e-jurnal Politeknik Negeri Nusa Utara
Not a member yet
    385 research outputs found

    Analisis Aspek Teknis dan Aspek Ekonomis Pukat Cincin (Mini Purse Seine) yang Dioperasikan di Rumpon

    Get PDF
    Pukat cincin berukuran kecil (mini purse seine) atau yang lebih dikenal dengan nama soma pajeko merupakan alat tangkap yang efektif untuk menangkap ikan-ikan pelagis terutama ikan pelagis kecil. Ukuran alat tangkap purse seine yang digunakan akan berpengaruh pula pada ukuran kapal, besarnya tenaga penggerak, jumlah anak buah kapal (masanae), peralatan bantu, lamanya trip dan kebutuhan bahan bakar; yang semuanya berimbas pada investasi modal dan biaya operasional di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah faktor teknis memberikan pengaruh yang nyata terhadap hasil tangkapan pukat cincin serta menentukan apakah aspek ekonomi memberikan keuntungan terhadap usaha penangkapan ikan pukat cincin. Penelitian ini dilakukan pada objek yang terbatas yaitu perikanan tangkap pelagis dengan alat tangkap pukat cincin. Pengambilan data meliputi ukuran perahu; ukuran alat tangkap; jumlah ABK; jumlah penggunaan BBM; musim penangkapan ikan; alat bantu penangkapan ikan yang digunakan; jumlah dan jenis ikan hasil tangkapan. Hasil penelitian menunjukan bahwa cuaca memberikan pengaruh yang jelas terhadap jumlah waktu melaut; adanya pembatasan jumlah tenaga kerja yang ditetapkanoleh nelayan pemilik seiring dengan penggunaan peralatan bantu (winch), Penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) meningkat ketika digunakan untuk menangkap ikan di rumpon jauh

    Analisis Kesiapan Teknologi Komponen Humanware Kelompok Nelayan di Tidore dan Santiago Berdasarkan Jenis Alat Tangkap

    Get PDF
    Pengukuran tingkat kesiapan teknologi perlu dilakukan sebagai bagian dari audit teknologi untuk meningkatkan daya saing industri perikanan tangkap di kabupaten kepulauan Sangihe. Pada penelitian ini, pengukuran kesiapan humanware dilakukan di kelurahan Tidore dan kelurahan Santiago, dengan menggunakan metode teknometrik komponen humanware. Hasil pengukuran tingkat kecanggihannya berdasarkan komponen pengukuran kualifikasi (K), kreativitas dan inovasi (KI), hubungan kerja (HK) berdasarkan alat tangkap utama yang diukur di Tidore: mini purse seine 0,306, surface gill net 0,337, tuna hand line 0,234, bubu 0,304. Sedangkan, kesiapan teknologi komponen humanware nelayan yang ada diSantiago berdasarkan alat tangkap utama yaitu: tuna hand line 0,264, pancing cumi-cumi 0,196 dan senapan ikan (spear gun) yaitu 0,216. Kondisi nilai kedua kelurahan yang jauh dari angka kemutakhiran, menunjukkan kesiapannya masih sangat rendah, sehingga membutuhkan pengembangan yang besar

    GAMBARAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA MAHASISWA KEPERAWATAN JURUSAN KESEHATAN POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

    Get PDF
    Rendahnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan seksual dikalangan remaja mengakibatkan munculnya penafsiran, persepsi dan sikap yang kurang tepat dalam memandang perilaku seksual. Ditambah dengan adanya budaya permissif seksual pada generasi muda tergambar dari pelaku pacaran yang semakin membuka kesempatan untuk melakukan tindakan-tindakan seksual. Pada tahun ajaran 2016 jumlah mahasiswa yang diskorsing sebanyak 5 orang dan cuti 5 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 8 orang mahasiswa cuti atau diskorsing karena hamil akibat perilaku seksual pranikah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku seksual pranikah pada mahasiswa keperawatan di Politeknik Negeri Nusa Utara Tahuna Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa keperawatan Politeknik Negeri Nusa Utara, sampel menggunakan quota sampling yaitu 131 responden. Data diperoleh melalui kuesioner yang berisi 11 pertanyaaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa 100 persen responden pernah melakukan perilaku seksual pranikah. Perilaku seksual pranikah yang dilakukan terdiri dari berciuman (100 persen), bercumbu (100 persen), necking (63 persen), petting (45 persen), oral sex (27 persen), intercourse (54 persen). Kesimpulan penelitian yang telah dilakukan di Politeknik Negeri Nusa Utara diperoleh hasil bahwa seluruh responden telah melakukan perilaku seksual pranikah, oleh sebab itu penulis menyarankan untuk pentingnya pemberian bimbingan kerohanian bagi mahasiswa serta memberikan waktu kepada mahasiswa untuk konsultasi ketika ada masalah apapun

    Manajemen Rumah Tangga Nelayan Penangkap Ikan Tuna (Thunnus Albacores) Studi Kasus di Pesisir Pantai Akembuala Kelurahan Santiago Kecamatan Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe

    Get PDF
    Keberadaan ikan tuna sirip kuning (Thunnus Albacores) sebagai salah satu sumberdaya ikan pelagis di Perairan Sangihe yang merupakan hasil tangkapan utama dari nelayan di Akembuala tidak menjadikan masyarakat nelayan di daerah itu meningkat taraf hidupnya akan tetapi umumnya masih berstatus sebagai keluarga pra sejahtera atau dengan kata lain kelompok masyarakat yang berada di pesisir pantai Akembuala masih relatif miskin bila dilihat dari sektor ekonomi, sosial dan budaya (khususnya dari akses untuk mendapatkan pendidikan, kesehatan dan penghidupan yang layak) dibandingkan dengan masyarakat yang ada di daerah lain dengan mata pencaharian yang sama. Penelitian ini bertujuan: 1) Memperoleh gambaran pola hidup dan kondisi sosial, ekonomi dan budaya masyarakat nelayan di Pesisir Akembuala Kelurahan Santiago; 2) Mendapatkan solusi manajemen keuangan nelayan dalam mengelola hasil penjualan ikan tuna pasca tangkap. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik mengenai manajemen rumah tangga nelayan penangkap tuna dan faktor-faktor yang berpengaruh lainnya serta diharapkan dapat menjadi masukan bagi semua pihak yang berkepentingan dengan persoalan manajemen rumah tangga nelayan. Penelitian ini merupakan studi yang memakai jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan semua fenomena atau kejadian-kejadian yang terjadi di masyarakat nelayan penangkap tuna di Pesisir Pantai Akembuala, penelitian deskriptif ini akan mendalami semuakejadian yang dialami oleh subjek penelitian seperti perilaku, presepsi, dan harapan kedepan, dan bagaimana manajemen keluarga mereka, dengan cara deskripsi kata-kata dan bahasa, pada konteks alamiah dengan memanfaatkan metode ilmiah

    Identifikasi Parasit Pada Ikan Kuwe (Caranx spp) yang di Budidayakan di Keramba Jaring Apung Desa Talengen

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis parasit pada ikan kuwe (caranx spp) yang dibudidayakan di keramba jaring apung Desa Talengen. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengambil sampel ikan kuwe secara acak di keramba jaring apung Desa Talengen dan pemeriksaan sampel dilakukan di Laboratorium Stasiun Karantina Ikan Kelas II Tahuna. Sampel ikan berjumlah 20 ekor. Hasil penelitian menunjukan 7 jenis parasit yang digolongkan dalam (2) dua jenis Protozoa : Trichodina sp dan Chilodonella sp; (1) satu jenis cacing bulat Nemathelminthes : Camallanus sp; (3) tiga cacing pipih Platyhelminthes : Hexostoma sp, Stephanostomum sp dan Scolex sp; (1) satu jenis parasit Arthropoda : Ergasilus sp

    GAMBARAN KEJADIAN ISPA DI RUANGAN ANGGREK RSUD LIUNKENDAGE TAHUNA TAHUN 2013 – 2015

    Get PDF
    Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) merupakan infeki saluran pernafasan yang disebabkan oleh virus atau bakteri dan berlangsung selama 14 hari. ISPA selalu menempati urutan pertama penyebab kematian pada anak di Indonesia. Selain itu, ISPA juga sering berada pada daftar 10 penyakit terbanyak di rumah sakit. Prevalensi ISPA di Indonesia pada tahun 2013 ialah 25,0 persen tidak jauh berbeda dengan prevalensi pada tahun 2007 sebesar 25,5 persen. Profil dinas kesehatan provinsi Sulawesi Utara tahun 2013 jumlah penderita penyakit ISPA pada balita maupun dewasa cukup tinggi terutama di wilayah perkotaan. Kota manado memiliki jumlah penderitaISPA sebanyak 32.436 jiwa, tertinggi pada kelompok balita 22.121 jiwa (68,20 persen). Desain penelitian yang digunakan ialah deskriptif dengan menggunakan metode serial kasus, untuk mengetahui gambaran kejadian ISPA di Ruangan Anggrek RSUD Liunkendage Tahuna tahun 2013–2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi penderita ISPA di Ruangan Anggrek RSUD Liunkendage Tahuna tahun 2013–015, berdasarkan jumlah kasus yang tertinggi yaitu tahun 2014 dengan jumlah 224 orang (38,1persen). Distribusi berdasarkan umur, tahun 2013 tertinggi yaitu umur 1–3 tahun dengan jumlah 96 orang (43 persen). Tahun 2014 tertinggi yaitu umur 1–3 tahun dengan jumlah 112 orang (50 persen). Tahun 2015 tertinggi yaitu umur 1-3 tahun dengan jumlah 78 orang (50 persen). Distribusi berdasarkan jenis kelamin, tahun 2013 tertinggi yaitu laki- laki dengan jumlah 131 orang (63 persen), tahun 2014 tertinggi yaitu laki-laki dengan jumlah 124 orang (55 persen), tahun 2015 tertinggi yaitu laki-laki dengan jumlah 99 orang (63 persen). Distribusi berdasarkan alamat, tahun 2013 yang tertinggi yaitu luar Tahuna dengan jumlah 82 orang (39,6 persen), tahun 2014 tertinggi yaitu Tahuna dengan jumlah 86 orang (38,3 persen), tahun 2015 tertinggi yaitu luar Tahuna 58 orang (37,1 persen). Kesimpulan dari penelitin ini ialah distribusi berdasarkan jumlah kasus sebanyak 595 orang, berdasarkan umur yang tertinggi yaitu umur 1–3 tahun sebanyak 286 orang, berdasarkan jenis kelamin yang tertinggi yaitu laki-laki sebanyak 354 orang, berdasarkan tempat tinggal yang tertinggi yaitu luar Tahuna sebanyak 213 orang, berdasarkan tren kasus ada kecenderungan menurun dari tahun 2013–2015. Oleh sebab itu penulis menyarankan bagi RSUD Liunkendage Tahuna diharapkan dapat melakukan pencatatan buku register secara rapi dan teratur

    PERAN KADER POS PELAYANAN TERPADU (POSYANDU) TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANGANITU KABUPATEN SANGIHE

    Get PDF
    Keberhasilan akan pelaksanaan pembangunan kesehatan masyarakat tidak bisa lepas dari berbagai dukungan dan peran aktif yang dilakukan oleh seluruh masyarakat. Dalam hal ini peran yang besar adalah peran kader posyandu yang secara langsung berhadapan dengan berbagai permasalahan kemasyarakatan termasuk masalah kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat. Kecamatan Manganitu merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Kepulauan Sangihe Propinsi Sulawesi Utara yang pembangunan kesehatannya tidak seperti yang diharapkan. Masyarakatnya tidak begitu tahu tentang bagaimana cara mencegah penyakit dimana masih banyak masyarakat yang tidak berolahraga dengan rutin dan teratur, banyaknya masyarakat yang merokok, dan membuang sampah tidak pada tempatnya. Hal ini juga dikarenakan kurangnya upaya yang nyata dan realistis dari seorang kader kesehatan untuk mengajak masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat. Tujuan Penelitian untuk mengetahui peran kader Posyandu tentang PHBS di Wilayah Kerja Puskesmas Manganitu Kabupaten Kepulauan Sangihe. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskritif dengan menggunakan metode survey. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh kader posyandu yang berada di Kecamatan Manganitu sebanyak 100 orang. Sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling.Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data diolah dengan menggunakan Microsof Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kader mengajak masyarakat dalam persalinan ditolong oleh nakes 87 persen, Bayi di beri ASI eksklusif 86 persen, Menimbang bayi dan balita setiap bulan 90 persen, Menggunakan air bersih 59 persen, mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir 53 persen, menggunakan jamban sehat 72 persen, memberantas jentik di rumah 38 persen, makan buah dan sayur setiap hari 90 persen, melakukan aktivitas fisik 67 persen, tidak merokok dalam rumah 79 persen. Berdasarkan hasil penelitian ini maka sebagian besar peran kader Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Manganitu adalah menimbang bayi dan balita setiap bulan (90 persen). Saran lebih melakukan pencatatan dan pelaporan PHBS sehingga dapat diketahui rumah tangga mana saja yang tidak menerapkan PHBS. Selanjutnya kader dan masyarakat melakukan kegiatan-kegiatan yang mendukung terwujudnya PHBS dan tidak hanya menitikberatkan satu indicator saja

    Analisis Kesiapan Komponen Teknologi (Humanware) di Galangan Kapal Menengah (Studi Kasus PT Adiluhung Sarana Segara Indonesia)

    Get PDF
    Galangan kapal untuk dapat bersaing dan memenuhi kebutuhan akan kapal di Indonesia harus melakukan perbaikan teknologi. Teknologi merupakan penentu daya saing suatu galangan kapal, yang terdiri dari komponen permesinan, metode, dan komponen humanware. Pada penelitian ini pengukuran komponen humanware dilakukan di galangan kapal PT ASSI, dengan menggunakan metode teknometrik. Hasil pengukuran tingkat kecanggihannya yaitu 0,596, dengan nilai gap contact humanware 0,521 sedangkan untuk support humanware yaitu 0,286. PT. ASSI sebagai galangan pembangun kapal milik pemerintah seperti kapal perintis tipe 750 DWT tergolong memiliki kesiapan yang cukup, namun membutuhkan perbaikanyang besar pada bagian contact humanware

    Sintasan, Pertumbuhan dan Kondisi Tubuh Ikan Nila (Oreochromis niloticus) di Teluk Talengen Setelah Diaklimatisasi Salinitas dengan Tiga Metode Berbeda

    Get PDF
    Usaha budidaya ikan air tawar di Kabupaten Kepulauan Sangihe sudah cukup lama dan sebagian besar diproduksi dari kolam air tawar. Namun kuantitasnya masih rendah dibandingkan dengan permintaan konsumen. Salah satu upaya produksi ikan nila di kabupaten ini adalah ekstensifikasi perikanan budidaya di wilayah pantai. Penelitian Internal ini bersifat uji coba budidaya laut terhadap salah satu varietas unggulikan nila, yaitu Nila Nirwana tahap pendederan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pertumbuhan berat spesifik, panjang mutlak dan keberhasilan hidup serta pengaruh aklimatisasi ikan nila uji dari air tawar ke air payau sampai salinitas 35 ppt. Selama 13 hari aklimatisasi diperoleh hasil : Pertumbuhan berat spesifik dikategorikan pelan, yaitu antara 0,02 – 0,08 % gram/hari dari berat awal. Perbandingan hasil antar metode aklimatisasi menujukkan ikan nila uji dengan metode pindah lokasi lebih cepat dibandingkan kedua metode aklimatisasi lainnya, yaitu metode sirkulasi perlahan dan metode aklimatisasi ganti air. Perlakuan aklimatisasi dengan metode pindah lokasi ternyata menunjukkan hasil terbaik dengan sintasan mencapai 86 – 100%. Kedua metode aklimatisasi lainnya lebih rendah, yaitu metode ganti air, SR = 42 – 66% dan sirkulasiperlahan, SR = 40 – 68 %. Pertambahan panjang mutlaknya dikategorikan lambat, urutan nilai tertinggi (1) pindah lokasi 0,8 – 2,7 cm; (2) sirkulasi perlahan 0,4 – 1,2 cm; dan (3) ganti air 0,3 – 0,4 cm. Hasil pengujian statistik menunjukkan tidak ada pengaruh aklimatisasi terhadap pertumbuhan ikan uji. Faktor penyebabnya berkaitan dengan waktu pemeliharaan yang singkat, yaitu antara 13 – 14 hari dan dosis pakan tidakbanyak

    Biskuit Tinggi Protein Berbasis Daging Ikan dan Tepung Sagu

    Get PDF
    Biskuit merupakan pangan praktis karena dapat dimakan kapan saja dengan pengemasan yang baik serta memiliki daya simpan yang relatif panjang. Berbagai jenis biskuit telah dikembangkan untuk menghasilkan biskuit tidak hanya enak tapi juga menyehatkan. Dengan menambahkan bahan pangan tertentu seperti daging ikan tuna kedalam proses pembuatan biskuit dan tepung sagu dapat dihasilkan biskuit dengan nilai tambah yang baik untuk kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi biskuit daging tuna dengan substitusi tepung sagu dan susu skim. Empat formulasi, daging ikan, susu skim, dan tepung sagu yang terbentuk kemudian dilakukan uji parameter mutu yaitu uji organoleptik, serta menganalisa sifat organoleptik dan kimianya (uji kadar air, kadar abu, lemak, protein dan karbohidrat). Penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan biskuit tuna yang berprotein tinggi, sehat, bergizi dan aman dikonsumsi oleh semua kalangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan tahap pembuatan biskuit, penentuan formulasi terbaik, pengujian organoleptik dan kimia. Hasil uji organoleptik menunjukkan kesukaan panelis terhadap warna yang paling disukai adalah formulasi A0 (sangat suka), Aroma yang disukai adalah formulasi A0 da A1 (sangat suka), Rasa yang disukai adalah formulasi A0 (amat sangat suka) dan tekstur adalah formulasi A0 (sangat suka). Analisis proksimat menunjukkan hasil uji kadar air terendah pada formulasi A1 (6,85%), kadar abu terendah padaformulasi A3 (0,46%), protein tertinggi pada formulasi A3 (12,79%), Lemak terendah pada formulasi A3 (9,91%), Karbohidrat terendah pada formulasi A2 (62,24%)

    368

    full texts

    385

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-jurnal Politeknik Negeri Nusa Utara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇