e-jurnal Politeknik Negeri Nusa Utara
Not a member yet
385 research outputs found
Sort by
AKSI KOMPETENSI BERSAMA DI PANTI ASUHAN MISI NUSANTARA SURAKARTA
Permasalahan sosial yang banyak terjadi di masyarakat adalah kaum marjinal yang terpinggirkan seperti anak terlantar, anak jalanan, pengemis, dan sebagainya. Salah satu upaya mengatasi masalah kaum marjinal yaitu dengan didirikan lembaga sosial berupa panti asuhan anak. Sejak masa pandemi, anak di Panti Asuhan Misi Nusantara Surakarta jarang mendapat layanan kesehatan dan ada keterbatasan ruang gerak anak-anak. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk membantu panti asuhan dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan penghuni dan pengelola Panti Asuhan Misi Nusantara di Surakarta. Metoda pelaksanaan berupa pemeriksaan tumbuh kembang anak, Penyuluhan Hidup Bersih dan Sehat, pemeriksaan Status Gizi Anak, penyuluhan cara menyikat gigi yang benar, pemeriksaan kesehatan pengelola panti asuhan serta pelatihan penanggulangan bencana. Hasil pemeriksaan Kesehatan pada penghuni dan pengelola panti didapatkan sebagian besar (52,6 persen) penghuni panti berjenis kelamin laki-laki, hampir setengahnya berusia rata-rata 21-60 tahun, Sebagian besar (68,4 persen) tekanan darah kurang dari 140/90 mmHg, Sebagian besar (73,1 persen) berstatus gizi normal, hampir seluruhnya (94,4 persen) glukosa darah kurang dari 126 m/dL dan asam urat kurang dari 8 mg/dL. Secara umum keadaan warga panti asuhan dalam keadaan baik
Social problems that often occur in society are abandoned children, street children, beggars, disabled people, neglected elderly, poor families, families with social problems, and so on. Children and poor people should have their human rights fulfilled by the State of Indonesia. However, in reality there are many children whose needs are not met, such as parents who are unable to provide for the child's needs or the child does not have parents. One effort to overcome this is to establish social institutions in the form of orphanages. Since the pandemic, children at the Mission Nusantara Surakarta Orphanage rarely receive health services and there is limited space for children to move. Theless than purpose of this community service is to assist the orphanage in monitoring the growth and development of residents and managers of the Mission Nusantara Orphanage in Surakarta. The implementation method is in the form of examinations on child growth and development, Counseling on Clean and Healthy Living, checking on the Nutritional Status of Children, counseling on how to brush their teeth properly, health checks for orphanage managers and training on disaster management. 6 percent) of the residents of the orphanage are male, almost half of them are aged 21-60 years, most (68.4 percent) have blood pressure less than 140/90 mmHg, most (73.1 percent) have normal nutritional status, almost all (94.4 percent) blood glucose less than 126 m/dL and uric acid less than 8 mg/dl. Similar activities are needed to see general body health and must be monitored periodically, so that the residents of the orphanage can find out their health status, especially now that they are still in a pandemic condition Covid-1
AKSI KOMPETENSI BERSAMA DI PANTI ASUHAN YAYASAN PEMELIHARAAN ANAK DAN BAYI PERMATA HATI SURAKARTA
Panti Asuhan merupakan tempat pemeliharaan bagi anak dan bayi yang sengaja diserahkan dikarenakan orang tua mengalami kesulitan ekonomi atau bahkan tanpa orang tua. Yayasan Pemeliharaan Anak dan Bayi (YPAB) Permata Hati adalah salah satu Panti Asuhan yang memelihara anak dan bayi yang membutuhkan perlindungan dan pendidikan di Kota Surakarta. Pada masa pandemic covid-19, layanan kesehatan bagi anak dan bayi di YPAB Permata Hati jarang mendapatkan kunjungan dan pemeriksaan. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk membantu pelayanan kesehatan bagi anak dan bayi di YPAB Permata Hati Kota Surakarta dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan serta status gizi. Metode pelaksanaan yang dilakukan berupa pemeriksaan tumbuh kembang anak dan status gizi, penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, serta penyuluhan cara menyikat gigi yang benar. Hasil pemeriksaan status gizi dan tumbuh kembang anak dan bayi di YPAB Permata Hati Kota Surakarta terdapat 30 persen termasuk kurus dan 1 orang anak termasuk suspek perkembangan Denver II (lingkar kepala termasuk mikro). Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan cara sikat gigi yang benar diikuti secara antusias oleh anak-anak YPAB Permata Hati Kota Surakarta
Orphanages are places of care for children and babies who are handed over due to parents who are experiencing economic difficulties or even without parents. The Permata Hati Child and Infant Care Foundation (YPAB) is one of the orphanages that care for children and babies who need protection and education in the city of Surakarta. During the Covid-19 pandemic, health services for children and infants at YPAB Permata Hati rarely received visits and checks. The purpose of this community service is to help provide health services for children and infants at YPAB Permata Hati Surakarta City in monitoring growth and development as well as nutritional status. The implementation method used is in the form of examining children's growth and development and nutritional status, counseling on Clean and Healthy Behavior, as well as counseling on how to brush their teeth properly. The results of examinations on the nutritional status and development of children and infants at YPAB Permata Hati, Surakarta, found that 30 percent were underweight and 1 person was suspected of developing Denver II (head circumference including micro). Counseling on Clean and Healthy Behavior and how to brush your teeth was enthusiastically followed by YPAB Permata Hati Surakarta childre
PELATIHAN MEDIA PEMBELEJARAN ONLINE BERBASIS OPEN SOURCE di SMPN 3 MANGANITU
Situasi Pandemi covid-19 yang terus berkepanjangan berdampak pada dunia pendidikan. Situasi tersebut mampu mengubah kebiasaan manusia dalam beraktifitas. Salah satunya adalah mengubah proses belajar mengajar dari offline menjadi online. Dalam melakukan proses belajar mengajar secara online, maka harus dibarengi dengan pengetahuan akan teknologi inofmasi. Bagi sebagian orang, belajar secara online merupakan suatu hal yang baru sehingga banyak hal yang harus dipelajari dan dikuasai baik dari segi penggunaan perangkat teknologi informasi maupun aplikasi yang digunakan. Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan bahwa mitra mengalami kendala dalam melakukan pembelajaran secara online, mulai dari kendala jaringan, media pembelajaran yang digunakan, bahkan kepememilikan perangkat teknologi informasi berupa smartphone atau laptop. Selain itu terbatasnya pengetahuan tentang jenis aplikasi open source dan cara menggunakannya. Berdasarkan masalah tersebut tim pengabdian kepada masyarakat Politeknik Negeri Nusa Utara melakukan pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan pelatihan tentang bagaimana memanfaatkan perngkat teknologi informasi dan aplikasi pendukung lainnya dalam meunjang proses pembelajaran secara online kepada siswa, guru dan staf. Hasil kegiatan ini mitra mampu menggunakan aplikasi google meet baik bertindak sebagai host maupun sebagai peserta. Selain itu mitra langsung melakukan praktik tentang bagaimana membagikan materi kepada peserta. Aplikasi penunjang lainnya yaitu WhatssApp yang digunakan dalam membagikan link di group masing-masing kelas sehingga guru tidak perlu membagikan link tersebut kepada setiap siswa tetapi dikirim sekali saja yaitu di grup kelas sehingga dapat menghemat waktu. Semua kegiatan bisa diikuti dan dilakukan dengan baik, sehingga pihak Sekolah SMPN 3 Manganitu merasakan manfaat dan keuntungan dari pelatihan tersebut yang dapat membantu terlaksanakanya pembelajaran secara online.
The prolonged Covid-19 pandemic has had an impact on the world of education. This situation can change human habits in activities. One way is to change the teaching and learning process from offline to online. Carrying out the teaching and learning process online must be accompanied by knowledge of information technology. For some people, online learning is something new, so many things must be learned and mastered both in terms of the use of information technology devices and the applications used. Based on the results of a survey that has been conducted, partners experience problems in conducting online learning, starting from network constraints, the learning media used, and even ownership of information technology devices in the form of smartphones or laptops. In addition, limited knowledge about the types of open-source applications and how to use them. Based on this problem the community service team at the Nusa Utara State Polytechnic conducted community service to provide training on how to utilize information technology devices and other supporting applications in supporting the online learning process for students, teachers, and staff. As a result of this activity partners can use the Google Meet application both as hosts and as participants. In addition, partners directly practice how to distribute the material to participants. Another supporting application is WhatssApp which is used to share links in each class group so that the teacher does not need to share the link with each student but is sent only once, namely in the class group so that it can save time. All activities can be followed and carried out properly so that the SMPN 3 Manganitu School will feel the benefits and advantages of the training which can help carry out online learning
PERILAKU SEHAT DAN BERSIH PENGHUNI PANTI YAYASAN CINTA KASIH IBU TERESA SURABAYA
Panti Yayasan Cinta Kasih (YCK) Ibu Teresa adalah salah satu panti berlokasi di Surabaya Barat yang merawat anak dan bayi serta orang tua lanjut usia yang membutuhkan perawatan dan pendidikan keluarga. Bantuan dari masyarakat sekitar terkait pangan sudah memenuhi kebutuhan di Panti YCK Ibu Teresa, namun pendidikan dasar kesehatan belum sepenuhnya diperoleh secara berkala bagi warga panti ini. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan pengetahuan serta perilaku yang mendukung pendidikan dasar kesehatan pada anak dan orang tua lanjut usia. Metode pelaksanaan yang dilakukan berupa penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta penyuluhan cara menyikat gigi yang benar. Hasil pengabdian masyarakat penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan cara sikat gigi yang benar diikuti secara menyeluruh oleh warga YCK Ibu Teresa dan antusias dalam memberikan pertanyaan terkait materi yang diberikan. Diharapkan dalam waktu periodik dilakukan pengabdian masyarakat sejenis serta pelayanan kesehatan lainnya untuk merawat kesehatan warga YCK Ibu Teresa Surabaya.
Yayasan Cinta Kasih (YCK) Ibu Teresa Orphanage is one of the orphanages located in West Surabaya that cares for children and babies as well as elderly parents who need family care and education. Assistance from the surrounding community regarding food has met the needs of the YCK Ibu Teresa Orphanage, but basic health education has not been yet fully provided on a regular basis for the residents of this orphanage. The purpose of this community service is to provide knowledge and behavior that supports basic health education for children and elderly parents. The implementation method used is in the form of counseling on Clean and Healthy Behavior (PHBS) as well as counseling on how to brush teeth properly. The results of the community service counseling on Clean and Healthy Behavior and the correct way to brush teeth were followed thoroughly by YCK Ibu Teresa residents, and enthusiastically ask questions related to the material presented. It is hoped that in the periodic time similar community service and other health services will be carried out to care health of YCK Ibu Teresa residents, Surabay
PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI NAPAS DALAM PADA PASIEN GOUT ARTRITIS
Peningkatan kejadian gout artritis sering terjadi di belahan dunia terutama di Negara maju sperti Amerika dengan jumlah 34,2 persen. Tidak saja di negara maju, namun meningkatnya kejadian gout artritis menyerang Negara berkembang diantaranya adalah di Negara Indonesia. Cara mengurangi nyeri karena gout artritis adalah menggunakan teknik relaksasi napas dalam yang bertujuan agar sendi-sendi lebih rileks sehingga perasaan nyeri dapat berkurang. Tujuan penelitian mengetahui penerapan teknik relaksasi napas dalam pada pasien gout artritis. Metode penelitian menggunakan metode studi kasus deskritif, yakni peneliti mendeskripsikan penemuan fenomena yang telah ada. Subjek penelitian adalah seorang pasien berusia 36 tahun yang mengalami gout artritis yang memiliki fungsi kognitif baik dan dapat berkomunikasi. Pemilihan subjek dilakukan dengan melakukan pemeriksaan gout artritis dengan menggunakan alat pemeriksaan Laboratorium. Apabila Urid Acid lebih dari lebih dari 8 ,0 mg/dl maka dipilih menjadi subjek penelitian. Instrumen penelitian menggunakan format pengkajian asuhan keperawatan keluarga dan skala pengukuran nyeri numerik. Pengumpulan akan dianalisa dengan analisis deskriptif. Hasil pengkajian pada penelitian ini bahwa pasien mengeluh nyeri pada kedua lutut dan di pergelangan tangan, nyeri bertambah saat melakukan aktivitas, hasil urid acid 8,07 mg/dl serta ketidakmampuan keluarga merawat pasien yang menderita gout artritis. Diagnosis Keperawatan pada pasien Tn. M. W adalah nyeri akut berhubungan dengan kurangya kemampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit. Tindakan Intervensi Keperawatan pada penelitian ini meliputi 5 tindakan observasi, 2 tindakan terapeutik, 5 tindakan edukasi dan 1 tindakan kolaborasi. Kesimpulan penelitian bahwa penerapan teknik relaksasi napas dalam dapat mengurangi nyeri pada pasien gout artritis.
The prevalence of gout arthritis in the world is 34,2 percent and often occurs in a developed countries such as America. The increase in the incidence of gout arthritis does not only occurs in developed countries but also in developing countries one of which is Indonesia. The way to reduce pain due to gout arthritis is to use deep breathing relaxation techniques that relax the joints so that the feeling of pain can be reduced. The research purpose is to know to apply the application of deep breath relaxation techniques to a patient with gout arthritis. Method of research use method descriptive case study method, The researcher a description of to phenomena found. The subject of research is a patient 36-year-old experiencing gout arthritis have good cognitive function and communication. The selection of research subjects was carried out by examining gout arthritis using laboratory examination equipment. If uric acid is more than 8.0 mg/dl then chosen as a subject of research. The research instrument used a family nursing care assessment format and a numerical pain measurement scale. The collecting method was analyzed with descriptive analysis. The result of the assessment in this research shows that patient Tn. M. W complains of pain in both knees and the wrist, pain increases with activity, the result of uric acid 8.07 percent mg/dl, and the inability of family care member sick. Diagnosis of Care inpatient Tn M. W is acute pain related to the inability of family care to a member sick. Nursing intervention action has already been taken in this research about 5 action observations, 2 action therapeutics, 5 action educations, and 1 action collaboration. Conclusion of research that application of deep breath relaxation techniques can relieve pain in patients of gout arthritis
PKMS PENERAPAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT UNTUK PENCEGAHAN COVID-19 PADA SISWA DI SEKOLAH DASAR YUDEA BATULEWEHE KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE
Wawasan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sangat diperlukan oleh setiap individu dalam memperhatikan kesanggupan untuk hidup bugar dengan menciptakan kenyamanan dan kesegaran semaksimal dengan melaksanakan perawatan kesehatan secara mandiri, baik dilingkungan kerja maupun di kehidupan sehari-hari. di zaman sekarang ini sekolah bukan hanya membagikan bantuan berbentuk pengetahuan umum saja, tetapi juga memberikan pengetahuan kesehatan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Memandang peserta didik di sekolah dasar (SD), masalah kesehatan yang dihadapi terkait dengan PHBS belum dilaksanakan sesuai prosedur yang sudah di tentukan, sehingga mengakibatkan konflik kesehatan, yaitu masalah yang ditemukan antara lain yaitu diare, dan Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Tujuan PKMS ini yaitu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat bagi peserta didik di SDN Yudea. pelaksanaanya, jumat tanggal 19 februari 2021 di ruang kelas 3, Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan pada seluruh siswa kelas 3 Sekolah Dasar Negeri Yudea. Hasil kegiatan ini didapati bahwa siswa sudah mengetahui dan paham tentang PHBS dan bagaimana cara berperilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah COVID-19. Kesimpulannya untuk lebih memajukan derajat kesehatan dan bisa menerapkan perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada siswa/siswi Sekolah Dasar Negeri Yudea.
Insight into Clean and Healthy Living Behavior is needed by every individual in paying attention to the ability to live in shape by creating comfort and freshness as much as possible by carrying out health care independently, both in the work environment and in everyday life. In this day and age, schools not only distribute assistance in the form of general knowledge, but also provide health knowledge about Clean and Healthy Living Behavior (PHBS). Looking at students in elementary schools (SD), the health problems faced related to PHBS have not been implemented according to the procedures that have been determined, resulting in healthconflicts, namely problems found, including diarrhea, and acute respiratory tract (ARI) The purpose of this PKMS is to implement Clean and Healthy Living Behavior for students at SDN Judea. The mplementation, Friday, February 19, 2021, in the 3rd grade room, this activity was carried out by providing counseling to all grade 3 students of Judea State Elementary School. The results of this activity found that students already knew and understood about PHBS and how to behave lean and healthy to prevent COVID-19. The conclusion is to further advance the degree of ealth and be able to apply Clean and Healthy Living behaviors to students of Judean State Elementary School
PENATALAKSANAAN GIGITAN BINATANG LAUT PADA MASYARAKAT PESISIR DI DAERAH KEPULAUAN SANGIHE - SULAWESI UTARA
Indonesia ialah negara yang terdiri atas ribuan pulau dan memiliki garis pantai yang panjang dan indah. Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe terlebih khusus Kampung Kuma I merupakan daerah yang berada di pesisir pantai. Sebagian Masyarakatnya memiliki mata pencaharian Nelayan dan Petani. Disamping itu pantai yang indah terbentang dengan indahnya dan Pantai Kuma serta Sapaeng merupakan destinasi wisata yang sering dikunjungi oleh masyarakat. Aktivitas yang sering dilakukan oleh masyarakat di daerah pesisir ini memberikan resiko yang besar terhadap kecelakaan karena gigitan biota laut.
Permasalahan yang dihadapi oleh Mitra ini akan dibantu penyelesaiannya dengan diberikannya Pendidikan Kesehatan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat jika mengalami Gigitan Binatang Laut. Hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dianalisis secara deskriptif yaitu diukur pengetahuan pesrta sebelum diberikan Pendidikan Kesehatan dan setelah diberikan Kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Kampung Kuma 1, Kecamatan Tabukan Tengah Kabupaten Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara pada tanggal 04 Agustus 2022. Sasaran kegiatan Pengabdian pada Masyarakat yaitu seluruh Masyarakat Kampung Kuma 1. Tim Pengabmas menghubungi Mitra yaitu Kapitalaung Kampung Kuma 1 untuk mengundang perwakilan masyarakat, dan masyarakat yang hadir yaitu sejumlah 20 orang. Kegiatan Pendidikan Kesehatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan sebelum dan setelah dilakukan pelatihan dimana grafik menunjukan terdapat peningkatan pengetahuan sebanyak 32 persen. Diharapkan peserta dapat meneruskan informasi yang telah didapatkan kepada saudara dan teman-temannya sehingga akan lebih banyak lagi orang yang memiliki pengetahuan penatalaksanaan gigitan Binatang Laut.
Indonesia is an archipelago country and it has a long and beautiful coastline. The Sangihe Islands Regency, especially Kampung Kuma I, is an area located on the coast. Most of the community has a profession as fishermen and farmers. Besides that, the beautiful beaches stretch out beautifully. Kuma and Sapaeng Beach are tourist destinations that are often visited by the public. Activities that are often carried out by people in coastal areas provide a great risk of accidents due to the bite of marine biota.
The method used to overcome the problems is Health Education with the aim of increasing public knowledge if they experience any of sea animal bites. The results of this health education activity was analyzed descriptively before and after the intervention was given. This activity was carried out in the Village Hall of Kampung Kuma 1, Tabukan Tengah Subdistrict, Sangihe Islands Regency, North Sulawesi Province on August 4, 2022. The target of this Community Service activities is the entire Community of Kampung Kuma 1. The Community Service Team contacted partners, namely Kapitalaung Kampung Kuma 1 to invite representatives’ community, and the people who attended were as many as 20 people. The results of this activities showed the increasing percentage of knowledge before and after the training. The graph shows an increase in knowledge of 32 percent. It is hoped that community service participants can share the information that has been obtained to their relatives and friends so that more people will have knowledge of the management of Sea Animal bites
POTENSI PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN DI KAMPUNG MAHUMU KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE
Kampung Mahumu terletak di salah satu pulau di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Potensi sumber daya perikanan laut di kampung Mahumu cukup besar untuk dikembangkan, karena letak kampung Mahumu yang dikelilingi oleh lautan. Akan tetapi, hingga sekarang potensi sumber daya perikanan laut di kampung Mahumu belum pernah diteliti. Tujuan penelitian ini, yaitu mengidentifikasi potensi sumber daya perikanan laut khususnya pengolahan hasil perikanan di Kampung Mahumu. Penelitian ini dapat memberikan informasi dan kajian dalam pengembangan potensi perikanan di Kampung Mahumu. Penelitian ini menggunakan metode survei dan observasi lapangan serta dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan sekitar 40 persen penduduk kampung Mahumu berprofesi sebagai nelayan. Pengolahan hasil perikanan yang ada di kampung Mahumu, yaitu penangkapan dan pendinginan ikan tuna secara tradisional dengan hancuran es dan cool box, pengolahan ikan hiu kering, dan pengeringan teripang. Musim penangkapan ikan tuna pada bulan Agustus – Desember, dan menggunakan metode hand line. Ikan tuna yang ditangkap, dimasukkan dalam cool box dan ditaburkan hancuran es (flake ice) perbandingan 1:1. Pengolahan ikan hiu kering atau kimboleng bahise, dilakukan dengan memotong dan membelah daging ikan hiu dengan kulitnya, lalu dikeringkan dengan dijemur di bawah sinar matahari selama kurang lebih 14 hari. Pengeringan teripang di kampung Mahumu dilakukan dengan mengeluarkan isi perut, kemudian dicuci, dan dijemur di bawah sinar matahari selama kurang lebih 7 hari. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengolahan hasil perikanan di kampung Mahumu, yaitu pengolahan ikan hiu dan teripang kering, yang masih dilakukan secara tradisional pada skala rumah tangga
Mahumu Village is located on one of the islands in the Sangihe Archipelago Regency. The potential for marine fisheries resources in the village of Mahumu is significant enough to be developed because the sea surrounds the village of Mahumu. However, until now, the potential of marine fishery resources in Mahumu village has never been studied. This study aims to identify the potential of marine fisheries resources, especially the processing of fishery products in Mahumu village. This research can provide information and analyses on developing fisheries potential in Mahumu village. This study used survey methods and field observations and was analyzed descriptively. The results of this study indicate that around 40 percent of the population of Mahumu village work as fishermen. Processing fishery products in Mahumu village, namely traditional catching and cooling of tuna with flake ice and cool boxes, processing dried sharks, and drying sea cucumbers. The fishing season for tuna is from August to December and uses the hand line method. The caught tuna is put in a cool box and sprinkled with flake ice (ratio of 1:1). Processing dried shark or Kimboleng Bahise, is done by cutting and splitting the shark meat with the skin, then drying it in the sun for about 14 days. Sea cucumbers are dried in the village of Mahumu by removing the viscera, washing, and drying in the sun for about seven days. From the study results, we can conclude that the processing of fishery products in Mahumu village, namely the processing of sharks and dried sea cucumbers, is still done traditionally at the household scal
Kajian Kualitas Air Pada Kolam Ikan Nila Dengan Sistem Bioflok
Kualitas air sangat menentukan kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan mengingat air adalah media hidup ikan, jika perairan tercemar maka akan mengganggu pertumbuhan ikan yang di budidayakan sehingga diperlukan pengukuran kualitas air secara berkala. Teknologi bioflok merupakan upaya untuk mengurangi limbah beracun dengan memanfaatkan mikroorganisme.. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui nilai paramater fisika , kimia air pada kolam budidaya ikan nila dengan sistem bioflok. Metode Penelitian yang digunakan adalah deskriptif, melakukan pengukuran langsung di lapangan (in situ) yang meliputi suhu, pH, dissolved oxygen/ oksigen terlarut (DO), TDS, nitrat, nitrit dan amonia. Nilai parameter kualitas air hasil pengukuran adalah Suhu 25,7°C - 27,8°C, DO (Dissolved Oxygen) 5,7 mg/l - 7,6 mg/l, TDS (Total Dissolved Solid) 272 mg/l – 296 mg/l, pH berkisar antara 6,9 - 8,3, Nitrat 0 mg/l, Nitrit 0 - 0,25 mg/l, Ammonia 0-1,0 mg/l. Parameter fisika dan kimia air seperti suhu, DO, TDS, pH, Nitrat dan Nitrit telah memenuhi syarat sesuai SNI 7550:2009 kecuali Amonia kadarnya melebihi standar baku
Water quality greatly determines the survival and growth of fish considering that water is the medium of life for fish, if the waters are polluted it will interfere with the growth of cultured fish so that periodic water quality measurements are needed. Biofloc technology is an effort to reduce toxic waste by utilising microorganisms. Based on this, the research conducted aims to determine the value of physical parameters, water chemistry in tilapia fish farming ponds with biofloc systems. The research method used is descriptive, taking direct measurements in the field (in situ) which includes temperature, pH, dissolved oxygen (DO), TDS, nitrate, nitrite and ammonia. The values of water quality parameters measured were Temperature 25.7°C - 27.8°C, DO (Dissolved Oxygen) 5.7 mg/l - 7.6 mg/l, TDS (Total Dissolved Solid) 272 mg/l - 296 mg/l, pH ranging from 6.9 - 8.3, Nitrate 0 mg/l, Nitrite 0 - 0.25 mg/l, Ammonia 0-1.0 mg/l. Physical and chemical parameters of water such as temperature, DO, TDS, pH, Nitrate and Nitrite have met the requirements according to SNI 7550: 2009 except Ammonia levels exceed the standar
KARAKTERISTIK PENDERITA COVID 19 DIRAWAT DI RSU LIUNKENDAGE TAHUNA SEJAK JANUARI 2021
Penularan virus corona 19 disebabkan oleh SARS Corona virus 2. Ditandai dengan demam, sesak nafas, batuk dan mengalami gangguan nafas akut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif berupa data rekam medic RSU Liunkendage Tahuna untuk mengetahui karakteristik penderita COVID 19 yang dirawat di RSU Liunkendage Tahuna sebanyak 325 pasien. Pengolahan data dianalisia secara deskriptif untuk melihat distribusi frekuensi, responden penelitian berdasarkan karakteristik. Hasil: yang menderita COVID 19 paling banyak pada kelompok umur 18-65 tahun 253 orang (78 persen), berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 191 orang (59 persen) dan laki-laki sebanyak 134 orang (41 persen). Sedangkan gejala ringan yaitu 242 orang (74 persen) dan yang mengalami penurunan kesadaran 6 orang pasien (2 persen), tidak memiliki riwayat komorbid yaitu 204 orang (63 persen) dan yang memiliki riwayat komorbid sebanyak 121 orang (37 persen). Pasien Covid-19 paling banyak belum divaksin dengan jumlah 307 orang (94 persen) dan 3 orang (1 persen) sudah pernah di vaksin dosis pertama.
Corona-19 virus transmission caused by SARS Coronavirus 2. Fever, shortness of breath, coughing, and acute respiratory disorder are signs that indicate Covid-19. This research used a descriptive method with medical record data at General Hospital Liunkendage Tahuna to determine 353 characteristics of patients of Covid-19 victims being treated at General Hospital Liunkendage Tahuna. Tabulation of data analyzed descriptively to know frequency distribution, and research respondents based on characteristics. Result: Patients covid-19 most of age 18-65 years old (78 percent), the female gender is 191 patients (59 percent), and as many as male 134 patients (41 percent). Quick indication 242 patients (74 percent) and lowering of unconscious 6 patients (2 percent). Patients do not history of comorbidities 204 (63 percent) and patients have comorbidities 121 people (37 percent). Covid-19 patients most of them not been vaccinated 307 people (94 percent) dan three (3) people have been vaccinated with the first dose