e-jurnal Politeknik Negeri Nusa Utara
Not a member yet
    385 research outputs found

    PKM PEMANFAATAN PROBIOTIK UNTUK BUDIDAYA IKAN DI KAMPUNG KUMA I KECAMATAN TABUKAN TENGAH

    Get PDF
    Kampung Kuma 1 merupakan salah satu kampung di Kecamatan Tabukan Tengah, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Propinsi Sulawesi Utara. Luas wilayah 1,59 Km2. Kampung ini mempunyai beberapa Sungai dan hal ini merupakan modal dalam mereka melakukan kegiatan budidaya ikan, (BPS 2017). Sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani dan juga ada yang bermata pencaharian sebagai nelayan. Kampung ini memiliki potensi untuk pengembangan usaha budidaya darat. Jenis Ikan yang dipelihara pada umumnya yaitu ikan nila (Oreochromis niloticus). Program Kemitraan Masyarakat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan ketrampilan masyarakat pembudidaya tentang manajemen pakan, pembuatan pakan, pembuatan probiotik, pengelolaan kualitas air dan untuk pencegahan penyakit ikan. Metode yang dipakai yaitu penyuluhan dan diikuti dengan pelatihan dan pendampingan agar supaya masyarakat pembudidaya ikan dapat meningkatkan produksi budidaya. Pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan baik. Masyarakat begitu antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan penyuluhan maupun pelatihan

    PKM PENANGGULANGAN GIZI BURUK KELOMPOK ANAK BALITA (BAWAH LIMA TAHUN) DI KAMPUNG KARATUNG I KECAMATAN MANGANITU KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE PROVINSI SULAWESI UTARA

    Get PDF
    Keadaan gizi kurang dapat ditemukan pada setiap kelompok masyarakat dan setiap sudut dunia. Anak-anak menghadapi resiko paling besar untuk mengalami gizi kurang Masalah gizi pada hakikatnya adalah masalah kesehatan masyarakat, namun penanggulangannya tidak dapat dilakukan dengan pendekatan medis dan pelayanan kesehatan saja. Berbagai penelitian mengungkapkan bahwa kekurangan gizi, terutama pada usia dini akan berdampak pada tumbuh kembang anak. Anak yang kurang gizi akan tumbuh kecil, kurus, dan pendek. Kampung Karatung I merupakan kampung dengan jumlah balita terbanyak di Kecamatan Manganitu Kabupaten Kepulauan Sangihe. Tahun 2017 di Kampung Karatung I jumlah balita sebanyak 50 orang balita dari 245 Kepala Keluarga. Tahun 2016 ada beberapa balita di Kampung Karatung I yang mendapatkan observasi ketat Salah satu akibat krisis ekonomi adalah penurunan daya beli masyarakat termasuk kebutuhan pangan. Hal ini menyebabkan penurunan kecukupan gizi masyarakat yang selanjutnya dapat menurunkan status gizi. Tujuan kegiatan PKM ini adalah meringankan masalah penurunan kecukupan gizi oleh masyarakat. Solusi yang ditawarkan yaitu Penilaian status gizi dengan cara antropometri kepada seluruh anak balita, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan bayi, anak balita dengan Kartu Kembang Anak,pemberian konseling dan Penyuluhan gizi kepada ibu hamil, ibu menyusui dan ibu anak balita, pemberian Makanan Pendamping ASI dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada anak yang tidak cukup pertumbuhannya dan anak yang berat badannya berada di di bawah garis merah KMS, pelatihan Kader untuk menilai pertumbuhan anak, dan memantau perkembangan ibu hamil ibu menyusui, dan anak balita. Kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa berdasarkan penilaian status gizi ada 4 orang anak usia 3-5 tahun yang mengalami BB kurang da nada 3 orang anak usia 3-5 tahun yang mengalami Stunting. Proses Sosialisasi terlaksana dengan baik sehingga sambutan dari Kapitalaung dan Kepala Puskesmas serta masyarakat sangat baik. Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berjalan dengan bertempat di Kantor Kapitalaung Kampung Karatung I dan Puskesmas Pembantu Kampung Karatung I Kecamatan Manganitu. Ruangan disediakan tempat duduk, meja, LCD, Screen/layar, semua peralatan ruangan disediakan oleh perangkat Kampung. Pelatihan kepada kader berjalan dengan lancar. Kader mendapatkan ilmu dan materi dari narasumber. Penilaian status gizi, penyuluhan kesehatan , deteksi tumbuh kembang dan pemberian makanan tambahan (PMT) telah dilaksanakan sepenuhnya oleh kader yang sudah mengikuti pelatihan. Kerjasama antara tim pelaksana serta mahasiswa sangat baik dan penuh semangat meskipun jarak yang cukup jauh dan melelahkan. Untuk Mitra agar melakukan pemantauan secara berkala terhadap anak balita sehingga setiap penyimpangan tumbuh kembang dapat dideteksi secara dini

    Aktivitas Antibakteri Ekstrak Sponge Perairan Enepahembang Terhadap Bakteri Patogenik Ikan Aeromonas Hydrophila

    Get PDF
    Ancaman menakutkan dari bakteri-bakteri resisten terhadap berbagai antibiotik, khususnya bakteribakteri Gram negatif, menjadikan penemuan antibiotik baru makin relevan dan mendesak. Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas antibakteri 12 sponge dari perairan terumbu karang Enepahembang Tahuna terhadap bakteri patogenik ikan Aeromonas hydrophila. Studi ini mencakup koleksi sponge dengan snorkling pada kedalaman 1.0-7.0 m, ekstraksi sampel dengan vacuum rotary evaporator dan uji antimikroba ekstrak kasar terhadap A. hydrophila. Ekstrak dari 5 spesimen yang belum teridentifiksi dengan kode EP-5, EP-12, EP-13, EP-15 dan EP-16 mampu menghambat pertumbuhan A. hydrophila pada konsentrasi 10.0 /mL (zona hambat = 12.0 mm - 14.0 mm) sedangkan EP-1 pada konsentrasi lebih rendah yakni 1.0 mg/mL (zona hambat = 15.0 mm). Pada konsentrasi 10.0 mg/mL, ekstrak kasar EP-1 berdaya hambat 28.0 mm, sedikit lebih besar dari zona hambat antibiotik pembanding (tetrasikilin, 27.0 mm) meskipun pada konsentrasi tetrasiklin lebih rendah (0.1 mg/mL). Studi lanjut berupa fraksinasi, pemurnian senyawa, penentuan struktur molekul dan uji antibakteri untuk ekstrak kasar EP-1 sangat diperlukan. Selain untuk memastikan potensi antibiotik sebenarnya, studi ini bermanfaat untuk memastikan kebaruan dari molekul-molekul terkandung pada spesimen EP-1, sebuah upaya strategis dalam menunjang penemuan antibiotik baru

    Analisis Asam Amino Beberapa Jenis Teripang Olahan Kering di Kabupaten Kepulauan Sangihe

    Get PDF
    Pengolahan teripang umumnya dilakukan dengan metode pengeringan dan pengasapan. Metode ini dapat mendegradasi protein yang didalamnya terkandung asam amino. Teripang mengandung sekitar 80% protein yang tersusun dari asam-asam amino, baik asam amino esensial maupun asam amino non esensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik pengolahan teripang dan menentukan komposisi asam amino beberapa jenis teripang olahan kering di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif yaitu mengambil sampel teripang olahan kering kemudian melakukan pengukuran terhadap asam amino. Tahapan penelitian meliputi: survey lokasi dan mengamati proses pengolahan teripang, pengambilan sampel, pengukuran rendemen, analisis kadar air dan analisis asam amino menggunakan HPLC. Data yang diperoleh dibahas secara deskriptif, kemudian ditampilkan dalam bentuk gambar, tabel dan diagram. Hasil penelitian menunjukkan teripang yang dominan diolah adalah teripang Gama (Sticophus variegatus), teripang Pasir (Holothuria scabra) dan teripang Getah (Bohadchia marmorata). Teknik pengolahan umumnya meliputi preparasi, perebusan, penggaraman dengan metode kering untuk teripang Gama, penghilangan lapisan kapur untuk teripang Pasir, pengeringan/pengasapan dan pengemasan. Rata-rata rendemen yang dihasilkan berkisar 5.88 – 10.30% dengan kadar air berkisar 10.67% untuk teripang Gama, 27.42% untuk teripang Pasir dan 28.50% untuk teripang Getah. Terdapat 18 jenis asam amino yang terdiri dari 7 asam amino esensial dan 11 asam amino non-esensial. Teripang Gama memiliki jumlah asam amino yang lebih tinggi (38.450%) dibandingkan jumlah asam amino teripang Pasir (29.634%) dan teripang Getah (26.297%)

    Analisis Kadar Air dan Total Plate Count Surimi Ikan Tongkol (euthynnus sp.) an Ikan Layang (Decapterus russelli) Selama Penyimpanan Beku

    Get PDF
    Surimi merupakan produk intermediate yang dibuat dari daging ikan yang mengalami proses pencucian berulang kali untuk menghilangkan lemak dan disimpan pada suhu rendah (penyimpanan beku). Selama penyimpanan beku terjadi denaturasi protein sehingga kadar air meningkat dan mempercepat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan mengetahui kadar air dan total plate count surimi yang dibuat ikan layang dan ikan tongkol selama penyimpanan beku. Surimi yang dibuat dari ikan tongkol dan ikan layang disimpan pada suhu beku (±-18oC) selama 6 hari. Analisa kadar air dan TPC dilakukan pada hari ke-0, ke-3 dan ke-6. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk histogram dan tabel kemudian dibahas secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen surimi ikan layang lebih tinggi (28,16%) dibandingkan surimi ikan tongkol (13.85%). Selama penyimpanan beku selama 6 hari terjadi peningkatan kadar air surimi ikan tongkol sebesar 14.49% sedangkan kadar air surimi ikan layang mengalami peningkatan tetapi tidak signifikan (0.72%). Nilai TPC surimi ikan layang (hari ke-0 : 2.5 x 103, hari ke-3 : 1.7 x 104, hari ke-6 : 2.6 x 104 koloni/gram) dan ikan tongkol (hari ke-0 : 2.7 x 103, hari ke-3 : 2.5 x 104, hari ke-6 : 2.7 x 104koloni/gram). Selama 6 hari nilai TPC mengalami peningkatan tetapi masih memenuhi Standar Nasional Indonesia (5,0 x 105 koloni/gram)

    Karakteristik Mutu Organoleptik Ikan Layang (Decapterus Sp) Asin pada Konsentrasi Garam Berbeda

    Get PDF
    Kabupaten Kepulauan Sangihe memiliki potensi keunggulan daerah yaitu dari sektor sumber daya kelautan, dimana 93.8% luas daerah adalah laut dan potensi sumber daya kelautan dan perikanan sebesar 34.000 ton/tahun dan yang baru dimanfaatkan baru berkisar 14.4% (Laporan Keterangan Pertangungjawaban Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, 2012). Di dalam rangka meningkatkan perekonomian rakyat Kabupaten Kepulauan Sangihe maka dilakukan pengembangan dari sektor kelautan perikanan sebagai tujuan utama, dengan salah satu sasaran yaitu terwujudnya kapasitas perikanan pasca tangkap, pengolahan dan industri. Produk olahan ikan asin di Kabupaten Kepulauan Sangihe saat sekarang ini masih bertujuan untuk meningkatkan masa simpan dan belum mempertimbangkan karakteristik mutu lain misalnya dari segi kimia dan mikrobiologis maupun organoleptik, sehingga produk akhir dari produksi ikan asin di Kabupaten Kepulauan Sangihe masih sangat beragam. Kualitas ikan asin yang dihasilkan sangat ditentukan oleh kualitas dan jumlah garam yang digunakan. Pada penelitian ini, ikan berikan kadargaram dengan konsentrasi yang berbeda yakni konsentrasi garam 5% (A), konsentrasi garam 10% (B), konsentrasi garam 15% (C) dan konsentrasi garam 20% (D). Untuk mendapatkan nilai organoleptik, dilakukan pengujian organoleptik dengan menggunakan 20 panelis Setelah itu dilakukan dengan uji perbedaan menggunakan analisis BNT (Beda Nyata Terkecil). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa Hasil penelitian menunjukkan nilai Organoleptik sesuai dengan SNI dan nilai organoleptik metode hedonik menunjukan nilai yang baik yaitu berada diantara netral dan sangat suka dengan karakteristik mutu yang berbeda pada setiap perbedaan konsentrasi garam yang diberikan pada ikan layang asin

    PERAN KELUARGA DALAM MELAKSANAKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI RT V KELURAHAN SOATALOARA II KECAMATAN TAHUNA

    Get PDF
    Upaya untuk mengubah perilaku masyarakat agar mendukung peningkatan derajad kesehatan dilakukan melalui program pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Indeks resiko dalam rumah tangga yaitu: persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan 90 persen, ASI ekslusif 42 persen, penimban ganbalita 95 persen, menggunakan air bersih 89 persen, mencuci tangan dengan sabun 80 persen, menggunakan jamban sehat 79 persen, memberantas jentik nyamuk dirumah 40 persen, konsumsi sayur dan buah tiap hari 50 persen, melakukan aktivitas fisik setiap hari 30 persen, dan tidak merokok dalam rumah 35 persen (Dinas KesehatanKabupatenSangihe, 2012).Tujuan penelitiaan ini adalah untuk mendapatkan gaambaran Peran keluarga dalam melaksanakan PHBS di RT V Kelurahan Soataloara II Kec. Tahuna. Hasil penelitian keluarga yang mempunyai bayi dan balita cukup berperan 73,91 persen dalam melaksanakan PHBS dan keluarga yang tidak mempunyai bayi dan anak balita cukup berperan 45,24 persen

    Metode Gram-Schmidt dan Watershed Distance Transform untuk Pemisahan Sel Kanker Payudara

    Get PDF
    Penerapan pengolahan citra dalam membantu melakukan analisis citra mikroskopis semakin berkembang, salah satunya adalah penelitian tentang pemisahan sel kanker payudara bertumpuk. Hasil pemisahan sel kanker payudara akan sangat memperngaruhi akurasi perhitungan jumlah sel kanker. Metode watershed adalah metode segmentasi yang paling umum digunakan dan dikembangkan dalam pemisahan sel kanker bertumpuk pada penelitian sebelumnya. Berdasarkan penelitian sebelumnya juga diketahui bahwa metode Gram-Schmidt mampu menghasilkan nilai Mean Square Error yang relatif lebih rendah dibandingkan metode lainnya sehingga pada makalah ini diusulkan Pemisahan sel kanker payudara menggunakan metode Watershed Distance Transform berdasakan metode Gram-Schmidt. Dataset yang digunakan pada penelitian ini adalah citra mikroskopis sel kanker payudara jenis benign dan malignant. Kombinasi metode yang digunakan pada penelitian ini menghasilkan nilai MSE 0,09041 dan nilai akurasi pemisahan sel kanker sebesar 71,02%

    Evaluasi Kinerja Dosen Menggunakan Metode Extend Analysis pada Fuzzy Analytic Hierarchy Process (FAHP) (Studi kasus pada Politeknik Negeri Nusa Utara)

    Get PDF
    Dosen merupakan salah satu unsur penting dalam menunjang mutu pendidikan sebuah perguruan tinggi sehingga peningkatan kualitas kerja dosen secara langsung ataupun tidak langsung dapat mempengaruhi peningkatan kualitas lulusan. Karena pentingnya posisi dosen dalam suatu perguruan tinggi sehingga perlu adanya evaluasi untuk mempertahankan ataupun meningkatkan standar mutu dosen melalui suatu kajian evaluasi kinerja dari setiap dosen. Kinerja dosen seperti termuat dalam Tri Darma perguruan tinggi yang terdiri dari pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian pada masyarakat dan lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan evaluasi kinerja dosen yang dititikberatkanpada kriteria pendidikan dan pengajaran dengan memfokuskan pada opini dari mahasiswa sebagai pelaku yang bersinggungan langsung dengan dosen. Kategori ini terdiri dari kriteria pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional yang masing-masing memiliki sub-attribute sesuai dengan karakteristik masingmasing. Metode Extend Analysis digunakan pada Fuzzy-Analytical hierarchy process (F-AHP), dimana metode ini dapat menentukan tingkat kekaburan dari sebuah data secara akurat yang dapat memberikan proses perangkingan dengan tepat. Terdapat sepuluh partisipan (mahasiswa) yang melakukan pengisian data kuisioner secara serentak dan terdapat lima dosen yang memberikan opini menyangkut tingkat kepentingan untuk kriteria dan sub-attribute, serta lima dosen yang akan dievaluasi untuk mendapatkan perangkingan. Sistem dikembangkan menggunakan framework Qt/C++ dengan IDE QtCreator serta menggunakan teknik parallel programming dengan QThread untuk menjaga kestabilan thread utama dari sistem. Berdasarkan pengujian yang dilakukan hasil perangkingan secara berurutan adalah GL, ST, AT, CKdan AP dengan rata-rata nilai secara berurutan adalah 0.256373, 0.214040, 0.190877, 0.177651 dan 0.161058, dengan kecepatan waktu proses sebesar ± 33 detik 58 milisecond. Kesimpulannya, sistem yang telah dibuat dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja dosen dengan jumlah sub-attribute yang relatif banyak dengan waktu pemrosessan yang relatif cepat

    PREVALENSI MALARIA DI DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE PROPINSI SULAWESI UTARA

    Get PDF
    Malaria merupakan masalah kesehatan masyarakat yang dapat menyebabkan kematian, terutama pada kelompok berisiko tinggi yaitu bayi, balita, wanita hamil. Selain itu, secara langsung malaria dapat menyebabkan anemia dan dapat menurunkan produktivitas. Penyakit ini juga masih endemis di sebagian besar wilayah Indonesia. Dalam rangka pengendalian penyakit malaria banyak hal yang sudah maupun sedang dilakukan baik dalam skala Global maupun Nasional. Rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang akurat tentang prevalensi malaria. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi malaria mulai menurun dari tahun ke tahun, pada tahun 2012 terdapat 1933 orang, pada tahun 2013 ada 690 pasien, dan pada tahun 2014 ada 602 pasien. Penderita paling banyak pada orang dewasa berusia 15–23 tahun. Pasien dengan malaria tertinggi pada catatan data malaria ditahun 2012 berjumlah seimbang antara laki-laki dan perempuan, pada tahun 2013 pasien dengan lakilaki lebih banyak (54 persen), dan pada tahun 2014, lebih banyak perempuan (51 persen). Sebagian besar infeksi malaria pada tahun 2012, 2013 dan 2014 adalah infeksi yang disebabkan oleh plasmodium palcifarum. Berdasarkan data yangmenyatakan bahwa prevalensi malaria Kabupaten Sangihe masih tinggi, dan ada 4 Puskesmas yang menjadi daerah endemik. Pemetaan ini akan menjadi acuan dalam penelitian lebih lanjut mengenai pencegahan dan pemberantasan malaria diwilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe

    368

    full texts

    385

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-jurnal Politeknik Negeri Nusa Utara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇