan oleh manusia secara rutin dan universal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemandirian lansia dalam pemenuhan ADL (Activity Daily Living) dengan metode Barthel Indeks di Posyandu Lansia Kecamatan Tamako Kabupaten Kepulauan Sangihe. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskritif kuantitatif dengan metode survey. Penelitian ini dilaksanakan selama bulan April – September 2021 di Kampung Nagha 1, Kampung Pokole, Kampung Balane, Kampung Binala Kecamatan Tamako Kabupaten Kepulauan Sangihe. Teknik analisa data merupakan cara mengelolah data dengan Editting, Coding, dan Data Entri. Penelitian tentang tingkat kemandirian lansia dalam pemenuhan ADL dengan Metode Barthel Indeks di Posyandu Lansia Kecamatan Tamako Kabupaten Kepulauan Sangihe menunjukkan bahwa sebagian besar lansia berada pada kategori mandiri (tidak ketergantungan). Hasil penelitian ini dapat dijadikan informasi tentang status tingkat kemandirian lansia dalam pemenuhan ADL di Wilayah Kerja Puskesmas Tamako dan diharapkan lebih giat meningkatkan kualitas pelayanan pada lansia agar tingkat kemandirian ini tetap dijaga. Hasil penelitian ini juga menambah literatur dan wawasan bagi pembaca khususnya keperawatan gerontik sehingga memudahkan pembaca untuk dijadikan referensi tambahan yang dapat digunakan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan.
Elderly independence in ADL (Activity Daily Living) is defined as a person's independence in carrying out activities and functions of daily life carried out by humans routinely and universally. This study aims to determine the level of independence of the elderly in fulfilling ADL (Activity Daily Living) with the Barthel Index method at the Elderly Posyandu, Tamako District, Sangihe Islands Regency. The research design used is descriptive quantitative research with a survey method. This research was carried out from April to September 2021 in Nagha 1 Village, Pokole Village, Balane Village, Binala Village, Tamako District, Sangihe Islands Regency. The data analysis technique is a way of managing data with Editing, Coding, and Data Entry. Research on the level of independence of the elderly in fulfilling ADL with the Barthel Index Method at the Elderly Posyandu, Tamako District, Sangihe Islands Regency shows that most of the elderly are in the independent category (not dependent). The results of this study can be used as information about the status of the level of independence of the elderly in fulfilling ADL in the Tamako Health Center Work Area, and it is hoped that they will be more active in improving the quality of services for the elderly so that this level of independence is maintained. The results of this study also add to the literature and insight for readers, especially in gerontic nursing, making it easier for readers to be used as additional references that can be used to improve knowledge
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG VAKSINASI COVID-19 PROTOKOL KESEHATAN 6M, DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN DI KAMPUNG MAHUMU II
Memasuki awal tahun 2022, Indonesia sudah mulai memasuki gelombang tiga virus COVID-19. Upaya untuk menekan lajunya penduduk Indonesia terpapar virus COVID-19 yaitu melalui vaksinasi COVID-19 dan menghimbau masyarakat mematuhi protokol kesehatan lewat penerapan 6M, yaitu menjauhi kerumuman, memakai masker, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, mencuci tangan dengan sabun air mengalir, dan menghindari makan bersama. Namun, capaian vaksinasi COVID-19 di Kecamatan Tamako belum memenuhi target nasional. Tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat oleh Politeknik Negeri Nusa Utara khusunya Jurusan Keperawatan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang vaksinasi COVID-19, protokol kesehatan 6M, dan mengetahui hasil pemeriksaan kesehatannya seperti kadar kolestrol, asam urat, dan gula darah di Kampung Mahumu II. Metode pelaksanaan yaitu memberikan pendidikan kesehatan tentang vaksinasi COVID-19, protokol kesehatan 6M, dan pemeriksaan kesehatan. Waktu pelaksanaan pada tanggal 30 Juli 2022 bertempat di Kampung Mahumu II. Peserta sejumlah 35 orang. Diketahui mayoritas kurang pengetahuan sebanyak 42,9 persen. Pendidikan kesehatan diberikan dengan menggunakan metode leaflet dan ceramah. Sebanyak 94,3 persen berpengetahuan baik setelah diberikan pendidikan kesehatan. Sebanyak 57 persen divaksin booster COVID-19. Terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang vaksinasi COVID-19, protokol kesehatan 6M, dan diketahui hasil pemeriksaan kesehatannya seperti kadar kolestrol, asam urat, dan gula darah di Kampung Mahumu II.
In early 2022 Indonesia has begun to enter the third wave of the COVID-19 virus. To reduce the rate of Indonesian population impact by COVID-19 virus by vaccination and push them to apply health protocols through 6M staying away from the crowd, wearing mask, maintaining distance, reducing mobility, washing hands with soap and water, and avoiding eating with groups, however COVID-19 vaccination in the Tamako District has not yet met the national target. The purpose of community service of Politeknik Negeri Nusa Utara is to increase public knowledge about COVID-19 vaccination and the 6M health protocols and find out health medical checks such as cholesterol, uric acid, and blood sugar levels in Mahumu II Village. These community service methods provide health education about COVID-19 vaccination, 6M health protocols, and health medical check. The implementation of community service of Politeknik Negeri Nusa Utara of Nursing Program on July 30, 2022, at Kampung Mahumu II with 35 participants. The majority had less information 42.9 percent. Health education methods are provided by using leaflets and explanation pictures. Of the amount, 94.3 percent have good knowledge after being given health education methods and about 57 percent were given boosters vaccinated for COVID-19. The community service at Kampung Mahumu II increases public knowledge of COVID-19 vaccination, and 6M health protocols and then has information on health medical checks, cholesterol, uric acid, and blood sugar levels
SANITASI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) PELABUHAN PERIKANAN PANTAI TUMUMPA MANADO
Tempat pelelangan ikan (TPI) adalah tempat transaksi penjualan ikan dan hasil laut baik secara lelang maupun tidak, yang terletak di dalam pelabuhan atau Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI). Masalah utama yang dihadapi oleh kelompok nelayan, bahwa ikan segar setelah dilelang, dan dibawa ke Unit Pengolahan Ikan (UPI) sering ditolak karena tidak memenuhi syarat. Banyaknya aktivitas dan tenaga kerja yang terlibat didalamnya baik nelayan maupun masyarakat umum, menghasilkan banyak limbah sehingga dapat menularkan berbagai penyakit dan dapat merupakan sumber perkembangbiakan bakteri. Di masa pandemik, dimana provinsi Sulawesi Utara (SULUT) melakukan direct call export Manado-Jepang seyognya komoditi yang diekspor harus memenuhi keamanan (safety), hal ini menjadi sangat penting karena sekali ditemukan bakteri pathogen dan histamin dalam jumlah yang melebihi persyaratan pada produk ekspor maka komoditi tersebut akan ditolak dan mengakibatkan pemutusan perjanjian kerja sama secara sepihak, sehingga menimbulkan kerugian yang besar sebagai pengekspor. Solusi yang tepat untuk mengatasi masalah di atas adalah memberikan edukasi sanitasi dan hygiene, kepada kelompok nelayan mitra pertama (10 orang KM 10 GT) dan kelompok nelayan mitra kedua (10 orang KM 30 GT) serta memberikan pelatihan ketrampilan sistem cool chain. Luaran dari kegiatan ini adalah mitra mengerti, memahami, dan dengan senang hati bersedia menjaga kebesihan lingkungan TPI Tumumpa, dan artikel pada jurnal ber ISSN.
A fish auction place (TPI) is a place for selling fish and marine products either by auction or not, which is located in a port or Fish Landing Base (PPI). The main problem faced by fishing groups is that fresh fish after being auctioned and brought to the Fish Processing Unit (UPI) are often rejected because they do not meet the requirements. The number of activities and workers involved in it, both fishermen and non-fishers, produces a lot of waste so that it can transmit various diseases and can be a source of bacterial breeding. During the pandemic, where the province of North Sulawesi made a direct call for Manado-Japan exports, the exported commodities should meet safety, this is very important because once pathogenic bacteria and histamine are found in quantities that exceed the requirements for export products, the commodity will be destroyed. was rejected and resulted in the unilateral termination of the cooperation agreement, resulting in huge losses for North Sulawesi as an exporter. The right solution to overcome the above problem is to provide sanitation and hygiene education to the first partner fisherman group (10 people KM 10 GT) and the second partner fisherman group (10 people KM 30 GT) and provide skills training for the cool chain system. The output of this activity is partners understand, understand, and are happy to be willing to maintain the cleanliness of the TPI Tumumpa environment, and articles in ISSN journals